Anda di halaman 1dari 5

Nama : An nisa ul mursyidah

NIM : G 701 17 052

Kelas :B

TUGAS MINYAK ATSIRI

1. Pengertian minyak atsiri?

2. Sumber dan penyimpanan minyak atsiri pada tanaman?

3. Uraikan tentang komponen kimiawi kandungan minyak astiri?

4. Uraikan tentang metode effleurage dan berikan contoh minyak astiri yang diperoleh
dengan cara tersebut ?

5. Uraikan tentang minyak astiri lemon, peppermint dan jahe yaitu meliputi tanaman asal,
kandungan senyawa metode mendapatkannya , dan kegunaan ?

Jawab

1. Minyak astiri adalah suatu zat utama yang berbau, yang terdapat pada berbagai
bagian tumbuhan. Karena sifanya yang spesifik , yaitu mudah menguap pada
temperatur biasa diudara, maka zat itu diberi nama volatile oils (minyak menguap),
ethereal oils, atau essential oils. Nama essential oil diberikan karena memang zat itu
adalah konstituen utama dari tumbuhan asalnya yang mempuyai bau spesifik. Sifat
fisika-kimia minyak astiri berbeda dari minyak nabati dan minyak lemak.

2. Minyak astiri disekresi (bersumber) dan disimpan pada bagian yang khusus dibuat
untuk tujuan tersebut , seperti rambut kelenjar, sel parenkim yang mengalami
modifikasi , saluran minyak yang disebut vittae, atau saluran lisigen dan skisogen.
Jenis organ sekresi tersebut berkaitan erat dengan suku tumbuhan asal, misalnya
rambut kelenjar terbentuk pada tanaman Lamiaceae, sel parenkim yang mengalami
modifikasi terbentuk pada tanaman suku Piperaceae, vittae terdapat pada suku
Apiaceae , saluran lisigen dan skisogen terapat pada tanaman suku Rutaceae .

Penyimpanan minyak astiri juga terdapat pada bagian tananaman yang berbeda beda.
Misalnya; pada mawar, hamper sebagian besar minyak astiri tersima pada bagian
mahkot bunga mawar. Pada kulit kayu manis, minyak tersimpan paa bagian kulit dan
dau, minyak astiri pada tanaman Apiaceae tersimpan pada bagian perikarpium buah.
Pada tanaman Mentha sp. Minyak astiri tersimpan didalam kelenjar minyak daun dan
batang. Pada tanaman jeruk, ada minyak yang tersimpan dibagian mahkota bunga
atau dikulit buah.

3. Komponen kimiawi minyak astiri terbagi menjadi dua kelas besar yaitu :

1. Derivat terpenoid, yang terbentuk melalui jalur asetat-asam mevanoat

2. Senyawa aromatic, yang terbentuk melalui jalur asam shikmat-fenilpropanoat

 Senyawa kandungan yang merupakan derivate terponoid merupakan hasil


kondensasi senyawa isoprene (C5H8), seperti misalnya hemiterpene yang
mempunyaaii kerangka atom C 15. Yang termasuk monoterpen
monosiklik dan monoterpen bisiklik.

Sejumlah senyawa monoterpen yang terdapat didalam tanaman berada


dalam bentuk glikosida. Geraniol nerol an sitronelol yang tedapat didalam
mahkota bunga mawar berada dalam bentuk glikosida, seangkan timol dan
karvakrol berada dala bentuk glikosida didalam tanaman Thymus vulgari.

 Senyawa yang terbentuk melalui jalur asam shikimat-fenolpropanoat


adalah golongan fenil propan, yaitu terbagi atas senyawa fenil propan
sebenarnya dan senyawa golongan simen/parasimen. Juga terdapat minyak
yang mengandung senyawa dengan zat lemas dansenyawa dengan unsur
belerang. Contoh senyawa fenil propan sebenarnya antara lain
eugenol,miristisin,dan sinamil aldehid. Contoh senyawa golongan
simen/parasimen adalah timol dan karvakrol.senyawa zat lemas yang
mempunyai gugus indol, sengkan yang mempunyai unsur belerang adalah
alil sulfide yang terdapt pada minyak bawang dan ali isotiosianat yang
terdapat pada minyak moster.

 Pengelompokan dapat dtetapkan sesuai dengan komposisi senyawa


kandungan yang terdapat didalamnya, yaitu:

- Terpen

- Alcohol

- Ester dan alcohol

- Aldehia

- Keton
- Fenol

- Eter

- Peroksida

- Non terpenoid dan berasal dari glikosa

4.Metode effleurage merupakan metode yang menggunakan minyak lemak yang


dioleskan secara merata membentuk lapisan tipis pada lempeng kacaa. Selanjutnya
tanaman yang sudah diiris-iris diatas lapisan tersebut dan dibiarkan selama waktu
tertentu, bahkan tanaman diganti dengan yang baru sampai minyak lemak jenuh
dengan minyak astiri. Selanjutnya minyak lemak dikumpulkan dan dilakua
penyarian minyak astiri dengan pelarut organic. Contoh minyak astiri yang
terdapat dalam jumlah kecil di bagian kelopak bunga

5.Minyak astiri lemon

 Lemon tumbuh dan ditanam diberbagai daerah, yaitu kawasan mediterania,


Amerika utara, Amerika selatan, Australia dan Afrika.

 Kandungan minyak lemon terdiri atas senyawa terpen yang kurang 94%,
dan utamanya adalah (+) limonene, seskuiterpen, aldehida (sitral lebih
kurang 3,4-3,6% dan sitronelai) dan ester (lebih kurang 1% geranil asetat ).
Limonene adalah cairan dengan titik didih 230® C , dan termasuk golongan
Aldehida. Minyak lemon mudah mengalami resinifikasi karena pengaruh
suhu dan cuaca, dan oleh karena itu harus disimpan pada tempat yang
terlindung. Perubahan itu merupakan akibat dari reaksi oksidasi
monoterpen,aldehida dan ester, pembentukan peroksida, polimerisasi dan
isomerisasi. Contoh : limonene α-terpenin.

 Minyak lemon diperoleh dengan cara metode ekspresi, yaitu memeras kulit
buah. Proses pengambilan dengan cara distilasi akan mengahasilkan minyak
lemon yang bermutu rendah karena kerusakan yang dapt terjadi akibat
pengaruh suhu yang digunakan selama proses distilasi. Minyak yang
dihasilkan melalui proses ekspresi itu selanjutnya dapat dimurnikan dengan
metode destilasi,misalnya untuk memsahkan senyaa terpen, agar dihasilkan
terpeneless oil. Proses distilasi itu tidak akan menurunkan atau merusak
kualitas minyak.

 Kegunaan minyak lemon untuk flavor dan farfum

Minyak astiri Peppermint


 Simplisia daun permen adalah daun yang dikeringkan dari tanaman Mentha
piperita (Labiatae).

 Kandungan minyak astiri peppermint terdiri atas 4.5-10% ester yang


dihitung ebagai mentil asetat, tidak kurang dari 44% alcohol bebas yang
dihitung sebagai menton.bau spesifik yang dapat digunakan untuk
ientifikasi minyak pemen ditimbulkan oleh sejumlah kecil senyawa
seskuiterpen bernama viridofril. Minyak juga mengandung senyawa
derivate piridin yang mempunyai bau spesifik (graa-like inty oudor)

 Minyak astiri peppermint didapatkan dengan cara dilastasi uap pucuk


tanaman yang berbunga, dan british pharmacopeia mensyaratkan kadar
minyak astiri tidak kurangg dri 1.2%

 Kegunaan flavor dan farfum

Minyak astiri jahe

 Jahe adalah rhizome tanaman Zingiber officinale (zingiberaceae). Sejarah


mencatat tentang budidaya tanaman jahe india pada waktu silam, dimana
rempah yang berasal dari rhizome telah digunakan oleh bangsa
yunani,romawi,eropah. Tanaman jahe tumbuh subur pada daerah subtropik
dengan curah hujan tertentu.

 Kandungan minyak astiri jahe 1-2%, 5-8% resin, pati dan musilago.
Minyak jahe tersusun atas lebih kurang 50 senyawa yaitu merupakan
monoterpen seperti β-felandren, (+) camphene, sineol , sitral dan borneol.
Senyawa hidrokarbon seskuiterpen kandungan minyak adalah zingeberen,
β-bisabolen, (E,E)-α-farnesen, β-seskuifelandren dan ar_kurkumen,
ssementara alcohol seskuiterpen adalah zingiberol. Rasa peas jahe
ditimbulan oleh senyawa gingerol,yaitu cairan yang mengandung homolog
fenol. Gingerol disentesis dari fenilalanin , malonat dan heksanoat.

 Dalam proses pengolahan jahe agar menghasilkan minyak atsiri, diawali


dengan memisahkan rimpang jahe dari jaringan tanaman melalui proses
destilasi. Pada proses ini jaringan tanaman dipanasi dengan air atau uap
air. Lalu minyak atsiri akan menguap dari jaringan bersama uap air yang
terbentuk atau bersama uap air yang dilewatkan pada bahan. Campuran
uap air dan minyak atsiri dikondensasikan pada suatu saluran yang
suhunya relatif rendah. Hasil kondensasi berupa campuran air dan minyak
atsiri inilah yang sangat mudah dipisahkan karena kedua bahan tidak dapat
saling melarutkan.
 Jahe berkhasiat sebagai karminativa dan stimulant, antibakter dan anti
jamur.