Anda di halaman 1dari 26

MIKROORGANISME PENYEBAB INFEKSI

PADA SALURAN KEMIH (Streptococcus sp.)

Disusun Oleh :
Kelompok 5
1. Prabella Yunike Putri 4. Rieke Dwi Ramadhany
2. R.A Hurunin 5. Rika Damayanti
3. Rani 6. Sekar Damayanti

TINGKAT II REG A

DOSEN PENGAMPU:

Karneli, AMAK,S.Pd, M.Kes

POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG


JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN AJARAN 2019
Kata Pengantar
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan

rahmat dan hidayah-Nya kepada kami selaku penulis makalah ini, sehingga kami

dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “ Mikroorganisme Penyebab

Infeksi Saluran Kemih (Streptococcus sp)”dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Adapun maksud dari kami menyusun makalah ini adalah untuk memenuhi

tugas Bakteriologi. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih

kepada Dosen Pembimbing Bapak Karneli, AMAK, ST, MT yang telah membimbing

kami.

Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca untuk

menambah wawasan pembaca mengenai Mikroorganisme Penyebab Infeksi Saluran

Kemih (Streptococcus sp). Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini

masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Untuk itu kepada dosen

pembimbing kami meminta masukannya demi perbaikan penulisan makalah di masa

yang akan datang dan kami berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan

saran atas makalah yang kami buat ini.

Palembang, Oktober 2019

Penulis

BAB I

2
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bakteri adalah organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih

tersebar luas dibandingkan makhluk hidup yang lain. Bakteri memiliki

ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-

tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang

merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk

hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta

umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik ataumikroskopik.

Mikroorganisme dapat menyebabkan banyak bahaya kerusakan. Hal itu

terlihat dari kemampuannya menginfeksi manusia, hewan, tumbuhan, dan

menimbulkan penyakit yang berkisar dari infeksi ringan sampai kepada

kematian. Mikroorganisme juga dapat mencemari makanan, dan

menimbulkan perubahan-perubahan kimiawi didalamnya, membuat makanan

tersebut tidak dapat dikomsumsi atau bahkan beracun.

Manusia dan binatang memiliki flora normal yang melimpah dalam

tubuhnya yang penyakit melimpah dalam tubuhnya yang biasanya tidak

menyebabkan tetapi mencapai keseimbangan yang menjamin bakteri dan

inang untuk tetap bertahan, tumbuh dan berpropagasi. Beberapa bakteri

penting yang menyebabkan penyakit pada perbenihan biasanya tumbuh

3
bersama dengan flora normal (misalnya Streptococcus pneumoniae,

Staphylococcus aureus). Ada beberapa bakteria yang sudah jelas patogen

(misalnya Salmonella typhi), tapi infeksi tetap belum kelihatan atau subklinis

dan inang merupakan “pembawa” bakteri (Brooks, dkk 2005).

Salah satu jenis bakteri yang penting dalam klinis adalah

Streptococcus. Bakteri ini merupakan gram-positif kokus yang biasanya

menjadi penyebab dari sakit tenggorokan, infeksi-infeksi pada luka, dan

banyak penyakit lain yang tak kalah penting yang juga disebabkan olehnya.

yang merupakan penyebab umum infeksi saluran kemih tanpa komplikasi

(ISK), terutama pada wanita muda yang aktif secara seksual. Lebih jarang,

ini bertanggung jawab untuk komplikasi termasuk pielonefritis akut, uretritis,

epididimitis, dan prostatitis. ISK akut tanpa komplikasi ditandai dengan

disuria dan frekuensi pada wanita dewasa yang tidak kompeten dan tidak

hamil dan merupakan infeksi bakteri yang paling umum pada wanita. Infeksi

yang rumit biasanya melibatkan pasien yang immunocompromised, lansia,

pria, hamil, diabetes, dan atau dengan kelainan urologis seperti kateter yang

menetap atau penyakit ginjal.

1.1 RumusanMasalah

4
1. Bagaimana morfologi dan sifat atau cirri khas dari bakteri

Streptococcus.sp Secara umum?

2. Bagaimana klasifikasi dari bakteri Streptococcus sp.?

3. Apa yang dimaksud infeksi saluran kemih?

4. Bagaimana epidemiologi, patofisilogi dari penyakit infeksi saluran

kemih?

5. Bagaimana tanda dan gejala serta penjegahan ISK

1.2 Tujuan

1. Untuk mengetahui morfologi dan sifat atau ciri khas dari bakteri

Streptococcus sp. secara umum?

2. Untuk mengetahui klasifikasi dari bakteri Streptococcussp.

3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud infeksi saluran kemih.

4. Untuk mengetahui etiologi, patofisilogi, tanda dan gejala serta

diagnose.

5. Untuk mengetahui cara pencegahan ISK

1.3 Manfaat

1. DapatmengetahuimorfologidansifatataucirikhasdaribakteriStreptococcu

ssp. secara umum.

2. Dapat mengetahui klasifikasi dari bakteri Streptococcussp.

3. Dapat mengetahui apa yang dimaksud infeksi saluran kemih.

5
4. Dapat mengetahui etiologi, patofisilogi, tanda dan gejala serta diagnosa

5. Dapat mengetahui cara pencegahan ISK

6
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Infeksi Streptococcus sp.

Infeksi Streptococcus sp. adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri

Streptococcus. Bakteri Streptococcus terbagi menjadi dua tipe, yakni tipe A dan tipe

B. Bakteri ini pada dasarnya merupakan jenis bakteri yang dapat hidup dan tumbuh di

tubuh manusia, serta tidak menimbulkan penyakit yang serius. Namun, pada keadaan

tertentu, bakteri ini dapat menyebabkan infeksi yang menimbulkan gejala, mulai dari

ringan hingga serius. Salah satunya adalah infeksi saluran kemih ( ISK ) yang

disebabkan oleh Bakteri Streptococcus tipe B. Bakteri ini dapat hidup di usus,

vagina, dan bagian akhir dari usus besar (rektum), serta tidak menimbulkan masalah.

Terdapat faktor pemicu yang mempengaruhi, seperti umur dan kondisi kesehatan,

sehingga bakteri ini dapat menimbulkan masalah.

2.1 Streptococcus sp.


2.1.1 Morfologi dan sifat atau ciri khas Streptococcus sp

Streptococcus adalah suatu bakteri yang memiliki bentuk seperti

rangkaian rantai. Streptococcus berasal dari kata “strepto” yang berarti rantai dan

“coccus” yang berarti bulat. Sebagian besar bakteri yang masuk dalam kelompok

streptococcus dapat hidup di lingkungan beroksigen ataupun tanpa oksigen.

7
Klasifikasi Ilmiah

Ordo :Eubacteriales

Family : Streptococcaceae

Genus :Streptococcus

Spesies :

 Streptococcus pyogenes
 Streptococcus agalactiae
 Streptococcusequisimitis
 Streptococcus faecalis ( S.bovis, S.equinus)
 Streptococcus pneumonia
 Streptococcus viridans ( S. mitis, S. sanguis, S. milleri, S. mutans )

Morfologi Streptococcus sp.

Streptococcus merupakan bakteri gram-positif yang berdiameter 0,5 – 1 µ,

terdapat dimana-mana, patogen atau normal pada hewan dan manusia dengan

bentuk bulat sedikit lonjong, tersusun seperti rantai yang khas (dua-dua). Kokus

8
agak memanjang pada arah sumbu rantai, panjangnya tergantung dari

lingkungan dimanamedia cair akan lebih tumbuh panjang dari pada media padat,

panjangnya terdiri dari 8 buah kokus atau lebih. Beberapa pembentuk kapsul

polisakarida.Pada perbenihan yang baru bakteri ini tergolong gram-positif, bila

perbenihan telah berumur beberapa hari dapat berubah menjadi gram-negatif hal

ini di sebabkan karena nutrisi yang ada pada

selbakteritelahberkurangsehinggalapisanpeptidoglikanpadadindingselbakteri

menipis, kecuali beberapa strain yng hidupnya saprofitik.

Beberapa Streptococcus memiliki kapsul berupa polisakarida yang dapat

dibedakan dengan Pneumococcus. Sebagian besar dari grup A, B, dan C

memiliki kapsul yang terdiri dari asam hyaluronat. Kapsul ini dapat menghalangi

proses fagositosis. Dinding sel Streptococcus terdiri dari protein (antigen M, T,

R), karbohidrat (kelompok spesifik) dan peptidoglikan. Pili seperti rambut

terdapat dalam kapsul pada Streptococcus grup A.

A.Sifat

Streptococcus tumbuh secara aerob dan fakultatif anaerob, tumbuh baik pada pH 7,4

– 7,6 dimana suhu optimum untuk pertumbuhannya 37°C, dan tumbuh subur pada

media yang ditambah protein, CO2 10% dan Eritrosit (hemolisis), dan pada

umumnya O2 harus dikurangi dan di inkubasi selama 18 -24 jam. Media isolasi

primer adalah agar darah dengan oksigen yang rendah karena oksidasi intraseluler

dapat menghasilkan hidrogen peroksida yang bersifat toksik bagi

9
bakteri.Streptococcus sp bersifat HomofermentanLactic acid dan Tidak mampu

sintesis beberapa asamamino.

2.1.2 Klasifikasi dari bakteri Streptococcussp.

1. KlasifikasibakteriStreptococcusberdasarkankemampuanbakteridalammelisiska

n darah terbagi dalam :

 Streptococcusbetahemolytic:hemolisadarahsempurna,terbentukzonajerni

hdi

sekitar koloni,contohnya Streptococcus pyogenes.

 Streptococcus alpha hemolytic : hemolisa tidak sempurna, perubahan

warnakehijauan

(methemoglobin),contohnya Streptococcus pneumoniae

 Streptococcus gama non-hemolytic :tidak menghemolisa

darah,

contohnya Streptococcusagalactiae

Hemolisis Hemodigesti Unhemolisis

(Melisiskan darah seluruhnya) (Melisiskan darah sebagian) (Tidak melisiskan darah)

Cth. Streptococcus β Cth. Streptococcus  Cth. Streptococcus ϒ

10
Hemolisis

2. Streptococcus penyebab penyakit pada manusia dikelompokkan menjadi 4

diantaranya

a. Grup A:

paling mematikan meskipun manusia adalah tuan rumah alaminya.

Streptococcus ini bisa menyebabkan infeksi pada

tenggorokan,tonsilitis (infeksi amandel), infeksi kulit,septikemia

(infeksi dalam darah), demam Scarlet, pneumonia, demam rematik,

korea Sydenham (kelainan saraf yang ditandai oleh kekakuan otot

atau St. Vitu’s dance) dan peradangan ginjal (glomerulonefritis)

 Grup B:

11
lebih sering menyebabkan infeksi yang berbahaya pada

bayi baru lahir (sepsis neonatorum), infeksi pada sendi

(artritis septik) dan pada jantung (endokarditis).

 Streptococcus grup C dan G:

sering terdapat pada binatang, tetapi bisa juga hidup di

dalam tubuh manusia, yaitu di tenggorokan, usus, vagina

dan kulit. Streptococcus ini bisa menyebabkan infeksi

yang berat seperti infeksi tenggorokan, pneumonia,

infeksi kulit, sepsis post-partum (setelah melahirkan) dan

sepsis neonatorum, endokarditis dan artritis septik.

Setelah terinfeksi oleh bakteri ini bisa juga terjadi

peradanganginjal.

• Streptococcus grup D dan Enterococcus :

dalam keadaan normal hidup di saluran pencernaan

bagian bawah, vagina dan kulit. Bakteri ini juga dapat

menyebabkan infeksi pada luka dan katup jantung,

kandung kemih, perut dan darah.

2.2 Infeksi Saluran Kemih


2.2.1 Definisi

12
Pielonefritis adalah penyakit yang sebenarnya merupakan bagian dari Infeksi

Saluran Kemi, namun lebih dikenal dengan Infeksi Saluran Kemih (ISK), ISK

merupakan infeksi bakteri pada piala ginjal, tunulus, dan jaringan interstinal dari

salah satu atau kedua gunjal (Brunner & Suddarth, 2002)

Infeksi Saluran Kemih adalah keadaan ditemukannya mikrorganisme di dalam

urin dalam jumlah tertentu. Dalam keadaan normal, urin juga mengandung

mikroorganisme, umumnya sekitar 102 bakteri/ml urin. Pasien didiagnosis infeksi

saluran kemih bila urinnya mengandung lebih dari 105 bakteri/ml (Coyle dan Prince.,

2005)

2.2.2 Klasifikasi Infeksi Saluran Kemih

Dari segi anatomi infeksi saluran kemih dapat diklasifikasikan menjadi 2

macam yaitu

(Coyle dan Prince, 2005)

1. infeksi saluran kemih bagian atas

Infeksi saluran kemih bagian atas terdiri dari pielonefritis yaitu infeksi yang

melibatkan ginjal. Pada infeksi saluran kemih bagian atas ini diklasifikasikan lagi

berdasarkan waktu terserangnya, yaitu :

a. Pyelonefritis akut

13
Pyelonefritis akut biasanya singkat dan sering terjadi infeksi berulang karena terapi

tidak sempurna atau infeksi baru. 20% dari infeksi yang berulang terjadi setelah dua

minggu setelah terapi selesai.Infeksi bakteri dari saluran kemih bagian bawah ke arah

ginjal, hal ini akan mempengaruhi fungsi ginjal.

Ginjal biasanya membesar disertai infiltrasi interstisial sel-sel inflamasi. Abses dapat

dijumpai pada kapsul ginjal dan pada taut kortikomedularis. Pada akhirnya, atrofi dan

kerusakan tubulus serta glomerulus terjadi.Kronis. Pielonefritis kronis juga berasal

dari adanya bakteri, tetapi dapat juga karena faktor lain seperti obstruksi saluran

kemih dan refluk urin.

b. Pyelonefritis kronis

Pyelonefritis kronis dapat merusak jaringan ginjal secara permanen akibat inflamasi

yang berulangkali dan timbulnya parut dan dapat menyebabkan terjadinya renal

failure (gagal ginjal) yang kronis. Ginjal pun membentuk jaringan parut progresif,

berkontraksi dan tidak berfungsi.

Proses perkembangan kegagalan ginjal kronis dari infeksi ginjal yang berulang-ulang

berlangsung beberapa tahun atau setelah infeksi yang gawat.Pembagian

PielonefritisPielonefritis akutSering ditemukan pada wanita hamil, biasanya diawali

dengan hidro ureter dan hidronefrosis akibat obstruksi ureter karena uterus yang

membesa

2. infeksi saluran kemih bagian bawah

14
Infeksi saluran kemih bagian bawah terdiri dari sistitis (kandung kemih), uretritis

(uretra), serta prostatitis (kelenjar prostat). Presentasi klinis ISK bawah tergantung

dari gender. Pada perempuan, terdapat dua jenis ISK bawah pada perempuan yaitu

sistitis dan sindrom uretra akut. Sistitis adalah presentasi klinis infeksi kandung

kemih disertai bakteriuria bermakna. Sindrom Uretra Akut (SUA) adalah presentasi

klinis sistitis tanpa ditemukan mikroorganisme (steril), sering dinamakan sistitis

bakterialis. Penelitian terkini SUA disebabkan mikroorganisme anaerob. Pada pria,

presentasi klinis ISK bawah mungkin sistitis, prostatitis, epidimidis, dan uretritis

Dari segi iklinik infeksi saluran kemih dapat diklasifikasikan menjadi 2

macam yaitu :

1. Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi (simple/ uncomplicated urinary

tract infection), yaitu bila infeksi saluran kemih tanpa faktor penyulit dan

tidak didapatkan gangguan struktur maupun fungsi saluran kemih.


2. Infeksi saluran kemih terkomplikasi (complicated urinary tract infection),

yaitu bila terdapat hal – hal tertentu sebagai infeksi saluran kemih dan

kelainan struktur maupun fungsional yang merubah aliran urin seperti

obstruksi aliran urin ; batu saluran kemih, kista ginjal, tumor ginjal, abses

ginjal, residu urin dalam kandungan kemih (Suwitra dan Mangatas, 2004).
2.2.3 Epidemiologi

15
Infeksi saluran kemih pada masa neonatus bermanifestasi setelah 72 jam

kehidupan. Insidensinya berkisar antara 0,1 sampai 1% pada semua neonatus. Lebih

sering pada anak lelaki dan neonatus preterm dan dapat meningkat menjadi 10% pada

bayi berat badan lahir rendah. Pada usia 1 sampai 5 tahun prevalensinya meningkat

antara pria dan wanita masing-masing sekitar 4,5% dan 0,5% dan sekitar 8% wanita

pernah mendapat infeksi saluran kemih pada masa kanak-kanaknya. Pada masa

remaja, prevalensi infeksi saluran kemih meningkat secara dramatis dari 1% sebelum

puber hingga menjadi 4% pada masa setelah puber. Kenaikan ini pada umumnya

dihubungkan dengan perilaku seksual, dimana pada usia pertumbuhan sebagian

remaja sudah mulai melakukan aktivitas seksual.

Selama periode usia beberapa bulan dan lebih dari 65 tahun, perempuan

cenderung menderita ISK disbanding laki-laki. ISK berulang pada laki-laki jarang

dilaporkan, kecuali disertai faktor predisposisi (pencetus). Prevalensi bakteriuri

asimtomatik lebih sering ditemukan pada perempuan. Prevalensi selama periode

sekolah 1% meningkat menjadi 5% selama periode aktif secara seksual. Prevalensi

infeksi asimtomatik meningkat mencapai 30%, baik laki-laki maupun perempuan bila

disertai faktor pencetus

2.2.4 Patofisiologi

16
Etiologi Pielonefritis multifaktorial dan secara jelas menunjukkan tidak

seimbangnya antara pejamu dan patogen. Penyebaran bakteri secara hematogen pada

saluran kemih mungkin dapat muncul meskipun sangat jarang. Kebanyakan

pielonefritis berasal dari kandung kencing kemudian asenden sehingga menyebabkan

pielonefritis.
Ketika bakteri masuk kedalam parenkim ginjal dengan tekanan yang sangat

tinggi, daerah fokal infeksi dan inflamasi semakin berkembang dan beberapa tahap

kompleks inflamasi bertingkat terbentuk. Bila proses ini tidak dicegah dengan

pengobatan, hal ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal berat atau jaringan parut.

Lebih lanjut, bila infeksi berulang terus menerus tanpa terapi yang adekuat, hasil

jangka panjang adanya jaringan parut ginjal yang signifikan, yang lebih ekstrim lagi

menyebabkan refluk nephropahy, yang menyebabkan end stage renal disease.


Pada saluran kemih yang sehat, naiknya infeksi ini biasanya bisa dicegah oleh

aliran air kemih yang akan membersihkan organisme dan oleh penutupan ureter di

tempat masuknya ke kandung kemih. Berbagai penyumbatan fisik pada aliran air

kemih (misalnya batu ginjal atau pembesaran prostat) atau arus balik air kemih dari

kandung kemih ke dalam ureter, akan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi

ginjal. Infeksi juga bisa dibawa ke ginjal dari bagian tubuh lainnya melalui aliran

darah
Pada infeksi saluran kemih, bakteri telah mencapai kandung kencing dan atau

ginjal yang menyebabkan respon lokal pejamu. Diperkirakan infeksi bakteri

meningkatkan respon sitokin Interleukin-6 lainnya yang diperantarai mediator

pejamu. Berdasarkan penelitian di Denver tahun 2010, IL -6 urin meningkat dalam 6

17
jam pertama setelah terjadinya proses infeksi dengan tingkat sensitifitas 88%, 22

sedangkan dari hasil penelitian di swedia tahun 1997, menyatakan adanya

peningkatan IL-6 di urin pada 24 jam pertama proses infeksi dan tetap meningkat

setelah 6 jam dimulainya terapi serta IL-6 serum meningkat lebih lama pada pasien

bakterinemia.

2.2.5 Tanda dan gejala


Gejala klinis infeksi saluran kemih tidak khas dan bahkan pada sebagian

pasien tanpa gejala. Gejala klinis infeksi saluran kemih sesuai dengan bagian saluran

kemih yang terinfeksi sebagai berikut: (Tessy dkk, 2004).


1. Pasien infeksi saluran kemih bagian bawah, keluhan pasien biasanya berupa rasa

sakit atau rasa panas di uretra sewaktu kencing dengan air kemih sedikitsedikit

serta rasa tidak enak di daerah suprapubik.


2. Pasien infeksi saluran kemih bagian atas dapat ditemukan gejala sakit kepala,

malaise, mual, muntah, demam, menggigil, rasa tidak enak, atau nyeri di

pinggang.
Selain itu, secara umum gejala dan tanda sebagai berikut :
a. Gejala biasanya timbul secara tiba-tiba berupa demam, menggigil, nyeri di

punggung bagian bawah, mual dan muntah.


b. Beberapa penderita menunjukkan gejala infeksi saluran kemih bagian

bawah, yaitu sering berkemih dan nyeri ketika berkemih.


c. Bisa terjadi pembesaran salah satu atau kedua ginjal. Kadang otot perut

berkontraksi kuat.
d. Bisa terjadi kolik renalis, dimana penderita merasakan nyeri hebat yang

disebabkan oleh kejang ureter. Kejang bisa terjadi karena adanya iritasi

akibat infeksi atau karena lewatnya batu ginjal.

18
e. Pada anak-anak, gejala infeksi ginjal seringkali sangat ringan dan lebih

sulit untuk dikenali.


f. Pada infeksi menahun (pielonefritis kronis), nyerinya bersifat samar dan

demam hilang-timbul atau tidak ditemukan demam sama sekali.

2.2.4 Diagnosa

Diagnosis pada infeksi saluran kemih dapat dilakukan dengan cara sebagai

berikut :

1. Urinalisis
a. Leukosuria atau piuria: merupakan salah satu petunjuk penting adanya

ISK. Leukosuria positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/lapang

pandang besar (LPB) sediment air kemih


b. Hematuria: hematuria positif bila terdapat 5-10 eritrosit/LPB sediment

air kemih. Hematuria disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik

berupa kerusakan glomerulus ataupun urolitiasis.


2. Bakteriologis
a. Mikroskopis : satu bakteri lapangan pandang minyak emersi. 102 -103

organisme koliform / mL urin plus piuria


b. Biakan bakteri
c. Tes kimiawi : tes reduksi griess nitrate berupa perubahan warna pada

uji carik
3. Kultur urine untuk mengidentifikasi adanya organisme spesifik
4. Hitung koloni: hitung koloni sekitar 100.000 koloni per milliliter urin dari

urin tampung aliran tengah atau dari specimen dalam kateter dianggap

sebagai criteria utama adanya infeksi.


5. Metode tes

19
a. Tes dipstick multistrip untuk WBC (tes esterase lekosit) dan nitrit (tes

Griess untuk pengurangan nitrat).


b. Tes esterase lekosit positif: maka pasien mengalami piuria.
c. Tes pengurangan nitrat, Griess positif jika terdapat bakteri yang

mengurangi nitrat urin normal menjadi nitrit. Praktis semua gram negatif

dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit, yang tampil sebagai perubahan

warna tertentu pada strip. Kuman-kuman grampositif tidak terdeteksi.


d. Penyakit Menular Seksual (PMS):Uretritia akut akibat organisme

menular secara seksual (misal, klamidia trakomatis, neisseria

gonorrhoeae, herpes simplek).

6. Tes- tes tambahan :


a. Urogram intravena (IVU).
b. Pielografi (IVP), msistografi, dan ultrasonografi juga dapat dilakukan

untuk menentukan apakah infeksi akibat dari abnormalitas traktus

urinarius, adanya batu, massa renal atau abses, hodronerosis atau

hiperplasie prostate.
c. Urogram IV atau evaluasi ultrasonic, sistoskopi dan prosedur

urodinamik dapat dilakukan untuk


d. Mengidentifikasi penyebab kambuhnya infeksi yang resisten.
7. Tes ABC (Antibody Coated Bacteria) adalah cara imunologi guna menentukan

infeksi saluran kemih yang letaknya lebih tinggi. Dalam hal ini tubuli secara

lokal membentuk antibodies terhadap kuman, yang bereaksi dengan antigen

yang berada di dinding kuman. Kompleks yang terbentuk dapat diperlihatkan

dengan cara imunofluoresensi


(Tjay dan Rahardja, 2007).

3 Pencegahan
1. Menghindari semprotan deodorant atau douche pada alat kelamin.

20
2. Jangan menggunakan kondom atau difragma dengan spermisida karena dapat

memicu pertumbuhan bakteri.


3. Minum banyak air.
4. Jangan menahan buang air kecil.
5. Kencing setelah berhubungan seks.
6. Bersihkan area kelamin dari bagian depan ke belakang setelah buang air.

21
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

a. Infeksi Streptococcus sp. adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri


Streptococcus. Bakteri Streptococcus terbagi menjadi dua tipe, yakni tipe
A dan tipe B.
b. Pielonefritis adalah penyakit yang sebenarnya merupakan bagian dari

Infeksi Saluran Kemi, namun lebih dikenal dengan Infeksi Saluran Kemih

(ISK) atas. Infeksi Saluran Kemih adalah keadaan ditemukannya

mikrorganisme di dalam urin dalam jumlah tertentu. Pasien didiagnosis

infeksi saluran kemih bila urinnya mengandung lebih dari 105 bakteri/ml
c. ISK umunya disebabkan karena adanya infeksi akibat bakteri yang

pathogen
d. Gejalanya : rasa sakit atau rasa panas di uretra sewaktu kencing dengan

air kemih sedikitsedikit serta rasa tidak enak di daerah suprapubik. sakit

kepala, malaise, mual, muntah, demam.

22
Daftar Pustaka

 Willy, d. T. (2018, Agustus 6). Infeksi Streptococcus. Retrieved Oktober 13,

2019, from ALODOKTER: https://www.alodokter.com/infeksi-

streptococcus

 Yudha, M. S. (n.d.). SCRIBD.ID. Retrieved Oktober 13, 2019, from Makalah

Streptococcus Sp.:
https://www.scribd.com/document/324846056/Makalah-
Streptococcus-Sp

 Coyle, E. A. & Prince, R. A.. 2005. Urinary Tract Infection and Prostatitis, in
7th Edition. The McGraw Hill Comparies, Inc., USA
 Hadi, U. 2006.Resistensi Antibiotik, In: Sudoyo, A.W., Setiyohadi, B., Alwi, I.,
Simadibrata K, M. & Setiati, S. (Eds), Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam. Jilid III Edisi IV. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit
Dalam Fakultas Kedokteran UI. Jakarta.
 Tessy A, Ardayo, Suwanto. 2004. Infeksi saluran kemih. Dalam: Buku Ajar
Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 3. Edisi 3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI
 Willianti, N.P.2009.Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi
Saluran Kemih Pada Bangsal Penyakit Dalam di RSUP Dr.Kariadi
Semarang Tahun 2008, Laporan Penelitian. Fakultas Kedokteran.
Universitas Diponegoro Semarang.

Lampiran

23
1. Seorang mahasiswi merasakan rasa sakit atau rasa panas di uretra sewaktu
kencing dengan air kemih sedikit-sedikit serta rasa tidak enak di daerah
suprapubik. sakit kepala, malaise, mual, muntah, demam.
Berdasarkan gejala tersebut, mahasiswi tersebut mengalami Infeksi pada…

a.Kulit
b.Sendi
c.Saluran Kemih
d.Tenggorokan
e.Usus

2. Streptococcus merupakan bakteri gram-positif yang berdiameter 0,5 – 1 µ, terdapat


dimana-mana, patogen atau normal pada hewan dan manusia dengan bentuk bulat
sedikit lonjong, tersusun seperti rantai yang khas (dua-dua). Bakteri Streptococcus
juga berkemampuan untuk menghemolisa darah sempurna sehingga terbentuk zona
jernih di sekitar koloni yang di mana ini merupakan spesies?

a.S. Pyogeres

b.S. gama non hemolytic

c.S. beta hemolytic

d.S. alpha hemolytic

e.S. gama hemolytic

3. Apabila suatu koloni media agar darahdi buat preparat dan di warnai dengan
pewarnaan gram, ternyata di temukan berbentuk coccus gram positif susunan
menyebar, maka selanjutnya di lakukan tes?

a.Katalase

b.Oksidasi

c.Koagulase

d.Sensitivitas

e.Biokimia

24
4. SeorangSeorangSeorangSeorang wanita 27 tahun, riwayat kontak seksual 3 hari
yang lalu. Pasien mengeluh keluar nanahdari OUE warna kemerahan , bengkak, OUE
terasa nyeri,dan terdapat demam. Diagnosis keadaandiatas adalah !

a.Spisilis

b.Limpogranuloma venerum

c.Gonorrhoe

d.Ulkus molle

e.Uretritis..

5. Infeksi saluran kemih diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Bila infeksi


saluran kemih tanpa factor penyulit dan tidak didapatkan gangguan struktur maupun
fungsi saluran kemih disebut...

a.Infeksi saluran kemih terkomplikasi (complicated urinary tract infection)

b.Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi (simple/uncomplicated urinary tract

ifection)

c.Infeksi saluran kemih bagian bawah

d.Infeksi saluran kemih bagian atas

e.Infeksi saluran kemih

6. Bakteri paling mematikan meskipun manusia adalah tuan rumah alaminya.


Streptococcus ini bias menyebabkan infeksi pada tenggorokan,
tonsilitis(infeksiamandel), infeksikulit, septikemia(infeksidalamdarah),
demamScarlet, pneumonia, demamrematik, korea Sydenham(kelainan saraf yang
ditandai oleh kekakuan otot atau St.Vitu’sdance) dan peradangan ginjal
(glomerulonefritis).

Berdasarkan penjelasan diatas streptococcus penyebab penyakit ini termasuk ke


dalam group apa?

25
a.GroupE

b.GroupB

c.GroupD

d.GroupA

e.GroupC

26