Anda di halaman 1dari 83

Panduan Penulisan

Skripsi

Benius
Kisno Hadi
Radarmas
Tresia Kristiana
Evy Novitasari Ibie
Rukiah
Samsiah Nelly

Fisip
Universitas Kristen Palangka Raya

i
Panduan Penulisan Skripsi
Penulis
Dr. Benius, MM
Dr. Kisno Hadi, S.IP., M.Si
Radarmas, S.Sos., MAP
Dr. Tresia Kristiana, SE, M.Si
Evy Novitasari Ibie, S.Sos., MAP
Rukiah, S.Sos., DEA
Dra. Samsiah Nelly, MM

ISBN: 978-602-53544-0-3

Penyunting
Tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Kristen Palangka Raya

Desain Sampul dan Tata Letak


Marjo
Novendri

Penerbit
Fisip, Universitas Kristen Palangka Raya
Kampus B FISIP Universitas Kristen Palangka Raya
Jl. Pangeran Diponegoro No. 03 Kotak Pos 202
Palangka Raya, Kalimantan Tengah 73111
Telp. 0536 – 3225316
Fax. 0536 – 3225316
Website: fisip-unkrip.ac.id
Email: fisipolunkrip@gmail.com

Distributor tunggal
Program Studi Ilmu Pemerintahan
Kampus B FISIP Universitas Kristen Palangka Raya
Jl. Pangeran Diponegoro No. 03 Kotak Pos 202
Palangka Raya, Kalimantan Tengah 73111

Cetakan pertama, November 2018

Hak cipta dilindungi undang-undang


Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara
apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit.

ii
KATA PENGANTAR

Secara khusus buku ini dirancang untuk digunakan mahasiswa ilmu


pemerintahan. Namun sebagai bagian dari mahasiswa ilmu sosial dan ilmu
politik, metode penelitian di dalamnya menggunakan pendekatan ilmu-ilmu
sosial. Ilmu pemerintahan berbicara proses berpemerintahan sehari-hari, di
mana mahasiswa bisa mengambil berbagai peristiwa berpemerintahan
tersebut untuk dijadikan topik penulisan karya ilmiah baik makalah maupun
skripsi. Skripsi merupakan karya tulis ilmiah mahasiswa Strata 1 sebagai
hasil penelitian mandiri untuk memenuhi persyaratan memperoleh derajat
kesarjanaan strata 1 (S-1). Buku metode penelitian ilmu pemerintahan dan
panduan penulisan Skripsi ini merupakan panduan penyusunan skripsi
yang khusus diperuntukkan bagi mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Palangka Raya. Namun
demikian, buku ini tidak membatasi diri hanya untuk kalangan seperti
termaksud, manfaatnya bisa digunakan oleh mahasiswa dari program studi
atau bahkan universitas lain.
Umumnya, sebelum melakukan penelitian, mahasiswa wajib
membuat usulan penelitian dalam bentuk proposal penelitian. Setelah
disetujui melalui tahap seminar proposal penelitian, mahasiswa wajib
melakukan penelitian. Hasil penelitian tersebut kemudian disusun menjadi
karya tulis ilmiah mahasiswa yang disebut Skripsi. Untuk kepentingan
tersebut dan demi kelancaran proses penyusunan Skripsi, maka perlu
dibuat terkait metode penelitian dan panduan penulisannya yang dimulai
dari tahap penulisan proposal sampai ke tahap penulisan skripsi. Selain itu,
dalam buku ini juga diperkenalkan paradigma berpikir dalam penelitian.
Paradigma tersebut terutama menggunakan pendekatan ilmu politik dan
pemerintahan. Buku ini adalah untuk standarisasi penulisan penelitian dan
penulisan skripsi. Referensi buku ini dikutip dari berbagai sumber yang
relevan, dan pada bagian akhir disertai beberapa contoh yang membantu
dan memudahkan mahasiswa menulis dan menyusun skripsi.
Dalam batas-batas tertentu, mahasiswa tetap diberi kebebasan
dalam melakukan penyusunan Skripsi-nya sepanjang tidak menyimpang
secara substansial. Buku ini ditinjau secara periodik untuk penyempurnaan
lebih lanjut sesuai kebutuhan dan dinamika yang relevan dalam penulisan
karya tulis ilmiah bidang ilmu pemerintahan di perguruan tinggi.

Palangka Raya, November 2018

Tim Penulis
(Ketua, Dr. Kisno Hadi, S.IP., M.Si)

iii
Daftar Isi
Hlm.

Cover ......................................................................................... i

Kata Pengantar ......................................................................... iii

Daftar Isi .................................................................................... iv

Bab I. Penelitian Bidang Ilmu Pemerintahan ………………….. 1

Bab II. Selayang Pandang Penelitian ...................................... 5


A. Paradigma Penelitian ..................................................... 5
B. Pendekatan Penelitian ................................................... 12
C. Kriteria Pemilihan Suatu Pendekatan Penelitian ............ 14

Bab III. Perkembangan Ilmu Pengetahuan ............................. 16


A. Perkembangan sains didorong oleh berbagai paham .... 16
B. Mengenal Penelitian ...................................................... 18

Bab IV. Tata Urutan Usulan Penelitian (Proposal) ................. 41


A. Bagian Awal ................................................................... 41
B. Bagian Utama ................................................................ 41
C. Bagian Akhir ................................................................... 44
D. Seminar Usulan Penelitian (Proposal) ........................... 45
E. Pengesahan Usulan Penelitian (Proposal) .................... 45

Bab V. Penulisan Skripsi ......................................................... 47


A. Bagian Awal ............................................................... 47
B. Bagian Utama ............................................................. 49
C. Bagian Akhir ............................................................... 52

Bab VI. Ringkasan Skripsi .................................................... 53

Bab VII. Tata Cara Penulisan Naskah ................................... 54

iv
Lampiran-Lampiran:
1. Contoh cover usulan penelitian (proposal) ........................... 58
2. Contoh halaman pengesahan usulan penelitian (proposal) .. 59
3. Contoh Penulisan Daftar Pustaka ........................................ 60
4. Contoh Cover Skripsi .......................................................... 62
5. Contoh halaman pengesahan skripsi .................................. 63
6. Contoh halaman Pernyataan Keaslian Skripsi ..................... 64
7. Contoh penulisan Judul, sub judul, anak sub judul,
sub anak sub judul .............................................................. 65
8. Contoh Surat Permohonan Pengajuan Usulan Penelitian .... 66
9. Contoh Surat Rekomendasi Ujian Skripsi ............................ 67
10. Contoh Surat Permohonan Pembimbingan ........................ 68
11.Bagan Alur Pengajuan Usulan Penelitian/Skripsi ................. 69
12.Contoh Kartu Asistensi Pembimbingan Skripsi .................... 70
13.Contoh Kartu Kehadiran Mahasiswa Mengikuti
Seminar Proposal ................................................................ 71
14.Kutipan Surat Dirjen Dikti tentang Syarat Kelulusan Sarjana .. 72

DAFTAR PUSTAKA
INDEKS
BIODATA PENULIS

v
I PENELITIAN BIDANG
ILMU PEMERINTAHAN

Ilmu pemerintahan menerangkan suatu fenomena sosial dalam


berpemerintahan dengan menggunakan suatu pendekatan yang lazim
digunakan di dalam ilmu politik. Sebagai suatu pendekatan dalam ilmu
politik, ilmu pemerintahan bisa menjelaskan fenomena sosial tertentu
seperti kebijakan publik yang merupakan kebijakan politik, kekuasaan,
negara, civil society, birokrasi, militer, partai politik, kepemimpinan, pemilu,
hubungan negara dengan rakyat, kedudukan penguasa, perbandingan
pemerintahan, dll, yakni melihat prosesnya. Ini karena ilmu pemerintahan
adalah ilmu yang membawa atau mengarahkan kepada suatu pandangan
tertentu dalam mempelajari suatu fenomena berpemerintahan.
Berpemerintahan secara ideal sesungguhnya menjalankan beberapa
proses pemerintahan, yaitu 1) pekerjaaan memerintah dengan ciri utama
memberikan arah, menetapkan nilai, mengatur, mengadili, dan membuat
keputusan yang kemudian melahirkan apa yang oleh Aristoteles disebut
politik negara, pemerintahan negara, pemerintahan berciri publik atau
pemerintahan umum (openbaar bestuur), dan penguasa (the authority); 2)
setelah muncul cita-cita negara kesejahteraan di awal abad 20, maka
pemerintah semakin intensif melakukan campur tangan terhadap interaksi
kekuatan-kekuatan kemasyarakatan, dengan tujuan agar setiap warga
negara dapat terjamin kepastian hidup minimalnya, sebab itu secara
berangsur-angsur fungsi awal pemerintahan umum yang bersifat represif
(memberi arahan, mengatur, mengadili), lalu bertambah dengan fungsi-
fungsi lainnya yaitu bersifat melayani; dan 3) bertambahnya fungsi
pemerintahan dari awalnya mengarahkan, mengatur dan mengadili, ke
melayani membuat posisi pemerintah menjadi “tidak berjarak” dengan
warganya, berangsur-angsur kontak langsung antara warga dengan
pemerintah semakin meningkat, di mana seolah-olah kehidupan warga
bergantung pada pemerintah, dan terutama di tempat-tempat pelayanan
pemerintahan yang diselenggarakan di berbagai tingkat pemerintahan
seperti di desa, kelurahan dan kecamatan, warga sangat merasakan
keberadaan dan manfaat kehadiran pemerintah (Labalo, dkk, 2015: 5-7).

1
Sebab itu, pengkajian sesuatu melalui ilmu pemerintahan lebih melihat
kepada bagaimana proses sosial itu berjalan. Hasil dan dampaknya lebih
kepada fenomena yang mesti dilihat dalam konteks respons atas
fenomena tersebut. Dengan pendekatan ilmu pemerintahan, seseorang
dapat mengetahui suatu fenomena sosial politik tertentu untuk merekaya
rancangan-rancangan masa depan. Sebab itu, ilmu pemerintahan sering
disebut sebagai kybernan, ilmu yang mengarahkan atau mengemudi.
Berbicara fenomena penelitian yang bisa dilakukan dengan
pendekatan ilmu pemerintahan, selain fenomena pada lembaga negara, ia
juga bisa mempelajari tentang masyarakat, hubungan antar masyarakat,
hubungan ekonomi dan masyarakat, hubungan masyarakat dengan
pemimpin, sumber-sumber kekuasaan, gaya kepemimpinan seorang
pemimpin, dan hak-hak rakyat dalam kedudukannya berhadapan dengan
negara. Sehingga ilmu pemerintahan pada dasarnya adalah ilmu yang
mempelajari fenomena sehari-hari dalam proses berpemerintahan.
Melalui pendekatan penelitian bidang ilmu pemerintahan, mahasiswa
diajarkan untuk berinteraksi dengan hal-hal yang terkait dengan kekuasaan
seperti implementasi kekuasaan, cara memperoleh kekuasaan, cara
menyebarluaskan kekuasaan, cara mempertahankan kekuasaan, hingga
relasi antara penguasan dengan pihak yang dikuasai. Hal-hal teknis
administratif yang selama ini sering menjadi fokus kajian mahasiswa ilmu
pemerintahan sebaiknya sudah mulai ditinggalkan, karena sudah menjadi
ranah administrasi publik.
Di Indonesia, ilmu pemerintahan sering dipandang kabur dan
bergabung ke dalam administrasi publik, baik dalam ranah pemikiran
maupun implementasi, atau terkadang hendak dipisahkan dengan ilmu
politik sehingga secara sengaja hendak ditempatkan secara terpisah
dengan ilmu politik. Padahal, kalau melihat melalui konteks fenomena
sosial yang dipelajari, maka boleh dikatakan ilmu pemerintahan adalah
sebagai pendekatan dalam ilmu politik. Misalnya terkait metodologi, ilmu
pemerintahan tidak berdiri sendiri, melainkan menggunakan pendekatan
ilmu politik. Sebab itu, lazim disebut sebagai “metodologi ilmu politik”,
bukan “metodologi ilmu pemerintahan”. Walaupun sebagian kalangan
hendak menempatkan “metodologi ilmu pemerintahan” secara mandiri,
namun pendekatan yang dilakukan di dalamnya sebagian besar tetap
menggunakan pendekatan di dalam “metodologi ilmu politik”. Intinya,
pendekatan penelitian dalam ilmu pemerintahan hendak membawa

2
mahasiswa mempelajari suatu proses tertentu yang terkait dengan “proses”
dari suatu fenomena dan memberikan rancangan-rancangan ke depannya
terkait dengan kegiatan politik.
Disusunnya buku ini ialah untuk mengajarkan mahasiswa dan
membekali lulusan agar dapat mempelajari suatu fenomena dengan ilmu
pengetahuan dan kompetensi yang memadai serta relevan dengan
orientasi politik dan pemerintahan Indonesia kontemporer. Politik dan
pemerintahan Indonesia kontemporer di satu sisi lebih menganut ideologi
liberal dengan globalisasi dan modernisasi sebagai alatnya, sementara di
sisi lain Indonesia hendak kembali ke lokalitas, sebagai basis jati diri
bangsa, kembali ke budaya lokalnya, agar tidak tercerabut dan tidak
kehilangan identitas kebangsaan. Perkembangan ideologi liberal yang
didorong oleh kapital (modal) yang tidak terbendung arusnya masuk ke
Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, semakin memberi bukti
bahwa Indonesia harus sesegera memperkuat dirinya sebagai bangsa dan
negara. Sebab itu, penelitian dalam ilmu pemerintahan yang dipelajari
melalui buku ini dimaksudkan untuk memberi wawasan dan pengetahuan
kepada mahasiswa tentang fenomena politik kontemporer tersebut.
Buku ini adalah untuk strandarisasi dengan tidak menghilangkan
kekhasan identitas rumpun ilmu pemerintahan sebagai ilmu sosial. Dengan
demikian, metode penelitian dan penyusunan skripsi yang ditawarkan di
dalam buku ini secara umum kurang lebih sama seperti pendekatan
penelitian ilmu pemerintahan yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi
lain di Indonesia. Obyek material penting substansi ilmu pemerintahan
yang menjadi standar KAPSIPI (Kesatuan Program Studi Ilmu
Pemerintahan Seluruh Indonesia) ialah bahwa ilmu pemerintahan
mempelajari relasi pemerintah dan yang diperintah baik secara teoritik
maupun empirik.
Penelitian bidang ilmu pemerintahan paling tidak menyangkut relasi
antara pemerintah (to govern) dan yang diperintah (to be governed)
dengan berbagai variannya secara luas. Relasi tersebut menyangkut peran
pemerintah, masyarakat sipil, NGO, sektor privat (yang berkenaan dengan
kepemerintahan) yang satu diantara lainnya saling keterkaitan, di mana
relasi tersebut tersambung melalui berbagai media. Sebab itu, titik fokus
metode penelitian ilmu pemerintahan yang hendak dibangun di sini paling
tidak meliputi Pertama, Pihak Pemerintah yaitu tingkat pemerintah, fungsi
pemerintah, dan substansi pemerintahan; Kedua, Pihak yang Diperintah

3
yaitu masyarakat sipil; Ketiga Relasi Pemerintah-Masyarakat baik
masyarakat sipil maupun masyarakat ekonomi; Ketiga, Basis atau Dasar
untuk Keahlian sarjana Ilmu Pemerintahan; Keempat, Pemantapan
Keahlian sarjana Ilmu Pemerintahan; dan Kelima, pengembangan
kekhususan metode penelitian bidang ilmu pemerintahan berdasarkan ciri
khas Universitas Kristen Palangka Raya.
Kompetensi lulusan ilmu pemerintahan Universitas Kristen Palangka
Raya, merupakan kompetensi sarjana yang dihasilkan setelah melalui
tahapan penelitian bidang ilmu pemerintahan:
1. Sarjana yang berjiwa pelayan, memiliki daya saing dan profesional
bekerja di bidang pemerintahan, organisasi politik dan organisasi
masyarakat sipil.
2. Sarjana yang mampu menjadi inisiator, inspirator dan kreator
dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di
bidang pemerintahan dan sosial politik di sekitarnya.
3. Sarjana yang mampu menjadi problem solver bagi lingkungan
sosial, politik dan pemerintahan di sekitarnya.
4. Sarjana yang mandiri dan dapat menciptakan lapangan kerja
sendiri.
5. Profesi yang akan ditekuni tatkala menyandang gelar sarjana ilmu
pemerintahan ialah aparatur pemerintah (ASN), aparatur desa,
kepala desa, wartawan, politisi, aktivis partai politik, aktivis
lembaga swadaya masyarakat (LSM), dosen, karyawan swasta,
legislatif, anggota beberapa lembaga negara di pusat dan di
daerah seperti KPU, Bawaslu/Panwaslu, Ombudsman, atau dapat
juga menciptakan lapangan kerja sendiri bagi dirinya dan
menyediakan lapangan kerja bagi orang lain.
Untuk itu, buku ini menjawab pertanyaan “bagaimana penelitian yang
tepat dan bagaimana standarisasi penyusunan tugas akhir (skripsi)
mahasiswa untuk dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas
dan bisa menghasilkan kompetensi lulusan yang baik? Hadirnya tulisan
buku ini diharapkan dapat memenuhi standard dan kaidah ilmiah tugas
akhir mahasiswa. Outputnya adalah naskah karya ilmiah tersebut dapat
dipublikasikan dalam jurnal-jurnal ilmiah bereputasi nasional maupun
internasional. Output secara lebih luas lagi ialah Universitas Kristen
Palangka Raya diharapkan dapat sejajar peran dan kualitasnya dengan
universitas lain di Indonesia.

4
II SELAYANG PANDANG PENELITIAN

Penyusunan skripsi pada hakekatnya adalah menyusun hasil


penelitian. Hasil penelitian adalah temuan pengetahuan baru. Penelitian
merupakan upaya untuk memprediksi, menemukan, dan memverifikasi
kebenaran. Agar tujuan tersebut tercapai, maka setiap penelitian yang
dilakukan harus menggunakan pendekatan yang tepat, karena pendekatan
yang digunakan dalam sebuah penelitian sangat menentukan keseluruhan
langkah penelitian tersebut. Untuk itu, sejak awal pelaksanaannya
pendekatan setiap penelitian sudah harus ditentukan dengan jelas.
Penentuan pendekatan yang akan digunakan sangat tergantung pada
paradigma yang dianut peneliti. Terdapat tiga jenis pendekatan penelitian:
kuantitatif, kualitatif, dan metode gabungan (mixed methods approach).
Bagian ini terlebih dahulu menyampaikan definisi paradigma sebagai titik
tolak penelitian dan dilanjutkan dengan penjelasan tentang elemen-elemen
paradigma yang mendasari masing-masing pendekatan penelitian.

A. Paradigma Penelitian
Menurut Harmon (dalam Moleong, 2004: 49), paradigma adalah cara
mendasar untuk mempersepsi, berpikir, menilai dan melakukan yang
berkaitan dengan sesuatu secara khusus tentang realitas. Bogdan & Biklen
(dalam Mackenzie & Knipe, 2006) menyatakan bahwa paradigma adalah
kumpulan longgar dari sejumlah asumsi, konsep, atau proposisi yang
berhubungan secara logis, yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian.
Sedangkan Baker (dalam Moleong, 2004: 49) mendefinisikan paradigma
sebagai seperangkat aturan yang (1) membangun atau mendefinisikan
batas-batas; dan (2) menjelaskan bagaimana sesuatu harus dilakukan
dalam batas-batas itu agar berhasil. Cohenn & Manion (dalam Mackenzie
& Knipe, 2006) membatasi paradigma sebagai tujuan atau motif filsofis
pelaksanaan suatu penelitian. Berdasarkan definisi definisi tersebut, dapat
disimpulkan bahwa paradigma merupakan seperangkat konsep,
keyakinan, asumsi, nilai, metode, atau aturan yang membentuk kerangka
kerja pelaksanaan sebuah penelitian.

5
Berdasarkan paradigma yang dianutnya, seorang peneliti atau
penyusun Skripsi akan menggunakan salah satu dari tiga pendekatan yang
diajukan Creswell (dalam Emzir, 2008: 9), yaitu: kuantitatif, kualitatif, dan
metode gabungan. Menurut Emzir (2008: 9) perbedaan yang terdapat
dalam ketiga pendekatan ini dapat ditinjau melalui tiga elemen kerangka
kerja, yaitu asumsi-asumsi psikologis tentang pembentuk tuntutan
pengetahuan (knowledge claim), prosedur umum penelitian (strategies of
inquiry) dan prosedur penjaringan dan analisis data serta pelaporan
(research method). Creswell (dalam Emzir, 2008: 9) menggambarkan
bagaimana ketiga elemen tersebut berpadu membentuk ketiga pendekatan
penelitian, yakni:

1. Tuntutan Pengetahuan (Knowledge Claim)


Tuntutan pengetahuan meliputi asumsi-asumsi filosofis mengenai
ontologi (apa itu pengetahuan), epistemologi (bagaimana pengetahuan
diperoleh), aksiologis (nilai-nilai yang terkandung di dalamnya), retorika
(bagaimana pengetahuan dituliskan) dan metodologi (proses pengkajian).
Dengan demikian, tuntutan pengetahuan berhubungan dengan asumsi-
asumsi peneliti tentang apa yang akan dipelajari dan bagaimana hal itu
dipelajari selama penelitian berlangsung. Creswell (dalam Emzir, 2008: 11)
menggambarkan tuntutan atau asumsi-asumsi tersebut pada tabel berikut.

Tabel 1: Asumsi Paradigma Kuantitatif dan Kualitatif


Asumsi Pertanyaan Kuantitatif Kualitatif
Ontologis Apakah hakikat Realitas = objektif dan Realitas = subjektif dan
realitas itu? tunggal, terpisah dari jamak, sebagaimana
peneliti dilihat oleh partisipan
dalam studi
Epistemologis Apakah Peneliti bebas dari Peneliti berinteraksi
hubungan yang diteliti dengan yang diteliti
peneliti dengan
yang diteliti?
Aksiologis Apakah peran Bebas nilai dan tidak Tidak bebas nilai dan
nilai-nilai? bias bias
Retorik Apakah bahasa Formal, berdasarkan Informal, keputusan
peneliti? serangkaian definisi, berkembang, personal,
impersonal, kata-kata kualitatif yang
menggunakan kata- berterima.

6
kata kuantitatif yang
berterima
Metodologis Apakah proses Proses deduktif, sebab Proses induktif, faktor-
pengkajian? akibat, desain statis, faktor yang saling
kategori disiapkan membentuk secara
sebelum studi, bebas simultan, desain
konteks, generalisasi berkembang, kategori
mengarahkan prediksi, diidentifikasi selama
penjelasan, dan proses penelitian, terikat
pemahaman, akurat konteks; teori dan pola
dan reliabel melalui dikembangkan untuk
validitas dan reliabilitas pemahaman, akurat dan
reliabel melalui verifikasi.

Berikut ini adalah uraian tentang tuntutan pengetahuan dalam empat


(kelompok) aliran pemikiran tentang pengetahuan.

a. Tuntutan Pengetahuan Positivisme dan Postpositivisme


Positivisme yang kadang-kadang dirujuk sebagai “metode ilmiah”
didasarkan pada filsafat empirisme yang dipelopori oleh Aristoteles,
Francis Bacon, John Locke, August Comte, dan Emmanuel Kant (Mertens,
dalam Mackenzie & Knipe, 2006). Aliran ini mencerminkan filsafat
deterministik yang memandang suatu penyebab mungkin menentukan efek
atau hasil (Creswell, dalam Mackenzie & Knipe, 2006). Aliran ini bertujuan
untuk menguji sebuah teori atau menjelaskan sebuah pengalaman melalui
observasi dan pengukuran dalam rangka meramalkan dan mengontrol
kekuatan-kekuatan di sekitar manusia. Positivisme berasumsi bahwa
fenomena sosial dapat diteliti dengan cara yang sama dengan fenomena
alam dengan menggunakan pendekatan yang bebas nilai dan penjelasan
sebab-akibat sebagaimana halnya dalam penelitian fenomena alam.
Setelah Perang Dunia II, positivisme digantikan aliran
postpositivisme. Aliran ini berasumsi bahwa setiap penelitian dipengaruhi
oleh hukum-hukum atau teori-teori yang menguasai dunia. Teori-teori ini
perlu diverifikasi sehingga pemahaman terhadap dunia semakin lengkap.
Oleh karena itu, penganut positivisme dan postpositivisme akan memulai
penelitian dengan suatu teori, mengumpulkan data yang mendukung atau
menolak teori tersebut, dan membuat revisi yang diperlukan. Dengan
demikian, pengetahuan yang dikembangkan melalui lensa postpositivisme
didasarkan pada observasi yang cermat dan pengukuran realitas yang

7
objektif (Emzir, 2008: 9), sehingga positivisme dan postpositivisme selalu
diasosiasikan dengan metode penjaringan dan analisis data kuantitatif.

b. Tuntutan Pengetahuan Konstruktivisme/Interpretivisme


Konstruktivisme/interpretivisme berkembang dari filsafat
fenomenologi yang digagas Edmund Husserl dan pemahaman intepretatif
yang disebut hermeneutiks yang dikemukakan oleh Wilhelm Dilthey
(Mertens, dalam Mackenzie & Knipe, 2006). Bagi penganut
konstruktivisme/interpretivisme penelitian merupakan upaya untuk
memahami realitas pengalaman manusia, dan realitas itu sendiri dibentuk
oleh kehidupan sosial. Penelitian berlensa konstruktivisme/interpretivisme
cenderung tergantung pada pandangan partisipan tentang situasi yang
diteliti. Penelitian konstruktivisme pada umumnya tidak dimulai dengan
seperangkat teori (sebagaimana halnya dengan postpositivisme) namun
mengembangkan sebuah teori atau sebuah pola makna secara induktif
selama proses berlangsung. Metode penjaringan dan analisis yang
digunakan penganut konstruktivisme biasanya berbentuk kuantitatif. Akan
tetapi, data kuantitatif dapat digunakan untuk mendukung data kualitatif
serta memperdalam analisis secara efektif.

c. Tuntutan Pengetahuan Advokasi/Partisipatori/Transformatif


Aliran advokasi/partisipatori/transformatif muncul pada tahun 1980-
an dan 1990-an sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap paradigma
penelitian yang ada dan kesadaran bahwa teori-teori sosiologi dan
psikologi yang mendasari paradigma-paradigma yang ada pada dasarnya
dikembangkan melalui pandangan “kulit putih”, didominasi oleh perspektif
kaum pria, dan didasarkan pada penelitian yang menggunakan pria
sebagai subyek. Peneliti advokasi/partisipatori/transformatif merasa bahwa
pendekatan konstruktivisme/interpretivisme tidak membahas isu-isu
keadilan sosial dan kaum yang terpinggirkan secara memadai (Creswell,
dalam Mackenzie & Knipe, 2006). Peneliti advokasi/partisipatori percaya
bahwa penelitian perlu dijalin dengan agenda-agenda politik dan politisi
agar penelitian tersebut menghasilkan tindakan-tindakan yang mereformasi
kehidupan partisipan, lembaga tempat individu hidup, dan kehidupan
peneliti sendiri (Emzir, 2008: 16). Sehubungan dengan itu, penelitian harus
mengangkat masalah-masalah sosial yang penting sebagai topik, seperti
isu kekuasaan, ketidaksetaraan, penganiayaan, penindasan, dan

8
perampasan hak. Peneliti advokasi sering memulai dengan menjadikan
salah satu dari isu ini sebagai fokus penelitian. Kemudian, ia akan berjalan
bersama secara kolaboratif dengan partisipan dengan pengertian
partisipan dapat membantu merancang pertanyaan, mengumpulkan data,
menganilisis informasi, atau menerima penghargaan untuk partisipasinya
dalam penelitian. Sebagaimana halnya dalam penelitian konstruktivisme,
peneliti advokasi/partisipatori/transformatif dapat mengkombinasikan
metode penjaringan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Namun,
penggunaan pendekatan gabungan (mixed methods) akan memberikan
kepada peneliti transformatif sebuah struktur untuk mengembangkan potret
kehidupan sosial yang lebih utuh. Penggunaan berbagai perspektif dan
lensa memungkinkan diperolehnya pemahaman yang lebih beragam
tentang nilai-nilai, pandangan dan keberadaan kehidupan sosial.

d. Tuntutan Pengetahuan Pragmatik


Aliran Pragmatisme tidak terikat pada sistem filosofi atau realitas
tertentu. Penganut pragmatisme pada awalnya menolak asumsi ilmiah
yang menyatakan penelitian sosial dapat mengakses kebenaran tentang
dunia nyata hanya dengan mengandalkan sebuah metode ilmiah tunggal
(Mertens, dalam Mackenzie & Knipe, 2006). Pragmatisme berfokus pada
masalah penelitian dan menggunakan seluruh bentuk pendekatan untuk
memahami masalah itu. Oleh karena itu peneliti pragmatis bebas memilih
metode, teknik, dan prosedur penelitian yang paling sesuai dengan
kebutuhan dan tujuannya. Karakteristik ini menunjukkan bahwa
pragmatisme merupakan paradigma yang menyangga landasan filosofis
studi metode gabungan (mixed-methods research). Meskipun demikian
beberapa peneliti yang menggunakan metode gabungan, secara filosofis,
lebih mencondongkan diri mereka kepada paradigma transformatif
paradigm (Mertens, dalam Mackenzie & Knipe, 2006). Hal ini
mengungkapkan bahwa metode gabungan dapat digunakan dalam
berbagai paradigma.
Berbagai posisi tuntutan pengetahuan alternatif sebagaimana
diuraikan di atas dapat dirangkum dalam tabel berikut:
Tabel 2: Posisi Tuntutan Pengetahuan Alternatif
Positivisme/Postpositivisme Konstruktivisme/Interpretivisme
Determinasi, Reduksionisme, Pemahaman, Makna Jamak
Observasi, Empiris dan Pengukuran Partisipan

9
Verifikasi Teori Konstruksi Sosial dan Historis
Menghasilkan Teori
Advokasi/Partisipatori/Transformatif Pragmatisme
Politis, Berorientasi pada Masalah Konsekuensi Tindakan, Berpusat
Kekuasaan, Kolaboratif, Berorientasi pada Masalah Pluralistik
pada Perubahan Berorientasi pada Praktik Dunia
Nyata
Sumber: Emzir, 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif &
Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa.

2. Prosedur Penelitian (Strategies of Inquiry)


Menurut Wikipedia (2008) strategi penelitian adalah “a procedure for
achieving a particular intermediary research objective—such as sampling,
data collection, or data analysis. We may therefore speak of sampling
strategies or data analysis strategies.” Sedangkan Emzir (2008: 21)
menjelaskan: “…strategi inquiri/penelitian …melengkapi arah spesifik untuk
berbagai prosedur dalam suatu rancangan penelitian. Strategi penelitian…
memberikan kontribusi pada semua pendekatan penelitian”. Berdasarkan
kedua definisi itu, dapat dikatakan bahwa strategi/prosedur penelitian
(strategies of inquiry) adalah prosedur yang ditempuh untuk mencapai
tujuan penelitian. Berikut ini adalah uraian singkat strategi penelitian yang
lazim digunakan dalam ketiga pendekatan penelitian.

a. Strategi yang Berasosiasi dengan Pendekatan Kuantitatif


Hingga pertengahan abad ke-20, strategi penelitian selalu
dihubungkan dengan penelitian kuantitatif yang didasarkan pada
postpositivisme. Penelitian kuantitatif mencakup penelitian survei, deskriptif
causal comparative, retrospektif (ex-post facto), pre-experimental, quasi-
experimental, true experimental, korelasional, dan eksperimen kompleks
dengan banyak variabel dan perlakuan (seperti desain faktorial dan desain
pengukuran berulang).

b. Strategi yang Berasosiasi dengan Pendekatan Kualitatif


Sejak tahun 1990-an, jumlah dan jenis penelitian kualitatif
berkembang dengan pesat. Menurut Merriam, et.al. (2002 ), penelitian
kualitatif mencakup delapan jenis penelitian, yakni: penelitian kualitatif
intepretatif dasar (Basic Interpretive Qualitative Study), naratif,

10
fenomenologis, etnografis, Critical Qualitative Research, Postmodern
Research, Grounded Theory dan studi kasus.

c. Strategi yang Berasosiasi dengan Pendekatan Metode Gabungan


Strategi pendekatan metode gabungan (mixed methods) timbul
karena adanya kesadaran bahwa semua metode memiliki keterbatasan.
Peneliti merasa bahwa bias yang timbul dari penggunaan satu metode
dapat dinetralisir oleh bias yang timbul dari penggunaan metode lain.
Selain itu, penggunaan beberapa jenis data diyakini dapat memperjelas
data analisis yang dilakukan. Penggunaan beberapa strategi untuk
meningkatkatkan validitas konstruk ini kemudian dikenal dengan
methodological triangulation (Wikipedia, 2008). Secara umum, metode
gabungan menggunakan tiga strategi berikut: prosedur sequential,
prosedur concurrent, dan prosedur transformatif.
Berbagai strategi sebagaimana diuraikan di atas dapat dirangkum
dalam tabel berikut.

Tabel 3: Strategi Alternatif Penelitian


KUANTITATIF KUALITATIF MIXED METHODS
1) Survei. 1) Penelitian Kualitatif 1) Sequential
2) Deskriptif Causal Intepretatif Dasar 2) Concurrent
Comparative 2) Naratif 3) Transformatif
3) Retrospektif (Ex-Post 3) Fenomenologis
Facto) 4) Etnografis
4) Pre-Experimental 5) Critical Qualitative Research,
5) Quasi-Experimental Postmodern Research,
6) True Experimental Grounded Theory
7) Korelasional 6) Studi Kasus.
8) Eksperimen 7) Library research
9) Kompleks dengan
Banyak Variabel dan
Perlakuan

3. Prosedur (Metode) Penelitian


Mackenzie dan Knipe (2006) menyatakan: “… method refers to
systematic modes, procedures or tools used for collection and analysis of
data.” Berdasarkan definisi ini, dapat dikatakan bahwa metode penelitian
merupakan cara, desain, atau media spesifik yang digunakan untuk

11
menjaring dan menganalisis data dalam tahapan praktik. Pemilihan metode
sangat ditentukan oleh tujuan penelitian. Dalam penelitian tertentu, tujuan
dapat dicapai hanya dengan menggunakan data yang diperoleh melalui
observasi. Penelitian lain mungkin membutuhkan data kuantitatif,
sedangkan penelitian lain membutuhkan data yang diperoleh dari
kombinasi penggunaan studi dokumen, angket, atau wawancara. Tabel
berikut merangkum ciri-ciri ketiga prosedur penelitian.

Tabel 4: Prosedur Kuantitatif, Kualitatif dan Mixed methods


KUANTITATIF KUALITATIF MIXED METHODS
1) Ditentukan 1) Emerging Methods (Perpaduan prosedur
sebelumnya 2) Pertanyaan Terbuka kualitatif dan kuantitatif)
2) Instrumen 3) Data Interview, data 1) Ditentukan
Berdasarkan observasi, data sebelumnya dan
Pertanyaan dokumen, dan emerging methods,
3) Data performansi, audiovisual 2) Pertanyaan terbuka
data sikap, data 4) Analisis teks dan dan tertutup
observasi dan data gambar 3) Dst.
sensus
4) Analisis Statistik

B. Pendekatan Penelitian
Seperti telah dijelaskan di depan, paradigma yang dianut seorang
peneliti tentang tuntutan pengetahuan (knowledge claim), prosedur umum
penelitian (strategies of inquiry) dan prosedur penjaringan dan analisis data
(research method) akan menentukan apakah dia akan menggunakan
pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau metode gabungan. Berikut ini
dijelaskan singkat tentang ketiga jenis pendekatan penelitian tersebut.

1. Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang
mendasarkan diri pada paradigma postpositivist dalam mengembangkan
ilmu pengetahuan. Beberapa ciri khas pendekatan kuantitatif adalah:
bersandar pada pengumpulan dan analisis data kuantitatif (numerik),
menggunakan strategi survei dan eksperimen, mengadakan pengukuran
dan observasi, melaksanakan pengujian teori dengan uji statistik.

12
2. Pendekatan Kualitatif
Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang
berlandaskan fenomenologi dan paradigma konstruktivisme dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan. Moleong (2004: 10-13) menjabarkan
sebelas karakteristik pendekatan kualitatif yaitu: menggunakan latar
alamiah, menggunakan manusia sebagai instrumen utama, menggunakan
metode kualitatif (pengamatan, wawancara, atau studi dokumen) untuk
menjaring data, menganalisis data secara induktif, menyusun teori dari
bawah ke atas (grounded theory), menganalisis data secara deskriptif,
lebih mementingkan proses daripada hasil, membatasi masalah penelitian
berdasarkan fokus, menggunakan kriteria tersendiri (seperti triangulasi,
pengecekan sejawat, uraian rinci, dan sebagainya) untuk memvalidasi
data, menggunakan desain sementara (yang dapat disesuaikan dengan
kenyataan di lapangan), dan hasil penelitian dirundingkan dan disepakati
bersama oleh manusia yang dijadikan sebagai sumber data.

3. Pendekatan Metode Gabungan (Mixed Methods Research)


Penelitian gabungan, atau lebih dikenal dengan istilah multi-
medtodologi dalam operations research, merupakan pendekatan penelitian
yang memadukan penjaringan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif
(Wikipedia, 2008). Pendekatan ini cenderung didasarkan pada paradigma
pragmatik (seperti orientasi konsekuensi, orientasi masalah, dan
pluralistik). Pendekatan metode gabungan dibedakan ke dalam dua
bentuk: penelitian metode gabungan (mixed method research) dan
penelitian model gabungan (mixed model research). Dalam penelitian
metode gabungan peneliti menggunakan strategi kualitatif pada satu
tahapan dan strategi kuantatif pada tahapan lain, atau sebaliknya.
Contohnya, seorang peneliti melakukan eksperimen (kuantitatif) dan
setelah itu ia melakukan wawancara terhadap partisipan mengenai
pandangan mereka terhadap eksperimen tersebut dan mencari tahu
apakah mereka setuju dengan hasilnya. Dalam penelitian model gabungan
peneliti memadukan strategi kuantitatif dan kualitatif dalam satu atau dua
tahapan yang sama. Misalnya, seorang peneliti dapat melakukan sebuah
survei dan menggunakan sebuah kuesioner yang terdiri dari beberapa
pertanyaan tertutup dengan jawaban berganda (kuantitatif) dan beberapa

13
pertanyaan terbuka (kualitatif). Contoh lain, peneliti dapat menjaring data
kualitatif yang kemudian diubah menjadi data kuantitatif.

C. Kriteria Pemilihan Suatu Pendekatan Penelitian


Menurut Creswell (dalam Emzir, 2008: 9) terdapat tiga faktor yang
menentukan pemilihan pendekatan yang akan digunakan dalam suatu
penelitian, yaitu kesesuaian antara masalah dan pendekatan penelitian,
pengalaman peneliti, dan audiens yang akan memanfaatkan laporan
tertulis penelitian.

1. Kesesuaian antara Masalah dan Pendekatan Penelitian


Masalah penelitian, terutama penelitian sosial, memiliki bentuk dan
jenis yang sangat beragam. Jenis masalah yang berbeda menuntut
pendekatan yang berbeda pula. Misalnya, jika masalah penelitian adalah
pengujian efektivitas teknik pembelajaran kosa kata bahasa Inggris di
sekolah dasar, pendekatan kuantitaif merupakan pilihan yang paling
sesuai. Tapi jika masalah yang diteliti adalah prosedur penggunaan lagu
sebagai media pembelajaran kosa kata, pendekatan kualitatif sangat pas
untuk digunakan. Di samping itu, jika peneliti ingin meneliti prosedur
penggunaan penggunaan lagu sebagai media pembelajaran kosa kata dan
sekaligus ingin membandingkan efektivitasnya dengan penggunaan media
lain, seperti gambar atau permainan (games) maka pendekatan metode
gabungan sangat sesuai untuk digunakan.

2. Pengalaman Peneliti
Merupakan suatu hal yang lumrah jika seseorang merasa lebih
“nyaman” melaksanakan suatu penelitian yang sudah dikuasainya dengan
baik. Peneliti yang mahir dalam statistika, teknik penulisan ilmiah, dan
pengoperasian program statistik komputer dan akrab dengan jurnal-jurnal
kuantitatif disarankan untuk menggunakan pendekatan kuantitatif.
Sebaliknya, peneliti yang lebih berpengalaman dalam penjaringan data
melalui interaksi langsung dengan orang lain (interview, observasi terbuka
dan pengamatan-berperan serta), lebih menyukai analisis data secara
secara induktif, dan lebih menyenangi penulisan deskriptif yang
menggunakan kata-kata dan gambar sebaiknya menggunakan pendekatan
kualitatif. Sedangkan peneliti yang menyukai dan berpengalaman
menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dapat menggunakan

14
metode gabungan. Namun harus disadari bahwa penggunaan metode ini
menuntut waktu dan energi tambahan karena peneliti perlu menjaring dan
menganalisis dua jenis data sekaligus.

3. Audien
Pertimbangan terakhir dalam penentuan pendekatan penelitian
adalah faktor audiens. Setiap peneliti perlu peka terhadap “preferensi”
audiens (kepada siapa laporan penelitian diserahkan/dipresentasikan)
mengenai pendekatan penelitian. Dalam konteks penelitian untuk membuat
Skripsi, sangat diharapkan bahwa mahasiswa menyesuaikan pendekatan
penelitiannya dengan pendekatan yang biasa digunakan para
pembimbingnya. Sebab itu, perlunya mahasiswa untuk mempelajari dan
membaca buku-buku karya dosennya jika ada, atau mengikuti cara berpikir
dosennya. Cara berpikir ini dapat diikuti selama proses pembimbingan,
supaya mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam proses pembimbingan
penulisan skripsinya.

15
III PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

Ilmu pengetahuan atau sains adalah temuan hasil penelitian. Jadi


sebenarnya sebuah penelitian ialah untuk menemukan sesuatu
pengetahuan yang baru, yang dilakukan melalui sejumlah perangkat atau
prosedur yang standar. Sebab jika tidak mengikuti standar penelitian yang
disepakati dan disusun oleh para ilmuwan, maka temuan penelitian
tersebut tidak dapat diakui sebagai sebuah hasil penelitian, atau tidak
memenuhi syarat disebut sebagai sains. Sains itu salah satunya bisa
didapat melalui penyusunan Skripsi.

A. Perkembangan sains didorong oleh berbagai paham, yaitu:


1. Humanisme
Secara ontologis sains berdasarkan pandangannya pada diktum
fisika Newton yang menyatakan tiada fenomena yang tak dapat diukur
dalam filsafat eksperimental. Diktum ini melahirkan pandangan positivisme
yang menekankan metode empirikal-eksperimentatif dalam memahami
realitas.dan pengetahuan semata-mata bersifat onomotetis dan tidak
terdapat pengetahuan yang bersifat ideografis (nilai dan kesadaran).
Humanisme dalam tinjauan sains memandang manusia tak lebih dari fakta
empirikal (nomotetis) dan bersifat mekanistik-deterministik serta mereduksi
manusia dari hal-hal non empiris seperti nilai dan kesadaran. Kontruksi
manusia dalam pandangan saintifik ini mencapai titik ekstrimnya. Dalam
pandangan Julien O. Lametrie menyamakan manusia dengan mesin
(L’Homme Machine). Pandangan sains tersebut menuai kritik yang cukup
tajam dari para ilmuwan dan filosof yang mencermati dilema-dilema yang
muncul dalam fakta kemanusiaan sebagai akibat pandangan humanisme
yang sangat saintifik (positivistik).
Konsep alienasi, deprivasi, “kehilangan jati diri”, dan split personality
merupakan serangkaian term yang ditujukan sebagai kritik terhadap
implikasi pandangan kemanusiaan yang dihasilkan dari kemajuan sains.
Nicholas Bordayev menyebutkan bahwa pandangan ilmiah dan kemajuan
teknologi berakibat pada perbudakan manusia oleh mesin. contohnya
adalah robot yang bisa menggantikan pekerjaan manusia.

16
2. Rasionalisme
Rasional adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris rational, yang
didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat diterima oleh akal dan pikiran
serta sesuai dengan daya nalar kemampuan otak. Hal-hal yang rasional
adalah suatu hal di dalam prosesnya dapat dimengerti sesuai dengan
kenyataan dan realitas yang ada. Sedangkan rasionalisme merupakan
paham atau aliran yang berdasarkan rasio-rasio dan ide-ide yang masuk
akal. Zaman rasionalisme berlangsung dari pertengahan abad ke XVII
sampai akhir abad ke XVIII. yaitu pada zaman ilmu pengetahuan mulai
dikenal di mana penggunaan yang ekkslusif terhadap daya akal budi untuk
menemukan kebenaran. Ternyata penggunaan akal budi yang demikian
tidak sia-sia melihat tambahan ilmu pengetahuan yang besar sebagai
akibat perkembanagn yang pesat dari ilmu-ilmu alam. Pada abad
berikutnya orang-orang yang terpelajar atau para ilmuwan makin percaya
pada akal budi sebagai sumber kebenaran tentang hidup dan dunia. Isaac
Newton misalnya, ialah seorang sarjana geniaal fisika Inggris (1843-1927)
yang mengakui tentang kebenaran batas akal budi dalam mengejar
kebenaran melalui ilmu pengetahuan.

3. Empirisme
Empiris menegaskan bahwa suatu kesimpulan haruslah didasarkan
pada pengalaman yang dapat diamati, peristiwa empiris. Dalam
perkembangan sains, empirisme merupakan suatu aliran filsafat
rasionalisme, yakni satu aliran filsafat modern.

4. Positivisme
Merupakan suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai
satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang
berkenaan dengan metafisisk. Positivisme tidak mengenal adanya
spekulasi, semuanya didasarkan pada data yang empiris.

5. Metode ilmiah
Merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis yang berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan
serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena
alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan

17
melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis
tersebut dapat menjadi suati terori ilmiah. Contohnya tes DNA.

6. Metode penelitian
Penelitian diterjemahkan dari kata Research (Inggris) yaitu Re
adalah kembali, dan To Search adalah mencari kembali. Menurut Hillway
(Saragih, 1994), penelitian tidak lain dari suatu metode studi yang
dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna
terhadap suatu masalah. Sehingga diperoleh pemecahan yang tepat
terhadap masalah tersebut. Sedangkan menurut Whitney (Saragih, 1994)
penelitian adalah pencarian yang dilakukan terhadap masalah-masalah
yang dapat dipecahkan. Dengan demikian penelitian selain merupakan
suatu proses dan metode, juga diharapkan mampu mencari pemecahan
masalah yang diteliti (problem solving).

B. Mengenal Penelitian
1. Cara berpikir penelitian adalah induktif dan deduktif.
Cara berpikir induktif adalah cara berpikir atau penalaran untuk menarik
kesimpulan berupa prinsip yang bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Sedangkan cara berpikir dedukatif adalah metode berpikir yang
menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya
dalam bagian-bagian khusus.
2. Hubungan antara epistomologi, teori, metodologi dan teknik
Epistomologi atau teori pengetahuan berhubungan dengan hakikat dari
ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta
pertangungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang
dimiliki oleh manusia. Teori merupakan analisis hubungan antara fakta
yang satu dengan fakta yang lain pada sekumpulan fakta-fakta. Teori
dalam ilmu pengetahuan berarti model atau kerangka berpikr yang
menjelaskan fenomena alamiah atau fenomena sosial tertentu.
Metodologi merupakan bagian dari epistemolgi yang mengkaji perihal
urutan langkah-langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang
diperoleh memenuhi ciri-ciri ilimiah. Sedangkan teknik atau rekayasa
adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan
permasalahan manusia. Jadi hubungan antara epistomologi, teori,
metedologi dan teknik merupakan hal yang terpisahkan satu sama lain.
Pada intinya ketiga istilah ini saling berhubungan terutama dalam hal

18
ilmu pengetahuan untuk dijadikan pedoman dalam penulisan suatu
karangan ilmiah.
3. Hubungan antara penelitian, ilmu dan kebenaran
Penelitian adalah pencarian yang dilakukan terhadap masalah-masalah
yang dapat dipecahkan. Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun
secara sistematis melalui pengamatan dan percobaan yang terus
menerus, yang telah menghasilkan penemuan kebenaran yang bersifat
umum. Sedangkan kebenaran merupakan sebuah pedoman. Dan
hubungan antara penelitian, ilmu dan kebenaran adalah jika melakukan
suatu penelitian, dalam ilmu pengetahuan haruslah berpegang pada
kebenaran data-data di lapangan. Sehingga hasil akhir dari penelitian
tersebut benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Model sebuah penelitian yang menggunakan metode kualitatif, dalam
perumusan masalah penelitian belum jelas, masih remang-remang atau
mungkin malah masih gelap. Metode penelitian kualitatif akan langsung
masuk ke obyek, melakukan penjelajahan dengan granttour question,
sehingga masalah akan dapat ditemukan dengan jelas. Setelah itu
selanjutnya melakukan pengumpulan data yang mendalam sehingga
dapat ditemukan hipotesis yang berupa hubungan antar gejala.
Hipotesis tersebut selanjutnya diverifikasi dengan pengumpulan data
yang lebih mendalam. Bila hipotesis terbukti, maka akan menjadi tesis
atau teori. Data sosial sering sulit dipastikan kebenarannya. Dengan
metode kualitatif dan melalui teknik pengumpulan data secara
trianggulasi/gabungan (karena dengan teknik pengumpulan data
tertentu belum dapat menemukan apa yang dituju, maka ganti teknik
lain), maka kepastian data akan lebih terjamin. Selain itu dengan
metode kualitatif, data yang diperoleh diuji kredibilitasnya, dan
penelitian berakhir setelah data itu jenuh, maka kepastian data akan
dapat diperoleh. Misalnya saja meneliti sejarah perkembangan. Sejarah
perkembangan kehidupan seorang tokoh atau masyarakat akan dapat
dilacak melalui metode kualitatif. Dengan menggunakan data
dokumentasi, wawancara mendalam kepada pelaku atau orang yang
dipandang tahu, maka sejarah perkembangan kehidupan seseorang
diketahui. Misalnya akan meneliti sejarah perkembangan kehidupan
raja-raja di Jawa, sejarah perkembangan masyarakat tertentu sehingga
masyarakat tersebut menjadi masyarakat yang etos kerjanya tinggi atau
rendah. Pada umumnya jangka waktu penelitian kualitatif cukup lama,

19
karena tujuan penelitian kualitatif adalah bersifat penemuan. Bukan
sekedar pembuktian hipotesis seperti dalam penelitian kuantitatif.
Namun demikian kemungkinan jangka penelitian berlangsung dalam
waktu yang pendek, bila telah ditemukan sesuatu dan datanya sudah
jenuh.
5. Motivasi yang mendorong seseorang melakukan penelitian adalah yang
pertama karena penelitian merupakan refleksi dari keingintahuan
manusia untuk meningkatkan pengetahuannya mengenai sesuatu.
Kedua, karena penelitian merupakan kegiatan untuk menjawab
pertanyaan atau memecahkan masalah-masalah sosial atau kehidupan
sehari-hari. Terakahir adalah karena adanya suatu kepentingan dalam
hal menyelesaikan pendidikan tingkat akhir pada perguruan tinggi untuk
meraih gelar akademik.
6. Lima definisi mengenai penelitian, yakni:
a. Penelitian adalah suatu riset atau penyelidikan yang hati-hati dan
kritis dalam mencari fakta dan data.
b. Penelitian adalah sebuah riset yang dilakukan oleh seorang peneliti
untuk menemukan sesuatu hal yang baru, yang akan menjadi
sebuah teori.
c. Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris
dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan
tertentu antar-fenomena (Kerlinger, 1986).
d. Penelitian adalah suatu metode studi yang dilakukan seseorang
melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu
masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap
masalah (Hillway :Saragih, 1994).
e. Penelitian merupakan suatu investigasi yang sistematis, terkontrol,
empiris, dan kritis mengenai suatu fenomena yang menjadi
perhatian pengambilan keputusan manajerial (Davis & Cosenza,
1993: 9)
7. Hakekat penelitian. Penelitian atau riset adalah terjemahan dari bahasa
Inggris research, yang merupakan gabungan dari kata re (kembali) dan
to search (mencari). Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa
research berasal dari bahasa Perancis recherche. Intinya hakekat
penelitian adalah “mencari kembali”. Webster’s New Collegiate
Dictionary mengatakan bahwa penelitian adalah “penyidikan atau
pemeriksaan bersungguh-sungguh, khususnya investigasi atau

20
eksperimen yang bertujuan menemukan dan menafsirkan fakta, revisi
atas teori atau dalil yang telah diterima”. Ilmuwan lain bernama Woody
memberikan gambaran bahwa penelitian adalah “metode menemukan
kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis)”.
Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau
non-ilmiah (unscientific method). Tapi kalau dilihat dari definisi di atas,
penelitian banyak bersinggungan dengan pemikiran kritis, rasional, logis
(nalar), dan analitis, sehingga akhirnya penggunaan metode ilmiah
(scientific method) adalah hal yang jamak dan disepakati umum dalam
penelitian. Metode ilmiah juga dinilai lebih bisa diukur, dibuktikan dan
dipahami dengan indera manusia. Penelitian yang menggunakan
metode ilmiah disebut dengan penelitian ilmiah (scientific research).
8. Karakteristik ilmu ialah secara khusus atau spesifik merupakan suatu
pengetahuan yang telah disusun secara sistematis melalui pengamatan
dan percobaan yang terus menerus, yang telah menghasilkan
penemuan kebenaran yang bersifat umum.
9. Peranan penelitian dalam perkembangan ilmu dan pemecahan
masalah. Bahwa penelitian dalam perkembangan ilmu dewasa ini
sangatlah berperan penting, karena tanpa melalui proses penelitian
maka dalam hal pekerjaan pembuatan Skripsi tidak akan tercapai.
Apalagi jika penelitian tersebut berkaitan dengan pemecahan suatu
masalah maka peranan penelitian sangat dibutuhkan.
10.Proses penelitian secara garis besar adalah setelah masalah
ditemukan, maka harus sudah ditentukan metode penelitian apa yang
dipakai. Kemudian tentukan tempat penelitian, sumber datanya harus
jelas, instrumen penelitiannya apa, menentukan teknik pengumpulan
data, menentukan teknik analisis data, dan jadwal penelitian. Setelah
adanya temuan penelitian barulah membahas masalah penelitian
tersebut dan menuliskan hasilnya.
11.Maksud penelitian sebagai operasionalisasi dari metode ilmiah. Karena
metode ilmiah adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan
secara sistematis yang berdasarkan bukti fisis, maka penelitian di sini
sangat diperlukan sebagai operasionalisasinya. Maksudnya dalam
suatu penyusunan Skripsi dan pada saat menentukan metode ilmiah
apa yang digunakan, maka penelitian harus menjadi opersionalisasinya.
12.Penemuan masalah merupakan tahapan penelitian yang paling sulit dan
krusial dikarenakan tidak semua masalah dapat dijadikan suatu objek

21
penelitian. Menemukan dan memilih masalah bukan pekerjaan mudah.
Karena itu, di dalam penelitian sering kesulitan untuk memilih masalah
yang dapat diteliti. Kesulitan terjadi terutama jika peneliti tidak
memahami masalah, karena memang bukan bidang pengetahuan
peneliti. Memilih masalah akan mudah apabila didukung oleh
pengetahuan peneliti atau masalah tersebut merupakan bidangnya.
13.Perbedaan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian
kuantitatif adalah mencari teori sedangkan penelitian kualitatif adalah
metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek
yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) di mana peneliti
adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan
secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil
penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
Berikut ialah perbedaan kedua penelitian ini (perbedaan
Aksioma/pandangan dasar), yakni sebagai berikut :
a. Bersifat Realitas. Dalam metode kuantitatif, realitas dipandang
sebagai sesuatu yang kongkrit, dapat diamati dengan panca indera,
dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna, dan perilaku,
tidak berubah dan dapat diverifikasi. Dengan demikian dalam
penelitian kuantitatif, peneliti dapat menentukan instrumen untuk
mengukurnya. Sedangkan dalam penelitian kualitatif suatu realitas
atau obyek tidak dapat dilihat secara parsial dan dipecah ke dalam
beberapa variabel. Penelitian kualitatif memandang obyek sebagai
sesuatu yang dinamis, hasil konstruksi pemikiran, dan utuh (holistic)
karena setiap aspek dari obyek itu mempunyai satu kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan.
b. Hubungan Peneliti dengan yang diteliti. Dalam penelitian kuantitatif,
hubungan antara peneliti dengan yang diteliti bersifat independen.
Dengan menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan
data, maka peneliti kuantitatif hampir tidak mengenal siapa yang
diteliti atau responden yang memberikan data. Sedangkan dalam
penelitian kualitatif peneliti sebagai human instrument dan dengan
teknik pengumpulan data participant observation (observasi
berperan serta) dan in-depth interview (wawancara mendalam),
maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data. Dengan
demikian peneliti kualitatif harus mengenal betul orang yang
memberikan data.

22
c. Hubungan antar Variabel. Peneliti kuantitatif dalam melihat
hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat sebab
dan akibat (kausal), sehingga dalam sebuah penelitian ada variabel
independen dan ada variabel dependen. Dari variabel tersebut
selanjutnya dicari seberapa besar pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen. Contoh: pengaruh iklan terhadap nilai
penjualan, artinya semakin banyak iklan yang ditayangkan, maka
akan semakin banyak nilai penjualan. Iklan sebagai variabel
independen (sebab) dan nilai penjualan sebagai variabel dependen
(akibat). Sementara itu, dalam penelitian kualitatif yang bersifat
holistik dan lebih menekankan pada proses, maka penelitian
kualitatif dalam melihat hubungan antar variabel pada obyek yang
diteliti lebih bersifat interaktif yaitu saling mempengaruhi (reciprocal/
interaktif), sehingga tidak diketahui mana variabel independen dan
dependennya.
d. Kemungkinan generalisasi. Pada umumnya penelitian kuantitatif
lebih menekankan pada keluasan informasi, (bukan kedalaman).
Sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas
dengan variabel yang terbatas. Selanjutnya data yang diteliti adalah
data sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik
probability sampling (random). Berdasarkan data dari sampel
tersebut, selanjutnya peneliti membuat generalisasi (kesimpulan
sampel diberlakukan ke populasi di mana sampel tersebut diambil).
e. Peranan Nilai. Dalam melakukan pengumpulan data terjadi interaksi
antara pengumpul data dengan sumber data. Dalam interaksi ini
baik peneliti maupun sumber data memiliki latar belakang,
pandangan, nilai-nilai, kepentingan dan persepsi berbeda-beda,
sehingga dalam pengumpulan data, analisis, dan pembuatan
laporan akan terikat oleh nilai-nilai masing-masing.
14. Kriteria penelitian ilmiah yang baik adalah sebagai berikut :
a. Bersifat kritis dan analitis;
b. Memuat konsep dan teori;
c. Menggunakan istilah dengan tepat dan definisi yang uniform;
d. Rasional;
e. Obyektif ;
f. Tujuan dan masalah penelitian harus digambarkan secara jelas
sehingga tidak menimbulkan keraguan kepada pembaca.

23
g. Teknik dan prosedur dalam penelitian harus dijelaskan secara rinci.
h. Obyektifitas penelitian harus tetap dijaga dengan menunjukkan
bukti-bukti mengenai sample yang diambil.
i. Kekurangan-kekurangan selama pelaksanaan penelitian harus
diinformasikan secara jujur dan menjelaskan dampak dari
kekurangan tersebut.
j. Validitas dan kehandalan data harus diperiksa dengan cermat.
k. Kesimpulan yang diambil harus didasarkan pada hal-hal yang
terkait dengan data penelitian.
15. Penelitian ilmu pemerintahan adalah penelitian terhadap masalah-
masalah birokrasi, partai politik, sistem pemerintahan, kelembagaan
publik, politik dalam negeri atau luar negeri, dll.
16. Lima contoh utama penelitian dalam lingkup ilmu pemerintahan, ialah:
a. Kebijakan suatu lembaga pemerintahan;
b. Pelaksanaan good governance;
c. Optimalisasi kebijakan publik melalui manajemen pelayanan;
d. Partai politik;
e. Peran dan kinerja lembaga legislatif;
f. Hubungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat;
g. Peran masyarakat sipil;
17.Perbedaan pokok antara penelitian dasar dengan penelitian terapan
dan faktor-faktor utama yang membedakan keduanya. Penelitian dasar
(basic research) adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami
masalah secara mendalam tanpa mengutamakan penerapan langsung
dari hasil penelitian tsb. Sedangkan penelitian terapan (applied
research) merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengatasi
masalah yang sedang terjadi. Perbedaan pokoknya adalah jika
penelitian dasar tujuannya untuk memahami masalah sedangkan
penelitian terapan tujuannya untuk mengatasi masalah.
18.Klasifikasi penelitian adalah jenis-jenis penelitian menurut tujuannya,
metodenya dan ekplanasinya.
1. Lima macam klasifikasi penelitian menurut tujuannya, yaitu:
a. Penelitian Dasar (Basic Research) ialah penelitian yang meliputi
pengembangan ilmu pengetahuan;
b. Penelitian Terapan (Applied Research) merupakan penelitian yang
menyangkut aplikasi teori untuk memecahkan permasalahan
tertentu;

24
c. Penelitian Evaluasi (Evaluation Research) adalah penelitian yang
diharapkan dapat memberikan masukan atau mendukung
pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih
alternatif tindakan;
d. Penelitian dan Pengembangan (Research and Development)
merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan
produk sehingga produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih
tinggi;
e. Penelitian Tindakan (Action Research) adalah penelitian yang
dilakukan untuk segera dipergunakan sebagai dasar tindakan
pemecahan masalah yang ada.
2. Enam klasifikasi penelitian menurut metodenya, yakni:
a. Penelitian Survey ialah penelitian yang dilakukan pada populasi
besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data sampel
yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-
kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel
sosiologis maupun psikologis. Penelitian survey pada umumnya
dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari pengamatan
yang tidak mendalam;
b. Penelitian Ex Post Facto adalah suatu penelitian untuk meneliti
peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang
untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian
tersebut. Misalnya: penelitian untuk mengungkapkan sebab-sebab
terjadinya kebakaran pabrik sepatu;
c. Penelitian Sejarah (Historical Research) adalah penelitian yang
berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian
yang berlangsung di masa lalu;
d. Penelitian Eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha
mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain
dalam kondisi yang terkontrol secara ketat dan umumnya dilakukan
di laboratorium;
e. Penelitian Naturalistic (penelitian kualitatif) adalah penelitian yang
digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah, di mana
peneliti adalah sebagai instrumen kunci;
f. Penelitian Kebijakan (Policy Research) adalah suatu proses
penelitian terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar,

25
sehingga temuan dapat direkomendasikan kepada pembuat
keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah.
3. Lima macam klasifikasi penelitian menurut eksplanasinya, yakni :
a. Penelitian Pelaporan (Reporting Research) merupakan penelitian
yang paling sederhana, dan tidak perlu ada hipotesis karena
sifatnya pemberitahuan (laporan) tentang suatu fakta di lapangan,
sehingga tidak perlu ada simpulan;
b. Penelitian Deskriptif (Descriptive Research) merupakan penelitian
yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu
variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau
menghubungkan dengan variabel yang lain, atau untuk mencari
jawaban mengenai who, what, when, and where;
c. Penelitian Eksplanatori (Explanatory Research) merupakan
penelitian yang dilakukan untuk mencari jawaban why dan how.
Umumnya penelitian ini di dasarkan pada teori yang dipakai
sebagai kriteria untuk mencari jawaban tersebut;
d. Penelitian Komparatif (Comparative Research) adalah suatu
penelitian yang bersifat membandingkan. Contoh: Perbandingan
partai politik antar negara;
e. Penelitian Asosiatif/hubungan merupakan penelitian yang
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau
lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori
yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan
mengontrol suatu gejala tertentu. Misalnya: Pengaruh iklan
terhadap nilai penjualan.
19. Perbedaan pokok antara penelitian eksploratif, deskriptif, dan
eksplanatif.
Yang dimaksud dengan penelitian eksploratori ialah penelitian yang
bersifat mendasar dan bertujuan untuk memperoleh keterangan,
informasi dan data mengenai hal-hal yang belum diketahui. Karena
bersifat mendasar, penelitian ini disebut penjelajahan (eksploration).
Penelitian eksploratori dilakukan apabila peneliti belum memperoleh
data awal sehingga belum mempunyai gambaran sama sekali
mengenai hal yang akan diteliti. Penelitian eksploratori tidak
memerlukan hipotesis atau teori tertentu. Peneliti hanya menyiapkan
beberapa pertanyaan sebagai penuntun untuk memperoleh data
primer berupa keterangan, informasi, sebagai data awal yang

26
diperlukan. Sementara itu, penelitian deskriptif, menurut Kotler et al.,
dalam buku mereka Principles of Marketing, 2006, p. 122, adalah
penelitian yang tujuannya memaparkan (mendeskripsikan) sesuatu,
misalnya mengenai potensi pasar (peluang banyaknya pembeli) bagi
produk baru, atau latar belakang sosial dan sikap konsumen yang
membeli produk tertentu. Penelitian eksplanatori (Explanatory
Research) merupakan penelitian yang dilakukan untuk mencari
jawaban why dan how. Umumnya penelitian ini di dasarkan pada teori
yang dipakai sebagai kriteria untuk mencari jawaban tersebut.
Perbedaan pokok ketiga penelitian ini adalah jika penelitian
eksploratori bersifat mendasar, tidak memerlukan hipotesis atau teori
tertentu dan pada penelitian ini peneliti belum memperoleh data awal
sehingga belum mempunyai gambaran sama sekali mengenai hal
yang akan diteliti. Penelitian deskriptif bertujuan memaparkan
(mendeskripsikan) sesuatu dan penelitian eksplanatori merupakan
penelitian yang dilakukan untuk mencari jawaban.
20. Klasifikasi penelitian berdasarkan jenis data, yaitu sebagai berikut:
Jenis data dan analisis dalam penelitian dapat dikelompokkan menjadi
dua bagian, yaitu:
a. Data Kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata,
kalimat dan gambar serta tidak dapat diukur dalam skala numerik.
b. Data Kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data yang
dapat diukur dalam suatu skala numerik (angka).
Contoh judul penelitian dalam bidang ilmu pemerintahan:
a. Judul deskriptif
 Peran Partai Politik Dalam Mendorong Good Governance di
Era Otonomi Daerah.
 Efektifitas Kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Banyuwangi Dalam Pelayanan Kependudukan.
 Kinerja Komisi A DPRD Kabupaten Merauke Dalam
Pembuatan Perda Tentang Pengelolaan Sampah.
b. Judul kolerasi (hubungan)
 Hubungan Kepuasan Kerja dan Disiplin Kerja Dengan
Produktifitas Kerja di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah
Pemerintah Kota Palangka Raya

27
 Hubungan Antara Sistem Pelayanan Publik dengan Tingkat
Kepuasan Masyarakat.
 Hubungan Subsidi BBM dengan Upaya Pemerintah
Mengurangi Kemiskinan.
c. Judul kausal (pengaruh)
 Pengaruh Kepemimpinan dan Komitmen Camat Terhadap
Efektifiitas Kinerja Pemerintah Kecamatan Baciro Kota
Yogyakarta.
 Pengaruh Kurikulum, Media Pendidikan dan Kualitas Guru
Terhadap Tingkat Kelulusan Siswa.
 Pengaruh Peningkatan Kualitas SDM Dengan Kinerja
Perusahaan, Sudi Kasus PT. Maju Bersama.
d. Judul perbandingan (komparatif)
 Produktivitas Pegawai Negeri, BUMN dan Swasta.
 Perbandingan Sistem Pemerintahan Presidensial antara
Indonesia dengan Amerika Serikat.
 Perbandingan Konflik Internal PKB dengan PPP
21. Peneliti harus memilih bidang masalah dan topik penelitian yang
menarik karena dengan bidang masalah dan topik penelitian yang
menarik, penelitian tersebut akan mempunyai kualitas dan memiliki
nilai tambah serta dapat menjadi acuan ataupun referensi bacaan bagi
instansi pemerintah yang bersangkutan.
22. Yang dimaksud dengan kriteria masalah penelitian yang mempunyai
signifikasi secara teoritis dan praktis. Misalnya tentang pembelajaran
sastra di sekolah-sekolah merupakan satu unit kesatuan yang tidak
terpisahkan dengan pembelajaran bahasa Indonesia dengan nama
mata pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia (Depdikbud,1999).
Di dalam GBPP pelajaran Bahasa Indonesia secara tersurat
disebutkan bahwa pembelajaran sastra dimaksudkan agar siswa
mampu menikmati, memahami, dan memanfaatkan karya sastra untuk
mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan serta
meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Dengan
demikian pembelajaran sastra juga merupakan sarana untuk
mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa dan sikap
positif tehadap bahasa Indonesia. Pengajaran apresiasi sastra di
samping untuk menunjang kemampuan berbahasa Indonesia juga

28
siswa mampu menghayati secara mendalam karya sastra,
menghargai karya sastra dan pengarang serta mengambil nilai-nilai
luhur yang ada di dalam karya sastra itu juga untuk meningkatkan
martabat kemanusiaan dan cultural (Depdikbud, 1995).
Secara teoritis penelitian semacam ini diharapkan dapat
memperkaya pemahaman pembaca akan jenis-jenis kesulitan belajar
sastra yang dihadapi siswa, jenis-jenis kesulitan atau kesalahan
pembelajaran sastra yang dihadapi oleh guru dan konsep-konsep
pemanfaatan sarana atau media fasilitas belajar sastra yang ada
disekolah maupun dimasyarakat oleh siswa dan guru. Sedangkan
secara praktis penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi guru bahasa
Indonesia dalam melaksanakan pembelajaran sastra yang terpadu dan
efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar mengajar
sastra disekolah-sekolah. Dengan pembelajaran yang lebih praktis
diharapkan hasil penelitian ini memudahkan bagi siswa dalam
mengapresiasi karya sastra yang pada akhirnya dapat meningkatkan
kualitas hasil belajar sastra siswa.
23. Kriteria masalah yang dapat diteliti adalah sebagai berikut:
a. Masalah tersebut dapat diselidiki melalui pengumpulan data dan
analisis data;
b. Mempunyai signifikasi teoritis dan pragmatis;
c. Menarik minat dan sesuai dengan kemampuan sumber keuangan
dan waktu yang dimiliki (Gay dan Diehl, 1992:54).
Sementara Fraenkel dan Wallen (1990:22) menyebutkan :
a. Harus feasible, artinya harus dapat dicari jawabannya melalui
sumber yang jelas;
b. Harus jelas, semua orang memberi persepsi yang sama;
c. Harus signifikan, harus memberi konstribusi bagi pengembangan
ilmu dan kehidupan manusia;
d. Bersifat etis, tidak berhubungan dengan masalah moral, nilai
keyakinan, agama;
Pertanyaan masalah yang baik adalah sebagai berikut:
a. Dinyatakan dalam sebuah kalimat tanya tentang suatu fenomena
dan jawabannya itu dicari dan diharapkan ditemukan dalam
penelitian;

29
b. Pertanyaan-pertanyaan penelitian itu berkisar pada whats, which,
who, whom, where, when, hows, whys, to what extent, how much,
how far, how significant (Tylor, 1989; Lin, 1976);
c. Pernyataan tentang fakta yang dapat dikonfirmasi secara empiric;
d. Ada hubungan spesifik antara variabel-variabel yang diselidiki;
e. Mempunyai definisi yang jelas tentang variabel-variabel yang
Diteliti;
f. Hubungan antar variabel dinyatakan secara jelas dapat diuji secara
empirik dan tidak mengandung keragu-raguan.
Contoh rumusan penelitian adalah:
a. Deskriptif (Apakah peristiwa yang terjadi dalam situasi sosial atau
setting tertentu?)
b. Korelasi (Apakah ada hubungan antara tingkat motivasi dengan
tingginya IP mahasiswa?)
c. Kausal (Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan terhadap
tingkat motivasi kerja karyawan?)
d. Perbandingan (Apakah ada perbedaan motivasi kerja antara
pegawai yang berpendidikan tinggi dan berpendidikan rendah?)
d. Konsep, variabel adalah jelaskan perbedaan dan berikan
contohnya
24. Definisi operasional dan manfaat dalam pengukuran variable:
Secara ilmiah definisi operasional digunakan menjadi dasar dalam
pengumpulan data sehingga tidak terjadi bias terhadap data apa yang
diambil. Dalam pemakaian praktis, definisi operasional dapat berperan
menjadi penghilang bias dalam mengartikan suatu ide/maksud yang
biasanya dalam bentuk tertulis. Sebuah definisi operasional yang baik
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Apabila lebih dari satu orang melihat/membaca ide/maksud yang
dituliskan/dibicarakan kemudian mendapatkan
pengertian/pemahaman yang sama dengan menggunakan
kerangka definisi operasional yang sama (objectivity).
b. Tidak menggunakan suatu arti maksud yang berbeda/berlawanan
dari arti yang telah diterima secara umum (validity). Jika anda
mendefinisikan “Kepintaran” dengan “Panjangnya Lingkar Kepala
pada daerah alis” merupakan sebuah definisi yang obyektif tetapi
tentunya sulit diterima secara umum.

30
Aspek ini yang menjadi dasar penggunaan definisi operasional secara
ilmiah yaitu variabel apa dan bagaimana mengukurnya. Misalnya untuk
sebuah resep variabelnya adalah bahan makanan (garam), ukuran dan
mengukurnya (sejumput dengan tangan). Untuk sebuah mobil,
variabelnya adalah dimensi ukurannya (panjang as) serta ukurannya (m
dengan meteran). Untuk membeli sebuah rokok, variabelnya adalah
merk serta ukurannya (sampoerna 12 batang).
25.Manfaat membuat kisi-kisi penelitian adalah dari variabel-variabel
penelitian yang ditetapkan akan dapat diberikan definisi operasionalnya,
dan selanjutnya dapat pula ditentukan indikator yang akan diukur. Dari
indikator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau
pernyataan. Pada dasarnya manfaat kisi-kisi penelitian ini adalah untuk
memudahkan penyusunan instrument. Contohnya penelitian dengan
judul “Hubungan Perencanaan dengan Pembangunan Daerah dan
Koordinasi Antar Instansi Pemerintah Kota Palangka Raya”.
26.Teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi
yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui
spesifikasi hubungan antar variabel, sehingga dapat berguna untuk
menjelaskan dan meramalkan fenomena. Teori sangat penting di dalam
suatu penelitian karena beberapa faktor, yakni sebagai berikut:
a. Memperjelas dan mempertajam variabel yang akan diteliti;
b. Memprediksi dan pemandu untuk menemukan fakta, yang
kemudian dapat merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen
penelitian;
c. Kontrol, digunakan untuk membahas hasil penelitian, dan
selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dalam upaya
pemecahan masalah;
27. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan peneliti dalam menyusun
kerangka teori, ialah:
a. Menetapkan variabel yang akan diteliti;
b. Sumber bacaan;
c. Definisi dan uraian variabel yang akan diteliti secara lengkap dan
mendalam dari berbagai sumber;
d. Memilih teori yang cocok/sesuai dengan variabel yang akan diteliti,
dan lakukan analisis secara mendalam.

31
28. Perbedaan kerangka teori dan telaah litaratur
Kerangka teori merupakan kerangka untuk menjawab pertanyaan
penelitian. Istilah “teori” di sini menunjuk pada sumber penyusunan
kerangka, yang bisa berupa teori yang ada, definisi konsep, atau
malah dapat pula dari logika. Hal ini akan mempermudah bagi peneliti
untuk menyusun landasan teori berupa kerangka teori dan kerangka
konsep.
Sedangkan telaah Literatur memiliki tujuan pokok untuk
membantu peneliti memformulasikan satu pertanyaan penelitian yang
jelas dan juga untuk menemukan apakah tersedia toeri-teori yang
berhubungan dengan masalah, agar nantinya memudahkan peneliti
membangun kerangka teoritis untuk menejelaskan masalah penelitian.
Tujuannya yang lain adalah untuk mengarahkan peneliti dalam
memperoleh perspektif ilmiah yang menjadi landasan pengembangan
hipotesis. Serta untuk menghindari kemungkinan duplikasi dalam
metode pengumpulan dan pengolahan.
29. Kerangka pemikiran merupakan model konseptual tentang bagaimana
teori berhubungan dengan berbagai variabel penelitian. Kerangka
pemikiran yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar
variable yang akan diteliti. Contohnya :

Program pelatihan Meningkatkan kinerja PNS

Hal ini menggambarkan bahwa dengan adanya program


pelatihan akan meningkatkan kinerja PNS di Pemerintah Kota
Palangka Raya.
30. Hipotesis adalah jawaban sementara atau jawaban teoritik yang perlu
diuji kebenarannya. Ciri Utama Hipotesis yang baik adalah sebagai
berikut:
a. Kesederhanaan dalam perumusan (singkat, padat dan jelas);
b. Penggunaan variabel-variabel yang tegas;
c. Menyatakan pertautan dua variabel atau lebih;
d. Dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan;
e. Dapat diuji secara empirik.
Sedangkan peranan hipotesis adalah memberikan tujuan yang tegas
bagi penelitian, membantu dalam penentuan arah yang harus ditempuh,

32
dan menghindari suatu penelitian yang tak terarah dan tak bertujuan
(Young, 1966).
31. Contoh-contoh hipotesis dengan menggunakan format:
a. Proposisi: Jika pegawai memiliki tingkat motivasi kerja tinggi, maka
pegawai tersebut memiliki tingkat kinerja tinggi.
b. Pernyataan jika-maka. Jika penghidupan keluarga tidak selaras,
maka anak-anak dalam keluarga itu akan memperlihatkan gejala
kenakalan anak-anak.
c. Hipotesis nol
o Tidak ada hubungan antara motivasi kerja dan tingkat
kemangkiran untuk pegawai,
o Tidak ada perbedaan kepuasan kerja pegawai pria dan wanita.
d. Hipotesis alternatif
o Ada perbedaan motivasi kerja antara wanita dan pria. Wanita
lebih bermotivasi dalam bekerja daripada pria,
o Ada perbedaan tingkat kepuasan kerja antara pegawai yang
sudah menikah dengan yang belum menikah. Pegawai yang
menikah lebih tinggi tingkat kepuasan kerjanya dari pegawai
belum menikah.
32. Perbedaan studi kepustakaan, laboratorium, dan lapangan.
Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti
untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah
yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-
buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan
disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan,
ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun
elektronik lain. Laboratorium adalah segala usaha yang dilakukan oleh
peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau
masalah yang akan atau sedang diteliti melalui uji laboratorium, maka
data yang dihasilkan akan menjadi pasti dan akurat. Sedangkan
lapangan adalah cara seorang peneliti memperoleh data dengan turun
langsung ke lapangan, misalnya lingkungan masyarakat, ataupun pada
populasi tertentu.
33. Unit analisis
Analisis dalam penelitian jenis apapun, merupakan cara berpikir. Hal
itu berkaitan dengan pengujian secara sistematis terhadap sesuatu
untuk menentukan bagian, hubungan antar bagian, dan hubungannya

33
dengan keseluruhan. Maka unit Analisis adalah untuk mencari pola.
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat
pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan
data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah
melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila
jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum
memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai
tahap tertentu, diperoleh data yang dianggap kredibel.
34. Pengertian dari istilah :
a. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/
subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya;
b. Populasi target adalah wilayah tujuan generalisasi yang terdiri atas
obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya;
c. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut;
d. Subyek adalah bagian atau hal-hal yang akan diteliti
e. Kerangka Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut;
35. Metode pemilihan sampel probabilitas lebih memungkinkan
memperoleh sampel yang representatif dari pada pemilihan sampel
non probabilitas karena dalam probability sampling pengambilan
sample memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota)
populasi untuk dipilih menjadi anggota sample, sedangkan non-
probability sampling pengambilan samplenya tidak memberi
peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota
populasi untuk dipilih menjadi sampl.
36. Tahap-tahap pemilihan sampel pada sampel probabilitas dan non
probabilitas.
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang
memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi
untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi, simple
random sampling, proportionate stratified random sampling,
disproportionate stratified random, sampling area (cluster) sampling

34
(sampling menurut daerah). Sedangkan Nonprobability Sampling
adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi
peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota
populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi,
sampling sistematis, kuota, aksidental, purposive, jenuh, snowball.
37. Faktor yang menentukan ukuran sampel
a. Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel.
Jumlah sampel yang diharapkan 100% mewakili populasi adalah
sama dengan jumlah anggota populasi itu sendiri. Jadi bila jumlah
populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk
1000 orang tersebut tanpa ada kesalahan, maka jumlah sampel
yang diambil sama dengan jumlah populasi tersebut yaitu 1000
orang.
b. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang
kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil
jumlah sampel menjauhi populasi, maka makin besar kesalahan
generalisasi (diberlakukan umum).
c. Berapa jumlah anggota sampel yang paling tepat digunakan dalam
penelitian? Jawabannya tergantung pada tingkat ketelitian atau
kesalahan yang dikehendaki. Tingkat ketelitian/kepercayaan yang
dikehendaki sering tergantung pada sumber dana, waktu dan
tenaga yang tersedia. Makin besar tingkat kesalahan, maka akan
semakin kecil jumlah sampel yang diperlukan, dan sebaliknya,
makin kecil tingkat kesalahan, maka akan semakin besar jumlah
anggota sampel yang diperlukan sebagai sumber data. Contohnya
adalah untuk penelitian eksperimen yang sederhana, yang
menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka
jumlah anggota sampel masing-masing antara 10 s/d 20.
38. Hubungan antara jenis, sumber dan teknik pengumpulan data
Jenis dan Sumber Data menjelaskan tentang jenis data yang
digunakan dalam analisis dan dari mana data diperoleh sebagai bahan
penelitian dengan menggunakan teknik pengumpulan data. Teknik
pengumpulan data ini yang merupakan penjelasan tentang prosedur
pengumpulan data secara lebih rinci.
39. Kelebihan dan kelemahan teknik pengumpulan data ialah:
a. Observasi adalah pengamatan di lapangan yang mana peneliti
tidak hanya mengumpulkan data yang kaya, tetapi juga

35
memperoleh kesan-kesan pribadi, dan merasakan suasana situasi
sosial yang diteliti. Kelebihannya adalah dalam observasi banyak
hal ataupun pengalaman yang diperoleh selama masa penelitian.
Kekurangannya adalah terlalu banyak menggunkan waktu.
b. Wawancara, merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar
informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat
dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara
digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin
melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan
yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-
hal dari responden yang lebih mendalam. Kelebihannnya adalah
dengan wawancara, maka peneliti akan mengetahui hal-hal yang
lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterpretasikan
situasi dan fenomena yang terjadi, di mana hal ini tidak bisa
ditemukan melalui observasi. Sedangkan kelemahannya adalah
bisa saja orang yang diwawancarai kurang jujur dalam memberikan
informasi.
c. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kelebihannya adalah
berdasarkan hasil kuisioner tersebut kemungkinan data yang
diperoleh bisa mencapai 100 % benar. Sedangkan kelemahannya
adalah jika yang mengisi kuisioner tidak memahami pertanyaannya
sehingga jawabannya banyak salah, dan tentu saja data tidak
diperoleh dengan baik.
d. Dokumentasi adalah salah satu cara memperoleh data dengan
membuat gambar atau photo mengenai obyek yang akan diteliti.
Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari
tempat penelitian, yang meliputi buku-buku yang relevan,
peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter,
dan data yang relevan dengan penelitian.Kelebihannya adalah
peneliti dapat secara langsung melihat hasil dokumentasi kegiatan
tersebut. Kelemahannya adalah peneliti karena terburu-buru lupa
menyimpan dalam file sebelum dicetak maka kemungkinan
dokumentasi tersebut akan terhapus.

36
e. Tes sebagai instrumen biasanya dipakai untuk mengukur
ketrampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat
yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
40. Fungsi statistik dalam penelitian adalah untuk memperoleh data yang
akurat yang bisa dijadikan data jadi dalam sebuah penelitian ilmiah.
Pengertian istilah dalam penelitian dengan menggunakan statistik ialah
a. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk
menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya
tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau
generalisasi.
b. Statistik iferensial adalah teknik analisis yang dipakai peneliti jika
ingin membuat kesimpulan yang berdasarkan populasi. Statistik ini
akan cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas,
dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara
random.
c. Statistik parametrik adalah teknik pengambilan sampel digunakan
untuk menganalisis data interval dan rasio.
d. Statistik non-parametrik adalah teknik pengambilan sampel yang
digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal.
41. Langkah-langkah pengolahan data adalah sebagai berikut :
a. Penyuntingan:
1. Kelengkapan data antara lain; kelengkapan lembar kuisioner,
identitas sumber data, kelengkapan pengisisan kuisioner;
2. Akurasi data antara lain; kesesuaian antara pertanyaan dan
jawaban;
3. Konsistensi data yaitu ketidakcocokan/kesesuaian antara
jawaban yang satu dengan yang lain.
b. Pengkodean yaitu proses pengklasifikasian jawaban menjadi
kategori yang lebih bermakna dan member angka pada tipa
kategori jawaban sehingga tiap jawaban mempunyai kode
tersendiri berupa angka
c. Tabulasi menyajikan hitungan frekuensi atau perkiraan numeric
tentang distribusi dari satu hal dan digunakan untuk menciptakan
statistik deskriptif.

37
42.Validitas dan reabilitas
Validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek
penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Maka data
yang valid adalah data “yang tidak berbeda” antara data yang
dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada
obyek penelitian. Sementara reliabilitas adalah kesamaan hasil
pengukuran atau pengamatan bila fakta atau kenyataan hidup tadi
diukur atau diamati berkali-kali dalam waktu yang berlainan. Alat dan
cara mengukur atau mengamati sama-sama memegang peranan
penting dalam waktu yang bersamaan. Contohnya dalam penelitian
keperawatan walaupun sudah ada beberapa pertanyaan (kuisioner)
yang sudah distandarisasikan baik nasional maupun internasional,
peneliti harus tetap menyeleksi instrument yang dipilh dengan
mempertimbangkan keadaan sosial budaya dari area penelitian.
43.Langkah-langkah pengolahan data yang menggunakan teknik analisis
statistik dan non-statistik. Langkah pengolahan data dengan
menggunakan teknik analisis statistik adalah data–data yang telah
dikumpulkan dan dikelompok–kelompokkan sesuai dengan jenis dan
klasifikasinya kemudian diolah dengan menggunakan analisis statistik.
Lalu, dianalisis serta dilakukan uji statistik, baru dapat diambil
kesimpulan. Biasanya yang memakai teknik analisis statistik adalah
jenis penelitian kuantitatif. Sedangkan pengolahan data dengan teknik
analisis non statistik dipakai untuk penelitian kualitatif, yakni data dari
lapangan atau data hasil penelitian dikumpulkan lalu dianalisa tanpa
melalui uji statistik.
44.Cara kerja dalam melakukan pembahasan hasil penelitian adalah
sebagai berikut :
a. Menjawab masalah penelitian, atau menunjukkan bagaimana
penelitian dicapai;
b. Menafsirkan temuan-temuan penelitian;
c. Mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan
pengetahuan yang telah mapan;
d. Memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru;
e. Menjelaskan implikasi-implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk
keterbatasan temuan-temuan penelitian.
45.Mengapa penyusunan laporan penelitian dipengaruhi oleh tujuan
penelitian. Hal ini dikarenakan jika tujuan penelitiannya tidak jelas atau

38
samar-samar maka dalam penyusunan laporan penelitan akan menjadi
sangat tidak jelas. Ini berarti peneliti belum memahami hal-hal yang
mendasar dalam penyusunan karangan ilmiah, misalnya teori-teori,
rumusan masalah, dll.
46.Informasi yang dimuat dalam bagian abstrak dari laporan penelitian
adalah judul penelitian, permasalahan, metode yang digunakan dalam
penelitian, hasil penelitian, model/alternative yang digunakan dalam
pemecahan masalah, dan saran.
47.Perbedaan teori yang dibahas dalam kerangka pemikiran, tinjauan
pustaka dan bagian hasil penelitian.
Kajian atau tinjauan pustaka memuat deskripsi teoritis tentang obyek
(variable) yang diteliti. Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis
terhadap variable yang diteliti, maka diperlukan adanya kajian teoristis
yang mendalam. Seorang peneliti dituntut mengintegrasikan teori yang
dipilih sebagai landasan peneliti dengan hasil kajian mengenai temuan
penelitian yang relevan. Pada bagian akhir kajian pustaka ada bagian
tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan yang digunakan
peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji.
Sedangkan pada bagian hasil penelitian peneliti harus
membandingkan atau menyandingkan temuan-temuan peneliti yang
diperoleh dengan teori yang digunakan dan temuan empiris lain yang
relevan. Dalam hal ini diperlukan sikap ilmiah peneliti, yakni sikap tidak
segan-segan mengemukakan hasil-hasil penelitiannya itu secara apa
adanya tanpa meninggalkan tata-kerama ilmiah. Di samping itu, juga
sikap bersedia dan terbuka mengemukakan sebab-sebab keanehan
hasil penelitian jika hal itu memang terjadi. Jadi dalam hasil penelitian
ini, penafsiran terhadap temuan penelitian dilakukan dengan
menggunakan logika dan teori-teori yang digunakan.
48.Peneliti harus menguraikan kelemahan-kelemahan penelitian, hal itu
dimaksudkan agar pada saat pembahasan hasil penelitian apa yang
menjadi kendala-kendalanya bisa dicarikan solusi untuk mengatasi
masalah tersebut. Keterbatasan penelitian merupakan indikasi penting
yang harus dikemukakan, terutama untuk penelitian berikutnya yang
akan menggunakan penelitian yang sedang dilaporkan sebagai bahan
rujukan.
49.Fungsi tabel, gambar, atau grafik dalam laporan penelitian adalah
sebagai berikut :

39
a. Tabel berfungsi untuk menyajikan informasi asli dan lengkap, yang
sebelumnya disebutkan dalam tubuh kertas penelitian dan
diklarifikasi dalam tubuh meja. Ini berarti tabel tidak boleh
mengulang data yang disebutkan sebelumnya. Sehingga
penggunaan tabel yang tepat dalam sebuah penelitian dapat
menggambarkan hubungan yang rumit lebih jelas.
b. Gambar berfungsi untuk menyajikan gambar secara berurutan
dengan masing-masing disebutkan Nomor Urut Gambar dengan
dengan menggunakan dua angka arab seperti pada daftar tabel.
Judul gambar ditulis dengan huruf besar untuk setiap huruf awal
dari setiap kata
c. Peranan Grafik dalam penelitian sangat penting dapat digunakan
untuk menampilkan hasil suatu penelitian maupun observasi
lapangan. Dengan menampilkan dengan menampilkan dalam
sebuah grafik, pembaca akan dengan mudah memahami masalah.

40
IV TATA URUTAN USULAN PENELITIAN
(PROPOSAL)

Usulan penelitian Skripsi terdiri atas: Bagian Awai, Bagian Utama,


dan Bagian Akhir.

A. Bagian Awal
Bagian awal mencakup halaman judul dan halaman persetujuan.
1. Halaman judul
Halaman judul memuat: judul, maksud usulan penelitian, lambang Unkrip,
nama dan nomor mahasiswa, instansi yang dituju, tempat dan waktu
pengajuan.
a. Judul penelitian dibuat sesingkat-sinqkatnya, jelas dan
menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti, dan tidak
membuka peluang interpretasi yang beranekaragam.
b. Maksud usulan penelitian ialah untuk menyusun Skripsi S-1 dalam
Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Kristen Palangka Raya.
c. Lambang Universitas Kristen Palangka Raya.
d. Nama mahasiswa ditulis dengan lengkap, tidak boleh disingkat dan
tanpa derajat kesarjanaan. Di bawah nama dicantumkan nomor
mahasiswa.
e. Instansi yang dituju ialah Program Studi Ilmu Pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Palangka
Raya.
f. Waktu pengajuan ditunjukkan dengan menuliskan bulan dan tahun
di bawah tulisan Universitas Kristen Palangka Raya.
g. Contoh cover lihat pada Lampiran 1.
2. Halaman Pengesahan
Halaman ini berisi pengesahan Dosen Pembimbing lengkap dengan
tandatangan dan tanggal. Contoh halaman pengesahan lihat pada
Lampiran 2.

B. Bagian Utama
Bagian utama usulan penelitian memuat: Latar Belakang Penelitian, Pokok
Masalah dan Rumusan Pertanyaan Penelitian, Tujuan Penelitian,

41
Signifikansi Penelitian, Kajian Literatur, Kerangka Teori, Metode Penelitian,
Sistematika Penulisan, dan Jadwal Penelitian.
1. Latar Belakang Penelitian (1-4 hal.), berisi:
a. Setting Masalah Penelitian
b. Pengenalan tentang Masalah yang akan diteliti.
c. Setting permasalahan memuat penjelasan mengenai alasan-
alasan mengapa masalah yang disampaikan dalam usulan
penelitian itu dipandang menarik, penting, dan perlu diteliit.
d. Keaslian penelitian, yaitu dikemukakan dengan menunjukkan
bahwa masalah yang diteliti belum pernah dipecahkan oleh peneliti
terdahulu, atau dinyatakan dengan tegas beda penelitian yang
akan diajukan dengan yang sudah pernah dilaksanakan.
e. Manfaat hasil penelitian berisi manfaat bagi ilmu pengetahuan dan
manfaat praktis.
2. Pokok Masalah dan Rumusan Pertanyaan Penelitian (4-7 hal.), berisi:
a. Uraian pokok utama permasalahan yang akan diteliti.
b. Point-point penting dari pokok permasalahan perlu diungkapkan.
c. Perumusan pertanyaan penelitian berdasarkan uraian pokok
masalah.
d. Dapat diselipi dengan teori-teori tertentu yang relevan guna
mendukung argumentasi.
Bagian ini memuat tentang pokok-pokok penelitian dan fokus penelitian,
serta perumusan pertanyaan penelitian berdasarkan latar belakang
penelitian. Oleh karena itu, masalah atau hal yang dipertanyakan harus
relevan dengan konteks permasalahan yang dipaparkan dalam latar
belakang penelitian. Rumusan masalah ditulis secara ringkas, dan
berbentuk kalimat tanya, agar ada sesuatu yang ada di balik suatu
fenomena sosial yang belum diketahui sehingga timbul pertanyaan
dalam pikiran si peneliti. Berawal dari adanya masalah kemudian
peneliti memusatkan perhatiannya untuk melakukan penelitian.
3. Tujuan Penelitian (1 hal.), berisi apa yang menjadi tujuan
dilaksanakannya suatu penelitian tersebut.
4. Manfaat Penelitian (1 hal.), berisi uraian mengenai manfaat penelitian
baik manfaat secara akademis (untuk ilmu pengetahuan) maupun
manfaat praktis.
5. Kajian Literatur, 2-3 judul penelitian terdahulu yang relevan, baik dalam
bentuk skripsi, prosiding seminar, jurnal, dan laporan penelitian, (2-5

42
hal.). Kajian literatur merupakan penjelasan tentang penelitian orang
lain terdahulu yang relevan dengan topik usulan penelitian skripsi.
Dijelaskan pokok-pokok temuan penelitian tersebut, dan dibandingkan
dengan usulan penelitian yang akan dilakukan, jelaskan pula apa
perpedaan dan apa persamaan dengan usulan penelitian skripsi yang
akan dilakukan, dan jelaskan di mana kelebihan penelitian yang akan
dilakukan yakni supaya penelitian yang akan dilakukan memiliki
kekhasan dibanding penelitian-penelitian orang lain.
6. Kerangka Teori, berisi beberapa teori yang digunakan sebagai alat
analisis, (1-4 hal.). Di sini terutama memuat tentang klasifikasi konsep
serta penegasan konteks yang meliputi fenomena sosial yang dikaji.
Penegasan konteks dan fokus kajian itu membutuhkan pilihan perspektif
yang tepat. Sebab itu, sudah semestinya peneliti mengerti betul
mengenai konteks dan konsep penelitiannya, sehingga bisa
menggunakan teori yang tepat untuk menjadi kerangka teori
penelitiannya. Kerangka teori lazim juga disebut kerangka kajian. Untuk
menyusun kerangka teori, tidak mungkin si peneliti tidak membaca
daftar pustaka. Semakin banyak pustaka yang dibaca, maka si peneliti
akan kaya informasi atau pengetahuan. Bahkan, membaca pustaka
merupakan kegiatan yang membutuhkan porsi waktu yang cukup besar
dalam suatu kegiatan penelitian. Peneliti harus berusaha membaca
pustaka-pustaka yang relevan dengan topik penelitian sehingga tahu
persis makna dari statement-statemend dari penulisnya. Penelitian yang
baik selalu mengandung novelty (sesuatu yang baru). Untuk itu peneliti
hendaknya mempelajari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan
orang lain yang umumnya dimuat dalam jurnal penelitian atau bulletin.
Kecuali jurnal penelitian dan bulletin, peneliti social sangat perlu
menggunakan bacaan-bacaan yang mutakhir (baru) agar wawasan
keilmuannya tidak ketinggalan zaman. Membaca baca pustaka yang
mutakhir diharapkan dapat memperoleh wacana teori yang baru. Ini
bukan berarti teori lama tak berguna, akan tetapi karena dinamika social
itu selalu berkembang begitu pesat selaras dengan perkembangan
peradaban manusia, maka teori-teori baru akan lebih mampu
menjawab persoalan-persoalan kekinian yang ingin diungkap melalui
penelitian. Teori-teori dari hasil bacaan yang relevan itu digunakan
sebagai pisau analisis untuk menjelaskan penelitian skripsi yang
dilakukan mahasiswa.

43
7. Metode Penelitian, merupakan uraian mengenai bagaimana cara
memperoleh data dan mengumpulkan data, serta bagaimana cara
menganalisis data sehingga dapat diperoleh kesimpulan sebagai hasil
penelitian (1-3 hal.). Bagian ini terdiri atas:
a. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan
menyebutkanstudi kasus pada suatu kelompok/komunitas,
organisasi atau unit lain secara mendalam.
b. Obyek Penelitian. Pada bagian ini peneliti memaparkan obyek
penelitian yang menjdi sasaran penelitiannya. Sasaran penelitian
tidak harus sama persis dengan judul penelitian, tetapi lebih
mengacu pada hal-hal (substansi pertanyaan) yang secara
konkret tergambar dalam rumusan masalah penelitian.
c. Lokasi penelitian. Pada bagiani ni disebutkan secara jelas tempat
penelitian dilakukan.
d. Teknik pemilihan informan atau subyek penelitian, antara lain
teknik snow ball, teknik purposive, dll. Pada bagian ini peneliti perlu
menyebutkan "siapa" yang akan dijadikan informan beserta
alasannya.
e. Teknik pengumpulan data antara lain melalui wawancara men
dalam (in-depth interview), observasi, observasi berperanserta
(participant observer), dokumentasi, dll.
f. Teknik analisis data, antara lain deskriptif analitik yang terdiri dari
tiga komponen utama yaitu ( 1) reduksi data/ menyusun klaster-
klaster; (2) nyusun sajian data dalam bentuk konsep-konsep dan
proposisi,(3) interpretasi dan kesimpulan.
8. Sistematika penulisan, berisi apa saja isi penulisan penelitian yang akan
dimuat dalam bab per bab. Tiap bab diberikan judul. Maksimal adalah 6
bab, (1-2 hal.).
9. Jadwal Penelitian, memuat jadwal penelitian, tahap-tahap penelitian,
rincian kegiatan pada setiap tahap, waktu yang diperlukan untuk
melaksanakan setiap tahap, peneltian dapat disajikan dalam bentuk
matriks datau uraian.

C. Bagian Akhir
Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka, instrument penelitian dan lampiran-
lampiran (kalau ada).

44
1. Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang diacu dalam usulan
penelitian dengan disusun ke bawah menurut abjad nama penulis.
Khusus untuk nama marga/keluarga ditulis sebagai nama awal. Dalam
Daftar Pustaka tidak diperkenankan memakai kata-kata singkat seperti
dan lain-lain (dll), dan sebagainya (dsb).
2. Daftar Pustaka, merupakan penulisan sumber rujukan yang dikutip dari
literatur seperti buku, jurnal, media massa, hasil penelitian, dll.
Contoh:
a. Buku: Nama Penulis, Tahun Terbit, Judul Buku. Kota Tempat
Terbit. Nama Penerbit. Apablila buka bunga rampai, supaya
disebutkan halamannya.
b. Majalah: Nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, nama majalah
dengan singkatan resminya, jilid, dan nomor halaman yang diacu.
c. Internet: ditulis lenqkap alamat web site atau home page nya.
Pada lampiran jika ada supaya dimuatkan daftar pertanyaan wawancara
penelitian atau interview guide.

D. Seminar Usulan Penelitian (Proposal)


Setelah usulan penelitian (proposal) skripsi selesai ditulis dan
disetujui oleh Komisi Pembimbing Skripsi, maka mahasiswa tersebut wajib
melaksanakan seminar usulan penelitian (proposal) skripsi. Seminar
usulan penelitian (proposal) skripsi dapat diajukan setelah mahasiswa
bersangkutan mengikuti minimal 3 kali seminar proposal skripsi mahasiswa
lain. Kepada setiap mahasiswa yang memprogramkan skripsi diberikan
Kartu Seminar Proposal sebagai keterangan bahwa mahasiswa tersebut
telah mengikuti seminar proposal skripsi mahasiswa yang lain. Kartu
Seminar Proposal disiapkan oleh Program Studi. Seminar proposal skripsi
dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dan pengesahan dari
Komisi Pembimbing, dan ditambah rekomendasi Ketua Program Studi
dengan memberi tandatangan persetujuan pada Kartu Seminar Proposal.

E. Pengesahan Usulan Penelitian (Proposal)


Setelah dilaksanakan seminar usulan penelitian (proposal) dan
disetujui untuk dilakukan penelitian, maka proposal tersebut mendapat
pengesahan dari Komisi Pembimbing, Ketua Program Studi, dan Dekan.
Maka proposal yang sudah sah bisa dilanjutkan ke penelitian ialah

45
proposal yang sudah mendapatkan pengesahan. Contoh pengesahan
proposal terlampir.

46
V PENULISAN SKRIPSI

Skripsi adalah suatu karya ilmiah yang didasarkan atas suatu


kegiatan penelitian (laboratorium, lapangan, perpustakaan) yang
merupakan suatu tugas akhir dari mahasiswa. Skripsi ditempuh setelah
mahasiswa melalui proses penulisan proposal dan seminar proposal
seperti sudah dijelaskan dalam Bab IV. Lama penulisan skripsi minimal 1
(satu) semester dan maksimal 4 (empat) semester berturut-turut. Bila lama
penulisan skripsi melebihi waktu tersebut, maka proses penulisan skripsi
batal dan mahasiswa bersangkutan diwajibkan mengajukan judul baru
serta memenuhi ketentuan administratif sebagaimana ditetapkan. Sama
seperti bagian proposal atau usulan penelitan, skripsi terbagi atas 3 bagian
yaitu bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir.

A. Bagian Awal
Bagian awal mencakup halaman sampul depan (cover), halaman judul,
halaman pengesahan, prakata atau kata pengantar, daftar isi, daftar
tabel, daftar gambar, daftar lampiran, arti singkatan (glossarium), dan
intisari atau abstrak. Susunannya terdiri atas:
1. Halaman sampul depan (cover).
Halaman sampul depan memuat judul skripsi, maksud skripsi,
lambang Universitas Kristen Palangka Raya, nama dan nomor
mahasiswa, instansi yang dituju dan tahun penyelesaian skripsi.
Judul skripsi dibuat sesingkat-singkatnya seperti yang sudah
diuraikan pada usulan penelitian (proposal). Maksud skripsi ialah
untuk memenuhi sebagian syarat guna memperoleh gelar
kesarjanaan jurusan ilmu pemerintahan. Lambang adalah lambang
Universitas Kristen Palangka Raya, nama mahasiswa ialah nama
mahasiswa yang mengajukan usulan skripsi yang ditulis
menggunakan huruf kapital (tidak boleh memakai singkatan) dan
tanpa gelar kesarjanaan. Nomor mahasiswa dicantumkan di bawah
nama mahasiswa, dan instansi yang dituju ialah Program Studi Ilmu
Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Kristen Palangka Raya.

47
2. Halaman Pengesahan
Halaman ini memuat tandatangan persetujuan dan
pengesahan Komisi Pembimbing Skripsi yang terdiri atas
Dosen Pembimbing dan Dosen penguji. Pada bagian bawahnya
ada tandatangan mengetahui oleh Ketua Program Studi dan
Dekan.
Tertulis juga di atas nama Komisi Pembimbing, Ketua Program
Studi dan Dekan adalah hari, tanggal, bulan dan tahun
pelaksanaan persetujuan dan pengesahan.
3. Halaman Pernyataan
Memuat pernyataan bahwa peneliti tidak melakukan plagiasi (jiplak)
hasil karya orang lain, dan menyatakan bahwa skripsi tersebut
adalah betul karyanya sendiri. Ditandatangani di atas meterai Rp.
6.000 oleh penulis skripsi.
4. Kata Pengantar
Kata pengantar mengandung uraian singkat tentang maksud
skripsi. Bagian ini juga disertasi ucapan terimakasih kepada para
pihak yang sudah membantu menyelesaikan skriosi tersebut. Bisa
juga disampaikan kendala-kendala dan hal-hal yang mendorong
bagi penyelesaian skripsi tersebut.
5. Daftar isi
Daftar isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara
menyeluruh tentang isi skripsi dan sebagai petunjuk bagi pembaca
yang ingin langsung melihat bab atau sub bab tertentu di dalam
skripsi tersebut. Di dalam daftar isi tertera urutan judul bab, judul
sub bab, anak sub bab disertai dengan nomor halamannya.
6. Daftar Tabel
Apabila di dalam skripsi terdapat tabel, perlu dibuatkan daftar tabel
dengan mencantumkan nomor urut dan judul tabel beserta
halamannya. Apabila beberapa data terdiri atas banyak tabel,
maka tabel diberi nomor tabel, namun apabila data yang ada
kurang dari 5 tabel, maka sebaiknya tidak perlu dibuat daftar tabel.
7. Daftar Gambar
Kalau skripsi memuat keterangan dalam bentuk gambar, maka
perlu dibuatkan daftar keterangan gambar dan di halaman berapa
gambar tersebut dimuat. Ini untuk memudahkan pembaca skripsi

48
agar dapat dengan mudah mengetahui atau meilhat gambar
dimaksud.
8. Daftar Lampiran
Kalau ada lampiran yang memuat keterangan tambahan, maka
wajib dibuatkan daftar lampiran dan di halaman berapa lampiran
termaksud dimuat.
9. Arti singkatan (glossarium)
Merupakan keterangan yang menjelaskan kepanjangan singkatan
yang termuat di dalam skripsi, ini untuk menjelaskan singkatan-
singkatan atau juga istilah yang ada di dalam skripsi.
10. Abstrak
Merupakan penjelasan singkatan mengenai skripsi secara
keseluruhan yang memuat judul skripsi dan nama penulis, maksud
ditulisnya skripsi. Kemudian berturut-turut memuat latar belakang
masalah, pokok masalah dan pertanyaan penelitian, metode
penelitian, lokasi atau tempat penelitian, alasan penelitian tersebut
diadakan di tempat tersebut, hasil penelitian dan kesimpulan atau
temuan penelitian. Terakhir memuat saran dan rekomendasi baik
secara akademik maupun praktis. Intisari atau abstrak ini tidak
lebih dari satu halaman. Mulai tahun akademik 2018/2019 Abstrak
wajib ditulis menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

B. Bagian Utama
Bagian utama skripsi mengandung beberapa bagian atau bab yang
memuat pendahuluan. Kemudian disusul pemuatan kerangka teori,
metode penelitian, deskripsi lokasi penelitian, temuan penelitian dan
pembahasan, serta kesimpulan.
1. Pendahuluan
Merupakan Bab 1 di dalam bagian utama skripsi. Bagian ini
memuat latar belakang masalah atau setting penelitian, pokok
masalah penelitian dan perumusan pertanyaan penelitian, tujuan
penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan
penelitian. Bab ini diitulis sama dengan yang kemukakan pada
usulan penelitian (proposal) dan mungkin sudah lebih diperluas lagi
bergantung temuan-temuan baru di lapangan. Khusus untuk
setting penelitian, merupakan deskripsi tentang latar belakang dan
keadaan lingkungan tempat di mana penelitian dilakukan dan

49
merupakan penghantar ke pokok permasalahan penelitian. Bagian
ini merupakan bagian dalam skripsi yang berisi subyek penelitian
dan pengenalan akan masalah yang akan diteliti. Di sini juga
berisikan pemaparan gambaran umum tentang keberadaan
penelitian serta berbagai keadaan lokasi penelitian yang
dipandang perlu dan memiliki keterkaitan signifikan (relevan)
dengan obyek penelitian. Dalam hal ini peneliti perlu memilih
aspek-aspek tertentu dari berbagai keadaan lokasi penelitian yang
sesuai dengan konteks penelitiannya. .Dengan demikian, peneliti
tidak perlu memaparkankeadaan lokasi penelitian yang tidak ada
hubungannya dengan konteks dan fokus penelitian. Kemudian
mengenai perumusan masalah penelitian atau penulisan
pertanyaan penelitian, dapat sama dengan yang telah
dikemukakan di dalam usulan penelitian (proposal), namun dapat
juga ada penambahan-penambahan karena adanya perubahan-
perubahan selama penelitian dilakukan. Bagian ini adalah Bab 1
Skripsi yang ditulis maksimal 20 halaman.
2. Kajian literatur dan kerangka teori
Merupakan Bab 2 di dalam bagian utama skripsi. Bagian ini
memuat kajian literatur dan kerangka teori, keduanya digabung ke
dalam satu bab sebagai dasar dan pijakan melakukan penelitian.
Bagian ini sama isinya dengan yang dikemukakan pada usulan
penelitian (proposal) yang kemudian dapat diperluas dan
disempurnakan selama pelaksanaan penelitian. Bagian ini
adalah Bab 2 Skripsi yang ditulis maksimal 10 halaman.
3. Metode Penelitian
Merupakan Bab 3, pada dasarnya sama dengan yang
dikemukakan pada usulan penelitian (proposal) dan dapat terjadi
perubahan-perubahan sesuai pelaksanaan penelitian. Pada bagian ini
perlu juga dikemukakan kesulitan-kesulitan atau kendala-kendala
yang muncul selama proses penelitian dilakukan dan bagaimana
cara peneliti menyelesaikannya atau melakukan pemecahan
masalahnya, ini dimaksudkan agar penelitian-penelitian yang
dilakukan oleh peneliti-peneliti berikutnya dengan penelitian sejenis
dapat terhindar dari kesulitan-kesulitan yang sama. Bagian ini
adalah Bab 3 Skripsi yang dapat ditulis maksimal 7 halaman.

50
4. Deskripsi Lokasi Penelitian
Bagian ini merupakan Bab 4 yang memuat deskripsi lokasi
penelitian atau obyek penelitian yang relevan dengan judul
penelitian. Dapat saja berupa data deskripsi wilayah atau daerah
tertentu, dan dapat juga lembaga atau organisasi tertentu yang
disesuaikan dengan obyek penelitian. Bagian ini adalah Bab 4
Skripsi yang dapat ditulis maksimal 7 halaman.
5. Temuan Penelitian dan Pembahasan
Bagian ini merupakan Bab 5 yang memuat pemaparan secara
terpadu dan menyeluruh tentang data temuan penelitian dan
pembahasannya. Dengan demikian tidak dibenarkan menuliskan
data temuan penelitian terpisah dengan pembahasan. Pembahan
ialah analisis terhadap data penelitian dengan menggunakan
kerangka analisis teori yang sudah disampaikan dalam bagian
kerangka teori pada bab 1. Pada bagian ini dapat dimuat
beberapa subbab-subbab yang sesuai dengan konteks
penelitian. Hal ini dimaksudkan agar pembahasanterhadap temuan
penelitian dapat lebih fokus dan mendalam. Bagian ini mengandung
dua sub bagian, yaitu:
a. Temuan Penelitian, merupakan data dan informasi yang
diperoleh dari lapangan penelitian. Hendaknya disajikan secara
rinci dan sistematis sesuai pokok masalah atau fokus
penelitian/kajian. Data temuan penelitian hendaknya disajikan
“apa adanya", bukan data yang dihasilkan atas penilaian
peneliti. Hal ini untuk menjaga agar temuan-temuan penelitian
tidak mengalami pembiasan dan pendangkalan. Temuan-
temuan penelitian yang diteliti dalam bagian ini haruslah
merupakan serangkaian fakta yang sudah ditemukan secara
cermat dan sistematis, dan bukan sekedar kesaksian subyektif
dari peneliti. Data temuan dapat disajikan secara deskriptrif,
,naratif, tabel dan atau data-data statistik.
b. Pembahasan Temuan Penelitian, merupakan tindak-lanjut
atas data temuan penelitian. Temuan-temuan penelitian yang
telah dihasilkan kemudian dilanjutkan dengan penafsiran
lebih mendalam untuk menemukan makna di balik fakta. Hal
ini dilakukan sebagai upaya untuk melakukan konstruksi ke
tingkat yang lebih abstrak terhadap temuan data atau fakta

51
empirik. Dalam melakukan pembahasan terhadap temuan-
temuan penelitian peneliti harus· mencermati secara kritis dan
hati-hati dengan menggunakan perspektif teoritik yang sudah
dirumuskan di dalam bab sebelumnya. Perspektif teoritik
tersebut berguna untuk membantu menjelaskan dan
menentukan atau memahami secara lebih mendalam temuan-
temuan penelitian. Ini karena perspektif teoritikyang digunakan
merupakanalat bantu untuk membangun kerangka pemikiran
dalam upaya membaca fakta.
Jumlah halaman pada bab ini maksimal 80 halaman.
6. Kesimpulan dan Saran
Bagian ini merupakan Bab 6 sebagai Bab Penutup, yaitu terdiri atas
kesimpulan dan saran yang harus dinyatakansecara terpisah.
a. Kesimpulan, merupakan pernyataan singkat dan tepat mengenai
aspek-aspek inti dari temuan penelitian serta pemaknaannya.
Kesimpulan disajikan secara berurutan sesuai urutan fokus kajian
dan penelitian yang disajikan di dalam struktur paragraf (alinea).
Setiap alinea memuat sebuah kesimpulan.
b. Saran, dibuat berdasarkan hasil penelitian. Saran dapat diajukan
kepada peneliti berikutnya dalam penelitian bidang sejenis serta
kepada pihak terkait lainnya terutama pengguna (user) seperti
pemerintah, industri, organisasi politik, dll.

C. Bagian Akhir
Bagian akhir memuat daftar pustakadan daftar lampiran.
1. Daftar pustaka, adalah daftar bacaan yang dikutip dan digunakan
sebagai data dan informasi pendukung terhadap penelitian skripsi.
Daftar pustaka disusun sepertipada usulan penelitian (proposal).
2. Lampiran, dipakai untuk menempatkan data atau keteranqan lain
sebagai data tambahan untuk melengkapiuraian yang telah disajikan
dalam bagian utama.

52
VI RINGKASAN SKRIPSI

Setiap skripsi yang ditulis, diwajibkan untuk dibuatkan ringkasan,


yaitu berjumlah antara 20-30 halaman. Dibuatkan dalam bentuk CD
(compac disk) data atau data file melalui email kepada program studi.
Ringkasan skripsi dibuat dalam bentuk naskah tersendiri t,erpisahdari skripsi.
Ringkasan memuat dengan lengkap dan ringkas tentang pendahuluan yang
mengandung latar belakang, pokok masalah dan pertanyaan penelitian,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, kerangka teori,
metode penelitian, hasil penelitian, kesimpulan dan saran. Naskah
ringkasan harus lebih luas dari ringkasan atau abstrak. Tujuan dibuatkan
ringkasan skripsi ini ialah dalam rangka untuk menjadi bahan tulisan dalam
bentuk jurnal penelitian atau dipublikasikan (di-upload) ke dalam website.
Ringkasan skripsi yang dimuat tersebut diseleksi berdasarkan topik-topik
terpilih (up to date) dan cara penulisan yang berkualitas, yaitu standar
penulisan ilmiah.

53
VII TATA CARA PENULISAN NASKAH

Naskah baik usulan penelitian (proposal) maupun skripsi ditulis di


atas kertas kwarto A4 80 gram dan tidak boleh bolak balik.
1. Sampul
Sampul usulan penelitian atau proposal ditulis menggunakan
kertas bufalo atau yang sejenis, sedangkan sampul skripsi dibuat
hard-cover.
2. Huruf diketik dengan Times New Romans (12), dan untuk naskah
secara keseluruhan harus menggunakan huruf yang sama. Naskah
diketik 2 spasi dengan ukuran naskah batas tepi kiri 4 cm, batas
tepi atas 4 cm, batas tepi kanan 3 cm, dan batas tepi bawah 3 cm.
3. Naskah sedapat mungkin diisi penuh, artinya pengetikan dari
batas tepi kiri, batas tepi kanan, batas tepi atas dan bawah jangan
sampai ada ruang yang kosong atau terbuang-buang.
4. Alinea baru dimulai pada ketikan yang ke 6 atau 1,5 cm dari batas
tepi kiri.
5. Permulaan kalimat. Bilangan yang memulai suatu kalima,t harus
dieja, misalnya: “Sepuluh ekor ikan”. Tidak boleh “10 ekor ikan”.
6. Judul, subjudul, anak sub judul dan lain-lain:
a. Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf besar (kapital)
dan diletakkan di tengah (centre) tanpa diakhiri dengan titik.
b. Sub Judul ditulis di tengah (centre), semua kata dimulai
dengan huruf besar (kapital), kecuali kata penghubung dan
kata depan, tanpa diakhiri dengan titik. Kalimat pertama
sesudah sub judul dimulai dengan alinea baru.
c. Anak Sub Judul diketik mulai batas kiri, tetapi hanya huruf
yang pertama saja yang berupa hurup besar tanpa diakhiri
dengan titik. Kalimat pertama sesudah anak sub judul dimulai
dengan alinea baru.
d. Sub anak sub judul mulai dari ketikan ke-6 atau 1,5 cm diikuti
dengan titik. Kalimat pertama yang menyusul kemudian diketik
terus ke belakang dalam satu baris sub anak sub judul. Contoh
ini terlampir.

54
7. Rincian ke bawah
a. Pada penulisan naskah ada rincian yang harus disusun ke
bawah, untuk itu dapat dipakai nomor urut dengan angka atau
huruf sesuai dengan derajat rincian.
b. Penggunaan garis penghubung atau bullets yang ditempatkan
di depan rincian tidak dibenarkan.
8. Halaman
a. Bagian awal skripsi mulai dari halaman judul sampai ke
intisari, diberi nomor halaman dengan angka Romawi kecil (i,
ii, iii, iv, dst).
b. Bagian utama dan bagian akhir dimulai dari pengantar (Bab
I) sampai ke halaman terakhir, memakai angka Arab sebagai
nomor halaman.
c. Nomor halaman ditempatkan di sebelah kanan atas, kecuali
kalau ada judul atau bab pada bagian atas halaman itu.
Untuk halaman yang demikian nomor halamannya ditulis
tengah bagian bawah.
9. Tabel
Tabel kecuali kalau memang panjang, sehingga tidak boleh
dipenggal. Tabel diketik dalam satu halaman. Pada halaman
lanjutan tabel (bila bersambung ke halaman berikutnya)
dicantumkan nomor tabel dan kata lanjutan, tanpa judul. Tabel
lanjutan dilengkapi judul pada setiap kolom. Kalau tabel lebih lebar
dari ukuran kertas, sehingga harus dibuat memanjang kertas
(discpae), maka bagian atas tabel ketika dijilid harus ditelkkan di
sebelah kiri. Tabel diketik simetris, dilengkapi nomor tabel beserta
judul ditempatkan simetris di atas tabel.
10. Gambar
Gambar, grafik, peta, dan foto semuanya disebut gambar (tidak
dibedakan) beserta judulnya diletakkan simetris di bawah gambar
tanpa diakhiri dengan titik. Kalau akan mulai dengan alinea baru,
maka tabel, gambar, subjudul, atau hal-hal lain tidak boleh
dipenggal. Penempatan gambar, tabel, bagan, atau lainnya
dituliskan di tempat-tempat yang lowong, dan harus ditempatkan
secara simetris.

55
11. Bentuk Kalimat
Kalimat tidak boleh menampilkan orang pertama dan orang
kedua (saya, kami, engkau, kamu, dan lain-lainnya), tetapi dibuat
berbentuk pasif. Pada penyampaian ucapan terimakasih pada
kata pengantar, kata “saya” diganti dengan kata “penulis”.
12. Istilah
Istilah yang dipakai ialah istilah Indonesia atau yang sudah di-
lndonesiakan. Kalau memang terpaksa harus menggunakan istilah
asing, artinya memang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia,
dan harus ditulis dengan huruf cetak miring.
13. Ejaan
Ejaan yang digunakan ialah sesuai dengan Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD).
14. Kesalahan yang sering terjadi
Kata penghubung sering digunakan sebagai awal kalimat,
misalnya: sehingga, sedangkan, tetapi dan sebagainya. Kata
penghubung tersebut tidak boleh digunakan untuk memulai suatu
kalimat. Untuk memulai kalimat gunakan suatu kata aktif yang
dapat disambung dan dimengerti maknanya walau hanya dengan
satu kalimat.
15. Penulisan nama dan kutipan
Penulis yang tulisannya diacu (dikutip) dalam uraian hanya
disebutkan nama akhirnya saja, kalau lebih dari 2 orang, hanya
nama akhir penulis pertama yang dicantumkan dengan dkk. atau
et. Al. Contoh: menurut Sumodiningrat (1978), snowball sampling
(Effensi dan Singarimbun, 1984) merupakan....Kemiskinan
struktural merupakan kemiskinan yang diakibatkan karena
kebijakan yang tidak memihak pada kaum miskis (Baswir, dll,
1997).....
16. Nama penulis dalam daftar pustaka .
Dalam daftar pustaka, nama semua penulis harus dicantumkan,
dan tidak boleh hanya nama penuiis pertama ditambah dkk atau
et. al. saja. Contoh: Mubyarto, Nughoro. H, Baiquni M., 1997.
Apabila nama penulis lebih dari satu suku kata atau lebih, maka
yang ditulis nama akhirnya saja dan diikuti dengan tanda koma

56
kemudian ditambahkan singkatan nama panjang dan nama tengah
(singkatan nama dipisahkan dengan tanda titik). Penulisan nama
dapat pula dilakukan dengan cara menyebutkan nama akhirnya
dahulu, diikuti tanda koma kemudian disebutkan nama depat dan
nama tengah. Contoh nama Sutan Taqdir Alisyahbana, cukup
citulis Alisyahbana, S. T., atau Alisyahbana Sutan T.
17. Nama dengan Garis Penghubung
Kalau nama penulis dalam sumber aslinya ditulis dengan garis
penghubung diantara dua kata, maka keduanya dianggap sebagai
satu kesatuan. Contoh: Sulastin-Suttrisno, maka tetap ditulis
Sulastin Sutrisno.
18. Nama yang Diikuti dengan Singkatan
Nama yang diikuti dengan singkatan, dianggap bahwa singkatan
tersebut menjadi satu kata di depannya. Contoh: Mawardi A. I.
Maka dapat ditulis Mawardi A. I.
19. Derajat Kesarjanaan
Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan.
20. Catatan Bawah atau Catatan Kaki
Sebaiknya (kalau tidak perlu sekali), dihindari saja penggunaan
catatan bawah (catatan kaki ini). Karena kutipan menggunakan
catatan perut.
21. lstilah baru
Istilah-istilah baru yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia
dapat digunakan, asal konsisten. Pada penggunaan yang pertama
kali perlu diberikan padanannya dalam bahasa asing (dalam
kurung).Kalau banyak sekali menggunakan istilah baru, sebaiknya
dibuatkan daftar istilah (glossarium) di bagian depan.
22. Kutipan
Kutipan dituliskan dalam bahasa aslinya, kalau lebih dari 3 (tiga)
baris, diketik satu spasi, dan kalau kurang dari 3 (tiga) baris diketik
dua spasi. Diketik menjorok ke dalam. Tidak perlu diterjemahkan,
namun boleh dibahas sesuai dengan kata-kata penulis. Kutipan
bahasa asing ditulis dengan huruf miring.

57
LAMPIRAN-LAMPIRAN:

1. Contoh cover usulan penelitian (proposal)

EVALUASI PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA PALANGKA RAYA
PERIODE 2014-2019

USULAN PENELITIAN SKRIPSI


Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat
Kesarjanaan Bidang Ilmu Pemerintahan

Diajukan oleh:
SUMARTHANA
121370

Kepada
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS KRISTEN PALANGKA RAYA
Februari 2018

58
2. Contoh halaman pengesahan usulan penelitian (proposal)

USULAN PENELITIAN

EVALUASI PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA PALANGKA RAYA
PERIODE 2014-2019

Yang diajukan oleh:


SUMARTHANA
121370

Telah disetujui dan disahkan pada tanggal: 13 Maret 2018

Komisi Pembimbing:
Pembimbing I, Pembimbing II,

Rukiah, S.Sos., DEA Radarmas, S.Sos.,MAP

Mengetahui:
Ketua Program Studi, Dekan,

Radarmas, S.Sos., M.AP Dr. Benius, MM

59
3. Contoh Penulisan Daftar Pustaka
Penulisan daftar pustaka disusun alfabet seperti contoh di bawah:

DAFTAR PUSTAKA
Buku, contoh:
1. Marsh, David dan Gerry Stocker. 2002. Theory and Methods in
Political Science. New York: Palgrave MacMillan.
2. Silalahi, M., Daud, 1996. Pengaturan Hukum Sumber Daya Air
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia. Bandung:
Bandung Press.
3. Sumarwoto, Otto. 1997. Ekologi, Lingkungan Hidup dan
Pembangunan. Jakarta: Djambatan.

Bab dalam buku, contoh:


1. Kutanegara, P.M. 2002. “Akses Terhadap Tanah dan Mobilitas
Penduduk Pedesaan Jawa”, dalam Tukiran (Ed.). Mobilitas
Penduduk Indonesia: Tinjauan Lintas Disiplin. Yogyakarta:
Pusat Studi Kependudukandan Kebijakan UGM.
2. McCarthy, John F.. 2007. “Dijual Ke Hilir: Merundingkan Kembali
Kekuasaan Publik Atas Alam di Kalimantan Tengah”, dalam Henk
Schulte Nordholt dan Gerry van Klinken (Ed.). Politik Lokal di
Indonesia. Jakarta: Buku Obor dan KITLV Jakarta.

Jurnal, contoh:
1. Marijan, Kacung. 2007. Industrial Policy, Industrialisation and
Cluster Industries in Indonesia: An Overview. Jurnal Ilmu-Ilmu
Sosial. Vol. XXX No. 64. Hlm. 103.
2. Nugroho, E.W.T. 2007. Pergeseran Pola Pikir Dan Perilaku
Masyarakat Desa Dalam Arus Globalisasi. Jurnal llmiah Sosial
Alternatif. Vol VIII No. 2. Hlm. 201-218.

Majalah ilmiah, contoh:


Supriatma, Antonius Made Tony. 2009. “Menguatnya Kartel Politik Para
“Bos””. Majalah Prisma. Volume 28 Nomor 2 Oktober. Hlm. 10.

60
Skripsi/Tesis/Disertasi, contoh:

Indriyatno, Yoga Paksi. 2005. Politik Pengelolaan Sumberdaya Perikanan


di Pulau Panjang, Kabupaten Sambas, Kalimatan Barat. Thesis. Program
Pascasarjana Ilmu Politik, Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah.
Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Makalah, contoh:
1. Lay, Cornelis. 2010. “Desentralisasi Asimetris Bagi Indonesia”,
Makalah Seminar Nasional Menata Ulang Desentralisasi dari
Daerah, Fisipol UGM, Yogyakarta, 25 Januari.
2. Sumarto, H. 2003. “Model-Mode/ Pelembagaan Partisipasi
Warga: Pengalaman Dari Kota Solo”. Makalah Seminar
disajikan dalam pertemuan Forum Pengembangan Partisipasi
Masyarakat (FPPM) VII, Ngawi, Jawa Timur,, Indonesia,15-18
Juni 2003.

Peraturan perundang-undangan disusun secara hierarki dari peraturan


yang tertinggi sampai terendah. Contoh:
Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional. Lembaran Negara RI Tahun 2004, No. 104.
Sekretariat Negara RI. Jakarta.

Internet, contoh:
1. Sulekale, 0.0. 2003. Pemberdayaan Masyarakat Miskin Di Era
Otonomi Daerah.
http/www.ekonomirakyat.org/edisi_14/artikel_2.htm.
2. Institute for Research and Empowerment (IRE). Peranan Lembaga
Adat dalam Era Otonomi Luas.
http://www.ireyogya.org/adat/adat.htm

Artikel dari Surat Kabar, contoh:


Simon, H. 2000. “Kerusakan hutan mencapai 2,5 juta ha/tahun. Suara
Pembaharuan, 27 Agustus, Nomor 4762, hal 6. Jakarta.

61
4.Contoh Cover Skripsi

EVALUASI PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA PALANGKA RAYA
PERIODE 2014-2019

SKRIPSI
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat
Kesarjanaan bidang Ilmu Pemerintahan

Disusun oleh:
SUMARTHANA
121370

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS KRISTEN PALANGKA RAYA
2018

62
5.Contoh halaman pengesahan skripsi

EVALUASI PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA PALANGKA RAYA
PERIODE 2014-2019

Disusun oleh:
SUMARTHANA
121370

Disahkan
pada tanggal: 14 Mei 2018

Komisi Pembimbing:

Pembimbing/Penguji I,
Rukiah, S.Sos., DEA __________________

Penguji II,
Radarmas, S.Sos., MAP __________________

Penguji III,
Evy Novitasari Ibie, S.Sos., MAP __________________

Palangka Raya, 20 Mei 2018


Mengetahui:

Ketua Program Studi, Dekan,

Radarmas, S.Sos, M.AP Dr. Benius, MM

63
6.Contoh halaman Pernyataan Keaslian Skripsi

PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini, saya:


Nama : Sumarthana
Nomor Mahasiswa : 121370

Menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa skripsi berjudul EVALUASI


PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
DAERAH KOTA PALANGKA RAYA PERIODE 2019-2014 adalah betul-
betul karya saya sendiri. Hal-hal yang bukan karya saya dalam skripsi ini
telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.
Apabila di kemudian hari terbukti penyataan saya ini tidak benar, maka
saya bersedia menerima sanksi berupa pencabutan skripsi dan gelar yang
saya peroleh dari skripsi tersebut.

Palangka Raya, 15 Mei 2018


Yang membuat pernyataan,

Meterai Rp. 6.000

SUMARTHANA

64
7. Contoh penulisan Judul, sub judul, anak sub judul, sub anak sub
judul

Contoh Penulisan Judul

BAB II
KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA PALANGKA RAYA DALAM
PENGELOLAAN SAMPAH

Contoh Penulisan Sub Judul

A. Kondisi Umum Pengelolaan Sampah di Kota Palangka Raya

Contoh Penulisan Anak Sub Judul

1. Kondisi Umum Pengelolaan Sampah di Kecamatan Jekan


Raya

Contoh Penulisan Sub anak sub judul:


a. Upaya pengelolaan sampah belum optimal karena
ketidakpedulian masyarakat yang masih membuang sampah
sembarangan

65
8. Contoh Surat Permohonan Pengajuan Usulan Penelitian

Palangka Raya, 20 Januari 2018

Perihal : Usulan Penelitian Kepada


Lampiran : Satu Rangkap Yth. Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan
FISIP Universitas Kristen Palangka Raya
Di -
Palangka Raya

Dengan hormat,
Bersama ini saya mengajukan usulan penelitian (proposal), dengan pilihan
judul penelitian sebagai berikut:
1. Evaluasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota
Palangka Raya Periode 2014-2019.
2. Kebijakan Pemerintah Kota Palangka Raya Dalam Pengelolaan
Sampah.
3. Peran Partai Politik Dalam Rekrutmen Calon Kepala Daerah Kota
Palangka Raya: Studi Kasus Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan.
Terlampir juga saya sertakan persyaratan pengajuan usulan penelitian,
yaitu:
1. Fotocopy Kartu Mahasiswa yang masih berlaku;
2. Surat Keterangan lunas SPP dari bagian Keuangan Universitas.
3. Fotocopy KRS (Kartu Rencana Studi) semester berjalan.
4. Fotocopy Kartu Seminar Proposal.
Demikian permohonan ini disampaikan, atas perhatiannya diucapkan
terimakasih.

Pemohon,

Nama Mahasiswa
NIM

66
9. Contoh Surat Rekomendasi Ujian Skripsi

KOP SURAT

Palangka Raya, 30 April 2018

Perihal : Ujian Skripsi/ Kepada


Seminar Proposal Yth. Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan
Lampiran : Skripsi/Proposal FISIP Universitas Kristen Palangka Raya
Di -
Palangka Raya
Yang bertandatangan di bawah ini:
1. Nama :
NIP/NIDN :
Jabatan : Dosen/Dekan/PD/Kajur/Sekjur (pilih salah satu)
Sebagai : Dosen Pembimbing I
2. Nama :
NIP/NIDN :
Jabatan : Dosen/Dekan/PD/Kajur/Sekjur (pilih salah satu)
Sebagai : Dosen Pembimbing II

Memberikan Rekomendasi agar mahasiswa di bawah ini bisa diproses


dalam pelaksanaan Ujian Skripsi/ Seminar Proposal (pilih salah satu).
Nama Mahasiswa :
NIM :
Judul Skripsi/Proposal :
Rencana Ujian tgl/hari :

Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Palangka Raya, Februari 2018

Pembimbing I, Pembimbing II,

Rukiah, S.Sos., DEA Radarmas, S.Sos., MAP


NIP/NIDN. NIP/NIDN.

67
10. Contoh Surat Permohonan Pembimbingan

KOP SURAT

Palangka Raya, 10 Februari 2018

Perihal : Permohonan Kepada


Pembimbingan Yth. Ibu Rukiah, S.Sos., DEA
Lampiran : Draft Proposal (Dosen Ilmu Pemerintahan,
FISIP-UNKRIP)
Di - Tempat

Dengan hormat,
Memohon kesediaan Ibu/Bapak Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP
Universitas Kristen Palangka Raya, untuk menjadi pembimbing usulan
penelitian (proposal) dan penelitian skripsi mahasiswa berikut:

Nama Mahasiswa : Sumarthana


NIM : 09001992
Rancangan (draft) proposal penelitian yang diajukan terlampir. Atas
kesediaannya diucapkan terimakasih.

Palangka Raya, Februari 2018

Ketua Program Studi,

Radarmas, S.Sos., M.AP

68
11. Bagan Alur Pengajuan Usulan Penelitian/Skripsi

Mahasiswa

Surat Usulan
Penelitian

Tata Usaha
Fakultas
Ketua
Program Studi

Pemeriksaan
Surat dan Berkas

Penentuan Dosen
Pembimbing

Keterangan:
1. Mahasiswa menulis surat permohonan usulan penelitian kepada Ketua
Program Studi, dan melampirkan data pendukung (contoh surat nomor 8).
2. Surat disampaikan langsung kepada Ketua Program Studi, atau bila Ketua
Program Studi tidak ada di tempat, surat permohonan dapat disampaikan
melalui Kepala Tata Usaha Fakultas, untuk selanjutnya diserahkan kepada
Ketua Program Studi.
3. Ketua Program Studi memeriksa berkas-berkas, termasuk pengajuan judul
usulan penelitian dalam surat.
4. Ketua Program Studi meminta mahasiswa menuliskan rancangan (draft)
usulan penelitian (proposal).
5. Setelah rancangan (draft) proposal diterima dan diperiksa oleh Ketua
Program Studi, dan Ketua Program Studi menentukan Dosen Pembimbing
dengan menulis surat kepada dosen bersangkutan memohon
kesediaannya membimbing mahasiswa bersangkutan.

69
12. Contoh Kartu Asistensi Pembimbingan Skripsi

KOP SURAT

Kartu Pembimbingan Skripsi Mahasiswa Semester Ganjil


Tahun Akademik 2018/2019*

Nama/NIM :
Dosen Pembimbing I :
Dosen Pembimbing II :

Bimbingan Waktu : Catatan Pembimbingan dan Arahan Dosen


Tanggal/Jam Pembimbing. Paraf/Tandatangan Dosen
Pembimbing
Proposal

Pertama

Kedua

Ketiga

SEMINAR PROPOSAL

Skripsi

Pertama

Kedua

Ketiga

UJIAN SKRIPSI

*) Mohon Dibawa Saat Pembimbingan.


*) Dilampirkan saat penjilidan Skripsi.
Palangka Raya, 8 Mei 2018
Mengetahui,
Ketua Komisi Pembimbing, Ketua Program Studi,

_____________________ Radarmas, S.Sos., M.AP

70
13. Contoh Kartu Kehadiran Mahassiswa Mengikuti Seminar Proposal

KOP SURAT

Kartu Kehadiran Mahasiswa Mengikuti Seminar Proposal*

Nama :
NIM :

Semin Wktu Nama Judul Proposal Tanda


ar Ke – Mahasiswa Yang Tangan
Seminar Pembimbing

*) Dibawa Saat Mengikuti Seminar Proposal


*) Dilampirkan saat pengusulan Usulan Penelitian (Proposal)
*) Setiap mahasiswa wajib mengikuti minimal 3 kali seminar proposal

Palangka Raya, 8 September 2018


Mengetahui,
Ketua Program Studi,

Radarmas, S.Sos., MAP

71
14. Kutipan Surat Dirjen Dikti tentang syarat kelulusan sarjana

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi
Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 10, Pintu I Senayan, Jakarta 10270
Telp. (021) 57946101, Fax (021) 57946104
Laman: www.kemdiknas.dikti.co.id
-------------------------------------------------------------------------------------------

Nomor : 152/E/T2010 27 Januari 2012


Hal : Publikasi Karya Ilmiah

Kepada Yth.
Rektor/Ketua/Direktur
PTN/PTS Seluruh Indonesia
Di
Tempat,

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada saat sekarang ini jumlah karya
ilmiah dari Perguruan Tinggi Indonesia secara total masih rendah jika
dibandingkan dengan Malaysia, hanya sekitar sepertujuh. Hal ini menjadi
tantangan kita bersama untuk meningkatkannya. Sehubungan dengan itu
terhitung mulai kelulusan setelah Agustus 2012 diberlakukan ketentuan
sebagai berikut:
1. Untuk lulusan program Sarjana harus menghasilkan makalah yang
terbit pada jurnal ilmiah.
2. Untuk lulusan program Magister harus telah menghasilkan
makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional diutamakan yang
terakreditasi Dikti.
3. Untuk lulus program Doktor harus telah menghasilkan makalah
yang diterima untuk diterbit pada jurnal internasional.

Demikian, atas perhatian Saudara kami ucapkan terimakasih.

Direktur Jenderal

Ttd
Djoko Suyanto
NIP. 195309091978031003

Tembusan:
1. Bapak Mendikbud;
2. Sesditjen dan Direktur di lingkungan Dirjen Dikti

72
DAFTAR PUSTAKA

Cresswell, J. W. 2003. Reasearch Design Qualitative and Quantitative


Approach. Sage Publication, Second Edition.

Emzir. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif.


Jakarta: PT RajaGrafindo Perkasa.

Labalo, Muhadam, Hyronimus Rowasiu, dan Megandaru Widhi Lawuryan (Peny.).


2015. Dialektika Ilmu Pemerintahan. Bogor: Ghalia Indonesia.

Mackenzie, N. & Knipe, S. 2006. “Research dilemmas: Paradigms,


methods and methodology.” Issues In Educational Research, 16(2),
193-205. Diunduh pada tanggal 16 September 2014 dari http://www.
iier.org.au/ iier16/mackenzie.html

Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif.


Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

“Multimethodology”. 2008. Diunduh pada tanggal 12 September 2014 dari


Wikipedia, the free encyclopedia.htm

Sumber-Sumber Lain:
Bab II. Selayang Pandang Penelitian. Sumber Utama: Munawir Arifin.
“Metodologi Penelitian Ilmu Politik”. Critical Review Mata Kuliah
Metodologi Penelitian Ilmu Politik. FISIP Universitas Indonesia, Depok.
2012.

Bab III. Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Sumber Utama: SAG. Mariani.


“Metodologi Penelitian”. Makalah Magister Administrasi Publik.
Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.
2012.

Bab IV, V, VI, VII dan Lampiran. Sumber Utama. “Metodologi Penelitian
bidang Ilmu Pemerintahan”. Sekolah Tinggi Pembangunan
Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta, 2010.

73
INDEKS

A
Aristoteles 1, 7 Empiris 10
ASN 4 Eksperimen kompleks 10
Analisis Data dan Pelaporan Etnografis 10
(Research Method) 6, 12
Empirikal-eksperimentatif 16
Aksiologis (Nilai-nilai yang
Empirikal (nomotetis) 16
terkandung di dalamnya) 6, 7
Evaluation Research 25
August Comte 7
Advokasi/partisipatori/transformat 8 Eksplanasi 26
Abad XVII 17 Eksploratif 26
Abad XVIII 17 Eksplanatif 26
Analitis 21 Eksploratori 26
Aksioma 22 Ejaan Yang Disempurnakan
Applied research 24 (EYD) 56
Action Research 25
Arab 55 F
Fenomenologis 10
B Filsafat rasionalisme 17
Bawaslu/Panwaslu 4 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Basic Interpretive Qualitative 41, 47
study 10
Basic research 24 G
Grounded Theory 11, 13
C
Games 14
Critical Qualitative Research 11 Granttour question 19
Critical thinking 21 Generalisasi 22
Glossarium 49
D
Deskriptif causal comparative 10, H
DNA 18 Hermeneutiks 8
Dictionary 20 Humanisme 16
Deskriptif 26, 49, 30
Disproportionate stratified random 34 I
Dokumenter 38 Intepretatif 8
Interview 14
E Isaac Newton 17
Epistemologi (bagaimana Inggris 17
pengetahuan diperoleh) 6, 18 In-depth interview 22, 44
Emmanuel Kant 7 Interview guide 45
Edmund Husserl 8

74
J Problem solver 4, 18
John Locke 7 Prosedur penjaringan 6
Perang Dunia II 7
Positivisme 7, 8, 16
Pospositivisme 7, 8, 9
K
Pragmatisme 9
Kybernan 2 Penelitian survey 10
Kapital 3 Pre-experimental 10
KAPSIPI (Kesatuan Program Studi Postmodern Research 11
Ilmu Pemerintahan Indonesia) 3
Prosedur sequential 11
KPU 4
Kuantitatif 5, 6, 8, 12, 13, 14, 19 Prosedur concurrent 11
Kualitatif 5. 6, 19 Prosedur transformative 11
Knowledge claim 6, 12 Preferensi 14
Konstruktivisme/interpretivisme 8, 9 Proposisi hipotesis 20
Korelasional 10 Participant observation 22
Korelasi 30 In-depth interview 22, 44
Kausal 30 Penelitian Survey 25
Kota Palangka Raya 32 Penelitian Ex Post Facto 25
Kuota 35 Penelitian Sejarah (Historical
Research) 25
Penelitian Eksperimen 25
L Penelitian Naturalistic (penelitian
L’Homme Machine 16 kualitatif) 25
Logis (Nalar) 21 Penelitian Kebijakan (Policy
Research) 25
M Penelitian Pelaporan (Reporting
Mekanistik-deterministik 16 Research) 26
Penelitian Deskriptif (Descriptive
Research) 26
N Penelitian Eksplanatori (Explanatory
Naratif 10 Research) 26, 27
Novelty 43 Penelitian Komparatif (Comparative
Research) 26
O Penelitian Asosiatif/hubungan 26
Openbaar bestuur 1 Eksploratif 26
Ombusdman 4 PNS 32
Ontologi (apa itu pengetahuan) 6 Proportionate stratified random
Observasi 10 sampling 34
Objectivity 30 Purposive 35
Program Studi Ilmu Pemerintahan
P 41, 47
Pihak Pemerintah 3
Pihak yang Diperintah 4

75
Q U
Quasi-experimental 10 Universitas Kristen Palangka
Objectivity 30 Raya, 4, 41, 47
Up to date 53
R
Relasi Pemerintah-Masyarakat 4 V
Retorika (bagaimana pengetahuan Validity 30, 38
dituliskan) 6, 7
Reduksionisme 10 Verifikasi teori 10
Retrospektif (ex-post facto) 10
Rasional 17
Rasionalisme 17 W
Research (Inggris) 18, 20 Wilhelm Dilthey 8
Re 18, 20 Webster’s New Collegiate Dictionary
reciprocal/ interaktif) 23 20
Research and Development 25 Who 26, 30
What 26, 30
When 26, 30
S Where 26, 30
Studi kasus 11
Strategies of inquiry 11
Split personality 16
Scientific method 21
Scientific method 21
Scientific research 21
Simple random sampling 34
Sampling area (cluster) sampling 34
Sampling sistematis, 35
Snowball 35
Skripsi 41, 47

T
To govern 3
TYo be governed 3
Triangulation 11, 22
Times New Romans 54

76
Biodata Penulis
1. Dr. Benius, MM, adalah dosen Ilmu Pemerintahan dan menjabat
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen
Palangka Raya sejak tahun 2012 - sekarang. Alumni S3 dari Trinity
College, Amerika Serikat, bidang Administrasi Bisnis.
2. Dr. Kisno Hadi, S.IP., M.Si, adalah Wakil Dekan Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Palangka Raya. Hari-hari
adalah dosen Ilmu Pemerintahan. Doktor Ilmu Politik, bidang
Pemikiran Politik, dari Universitas Indonesia, lulus tahun 2018.
3. Radarmas, S.Sos., M.AP, adalah dosen dan Ketua Program Studi
Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Kristen Palangka Raya. Menyelesaikan Magister Ilmu
Administrasi Publik dari Universitas Lambung Mangkurat,
Banjarmasin. Lulus tahun 2012.
4. Dr. Tresia Kristiana, SE., M.Si adalah dosen Ilmu Pemerintahan
dan menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas
Kristen Palangka Raya (2016-sekarang). Menyelesaikan
pendidikan doktor bidang kebijakan publik dari Universitas
Padjajaran, Bandung tahun 2013.
5. Rukiah, S.Sos. DEA adalah dosen Ilmu Pemerintahan Fisip
Universitas Kristen Palangka Raya. Lulusan S2 Universitas
Geneva, Swiss, tahun 2004 bidang Studi Pembangunan. Pernah
menjabat sebagai Pembantu Rektor II Bidang Keuangan
Universitas Kristen Palangka Raya tahun 2006-2009.
6. Evy Novitasari Ibie, S.Sos., MAP adalah dosen Ilmu Pemerintahan,
Fisip Universitas Kristen Palangka Raya, lulusan S2 Ilmu
Administrasi Publik dari Universitas Lambung Mangkurat tahun
2010.
7. Dra. Samsiah Nelly, MM adalah dosen Ilmu Pemerintahan, Fisip
Universitas Kristen Palangka Raya, alumni S2 bidang ekonomi
(pemasaran) dari Universitas Brawijaya, Malang, dan sekarang
sedang studi lanjut S3 (doktor) di Universitas Pelita Harapan
(UPH), Jakarta.

77
PANDUAN PENULISAN
SKRIPSI
Pentingnya buku ini terutama bagi mahasiswa Program Studi Ilmu
Pemerintahan dan umumnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ialah untuk
memandu dan menuntun dalam proses penelitian dan penulisan skripsi. Demi
kelancaran penyusunan Skripsi dan agar ada keseragaman serta standarisasi
penelitian dan penulisannya, maka perlu adanya panduan penyusunan Skripsi
yang dimulai dari tahap penulisan usulan penelitian (proposal) sampai ke tahap
penulisan skripsi (laporan penelitian). Buku ini juga memuat paradigma berpikir
dalam penelitian, beberapa contoh format usulan penelitian (proposal), contoh
laporan penelitian, dan berbagai format lainnya yang relevan, sehingga
memudahkan mahasiswa menulis skripsinya. Pendekatan penelitian yang disajikan
dalam buku ini adalah pendekatan penelitian ilmu sosial dan politik.
Dalam batas-batas tertentu, mahasiswa tetap diberi kebebasan dalam
melakukan penyusunan Skripsi-nya sepanjang tidak menyimpang secara
substansial dari kaidah ilmiah. Dengan membaca buku Panduan Penulisan Skripsi
ini, diharapkan mahasiswa dapat menghasilkan karya ilmiah dalam bentuk skripsi
atau makalah ilmiah yang berkualitas yang berangkat dari hasil-hasil penelitian
lapangan, sehingga dapat dipublikasi dalam berbagai jurnal ilmiah baik nasional
maupun internasional.

“Semoga buku ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam menyusun Skripsi, sehingga
diperoleh Skripsi yang berkualitas baik, guna mewujudkan tujuan Universitas
Kristen Palangka Raya, yaitu meluluskan sarjana yang berkompeten terutama
bidang Ilmu Pemerintahan” (Dr. Benius, MM, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik, Universitas Kristen Palangka Raya).

Penerbit
FISIP - Universitas Kristen Palangka Raya
Kampus B FISIP Jl. Diponegoro No. 03
Palangka Raya 73111
Website: fisip-unkrip.ac.id
Email: fisipolunkrip@gmail.com