Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH METODELOGI KEPERAWATAN

“IMPLEMENTASI KEPERAWATAN PADA IBU


HAMIL”
Dosen Pengampu :
Jawiah, S.Pd., S.Kep., M.Kes.
Disusun Oleh :
Tingkat I B
Kelompok 7
1. Ressa Oktavia
2. Rizky Nabillah
3. Ria Dwi Natasya
4. Yuni Sariati

PRODI DIII KEPERAWATAN


POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK 2017/2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat
dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.
Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah
memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini jauh dari sempurna
dan disana sini masih banyak kekurangan dan, oleh sebab itu saya sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Pada kesempatan ini juga kami tak lupa mengucapkan terima kasih. Dan semoga
dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-
teman.Amin.

Palembang, 28 Maret 2018


Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Letak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. Terjadinya letak
sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. Letak sungsang
terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28
minggu, terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi
pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm.2,3 Sebagai contoh, 3,5
persen dari 136.256 persalinan tunggal dari tahun 1990 sampai 1999 di Parkland
Hospital merupakan letak sungsang.
Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam
rahim dengan kepala berada di atas sehingga pada saat persalinan sungsang,
pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan
kepala pada posisi normal. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan
ultrasonografi (USG). (Manuaba, 1998)
Kehamilan sungsang dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain kelahiran
kembar, cairan amniotik yang berlebihan, hidrosefalus, anencefaly, ari-ari yang
pendek dan kelainan rahim. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir.
Dalam persalinan prematur, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang
lebih tinggi. Pada umur kehamilan 28 minggu, kemungkinan bayi berada dalam
posisi sungsang adalah 25%. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur
kehamilan mendekati 40 minggu. Karena risiko persalinan normal pada bayi
dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal,
maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar.
Jika kondisi ini terjadi pada kehamilan, maka jangan terburu-buru panik.
Asalkan usia kandungan masih di bawah 32 minggu maka janin dalam perut
masih bisa dikembalikan pada posisi normal. (Manuaba,1998).
1.2 Rumusan Masalah

1. Pengertian dari Presentasi Bokong pada ibu Hamil Prenatal ?


2. Asuhan Keperawatan pada ibu Hamil masa Prenatal ( Implementasi ) ?

1.3 Tujuan

Makalah ini secara umum membahas tentang ibu bersalin patologi dengan letak
Sungsang khusunya pada presentasi presbo
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Presentasi bokong merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang
dengankepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri

2.2 Insidensi
Terdapat pada 3 – 4 % dari semua kehamilan. Meningkat dengan penurunan
usia kehamilan, yaitu : 7 – 10% pada 32 minggu dan 25 – 35 % pada kurang
dari 28 minggu.

2.3 Etiologi
Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap
ruangan di dalam uterus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu,
jumlah air ketuban relatif lebih banyak, sehingga memungkinkan janin
bergerak dengan leluasa. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri
dalam presentasi kepala, presentasi bokong atau letak lintang.
Karena berbagai sebab yang belum diketahui begitu jelas, menjelang
kehamilan aterm, kavum uteri telah mempersiapkan janin pada posisi
longitudinal dengan presentasi belakang kepala. Presentasi bokong umumnya
terjadi pada akhir trimester kedua kehamilan atau mendekati aterm.
Faktor predisposisi untuk presentasi bokong selain usia kehamilan adalah
relaksasi uterus yang dapat disebabkan oleh multiparitas, bayi multipel,
hidramnion, oligohidramnion, hidrosefalus, anensefalus, presentasi bokong
sebelumnya, anomali uterus dan berbagai tumor dalam panggul juga pada
plasenta yang terletak didaerah kornu fundus uteri.
2.4 Klasifikasi
a. Presentasi bokong murni
b. Presentasi bokong kaki/ bokong sempurna
c. Presentasi lutut
d. Presentasi kaki

1) Presentasi bokong murni (frank breech presentation)


Bagian terbawah adalah bokong saja, sendi paha dan sendi lutut dalam
keadaan ekstensi
Presentasi bokong murni adalah yang tersering pada presentasi bokong

gambar1. presentasi bokong murni / frank breech presentation

2) Presentasi Bokong Kaki (Complete breech presentation)


Bagian Terbawah adalah bokong, dengan kaki disampingnya, sendi paha dan
sendi lutut dalam keadaan ekstensi


Gambar 2. Presentasi bokong sempurna / complete breech presentation
Terbagi lagi menjadi 2:
 Presentasi bokong kaki sempurna : bagian terbawah ada bokong dan dua kaki
 Presentasi bokong kaki tidak sempurna : bagian terbawah ada bokong dan

satu kaki

3) Presentasi lutut
Bagian terbawah adalah lutut. Terbagi lagi menjadi 2:
 Presentasi lutut sempurna : bagian terbawah adalah kedua lutut
 Presentasi lutut tidak sempurna : bagian terbawah hanya ada satu lutut

4) Presentasi Kaki
Bagian terbawah adalah kaki

Gambar 3. Presentasi kaki

Terbagi lagi menjadi 2 :


 Presentasi kaki sempurna : bagian terbawah adalah kedua kaki
 Presentasi kaki tidak sempurna : bagian terbawah hanya ada satu kaki

BAB III
CONTOH KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA IBU HAMIL ( PRE


NATAL ) NY.S USIA 29 TAHUN G2PIA0 HAMIL ATERM (38 MINGGU)
DENGAN PRESENTASI BOKONG DI RSUD. KOTA BANJAR
A. PENGKAJIAN
I. IDENTITAS
A. Identitas Klien
Nama : Ny. S
Umur : 29 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Suku/Bangsa : Sunda/Indonesia
No. Med. Rec : 204617
Diagnosa Medis : G2P1A0 Hamil Aterm dengan Presentasi Bokong
Tanggal pengkajian : 20 september 2012
Golongan Darah :B
Alamat : dsn. Bantardawa Rt 03 / Rw 01, desa Rejasari

B. Identitas Penanggung jawab


Nama : Tn. P
Umur : 43 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Buruh
Suku/ Bangsa : Sunda/Indonesia
Alamat : dsn. Bantardawa Rt 03 / Rw 01, desa Rejasari
Hubungan dengan klien : Suami
II. RIWAYAT KESEHATAN

A. Keluhan Utama
Klien mengeluh merasakan pusing, pegal dan kesemutan pada bagian kaki.

B. Riwayat kesehatan sekarang


Klien masuk rumah sakit pada tanggal 19 september 2012, dikaji pada
tanggal 20 september 2012. Pada saat dikaji klien mengeluh pusing, pegal,
kesemutan pada bagian kaki dan klien juga mengeluh cemas dan khawatir
dengan proses operasi SC nanti. Keluhannya meningkat pada saat beraktivitas
dan keluhannya menurun saat beristirahat atau tidur. Keluhan pegal di bagian
kaki yang dirasakan klien yaitu nyeri seperti di tarik tarik dan terasa
menegang dengan skala nyeri 1 (nyeri tanpa gangguan). Klien mengatakan
keluhan yang dirasakan klien hilang pada saat malam hari ketika sedang tidur.

C. Riwayat kesehatan dahulu


Klien mengatakan tidak pernah menderita penyakit berat.

D. Riwayat kesehatan keluarga


Klien mengatakan bahwa keluarganya tidak mempunyai penyakit keturunan
yang berat maupun menular.

E. Riwayat Keperawatan Prenatal


1. GPA : G2P1A0

2. Riwayat penggunaan kontrasepsi


Jenis : Pil KB
Mulai menggunakan : Klien mengatakan mulai menggunakan pil
KB ± 10 tahun yag lalu.
Terakhir menggunakan : 25 Desember 2011
Keluhan : Tidak ada
3. Riwayat menstruasi
Menarche : 17 tahun
Siklus : 28 hari
Keluhan : Desminhorea
Banyak darah : Normal
HPHT : 12 oktober 2011

4. Riwayat perkawinan
Status perkkawinn : Kawin
Berapa kali menikah :1x
Usia pernikahan : 18 tahun
Lama pernikahan : 11 tahun

5. Riwayat kehamilan sekarang


Usia kehamilan : 38 minggu
Test kehamilan : + hamil
Keluhan atau masalah : Ibu mengatakan merasakan pusing, pegal-
pegal dan kesemutan pada daerah kaki.
Mulai pergerakan anak : klien mengatakan ada pergerakan janin pada
usia 25 minggu
Pemakaian obat-obatan : klien mengatakan tidak pernah menggunakan
obat-obatan selain dari petugas kesehatan.
Kebiasaan (merokok/minum alkohol) : klien mengatakan tidak
pernah merokok dan meminum minuman beralkohol.
Pemeriksaan kehamilan (ANC) : klien mengatan telah
melakukan pemeriksaan ANC sebanyak 6 kali.
Keikutsertaan pada kelas persalinan : klien mengatakan suka
mengikuti penyuluhan-penyuluhan di posyandu.
Imunisasi : klien mengatakan sudah mendapatkan
imunisasi TT 1 dan TT 2.

6. Riwayat kehamilan/persalinan dahulu :

No Tahun Usia Usia Lahir di Tindakan Kondisi bayi


PB BB Patologis
ibu kehamilan persalinan
1 2002 19 th 36 minggu Paraji Normal 49 cm 3000
gram

III. ASPEK BIOLOGIS


Pemeriksaan Fisik
1) Keadaan Umum
Penampilan : klien tidak terlihat lemas
Kesadaran
- Kualitas : compos mentis
- Kuantitas : E = 4, M = 6, V = 5 GCS = 15
- Fungsi kortikal : klien dapat mengenal ruangan, tempat, waktu dan
orang.

Tanda-tanda vital
- TD = 11O/80 mmHg
- P = 80 x / m
- R = 2o x / m
- S = 36,5˚C
BB sebelum hamil : 43 kg
BB sekarang : 51 kg
TB : 153 cm
2) Rambut dan kulit kepala
Bentuk simetris, rambut dan kulit kepala klien bersih, tidak ada benjolan,
tidak ada keluhan.
3) Muka
Bentuk simetris, tidak ada edema, tidak sembab, tidak ada cloasma
gravidarum.
4) Mata
Conjungtiva anemis, sclera an-ikterik, pungsi penglihatan klien baik
terbukti klien dapat membaca papan nama yang mengkaji dalam jarak ±
30 cm.
5) Hidung
Bentuk simetris, keadaan bersih, pernafasan cuping hidung (-), fungsi
penciuman baik terbukti klien dapat mencium aroma kayu putih.
6) Leher
Tidak ada peningkatan JVP, tidak ada pembesaran KGB dan tidak ada
peningkatan tyroid.
7) Dada
Bentuk simetris, bunyi jantung reguler, tidak terdapat bunyi ronchi
maupun wheezing, mamae simetris tidak ada benjolan, puting susu
menonjol, sudah ada pengeluaran colostrum.
8) Abdomen
Tidak ada luka bekas operasi, bentuk abdomen simetris, lingkar perut 92
cm.

Pemeriksaan leopoid

TFU = 29 cm

- DJJ = 142 x / menit


- Ballotemen
Pada fundus teraba keras bundar melenting yang berarti kepala.
- Letak janin
Bagian kaan teraba keras memanjang yang berarti punggung. Bagian
kiri teraba bagian-bagia kecil yang berarti ekstermitas.
- Presentasi
Bagian terbawah janin teraba lunak, kurang bulat, kurang melenting
yang berarti bokong.
- Masuknya presentasi
Bokong belum masung PAP ( pintu Atas Panggul )
- Linea dan striae gravidarum
Ada linea nigra, dan striae.
- Pergerakan janin : Tidak terkaji
- HIS : Tidak terkaji
9. Genetalia

- Flour albus : Tidak dikaji


- Perdarahan : Tidak dikaji
- Kebersihan : Tidak dikaji
- Keluhan : Tidak dikaji

10. Tungkai

Tidak terdapat edema, terdapat parises, reflek patela (+).

IV. AKTIFITAS SEHARI-HARI

1. Nutrisi

Klien mengatakan makan dengan jenis nasi, sayura juga lauk pauk dengan
frekuensi tiga kali sehari dan minum frekuensi ± 8 gelas = 2000 ml/ hari dengan
jenis air putih dan air teh.

2. Istirahat/tidur
Klien mengatakan tidur siang ±1 jam dan tidur malam ± 6 jam dengan kualitas
tidak nyenyak.

3. Personal Hygiene

Klien mengatakan mandi dua kali sehari, cuci rambut tiga kali seminggu, gosok
gigi dua kali sehari, dan ganti pakaian 2kali sehari.

4. Eliminasi

Klien mengatakan BAB sehari satu kali dengan konsentrasi padat, warna kuning
khas feces. BAK sehari ± 6 kali sehari dengan warna kuning jernih.

5. Pola aktivitas

Kegiatan dalam pekerjaan selama hamil memasuki trimester ke- III klien istirahat
bekerja hanya diam dirumah,membantu memasak dan bersih-bersih
rumah,olahraga jalan-jalan pagi dan ikut senam hamil 0,5 jam – 1 jam keluhan
dalam aktivitas nyeri pinggang dan pusing.
V. ASPEK PSIKOLOGIS

1. Persepsi klien terhadap kehamilan

Klien merasa takut dan khawatir akan kelahirannya ( operasi SC ) tidak lancar
dan takut anaknya terjadi apa-apa.

2. Persepsi keluarga terhadap kehamilan.

Keluarga klien merasa takut dan khawatir akan kelahiran klien terhadap prosedur
invasif saat operasi SC yang akan dilakukan tidak lancar dan takut anaknya klien
terjadi apa-apa.

3. Konsep diri

Klien berharap operasi SC nya lancar dan keadaan bayinya baik-baik saja.

VI. ASPEK SOSIAL


Hubungan klien dengan lingkungan rumahnya dan rumah sakit baik. Klien
kooperatif dengan petugas kesehatan rumah sakit.
VII. ASPEK SPIRITUAL
Klien beragama islam. Klien menjalankan ibadah se;lama berada di rumah
sakit.klien juga selalu berdoa agar proses operasi sesarnya berjalan dengan
baik.

VIII. PENGETAHUAN KLIEN DAN KELUARGA TENTANG :

1. Perawatan payudara

Klien dan keluarga klien mengatakan telah mendapatkan pengetahuan tentang


perawatan payudara di rumah praktek bidan (BPS) maupun posyandu.

2. Perawatan kehamilan

Klien dan keluarga klien mengatakan telah mendapatkan pengetahuan tentang


perawatan kehamilan di rumah praktek bidan (BPS) maupun posyandu.

3. KB

Klien dan keluarga klien mengatakan telah mengetahui macam-macam alat


kontrasepsi (KB)

4. Persiapan persalinan
Klien dan kelurga klien telah memahami tanda-tanda persalinan. Klien dan
keluarga klien juga mengatakan siap secara mental untuk melahirkan melalui
operasi SC.

IX. PEMERIKSAAN LAB DAN DIAGNOSTIK

No Jenis pemeriksaan Hasil Nilai normal Satuan


Hematologi
Darah perifer lengkap

1. Haemoglobin 10,6 10-18 g/dl


2. Leucosit 12,1 4,0 - 11,0 10ˆ3/ul
3. Trombosit 213 150 - 450 10ˆ3/ul
4. Hematokrit 33,0 31 - 55 %
5. Eritrosit 4,38 4,76 - 6,95 10ˆ3/ul
6. Golongan darah B

X. THERAPY
Tidak ada therafy yang di berikan.

XI. ANALISA DATA

No Data Penyebab Masalah

1. S: klien merasa khawatir Hamil 38 minggu cemas


dengan proses operasi SC ¯
nanti. Prosedur invasif yang akan
O: Banyak bertanya gelisah,tdk dilakukan
konsentrasi dalam menjawab ¯
pertanyaan,riwayat persalinan cemas
caesar tidak ada, TD=110/80
mmHg
2. S: klien mengeluh sering Hamil 38 minggu Resiko terjadinya
pusing,keletihan, kaki terasa ¯ cedera
pegal dan kesemutan. TD=110/80 mmHg
O: TD=110/80 mmHg, ¯
P=80x/m, R=20x/m, S=36,5 cm, Keletihan
BB=51 Kg,TB= 153 cm ¯
cidera

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS MASALAH

1. Cemas b.d prosedur invasif saat operasi SC yang akan dilakukan

2. Resiko terjadi cidera b.d keletihan

C. RENCANA KEPERAWATAN
Nama : Ny. S Tanggal masuk RS. : 19 September 2012
Umur : 29 th No. Med. Rec : 204617
Jenis Kelamin :P Diagnosa medis :G2P1A0 H. Aterm dgn Presbo

No Tgl/jam No Perencanaan
Tujuan Intervensi Rasional
Dx.
Kep.
1. I Cemas berkurang 1. kaji tingkat kecemasan: 1. Dapat dilakukan
atau hilang ringan, penanganan secara
setelah di-berikan sedang,berat,panik. cepat dan tepat.
penyuluhan. 2. Berikan kenyaman & 2. Meyakinkan klien
ke-tentraman hati. bahwa ia benar
Kriteria hasil : 3. Jelaskan tentang mendapat
- Klien perawat-an hamil, pertolongan.
menjelaskan persalinan, pas-ca 3. Mengurangi
ia tidak lagi persalinan,prognosa & kecemasan karena
khawatir. prosedur yang akan dila klien sudah mengerti
- Tidak lagi kukan ( operasi SC ) apa yang akan
gelisah. dihadapi / jalani nya
nanti.

2. II Cidera tidak 1. Anjurkan klien untuk 1. Mencegah


terjadi. tidak melakukan terjadinya cidera.
setelah diberikan aktivitas sendiri dan 2. Aktivitas tetap
penyuluhan. menghindari akti vitas dapat dilakukan
yang membahayakan dengan resiko cidera
Kriteria hasil : diri dan kandungannya. minimal.
- Dapat 2. Ajarkan klien untuk 3. Kelainan menjelang
mengidentifik melakukan aktivitas proses persalinan
asi faktor- yang aman & ringan. dapat segera
faktor yang 3. Pantau TTV dan diketahui dan
meningkatka keluhan klien. diatasi.
n kemu
ngkinan
terhadap
cidera.
- Dapat
menerangkan
cara agar
tidak sampai
cidera.
- TTV
Normal

D. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Nama : Ny. S Tanggal masuk RS. : 19 September 2012
Umur : 29 th No. Med. Rec : 204617
Jenis Kelamin :P Diagnosa medis :G2P1A0 H. Aterm dgn Presbo

No Tgl/jam No. Implementasi Hasil/respon Pelaksanaan/


Dx. paraf
Kep

1. I 1. Mengkaji tingkat 1. Hasil : Tingkat


kecemasan: cemas klien
2. Memberikan ringan
kenyaman & ke- 2. Hasil : klien
tentraman hati. merasa nyaman
3. Menjelaskan dan tentram hati
tentang perawat- 3. Respon : klien
an hamil, mengatakan
persalinan, pasca paham terhadap
persalinan,prognos tindakan yang
a & prosedur yang akan dilakukan
akan dila kukan klien yaitu operasi
( operasi SC) SC
2. II 1. Menganjurkan 1. Hasil : klien tidak
klien untuk tidak sepenuhnya
melakukan melakukan
aktivitas sendiri aktivitas sendiri,
dan menghindari aktivitas klien di
aktivitas yang bantu
membahayakan keluarganya.
diri dan 2. Klien melakukan
kandungannya. aktivitas yang
2. Mengajarkan klien aman dan ringan.
untuk melakukan 3. TD = 110/80
aktivitas yang mmHg
aman & ringan. P = 80 x / menit
3. Memantau TTV R = 20 x / menit
dan kelihan klien S = 36,5ºC
Keluhan klien
sedang.