Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Fungsi Aparatur Sipil Negara menurut Undang-Undang Nomor
5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) pasal 10 yaitu
Aparatur Sipil Negara sebagai: pelaksana kebijakan publik, pelayan
publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Dalam menjalankan
ketiga fungsi tersebut Aparatur Sipil Negara yang telah mengucapkan
sumpah jabatan harus secara konsisten menjalankan ketiga fungsi
tersebut tanpa melanggar nilai-nilai dan kode etik. Fungsi-fungsi
tersebut juga tidak dapat dijalankan dengan baik apabila tidak ada
kesadaran dari dalam diri Aparatur Sipil Negara untuk menerapkan
nilai-nilai Dasar yang dirumuskan kedalam 5 (lima) pokok nilai-nilai
dasar Aparatur sipil negara yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.
Penerapan 5 (lima) Nilai Dasar ASN harus dijalankan dengan
tindakan konkrit saat Aparatur Sipil Negara tersebut menjalankan
tugasnya sebagai abdi negara. Tidak hanya dalam menjalankan
tugasnya sebagai petugas administrasi yang berurusan dengan
sistematika kerja suatu instansi pemerintahan, namun dalam
menjalankan tugasnya sebagai pelayan publik yang senantiasa
melayani kebutuhan masyarakat ASN. Maka dalam
perkembangannya nilai dasar ASN yang terangkum kedalam ANEKA
dielaborasikan dengan peran ASN dalam NKRI yang terbagi menjadi
Whole Of Goverment, Pelayanan Publik, dan Manajemen ASN.
Sebagai penyelenggara pemerintahan ASN dituntut untuk mampu
menjadi solusi dari permasalahan masyarakat karena posisi mereka
sebagai pelayan masyarakat. Realitanya tidak semua ASN di
Indonesia memiliki kompetensi, pemahaman, dan kemampuan untuk

1
melakukan apa yang menjadi tugasnya. Salah satu bentuk pelayanan
publik adalah pelayanan kesehatan.
Setiap fasilitas kesehatan baik dari tingkat primer/pratama,
sekunder, tresier wajib menyelenggarakan rekam medis dengan
tujuan untuk tercapainya tertib administrasi, pendokumentasian
pelayanan yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan kepada
pasien salah satunya puskesmas. Menurut Permenkes No.
269/MENKES/PER/III/2008 Rekam Medis adalah Berkas yang
berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien,
pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang
diberikan kepada pasien.
Rekam medis merupakan salah satu bagian penting untuk
menilai penampilan pelayanan kesehatan di Puskesmas dengan cara
membandingkan semua catatan yang ada dalam rekam medis
tersebut dengan standar Permenkes No.269/MENKES/PER/II/2008
tentang Rekam Medis.
Saat ini analisis kelengkapan Pengisian berkas rekam medis
rawat jalan belum dilaksanakan. Berdasarkan hasil pegamatan
tersebut maka dilaksanakannya Analisis Kelengkpan Pengisian
Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di UPTD Puskesmas Long Ikis.

B. Tujuan dan Manfaat


1. Tujuan
a) Tujuan Umum :
Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk membekali Perekam Medis
sebagai ASN yang mampu menginternalisasi dan
mengaktualisasi nilai-nilai dasar ASN yaitu berupa
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan
anti korupsi (ANEKA) pada setiap kegiatan Perekam Medis di
Puskesmas sehingga mampu menjadi kebiasaan dalam

2
bekerja dan akhirnya mampu melaksanakan tugas dan
perannya secara professional dan bertanggungjawab.
b) Tujuan Khusus :
Tujuan dari kegiatan ini untuk puskesmas yaitu agar
terlaksananya analisis kelengkapan pengisian berkas rekam
medis rawat jalan.

2. Manfaat
a) Untuk diri sendiri yaitu penulis dapat memahami dan
menginplementasikan nilai-nilai dasar ASN.
b) Manfaat bagi unit kerja yaitu meningkatkan mutu pelayanan
rekam medis sebagai pusat data dan informasi kesehatan.
c) Manfaat bagi petugas terkait yaitu dengan terlaksanya
kegiatan ini dapat memudahkan dalam mengevaluasi kinerja
perekam medis dan mutu pelayanan puskesmas.