Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

BLOK 9 EPIDEMIOLOGI DAN BIOSTATIK


UJI REGRESI LINEAR SEDERHANA

Disusun oleh :

Tyasno Zufar Indra Purwita (18-129)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS JEMBER
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG

Istilah regresi pertama kali digunakan dalam statistik oleh Sir Francis Galton pada tahun 1877 .
Galton membuat penelitian yang menunjukkan bahwa sifat tinggi badan anak yang dilahirkan
ternyata menurun (regress) dari tinggi badan orang tuanya. Kemudian Galton menggunakan kata
“regresi” untuk menamakan analisis proses prediksi keterkaitan antara variabel tinggi badan anak
dengan tinggi badan orang tuanya (Siswoyo Haryono, dan Parwoto Wardoyo, 2013, “Structural Equation Modeling

Untuk Penelitian Manajemen Menggunakan AMOS 18.00”, PT. Intermedia Personalia Utama, Bekasi, Jawa Barat, hlm. 85 – 86)

Analisis regresi linear sederhana merupakan salah satu metode regresi yang dapat dipakai sebagai
alat inferensi statistik untuk menentukan pengaruh sebuah variabel bebas (independen) terhadap
variabel terikat (dependen). Syarat kelayakan yang harus terpenuhi saat kita menggunakan regresi
linear sederhana adalah :
1. Jumlah sampel yang digunakan harus sama
2. Jumlah variabel bebas (X) adalah 1
3. Nilai residual harus berdistribusi normal
4. Terdapat hubungan linear antara variabel bebas (X) dengan variabel tergantung (Y)
5. Tidak terjadi gejala heroskedastisitas

Regresi Linear Sederhana adalah regresi yang memiliki satu variabel independen (X) dan satu
variabel dependen (Y).
Analisis Regresi Sederhana ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara variabel X terhadap
variabel Y. Variabel yang dipengaruhi disebut variabel dependen, sedangkan variabel yang
mempengaruhi disebut variabel independen .( V. Wiratna Sujarweni, 2008, “Belajar Mudah SPSS Untuk Penelitian
Skripsi, Tesis, Disertasi & Umum”, Global Media Informasi, Cetakan Pertama, Yogyakarta, hlm. 137)

Model persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut: (Ibid)

Y = Variabel dependen
a = Konstanta
b = Koefisien variabel independen
x = Variabel independen
e = error

Pada analisis regresi terdapat dua jenis variabel, yaitu: variabel bebas (sebagai variabel predictor)
dan variabel terikat. Variabel bebas sering dinotasikan dengan X1, X2, X3, X4…, dan seterusnya.
Sedangkan variabel terikat (dependent) dinotasikan dengan Y.
Berdasarkan rumus regresi, koefisien (b) dinamakan koefisien arah regresi linier yang fungsinya
menyatakan perubahan rata-rata variabel (Y) untuk setiap perubahan variabel (X) sebesar satu
satuan. Perubahan tersebut merupakan pertambahan apabila nilai (b) bertanda positif (+) dan
pengurangan jika nilai (b) bertanda negatif (-). Dalam bahasa yang lebih sederhana, koefisien (b)
regresi linier adalah nilai dari variabel (X) yang bisa bermakna positif atau negatif, yang fungsinya
mempengaruhi variabel (Y). Jika nilai variabel X positif maka akan berpengaruh naik terhadap
variabel Y, akan tetapi jika nilai variabel X ternyata negatif justru akan berpengaruh turun terhadap
variabel Y. Makna positif (+) atau negatif (-) tersebut diinterpretasikan dalam besaran satuan. Jika
positif maka naik sebesar satu satuan, jika negatif maka turun sebesar satu satuan.

2. RUMUSAN MASALAH

2.1. Apakah ada pengaruh stres erja terhadap kinerja pegawai?

3. TUJUAN
3.1. Untuk mengetahui pengaruh terhadap 2 variabel
3.2. Untuk mengetahui langkah-langkah uji regresi linear sederhana dalam aplikasi spss
3.3. Untuk mengetahui cara interpretasi data dalam aplikasi spss

BAB II
PEMBAHASAN

1. Contoh Kasus Uji Regresi Linear Sederhana

Sebagai contoh data dengan judul “ Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Pegawai”. Dari judul
tersebut maka hipotesis sementaranya adalah “Ada Pengaruh Sress Kerja Terhadap Kinerja
Pegawai”. Adapun data penelitian yang saya maksud sebagimana tabel dibawah ini
2. Aplikasi dalam SPSS

2.1 Buka lembar kerja SPSS lalu klik variable view, lalu isilah seperti ini :

2.2 Lalu pindah ke data view dan isilah data view seperti tabel pada contoh kasus , dimohon untuk
teliti dan vermat agar tidak ada kekeliuran pada output atau hasil yang akan dikleuarkan oleh
SPSS
2.3 Jika sudah menginput data, klik analyze kemudia regression kemudian linear

2.4 Setelah itu pada dependent diisi variabel Y (Kinerja Pegawai) dan pada independent diisi
variable X (Stress Kerja), methos yang digunakan Method Enter , kemudian OK
\

2.5 Maka akan hasil atau output seperti ini

3. Hasil dan Pembahasan

Pada tabel ini, kita bisa interpretasikan seperti ini, yang dilihat pada kolom sig, jika sig nya lebih
kecil dari nilai probablitas yaitu < 0,05 maka ada pengaruh pada varibel X dan Y , dan juga
sebaliknya jika sig nya lebih besar dari nilai probablitas > 0,05 maka tidak ada pengaruh terhadap
variabel X dan Y. Pada output ini kita mendapatkan hasil lebih kecil dari 0,05, maka dapat
dijelaskan bahwa ada pengaru terhadap variabel X (stress kerja ) dengan variabel Y (kinerja
pegawai)

Berdasrkan output diatas dapat diketahui nilai t hitung sebsar -4,418. Rumus dalam mencari t tabel
adalah:

a/2 = 0,05/2 = 0,025


derajad kebebasan (df) = n-2 = 12-2 = 10
nilai 0,025 ; 10, kemudian liat pada distribusi nilai t tabel , yang maka dapat diketahui dapat nilai t
tabel sebsar 2,228

Karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel , sehingga dapat disimpulkan bawah H0 ditolak dan Ha
diterima yang berarti bahwa “Ada pengaruh Stress Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y)”. akan
lebih jelas jika saya gambarkan dengan kurva uji t dalam analisis regresi linear sederhana dibawah
ini:

Berdasarkan kurva diatas diketahui bahwa nilai t hitung sebesar -4,418 terletak pada aera pengaruh
negatif.

Melihat besarnya pengaruh variabel dan Y dalam analisis regresi linear sederhana, kita dapat lihat
pada nilai R suare yang terdapat pada output diatas ini. Dari output diatas ini R square sebesar
0,661, nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh variable X dan Y sebesar 66,1 %
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan Uji
Maka dapat kita simpulkan bawah “ Stress Kerja (X) berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y)
dengan total pengaruh sebsar 66,1 %. Pengaruh negatif pada kurva diatas bermakna semaki
menurunnya stress kerja seorang pegawai maka akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja
pegawai tersebut.

2. Daftar Pustaka

Statistika.com
Spssindonesia.com
Siswoyo Haryono, dan Parwoto Wardoyo, 2013, “Structural Equation Modeling Untuk Penelitian
Manajemen Menggunakan AMOS 18.00”, PT. Intermedia Personalia Utama, Bekasi, Jawa
Barat, hlm. 85 – 86.
V. Wiratna Sujarweni, 2008, “Belajar Mudah SPSS Untuk Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi &
Umum”, Global Media Informasi, Cetakan Pertama, Yogyakarta, hlm. 137.
Ibid.