Anda di halaman 1dari 4

Nama : Devi Ernanti Wahyuni

Nim : P17320317046

A. Desain Penelitian
Penelitian mengenai motivasi belajar pada remaja dengan internet gaming
disorder menggunakan metode penelitian deskriptif yang dilakukan untuk
membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan yang terjadi
didalam suatu populasi tertentu. Metode penelitian ini umumnya digunakan
untuk membuat penelitian terhadap suatu kondisi dan penyelenggaraan
suatu program pelayanan kesehatan yang sedang dihadapi pada situasi
sekarang, kemudian hasilnya digunakan untuk menyusun perencanaan
perbaikan dan peningkatan program-program tersebut. Karakteristik
penelitian deskriptif cenderung mengambarkan suatu fenomena apa adanya
secara teratur-ketat, mengutamakan objektivitas dan dilakukan secara
cermat, tidak ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan, dan tidak ada
uji hipotesis (Notoatmojo, 2010).
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran motivasi
belajar pada remaja sebagaimana adanya, selanjutnya hasil penelitian ini
dapat dijadikan data dasar untuk penelitian selanjutnya. Penelitian ini
dilakukan dengan mengumpulkan data melalui pertanyaan terstruktur atau
koesioner penelitian.
B. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan penelitian metode deskriptif
1. Relatif mudah dilaksanakan
2. Tidak membutuhkan kelompok control sebagai pembanding
3. Diperoleh banyak informasi penting yang dapat digunakan untuk
perencanaan program pelayanan kesehatan pada masyarakat, memberi
informasi kepada masyarakat tentang kesehatan, mengadakan
perbandingan status kesehatan. Penelitian deskriptif dapat digunakan
sebagai penelitian pendahuluan untuk penelitian analitik atau penelitian
eksperime, dan untuk memperoleh gambaran tentang hasil pengobatan
suatu penyakit yang telah di lakukan.
4. Dari penelitian deskriptif dapat ditentukan apakah temuan yang
diperoleh membutuhkan penelitian lanjutan atau tidak. Walaupun
dengan penelitian deskriptif dapat diperoleh banyak informasi penting
untuk pekermbangan ilmu.

Kekurangan dari penelitian deskriptif :

1. Pengamatan pada subjek studi hanya dilakukan satu kali yang dapat di
ibaratkan sebagai “potret” hingga tidak dapat diketahui perubahan-
perubahan yang terjadi dengan berjalannya waktu.
2. Kelemahan lain ialah bila ditemukan penderita hipertensi dengan kadar
kolesterol yang tinggi kita tidak dapat menentukan sebab-akibat.

C. Sampel
Sampel adalah bagian dari sejumlah karakteristik yang dimiliki oleh
populasi yang digunakan untuk penelitian. Bila populasi besar, peneliti tidak
mungkin mengambil semua untuk penelitian missal karena terbatas dana,
tenaga, dan waktu. Maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil
dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel, kesimpulannya, akan
dapat di berlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari
populasi harus betul-betul mewakili dan harus valid, yaitu bisa mengukur
yang bisa diukur (sujarweni, 2014).
a. Cara pengamnilan sampel
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah
purposive sampling, data yang dikumpulkan atau didapat melalui
wawancara dang angket. Pusposive sampling adalah pengambilan
sampel di dasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat
oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang
sudah diketahui sebelumnya. Pelaksanaan pengambilan sampel
secara purposive ini antara lain :
Mula-mula peneliti mengidentifikasi semua karakteristik
populasi, misalnya dengan studi pendahuluan atau dengan
mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan populasi.
Kemudia peneliti menetapkan berdasarkan pertimbangannya,
sebagian dari anggota populasi menjadi sampel penelitian sehingga
teknik teknik pengambilan sampel secara purposive ini didasarkan
pada pertimbangan pribadi peneliti sendiri (Notoatmodjo, 2010).
b. Besar sampel
Besar sampel Menetapkan besarnya sampel minimal atau jumlah
sampel suatu penelitian tergantung pada dua hal, yaitu pertama
adanya sumber-sumber yang dapat digunakan untuk menentukan
batas maksimal dan dari besarnya sampel. Kedua, kebutuhan dari
rencana analisis yang menentukan batas minimal dari besarnya
sampel (Notoatmodjo, 2010).
Rumus besar sampel :

n = ____N_____
1+N(d)2
Keterangan :
n : jumlah sampel
N : jumlah populasi
d : tingkat signifikasi (p)

Berdasarkan rumus tersebut total remaja di wilayah Kecamatan Bogor

Barat sebanyak 39.147 jiwa. diketahui :

N = 39.147

d = 0,12

Maka,

n= 39.147

1 + 39.147 (0,12)²

n= 39.147

1 + 39.147² (0,0144)
n= 39.147

1 + 563,7168
n= 39.147

564,7168

n = 69,32 responden

dari perhitungan diatas, peneliti mengambil jumlah sampel sebanyak

70 responden.