Anda di halaman 1dari 7

1.

Pengertian Sifat Koligatif Larutan


Sifat koligatif larutan adalah suatu sifat larutan yang tidak tergantung pada suatu jenis zat yang
larut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi partikel zat larutannta. Kemudian Sifat koligatif
larutan terdiri dari dua jenis sifat yaitu, sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan
nonelektrolit.

# Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit


Walaupun sifat koligatif melibatkan suatu larutan, sifat koligatif tidak tergantung dengan
interaksi pada molekul pelarut dan zat terlarut, kemungkinan tergatung dengan jumlah zat
terlarut yang larut pada suatu sebuah larutan. Sifat koligatif terdiri pada penurunan tekanan uap,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik.
1. Penurunan Tekanan Uap
Molekul – molekul zat cair yang menyisakan permukaan akan mengakibatkan adanya tekanan
uap zat cair. Akan semakin cepat molekul – molekul zat cair berubah menjadi sebuah uap, dan
akan semakin tinggi juga tekanan pada uap zat cair.
Apabila pada tekanan zat cair itu dilarutkan oleh zat pelarut yang tidak akan menguap, maka
partikel – partikel zat terlarut akan mengurangi proses penguapan molekul – molekul zat
cair.Contohnya yaitu Laut mati yang merupakan terjadinya penurunan tekanan uap pelarut pada
zat terlarut yang tidak cepar menguap.
Air yang memiliki kadar garam sangat tinggi ini berada pada daerah gurun yang sangat panas
dan kering, yang tidak berhubungan pada laut bebas, sehingga konsentrasi yang ada pada zat
terlarutnya akan semakin tinggi. Persamaan pada penurunan tekanan uap dibawah ini:

persamaan penurunan tekanan uap


2. Kenaikan Titik Didih
Titik didih zat cair merupakan suhu tetap disaat zat cair mendidih. Pada suhu ini, tekanan uap
zat cair memiliki persamaan pada tekanan udara yang ada disekitarnya. Hal ini disebabkan oleh
terjadinya penguapan pada seluruh bagian zat cair. Titik didih zat cair dapat diukur dengan
tekanan 1 atmosfer.
Pada hasil penelitian, ternyata didalam titik didih larutan selalu lebih tinggi dibandingkan
dengan titik didih pelarut murninya.Karena disebabkan oleh adanya partikel – partikel zat
terlarut pada suatu larutan yang menghalangi proses penguapan partikel – partikel pelarut.
Dengan begitu, penguapan partikel – partikel pelarut sangat membutuhkan energi yang lebih
besar.
Perbedaan pada titik didih larutan dab titik didih pelarut murni disebut sebagai kenaikan titik

didih yang akan dinyatakan dengan ( ). Persamaan kenaikan titik didih yaitu:
persamaan kenaikan titik didih
Tabel Tetapan Kenaikan Titik Didih dan Pelarut
Pelarut Titik Didih Tetapan (Kb)
Aseton 56,2 1,71
Benzena 80,1 2,53
Kamper 204 5,61
Karbon
76,5 4,95
tetraklorida
Sikloheksana 80,7 2,79
Naftalena 217,7 5,8
Fenol 182 3,04
Air 100 0,52

3. Penurunan Titik Beku


Adanya suatu zat terlarut pada larutan akan membuat sebuah titik beku larutan lebih kecil
dibandingkan dengan titik beku pelarutnya. Persamaan penurunan titik beku :

Persamaan penurunan titik beku


Tabel Penurunan Titik Beku dan Pelarut
Pelarut Titik Beku Tetapan (Kf)
Aseton -95,35 2,4
Benzena 5,45 5,12
Kamper 179,8 39,7
Karbon
-23 29,8
tetraklorida
Sikloheksana 6,5 20,1
Naftalena 80,5 6,94
Fenol 43 7,27
Air 0 1,86

4. Tekanan Osmotik
Tekanan osmotik merupakan gaya yang diperlukan dalam penyeimbangan pada desakan zat
pelarut dari selaput semipermiabel melalui larutan. Membran semipermeabel yaitu selaput yang
bisa dilalui molekul – molekul pelarut dan tidak bisa dilalui dengan zat terlarut. Menurut Van’t
Hoff, pada tekanan osmotik larutan dirumuskan sebagai berikut:

rumus tekanan osmotik

# Sifat Koligatif Larutan elektrolit


Pada konsentrasi sifat koligatif larutan elektrolit yang sama memliki sebuah nilai yang lebih
besar dibandingkan dengan sifat koligatif larutan non elektrolit. Karena banyaknya pada partikel
zat terlarut hasil reaksi ionisasi larutan elektrolit yang telah dirumuskan pada faktor Van’t Hoff.
Perhitungan dari sifat koligatif larutan elektrolit akan selalu dikalikan pada faktor Van’t Hoff
sebagai berikut :

rumus larutan elektrolit


1. Penurunan Tekanan Uap
Rumus pada penurunan tekanan uap menggunakan faktor Van’t Hoff sebagai berikut:

rumus tekanan uap elektrolit


2. Kenaikan Titik Didih
Rumus persamaannya yaitu:
rumus kenaikan titik didih
3. Penurunan Titik Beku
Rumus persamaannya yaitu:

rumus penurunan titik beku


4. Tekanan Osmotik
Rumus persamaannya yaitu:

rumus tekanan osmotik elektrolit

3. Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan & Pembahasannya


Soal 1 s/d 5 pilihan ganda dan jawabannya:
1. Jika pada tekanan osmotik pada 500 ml larutan fruktosa, C6H12O6 dari suhu 32°C sebesar 2
atm, jumlah massa fruktosa yang dilarutkan adalah :
a. 7,2 gram
b. 9,0 gram
c. 14,4 gram
d. 18,0 gram
e. 45,0 gram

pembahasan soal no 1

2. Penambahan 5,4 g pada suatu zat nonelektrolit didalam 300 g air ternyata akan menurunkan
titik beku sebesar 0,24°C. Lalu Kf air = 1,86 °C/molal, maka Mr pada zat tersebut yaitu :
a. 8,04
b. 12,56
c. 60,96
d. 108,56
e. 139,50
pembahasan soal no 2

3. Pada fraksi mol larutan urea didalam air 0,2. Tekanan uap jenuh air murni dengan suhu 20°C
sebanyak 17,5 mmHg. Maka pada tekanan uap jenuh larutan pada suhu berikut yaitu :
a. 16 mmHg
b. 15 mmHg
c. 14 mmHg
d. 13 mmHg
e. 12 mmHg

pembahasan soal no 3

4. Untuk menaikkan suatu titik didih 20 gram air dijadikan 100,1°C dengan tekanan 1 atm (Kb =
0,50), lalu jumlah gula (Mr = 342) yang akan terlarut yaitu :
a. 16,3 gram
b. 18,9 gram
c. 17,1 gram
d. 15,2 gram
e. 20,5 gram
pembahasan soal no 4

5. Pada suatu zat nonelektrolit (Mr = 40) memiliki banyak 30 gram dilarutkan didalam 900 gram
air. Penurunan pada titik beku larutan ini yaitu 1,550°C. Berapa gram pada zat yang harus
dilarutkan didalam 1,2 kg air agar mendapatkan larutan dari penurunan titik beku yang
setengahnya pada penurunan titik beku diatasnya:
a. 24 g
b. 23 g
c. 22 g
d. 21 g
e. 20 g
pembahasan soal no 5