Anda di halaman 1dari 166

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

v

DAFTAR TABEL

vii

DAFTAR BAGAN

ix

DAFTAR

GAMBAR

x

DAFTAR SINGKATAN

xi

DAFTAR LAMPIRAN

xiii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

1

B. Rumusan Masalah

6

C. Tujuan Penelitian

7

1. Tujuan

Umum

7

2. Tujuan

Univariat

7

3. Tujuan

Bivariat

7

4. Tujuan

Multivariat

7

D. Manfaat Penelitian

8

1. Bagi Bagi Petugas Imunisasi

8

2. Bagi Peneliti

8

3. Bagi Program Studi S2 Kesmas

8

4. Bagi Peneliti Dinas Kesehatan

8

5. Bagi Pegang Program

8

E. Ruang Lingkup Penelitian

9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Imunisasi

10

B. Kinerja Petugas

17

C. Kerangka Teori

42

BAB III KERANGKA KONSEP

A. Kerangka Konsep

44

B. Definisi Operasional

45

C. Hipotesis Penelitian

48

v

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis dan Desain Penelitian

49

B. Tempat dan Waktu Penelitian

50

1. Tempat Penelitian

50

2. Waktu Penelitian

50

C. Populasi dan Sampel Penelitian

50

D. Pengumpulan Data

50

1. Alat Pengumpulan Data

50

2. Cara Pengumpulan Data

51

3. Pengolahan Data

53

4. Analisa Data

53

BAB V HASIL PENELITIAN

A. Hasil Penelitian Kuantitatif

55

1.

Analisa Univariat

55

B. Hasil Penelitian Kualitatif

60

BAB VI PEMBAHASAN

A. Pembahasan Penelitian Kuantitatif

86

1.

Analisis Univariat

86

B. Pembahasan Penelitian Kualitatif

96

BAB VII PENUTUP

A. Kesimpulan

105

B. Saran

108

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

vi

Daftar Lampiran

Lampiran 1. Kuisioner Penelitian

2. Panduan menjawab kuesioner

3. Pedoman wawancara mendalam

4. SPSS

5. Surat Rekomendasi Penelitian dari Baperlitbang

xi

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Kesehatan RI, (2015). Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Tahun 2016 .

Kementerian Kesehatan RI, (2015). Petunjuk Teknis Penggantian Oral Polio Vaccine (tOPV) menjadi bivalent Oral Polio Vaccine (bOPD).

Direktoral Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, (2013). Petunjuk Teknis Peaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Direktoral Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, (2013). Pedoman Penglolaan COLD Chain Petugas Imunisasi.

Direktoral Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, (2013). Modul Pelatihan Imunisasi Bagi Petugas Puskesmas (Basic Health Worker’s Training Modul).

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, (2012). Buku Saku Imunisasi Untuk Masyarakat.

Iyas, Y. Kinerja, (2001). Teori, Penilaian dan Penelitian, Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan FKM UI, Jakarta.

Gibson, J.L, Ivancevic, J.M, dan Donnely Jh, J, Organisasi, (1992) : Perilaku, Struktur, Proses, Jilid I,Erlangga, Jakarta.

Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian kuantitatif Kualitatif dan R & D

Sri Pinti Rahmawati, (2007). Analisis factor sumber daya manusia yang berhubungan denagan hasil kegiatan imunisasi dasar bayi oleh petugas imunisasi di kabupaten Blora.

Vivi Triana. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian Imunisasi pada bayi tahun 2015. Universitas Andalas, 10(21)123-135.

Kusmiyati, Martha Irene, Kartasurya, Lucia Ratna Kartika Wulan. (2010). Faktor Individu, Organisasi dan psikologis yang berhubungan dengan Kinerja Petugas dalam pelayanan Imunsasi Campak di Puskesmas Kota Bitung Provinsi Sualwesi Utara,. Jurnal Ilmiah Bidan, 2339-1731.

Isna Nurul Khomariah, Antono Suryo Putro, Septo Pawelas Aryo. (2018). Analisis Pelaksanaan Program Imunisasi Lengkap (IDL) pada Bayi di Kota Semarang (Studi

Kasus Pada Puskesma Kedung Mundu dan Puskesmas Candi Lama). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2356-3346.

Alwina Pontolawokang, Berthina H. Korah, Robin Dompas. (2016). Faktor-faktor

yang mempengaruhi Pemberian Imunisasi Hepatitis B-0. Jurnal Ilmiah Bidan, 2339-

1731.

Nurul Hidayah, Hetty Maria, Sitohang, Wanda Lestari. (2018). Faktor yang berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Tahun 2017.Jurna Endurance. 153-161.

Karen Lungkan, Budi T, Ratag, Reisya, Tumbol. (2014). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status imunisasi Dasar Anak Berumur Tiga Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kombos Kota Menado. Jurnal Ilmiah.

Ngadoradjatun, Amran Razak, Siti Haerani. (2013). Determinan Kinerja Petugas Imunisasi di Puskesmas Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, Jurnal AKK. Vol 2, no 2, 42-47.

Gita Sekar Sari Prihanti, Mia Putri Rahayu, M.Najib Abdullah. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi Status Kelengkapan Imunisasi Dasar di Wilayah Kerta X Kota Kediri, Jurnal Fakultas Kedokteran.

Rani Gartika Silalahi. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi Bidan dalam pemberian Imunisasi Hepatitis B pada Bayi Baru Lahir di Wilker Puskesmas Pancar Batu Tahun 2015. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Yundri, Mexitalia Setiawati, Suhartono. (2017). Faktor yang berhubungan dengan ketidaklengkapan Status Imunisasi Anak di Pukesmas Kuala Tungkal II. Jurnal FKM Unair. 361-370.

Suzana Indragiri dan Ika Srihayati. (2012). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status Imunisasi Hepatitis B di Wilker Puskesmas Cingambil Kabupaten Majalengka tahun 2010.Jurnal Kesehatan Kartika.

I Gusti Ayu Rai Astariani. (2018). Efektifitas Penyelenggaraan Penguatan Program Imunisasi di Dinas Kesehatan se-Pulau Lombok Provinsi NTB tahun 2018, Jurnal Sangka Mataram, 2355-9292.

Desi Paramita, Khoidar Amirus, Andoko. (2013). Analisis Fungsi Manajemen Imunisasi di Puskesmas Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol 2, No 2.

Bebas Kita BR Ginting, Melva, Tri Marini S. Ningsih. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan denagan pemberian imnisasi Hepatitis B Bayi 0-7 Hari pada Bidan Delima di Kota Medan tahun 2016, Jurnal Maternal dan Neonatal. Vol 2, No 2.

Irwandi Rahman, Maya Handayani, M. Ridwan. (2015). Pengetahuan, Sikap Ibu dan Peran Petugas Kesehatan sebagai faktor dalam meningkatkan cakupan Imunisasi Hepatitis B di Kota Jambi, Jurnal MKMI.

Dini Nurbaeti Zen, Tita Roshita, Siti Sopiah. (2019). Hubungan Sikap Ibu yang mempunyai bayi dengan Pelaksanaan imunisasi DPT di Puskesmas Kawali Kabupaten Ciamis Tahun 2018. Jurnal Keperawatn Galuh, Vol 1, Nomor 1.

Cut Popy Meutia, Triniswati Utami, Aisah Simanjorang. (2018). Faktor yang mempengaruhi kinerja Bidan Desa Terhadap Pemberian Imunisas HB-0 di Wilker Dinkes Kota Subussalam Tahun 2018. Jurnal Jumantik Vol.3, No. 2.

Juni Dwi Kurnia Santi. (2016). Analisis Faktor Penyebab Pencapaian Imunisasi bayi yang rendah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2086-3098.

Fanny Pradila Rahma, Antoro Suryo Putro, Eka Yunila Fatmasari. (2019). Analisis Pelaksanaan Program Imunisasi DPT-HB-Hib Pentavalen Booster pada Baduta di Puskesmas Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2356-3346.

Ika Citra Dewi Tanjung, Lili Rohmawati, Sri Sofyani. (2017). Cakupan Imunisasi Dasar dan Faktor yang Mempengaruhi. Jurnal Sari Pediatri. Vol 19, No 2.

I Gusti Ayu Rai Astarini. (2018). Efektifitas Penyelenggaraan Penguatan Program Imunisasi Bagi Pengelola Program Imunisasi di Dinas Kesehatan Kesehatan se Pulau Lombok Provinsi NTB Tahun 2018. Issnno.2355-9292.

Yuliza Angggraini. (2019). Hubungan Pengetahuan tentang Imunisasi Meases Rubela (MR) dengan keikutsertaan ibu dalam Imunisasi Meases Rubela di SD 03 Pakan Kurai Kota Bukittinggi, Jurnal Kesehatan Lentera Aisyah, Vol 2, No.1 Juni 2019, ISSN , 2655-7797.

Cahyani Erlita, Elise Putri. (2019). hubungan pengetahuan dengan sikap dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada ibu yang memiliki bayi 0-9 bulan, Skripsi Sarjana USU

Nasution, Nurizkianan (2018) hubungan pengetahuan dengan sikap dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada ibu yang memiliki bayi 0-9 bulan, Skripsi Sarjana USU

Rahmi Permatasari, Ascobat Gani. (2019). Analisis Perilaku Ibu Berstatus Mahasiswi Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (Fkmui) Terhadap

Pemberian Imunisasi Anak, jurnal.poltekkespalu.ac.id, Vol.13 No.1 Mei 2019: Hal. 1-11, e-ISSN: 2527-7170.

World Health Organization. 10 facts on immunization. Diakses dari http://www.who.int/features/factfiles/immunization/en/ pada tanggal 8 Mei 2019.

World Health Organization. Immunization coverage: Fact sheet. Diakses darihttp://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs378/en/ pada tanggal 8 Mei 2019

World Health Organization. World Immunization Week essentials. Diakses dari

http://www.who.int/campaigns/immunization-week/2018/campaign-essentials/en/

pada tanggal 8 Mei 2019

Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI. Capaian indikator program imunisasi tahun 2015-2017.

DAFTAR SINGKATAN

BOK

: Bantuan Operasional Kegiatan

RKA

: Rencana Kerja Anggaran

DPA

: Dokumen Pelaksanaan Anggaran

BKPSDM

: Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya

POA

Manusia. : Plan Of Action

Manis

: Manajer Imunisasi

TAKANAJAIM

: Kekebalan anak dengan wajib imunisasi

Sweeping

: Kunjungan Rumah

SPM

: Standar Pelayanan Mininal

Lokmin

: Lokakarya Mini

P2P

: Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit

Juknis

: Petunjuk Teknis

xi

DAFTAR TABEL

No. Tabel

 

Halaman

Tabel 3.1

Defenisi Operasional……………………………………………. 45

Tabel 5.1

Distribusi Frekuensi Pengetahuan

55

Tabel 5.2

Disribusi Frekuensi Masa Kerja

56

Tabel 5.3

Distribusi Frekuensi Sikap

56

Tabel 5.4

Distribusi Frekuensi Motivasi

56

Tabel 5.5

Distribusi Frekuensi Kepemimpinan

57

Tabel 5.6

Distribusi Imbalan

57

Tabel 5.7

Distribusi Frekuensi Imunisasi

57

Tabel

5.8

Karakteristik Informan wawancara mendalam

60

Tabel 5.9 Matriks Triangulasi Pengetahuan

66

Tabel 5.10 Matriks Triangulasi Masa Kerja

70

Tabel 5.11 Matriks Triangulasi Sikap

73

Tabel 5.12 Matriks Triangulasi Motivasi

77

Tabel 5.13 Matriks Triangulasi Kepemimpinan

81

Tabel 5.14 Matriks Triangulasi

84

vii

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI

TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai sivitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De Kock Bukittinggi, Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama

: Silvi Susanti

NIM

: 1713101007

Program Studi : Megister Kesehatan Masyarakat

Jenis Karya

: Tesis

Demi Pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De Kock bukittinggi Hak Bebas Royalti Non Eksklusif ( Non-exclusive Royalti Free Right ) atas karya ilmiah saya Yang berjudul :

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Petugas Dalam Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap Di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018”

Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan) Dengan Hak Bebas Royalti Non Eksklusif ini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De Kock Bukittinggi berhak Menyimpan, mengalih media/fotmatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan Data (database), merawat dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap Mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Bukittinggi

Pada Tanggal

:15 Agustus 2019

Peneliti

HALAMAN PERSETUJUAN

Tesis ini diajukan oleh

:

Nama

: Silvi Susanti

NIM

: 1713101007

Program Studi

: Megister Kesehatan Masyarakat

Judul Tesis

: Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan

Petugas Dalam Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap

Di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun

2018.

Telah disetujui untuk diseminarkan dan dipertahankan di hadapan Dewan Penguji

sebagai

bagian

persyaratan

yang diperlukan

untuk

memperoleh

gelar

Megister

Kesehatan Masyarakat pada Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program

Megister, Stikes Fort De Kock Bukittinggi.

Pembimbing I

DR. Wijayantono, M.Kes

Pembimbing II

Adriani, SKP, M.Kes

HALAMAN PENGESAHAN

Tesis ini diajukan oleh Nama NIM Program Studi Judul Tesis

:

: Silvi Susanti : 1713101007 : Megister Kesehatan Masyarakat : Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Petugas Dalam Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap

Di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun

2018.

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Megister Kesehatan Masyarakat pada

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Megister, Stikes Fort De Kock Bukittinggi.

DEWAN PENGUJI

Pembimbing I : DR. Wijayantono, M. Kes

(

)

Pembimbing II : Adriani, SKP, M. Kes

(

)

Penguji

I

: DR. Evi Hasnita, Spd, Ns, M. Kes

(

)

Penguji

II

: Nurhayati, S.ST, M.Biomed

(

)

Penguji III

: Wira Iqbal, SKM, MPH

(

)

Disahkan Oleh :

Ketua Stikes Fort De Kock

Nurhayati, S.ST, M. Biomed

HALAMAN PENGESAHAN

Tesis ini diajukan oleh Nama NIM Program Studi Judul Tesis

:

: Silvi Susanti : 1713101007 : Megister Kesehatan Masyarakat : Analisis Kinerja Petugas Dalam Peningkatan Capaian Imunisasi Dasar Lengkap Di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018.

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Megister Kesehatan Masyarakat pada

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Megister, Stikes Fort De Kock Bukittinggi.

DEWAN PENGUJI

Pembimbing I : DR. Wijayantono, M. Kes

(

)

Pembimbing II : Adriani, SKP, M. Kes

(

)

Penguji

I

: DR. Evi Hasnita, Spd, Ns, M. Kes

(

)

Penguji

II

: Nurhayati, S.ST, M.Biomed

(

)

Disahkan Oleh :

Ketua Stikes Fort De Kock

Nurhayatis, S.ST, M. Biomed

Puji

KATA PENGANTAR

syukur

penulis

persembahkan

kehadirat

Allah

SWT

yang

telah

melimpahkan Rahmat Hidayah-Nya dan telah menuntun hamba dengan Cahaya

Kasih-Nya,

serta

seiring

salam

kepada

Habibullah

baginda

Nabi

Besar

Muhammad SAW yang turut membimbing umat manusia selama di dunia melalui

penerusnya.

Tiada kalimat yang pantas untuk penulis ucapkan melainkan ungkapan

syukur

yang

sebesar-besarnya

kepada

Allah

SWT,

kekuatan,

kesabaran

dan

petunjuk

serta

ketabahan

yang

telah

memberikan

kepada

penulis

dalam

penyusunan Tesis ini, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tesis

yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Petugas Dalam

Pencapaian Imunisasi

Dasar Lengkap Di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah

Datar Tahun 2018” yang bertujuan untuk melengkapi salah satu syarat dalam

memenuhi ujian akhir pada pendidikan Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat di

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2019.

Dalam pembuatan Tesis ini, peneliti banyak menghadapi hambatan namun

berkat arahan dan bimbingan dari Bapak Dr. Wijayantono, SKM, M.Kes, selaku

pembimbing

I

yang

telah

banyak

memberikan

waktu,

pemikiran,

nasehat,

bimbingan, arahan dan motivasi dalam membimbing serta mengarahkan penulis

dalam penyusunan Tesis dan Ibu Adriani, S. Kep, M. Kes selaku pembimbing II

yang telah banyak meluangkan waktu, pemikiran, ketelatenan, ketulusan dan

penuh kesabaran membimbing serta mengarahkan penulis dalam penyusunan

Tesis.

i

Terwujudnya Tesis ini juga tidak terlepas dari bantuan, partisipasi serta

bimbingan yang sangat berharga dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada

kesempatan ini izinkanlah penulis menyampaikan rasa hormat yang sedalam-

dalamnya dan terima kasih yang tidak terhingga kepada :

1. Bapak Drs. Irdinansyah Tarmizi selaku Bupati Kabupaten Tanah Datar yang

telah memberikan izin untuk pengambilan data dan melakukan penelitian.

2. Ibu Nurhayati, S.ST, M.Biomed selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan

Fort De Kock Bukittinggi dan selaku Penguji II yang telah banyak memberikan

saran, semangat, masukan serta arahan guna penyempurnaan penyusunan

Tesis.

3. Bapak Prof. Dr. dr. H. Nursal Asbiran selaku Ketua Program Studi Magister

Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pembimbing Akademik dan Penguji 1 karena

berkat ketulusannya ditengah kesibukannya dari kegiatan Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan

Fort

De

Kock

Bukittinggi

telah

banyak

memberikan

saran,

semangat, masukan serta arahan guna penyempurnaan penyusunan Tesis.

4. Bapak/Ibu

Kepala

Dinas

Kepala

Dinas

Kesatuan

Bangsa

dan

Politik,

Bapak/Ibu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, Kepala Bidang,

Pemegang Program Imunisasi Kabupaten Tanah Datar, Bapak/Ibu Kepala

Puskesmas

di

Kabupaten

Tanah

Datar,

Pelaksanan

Imunisasi

di

Dinas

Kesehatan

Kabupaten

Tanah

Datar

yang

telah

memberikan

izin

untuk

pengambilan data serta melakukan penelitian.

5. Untuk para dosen dan staf tata usaha Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De

Kock Bukittinggi, khususnya dosen Program Studi Magister Ilmu Kesehatan

ii

Masyarakat yang turut berperan banyak dalam memberikan saran, masukan

dan arahan serta turut berpartisipasi dalam penyusunan Tesis.

6. Untuk Suami (Hadimon, S.Pdi) dan Ananda (Dzaka Khairan) yang telah

banyak melakukan pengorbanan dan akan selalu menjadi semangat hidup

penulis. Bantuan moral, materil, dorongan semangat, cinta, kasih sayang dan

harapan serta Do’a yang tulus sangat berperan penting dalam keberhasilan

menyelesaikan pembuatan Tesis.

7. Untuk Ibunda (Yulinar) dan Ayahanda (Zakiruddin), Ibu Mertua ( Fatmawati)

terima kasih yang sebesar-besarnya karena selalu membantu dan mendoakan

Ananda dalam penyelesaian tesis ini, adik-adikku tercinta, Rio Irawan Spd,

Dian Oktavia S.ST, Widia Sari, Spd, Kons, Ramadani dan Wulan Agustin,

Spd, terimakasih atas Dukungan dan Do’anya ,

8. Seluruh keluarga besar tercinta, yang senantiasa memberikan bantuan baik

moral maupun materil, kasih sayang, do’a restu, support dan harapan yang

selalu menjadi semangat penulis hingga dapat terselesaikan penyusunan Tesis.

9. Seluruh

teman-teman

Sekolah

Tinggi

Ilmu

Kesehatan

Fort

De

Kock

Bukittinggi Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, yang selalu

mengingatkan dan memberi motivasi kepada penulis serta saling berbagi baik

dalam keadaan suka maupun duka selama dalam menjalani pendidikan di

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De Kock Bukittinggi. Teman-teman Dinas

Kesehatan Kabupaten Tanah Datar

yang telah memberikan Dukungan dan

Do’a, Usaha maksimal telah dilakukan penulis dalam melakukan penyusunan

Tesis ini seperti kata pepatah mengatakan “Tiada gading yang tidak retak, tiada

manusia yang tidak bersalah”, begitu juga dengan penyusunan Tesis. Penulis

iii

berharap Tesis ini dapat bermanfaat bagi kita semua, bagi pengembangan ilmu

kesehatan terutama Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Akhir kata, Semoga Allah SWT berkenan membalas segala kebaikan

semua pihak yang telah membantu serta melimpahkan Rahmat dan Hidayah-

Nya kepada kita semua. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

iv

Bukittinggi,

Juli

Silvi Susanti

2019

LAMPIRAN

KUESIONER

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Petugas Dalam Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap Di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018 ( Pengetahuan, Masa Kerja, Sikap, Motivasi, Kepemimpinan, Imabalan ).

Identitas responden

1. Nama

:

2. Alamat

:

3. Umur

:

4. Pendidikan terakhir

:

5. Pekerjaan

:

6. Puskesmas/Dinas :

7. Wilayah Kerja Responden

:

8. Jabatan

:

I. Pengetahuan Petugas

1. Apakah ibu/bapak tahu tentang program imunisasi rutin?

a. Tahu

b. Ragu-Ragu

c. Kurang Tahu

d. Tidak tahu

2. Apa saja program imunisasi dasar rutin yang ibu/bapak ketahui?

a. BCG

b. DPT, Polio

c. Campak/Hepatitis B

d. a,b,c,d

3. Apakah ibu/bapak tahu tentang imunisasi BCG?

a. Tahu

b. Ragu-Ragu

c. Kurang Tahu

d. Tidak tahu

4. Penyakit apa yang dapat dicegah dengan imunisasi BCG?

a. TBC (Tuberculosis)

b. Polio, Campak

c. Hepatitis B,Difteri, Batuk 100 hari (Batuk rejan), Tetanus

d. A, b, c

5. Berapa kali imunisasi BCG diberikan?

a. 1 kali

b. 2 kali

c. 3 kali

d. 4 kali

6. Kapan imunisasi BCG diberikan?

a. Saat bayi berumur 2 bulan

b. Saat bayi berumur kurang 1 bulan

c. Saat bayi berumur 3 bulan

d. Saat bayi berumur 4 bulan

7. Apakah ibu/bapak tahu tentang imunisasi Hepatitis B?

a. Tahu

b. Ragu-Ragu

c. Kurang Tahu

d. Tidak tahu

8. Penyakit apa yang dapat dicegah dengan imunisasi Hepatitis B?

a. Difteri, Batuk 100 hari (Batuk rejan), Tetanus

b. Hepatitis B

c. TBC (Tuberculosis)

d. Campak, Polio

9. Berapa kali imunisasi Hepatitis B 0 diberikan?

a. 1 kali

b. 2 kali

c. 3 kali

d. 4 kali

10. Kapan imunisasi Hepatitis B 0 diberikan?

a. Segera setelah bayi lahir

b. Saat bayi berusia 1 bulan

c. Saat bayi berusia 2 bulan

d. Saat bayi berusia 3 bulan

11. Apakah ibu tahu tentang imunisasi DPT

a. Tahu

b. Ragu-Ragu

c. Kurang Tahu

d. Tidak tahu

12. Penyakit apa yang dapat dicegah dengan imunisasi DPT?

a. Difteri, Batuk 100 hari (Batuk rejan), Tetanus

b. Hepatitis B

c. Campak

d. Polio, TBC (Tuberculosis)

13.

Apakah ibu tahu tentang imunisasi Combo DPT-HB?

a. Tahu

b. Ragu-Ragu

c. Kurang Tahu

d. Tidak tahu

14. Berapa kali imunisasi Combo DPT-HB diberikan?

a. 1 kali

b. 2 kali

c. 3 kali

d. 4 kali

15. Kapan imunisasi Combo DPT-HB diberikan?

a. Saat bayi berumur 1 bulan

b. Saat bayi berumur 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan

c. Saat bayi berumur 5 bulan dan 6 bulan

d. Saat bayi berumur 10 bulan

16. Apakah ibu/bapak tahu tentang imunisasi Polio?

a. Tahu

b. Ragu-Ragu

c. Kurang Tahu

d. Tidak tahu

17. Penyakit apa yang dapat dicegah dengan imunisasi Polio?

a. TBC (Tuberculosis)

b. Polio

c. Campak

d. Difteri, Batuk 100 hari (Batuk rejan), Tetanus, Hepatitis B,

18. Berapa kali imunisasi Polio diberikan ?

a. 1 kali

b. 2 kali

c. 3 kali

d. 4 kali

19. Kapan imunisasi Polio diberikan?

a. Saat bayi berumur 5 bulan dan 6 bulan

b. Saat bayi berumur 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan

c. Saat bayi berumur 5 bulan, 6 bulan, 7 bulan

d. Saat bayi berumur 8 bulan, 9 bulan, 10 bulan

20. Apakah ibu/bapak tahu tentang imunisasi Campak?

21. Tahu

22. Ragu-Ragu

23. Kurang Tahu

d. Tidak tahu

21.

Penyakit apa yang dapat dicegah dengan imunisasi Campak?

a.

Polio

b.

Difteri, Batuk 100 hari (batuk rejan), Tetanus

c.

Campak

d.

Hepatitis B, TBC (Tuberculosis)

22.

Berapa kali imunisasi Campak diberikan?

a.

1 kali

b.

2 kali

c.

3 kali

d.

4 kali

23. Kapan imunisasi Campak diberikan?

a. Saat bayi berumur 8 bulan

b. Saat bayi berumur 6 bulan dan 7 bulan

c. Saat bayi berumur 9 bulan

d. Saat bayi berumur 9 bulan

24. Dimanakah ibu/bapak bisa melaksanakan imunisasi?

a. Kantor Kelurahan

b. Posyandu/Puskesmas

c. Rumah Dukun

d. Rumah Warga

25. Siapa saja yang mendapatkan imunisasi dasar?

a. Orang dewasa

b. Bayi umur 0 – 11 bulan

c. Anak umur lebih dari 1 tahun d. Remaja

II.

Pendidikan Petuagas

26. Apakah pendidikan/ijazah terakhir bapak /ibu ?

a. SD

b. SLTP

c. SMA/SPK

d. D3 (AKPER, AKBID ), D4, S1, Nurse, S2

III. Masa Kerja

27. Sudah berapa Lama bapak/Ibu melaksanakan tugas di

Dinas/Puskesmas

a. 0 sampai 2 Tahun

b. 2,1 Tahun sampai 3 Tahun

c. 3, 1 Tahun Sampai 5 Tahun

d. Lebih dari 5 Tahun

28. Sudah berapa Lapa bapak/Ibu menjadi Petugas/Pelaksana Imunisasi a.0 sampai 2 Tahun b.2,1 Tahun sampai 3 Tahun

c. 3 Tahun Sampai 5 Tahun

d. Lebih dari 5 Tahun

IV. Sikap

29. Apakah ibu/bapak setuju dengan adanya program imunisasi

Dasar Lengkap ?

a. Setuju Sekali

b. Setuju

c. Kurang Setuju

d. Tidak setuju

30. Apakah ibu/bapak melaksanakan imunisasi BCG kepada bayi 0-1 bulan ?

a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-Kadang

d. Tidak Pernah

31.

Apakah ibu/bapak melaksanakan imunisasi Hepatitis B pada bayi berumur 0-1 bulan ?

a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-kadang

d. Tidak Pernah

32. Apakah ibu/bapak melaksanakan imunisasi DPT pada bayi berumur 2-6 bulan ?

a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-kadang

d. Tidak Pernah

33. Apakah ibu /bapak yakin melaksanakan imunisasi Polio pada bayi berumur 0-6 bulan ?

a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-kadang

d. Tidak Pernah

34. Apakah ibu/bapak yakin melaksanakan imunisasi Campak pada bayi berumur 9-11 bulan?

a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-kadang

d. Tidak Pernah

35. Apakah ibu/bapak melaksanakan imunisasi pada bayi 0-11 bulan?

a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-kadang

d. Tidak Pernah

36. Apakah ibu /bapak melaksanakakan imunisasi BCG pada bayi 0-1 bulan ?

a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-kadang

d. Tidak Pernah

37. Apakah ibu/bapak melaksanakan imunisasi Hepatitis B 0 ?

a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-kadang

d. Tidak Pernah

38. Apakah ibu/bapak melaksanakan imunisasi Combo DPT-HB I pada bayi 2-3 bulan?

a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-kadang

d. Tidak Pernah

39. Apakah ibu/ bapak melaksanakan imunisasi Combo DPT-HB II pada bayi berumur 3-4 bulan?

a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-kadang

d. Tidak Pernah

40. Apakah ibu/ bapak melaksanakan imunisasi Combo DPT-HB III pada bayi berumur 4-5 bulan?

a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-kadang

d. Tidak Pernah

41. Menurut ibu/bapak perlukah imunisasi Polio I diberikan?

a. Perlu

b. Kurang Perlu

c. Ragu-Ragu

d. Tidak Perlu

42. Menurut ibu perlukah imunisasi Polio II diberikan?

a. Perlu

b. Kurang Perlu

c. Ragu-Ragu

d. Tidak Perlu

43. Menurut ibu/bapak perlukah imunisasi Polio III diberikan?

a. Perlu

b. Kurang Perlu

c. Ragu-Ragu

44.

Menurut ibu/bapak perlukah imunisasi Polio IV diberikan?

a. Perlu

b. Kurang Perlu

c. Ragu-Ragu

d. Tidak Perlu

45.

Menurut ibu/bapak perlukah imunisasi Campak diberikan?

a. Perlu

b. Kurang Perlu

c. Ragu-Ragu

d. Tidak Perlu

43.

Apakah ibu /bapak bersedia memberikan informasi mengenai program imunisasi rutin?

a. Bersedia

b. Kurang Bersedia

c. Ragu-Ragu

d. Tidak Bersedia

44.

Apakah ibu/bapak bersedia akan tetap melaksanakan program imunisasi rutin walaupun jarak ke Puskesmas/Posyandu jauh?

a. Bersedia

b. Kurang Bersedia

c. Ragu-Ragu

d. Tidak Bersedia

V. Motivasi

Tanggapan responden terhadap Motivasi Kerja

No

Pernyataan

STS

TS

S

SS

1

2

3

4

 

Prestasi mempengaruhi motivasi setiap Petugas

       

1.

Imunisasi Dalam bekerja

2.

Pengakuan dari Dinas Kesehatan membuat Petugas

Imunisasi lebih giat bekerja

 

Semangat Petugas Imunisasi dalam bekerja dipengaruhi

3.

oleh

Cocok atau tidaknya pekerjaannya

 

Tanggung jawab yang diberikan pada Petugas

4.

Imunisasi

memotivasi Petugas Imunisasi tersebut tersebut dalam bekerja

5.

Kemajuan pada Dinas Kesehatan memberikan semangat

Pada petugas imunisasi untuk lebih giat bekerja

 

Kedekatan hubungan antar Petugas Kesehatan

6.

memberikan

Rasa nyaman dalam bekerja

7.

Pengawasan (terutama dari atasan) membuat petugas

Imunisasi lebih giat bekerja

 

Gaji dan tunjangan dapat memotivasi Petugas

8.

/Pelaksana

Imunisasi dalam bekerja

9. Lingkungan yang nyaman membuat Petugas/ Pelaksana Imunisasi semanagat bekerja
9.
Lingkungan yang nyaman membuat Petugas/ Pelaksana
Imunisasi semanagat bekerja

VI. Kepemimpinan

45. Kepala Puskesmas di tempat bapak/ibu bekerja menjelaskan rincian tugas

dari bapak/ibu tentang Pelaksanaan Imunisasi dasar Lengkap

a. Tidak Pernah

b. Jarang

c. Sering

d. Selalu

46. Kepala Puskesmas di tempat bapak/ibu bekerja memberikan perhatian terhadap program Imunisasi Dasar Lengkap di Tempat bapak/ ibu

a. Tidak Pernah

b. Jarang

c. Sering

d. Selalu

47. Apakah Kepala Puskesmas di tempat bapak/ibu bekerja memahami program imunisasi Imunisasi Dasar Lengkap

a. Tidak Paham

b. Kurang Paham

c. Paham

d. Sangat Paham

48. Apakah Kepala Puskesmas Bapak/Ibu memberikan arahan dan bimbingan mengenai imunisasi Dasar Lengkap

a. Tidak Pernah

b. Jarang

c. Sering

d. Selalu

49. Apakah Kepala Puskesmas Bapak/Ibu dapat menciptakan suasana yang baik dalam pelaksanaan imunisasi dasar lengkap

a. Tidak Pernah

b. Jarang

c. Sering

d. Selalu

50.

Apakah Kepala Puskesmas Bapak/Ibu dapat mendelegasikan wewenang mengenai pelaksanaan Imunisasi Dasar Lengkap

a. Tidak Pernah

b. Jarang

c. Sering

d. Selalu

VII. Insentif

51. Berapakah imbalan /insentif yang bapak/ibu dapatkan dalam melaksanakan imunisasi rutin?

a. 0 sampai 500 ribu

b. 500 ribu sampai 1 Juta

c. 1 Juta sampai 2 juta

d. Lebih dari 2 Juta

VIII. Imunisasi Dasar Lengkap

52. Jenis Imunisasi Apakah yang Bapak Ibu Berikan dalam Imunisasi Rutin 0-1 Tahun?

a. BCG, HB-0

b. DPT-HIB-Campak

c. Polio

d. HB0, BCG, DPT-HIB, Polio, Campak

53. Bagaimanakah capaian Imunisasi Dasar Lengkap yang Bapak/Ibu Lakukan terhadap sasaran imunisasi di tempat Bapak/Ibu?

a. Rendah

b. Cukup

c. Sedang

d. Lengkap

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Tesis ini adalah karya saya sendiri dan semua sumber baik yang dikutip maupun

Dirujuk, telah saya nyatakan dengan benar.

Tesis ini diajukan oleh :

Nama

: Silvi Susanti

NIM

: 1713101007

Program Studi

: Megister Kesehatan Masyarakat

Judul Tesis

: Analisis Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Petugas

Pencapaian Dalam Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap Di

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018

Peneliti

Silvi Susanti

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI

TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai sivitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De Kock Bukittinggi, Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama

: Silvi Susanti

NIM

: 1713101007

Program Studi

: Megister Kesehatan Masyarakat

Jenis Karya

: Tesis

Demi Pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De Kock bukittinggi Hak Bebas Royalti Non Eksklusif ( Non-exclusive Royalti Free Right ) atas karya ilmiah saya Yang berjudul :

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Petugas Dalam Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap Di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018

beserta perangkat yang ada (jika diperlukan) Dengan Hak Bebas Royalti Non Eksklusif ini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De Kock Bukittinggi berhak Menyimpan, mengalih media/fotmatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan Data (database), merawat dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap Mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Bukittinggi

Pada Tanggal

:15 Agustus 2019

Peneliti

Silvi Susanti

ABSTRAK

Nama

:

Silvi Susanti

Jurusan

: Magister Kesehatan Masyarakat

Judul

: Analisis Faktor – Faktor Yang Berhubungan dengan Petugas Dalam Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018

Imunisasi menyelamatkan jutaan nyawa dan satu intervensi kesehatan yang paling berhasil dan efektif, Namun, masih ada lebih dari 19 juta anak di dunia yang tidak divaksinasi, capaian imunisasi rutin di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2019 rata-rata belum mencapai 50%. Tujuan umum dari penelitian ini adalah penelitian ini untuk mengetahui Analisis Faktor- Faktor Yang Berhubungan Petugas Dalam Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap Di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018. Penelitian ini adalah Penelitian Observasional dan Metodelogi Survey Analitik dengan pendekatan Kombinasi ( Mixed Methods ). Penelitian ini di lakukan di Kabupaten Tanah Datar pada bulan April sampai Juli 2019. Di mana sampel Kuantitatif yaitu Pelaksana Imunisasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar sebanyak 69 orang, pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Untuk kualitatif 15 informan menggunakan komponen input, proses dan output. Hasil dari penelitian Pengetahuan Petugas yang baik 58 (84,1%) responden, Masa Kerja Baru 11 (15,9%), Sikap Baik 41 (59,4%), kurang mendukung imunisasi 11 (15,9%), dukungan kepemimpinan 17 (24,6%), insentif besar 11 (15,9%) responden, Input Pedoman Teknis, DPA, Kebijakan, Tenaga (Pengetahuan, Sikap, Masa Kerja, Motivasi, Pemimpin, Insentif) Proses (Pelaksanaan Imunisasi Dasar Lengkap, sweeping) Output (Capaian Imunisasi Dasar Lengkap). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Pengetahuan petugas perlu ditingkatkan, Masa kerja petugas antara 7 sampai 30 tahun tapi capaian imunisasi masih rendah, petugas sudah lansung terlibat dalam imunisasi tapi masih perlu meningkatkan penyuluhan dan pendekatan intensif kepada orang tua bayi, Pengawasan dan Reward dari pimpinan sangat diperlukan dalam pelaksanaan imunisasi dasar lengkap, insentif kepada petugas lebih ditingkatkan sehingga capaian imunisasi dasar lengkap bisa mencapai target.

Kata Kunci

: Petugas, Imunisasi Dasar Lengkap

Daftar Bacaan

: 43 ( 1992-2019 )

ABSTRACT

Nama

: Silvi Susanti

Jurusan

: Master of Public Health

Judul

: Analysis of Factors Related to Officers in Achieving Complete Basic Immunization in Tanah Datar District Health Office in

2018

Immunization saves millions of lives and is one of the most successful and effective health interventions. However, there are still more than 19 million children in the world who are not vaccinated, the achievement of routine immunizations in the District Health Office of Tanah Datar in 2019 has not reached 50% on average. he general objective of this research is to study the Analysis of Factors Related to Officers in Achieving Complete Basic Immunization in Tanah Datar District Health Office in 2018 . This research is an Observational Research and Analytical Survey Methodology research with a Combined approach (Mixed Methods). This research was conducted in Tanah Datar District from April to July 2019. Where the Quantitative sample is the Immunization Implementer in the Tanah Datar District Health Office as many as 69 people, sampling using Purposive Sampling. For qualitative 15 informants used imput components, processes and outputs. The results of the Good Knowledge Officers research 58 (84.1%) of respondents, 11 years of new service (15.9%), 41 (59.4%) good attitude, less support for immunization 11 (15.9%), leadership support 17 (24.6%), large incentives 11 (15.9%) respondents, Input Technical Guidelines, DPA, Policy, Personnel (Knowledge, Attitudes, Years of Service, Motivation, Leaders, Incentives) Process (Implementation of Complete Basic Immunization, sweeping) Output (Complete Basic Immunization Achievement). Based on the results of the study it can be concluded that the knowledge of officers needs to be improved, the working period of officers between 7 to 30 years but immunization achievements are still low, the officers are directly involved in immunization but still need to improve counseling and an intensive approach to the baby's parents, supervision and rewards from the leaders are very necessary in the implementation of complete basic immunization, incentives to officers are further improved so that the achievement of complete basic immunization can reach the target.

Keywords

: Officers, Complete Basic Immunization

References

: 43 (1992-2019)

1

A. Latar Belakang

Imunisasi

BAB I PENDAHULUAN

adalah

suatu

cara

untuk

meningkatkan

kekebalan

seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia

terpajan pada antigen yang serupa tidak terjadi penyakit. Imunisasi dasar

adalah pemberian

imunisasi awal bayi

pada

usia 0-12 bulan untuk

mencapai kadar kekebalan di atas ambang perlindungan (Ranuh, 2008).

Menurut Depkes RI (2009), imunisasi adalah suatu cara untuk

meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen,

sehingga

bila

kelak

terpajan

antigen

serupa

tidak

terjadi

penyakit.

Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Tubuh

diberikan vaksin

yang mengandung kuman

yang sudah dilemahkan,

caranya bisa diteteskan melalui mulut seperti imunisasi polio dan bisa

juga melalui injeksi.

Upaya pelayanan imunisasi dilakukan melalui kegiatan imunisasi

dasar lengkap yang terdiri dari HB 0-7 hari 1 kali, BCG 1 kali, DPT-HB-

Hib 3 kali, Polio 4 kali, dan campak 1 kali dan imunisasi tambahan

dengan tujuan agar dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian

akibat penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi (PD3I).

Imunisasi menyelamatkan jutaan nyawa dan secara luas diakui

sebagai salah satu intervensi kesehatan yang paling berhasil dan efektif

(hemat biaya) di dunia. Namun, masih ada lebih dari 19 juta anak di

dunia yang tidak divaksinasi atau vaksinasinya tidak lengkap, yang

2

membuat mereka sangat berisiko untuk menderita penyakit-penyakit

yang berpotensi mematikan. Dari anak-anak ini, 1 dari 10 anak tidak

pernah menerima vaksinasi apapun, dan umumnya tidak terdeteksi oleh

sistem kesehatan. Memperluas akses imunisasi adalah hal yang sangat

penting

dalam

mencapai

Sustainable

Development

Goals

(SDG).

Vaksinasi tidak hanya mencegah penderitaan dan kematian yang terkait

dengan

penyakit

menular

seperti

tuberkulosis,

diare,

campak,

pneumonia (infeksi paru-paru), polio dan batuk rejan.

Berdasarkan

data

dari

Direktorat

Jendral

Pencegahan

dan

Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan Republik

Indonesia, cakupan imunisasi dasar bagi bayi usia 0-11 bulan pada tahun

2017 mencapai 92,04% (dengan target nasional 92%). Hasil tersebut

menunjukkan bahwa program imunisasi telah mencapai target, namun

dengan catatan terjadi penambahan kantong dengan cakupan dibawah

80% dan cakupan antara 80-91,5%.

Capaian Imunisasi Dasar Lengkap pada Provinsi Sumatera Barat

adalah DPT-HB-Hib 1 adalah 80.9%, Polio 4 adalah 81, 2% dan capaian

imunisasi dasar lengkap adalah 78,7 %, persentase capain imunisasi

dasar

lengkap

di

Provinsi

Sumatera

Barat

masih

dibawah

capaian

imunisasi dasar lengkap Nasional. ( Profil Dinas Kesehatan Provinsi

Sumatera Barat, 2017 ).

Capaian Imunisasi Dasar Lengkap pada Dinas Kesehatan Tahun

2018 adalah HB-0-7 adalah 54,62% target 95%, BCG 46.81 % dari

3

Target 95%, Polio 1

45.63% dari target 95% sedangkan untuk DPT-

HB-Hib 1

capaian imunisasi sebesar 48.63% dari target 90%, Polio 2

sebesar 49.32% dari target 90%, DPT-HB-Hib 2 capaian 47.25% dari

target 90%, Polio 2 49.32% dari target 90%, Polio 3 48.10% dari target

90%, DPT-HB-Hib 3 capaian 47.65% target 90%, Polio 4 capaian

45.12% dari target 90%, dan Campak capaian 46.24% dari target 90%.

(Laporan Imunisasi Dinkes Kab. Tanah Datar ).

Dari data laporan imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah

Datar

dapat

dilihat

capaian

dari

imunisasi

dasar

lengkap

belum

mencapai target dari target kunjungan pertama usia bayi 0 sampai 1

bulan target 95% hanya tercapai

46.81% untuk

imunisasi BCG, dan

HB 0-7 hari dan Polio 1 hanya tercapai 54.62% dan 45.63%, pada

kunjungan kedua rata-rata pencapaian imunisasi dasar lengkap kurang

dari 50% dari target 90%, ini merupakan masalah dalam pencapai

program dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Diperkirakan 1,7 juta kematian atau 5% terjadi pada balita di

Indonesia adalah akibat PD3I. WHO memperkirakan kasus TBC di In-

donesia merupakan nomor 3 terbesar di dunia setelah Cina dan India

dengan asumsi preva- lensi BTA (+) 130 per 100.000 penduduk. Sejak

tahun 1991, kasus pertusis muncul sebagai kasus yang sering dilaporkan

diIndonesia, sekitar 40% kasus pertusis menyerang balita. Kemudian

insiden tetanus di Indonesia untuk daerah perkotaan sekitar 6-7 per-

1000 kelahiran hidup, sedangkan di pedesaan angkanya lebih tinggi

4

sekitar 2-3 kalinya yaitu 11-23 per-1000 kelahiran hidup dengan jumlah

kematian kira-kira 60.000 bayi setiap tahunnya.

Menurut United Nations Children's Fund (UNICEF) diantara

2.400 anak di Indonesia meninggal setiap hari adalah termasuk yang

meninggal akibat dari penyakit menular yang seharusnya dapat dicegah

dengan imunisasi (PD3I).

 

Salah

satu

yang mempengaruhi

capaian

program

imunisasi

dasar

lengkap

adalah

yang

melaksanakan

imunisasi

tersebut

yaitu

petugas Imunisasi, di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Petugas

Imunisasi terdiri Pengelola Imunisasi di Dinas Kabupaten 1 orang, 23

orang petugas imunisasi di 23 Puskesmas serta dibantu oleh Bidan Pustu

dan Bidan Polindes, yang sangat berperan dalam pencapaian program

imunisasi dasar lengkap di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar.

Terdapat beberapa pendapat yang mengenai faktor-faktor yang

mempengaruhi

kinerja

Chung/Megginson,

dalam

pegawai.

Menurut

Sugiono(2009:12)

Moorhead

dan

kinerja

pegawai

dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ; a. Kualitas Pekerjaan (Quality

of Work), b.Kuantitas Pekerjaan (Quantity ofWork), c. Kerjasama ( Team

Work ), d. Kreatifitas (Creativity) f. Inovasi (Inovation), g. Inisiatif

(Initiative).

Pendapat lain dikemukakan oleh ( Mahmudi / 2005 P. 21), yaitu

a.

Faktorpersonal

(Individu),

meliputi

:

Pengetahuan,

kemampuan,

kepercayaan

diri,

motivasi

dan

komitmen

yang

dimiliki

oleh

5

setiapindividu,

b.

Faktor

kepemimpinan,

meliputi

:

kualitas

dalam

memberikan dorongan, semangat, arahan, dan dukungan yang diberikan

pimpinan atau teamleader, c. Faktor team, meliputi : kualitas dukungan

dan semangat yang diberikan oleh rekan satu tim, kepercayaan terhadap

sesama anggota tim, keserataan dan kekompakan anggota tim, d. Faktor

sistem, meliputi : sistem kerja, fasilitas kerja, atau infrastruktur yang

diberikan organisasi, proses organisasi dan kultur kerja dalamorganisasi.

Sedangkan menurut Harbani Pasolong (2010:186), faktor-faktor yang

mempengaruhi kinerja pegawai adalah sebagai berikut :

a) Kemampuan, yaitu kemampuan dalam suatu bidang yang dipengaruhi

oleh bakat, intelegensi (kecerdasan) yang mencukupi dan minat.

b) Kemauan, yaitu kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang

tinggi untuk tujuanorganisasi.

c) Energi,

yaitu

sumber

kekuatan

dari

dalam

diri

seseorang.

Denganadanya

energi,

seseorang

mampu

merespon

dan

bereaksi

terhadap

apapun

yang

dibutuhkan,

tanpa

berpikir

panjang

atau

perhatian secara sadar sehingga ketajaman mental serta konsentrasi

dalam mengelola pekerjaan menjadi lebih tinggi.

d) Teknologi, yaitu penerapan pengetahuan yang ada untuk mepermudah

dalam melakukan pekerjaan.

e) Kompensasi, yaitu sesuatu yang diterima oleh pegawai sebagai balas

jasa atas kinerja dan bermanfaat baginya.

f) Kejelasan tujuan, yaitu tujuan yang harus dicapai oleh pegawai. Tujuan

ini harus jelas agar pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai dapat

6

terarah dan berjalan lebih efektif danefisien.

g) Keamanan, yaitu kebutuhan manusia yang fundamental, karena pada

umumnya seseorang yang merasa aman dalam melakukan pekerjaannya,

akan berpengaruh kepada kinerjanya.

Menurut Penelitian Kusmiyati, Martha Irene, Lusia Ratna, Kartika

Wulan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, Sarana Prasarana, persepsi

kepemimpinan, supervisi, kompensasi dan motivasi dengan kinerja petugas

imunisasi. (Kusmiyati, 2010).

B. Rumusan Masalah

Dari uraian diatas dapat kita lihat bahwa masih banyak kematian yang

dapat dicegah oleh Imunisasi, diperkirakan 1,7 juta kematian atau 5% terjadi

pada balita di Indonesia, lebih dari 19 Juta anak didunia yang tidak diberi

imunisasi, di Negara Indonesian cakupan imunisasi dasar pada tahun 2017

mencapai 92,04% sudah mencapai target, pada propinsi Sumatera Barat

capaian imunisasi adalah 78,7% sampai 81,2%, sedangkan capaian imunisasi

dasar lengkap di Kabupten Tanah Datar kurang dari 50% dari target 95%.

Berdasarkan

uraian

pada

Latar Belakang diatas

dapat

dirumuskan

Permasalahan sebagai berikut “Bagaimanakah Analisis Faktor-Fakor yang

Berhubungan dengan Petugas dalam

Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap

di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018 ”

7

C. Tujuan

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui Bagaimanakah Analisis Faktor-Faktor yang

berhubungan

dengan

Petugas

Dalam

Pencapaian

Imunisasi

Dasar

Lengkap di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018.

2. Tujuan Univariat

Mengetahui Distribusi Frekuensi Pengetahuan, Masa Kerja, Sikap,

Motivasi,

Kepemimpinan

dan

Imbalan

Petugas

di

Dinas

Kesehatan

Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018.

 

3.

Tujuan Bivariat

 

Mengetahui Hubungan Pengetahuan, Masa Kerja, Sikap,

Motivasi,

Kepemimpinan

dan

Insentif

Petugas

Imunisasi

di

Dinas

Kesehatan

Kabupaten Tanah Datar Dalam Pencaaian Imunisasi Dasar Lengkap di Di

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018.

D. Manfaat Penilitian

1. Manfaat bagi Petugas Pelaksana Imunisasi

Tesis

ini

dapat

dijadikan

sebagai

bahan

masukkan

dalam

Peningkatan

Capaian

Imunisasi

Dasar

Lengkap

di

Dinas

Kesehatan Kabupatn Tanah Datar, menurunkan penyakit yang

Dapat Dicegah Dengan Imunisasi.

2. Manfaat bagi Peneliti

Peneliti dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dari

proses belajar terkait ilmu kesehatan masyarakat mengenai Admistrasi

8

Kebijakan Kesehatan melalui Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan

dengan Petugas

Dalam Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap di Dinas

Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018.

3. Bagi Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Bagi Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Fort

De Kock, dapat menjadi bahan masukan dan menambah relasi dan

jaringan terkait penelitian dan menambah koleksi penelitian.

4. Bagi Dinas Kesehatan

Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai masukan untuk Petugas

dalam peningkatan capaian Imunisasi Dasar Lengkap ke depannya bagi

Dinas Kesehatan.

5. Bagi Pemegang Program

Hasil penelitian dapat dijadikan masukan dalam meningkatkan

capaian program Imunisasi Dasar Lengkap di Dinas Kesehatan.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini mengenai Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan

Dengan Petugas Dalam Pencapaian

Imunisasi

Dasar Lengkap di Dinas

Kesehatan Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2018, Penelitian ini dilakukan

untuk

melihat

Bagaimanakah

Analis

Faktor-Faktor

Yang

Berhubungan

Dengan Petugas Dalam Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap Di Dinas

Kesehaan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018.

Metode

yang

digunakan

dalam

penelitian

ini

adalah

penelitian

kualitatif

dengan

metode

observasional

dan

survey

dengan

pendekatan

kombinasi,

dimana

penelitian

survey

ini

bersifat

analitik

Untuk

9

mendapatkan penelitian narasumber

teknik

pengambilan

sampel pada

penelitian

ini

menggunakan

sistem Purposive Sampling.

Pengumpulan

data dilakukan

dengan

menggunakan

teknik wawancara, dan dokumentasi.

Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan analisis data

kualitatif yang akan dilakukan pada waktu bulan April sampai Juli

2019 di

wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar.

Populasinya seluruh Pelaksana Imunisasi yang berada di wilayah kerja

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar .

10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Imunisasi

1. Pengertian Imunisasi

Imunisasi dasar adalah pemberian imunisasi awal pada bayi yang

baru lahir sampai usia satu tahun untuk mecapai kadar kekebalan diatas

ambang perlindungan. (Depkes RI,2005). Sedangkan menurut

(Ranuh

dkk, 2001) imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kesehatan

seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia

terpapar antigen yang serupa tidak pernah terjadipenyakit.

Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya

penyakit tertentu (Theophilus, 2007), sedangkan yang dimaksud vaksin

adalah obat yang diberikan untuk membantu mencegah penyakit serta

membantu tubuh untuk menghasilkan antibodi berfungsi melindungi

tubuh (Theopahilus, 2007).

Imunisasi adalah usaha untuk memberikan kekebalan terhadap

penyakit infeksi pada bayi, anak dan juga orang dewasa (Indriarti, 2008).

Imunisasi merupakan rekasi antara antigen dan antibodi- antibodi, yang

dalam bidang ilmu imunologi merupakan kuman atau racun (toxin

disebut sebagai antigen) (Riyadi, 2009).

2. Syarat-syarat pemberian imunisasi

Ada beberapa jenis penyakit yang dianggap berbahaya bagi

anak,

yang

pencegahannya

dapat

dilakukan

dengan

pemberian

imunisasi dalam bentuk vaksin. Dapat dipahami bahwa imunisasi

11

hanya dilakukan pada tubuh yang sehat. Berikut ini keadaan tidak

boleh memperoleh imuisasi yaitu : anak sakit keras, keadaan fisik

lemah, dalam masa tunas suatu penyakit, sedang mendapat pengobatan

dengan

sediaan

kortikosteroid

atau

obat

imunisupresif

lainnya

(terutama vaksin hidup) karena tubuh mampu membentuk zat anti

yang cukup banyak (Huliana, 2003).

Menurut Depkes RI (2005), dalam pemberian imunisasi ada

syarat yang harus diperhatikan yaitu: diberikan pada bayi atau anak

yang sehat, vaksin yang diberikan harus baik, disimpan dilemari es

dan belum lewat masa berlakunya, pemberian imunisasi dengan teknik

yang tepat, mengetahui jadwal imunisasi dengan melihat umur dan

jenis imunisasi yang telah diterima, meneliti jenis vaksin yang telah

diberikan, memberikan dosis yang akan diberikan, mencatat nomor

batch pada buku anak atau kartu imuisasi serta memberikan informed

concent kepada orang tua atau keluarga sebelum melakukan tindakan

imunisasi yang sebelumnya telah dijelaskan kepada orang tuanya

tentang manfaat dan efek samping atau kejadian pasca imunisasi yang

dapat timbul setelah pemberian imunisasi.

3. Jenis Imunisasi

Ada

dua

jenis

klasifikasi

imunisasi,

kekebalan aktif (Sukarmin, 2009);

yaitu

kekebalan

pasif

dan

12

a. Imunisasi aktif

Merupakan imunisasi dengan cara menyuntikan antigen ke

dalam tubuh anak sendari yang membuat zat antibody yang akan

bertambah bertahun-tahun. imunisasi aktif akan bertahan lama

dibandingkan dengan imunisasipasif.

b. Imunisasi pasif

Disini tubuh tidak membuat sendiri zat anti akan tetapi

mendapatkannya dari luar dengan cara penyuntikan bahan atau

serum

yang

telah

mengandung

zat

anti.

Atau

anak

tersebut

mendapatkan dari ibu saat dalamkandungan.

4. Jenis-Jenis Vaksin Imunisasi Dasar Dalam Program Imunisasi

a. Vaksin BCG (Bacilius Calmette Guerine)

Diberikan pada umur sebelum 3 bulan. Namun untuk

mencapai

cakupan

yang

lebih

luas,

Departemen

Kesehatan

Menganjurkan pemberian BCG pada umur antara 0-12 bulan.

Pada pemberian imunisasi BCG akan menimbulkan reaksi: reaksi

lokal, 1-2 minggu setelah penyuntikan, pada area penyuntikan

timbul

kemerahan

Kemudian benjolan

dan

benjolan

kecil

yang

teraba

keras.

ini berubah

menjadi pustule (gelembung

berisinanah),lalu pecah membentuk luka terbuka(ulkus). Lukaini

akhirnya

sembuh

secara

spontan

dalam

waktu

8-12

minggu

dengan meningkatkan jaringan parut yang disebut scar. Reaksi

regional pembesaran kelenjar getah bening ketiak atau leher tanpa

disertai nyteri tekan maupun demam yang akan menghilangkan

13

dalam waktu 3-6 bulan.

b. Hepatitis B

Diberikan

segera

setelah

lahir,

mengingat

vaksinasi

hepatitis B merupakan upaya pencegahan yang sangat efektif

untuk memutuskan rantai penularan memalui transmisi maternal

dari ibu pada bayinya. Pemberian kepada anak yang sakit berat

sebaiknya ditunda sampai anak benar- benar pulih efek samping

dari pemberian vaksin HB adalah efek lokal nyeri pada tempat

suntikan, demam ringan,lesu, perasaan tidak enak pada saluran

pencernaan, yang akan hilang dalam beberapahari.

c. DPT (Dhifteri PertusisTetanus)

Diberikan 3 kali sejak umur 2 bulan (DPT tidak boleh

diberikan sebelum umur 6 minggu) dengan interval 4-8 minggu.

DPT

sering

menyebabkan

efeksamping

yang

ringan

seperti

demam ringan atau nyeri di tempat penyuntikan selama beberapa

hari efek samping terjadi karena adanya komponen pertusis di

dalam

vaksin.

menyebabkan

Pada

kurang

komplikasinya

dari

demam

1%

penyuntikan

DPT

tinggi

(lebih

40,5 0 C),

kejang,

kejang

demam,

syok

memberikan

respon).

Jika

anak

(kebiruan,

pucat,

lemah,tidak

mempunyai

riwayat

kejang.

Pemberian imunisasi diberikan adalah DT, yang hanya dapat

diperoleh di puskesmas (kombinasi toksoid difteri dan tetanus

(DT) mengandung 10-12 Lf dapat diberikan pada anak yang

memiliki

kontra

indikasi

terhadap

pemberian

vaksin

pertusis

14

(Ranuh, dkk, 2005).

d.

Polio

Diberikan segera setelah lahir sesuai pedoman program

pengembangan

imunisasi

(PPI)

sebagai

tambahan

untuk

mendapatkan

cakupan

yang

tinggi.

Kontraindikasipemberian

vaksin

polio

:

diare,

gangguan

kekebalan

(karena

obat

imunosupresan, kemoterapi, kortikosteroid).

e. Campak

Rutin dianjurkan dalam satu dosis 0,5 ml secara sub-kutan

dalam, pada umur 9 bulan. Kontraindikasi pemberian adalah

infeksi akut yang disertai demam lebih dari 38 0 C, gangguan

sistem kekebalan, alergi terhadap proteintelur.

f. Vaksin Kombinasi/Kombo

Vaksin

kombinasi

adalah

gabungan

beberapa

antigen tunggal satu jenis produk antigen untuk mencegah

penyakit

yang

berbeda.

Misalnya

Vaksin

kombinasi

DPT/Hb adalah gabungan antigen- antigen D-P-T dengan

 

antigen

Hb

untuk

mencegah

penyakit

difteri,

pertusis,

tetanus,dan Hb (Depkes RI, 2008).

 

5.

Alasan utama pembuatan vaksin kombinasi adalah:

 

a.

Kemasan

vaksin

kombinasi

lebih

praktis

dibandingkan

dengan

vaksin monovalen, sehingga mempermudah pemberian maka dapat

lebih meningkatkan cakupan imunisasi.

15

b.

Mengurang ferkuensi kunjungan ke fasilitas kesehatan sehingga

mengurangi biayapengobatan.

 

c.

Mengurangi biaya pengadaanvaksin.

d.

Memudahkan

penambahan vaksin baruke

dalam

program imunisasi yang telah ada.

e.

Untuk mengejar imunisai yang terlambat.

f.

Biaya lebihmurah.

6.

Manfaat Imunisasi

 

Manfaat imunisasi dapat dirasakan dalam tiga kategori

yaitu secara individu, sosial, dan dalam menunjang sistem kesehatan

nasional.

Singkatnya,

apabila

seorang

anak

telah

mendapatkan

imunisasi maka akan bisa terhindar dari penyakit infeksi yang ganas.

Makin banyak anak yang mendapat imunisasi, maka akan terjadi

penurunan pada angka kesakitan dan kematian. Kekebalan individu

ini akan mengakibatkan pemutusan rantai penularan penyakit dari

anak ke anak lain atau kepada orang dewasa yang hidup bersamanya.

Inilah yang disebut keuntungan sosial, karena dalam hal ini anak yang

tidak diimunisasi akan juga terlindung (kekebalan komunitas).

7.

Menurunnya angka kesakitan akan menurunkan pula biaya

pengobatan dan perawatan di rumah sakit, mencegah kematian dan

kecacatan yang dapat terjadi yang akan menjadi beban seumur hidup.

Dengan mencegah seorang anak dari penyakit infeksi, berarti akan

meningkatkan

kualitas

hidup

produktivitasnya kelak.

anak

dan

meningkatkan

daya

16

Menurut Proverawati (2010) manfaat dari imunisasi yaitu :

a. Untuk

anak:

mencegah

penderitaan

yang

disebabkan

oleh

penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian.

b. Untuk

Keluarga:

menghilangkan

kecemasan

dan

psikologi

pengobatan bila anak sakit, Mendorong pembentukan keluarga

apabila orang tua yakin bahwa anaknya akan menjalani masa

kanak- kanak yang nyaman.

c. Untuk

Negara:

memperbaiki

tingkat

kesehatan,

menciptakan

bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan

Negara.

Pelaksanaan program imunisasi dilaksanakan berdasarkan

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 / Menkes

/ 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi.

7. Kebijakan Program Imunisasi

Di indonesia, program imunisasi merupakan kebijakan nasional.

Program imunisasi di Indonesia dimulai pada tahun 1956 dan pada tahun

1990, Indonesia telah mencapai status Universal Child Immunization

(UCI), yang merupakan suatu tahap dimana cakupan imunisasi di suatu

tingkat administrasi telah mencapai 80 % atau lebih.

B. Kinerja Petugas

1. Pengertian Kinerja

Menurut

Ilyas

(2001),

untuk

mengetahui

faktor

yang

memengaruhi kinerja personal dilakukan pengkajian terhadap beberapa

17

teori kinerja. Secara teoritis ada tiga kelompok variabel memengaruhi

perilaku kinerja dan kerja yaitu variabel individu, variabel organisasi

dan

variabel

psikologis.

Ketiga

kelompok

variabel

tersebut

memengaruhi perilaku kerja yang pada akhirnya berpengaruh pada

kerja personal. Perilaku yang berhubungan dengan kinerja adalah yang

berkaitan dengan tugas-tugas pekerjaan yang harus diselesaikan untuk

mencapai sasaran suatu jabatan atau tugas.

Kinerja adalah kelakuan atau kegiatan yang berhubungan dengan

tujuan organisasi, dimana organisasi tersebut merupakan keputusan dari

pimpinan. Dikatakan bahwa kinerja bukan outcome, konsekuensi atau

hasil dari perilaku atau perbuatan. Tetapi kinerja adalah perbuatan atau

aksi itu sendiri, disamping itu kinerja adalah multi dimensi sehingga

untuk

beberapa

pekerjaan

spesifik

mempunyai

beberapa

bentuk

komponen kerja, yang dibuat dalam batas hubungan variasi dengan

variabel lain. Kinerja dengan prestasi kerja yaitu proses melalui mana

organisasi

mengevaluasi

(Bernardin et.al, 1998).

atau

menilai

prestasi

kerja

karyawan

Penampilan kerja atau job performance sebagai bagian dari

profisiensi kerja adalah menyangkut apa yang dihasilkan seseorang dari

perilaku kerja. Tingkat sejauh mana seseorang berhasil menyelesaikan

tugasnya

disebut

profesi

(level

ofperformance).

Individu

ditingkat

prestasi

kerja

disebut

produktif,

sedangkan

prestasikerjanya

tidak

mencapai

standar

disebut

tidak

produktif.

Job

performance

(penampilan kerja) adalah hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran

18

yang

berlaku

Atribusi

atau

dalam

pekerjaan

yang

bersangkutan.

Menurut

teori

Expectancy

Theory,

penampilan

kerja

dirumuskan

sebagai berikut: P=MxA, dimana P (Performance), M (Motivasi), A

(Ability). Sehingga dapat dijelaskan bahwa performance adalah hasil

interaksi antara motivasi dengan ability (kemampuan dasar). Dengan

demikian orang yang tinggi motivasinya, tetapi memiliki kemampuan

dasar

yang rendah

akan

menghasilkan

performance

yang rendah,

begitu

pula

halnya

dengan

orang

yang

sebenarnya

mempunyai

kemampuan dasar yang tinggi tetapi rendah motivasinya (Wijono,

2000).

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kinerja

Untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kinerja personal,

dilakukan kajian terhadap teori kinerja. Secara teori ada tiga kelompok

variabel

yang

memengaruhi

perilaku

dan

kinerja

yaitu:

Variabel

individu,

Variabel

organisasi,

dan

Variabel

psikologis.

Ketiga

kelompok variabel tersebut memengaruhi perilaku kerja yang pada

akhirnya

berpengaruh

terhadap

kinerja

personal.

Perilaku

yang

berhubungan dengan kinerja adalah yang berkaitan dengan tugas-tugas

pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mencapai sasaran atau suatu

jabatan atau tugas (Gibson et al, 1996).

Gibson et al (1996) menyampaikan model teori kinerja dan

melakukan analisis terhadap sejumlah variabel yang memengaruhi

perilaku dan kinerja adalah variabel individu, psikologi dan organisasi.

19

Variabel

individu

terdiri

dari

kemampuan

dan

ketrampilan,

latar

belakang dan demografi. Kemampuan dan ketrampilan merupakan

faktor utama yang memengaruhi kinerja individu. Variabel demografis

mempunyai efek tidak langsung pada perilaku dan kinerja individu.

Variabel organisasi yang memengaruhi kinerja individu terdiri

dari sumber daya, sarana kerja, kepemimpinan, supervisi dan imbalan.

Variabel psikologis terdiri dari persepsi, sikap, kepribadian, belajar,

dan motivasi. Variabel ini banyak dipengaruhi oleh keluarga, tingkat

sosial, pengalaman kerja sebelumnya. Variabel psikologis seperti sikap,

kepribadian, dan pembelajaran merupakan hal yang kompleks, sulit di

ukur dan sukar mencapai kesepakatan tentang pengertian dari variabel

tersebut,

karena

seorang

individu

masuk

dan

bergabung

dengan

organisasikerja pada usia, etnis, latar belakang budaya dan ketrampilan

yang berbeda satu dengan lainnya.

3. Karakteristik Individu

Menurut

Sutrisna

(1994)

bahwa

karakteristik

individu

merupakan suatu proses psikologis yang memengaruhi individu dalam

memperoleh, mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta

pengalaman. Karakteristik individu merupakan faktor internal (inter

personal) yang menggerakkan dan memengaruhi perilaku.

Menurut Mathis (2001), bahwa ciri-ciri pribadi meliputi jenis

kelamin, status perkawinan, usia pendidikan, pendapatan keluarga,

tanggung jawab dan masa jabatan. Karakteristik individu secara tidak

20

langsung memengaruhi pelaksanaan kegiatan dalam organisasi, baik

ditingkat manajemen maupun teknis pelaksanaan. Demikian halnya

dalam pelaksanaan cakupan imunisasi, karakteristik individu seperti

pengetahuan, sikap, pendidikan, umur, ketrampilan, kemampuan, jenis

kelamin,

tempat

tinggal

memengaruhi

pelaksanaan

dan

lama

kerja

secara

tugas

dan

fungsinya

tidak

langsung

sebagai

tenaga

kesehatan dalam serangkaian kegiatan program imunisasi.

a. Unsur-Unsur Karakteristik Individu meliputi;

1). Umur

Umur

adalah

lamanya

hidup

dihitung

sejak

dilahirkan

hingga saat ini. Umur merupakan periode penyesuaian terhadap

pola-pola

kehidupan

baru

dan

harapan

baru.

Pada

masa

ini

merupakan usia produktif, masa bermasalah, masa ketegangan

emosi,

masa

keterasingan

sosial,

masa

komitmen,

masa

ketergantungan, masa perubahan nilai, masa penyesuaian dengan

cara hidup baru dan masa kreatif. Pada masa dewasa ditandai oleh

adanya

perubahan

jasmani

dan

mental,

kemahiran

dan

keterampilan

professional

yang

dapat

menerapkan

dan

mengembangkan

ilmu

(Soekanto, 1990).

Umur

berkaitan

pengetahuan,

erat

dengan

teknologi

dan

kesenian

tingkat

kedewasaan

atau

maturitas

karyawan.

Kedewasaan

adalah

tingkat

kedewasaan

teknis

dalam

melaksanakan

tugas-tugas

maupun

kedewasaan

21

psikologis. Umumnya kinerja personel meningkat sejalan dengan

peningkatan usia pekerja. Pekerja usia 20-30 tahun mempunyai

motivasi kerja relatif lebih rendah dibandingkan pekerja yang lebih

tua, karena pekerja lebih muda belum berpijak pada realitas,

sehingga seringkali mengalami kekecewaan dalam bekerja. Hal ini

menyebabkan

rendahnya

kinerja

(Notoatmodjo, 2003).

2). Jenis Kelamin

dan

kepuasan

kerja

Diasumsikan bahwa bukan perbedaan jenis kelamin itu

sendiri yang menyebabkan perbedaan kinerja tetapi berbagai faktor

berkaitan dengan jenis kelamin misalnya perbedaan mendapatkan

formasi,

besarnya

gaji

dan

lain-lain.

Siagian

(2006)

mengemukakan bahwa tidak ada perbedaan produktivitas kerja

antara karyawan wanita dan perawat pria. Walaupun demikian

jenis kelamin perlu diperhatikan karena sebahagian besar tenaga

kesehatan berjenis kelamin wanita dan sebahagian kecil berjenis

kelamin

pria.

Pada

pria

dengan

beban

keluarga

tinggi

akan

meningkatkan jam kerja perminggu, sebaliknya wanita dengan

beban keluarga tinggi akan mengurangi jam kerja perminggu.

3). Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi

setelah

orang

melakukan

penginderaan

terhadap

suatu

objek

tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yakni

22

indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa. Pengetahuan

atau

kognitif

merupakan

domain

yang

sangat

penting

dalam

membentuk tindakan seseorang (Notoadmodjo, 2003).

 
 

Perilaku

yang

didasari

oleh

pengetahuan

akan

lebih

langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.

Rogers (1974) dalam Notoatmodjo (2003), dari hasil penelitiannya

mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru,

dalam dirinya orang tersebut terjadi proses berurutan, yaitu:

a. Awarenes

dalam

(kesadaran),

dimana

orang

tersebut

menyadari

arti mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus (obyek).

b. Interest, dimana orang mulai tertarik kepada stimulus.

c. Evaluation, orang sudah mulai menimbang-nimbang terhadap

baik tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya.

d. Trial, dimana orang telah mulai mencoba perilaku baru.

e. Adoption, dimana subyek telah berperilaku baru sesuai dengan

pengetahuan,kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.

4). Pendidikan

Latar belakang pendidikan dan masa kerja seseorang akan

memengaruhi

kemampuan

pemenuhan

kebutuhannya.

Sesuai

dengan tingkat pemenuhan kebutuhan yang berbeda-beda akhirnya

memengaruhi

motivasi

kerja

seseorang.

Pendidikandalam

arti

23

formal adalah suatu proses penyampaian materi guna mencapai

perubahan dan tingkah laku (Notoatmodjo, 2003).

Pendidikan

secara

umum

adalah

segala

upaya

yang

direncanakan

untuk

memengaruhi

orang

lain

baik

individu,

kelompok atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang

diharapkan

oleh

pelaku

pendidikan.

Terdapat

3

unsur

dalam

pendidikan yaitu input, proses dan output.

a. Unsur-unsur pendidikan (Notoatmodjo, 2003) yakni:

1. Input adalah sasaran pendidikan (individu, kelompok, masyarakat)

danpendidikan (pelaku Pendidikan).

2. Proses adalah upaya yang direncanakan untuk memengaruhi orang

lain.

3. Output adalah melakukan apa yang diharapkan .

Konsep dasar dari pendidikan adalah suatu proses belajar yang berarti

didalam pendidikan terjadi proses pertumbuhan, perkembangan, perubahan

kearah

yang

lebih

baik,

lebih

dewasa

sehingga

dapat

menghasilkan

perubahan perilaku pada diri individu, kelompok atau masyarakat. Pekerja

yang

mempunyai

latar

belakang

pendidikan

tinggi

akan

mewujudkan

motivasi kerja yang berbeda dengan pendidikan yang lebih rendah. Siagian

(2006) menyatakan bahwa latar belakang pendidikan mempengaruhi motivasi

kerja seseorang. Tenaga kesehatan yang berpendidikan tinggi motivasinya

akan lebih baik karena telah memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih

luas dibandingkan dengan tenaga kesehatan yang berpendidikan rendah. Hal

24