Anda di halaman 1dari 33

WATER TUBE BOILER

Disusun oleh :
Kelompok : 3 (Tiga)
Nama Anggota:
1. Ismi Hikmawati Azizah (331 17 003)
2. Vira Rahmawati (331 17 004)
3. Marlina (331 17 009)
4. Reynaldy Noel (331 17 012)
5. Sri Wahyuni (331 17 019)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,

karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan

sehingga makalah ini bisa selesai pada waktunya. Terima kasih juga kami ucapkan

kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya

sehingga makalah ini dapat disusun dengan baik dan rapi.

Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para

pembaca. Selayaknya kalimat yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang

sempurna, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kta sempurna,

sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun

demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik.

Makassar,15 Oktober 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii


DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .....................................................................................2
1.3 Tujuan ........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 3
2.1 Pengertian Boiler .......................................................................................3
2.2 Komponen-Komponen Boiler ...................................................................3
2.3 Jenis-Jenis Boiler .......................................................................................6
2.5 Komponen-Komponen Water Tube Boiler ...............................................9
2.6 Proses Kerja Water Tube Boiler ..............................................................24
2.7 Kentungan dan Kerugian Water Tube Boiler ..........................................27
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 28
3.1 Kesimpulan ..............................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 30

iii
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Instalasi tenaga uap sekurang-kurangnya terdiri dari pembangkit uap atau


yang dikenal dengan sebutan boiler yang berfungsi sebagai sarana untuk
mengubah air menjai uap bertekanan. Boiler dalam bahasa inggris dikenal
dengan nama boiler beraal dari kata boil yang berarti mendidihkan atau
menguapkan, sehingga boiler dapat diartikan sebaga alat pembentukan uap
yang mampu mengkonversi energi kimia dari bagan bkar padat ( padat cair dan
gas) yang menjadi energi panas. Uap yang dihasilkan dari boiler merupakan
gas yang timbul akibat perubahan fase cairan menjadi uap atau gas melalui
cara pendidihan yang memerlukan sejumlah energi dalam pembentukannya.
Zat cair yang dipanaskan akan mengakibatkan pergerakan molekul-molekul
menjadi cepat, sehingga melepas diri dari lingkungannya dan berubah menjai
uap. Air yang berdekatan dengan bidang pemanas akan memiliki temperature
yang lebih tinggi (berat jenis yang lebih rendah) dibandingkan dengan air yang
bertemperature rendah, sehingga air yang bertemperature tingi akan naik ke
permukaan dan air yang bertemperature rendah akan turun. Peristiwaseperti ini
akan terjadi secara terus-menerus hngga berbentuk uap. Uap yang dihasilkan
oleh boiler dimanfaatkan untuk berbagai keperluan diantaranya adalah utilitas
sumber daya pembangkit tenaga listrik dan industri.
Water tube boiler adalah salah satu dari berbagai jenis boiler yang ada.
Water tube boiler adalah jenis boiler dimana air umpan boiler mengalir
melalui pipa-pipa masuk ke dalam drum. Proses kerja boiler ini cukup
sederhana sehingga memiliki kelebihan dibagian konstruksi boiler yang
sederhana, biaya yang cukup murah juga. Meskipun proses kerja yang
sederhana namun boiler ini memiliki kapasitas uap dan air yang cukup besar.
Namun, boiler ini juga memiliki berbagai kekurangan.

1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, diperoleh rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apa pengertian dari boiler?
2. Apa jenis-jenis boiler?
3. Apa pengertian water tube boiler?
4. Apa komponen-komponen water tube boiler?
5. Bagaimana proses kerja dari water tube boiler?
6. Apa keuntungan dan kerugian water tube boiler?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian boiler.
2. Mengetahui jenis-jenis boiler.
3. Mengetahui pengertian water tube boiler.
4. Mengetahui komponen – komponen water tube boiler.
5. Mengetahui proses kerja dari water tube boiler.
6. Mengetahui keuntungan dan kerugian water tube boiler.

2
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Boiler

Boiler atau ketel uap merupakan gabungan yang kompleks dari pipa-pipa
penguapan (evaporator), pemanas lanjut (superheater), pemanas air
(economiser) dan pemanas udara (air heater). Pipa-pipa penguapan
(evaporator) dan pemanas lanjut (superheater) mendapat kalor langsung dari
proses pembakaran bahan bakar, sedangkan pemanas air (economiser) dan
pemanas udara (air heater) mendapat kalor dari sisa gas hasil pembakaran
sebelum dibuang ke atmosfer.
Boiler adalah sebuah alat untuk menghasilkan uap, dimana terdiri dari
dua bagian yang penting yaitu: dapur pemanasan, dimana yang menghasilkan
panas yang didapat dari pembakaran bahan bakar dan boiler proper, sebuah alat
yang mengubah air menjadi uap. Uap atau fluida panas kemudian
disirkulasikan dari boiler untuk berbagai proses dalam aplikasi pemanasan.
Uap yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk:
a. Mesin pembakaran luar seperti: mesin uap dan turbin
b. Suplai tekanan rendah bagi kerja proses di industri seperti industri
pemintalan, pabrik gula dan sebagainya
c. Menghasilkan air panas, dimana bias digunakan untuk instalasi pemanas
bertekanan rendah.

2.2 Komponen-Komponen Boiler


Komponen sistem boiler uap terdiri dari komponen utama dan komponen
bantu yang masing-masing memiliki fungsi untuk menyokong prinsip kerja
boiler uap.

3
Gambar 2.1 Komponen-Komponen Boiler.
Keterangan:
1. Dearator.

2. Bagasse distribution conveyor.

3. Dapur (furnace).

4. Superheated steam valve.

5. Air heater.

6. Induced Draft Fan (I.D.F).

7. Cerobong asap (chimney).

8. Secondary fan.

Komponen utama dalam sistem boiler uap antara lain:


a. Ruang Pembakaran (Furnace)
Furnace adalah bagian penerima panas bahan bakar untuk pembakaran,
yang terdapat fire gate di bagian bawah sebagai alas bahan bakar dan yang
sekelilingnya adalah pipa-pipa air boiler boiler yang menempel pada dinding

4
tembok ruang pembakaran yang menerima panas dari bahan bakar secara
radiasi, konduksi, dan konveksi.
b. Pemanas Lanjut (Super Heater)
Super heater adalah bagian-bagian boiler yang berfungsi sebagai pemanas
uap, dari saturated steam (±250°C) menjadi super heated steam (±360°C).
c. Air Heater
Air heater adalah alat pemanas udara penghembus bahan bakar.
d. Drum Air dan Drum Uap
Drum air terletak pada bagian bawah yang berisi dari tangki kondensat yang
dipanaskan dalam deaerator, disamping itu berfungsi sebagai tempat
pengendapan kotoran-kotoran dalam air yang dikeluarkan melalui proses blow
down. Drum uap terletak pada bagian atas yang berisi uap yang kemudian
disalurkan ke steam header.
e. Dust Collector
Dust collector adalah alat pengumpul abu atau penangkap abu pada
sepanjang aliran gas pembakaran bahan bakar sampai kepada gas buang.
f. Soot blower
Soot blower adalah alat yang berfungsi sebagai pembersih jelaga atau abu
yang menempel pada pipa-pipa.
Sedangkan untuk komponen bantu dalam sistem boiler antara lain:
a. Deaerator
Merupakan pemanas air sebelum dipompa ke dalam boiler sebagai air
pengisian. Media pemanas adalah exhaust steam pada tekanan ± 1 kg/cm2
dengan suhu ± 150°C, sehingga didapatkan air pengisian boiler yang bersuhu
antara 100°C-105°C. Fungsi utamanya adalah menghilangkan oksigen (O2) dan
untuk menghindari terjadinya karat pada dinding boiler.
b. Air pengisi boiler (boiler feed water)
Air pengisi boiler didapatkan dari 2 sumber yaitu: air condensate,
didapatkan dari hasil pengembunan uap bekas yang telah digunakan sebagai
pemanas pada evaporator. Air condensate ini ditampung dan kemudian

5
dialirkan ke station boiler sebagai air umpan pengisi boiler dengan persyaratan
pH 8,5; Iron (ppm); 0,002; Oxygen (ppm) : 0,02.
c. High pressure feed water pump
Berfungsi untuk melayani kebutuhan air pengisi boiler yang dijadikan uap,
sampai dengan kapasitas boiler yang maksimum, sehingga boiler akan dapat
bekerja dengan aman. Kapasitas pompa harus lebih tinggi dari kapasitas boiler,
minimum 1,25 kali, tekanan pompa juga harus lebih tinggi dari tekanan kerja
boiler, agar dapat mensuplai air ke dalam boiler.
d. Secondary Fan
Merupakan alat bantu boiler yang berfungsi sebagai alat penghembus
pembakaran bahan bakar yang kedua sebagai pembantu F.D.F. untuk
mendapatkan pembakaran yang lebih sempurna lagi.
e. Induced Draft Fan (IDF)
Alat bantu boiler yang berfungsi sebagai penghisap gas asap sisa
pembakaran bahan bakar, yang keluar dari boiler.
f. Force Draft Fan (FDF)
Merupakan alat bantu boiler yang berfungsi sebagai penghembus bahan
bakar.
g. Cerobong asap (Chimney)
Berfungsi untuk membuang udara sisa pembakaran. Diameter cerobong
berkisar berukuran 3 m dan tinggi cerobong 40 m, ini berbeda setiap industri.
h. Ash Conveyor
Merupakan alat pembawa atau pengangkut abu dari sisa-sisa pembakaran
bahan bakar, baik yang dari rangka bakar (fire grate) ataupun juga dari alat-alat
pengumpul abu (dust collector), untuk dibuang dan diteruskan ke kolam
penampungan dan ini biasanya digunakan sebagai kompos diperkebunan tebu.

2.3 Jenis-Jenis Boiler


Klasifikasi boiler ada beberapa macam, untuk memilih boiler harus
mengetahui klasifikasinya terlebih dahulu, sehingga dapat memilih dengan
benar dan sesuai dengan kegunaannya di industri. Karena jika salah dalam

6
pemilihan boiler akan menyababkan penggunaan tidak akan maksimal dan
dapat menyebabkan masalah dikemudian harinya.

Adapun beberapa klasifikasi boiler seperti berikut ini.


a. Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa
1) Boiler Pipa api (Fire tube boiler)
Pada boiler pipa api, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada
di dalam shell untuk dirubah menjadi steam. Boiler pipa api dapat
menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bkar padat dalam
operasinya.
2) Boiler pipa air (water tube boiler)
Pada boiler pipa air, air diumpankan boiler melalui pipa-pipa masuk
kedalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakaran
membentuk steam pad daerah uapdalam drum. Boiler ini dipilih jika
kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus boiler
untuk pembangkit tenaga. Untuk boiler pipa air yang menggunakan bahan
bakar padat, tidak umum dirancang secara paket.
b. Berdasarkan Pemakaian Boiler
1) Boiler stasioner (stasionary boiler)
Boiler stasioner adalah boiler-boiler yang didudukan pada suatu pondasi
yang tetap, seperti boiler untuk pembangkitan tenaga, untuk industri dll
2) Boiler mobil (mobile boiler)
Boiler mobil adalah boiler yang dipasang pada pondasi yang berpindah-
pindah (mobil ), seperti boiler lokomotif, loko mobile dan boiler panjang
serta lain yan sepertinya termasuk boiler kapal.
c. Berdasarkan Letak Dapur (Furnace Posisition)
1) Boiler dengan pembakaran dalam (internally fired steam boiler)
Dalam boiler ini pembakaran terjadi di bagian dalam boiler. Kebanyakan
boiler pipa api memakai sistem ini.
2) Boiler dengan pembakaran di luar ( outernally fired steam boiler )
Dalam boiler ini pembakaran terjadi di bagian luar boiler.

7
d. Berdasarkan Jumlah Lorong (Boiler Tube)
1) Boiler dengan lorong tunggal (single tube steam boiler)
Pada single tube steam boiler, hanya terdapat 1 lorong saja, lorong api
maupun lorong air. Cornish boiler adalah single fire tube boiler dan simple
vertikal boiler adalah single water tube boiler.
2) Multi fire tube boiler
Multi fire tube boiler misalnya boiler scotch dan multi water tube boiler
misalnya boiler B dan W.
e. Berdasarkan Pada Porosnya Tutup Drum (Shell)
1) Boiler tegak (vertikal steam boiler)
Seperti boiler cocharn, boiler Clarkson, dll.
2) Boiler mendatar ( horizontal steam boiler )
Seperti boiler cornish, lancashire, scotch, dll.
f. Berdasarkan Bentuk Dan Letak Pipa
Boiler dengan pipa lurus, bengkok dan berlekak-lekuk (stright, bent and
sinous tubeler heating surface).
g. Berdasarkan Peredaran Air Boiler (Water Circulation)
1) Boiler dengan peredaran alam (natural circulation steam boiler)
Pada natural circulation boiler, peredaran air dalam boiler terjadi secara
alami yaitu air yang ringan naik, sedangkan terjadilah aliran aliran conveksi
alami. Umumnya boiler beroperasi secara aliran alami, seperti boiler
lancashire, babcock & wilcox
2) Boiler dengan peredaran paksa (forced circulation steam boiler)
Pada boiler dengan aliran paksa, aliran peksa diperoleh dari sebuah pompa
centrifugal yang digerakkan dengan elektric motor misalnya la-mont boiler,
benson boiler, loeffer boiler dan velcan boiler.
h. Bedasarkan tekanan kerjanya
1) Tekanan kerja rendah : ≤5 atm
2) Tekanan kerja sedang : 5-40 atm
3) Tekanan kerja tinggi : 40-80 atm
4) Tekanan kerja sangat tinggi : >80 atm

8
i. Berdasarkan Kapasitasnya
1) Kapasitas rendah : ≤2500 kg/jam
2) Kapasitas sedang : 2500-50000 kg/jam
3) Kapasitas tinggi : >50000 kg/jam
j. Berdasarkan pada sumber panasnya (heat source)
1) Boiler dengan bahan bakar alami.
2) Boiler dengan bahan bakar buatan.
3) Boiler dengan dapur listrik.
4) Boiler dengan energi nuklir.

2.4 Pengertian Water Tube Boiler


Water tube boiler adalah jenis boiler dimana air umpan boiler mengalir
melalui pipa-pipa masuk ke dalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh
gas pembakar membentuk steam pada daerah uap dalam drum. Boiler ini
dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus
boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler yang sangat modern
dirancang dengan kapasitas steam antara 4.500 – 12.000 kg/jam dengan
tekanan sangat tinggi.
Air mengalir melalui susunan pipa yang terletak di dalam gas panas yang
dihasilkan dari pembakaran. Pada water tube boiler, air panas tidak berubah
menjadi uap, sehingga bisa langsung digunakan untuk keperluan seperti air
panas di kamar mandi, laundry. Ketika air di dalam pipa mendidih, air tersebut
mengandung uap dan berat jenis yang berkurang sehingga akan mengalir ke
atas. Air yang berat jenisnya lebih besar akan turun dan menggantikan posisi
air yang menuju ke atas. Pada drum atas air dan uap berpisah menjadi
uap jenuh, kemudian uap jenuh disalurkan ke superheater untuk diubah
menjadi uap panas lanjut. Uap panas lanjut yang keluar dari superheater inilah
yang akan dimanfaatkan sebagai penggerak mesin uap.

2.5 Komponen-Komponen Water Tube Boiler

9
Komponen-komponen dari boiler berikut menjadi komponen yang
berhubungan dengan proses perubahan fase dari air menjadi uap air. Air yang
masuk ke boiler berskala besar memiliki temperatur dan tekanan yang tinggi.
Temperatur tinggi didapatkan dari proses preheating, dan dibangkitkan
tekanannya oleh boiler feed water pump. Selanjutnya air akan mengalami
berbagai proses di boiler sehingga terbentuk uap kering (superheated steam).
Dan berikut adalah bagian-bagian dari boiler yang berhubungan dengan proses
perubahan fase air tersebut:

1) Steam Drum

Steam Drum pada boiler berfungsi sebagai reservoir campuran air dan uap
air, dan juga berfungsi untuk memisahkan uap air dengan air pada proses
pembentukan uap superheater.

Gambar 2.2 Steam drum.

10
Prinsip Kerja Steam Drum

Steam drum memiliki beberapa saluran masuk dan dua saluran keluar. Air
yang masuk ke dalam steam drum memiliki fase campuran antara uap air
dan cair. Di dalam steam drum terdapat cyclone separator, bagian ini
berfungsi untuk memisahkan antara uap air saturated dengan air. Uap air
akan keluar melalui pipa sebelah atas steam drum dan menuju ke boiler
untuk dipanaskan lebih lanjut menjadi uap kering. Sedangkan yang masih
berfase cair akan menuju ke raiser tube untuk dipanaskan sehingga berubah
fase menjadi uap.

Cyclone Separator

Gambar 2.3 Cyclone Separator.

Prinsip Kerja Cyclone Separator

Cyclone separator menjadi bagian paling utama di dalam steam drum. Di


dalam cyclone separator terdapat semacam cakram miring yang dapat
berputar terhadap porosnya. Campuran uap air dan air bertekanan terdorong

11
masuk ke dalam sehingga menyebabkan cakram ini berputar. Efek putaran
dan benturan antara fluida dengan cakram tersebut secara alami akan
memisahkan air dengan uap saturated, sehingga air akan jatuh ke bawah
sedangkan uap air akan naik ke atas. Di bagian atas keluaran steam drum,
terdapat plat-plat miring yang disebut eliminator / scrubber. Plat ini juga
berfungsi untuk memisahkan air dengan uap sehingga hanya uap saja yang
dapat melewati scrubber tersebut.

Gambar 2.4 Boiler Water Circulating Pump.

Boiler Water Circulating Pump

Boiler Water Circulating Pump (BWCP)


mensupply air feedwater dari steam drum ke water wall / raiser tube. Pada
boiler sub-kritikal sebenarnya air dapat secara natural mengalir sesuai
dengan desain boiler, asalkan saluran perpipaan didesain dengan hambatan
yang sangat rendah. Keberadaan BWCP akan memastikan air mengisi
seluruh bagian pipa boiler, yang hal ini tidak dijamin dapat dilakukan oleh
boiler dengan sistem sirkulasi natural. Sirkulasi air pada boiler sangat
penting untuk diperhatikan, karena selain sebagai fluida kerja air juga

12
berfungsi sebagai media pendingin pipa-pipa boiler. Sedikit saja bagian dari
pipa boiler tidak terisi air akibat turunnya head keluaran BWCP, akan
sangat fatal akibatnya.

Prinsip Kerja BWCP

Sebagai contoh mari kita perhatikan salah satu desain BWCP pada sebuah
boiler PLTU di atas. Pompa tersebut berjenis sentrifugal berposisi vertikal
dengan satu inlet dan dua outlet. BWCP ini menggunakan sebuah motor
listrik khusus yang seporos dengan pompa. Di antara pompa dengan motor
tidak dipergunakan sistem sealing semacam gland packing atau mechanical
seal, karena temperatur kerja air yang dipompa sudah terlalu tinggi. Untuk
mengatasi hal ini, rotor dari motor pompa didesain dapat terendam air dan
digunakan pula heat exchanger untuk mendinginkan air di dalam motor.
2) Desuperheater Spray
Uap air superheater yang masuk turbin uap pada sebuah PLTU harus
memiliki spesifikasi yang sesuai dengan ketentuan. Temperatur uap air
harus dijaga pada angka tertentu sehingga sesuai dengan persyaratan untuk
menggerakkan turbin uap. Desuperheater spray adalah sebuah bagian pada
boiler yang berfungsi untuk mengontrol temperatur
uap superheater maupun reheater keluaran boiler dengan jalan
menyemprotkan air padanya. Jumlah air yang disemprotkan ke uap air
tersebut dikontrol oleh control valve. Komponen inilah yang berfungsi
untuk menjaga agar spesifikasi uap air selalu dalam parameter terbaik.

Gambar 2.5 Desuperheater Spray.

13
Konsep Sistem Desuperheater Spray

Sistem desuperheater mendapatkan input sinyal berupa temperatur uap air


keluaran sistem. Sinyal ini diproses sehingga sistem kontrol dapat mengatur
besar bukaan control valve yang mensupply air ke sistem. Air yang
digunakan haruslah memiliki tekanan yang lebih besar daripada tekanan uap
air. Maka digunakanlah air feedwater yang berasal dari outlet Boiler
Feedwater Pump.

3) Pipa Boiler (Tube)

Boiler berskala besar dibentuk oleh pipa-pipa (tubing) berukuran antara 25


mm hingga 100 mm. Pipa-pipa ini memiliki desain material dan bentuk
khusus yang harus tahan terhadap perbedaan temperatur ekstrim antara
ruang bakar dengan air / uap air yang mengalir di dalamnya. Selain itu
material pipa haruslah bersifat konduktor panas yang baik, sehingga
perpindahan panas (heat transfer) dari proses pembakaran ke air / uap air
bisa efektif.

Gambar 2.6 Tube boiler.

Tubing Boiler dengan Ulir Dalam

Ada desain khusus pada pipa-pipa boiler besar yang cukup unik. Pipa-pipa
tersebut berkontur ulir di dalamnya, sehingga menciptakan aliran turbulen

14
pada saat air atau uap air mengalir di dalam pipa-pipa tersebut. Tujuan
diciptakannya aliran turbulen adalah untuk mengurangi efek gesekan antara
air atau uap air dengan permukaan pipa, sehingga mengurangi resiko
kemungkinan adanya aliran yang mengganggu (turbulensi) pada lekukan
pipa. Pada akhirnya hal ini akan meningkatkan efisiensi perpindahan energi
panas dari proses pembakaran ke air. Macam-macam Ukuran Pipa Boiler

4) Boiler Relief Valve

Boiler relief valve adalah sebuah safety valve yang berfungsi untuk
membuang uap boiler pada saat tekanan terlalu berlebihan di atas ketentuan
produksi boiler. Hal ini untuk mencegah terjadinya ledakan yang lebih besar
yang mungkin diakibatkan oleh tekanan uap superheater yang besar. Boiler
relief valve memiliki tekanan kerja tertentu yang sesuai dengan setting yang
telah ditentukan sebelum boiler beroperasi. Jika tekanan uap boiler lebih
besar daripada tekanan kerja relief valve ini, maka ia akan membuka dan
membuang uap air ke atmosfer.

Bagian-bagian Boiler Relief Valve

15
Gambar 2.7 Bagian-bagian Boiler Relief Valve.

Komponen-komponen Proses Pembakaran Pada Boiler

Proses pembakaran apapun melibatkan dua komponen utama, yaitu bahan


bakar serta oksigen di dalam udara. Proses pembakaran pada boiler melibatkan
komponen-komponen yang mengatur supply udara serta bahan bakar ke
dalam furnace boiler sehingga terjadi proses pembakaran yang tepat. Jumlah
dari udara serta bahan bakar yang masuk ke dalam furnace harus tepat sesuai
dengan perbandingan rasio bahan bakar / udara (fuel/air ratio) teoritis sehingga
didapatkan proses pembakaran yang sempurna.

Komponen-komponen boiler yang berhubungan dengan proses pembakaran


tersusun atas dua kelompok besar, yaitu sistem supply udara yang biasa
disebut draft system serta sistem supply bahan bakar. Berikut adalah
komponen-komponen boiler tersebut.

1. Coal Feeder

Coal feeder berfungsi untuk mengatur jumlah batubara yang akan masuk
ke dalam pulverizer. Jumlah batubara diatur sesuai dengan kebutuhan
pembakaran pada furnace. Sistem pengaturan jumlah batubara pada coal
feeder dapat dilakukan dengan dua cara berdasarkan jenisnya, yaitu secara
fraksi berat atau secara fraksi volume batubara.

16
Gambar 2.8 Coal Feeder.

Pengaturan jumlah batubara berdasarkan fraksi berat, menggunakan


sensor gravimetric yang dapat mendeteksi berat dari batubara yang
melewati konveyornya. Coal feeder jenis ini biasa disebut
dengan Gravimetric Feeder. Sedangkan coal feeder fraksi volume memiliki
luas penampang jalur konveyor yang tetap untuk mengatur jumlah batubara
yang melewati konveyornya. Kedua sistem di atas sama-sama
menggunakan konveyor yang kecepatannya dapat diatur secara fleksibel.

2. Pulverizer

Batubara hasil tambang memiliki ukuran fisik yang sangat beragam, dari
yang hanya berukuran butiran pasir hingga seperti bongkahan kerikil
berdiameter 20cm. Ukuran batubara yang terlalu besar dapat mengurangi
efisiensi proses pembakaran, karena semakin kecil ukuran partikel batubara
maka akan semakin cepat pula batubara tersebut terbakar. Untuk
mendapatkan ukuran batubara yang cukup kecil maka sebelum masuk
ke furnace boiler, batubara akan mengalami proses grinding pada sebuah
alat bernama pulverizer. Silahkan Anda bayangkan bahwa batubara

17
keluaran pulverizer akan berukuran selembut tepung, yang
dinamakan pulverized fuel.

Gambar 2.9 Pulverizer.

Batubara yang diatur jumlahnya oleh coal feeder masuk


ke pulverizer melalui sisi inlet pada bagian atasnya. Batubara jatuh pada
sebuah table yang berputar. Pada bagian lain terdapat beberapa buah
grinding yang dapat berputar bebas karena permukaan grinding tersebut
bersentuhan dengan table yang berputar tadi. Pada grinding terdapat sistem
pegas untuk memudahkan dalam menghancurkan batubara. Udara panas
dengan tekanan dan temperatur yang terjaga dimasukkan ke
dalam pulverizer sebagai media untuk membawa batubara yang telah halus
keluar pulverizer. Pada sisi outlet (bagian atas) terdapat sudu-
sudu classifier yang berfungsi untuk memfilter agar hanya batubara yang
telah halus saja yang dapat melewati sudu-sudu tersebut. Batubara yang

18
tidak dapat melewati classifier akan jatuh kembali ke table untuk
digrinding agar lebih halus.

3. Burner
Burner menjadi alat untuk mencampur batubara dengan udara dan sebagai
nozzle untuk mendorong campuran bahan bakar tersebut ke
dalam furnace boiler. Pulverized fuel yang keluar dari pulverizer dibawa
oleh udara bertekanan menuju ke burner malalui pipa-pipa, di sisi lain ada
pula udara tambahan (biasa disebut secondary air) yang disupply untuk
memenuhi kebutuhan pembakaran. Secondary air dalam debit tertentu
tersebut bertemu dengan pulverized fuel pada burner. Keduanya bercampur
dan terdorong menuju ke tengah-tengah furnace untuk dibakar. Pada proses
penyalaan boiler diperlukan proses penyalaan awal untuk campuran bahan
bakar tersebut, dan umumnya boiler-boiler besar menggunakan bahan bakar
bantuan seperti solar (HSD) untuk membantu proses penyalaan awal.
4. Coal Burner

Komponen-komponen dari coal burner umumnya adalah sebagai berikut:

 Oil Gun. Bagian ini berfungsi untuk mensupply bahan bakar


(biasanya HSD) ke dalam boiler sebagai proses penyalaan awal
boiler dan juga proses pematian boiler. Pada oil gun terdapat dua
saluran utama yakni saluran fuel oil dan saluran atomizing
air. Atomizing air berfungsi untuk membentuk kabut bahan bakar
HSD tadi sehingga lebih mudah terbakar. Pada oil gun juga
terdapat ignitor yang berfungsi sebagai pemantik untuk menyalakan
bahan bakar tadi.
 Damper udara termasuk di dalam bagian burner. Damper ini
mengatur supply udara pembakaran yang masuk ke boiler.
 Coal Nozzle. Bagian ini sebagai ujung masuknya pulverized fuel ke
dalam furnace boiler.

19
 Flame Scanner. Adalah alat sensor api yang berfungsi untuk
membaca apakah terjadi proses pembakaran pada burner.

Pada proses penyalaan awal, boiler akan menggunakan bahan bakar HSD.
Dengan bantuan ignitor sebagai pemantik apinya, HSD akan terbakar di
dalam furnace dengan jarak aman tertentu. Jika proses pembakaran dengan
menggunakan HSD dirasa telah stabil (biasanya ditandai dengan jumlah
tertentu uap air yang dihasilkan boiler) maka pulverized fuel dapat
dimasukkan ke dalam proses pembakaran dengan tanpa menghentikan
supply HSD. Supply HSD akan dihentikan jika flame scanner telah
membaca pulverized fuel terbakar di ujung burner. Jarak api yang terbentuk
pada ujung burner harus dijaga pada jarak aman tertentu, hal ini
berhubungan dengan keselamatan kerja agar api tidak menjalar ke pipa-pipa
supply pulverized fuel.

5. Fan System

Untuk men-supply udara yang digunakan pada proses pembakaran, boiler


membutuhkan kerja beberapa jenis kipas dengan fungsi masing-masing.
Dan berikut adalah sistem-sistem yang berhubungan dengan supply udara
untuk proses pembakaran pada boiler:

o Primary Air Fan. Kipas ini berfungsi untuk men-supply udara


bertekanan yang akan digunakan untuk membawa pulverized
fuel dari pulverizer menuju ke boiler. Parameter terkontrol
pada primary air adalah besar tekanan kerjanya, sehingga kipas yang
digunakan adalah yang bertipe kipas sentrifugal. Kipas sentrifugal
dikenal dapat menghasilkan tekanan udara keluaran yang lebih tinggi
daripada kipas aksial namun dengan debit aliran yang cukup tinggi pula.

20
Gambar 2.10 Centrifugal Primary Air Fan.
 Pada sisi inlet primary air fan terdapat sudu-sudu (inlet vane) yang
dapat bergerak ke arah menutup ataupun membuka 100%. Sudu-sudu
ini berfungsi untuk mengatur debit udara yang masuk ke kipas dan di-
supply ke pulverizer.
 Secondary Air Fan. Kipas inilah yang menjadi penyupply utama udara
ke dalam furnace boiler untuk memenuhi kebutuhan proses
pembakaran. Berbeda dengan primary air yang menitik beratkan
kepada tekanan kerjanya, secondary air lebih diutamakan kontrol
terhadap debit volume-nya. Oleh karena itulah secondary airumumnya
menggunakan kipas dengan tipe aksial yang dapat menghasilkan
volume debit aliran yang tinggi.

21
Gambar 2.11 Axial Secondary Air Fan.
 Untuk mengatur jumlah udara yang di-supply ke boiler, sudu-sudu
pada secondary air fan dapat bergerak-gerak fleksibel membuka dan
menutup. Semakin besar bukaan sudu maka akan semakin banyak pula
udara yang dialirkan oleh kipas ini ke boiler untuk mencukupi
kebutuhan proses pembakaran.
 Air Pre-Heater. Komponen ini berfungsi untuk memanaskan
awal primary dan secondary air dengan menggunakan panas yang
dihasilkan oleh gas buang boiler. Air Pre-Heater tersusun atas plat-plat
yang berfungsi untuk menyerap panas dari gas buang boiler. Plat-plat
tersebut tersusun melingkar dan dapat berputar sehingga aliran udara
ataupun gas buang adalah sejajar dengan poros putaran air pre-
heater ini. Putaran yang teratur namun tidak terlalu cepat akan
memindahkan panas dari gas buang boiler ke plat-plat air pre-
heater dan berlanjut pindah ke udara-udara primary dan secondary.

22
Gambar 2.12 Air Pre-Heater.
 Temperatur panas pada primary air berfungsi untuk
mengeringkan pulverized fuel yang dihasilkan oleh pulverizer. Karena
jika pulverized fuel dalam keadaan basah (akibat hujan mungkin) akan
memperlambat proses pembakaran di dalam furnace. Selain itu, kondisi
basah dari pulverized fuel yang selembut tepung dapat menempel dan
menyebabkan penimbunan pada pipa-pipa saluran menuju furnace. Hal
ini sangat berbahaya karena jika terus dibiarkan dapat menyumbat pipa-
pipa tersebut.
6. Soot Blower

Salah satu produk sampingan dari proses pembakaran barubara pada boiler
adalah kerak. Kerak ini didapati banyak menempel pada pipa-pipa boiler,
sehingga akan sangat mengganggu proses perpindahan panas jika hal ini
terus dibiarkan. Maka dipergunakanlah satu alat bernama soot blower. Alat
ini berfungsi untuk menyemprotkan uap panas ke dinding-dinding pipa
boiler sehingga kotoran-kotoran yang menempel padanya dapat lepas. Soot
blower menggunakan uap air kering yang dihasilkan oleh boiler.

23
Gambar 2.13 Soot Blower.

2.6 Proses Kerja Water Tube Boiler


Proses kerja water tube boiler secara umum adalah proses pengapian
yang terjadi di luar pipa. Panas yang dihasilkan digunakan untuk memanaskan
pipa yang berisi air. Air umpan itu sebelumnya dikondisikan terlebih dahulu
melalui economizer. Steam yang dihasilkan kemudian dikumpulkan terlebih
dahulu di sebuah steam drum sampai sesuai dengan karakteristik yang
diinginkan. Setelah melalui tahap secondary superheater dan primary
superheater, baru steam dilepaskan ke pipa utama distribusi.
Karakterisitik water Tube boiler secara umum adalah sebagai berikut:
1) Tingkat efisiensi panas yang dihasilkan cukup tinggi

24
2) Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan
air sehingga air harus dikondisikan terhadap mineral dan kandungan-
kandungan lain yang larut dalam air
3) Boiler ini digunakan untuk tekanan steam yang sangat tinggi seperti pada
pembangkit tenaga.
4) Kapasitas steam antara 4500-12.000 kg/jam dengan tekanan sangat tinggi.
5) Menggunakan bahan bakar minyak dan gas untuk water tube boiler yang
dirakit dari pabrik.
6) Menggunakan bahan bakar padat untuk water tube boiler yang tidak
dirakit di pabrik.
Terdapat beberapa jenis water tube boiler dan memiliki proses kerja
yang berbeda. Berikut proses kerja dari beberapa jenis water tube boiler :
1. Horizontal Straight Tube Boilers
a) Longitudinal Drum
Longitudinal Drum boiler adalah tipe boiler dimana air dan tabung
boiler yang beroperasi pada prinsip thermo-siphon.

Gambar 2.14 Bagian-bagian Logitudinal drum boiler

Prinsip Kerja Logitudinal drum boiler


Cooler feedwater dimasukkan ke drum, yang ditempatkan
membujur di atas sumber panas. Pendingin air jatuh sirkulasi sundulan

25
belakang menjadi beberapa tabung dipanaskan miring. Sebagaian suhu
air meningkat ketika melalui tabung miring, mendidih dan penurunan
densitas, sehingga sirkulasi air panas dan uap membentuk tabung
miring ke dalam sirkulasi sundulan depan yang feed kembali ke drum.
Dalam drum, uap gelembung terpisah dari air dan uap dapat dilepas.
Kapasitas Khas untuk memanjang Drum boiler berkisar dari 2 250 kg /
jam menjadi 36 000 kg / jam.
b. Cross Drum Boiler

Gambar 2.15 Cross Drum Boiler.


Air umpan akan diumpankan ke dalam drum melalui umpan
masuk air. Kemudian air ini akan turun melalui pipa down-comer dan
masuk ke dalam tabung air dan cenderung ditempatkan dalam ruang
panas. Di dalam ruang panas, air menjadi panas dan uap diproduksi di
dalam air yang datang ke dalam ruang uap. Pada steam drum uap
dipisahkan dari air dengan cara alami.

c. Bent Tube Boiler


Bent tube boiler beroperasi pada prinsip suhu dan kepadatan air.
Bent Tube boiler memungkinkan untuk digunakan pada area yang

26
memiliki permukaan perpindahan panas yang luas, serta meningkatkan
sirkulasi air alami.

2.7 Kentungan dan Kerugian Water Tube Boiler


1. Keuntungan
a) Konstruksi boiler sederhana.
b) Biaya awal murah.
c) Baik untuk kapasitas uap yang besar.
d) Tidak bermasalah terhadap fluktuasi beban, karena kapasitas uap cukup
besar dan jumlah air di dalam tangki banyak.
e) Tidak memerlukan air pengisi yang begitu bersih.
2. Kerugian
a) Membutuhkan waktu start yang cukup lama untuk mendapat kualitas
uap yang diinginkan.
b) Hanya dapat dipakai efisien untuk keperluan dengan kapasitas dan
tekanan uap yang rendah.

27
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Boiler adalah sebuah alat untuk menghasilkan uap, yang terdiri dari dua
bagian penting yaitu dapur pemanasan dan boiler proper, sebuah alat yang
mengubah air menjadi uap. Uap atau fluida panas kemudian disirkulasikan
dari boiler untuk berbagai proses dalam aplikasi pemanasan.
2. Jenis-jenis boiler
 Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa : boiler pipa api dan boiler
pipa air.
 Berdasarkan pemakaian boiler : boiler stasioner dan boiler mobil.
 Berdasarkan letak furnace : boiler dengan pembakaran dalam dan boiler
dengan pembakaran luar.
 Berdasarkan jumlah lorong : boiler lorong tunggal dan multi fire tube boiler.
 Berdasarkan poros tutup drum : boiler tegak dan boiler mendatar.
 Berdasarkan bentuk dan letak pipa : boiler pipa lurus, bengkok dan berlekuk.
 Berdasarkan peredaran air boiler : boiler dengan perdaran alam dan boiler
dengan peredaran paksa.
3. Water tube boiler adalah jenis boiler dimana air umpan boiler mengalir
melalui pipa-pipa masuk ke dalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan
oleh gas pembakar membentuk steam pada daerah uap dalam drum. Boiler ini
dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada
kasus boiler untuk pembangkit tenaga.
4. Komponen-komponen water tube boiler : steam drum, desuperheater spray,
pipa boiler, boiler relief valve, cool feeder, pulvizer, burner, coal burner, fan
system, dan soat blower.
5. Proses kerja water tube boiler adalah proses pengapian yang terjadi di luar
pipa. Panas yang dihasilkan digunakan untuk memanaskan pipa yang berisi

28
air. Air umpan itu sebelumnya dikondisikan terlebih dahulu melalui
economizer. Steam yang dihasilkan kemudian dikumpulkan terlebih dahulu
di sebuah steam drum sampai sesuai dengan karakteristik yang diinginkan.
Setelah melalui tahap secondary superheater dan primary superheater, baru
steam dilepaskan ke pipa utama distribusi.
6. Keuntungan : konstruksi boiler sederhana, biaya awal murah baik untuk
kapasitas uap yang besar, tidak bermasalah terhadap fluktuasi beban, karena
kapasitas uap cukup besar dan jumlah air di dalam tangki banyak, dan tidak
memerlukan air pengisi yang begitu bersih.
Kerugian : membutuhkan waktu start yang cukup lama untuk mendapat
kualitas uap yang diinginkan, hanya dapat dipakai efisien untuk keperluan
dengan kapasitas dan tekanan uap yang rendah.

29
DAFTAR PUSTAKA

Oktyashari, Angga. 2016. “Makalah Boiler”. (Diakses tanggal 13 Oktober 2019 :


https://www.academia.edu/30970043/Makalah_Boiler).
Eka, Rina. 2014. “Jenis-Jenis Boiler”. (Diakses tanggal 02 Oktober 2019 :
https://www.academia.edu/26527311/JENIS-JENIS_BOILER).
Fadillah, Ridho. “Makalah Ketel Uap”.(Diakses tanggal 14 Oktober 2019 :
https://www.academia.edu/8596574/Makalah_Ketel_Uap).

30