Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI LAUT

PERCOBAAN IX
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS PLANKTON

OLEH :

NAMA : SITTI RAMDANI ASHAF


STAMBUK : F1D1 18 018
KELOMPOK : III (TIGA)
ASISTEN PEMBIMBING : WAODE MAHYAYA

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Potensis sumber daya perairan Indonesia cukup besar dan memiliki

prospek cerah. Komponen hutan bakau, padang lamun dan terumbu karang di

kawasan pesisir merupakan penyeimbang stabilitas kawasan yang cocok bagi

berlangsungnya proses biologis biota laut. Lokasi perairan yang dihuni oleh hutan

bakau memiliki sumber nutrisi yang subur, dengan kelimpahan plankton yang

padat. Hutan bakau merupakan salah satu penyusun ekosistem perairan yang

subur dan potensial sebagai kawasan budidaya perikanan dengan kelimpahan

jumlah plankton yang sangat padat.


Plankton merupakan organism akuatik yang berukuran mikroskopik,

hidupnya bergerak di air, pergerakannya lemah dan lebih ditentukan oleh arus dan

angin. Plankton merupakan organisme yang dapat berupa hewan maupun

tumbuhan, dimana plankton yang berupa hewan disebut zooplankton sedangkan

plankton yang berupa tumbuhan disebut fitoplankton. Fitoplankton dapat

menghasilkan makanan sendiri dan menyediakan makanan bagi organism lainnya

melalui proses fotosintesis.


Senyawa organik yang dihasilkan oleh fitoplankton dapat menjadi

sumber energi yang dibutuhkan bagi seluruh jasad hidup untuk berbagai

kegiatannya termasuk bergerak, tumbuh dan bereproduksi. Keberadaan plankton

sangatlah di perlukan untuk keberlangsungan hidup hewan akuatik laiinnya, sperti

ikan. Berdasarkan uraian di atas maka dilakukan praktiku mengenai Identifikasi

Jenis-jenis Plankton.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana mengetahui teknik sampling plankton ?
2. Bagaimna mengetahui jenis-jenis plankton ?

C. Tujuan Praktikum
Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui teknik sampling plankton.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis plankton.

D. Manfaat Praktikum
Manfaat yang diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Dapat mengetahui teknik sampling plankton.
2. Dapat mengetahui jenis-jenis plankton.

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Plankton
Plankton merupakan organisme yang hidup melayang atau mengapung

di dalam air. Kemanapun gerakannya kalaupun ada sangat terbatas hingga

organisme tersebut selalu terbawa arus. Plankton secara langsung maupun tidak

langsung merupakan factor yang begitu penting bagi kehidupan ikan dan segala

macam biota yang hidup di dalam air, baik itu air tawar, payau dan air laut, karena

plankton khususnya phytoplankton merupakan primary producer atau organisme

penghasil makanan yang pertama dalam siklus rantai makanan (Agustini, 2014).
B. Klasifikasi Plankton
Plankton dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok

berdasarkan cara makan, keberadaan atau dominan atau sebaran, asal usul,

ukuran, bentuk dan koloni sel, serta alat penangkap. Pengelompokkan plankton

yang paling umum di dasarkan pada cara makannya. Berdasarkan cara makannya,

plankton dapat di kelompokkan ke dalam bakterioplankton (saproplankton),

fitoplankton dan zooplankton. Bakteriplankton (saproplankton) merupakan

plankton yang terdiri atas organisme yang tidak berklorofil, meliputi bakteri

(Micrococcus, Sarcina, Vibrio, Bacillus dll) dan fungi. Fitoplankton merupakan

tumbuhan plantonik berklorofil yang umumnya terdiri atas Bacillariphyceae,

Chlorophyceae, Dinophyceae dan Haptophytaceae. Zooplankton merupakan

plankton yang mempunyai cara makan holozoik, contohnya kelompok Protozoa,

Coelenterata, Ctenophora, Chaetoghata dan sebagainya (Wardhana, 2003).


C. Zooplankton
Zooplankton merupakan plankton hewan,meskipun terbatas namun

mempunyai kemampuan bergerak dengan cara berenang (migrasi vertikal).

Zooplankton pada siang hari berimigrasi ke bawah menuju dasar perairan. Migrasi

dapat disebabkan karena factor konsumen atau grazingyaitu dimana zooplankton

mendkati fitiplankton. Zooplankton bersifat heterotrof, yaitu memrlukan peranan

dari makhluk hidup lainnya untuk memenuhi kebutuhan energinya. Zooplankton

memainkan peran penting sebagai rantai pertama dalam transfer energi di jaring-

jaring makanan perairan ekosistem laut lepas. (Thoha, 2013).


D. Fitoplankton
Fitoplankton merupakan salah satu organisme perairan yang sangat

pnting dan mempunyai peran utama dalasiklus kehidupan di perairan.

Fitoplankton ini mempu melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan.


Senyawa organic yang mrupakan sumber energy yang dimanfaatkan oleh

organisme lain yang hidup diperairan. Fitoplankton juga dapat digunakan sebagai

salah satu parameter ekologi yang dapat menggambarkan bagaimana kondisi

ekologi di suatu perairan (Liwutang, 2013).


E. Peranan Plankton
Peranan plankton sangat penting dalam ekosistem perairan, termasuk

dalamekosistm sungai. Peranan plankton salah satunya adalah kedudukan dan

kepentingannya dalam siklus rantai makanan. Fitoplankton mempunyai

kemampuan dalam berfotosintesis. Senyawa organik yang dihasilkan dari

fotosintesis merupakan sumber energi yang di perlukan untuk semua organism

dan penghuni perairan, sedangkan zooplankton memegang peranan penting

sebagai konsumen primer di dalam perairan. Sehingga kelimpahandan juga

keanekaragaman dari plankton ini perlu mendapatkan perhatian agar bisa terjaga

keberadaannya (Suharno, 2010).

B. Pembahasan
Plankton merupakan klompokorganisme yang memegang peranan

pnting dalam suatu ekosistem perairan. Plankton dibedakan menjadi dua secara

umum, yaitu fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton merupakan plankton


yang menyerupai tumbuhan karena bersifat autotrof atau dapat menciptakan

makannya sendiri melalui proses fotosintesis, sedangkan zooplankton merupakan

plankton yang menyerupai hewan dimana zooplankton ini bersifat heteretrof atau

bergantung pada organism lain dalam halmencari makanan. Plankton merupakan

makanan alami larva-larva organism perairan.


Pengamatan pada praktikum ini dilakukan di pesisr pantai desa

Tanjung Tiram yang dilakukan dengan pengambilan sampel di tiga titik, yaitu

padang lamun,mangrove dan dermaga. Jenis plankton yang di temukan di padang

lamun yaitu Pleurodiscus sp. dan Tabalaria sp. Jenis plankton yang ditemukan di

mangrove yaitu Mougeotia sp. dan Rhizosolenia sp. sedangkan yang di temukan

di dermaga yaitu Nitzschia sp. dan Staureneid sp. cara pengambilan sampel ini

dilakukan dengan memasukkan air kedalam botol gelap kemudian botol di tutup

di dalam air, tujuan nya yaitu agar plankton tidak terkontaminasi dengan oksigen

di luar habitatnya.
Pleurodiscus sp. memiliki ciri-ciri dimana bentuknya benar-benar

mirip seperti cacing dengan ekor yang menipis diujungnya. Jenis plankton

selanjutnya yaitu Tabalaria sp. memiliki ciri-ciri dengan bentuk sepeti kubus dan

memiliki rumbai-rumbai di sekitaran pinggirnya dan memiliki bentuk yang agak

lebih besar dibanding jenis plankton lainnya. Ciri-ciri Mougeotia sp. adalah

bentuknya berupa batang fulpn yang memanjang dengan adanya sekat-sekat yang

berarna lebih gelap di banding warnatubuh lainnya sehingga sekat-sekat inidapat

dengan mudah diketahui.


Jenis plankton selanjutnya yaitu Rhizosolenia sp. memiliki ciri-ciri

berupa bentuk tubuh yang mmanjang dan terlihat seperti balok yang memanjang

dengan dua mata diatasnya. Kemudian jenis plankton Nitzschia sp. yaitu jenis
plankton yang memiliki ciri-ciri dimana bentuknya berupa untaian benang yang

hanya memanjang dan dengan lebar tubuh yang sangat minim. Jenis plankton

yang terakhir yaitu Staureneid sp. yaitu jenis plankton yang memiliko bentuk

membulat dan memanjang serta terlihat seperti kapsul yang panjang. Berdasarkan

pengamatan tersebut bahwa plankton memiliki banyak jenis tergantung habitus

nya dan memiliki banyak kemiripan sehingga perlu di identifikasi.

V. PENUTUP
A. Simpulan
Simpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Teknik sampling plankton dapat dilakukan dengan mengambil sampel pada

tiga titik berbeda menggunakan botol gelap dan pemimdahan plankton dari

habitusnya kebotolharus dilakukan di dalam air agar tidak terkontaminasi

dengan udara diluar habitus nya.


2. Jenis-jenis plankton yang di temukan pada praktikum ini ada 6 jenis, yaitu

Pleurodiscus sp, Tabalaria sp, Mougeotia sp, Rhizosolenia sp, Nitzschia sp

dan Staureneid sp.

B. Saran

Saran yang di ajukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :


1. Untuk laboratorium agar menyediakan alat praktiu lapangan atau membiayai

praktikum lapangan agar tidak memberatkan praktikan.


2. Untuk asisten agar menyediakan waktunya untuk praktikannya.
3. Untuk praktikum selanjutnya semoga bisa ontime masuk dan ontime

selesainya.

DAFTAR PUSTAKA

Agustini, M. dan Sri, O.M, 2014, Identifikasi dan Kelimpahan Plankton pada
Budidaya Ikan Air Tawar Ramah Lingkungan, Jurnal Agroknow,
2(1): 39
Liwutang, Y.E., Fransine, B.M. dan Jan, F.W.S.T, 2013, Kepadatan dan
Keanekaragaman Fitoplankton di Perairan Sekitar Kawasan
Reklamasi Pantai Manado, Jurnal Ilmiah Platax, 1(3): 109
Suharno. dan Daniel, L, 2010, Keragaman Jenis Plankton di Perairan Laut Kota
Jayapura Papua, Jurnal Biologi Papua, 2(1): 1
Thoha, H. dan Arief, R, 2013, Kelimpahan dan Distribusi Spasial Komunitas
Plankton di Perairan Kepulauan Banggai, Jurnal Ilmiah dan
Teknologi Kelautan, 5(1): 146
Wardhana, W, 2003, Penggolongan Plankton, Pelatihan Teknik Sampling, 1(1): 1