Anda di halaman 1dari 4

Pelatihan-osn.

com
Konsultan Olimpiade Sains Nasional
URL: http://pelatihan-osn.com
Kompleks Sawangan Permai Blok A5 No.12A,
Sawangan, Depok 16511
Telp. 021-2951 1160
CP : 0-878787-1-8585 / 0813-8691-2130

Pelatihan Akbar Jelang OSK 2019

Bidang Studi : Astronomi


Tanggal : 13 Januari 2019
Materi : Astronomi Bola

Multiple Choices
1. Jika di sebuah lokasi, saat sekitar tengah hari, tongkat yang dipancangkan tegak lurus di
tanah tidak memiliki bayangan (matahari tepat berada di atasnya), maka dapat ditarik
kesimpulan. . .

(a) Lokasi itu berada tepat di khatulistiwa


(b) Lokasi itu berada di Bumi belahan utara
(c) Lokasi itu berada di Bumi belahan selatan
(d) Lokasi berada antara 23.5◦ LS dan 23.5◦ LU
(e) Saat itu adalah tanggal 21 Maret atau 23 September

2. Matahari paling lama berada di atas horizon bila. . .

(a) Pengamat di ekuator pada 21 Maret


(b) Pengamat di kutub selatan pada 22 Desember
(c) Pengamat di kutub utara pada 22 Desember
(d) Pengamat di kutub utara pada 21 Maret
(e) Pengamat di ekuator pada 22 Desember

3. Pengamat manakah yang mengalami senja terpendek?

(a) Pengamat di ekuator pada 21 Maret


(b) Pengamat di kutub selatan pada 22 Desember
(c) Pengamat di kutub utara pada 22 Desember
(d) Pengamat di kutub utara pada 21 Maret
(e) Pengamat di 23.5◦ LU pada 22 Desember

1
4. Arah titik terbit sebuah bintang membentuk sudut 130◦ terhadap arah Utara. Perkira-
kanlah titik terbenam bintang itu di horizon

(a) 130◦ dari arah Utara ke Timur


(b) 130◦ dari arah Selatan ke Barat
(c) 50◦ dari arah Selatan ke Timur
(d) 50◦ dari arah Utara ke Timur
(e) 50◦ dari arah Selatan ke Barat

5. Bujur ekliptika Matahari pada tanggal 21 Maret adalah 0◦ . Pada tanggal 6 Mei bujur
ekliptika Matahari adalah sekitar:

(a) sama setiap saat


(b) 45◦
(c) 90◦
(d) 135◦
(e) 180◦

6. Pilih pernyataan yang BENAR (OSK 2011)

(a) Dalam koordinat langit letak bintang ditentukan oleh arah dan jaraknya
(b) Lingkaran besar ekuator langit dalam bola langit merupakan tempat kedudukan
bintang – bintang dengan deklinasi 0◦
(c) Jika seseorang berdiri di ekuator Bumi, ia akan melihat Kutub Langit Utara (KLU
atau NCP) di atas kepalanya
(d) Jika seseorang berdiri di Kutub Utara, ia akan melihat ekuator langit di atas kepa-
lanya
(e) Jika seseorang berdiri di Kutub Selatan, ia akan melihat bintang Polaris di atas
kepalanya

7. Sebuah bintang X di belahan langit selatan memiliki asensiorekta RA = 14h . Pada


tanggal 23 September, dia akan melewati meridian kota Jakarta sekitar . . . (OSK 2010)

(a) Pukul 14 Waktu Indonesia Tengah


(b) Pukul 15 Waktu Indonesia Tengah
(c) Pukul 16 Waktu Indonesia Tengah
(d) Pukul 2 Waktu Indonesia Tengah
(e) Pukul 3 Waktu Indonesia Tengah

8. Koordinat Matahari pada saat berada di Garis Balik Utara adalah . . . (OSK 2009)

(a) Asensiorekta 0h , deklinasi 0◦


(b) Asensiorekta 6h , deklinasi −23.5◦
(c) Asensiorekta 12h , deklinasi 0◦
(d) Asensiorekta 18h , deklinasi +23.5◦
(e) Asensiorekta 6h , deklinasi +23.5◦

2
9. Pengamat di belahan Bumi selatan dapat mengamati bintang–bintang yang berada di se-
latan ekuator langit mulai dari terbit hingga terbenam selama lebih dari 12 jam. Peristiwa
ini hanya terjadi pada . . . (OSK 2009)

(a) Musim gugur


(b) Musim dingin
(c) Musim semi
(d) Musim panas
(e) Segala musim

10. Pada tanggal 21 Maret Matahari berada pada Vernal Equinox. Jika sebuah bintang
diketahui memiliki RA = 12h dan δ = 0◦ , pada jam berapa (waktu sipil lokal) pada
tanggal tersebut bintang itu terbit? (OSK 2008)

(a) 9h
(b) 6h
(c) 12h
(d) 24h
(e) 18h

Essay
1. Seorang pengamat berada pada bujur 2◦ 480 W pada tanggal 5 Januari 2013. Pada waktu
itu, jam bintang lokal menunjukkan pukul 8h 45m

(a) Hitung sudut jam bintang Betelgeuse (RA = 5h 55m ) pada saat tengah malam
(b) Pada pukul berapa Betelgeuse berada pada titik kuliminasi atasnya pada lokasi
tersebut?
(c) Pada pukul berapa Betelgeuse berada di meridian pengamat yang berada di Gree-
nwich?

3
Daftar Konstanta

Besaran Simbol Nilai


Luminositas Matahari L 3, 9 × 1026 W
Magnitudo semu Matahari (visual) m = V −26, 78
Magnitudo mutlak Matahari (visual) MV, 4,79
Magnitudo mutlak bolometrik matahari Mbol, 4,72
Fluks Matahari E 1340 Wm−2
Temperatur efektif matahari Teff 5785 K
Konstanta Stefan–Boltzmann σ 5, 67 × 10−8 Wm−2 K−4
Konstanta Planck h 6, 6261 × 10−34 Js
Konstanta Boltzmann k 1, 3807 × 10−23 J K−1
Satuan Astronomi AU 1, 4959 × 1011 m
Parsec (atau parsek) pc 3, 08 × 1016 m = 206265 AU = 3, 26 ly
Konstanta gravitasi G 6, 673 × 10−11 m3 kg−1 s−2
Radius Bumi R⊕ 6378 km
Radius Matahari R 6, 96 × 108 m
Massa Matahari M 1, 989 × 1030 kg
Massa Bumi M⊕ 6 × 1024 kg
Massa Bulan M$ 7, 348 × 1022 kg
Radius Bulan R$ 1, 738 × 106 m
Konstanta Hubble H0 73, 24 ± 1, 74 km s−1 Mpc−1

Konversi
1 Å = 10−10 m
1 erg = 10−7 J
1 erg s−1 = 10−7 W