Anda di halaman 1dari 18

DISPENSING DAN KONSELING ANALGETIK

NARKOTIK & NON-NARKOTIK


AMELIA RUMI
PAIN
• Kejadian kompleks yg dialami oleh pasien yg bisa mengalami perasaan emosional dan sensorik yg tidak
menyenangkan yg berhubungan kerusakan jaringan

• Nyeri akut :
- Peringatan ada sesuatu yang tidak beres di tubuh
- Berdurasi pendek dan berlangsung kurang dari 3 sampai 6 bulan.
- Penyebab nyeri akut meliputi nyeri pascaoperasi, prosedural sakit, nyeri traumatis dan mereda saat luka
sembuh.

• Nyeri kronis :
- Nyeri yg menetap diluar waktu yg diharapkan utk penyembuhan.
- Kronis berlangsung lebih lama dari 6 bulan
- Terkait dgn keganasan termasuk rasa sakit akibat kanker, AIDS, multiple sclerosis, kegagalan sistem
organ stadium akhir.
ANALGETIK  MENGHILANGKAN RASA SAKIT
NARKOTIK NON NARKOTIK
• AGONIS • SALISILAT
• AGONIS PARSIAL • NON-SALISILAT
• AGONIS-ANTAGONIS CAMPURAN • NSAID
USES
NARKOTIK NON NARKOTIK
• Mengurangi kecemasan dan menenangkan pasien pra-op. SALISILAT
• Sbg tambahan selama anestesi • MENGHILANGKAN nyeri ringan - sedang;
• Analgesia obstetrik • ANTIPIRETIK (kecuali diflunisal);
• Menghilangkan kecemasan pd pasien dyspnea dgn edema paru • Pengobatan kondisi peradangan, spti RA, OA, dan
• Secara intratekal atau epidural utk menghilangkan rasa sakit demam rematik;
(lokal) • Mengurangi risiko infark miokard
• Menghilangkan nyeri terkait dgn infark miokard (morfin) • Mengurangi risiko TIA atau stroke pada pria yg
• Rehabilitasi ketergantungan opiat (levomethadyl) sudah mengalami TIA (aspirin saja). Penggunaan
• Detoksifikasi dan rehabilitasi pd pasien candu narkotika (metadon)
ini terbukti efektif pada pria (bukan wanita).
• Induksi sedasi sebelum melakukan diagnostik atau prosedur
Asetaminofen nyeri ringan sampai sedang
terapeutik di rumah sakit
dan antipiretik
• Pengobatan diare berat dan kram usus
• Utk pasien alergi aspirin dan ggn perdarahan, spt
• Menghilangkan batuk berat (kodein)
perdarahan ulkus atau hemofilia, yg menerima
terapi antikoagulan, dan
yg baru saja menjalani prosedur bedah minor.
ADR
NARKOTIK NON NARKOTIK
• Ggn lambung, mulas, mual, muntah, anoreksia dan
• Bahaya depresi pernapasan perdarahan GI
• Pusing, sedasi, sembelit, anoreksia, • Alergi salisilat : gatal-gatal, ruam, angioedema,
mual, muntah, dan berkeringat  bronkospasme dengan gejala seperti asma
menurunkan dosis • TOKSISITAS - SALISILISYM
• Euforia
• Asetaminofen penggunaan kronis atau bila dosis yang
dianjurkan terlampaui. ROTD : erupsi kulit, urtikaria,
anemia hemolitik, hipoglikemia, ikterus,
hepatotoksisitas, dan gagal hati
• Toksisitas akut bisa terjadi bila diberikan dosis tunggal
sampai 15 g dosis asetaminofen. Dosis 20 sampai 25 g
 gagal hati
Tanda toksisitas asetaminofen akut :
mual, muntah, kebingungan, hipotensi, aritmia, ikterus,
gagal hati dan ginjal akut
KI
NARKOTIK NON NARKOTIK
• Hipersensitivitas • Hipersensitivitas
• Asma, emfisema, atau penyumbatan • KEHAMILAN. Aspirin  Kategori D (anemia,
saluran napas atas dan pada pasien dgn perdarahan postpartum, dan kehamilan
cedera kepala / peningkatan TIK. berkepanjangan atau persalinan).
• Seizure, ginjal berat atau disfungsi hepar, • Aspirin dpt menyebabkan efek buruk pd janin
kolitis ulseratif akut BBBLR, perdarahan intrakranial pd bayi prematur,
• Analgesik narkotika adalah obat Kategori lahir mati, dan kematian neonatal.
Kehamilan C (oxycodone, Kategori B) dan • Salisilat lain (yaitu, salsalate dan magnesium
tidak disarankan untuk digunakan selama salisilat) adalah Kategori C.
kehamilan atau persalinan (dpt • Ggn pendarahan termasuk pasien dgn perdarahan
memperpanjang persalinan / menyebabkan gastrointestinal, yg menerima antikoagulan
depresi atau obat antineoplastik.
pernapasan pd neonatus). • Anak-anak atau remaja dgn influenza / cacar air
• Penggunaan analgetik narkotika dianjurkan terutama aspirin  sindrom Reye
selama kehamilan hanya jika manfaat bagi
ibu melebihi potensi bahaya ke janin
PRECAUTIONS
NARKOTIK NON NARKOTIK

• Geriatri • CKD/CLD
• Nyeri perut yg tidak terdiagnosis • hipoprotrombinemia atau kekurangan
• Sejarah kecanduan opioid vitamin K
• Hipoksia, takikardia, hipertrofi prostat, • Menyusui.
CKD dan CLD. • Ggn iritasi GI spt tukak lambung dan
• Obesitas  dipantau secara ketat utk diabetes ringan atau asam urat 
depresi pernapasan koma
• Menyusui (tunggu setidaknya 4 sampai
6 jam setelah minum obat untuk
menyusui bayi).
• Pasien yang menjalani operasi empedu
spasme sfingter
INTERACTIONS
NARKOTIK NON NARKOTIK
• Analgesik narkotika mempotensiasi • Makanan yang mengandung
OBAT2 SSP lainnya spt alkohol, salisilat (bubuk kari, paprika,
antihistamin, antidepresan, obat
penenang, fenotiazin, dan MAO
kismis, dan teh) dapat
inhibitor. meningkatkan ROTD
• Sindrom abstinensi jika sebelumnya • Carcoal  menurunkan
sudah penyerapan
menyalahgunakan / menggunakan dari salisilat
narkotika
• Risiko depresi pernafasan, hipotensi,
• Antasida  menurunkan efek dari
dan sedasi saat diberikan terlalu cepat salisilat.
setelah barbiturat • Heparin + NSAID  risiko
pendarahan.
KI, PRECAUTIONS, INTERACTIONS (ASETAMINOFEN)

• Hipersensitivitas
• Hepatotoksisitas utk pecandu alkohol kronis
• Hindari alkohol
• Kehamilan Kategori B dan digunakan dgn hati-hati selama kehamilan dan laktasi.
• Aman  penggunaan jangka pendek
• Digunakan hati-hati pd pasien dgn nyeri yg parah atau berulang atau demam tinggi
atau terus menerus
• Jika rasa sakit terus berlanjut selama lebih dari 5 hari atau kemerahan atau bengkak
 dokter/RS
PRE ADMINISTRATION ASSESSMENT
NARKOTIK NON NARKOTIK
• Riwayat alergi, Riwayat obat terdahulu dan • Tipe, onset, dan lokasi rasa
sekarang  alergi / tidak cocok obat (ex.
mual dan muntah).
sakit.
• Tanda2 ketergantungan obat • Pasien dgn rematik atau
• Obat OTC atau herbal apa YG DIMILIKI peradangan, melihat dan
sbg analgetik?
• Apakah rasa sakit mempengaruhi aktivitas
dokumentasikan area yg sakit
Anda? utk mengevaluasi
• Pemeriksaan tanda2 vital respon thdp terapi obat.
ONGOING ASSESSMENT
NARKOTIK NON NARKOTIK
• DOKUMENTASI tanda2 vital setelah obat
• Monitoring intensitas nyeri.
diberikan • Pantau tanda vital setiap 4 jam atau lebih
• perubahan jenis nyeri, lokasi/ intensitas. sering
• Depresi pernafasan bisa terjadi pd pasien yg jika diperlukan.
menerima dosis normal  lemah • Dokumentasi kulit panas, kering, memerah
• Lansia  dosis awal dikurangi sampai
dan retensi urin terjadi
respon obat tsb sudah diketahui.
• Antidiare  frekuensi setiap buang air besar, • Monitoring jika elevasi suhu
warna, dan konsistensi dan mendikumentasikan berkepanjangan dan dehidrasi terjadi
jika Pasien mengalami sakit perut yang parah; • Segera ke RS jika Efek samping, spt
atau terdapat darah pada tinja pendarahan yg tidak biasa atau
berkepanjangan
MONITORING AND MANAGING ADVERSE DRUG
REACTIONS
NARKOTIK NON NARKOTIK
SALISILAT
• Segera ke pelayanan kesehatan jika trjadi
• Mengamati tanda2 toksisitas salisilat  induksi emesis
perubahan signifikan pada tanda-tanda
atau lavage lambung , kejang diazepam
vital.
• Hipotensi  rentan pd pasien pascaoperasi
• Jika pasien mengalami mual dan muntah  • Hemodialisis efektif dalam mengeluarkan
antiemetik mungkin diperlukan. salisilat tetapi hanya digunakan pd pasien dgn
salicylism parah

• Carcoal diberikan setelah 2 jam

ASETAMINOFEN  jika obat diberikan melebihi dosis yg dianjurkan.


Jika pengguna alkohol atau kronis alkohol, dibatasi tidak lebih dari 2
g / d.
KIE
NARKOTIK

• Hindari minuman beralkohol  menyebabkan kantuk atau pusing mendadak.


• Ambil obat sesuai petunjuk
• Ggn GI  makanan.
• COMPLIANCE
• TANDA2 SINDROM ABSTINENSI
KIE
NON NARKOTIK
SALISILAT
• SEGERA beritahu pelayanan kesehatan jika ada gejala berikut ini:
tinnitus, sakit perut, mual, muntah, kemerahan, berkeringat, haus, sakit kepala, diare, pendarahan yg
tidak biasa atau memar, atau tinja gelap
• Jika ada bau cuka pd salisilat, buang seluruh isi wadah.
• Beli salisilat dlm jumlah kecil bila digunakan sesekali saja. Simpan wadah ditutup rapat
• Jika akan melakukan operasi atau prosedur gigi, diberitahukan ke penyedia layanan kesehatan primer
atau dokter gigi.
 Salisilat dapat dihentikan 1 minggu sebelum  pendarahan post op.

ASETAMINOFEN
• Beritahu penyedia layanan kesehatan jika ada Reaksi merugikan berikut terjadi: dyspnea, lemah,
pusing, perdarahan yang tidak dapat dijelaskan, memar, atau sakit tenggorokan.
• Hindari penggunaan minuman beralkohol.
SIMPTOM SINDROM ABSTINENSI

• GEJALA AWAL
Menguap, lakrimasi, berkeringat
• GEJALA Intermediet
Mydriasis, takikardia, kedutan, tremor, gelisah, mudah tersinggung, kecemasan, anoreksia
• GEJALA Lambat
Kejang otot, demam, mual, muntah, gerakan menendang, lemas, depresi, sakit badan,
penurunan berat badan, sakit punggung parah, perut dan nyeri kaki, nyala panas dan dingin,
insomnia, bersin berulang, meningkat tekanan darah, laju pernafasan, dan denyut jantung