Anda di halaman 1dari 74

BAB 1

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Menurut UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara disebutkan bahwa
Aparatur Sipil Negara, disingkat ASN adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai
Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai
Negeri Sipil (PNS) adalah warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,
diangkatsebagai Pegawai ASN secara tetap oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk
menduduki jabatan pemerintahan. Sebagai Aparatur Sipil Negara, PNS mempunyai tugas
melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; memberikan pelayanan publik yang
profesional dan berkualitas; dan mempererat persatuan dan kesatuan Negara
KesatuanRepublik Indonesia.
Keberadaan ASN diharapkan dapat mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia
sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 yang diantaranya yaitu membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap Bangsa Indonesia, memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Syarat menjadi PNS, seorang
CPNS (Calon Pegewai Negeri Sipil) wajib untuk mengikuti pelatihan dasar yang sesuai
dengan peraturan LAN Nomor 25 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan
Dasar Calon PNS Golongan II wajib diikuti oleh seluruh calon Pegawai Negeri Sipil dari
formasi umum. Pelatihan Dasar dilaksanakan dengan sistem internalisasi nilai-nilai dasar
profesi ASN yaitu ANEKA kemudian dituangkan dalam suatu dokumen yang disebut laporan
aktualisasinilai dasar sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi pada instansi
tempat bekerja.Aktualisasi tersebut disesuaikan dengan nilai dasar ANEKA, tugas pokok dan
fungsi, serta visi misi dalam organisasi.
Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna serta menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan,
dan gawat darurat (Permenkes RI NOMOR 56/MENKES/PER/2015). Setiap rumah sakit

1
memiliki sarana dan prasarana untuk mendukung proses pelayanan kesehatan. Salah satu
sarana dan prasarana rumah sakit adalah instalasi gizi.
Instalasi gizi merupakan unit yang mengelola pelayanan gizi bagi pasien rawat inap,
rawat jalan maupun keluarga pasien (Permenkes RI NOMOR
647/MENKES/PER/V/2010).Instalasi gizi merupakan fasilitas yang digunakan dalam proses
penanganan makanan dan minuman meliputi kegiatan pengadaan bahan mentah,
penyimpanan, pengolahan, dan penyajian makanan dan minuman.Penyelenggaraan
pelayanan gizi rumah sakit merupakan suatu rangkaian kegiatan, mulai dari perencanaan
menu sampai dengan pendistribusian makanan kepada pasien dalam rangka pencapaian
status kesehetan yang optimal melalui pemberian diet yang tepat.Diet yang tepat harus
sesuai diagnosis gizi yang telah ditetapkan yang kemudian diimplementasikan ke dalam
suatu intervensi menu diet.Di dalam suatu menu diet terdapat standar yang harus disesuaikan
dengan kondisi pasien, seperti standar porsi.
Besar porsi seringkali menjadi hal yang salah saat menyajikan makanan, terutama
dalam pemorsian makanan.Di instalasi gizi rumah sakit masih terjadi ketidak sesuaian
pemorsian yaitu kelebihan dan kekurangan porsi karena tidak ada ukuran yang tepat dalam
pemorsian makanan pokok.Pemorsian makanan ini harus sesuai dengan standar porsi yang
telah ditentukan oleh pihak instalasi gizi rumah sakit. Besar porsi akan berpengaruh
langsung tehadap nilai gizi yang terkandung dalam suatu makanan.Standar porsi makanan
sangat berperan dalam penyelenggaraan makanan yang dikaitkan dengan nilai gizi makanan.
Apabila porsi makanan kurang atau lebih, otomatis nilai gizi makanan pasien berkurang atau
berlebih sehingga menyebabkan mutu makanan menjadi kurang baik.

Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, Nutrisionis sebagai seorang ASN


akan melakukan ketepatan pemorsian makanan terhadap pasien rawat inap di RSUD
dr.R.Soedjono Selong serta perlu menanamkan nilai-nilai dasar profesi agar terbentuknya
Nutrisionis yang professional yang mempunyai nilai-nilai dasar “ANEKA” dalam
memberikan pelayanan pada masyarakat khususnya di kalangan rumah sakit.

2
2. Tujuan
Adapun tujuan aktualisasi nilai dasar ASN sebagai Nutrisionis di RSUD dr.R. Soedjono
Selong adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan integritas profesi ASN di lingkungan kerja RSUD dr.R. Soedjono
Selong .
2. Menciptakan ASN yang berkarakter dan professional
3. Menghasilkan ketepatan pemorsian makanan sesuai standar Rumah Sakit.
3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari aktualisasi ini yaitu pelaksanaan kegiatan aktualisasi yang
dilaksanakan selama 30 hari kerja terhitung mulai dari tanggal 5 Agustus 2019 sampai
dengan 7 September 2019 di lingkungan tempat kerja yaitu Instalasi Gizi RSUD
dr.R.Soedjono Selong, dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi yang berorientasi dalam bidang
gizi khususnya dalam kegiatan ketepatan pemorsian makanan yang sesuai dengan standar
rumah sakit pada pasien yang mendapatkan diet TKTP.

3
BAB II
PENETAPAN ISU

1. Identifikasi Isu
Isu adalah sebuah masalah yang muncul pada sebuah instansi akibat dari kesenjangan
antara realita (kondisi saat ini) dengan kondisi ideal (harapan para stakeholder).Rancangan
aktualisasi ini dimulai dengan mengidentifikasi isu yang muncul pada instansi kerja penulis,
yaitu Instalasi Gizi RSUD dr.R.Soedjono Selong. Isu muncul dari berbagai sumber, yaitu : 1)
Hasil observasidan pengalaman penulis selama masa percobaan (CPNS), 2) Tugas pokok dan
fungsi penulis sebagai Nutrisionis dan 3) Sasaran kinerja pegawai.
Beberapa isu yang muncul dari sumber di atas kemudian di inventarisir dengan
mengkategorikannya ke dalam tiga prinsip ASN yaitu: 1) Manajemen ASN. 2) Pelayanan
public, dan 3) Whole of Government (WoG). Langkah selanjutnya adalah mengkonsultasikan
isu yang telah teridentifikasi kepada rekan sejawat, coach, dan mentor, kemudian dapat
dianalisis secara mendalam sehingga terpilihlah sebuah core issue.
Berdasarkan alur tersebut, maka didapatkanlah isu yang telah diidentifikasi dan
terkategorisasi dengan prinsip ASN, sebagai berikut :
1. Pemorsian makanan yang kurang sesuai pada pasien yang mendapatkan diet
TKTPdi Instalasi Gizi RSUD dr.R.Soedjono Selong
2. Kurangnya higene petugas dalam penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi
RSUD dr.R.Soedjono Selong
3. Pendistribusian makananyang tidak sesuai jadwal di Instalasi Gizi RSUD
dr.R.Soedjono Selong
4. Kurangnya pengetahuan pasien rawat jalan dan rawat inap terkait pentingnya
pemenuhan gizi yang tepat dan seimbang.
5. Belum adanya menu khusus anak untuk meningkatkan selera makan anak
sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya malnutrisi pada anak yang sedang
dalam masa perawatan di rumah sakit.

4
2. Isu yang Diangkat
Penetapan isu strategis yang akan diangkat dalam kegiatan aktualisasi ini memerluka sutu
pemilihan isu. Pemilihan isu dilakukan dengan memberikan penilaian dan skala prioritas utuk
setiap isu yang tlah diidentifikasi sebelumnya.Analisis pemilihan isu yang digunakan dalam
kegiatan ini adalah menggunakan APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan
Kelayakan).
Berdasarkan definisi operasional isu yang telah ditetapkan, akan menggambarkan
kesenjangan antara kondisi realita an kondisi ideal yang diharapkan oleh stakeholder. Hasil
penilaian berdasarkan alat bantu penetapan kriteria APKL dapat dilihat pada table berikut.
Tabel 2.1. Pemilihan Isu kriteria APKL
No Isu Kriteria APKL Total Rangking
A P K L Skor
1 Pemorsian makanan yang 5 4 5 5 19 1
kurang sesuai pada pasien yang
mendapatkan diet TKTP di
Instalasi Gizi RSUD
dr.R.Soedjono Selong
2 Kurangnyahigene petugas 4 4 4 4 16 3
dalam penyelenggaraan
makanan di Instalasi Gizi
RSUD dr.R.Soedjono Selong
3 Pendistribusian makananyang 4 3 4 4 15 4
tidak sesuai jadwal di Instalasi
Gizi RSUD dr.R.Soedjono
Selong
4 Kurangnya pengetahuan pasien 5 4 4 4 17 2
rawat jalan dan rawat inap
terkait pentingnya pemenuhan
gizi yang tepat dan seimbang
5 Belum adanya menu khusus 3 4 3 4 14 5
anak
Keterangan Tabel :
A : Aktual
P : Problematik
K : Kekhalayakan
L : Kelayakan

5
3. Gagasan Pemecahan Isu
Pemecahan isu yaitu “Pemorsian makanan yang kurang sesuai terhadap pasien rawat inap
di Instalasi Gizi RSUD dr.R.Soedjono Selong” diperlukan suatu rangkaian kegiatan yang
mampu menyelesaikan isu tersebut.Untuk melaksanakan rangkaian kegiatan penyelesaian
isu, perlu dilakukan implementasi nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA). Adapun berbagai kegiatan yang
akan dilakukan untuk menyelesaika isu di atas adalah :
a. Penyusunan SOP mengenai pemorsian makanan sesuai standar rumah sakit.
b. Melakukan workshop petugas dalam ketepatan pemorsiansesuai standar rumah sakit
c. Pelaksanaan pemorsian makanan sesuai standar gizi rumah sakit
d. Melakukan pengawasan kepada petugas pemorsian makanan khususnya pada pasien
yang mendapatkan diet TKTP
e. Melakukan Monitoring dan evaluasi terhadap ketepatan pemorsian makanan.

6
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI
1. Dekripsi Organisasi
a. Nama Organisasi
RSUD Dr. R. Soedjono Selong adalah rumah sakit milik pemerintah daerah,
merupakan satu-satunya sarana pelayanan kesehatan rujukan untuk Kabupaten
Lombok Timur dan sekitarnya, selain melaksanakan upaya penyembuhan dan
pemulihan penyakit juga melaksanakan upaya pencegahan penyakit secara terpadu.
1) Sejarah Singkat RSUD Dr. R. Soedjono Selong
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Soedjono Selong yang pada awalnya
adalah praktek pribadi Didirikan oleh Dr. R. Soedjono pada tahun 1912 yang
selanjutnya berkembang menjadi Poli Pelayanan Umum hingga Tahun 1932.
Poli Pelayanan Umum tersebut pada tahun 1932 dikembangkan menjadi
Poliklinik Perawatan dengan kapasitas 10 (sepuluh) tempat tidur (setara dengan
Puskesmas Perawatan sekarang). Poliklinik Perawatan ini kemudian berkembang
menjadi Rumah Sakit Umum Selong yang berlokasi di Puskesmas Selong
sekarang.Setelah Dr. R. Soedjono meninggal, pelayanan medis dilakukan oleh
dokter lain yang ditunjuk.
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Soedjono Selong merupakan rumah
sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur dengan status tipe C
sesuai dengan SK Menkes RI No. 208/Menkes/SK/II/1993 tanggal 26 Februari
1993 dengan kapasitas 294 tempat tidur.
Saat ini bangunan eksisting RSUD Dr. R. Soedjono Selong terletak diatas
tanah ± 37.040 m²dan memiliki luas eksisting ± 7.849 m². Nantinya akan
terdapat penambahan luas lantai bangunan sebesar 19.519 m²diluar area
penataan landscape dengan mekanisme pembangunan per tahap massa
gedung/bangunan sesuai Masterplan rumah sakit. Pengembangan RSUD Dr. R.
Soedjono Selong merupakan salah satu langkah dari Pemerintah Daerah
Kabupaten Lombok Timur untuk tercapainya RSU Dr. R. Soedjono Selong
sebagai Rumah Sakit Umum Kelas C dengan pelayanan kesehatan yang

7
berkualitas yang lengkap dan memenuhi persyaratan legal formal untuk
meningkat sebagai RSUD yang memiliki klasifikasi Rumah Sakit kelas B.
b. Visi Misi dan Nilai Organisasi

a) Visi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Soedjono Selong adalah :


Rumah Sakit Bermutu dan Profesional Untuk SeluruhLapisan Masyarakat” .

b) Visi tersebut dicapai melalui misi berupa :


a. Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna sesuai standar dan menjamin
keselamatan serta mengutamakan kepuasan pasien.
b. Melengkapi berbagai jenis pelayanan sebagai wujud Rumah Sakit Rujukan
Spesialistik di Kabupaten Lombok Timur.
c. Menjadi Rumah Sakit yang profesional melalui pengembangan sumber daya
manusia.
c) Motto
Motto RSUD Dr. Soedjono Selong adalah sebagai berikut :
“Tanggap, Ramah, Profesional, Beriman dan Bertaqwa”

d) Nilai-nilai dasar Rumah Sakit meliputi :


a. Pegawai Rumah Sakit menyadari bahwa bekerja adalah ibadah;
b. Pegawai Rumah Sakit menjunjung tinggi etika, moral, kedisiplinan, tanggung
jawab, kepedulian, kejujuran, integritas, keadilan dan tulus ikhlas;
c. Pegawai Rumah Sakit memberikan pelayanan dengan profesionalisme,
kemandirian, inovatif dan saling mendukung secara proporsional;
d. Pegawai Rumah Sakit menyadari bahwa pelayanan yang diberikan adalah hasil
kerjasama tim dengan mengutamakan kepentingan pelanggan;
e. Pegawai Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan tidak membedakan suku,
agama, pangkat, jabatan dan status serta kepartaian politik tertentu dan selalu
menjaga nama baik institusi;
f. Pegawai Rumah Sakit menghormati atasan, mengayomi bawahan dan selaras
serasa dengan teman sejawat.

8
c. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi
Tugas pokok dari instalasi gizi RS adalah terciptanya sistem pelayanan
gizi rumah sakit yang bermutu dengan memperhatikan berbagai aspek gizi dan
penyakit serta merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang menyeluruh.
Fungsi dari Instalasi Gizi terbagi menjai beberapa fugsi yaitu :
1. Menyelenggarakan asuhan gizi terstandar pada pelayanan gizi rawat jalan dan
rawat inap
2. Menyelenggarakan makanan sesuai standar kebutuhan gizi dan aman
dikonsumsi
3. Menyelenggarakan penyuluhan dan konseling gizi pada klien/pasien dan
keluarganya
4. Menyelenggarakan penelitian aplikasi di bidang gizi dan dietetik sesuai
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
d. Kedudukan Penulis dalam Struktur Organisasi

Gambar 1. Struktur Organisasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong

Kedudukan penulis dalam struktur organisasi di Instalasi Gizi RSUD


dr.R.Soedjono Selong adalah sebagai Nutrisionis Terampil dengan kualifikasi D

9
III Gizi berada dibawah Kepala Instalasi Gizi kemudian Kasi Penunjang Medis
dan Kabid Penunjang Medis.
e. Tugas Pokok dan Fungsi Penulis
1. Bertanggung jawab terhadap kebenaran dan ketepatan pelaksanaan
kegiatan pelayanan makanan pasien (diet pasien) di rawat inap
2. Melakukan analisa dan interpretasi riwayat kebiasaan makan, identitas dan
keterangan lain
3. Menentukan terapi gizi (diet) pasien berkolaborasi dengan PPA dan
memesankan makanan sesuai kebutuhan pasien dan jenis dietnya ke unit
penyelenggaraan makanan
4. Memberikan konseling gizi kepada pasien dan keluarga pasien, khususnya
pasien yang beresiko masalah gizi
5. Melakukan kegiatan asuhan gizi pasien, khususnya pasien yang beresiko
masalah gizi dan memerlukan terapi diet
2. Nilai-nilai Dasar Profesi ASN
Untuk mewujudkan birokrasi yang profesional dalam menghadapi banyak
tantangan-tantangan yang ada, pemerintah melalui Undang-Undang nomor 5 tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara disebutkan bahwa ASN adalah profesi bagi pegawai negeri
sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. Pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik
dan perekat dan pemersatu bangsa.Dalam menjalankan perannya, pegawai ASN sebagai
pelayan publik yang diberikan pemerintah pada masyarakat, sehingga sering dijadikan
indikator keberhasilan suatu sistem penyelenggaraan pemerintah.UU ASN mencoba
meletakkan beberapa perubahan dasar dalam manajemen ASN.Pertama, perubahan dari
pendekatan personel administrastion yang hanya berupa pencatatan administrastif
kepegawaian kepada human resource management yang menganggap adalah sumber
daya manusia dan aset negara harus dikelola, dihargai, dan dikembangkan dengan
baik.Kedua, perubahan dari pendekatan closer career system yang berorientasi pada
senioritas dan kepangkatan kepada open career system yang mengedepankan kompetisi
dan kompetensi ASN dalam promosi dan pengisian jabatan.UU ASN juga menempatkan
pegawai ASN sebagai sebuah profesi yang harus memiliki standar pelayanan profesi,

10
nilai dasar, kode etik, dan kode perilaku profesi, pendidikan dan pengembangan profesi
serta memiliki organisasi profesi yang dapat menjaga nilai dasarprofesi.

Pelaksanaan tugas dan fungsi seorang ASN pada satuan kerja tertentu harus dilandasi
dengan nilai dasar profesi yang meliputi, akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti korupsi yang dikenal denganANEKA.

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas atau tanggung


jawab.Namun pada dasarnya, kedua konsep itu memiliki makna yang
berbeda.Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab.Akuntabilitas
adalah suatu kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai sedangkan
akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.Akuntabilitas
merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi
tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (Bovens, 2007), yaitu untuk
menyediakan kontrol demokratis (peran demokratis) ; untuk mencegah korupsi dan
penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional); dan untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas (peran belajar). Akuntabilitas publik terdiri dari dua macam, yaitu :
akuntabilitas vertikal (pertanggungjawaban kepada otoritas yang lebih tinggi) dan
akuntabilitas horisontal (pertanggungjawaban pada masyarakat luas). Untuk
memenuhi terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka mekanisme
akuntabilitas harus mengandung dimensi akuntabilitas kejujuran dan hukum,
akuntabilitas proses, akuntabilitas program, dan akuntabilitaskebijakan.
Akuntabilitas tidak akan terwujud apabila tidak ada alat akuntabilitas berupa :
Perencanaan Strategis, Kontrak Kinerja, dan Laporan Kinerja.Dalam menciptakan
lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa indikator dari nilai-nilai dasar
akuntabilitas yang harus diperhatikan, yaitu :
1) Kepemimpinan : Lingkungan yang akuntabel tercipta dari ataske bawah
dimana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan
lingkungannya.

11
2) Transparansi : Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakanyang
dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi.
3) Integritas : adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan
dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dankeyakinan.
4) TanggungJawab : adalahkesadaranmanusiaakantingkahlakuatau
perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab
juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
5) Keadilan : adalah kondisi kebenaran ideal secara moral
mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.
6) Kepercayaan : adalah kondisi kebenaran ideal secara moral
mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.
7) Keseimbangan : Untuk mencapai akuntabilitas dalamlingkungan kerja,
maka diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta
harapan dan kapasitas.
8) Kejelasan : Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawabharus
memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil yang
diharapkan.
9) Konsistensi : adalah sebuah usaha untuk terus dan terusmelakukan
sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.

2. Nasionalisme

Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN.Bahkan tidak


hanya sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme
dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih
penting.Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN
memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan
negara.Nilai-nilai yang berorientasi pada kepentingan publik menjadi nilai dasar
yang harus dimiliki oleh setiap pegawai ASN.Pegawai ASN dapat mempelajari
bagaimana aktualisasi sila demi sila dalam Pancasila agar memiliki karakter yang
kuat dengan nasionalisme dan wawasan kebangsaannya. Nasionalisme dalam arti
sempit merupakan sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak

12
menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Dalam arti luas, nasionalisme
berarti pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara,
sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan
atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang
didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Ada lima indikator dari nilai- nilai dasar
nasionalisme yang harus diperhatikan, yaitu:
1) Sila pertama : Ketuhanan Yang MahaEsa

Ketuhanan Yang Maha Esa menjadikan Indonesia bukan sebagai negara


sekuler yang membatasi agama dalam ruang privat.Pancasila justru mendorong
nilai-nilai ketuhanan mendasari kehidupan masyarakat dan berpolitik. Nilai-nilai
ketuhanan yang dikehendaki Pancasila adalah nilai-nilai ketuhanan yang positif,
yang digali dari nilai-nilai keagamaan yang terbuka (inklusif), membebaskan dan
menjunjung tinggi keadilan dan persaudaraan.Dengan berpegang teguh pada
nilai-nilai ketuhanan diharapkan bisa memperkuat pembentukan karakter dan
kepribadian, melahirkan etos kerja yang positif, dan memiliki kepercayaan diri
untuk mengembangkan potensi diri dan kekayaan alam yang diberikan Tuhan
untuk kemakmuranmasyarakat.
2) Sila kedua : Kemanusiaan yang Adil danBeradab

Sila kedua memiliki konsekuensi ke dalam dan ke luar.Ke dalam berarti


menjadi pedoman negara dalam memuliakan nilai-nilai kemanusiaan dan hak
asasi manusia. Ini berarti negara menjalankan fungsi “melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum
dan mencerdaskan kehidupan bangsa
3) Sila ketiga: Persatuan Indonesia

Semangat kebangsaan adalah mengakui manusia dalam keragaman dan


terbagi dalam golongan-golongan.Keberadaan bangsa Indonesia terjadi karena
memiliki satu nyawa, satu asal akal yang tumbuh dalam jiwa rakyat sebelumnya,
yang menjalani satu kesatuan riwayat, yang membangkitkan persatuan karakter
dan kehendak untuk hidup bersama dalam suatu wilayah geopolitik nyata.Selain
kehendak hidup bersama, keberasaan bangsa Indonesia juga didukung oleh

13
semangat gotong royong.Dengan kegotong royongan itulah, Indonesia harus
mampu melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, bukan membela
atau mendiamkan suatu unsur masyarakat atau bagian tertentu dari teritorial
Indonesia.Tujuan nasionalisme yang mau didasari dari semangat gotong royong
yaitu ke dalam dan ke luar.Ke dalam berarti kemajemukan dan keanekaragaman
budaya, suku, etnis, agama yang mewarnai kebangsaan Indonesia, tidak boleh
dipandang sebagai hal negatif dan menjadi ancaman yang bisa saling
menegasikan. Sebaliknya, hal itu perlu disikapi secara positif sebagai limpahan
karunia yang bisa saling memperkaya khazanah budaya dan pengetahuan melalui
proses penyerbukan budaya. Ke luar berarti memuliakan kemanusiaan universal,
dengan menjunjung tinggi persaudaraan, perdamaian dan keadilan antar
umatmanusia.
4) Sila keempat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan / Perwakilan.
Demokrasi permusyawaratan mempunyai dua fungsi. Fungsi pertama ,
badan permusyawaratan/perwakilan bisa menjadi ajang memperjuangkan asprasi
beragam golongan yang ada di masyarakat. Fungsi kedua, semangat
permusyawaratan bisa menguatkan negara persatuan, bukan negara untuk satu
golongan atau perorangan.Permusyawaratan dengan landasan kekeluargaan dan
hikmat kebijaksanaan diharapkan bisa mencapai kesepakatan yang membawa
kebaikan bagi semua pihak. Abraham Lincoln
mendefinisikandemokrasisebagai“pemerintahandarirakyat,olehrakyat,dan untuk
rakyat”. Ada tiga prasyarat dalam pemerintahan yang demokratis, yaitu :
(1) kekuasaan pemerintah berasal dari rakyat yang diperintah; (2) kekuasaan itu
harus dibatasi; dan (3) pemerintah harus berdaulat, artinya harus cukup kuat
untuk dapat menjalankan pemerintahan secara efektif dan efisien. Secara garis
besar, terdapat dua model demokrasi, yaitu : majoritarian democracy (demokrasi
yang lebih mengutamakan suara mayoritas) dan consensus democracy
(demokrasi yang mengutamakan konsensus atau musyawarah). Oleh karena itu,
pilihan demokrasi konsensus berupa demokrasi permusyawaratan merupakan
pilihan yang bisa membawa kemaslahatan bagi bangsa Indonesia.

14
5) Sila kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyatIndonesia

Dalam rangka mewujudkan keadilan sosial, para pendiri bangsa


menyatakan bahwa Negara merupakan organisasi masyarakat yang bertujuan
menyelenggarakan keadilan.Keadilan sosial juga merupakan perwujudan
imperative etis dari amanat pancasila dan UUD 1945. Peran negara dalam
mewujudkan rasa keadilan sosial, antara lain : (a) perwujudan relasi yang adil di
semua tingkat sistem kemasyarakatan; (b) pengembangan struktur yang
menyediakan kesetaraan kesempatan; (c) proses fasilitasi akses atas informasi,
layanan dan sumber daya yang diperlukan; dan (d) dukungan atas partisipasi
bermakna atas pengambilan keputusan bagi semua orang.
3. EtikaPublik

Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta keyakinan


untuk menentukan perbuatan yang pantas guna menjamin adanya perlindungan hak-
hak individu, mencakup cara-cara pengambilan keputusan untuk membantu
membedakan hal-hal yang baik dan buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya
dilakukan sesuai nila-nilai yang dianut (Catalano, 1991). Konsep etika sering
disamakan dengan moral.Padahal ada perbedaan antara keduanya.Etika lebih
dipahami sebagai refleksi yang baik atau benar.Sedangkan moral mengacu
padakewajibanuntukmelakukanyangbaikatauapayangseharusnyadilakukan.

Etika juga dipandang sebagai karakter atau etos individu/kelompok


berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma luhur.Kode etik adalah aturan-aturan yang
mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya
ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan tertulis.Kode etik profesi
dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku / etika suatu kelompok khusus dalam
masyarakat melalui ketentuan- ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang
teguh oleh sekelompok profesional tertentu.
Berdasarkan UU ASN, kode etik dan kode perilaku ASN adalah:

1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab danberintegritas.

2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.

15
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan dan tanpatekanan.

4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yangberlaku.

5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang


berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan dan etika pemerintahan.
6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakannegara.

7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung


jawab, efektif danefisien.
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya.
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada
pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingankedinasan.
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan dan jabtannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau
manfaat bagi diri sendiri atau untuk oranglain.
11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN.
12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai
disiplin pegawaiASN.

Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam undang-


undang ASN, memiliki indikator sebagai berikut :

1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi NegaraPancasila

2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan


Republik Indonesia1945.
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidakberpihak.

4. Membuat keputusan berdasarkan prinsipkeahlian.

5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.

16
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etikaluhur.

7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepadapublik.

8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan


program pemerintah.
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,
berdaya guna, berhasil guna, dansantun.
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitastinggi.

11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dankerjasama.

12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerjapegawai.

13. Mendorong kesetaraan dalampekerjaan.

14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai


perangkat sistemkarir.

4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang
tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Bidang apapun
yang menjadi tanggung jawab pegawai negeri sipil semua mesti dilaksanakan secara
optimal agar dapat memberi kepuasan kepada stakeholder.Komitmen mutu
merupakan tindakan untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja
yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus diperhatikan,
yaitu:
1. Efektif

Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target.
Sedangkan efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah
direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektifitas
organisasi tidak hanya diukur dari performans untuk mencapai target (rencana)
mutu, kuantitas, ketepatan waktu dan alokasi sumber daya, melainkan juga

17
diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
2. Efisien

Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil
tanpa menimbulkan keborosan.Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan
realiasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga
dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,
penyimpangan prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.
3. Inovasi

Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif,


sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai
aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang
berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan
tugasrutin.
4. Mutu

Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa,


manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan
konsumen. Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan
kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan
melampaui harapannya.Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar
untuk mengukur capaian hasil kerja.Mutu menjadi salah satu alat vital untuk
mempertahankan keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibilitas institusi. Ada
lima dimensi karakteristik yang digunakan pelanggandalam mengevaluasi
kualitas pelayan (Berry dan Pasuraman dalam Zulian Zamit, 2010:11), yaitu :
a. Tangibles (bukti langsung), yaitu: meliputi fasilitas fisik, perlengkapan,
pegawai, dan saranakomunikasi;
b. Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan dalam memberikan
pelayanan dengan segera dan memuaskan serta sesuai dengan yang
telahdijanjikan;
c. Responsiveness (daya tangkap), yaitu keinginan untuk
memberikan pelayanan dengantanggap;

18
d. Assurance (jaminan), yaitu mencakup kemampuan, kesopanan, dan sifat
dapatdipercaya;
e. Empaty, yaitu kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi
yang baik, dan perhatian dengan tulus terhadap kebutuhan pelanggan.

5. AntiKorupsi

Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan,
kebobrokan dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa,
karena dampaknya yang luar biasa, menyebabkan kerusakan baik dalam ruang
lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas.Kerusakan
tidak hanya terjadi dalam kurun waktu yang pendek, namun dapat berdampak secara
jangkapanjang.

Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus
diperhatikan, yaitu :
1) Jujur

Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi


penegakan integritas diri seseorang.Tanpa adanya kejujuran mustahil seseorang
bisa menjadi pribadi yang berintegritas. Seseorang dituntut untuk bisa berkata
jujur dan transparan serta tidak berdusta baik terhadap diri sendiri maupun orang
lain, sehingga dapat membentengi diri terhadap godaan untuk berbuat curang.
2) Peduli

Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat


kasih sayang. Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan
lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak
mampu, menderita, dan membutuhkan uluran tangan. Pribadi dengan jiwa sosial
tidak akan tergoda untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar
tetapi ia malah berupaya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk
membantu sesama.

19
3) Mandiri

Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi


tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas kemandirian yang
dimiliki seseorang memungkinkannya untuk mengoptimalkan daya pikirnya guna
bekerja secara efektif. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan
dengan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi mencapai keuntungan
sesaat.
4) Disiplin

Disiplin adalah kunci keberhasilan. Ketekunan dan konsistensi untuk


terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu mampu
memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya. Kepatuhan pada prinsip
kebaikan dan kebenaran menjadi pegangan utama dalam bekerja. Seseorang yang
mempunyai pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus
dalam kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara yang mudah.
5) Tanggung Jawab

Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa
keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik demi
kemaslahatan sesama manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang
dilakukannya akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang
Maha Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini
maka seseorang tidak akan tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.
6) Kerja Keras

Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil


kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya. Ia
mencurahkan daya pikir dan kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan
berkarya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan mau memperoleh sesuatu tanpa
mengeluarkan keringat.

20
7) Sederhana

Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari


kebutuhannya dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa
berlebih-lebihan.Ia tidak tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan.
Kekayaan utama yang menjadi modal kehidupannya adalah ilmu pengetahuan.Ia
sadar bahwa mengejar harta tidak akan pernah ada habisnya karena hawa nafsu
keserakahan akan selalu memacu untuk mencari harta sebanyak- banyaknya.
8) Berani

Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk


menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan. Iatidak akan mentolerir adanya
penyimpangan dan berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga berani
berdiri sendirian dalam kebenaran walaupun semua kolega dan teman-teman
sejawatnya melakukan perbuatan yang menyimpang dari hal yang semestinya. Ia
tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki teman kalau ternyata mereka mengajak
kepada hal-hal yang menyimpang.
9) Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia
terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untukmendapatkan
lebih dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia akan
memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia
juga ingin mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat dan
bangsanya.

21
3. Rancangan Aktualisasi

UNIT KERJA : Instalasi Gizi RSUD dr.R.Soedjono Selong


ISU YANG DIANGKAT : Pemorsian makanan yang kurang sesuai pada pasien yang mendapatkan diet TKTPdi Instalasi
Gizi RSUD dr.R.Soedjono Selong
GAGASAN PEMECAHAN : a. Penyusunan SOP mengenai pemorsian makanan sesuai standar rumah sakit
ISSU b. Melakukan workshop petugas dalam ketepatan pemorsian sesuai standar rumah sakit
c. Pelaksanaan pemorsian makanan sesuai standar gizi rumah sakit
d. Melakukan pengawasan kepada petugas pemorsian makanan khususnya pada pasien yang
mendapatkan diet TKTP
e. Melakukan Monitoring dan evaluasi terhadap ketepatan pemorsian makanan.

22
Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Kontribusi
Teknik Penguatan
Tahapan/Prosedu Output/Hasil Nilai-Nilai terhadap Visi-
No. Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai
r Kegiatan Kegiatan Dasar Misi
Nilai Dasar Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7 8
Diisi dengan kegiatan Diisi dari tahapan Diisi uraian hasil Diisi dengan Diisi dengan Diisi dengan Diisi dengan
yang bersumberdari kegiatan yang telah atau output rencana nilai uraian kontribusi uraian tentang
SKP/penugasan diisi dari kolom 2 kegiatan dasar yang akan pelaksanaan output kegiatan kontribusi
atasan/inisiatif sendiri diaktualisasikan kegiatan yang terhadap output
telah ditetapkan pencapaian visi kegiatan
dan misi terhadap
organisasi penguatan
nilai-nilai
organisasi

1. Melakukan koordinasi 1) Menyampaikan 1) Mendapat 1. Akuntabilitas Dalam Dengan Kualitas


dengan atasan rencana persetujuan dari Rumah Sakit
kepala instalasi  Tanggung
melaksanakan kegiatan
langsung terkait kegiatan meningkat
rancangan aktualisasi aktualisasi gizi. Jawab : koordinasi koordinasi
dan
2) Meminta izin 2) Kepala instalasi
Dalam dengan kepala dengan atasan Terciptanya
untuk gizi memberikan
melakukan masukan dan pelaksanaan instalasi gizi melalui pelayanan
workshop dukungan untuk Rumah Sakit
kegiatan penulis diskusi
kepada petugas melakukan yang prima.
pemorsi sosialisai kepada konsultasi menunjukkan didapatkan Pelayanan
makanan. petugas pemorsi Rumah Sakit
dengan sikap penuh masukan dan
makanan.
yang prima
kepala tanggung kritik yang
dapat tercapai
i nst al asi jawab dalam membangun dengan
gi zi penulis menyampaikan dengan pemenuhan

23
mengedepan rancangan menginternali standar
kan aktualisasi, sasikan nilai kualitas
sesuai
tanggung sopan dan tanggung
harapan dan
jawab santun dalam jawab, kepuasan
sehingga bertingkah laku musyawarah, pelanggan.
Output dari
kegiatan serta rancangan menghargai
ketepatan
dapat aktualisasi ini pendapat, pemorsian
berjalan dilakukan hormat dan makanan ini
secara
dengan baik dengan cara sopan
langsung
dan benar musyawarah sehingga dapat
dengan kepala kegiatan dinikmati
2. Nasionalisme instalasi gizi. inovasi oleh
“pelanggan”
 Musyawarah melalui dalam hal ini
: Sebelum aktualisasi adalah pasien
melaksanaka yaitu
dapat berjalan
n kegiatan terciptanya
aktualisasi, sesuai dengan
proses
penulisterlebi misi rumah penyembuhan
h dahulu pasien lebih
sakit yaitu
berkonsultasi cepat.
dengan cara menjadi
musyawarah rumah sakit
bersama yang
kepala
instalasi gizi profesional

24
untuk melalui
mendapatkan pengembanga
persetujuan
n SDM.
3. Etika Publik
 Menghargai
endapat :
Menghargai
masukan dan
kritikan dari
kepala
instalasi gizi
tentang
rancangan
aktualisasi
 Sopan dan
Santun :
Sopan dan
santun dalam
menyampaik
an rencana
kegiatan
2. Penyusunan SOP -Berdiskusi dengan - SOP 1. Akuntabilitas Dalam Dengan Kualitas
atasan dalam -Memahami SOP melakukan Rumah Sakit
cara  Tanggung
pemorsian makanan melakukan
penyusunan SOP dan tata penyusunan meningkat
pasien -Penyusunan SOP pelaksanaan Jawab : penyusuna SOP, penulis
dan
-Mempelajari SOP pemorsian telah
Penulis SOP penulis Terciptanya
dan tata cara makanan sesuai berkontribusi
melaksanakan standar rumah memahami berdiskusi dalam pelayanan
pemorsian sakit. menjalankan
25
makanan sesuai SOP dan tata denagan kepala misi rumah Rumah Sakit
standar rumah sakit yaitu yang prima.
cara instalasi gizi
sakit. menjadi rumah Pelayanan
pelaksanaan dengan penuh sakit yang
Rumah Sakit
profesional
pemorsian tanggun jawab, yang prima
melalui
makanan penulis pengembangan dapat tercapai
SDM. dengan
sesuai mempelajari
pemenuhan
standar dan memahami standar
rumah sakit SOP yang telah kualitas
sesuai
merupakan disusun dengan
harapan dan
wujud tujuan untuk kepuasan
tanggung meningkatkan pelanggan.
jawab mutu Output dari
ketepatan
2. Komitmen pelayanan pemorsian
Mutu rumah sakit. makanan ini
 Mutu secara
pelayanan : langsung
Penulis dapat
memahami dinikmati
SOP dan tata oleh
cara “pelanggan”
pelaksanaan dalam hal ini
pemorsian adalah pasien
makanan yaitu
sesuai terciptanya
standar proses

26
rumah sakit penyembuhan
untuk pasien lebih
meningkatka cepat.
n mutu
pelayanan
rumah sakit.
3 Persiapan workshop 1. Menentukan 1. Materi 1. Akuntabilitas Dalam Dengan Kualitas
melakukan Rumah Sakit
petugas target workshop workshop  Tanggung melakukan
persiapan meningkat
dalamketepatanpemor kepada siapa 2. Undangan Jawab : persiapan workshop,
dan
penulis telah
sian sesuai standar saja workshop elektronik Penulis workshop Terciptanya
berkontribusi
rumah sakit akan diberikan 3. Daftar absensi mempersiapk penulis dalam pelayanan
menjalankan Rumah Sakit
2. Menyiapkan peserta an acara berdiskusi misi rumah yang prima.
materi 4. Ruangan yang workshop denagan kepala sakit yaitu Pelayanan
menjadi rumah Rumah Sakit
workshop siap di dengan instalasi gizi
sakit yang
yang prima
3. Membuat pergunakan penuh rasa dengan penuh profesional
melalui dapat tercapai
undangan via tanggung tanggung jawab dengan
pengembangan
elektronik jawab dan teliti dalam SDM. pemenuhan
4. Membuat daftar standar
kepada para menyiapkan
kualitas
hadir peserta peserta. materi. Dalam sesuai
5. Menyiapkan  Teliti : menyampaikan harapan dan
ruangan Penulis kepuasan
materi
menyiapkan pelanggan.
workshop
materi Output dari
workshop penulis tetap ketepatan
dengan teliti pemorsian

27
agar tidak mengedepankan makanan ini
terjadi sopan dan secara
kesalahan langsung
santun kepada
saat dapat
menyampaik para peserta. dinikmati
an materi. oleh
2. Etika public “pelanggan”
 Sopan dan dalam hal ini
Santun : adalah pasien
Penulis yaitu
memberikan terciptanya
penjelasan proses
dengan penyembuhan
sopan dan pasien lebih
santun cepat.
kepada
peserta
workshop
pemorsian
makanan.

4 Melaksanakan 1. Penyampaian Adanya 1. Akuntabilitas Dalam Pada kegiatan Kualitas


peningkatan penyampaian Rumah Sakit
dan  Tanggung
workshop petugas
materi kesadaran materi ini saya telah meningkat
dalam ketepatan pemahaman para Jawab : workshop dan
workshop petugas terkait berkontribusi
pemorsian sesuai Dalam penulis Terciptanya
ketepatan
standar rumah sakit mengenai pemorsian kegiatan menyampaikan dalam pelayanan
makanan terhadap dengan penuh Rumah Sakit
pasien rawat inap
28
ketepatan pelaksanaan tanggung jawab mewujudkan yang prima.
workshop dan percaya Pelayanan
pemorsian diri, penulis visi rumah Rumah Sakit
penulis
juga yang prima
makanan. sakit dalam hal
memiliki rasa mengedepankan dapat tercapai
2. Membuat tanggung sopan dan memberikan dengan
santun dalam pemenuhan
jawab dalam
notulensi penyampaian pelayanan standar
penyampain materi. kualitas
penjelasan Kegiatan kesehatan yang sesuai
materi.
workshop harapan dan
 Percaya diri paripurna
bertujuan untuk kepuasan
3. Melakukan : Penulis
meningkatkan sesuai pelanggan.
menyampaik
demonstrasi mutu pelayanan Output dari
an penjelasan
rumah sakit. standardan ketepatan
dengan
kepada petugas pemorsian
penuh rasa menjamin makanan ini
dalam percaya diri
secara
kepada keselamatan
langsung
pemorsian peserta
serta dapat
workshop.
makanan sesuai dinikmati
mengutamakan oleh
2. Nasionalisme
standar RS. “pelanggan”
 Setiap kepuasan
dalam hal ini
4. Petugas petugas
pasien adalah pasien
melakukan memiliki yaitu
terciptanya
kesempatan
praktik proses
untuk penyembuhan

29
langsung dalam memberikan pasien lebih
masukan cepat.
pemorsian
secara tertib
makanan sesuai
dan
standar RS menggunaka
n bahasa
Indonesia
yang baik
dan benar

3. Etika public
 Sopan dan
Santun :
Penulis
menyampaik
an materi
dengan
sopan dan
santun
kepada
peserta
workshop
pemorsian
makanan.

4. Komitmen

30
mutu
 Kebersamaan
tim dalam
memutuskan
sebuah
perubahan
yang ingin
diterapkan
bersama
demi
meningkatka
n mutu
pelayanan.

5 Pelaksanaan - Buku pemesanan Diet yang diberikan 1.Akuntabilitas Dalam proses Pada kegiatan Kualitas
pemorsian makanan diet pasien sesuai dengan ini petugas Rumah Sakit
- Pemorsian amprahan ahli gizi  Tanggung pemorsian
Jawab : telah meningkat
ruangan petugas
Petugas berkontribusi dan
melaksanakan dalam Terciptanya
Pemorsian sesuai melaksanaka
dengan standar n tugas pemorsian mewujudkan pelayanan
rumah sakit dengan visi rumah Rumah Sakit
makanan
penuh sakit dalam hal yang prima.
dengan penuh memberikan Pelayanan
tanggung
jawab. tanggung pelayanan Rumah Sakit
kesehatan yang yang prima
jawab, sopan
2.Etika public paripurna dapat tercapai
santun sesuai standar dengan
 Sopan dan

31
Santun : terhadap rekan dan menjamin pemenuhan
Dalam sejawat dan keselamatan standar
serta kualitas
melakukan pemorsian
mengutamakan sesuai
pelayanan makanan yang kepuasan harapan dan
dan kegiatan disajikan harus pasien. kepuasan
pelanggan.
selalu adil yaitu
Output dari
berpegang sesuai dengan ketepatan
pada tata jenis diet pemorsian
makanan ini
karma yaitu masing-masing
secara
sopan dan pasien. langsung
santun. dapat
3.Komitmen dinikmati
mutu oleh
“pelanggan”
 Dalam setiap
dalam hal ini
kegiatan adalah pasien
selalu yaitu
mengedepan terciptanya
proses
kan kualitas penyembuhan
mutu dalam pasien lebih
melakukan cepat.

pelayanan
terhadap

32
pasien
4.Anti korupsi
 Berperilaku
adil pada
setiap pasien
dalam
melakukan
pemorsian
makanan
sesuai
standar
rumah sakit
6 Melakukan - Diet yang - Kesesuaian diet 1.Akuntabilitas Selama proses Dengan Kualitas
diberikan sesuai pasien sesuai melakukan Rumah Sakit
pengawasan kepada
dengan amprahan ahli  Tanggung pengawasan
pengawasan
Jawab : meningkat
petugas pemorsian amprahan ahli gizi ruangan. pemorsian dalam
Petugas dan
gizi ruangan - Etiket makan pemorsian
makanan khususnya penulis Terciptanya
(khusunya bertujuan untuk melaksanaka makanan,
pada pasien yang pasien yang meminimalisir n tugas melaksanakan penulis telah pelayanan
mendapatkan kesalahan diet dengan berkontribusi Rumah Sakit
mendapatkan diet tugas dengan
diet TKTP) dalam yang prima.
penuh
TKTP - Etiket makan penuh menjalankan Pelayanan
pasien yang tanggung misi rumah
jawab. tanggung Rumah Sakit
sudah di sakit yaitu
yang prima
siapkan. jawab, sopan memberikan
pelayanan dapat tercapai
santun dengan
kesehatan yang

33
2.Etika public terhadap rekan paripurna pemenuhan
 Sopan dan sejawat dan
sesuai standar standar
dan menjamin kualitas
Santun : pemorsian keselamatan
sesuai
Dalam serta
makanan yang harapan dan
mengutamakan
melakukan disajikan harus kepuasan kepuasan
pelayanan pasien serta pelanggan.
adil yaitu
menjadi rumah Output dari
dan kegiatan sesuai dengan sakit yang ketepatan
selalu professional pemorsian
jenis diet
melalui
berpegang makanan ini
masing-masing pengembangan
SDM. secara
pada tata pasien. langsung
karma yaitu dapat
sopan dan dinikmati
oleh
santun.
“pelanggan”
3.Komitmen dalam hal ini
mutu adalah pasien
 Dalam setiap yaitu
kegiatan terciptanya
selalu proses
penyembuhan
mengedepan pasien lebih
kan kualitas cepat.
mutu dalam
melakukan
pelayanan

34
terhadap
pasien
4.Anti korupsi
 Berperilaku
adil pada
setiap pasien
dalam
melakukan
pemorsian
makanan
sesuai
standar
rumah sakit
7 Melakukan - Penimbangan - Mendapatkan 1.Akuntabilitas Selama proses Dengan Kualitas
monitoring dan dan pencatatan hasil melakukan Rumah Sakit
 Tanggung monitoring dan
evaluasi hasil penimbangan monitoring dan meningkat
penimbangan - Kesesuaian Jawab : evaluasi evaluasi dalam
Petugas dan
- Form evaluasi dengan standar pemorsian
pemorsian Terciptanya
porsi melaksanaka makanan,
n tugas makanan penulis telah pelayanan
dengan berkontribusi Rumah Sakit
penulis
dalam yang prima.
penuh
melaksanakan menjalankan Pelayanan
tanggung misi rumah
jawab. tugas dengan Rumah Sakit
sakit yaitu
yang prima
penuh memberikan
pelayanan dapat tercapai

35
2.Etika public tanggung kesehatan yang dengan
 Sopan dan jawab, sopan
paripurna pemenuhan
sesuai standar standar
Santun : santun dan menjamin
kualitas
Dalam keselamatan
terhadap rekan sesuai
serta
melakukan sejawat dan mengutamakan harapan dan
pelayanan kepuasan kepuasan
pemorsian
pasien serta pelanggan.
dan kegiatan makanan yang menjadi rumah Output dari
selalu sakit yang ketepatan
disajikan harus
professional
berpegang pemorsian
adil yaitu melalui
pengembangan makanan ini
pada tata sesuai dengan
SDM. secara
karma yaitu jenis diet langsung
sopan dan masing-masing dapat
dinikmati
santun. pasien. oleh
3.Komitmen “pelanggan”
mutu dalam hal ini
 Dalam setiap adalah pasien
kegiatan yaitu
selalu terciptanya
proses
mengedepan penyembuhan
kan kualitas pasien lebih
mutu dalam cepat.

melakukan
pelayanan

36
terhadap
pasien
4.Anti korupsi
 Berperilaku
adil pada
setiap pasien
dalam
melakukan
pemorsian
makanan
sesuai
standar
rumah sakit

37
4.Jadwal/Rencana Pelaksanaan Aktualisasi

Tabel 3.2 Jadwal Rencana Pelaksanaan Aktualisasi


No Kegiatan Bulan Agustus – September 2019
I II III IV
1 Melakukan koordinasi
dengan atasan langsung
terkait rancangan
aktualisasi

2 Melakukan telaah SOP


mengenai ketepatan
pemorsian makanan sesuai
standar rumah sakit
khususnya pada pasien
diabetes melitus

3 Persiapan pelaksanaan
workshop petugas
dalamketepatanpemorsian
sesuai standar rumah sakit

4 Melaksanakan workshop
petugas
dalamketepatanpemorsian
sesuai standar rumah sakit

5 Pengawasan pelaksanaan
pemorsian makanan

6 Melakukan monitoring dan


evaluasi

38
BAB IV

CAPAIAN AKTUALISASI

1. Hasil Aktualisasi
Tabel 4.1

Kegiatan 1 : Koordinasi dengan kepala instalasi gizi terkait pelaksanaan


aktualisasi.
Target a) Waktu: 5 Agustus 2019 s.d. 7 Agustus 2019
Rancangan b) Output:Koordinasi yang dilakukan menghasilkan persetujuan dari kepala
instalasi gizi terkait pelaksanaan aktualisasi dan kepala instalasi gizi
memberikan masukan dan dukungan untuk melakukan sosialisai kepada
petugas pemorsi makanan

Realisasi Penjelasan : Kegiatan koordinasi dengan kepala instalasi gizi berjalan sesuai
Pelaksanaan dengan yang direncanakan. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini, di mulai
dengan koordinasi dengan kepala instalasi gizi dengan cara musyawarah.
Dimana dalam kegiatan ini penulis mendapatkan banyak masukan dan
dukungan dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi di Instalasi Gizi Rumah
Sakit Dr.R.Soedjono Selong. Pelaksanaan kegiatan ini dibuktikan dengan
foto kegiatan pelaksanaan.

Tabel 4.2

Kegiatan 2 : Penyusunan SOP pemorsian makanan pasien


Target a) Waktu: 8 Agustus 2019 s.d. 10 Agustus 2019
Rancangan b) Output:SOP, memahami SOP dan tata cara pelaksanaan pemorsian
makanan sesuai standar rumah sakit.
Realisasi Penjelasan : Kegiatan penyusunan SOP dilakukan dengan cara berdiskusi
Pelaksanaan langsung dengan kepala instalasi gizi setelah itu penulis menyusun SOP dan
disetujui oleh atasan. Setelah SOP siap digunakan penulis memelajari dan

39
memahami SOP yang disusun sesuai standar rumah sakit. Pelaksanaan
kegiatan ini dibuktikan dengan foto kegiatan pelaksanaan.

Tabel 4.3

Kegiatan 3 : Persiapan pelaksanaan workshop petugas dalamketepatanpemorsian


sesuai standar rumah sakit.
Target a) Waktu: 11 Agustus 2019 s.d. 13 Agustus 2019
Rancangan b) Output:Materi workshop, undangan elektronik, daftar absensi peserta,
ruangan yang siap di pergunakan

Realisasi Penjelasan : Sebelum melakukan workshop mengenai ketepatan pemorsian


Pelaksanaan penulis terlebih dahulu membuat materi sosialisai, membuat undangan
elektronik, membuat daftar hadir peserta, menyiapkan buku notulensi dan
menyiapkan ruangan yang akan digunakan untuk workshop. Pelaksanaan
kegiatan ini dibuktikan dengan foto kegiatan pelaksanaan.

Tabel 4.4

Kegiatan 4 : Melaksanakan workshop petugas dalamketepatanpemorsian sesuai


standar rumah sakit.
Target a) Waktu: 14 Agustus 2019
Rancangan b) Output:Adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman para petugas
terkait ketepatan pemorsian makanan terhadap pasien rawat inap
(khususnya pada pasien yang mendapatkan diet TKTP )
Realisasi Penjelasan : Dalam pelaksanaan workshop ini penulis melakukan
Pelaksanaan penyampaian materi workshop mengenai ketepatan pemorsian makanan
kepada petugas kemudian melakukan demonstrasi kepada petugas dalam
pemorsian makanan sesuai standar RS. Setelah itu petugas melakukan
praktik langsung dalam pemorsian makanan sesuai standar RS.

40
Penulis membuat notulensipenjelasan dimana semua pelaksanaan kegiatan
ini dibuktikan dengan foto kegiatan pelaksanaan.

Tabel 4.5

Kegiatan 5 : Pelaksanaan pemorsian makanan


Target a) Waktu: 15 Agustus 2019 s.d. 20 Agustus 2019
Rancangan b) Output:Diet yang diberikan sesuai dengan amprahan ahli gizi ruangan
dan pemorsian yang dihasilkan sesuai dengan standar rumah sakit.
Realisasi Penjelasan : Pelaksanaan pemorsian dilakukan oleh petugas pemorsian
Pelaksanaan langsung dimana dalam pelaksanaan pemorsian petugas harus
memperhatikan buku amprahan diet yang ditulis oleh ahli gizi sesuai dengan
diet pasien masing-masing ruangan. Setelah itu petugas pemorsi
memperhatikan kesesuain diet pasien sesuai standar yang ditetapkan oleh
rumah sakit (khususnya untuk pasien yang mendapatkan diet TKTP). Dalam
pelaksanaan pemorsian petugas mempunyai standar URT (ukuran rumah
tangga) untuk masing-masing jenis diet yang di dapatkan oleh pasien.
Pelaksanaan kegiatan ini dibuktikan dengan foto kegiatan pelaksanaan.

Tabel 4.6

Kegiatan 6 : Pengawasan kepada petugas pemorsi makanan


Target a) Waktu: 21 Agustus 2019 s.d. 31 Agustus 2019
Rancangan b) Output:Kesesuaian diet pasien sesuai amprahan ahli gizi ruangan dan
pengisian etiket makan yang bertujuan untuk meminimalisir kesalahan
diet
Realisasi Penjelasan : Pelaksanaan pengawasan kepada petugas selama proses
Pelaksanaan pemorsian dilakukan dengan cara melihat selama proses pemorsian itu
berlangsung,dimana penulis mengecek langsung kesesuain diet pasien sesuai
amprahan ahli gizi ruangan, setelah makanan sesuai dengan diet pasien

41
kemudian ahli gizi melakukan penempelan etiket makan/pelebelan pada
setiap makanan pasien sesuai ruangan masing-masing. Etiket makan yang
dilakukan ini bertuuan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan diet kepada
pasien.
Pelaksanaan kegiatan ini dibuktikan dengan foto kegiatan pelaksanaan.

Tabel 4.7

Kegiatan 7 : Monitoring dan evaluasi kegiatan pemorsian


Target a) Waktu: 2 September 2019 s.d. 7September 2019
Rancangan b) Output:Hasil penimbangan dan kesesuaian dengan standar porsi
Realisasi Penjelasan : Ahli gizi melakukan penimbangan dan pencatatan hasil
Pelaksanaan penimbangan makanan dan menyesuaikan dengan standar porsi yang di
tetapkan oleh rumah sakit ( khususnya standar porsi untuk pasien yang
mendapatkan diet TKTP), dimana hasil pencatatan penimbangan tersebut
diisi dalam form evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui kesesuain diet
yang diberikan sesuai standar rumah sakit.
Pelaksanaan kegiatan ini dibuktikan dengan foto kegiatan pelaksanaan.

42
2. Kendala dan Antisipasi

Tabel 4.8 : Uraian kendaladan antisipasi tiap kegiatan aktualisasi

No Kegiatan Kendala Antisipasi


Koordinasi dengan atasan Tidak ada kendala Tidak ada
langsung terkait
1
pelaksanaan aktualisasi

peyusunan SOP Tidak ada kendala Tidak ada


mengenaipemorsian
2
makanan sesuai standar
rumah sakit
Persiapan pelaksanaan Tidak ada kendala Tidak ada
workshop petugas
dalamketepatanpemorsian
3
sesuai standar rumah
sakit

Melaksanakan workshop - Peserta yang hadir Menyampaikan hasil


tidak tepat waktu workshop kepada peserta
petugas
- Ada beberapa peserta yang tidak hadir
dalamketepatanpemorsian yang tidak dapat hadir
4
sesuai standar rumah
sakit

Pelaksanaan pemorsian - Masih adanya - Selain menggunakan


makanan pemorsian timbangan makanan
makanan yang digunakan juga URT
5
tidak sesuai untuk ketepatan
dengan standar pemorsian.
rumah sakit
Melakukan pengawasan - Etiket makan - Etiket makan pasien
kepada petugas pasien yang belum selain diketik bisa juga
pemorsian makanan optimal karena ditulis manual untuk
6 khusunya kepada pasien keterbatasan mempercepat proses
yang mendapatkan diet sarana dan penyajian dan
TKTP prasarana pendistribusian makan
(komupter yang pasien.

43
digunakan hanya
1 buah )
Melakukan monitoring Tidak ada kendala Tidak ada
7
dan evaluasi

3. PembahasanKegiatan Aktualisasi

Kegiatan 1. Koordinasi dengan atasan langsung terkait pelaksanaan Aktualisasi


a) Tahapan Kegiatan
1. Menyampaikan rencana kegiatan aktualisasi
Bersama dengan kepala instalasi gizi penulis melakukan koordinasi
guna meminta persetujuan dalam melakukan kegiatan aktulisasi.
Kegiatan ini dilakukan dengan cara berdiskusi.

2. Meminta izin untuk melakukan workshop kepada petugas pemorsi


makanan.
Penulis meminta izin kepada kepala instalasi yang sekaligus
menjadi mentor dalam pelaksanaan melakukan workshop kepada
petugas pemorsi makanan dengan cara berdiskusi. Kepala instalasi
gizi memberikan masukan dan dukungan dalam pelaksanaan
kegiatan tersebut.
b) Output Kegiatan
1. Koordinasi yang dilakukan menghasilkan persetujuan dari kepala
instalasi gizi terkait pelaksanaan aktualisasi
2. Kepala instalasi gizi memberikan masukan dan dukungan untuk
melakukan sosialisai kepada petugas pemorsi makanan
c) Nilai-Nilai Dasar
1. Akuntabilitas
 Tanggung Jawab : Dalam pelaksanaan kegiatan konsultasi
dengan kepala i nst al asi gizi penulis mengedepankan
tanggung jawab sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik
dan benar

44
2. Nasionalisme
 Musyawarah : Sebelum melaksanakan kegiatan aktualisasi,
penulisterlebih dahulu berkonsultasi dengan cara musyawarah
bersama kepala instalasi gizi untuk mendapatkan persetujuan

3. Etika Publik
Menghargai endapat : Menghargai masukan dan kritikan dari
kepala instalasi gizi tentang rancangan aktualisasi
 Sopan dan Santun : Sopan dan santun dalam menyampaikan
rencana kegiatan
d) Teknik Aktualisasi Nilai Dasar
Dalam melaksanakan koordinasi dengan kepala instalasi gizi
penulis menunjukkan sikap penuh tanggung jawab dalam menyampaikan
rancangan aktualisasi, sopan dan santun dalam bertingkah laku serta
rancangan aktualisasi ini dilakukan dengan cara musyawarah dengan
kepala instalasi gizi.
e) Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Dengan kegiatan koordinasi dengan atasan melalui diskusi
didapatkan masukan dan kritik yang membangun dengan
menginternalisasikan nilai tanggung jawab, musyawarah, menghargai
pendapat, hormat dan sopan sehingga kegiatan inovasi melalui
aktualisasi dapat berjalan sesuai dengan misi rumah sakit yaitu menjadi
rumah sakit yang profesional melalui pengembangan SDM.
f) Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Kualitas Rumah Sakit meningkat dan Terciptanya pelayanan
Rumah Sakit yang prima. Pelayanan Rumah Sakit yang prima dapat
tercapai dengan pemenuhan standar kualitas sesuai harapan dan
kepuasan pelanggan. Output dari ketepatan pemorsian makanan ini
secara langsung dapat dinikmati oleh “pelanggan” dalam hal ini adalah
pasien yaitu terciptanya proses penyembuhan pasien lebih cepat.

45
Kegiatan 2. Penyusunan SOP pemorsian makanan pasien
a) Tahapan Kegiatan
1. Berdiskusi dengan atasan dalam penyusunan SOP
Bersama dengan kepala instalasi gizi penulis melakukan diskusi
guna meminta arahan dan bimbingan dalam penyusunan SOP.
2. Penyusunan SOP
Penulis melakukan penyusunan SOP dengan arahan dan bimbingan
oleh kepala instalasi gizi sekaligus yang merangkap sebagai mentor.
3. Mempelajari SOP dan tata cara melaksanakan pemorsian makanan
sesuai standar rumah sakit.
b) Output Kegiatan
1. SOP yang siap digunakan
2. Memahami SOP dan tata cara pelaksanaan pemorsian makanan
sesuai standar rumah sakit.
c) Nilai-Nilai Dasar
1. Akuntabilitas
 Tanggung Jawab : Penulis memahami SOP dan tata cara
pelaksanaan pemorsian makanan sesuai standar rumah sakit
merupakan wujud tanggung jawab
2. Komitmen Mutu
 Mutu pelayanan : Penulis memahami SOP dan tata cara
pelaksanaan pemorsian makanan sesuai standar rumah sakit untuk
meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
d) Teknik Aktualisasi Nilai Dasar
Dalam melakukan penyusuna SOP penulis berdiskusi denagan
kepala instalasi gizi dengan penuh tanggun jawab, penulis mempelajari
dan memahami SOP yang telah disusun dengan tujuan untuk
meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
e) Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Dengan melakukan penyusunan SOP, penulis telah berkontribusi
dalam menjalankan misi rumah sakit yaitu menjadi rumah sakit yang
profesional melalui pengembangan SDM.

46
f) Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Kualitas Rumah Sakit meningkat dan Terciptanya
pelayanan Rumah Sakit yang prima. Pelayanan Rumah Sakit yang
prima dapat tercapai dengan pemenuhan standar kualitas sesuai
harapan dan kepuasan pelanggan. Output dari ketepatan pemorsian
makanan ini secara langsung dapat dinikmati oleh “pelanggan” dalam
hal ini adalah pasien yaitu terciptanya proses penyembuhan pasien
lebih cepat.
Kegiatan 3. Persiapan pelaksanaan workshop petugas dalam ketepatan
pemorsian sesuai standar rumah sakit
a) Tahapan Kegiatan
1. Menentukan target workshop kepada siapa saja workshop akan
diberikan.
Dalam persiapan workshop terlebih dahulu penuilis menentukan
kepada siapa saja workshop akan diberikan.
2. Menyiapkan materi workshop
Penulis menyiapkan materi yang akan disampaikan pada saat
melakukan workshop.
3. Membuat undangan via elektronik
Penulis membuat undangan elektronik via whatsapp
4. Membuat daftar hadir peserta
Penulis membuat daftar hadir peserta workshop
5. Menyiapkan ruangan
Penulis menyiapkan ruangan yang akan digunakan untuk workshop.
b) Output Kegiatan
1. Materi workshop
2. Undangan elektronik
3. Daftar absensi peserta
4. Ruangan yang siap di pergunakan
c) Nilai-Nilai Dasar
1. Akuntabilitas
 Tanggung Jawab : Penulis mempersiapkan acara workshop
dengan penuh rasa tanggung jawab kepada para peserta.

47
 Teliti : Penulis menyiapkan materi workshop dengan teliti agar
tidak terjadi kesalahan saat menyampaikan materi.
2. Etika public
 Sopan dan Santun : Penulis memberikan penjelasan dengan
sopan dan santun kepada peserta workshop pemorsian
makanan.
d) Teknik Aktualisasi Nilai Dasar
Dalam melakukan persiapan workshop penulis berdiskusi denagan
kepala instalasi gizi dengan penuh tanggung jawab dan teliti dalam
menyiapkan materi. Dalam menyampaikan materi workshop penulis
tetap mengedepankan sopan dan santun kepada para peserta.
e) Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Dengan melakukan persiapan workshop, penulis telah
berkontribusi dalam menjalankan misi rumah sakit yaitu menjadi rumah
sakit yang profesional melalui pengembangan SDM.

f) Penguatan Nilai-Nilai Organisasi


Kualitas Rumah Sakit meningkat dan Terciptanya pelayanan
Rumah Sakit yang prima. Pelayanan Rumah Sakit yang prima dapat
tercapai dengan pemenuhan standar kualitas sesuai harapan dan
kepuasan pelanggan. Output dari ketepatan pemorsian makanan ini
secara langsung dapat dinikmati oleh “pelanggan” dalam hal ini adalah
pasien yaitu terciptanya proses penyembuhan pasien lebih cepat.

Kegiatan 4. Melaksanakan workshop petugas dalam ketepatan pemorsian sesuai


standar rumah sakit

a) Tahapan Kegiatan
1. Penyampaian materi workshop
Penulis menyampaikan materi workshop mengenai ketepatan
pemorsian makanan kepada pasien khususnya pasien yang
mendapatkan diet TKTP.
2. Membuat notulensi penjelasan
Penulis membuat notulensi penjelasan tentang pelaksanaan
workshop.

48
3. Melakukan demonstrasi kepada petugas dalam pemorsian makanan
sesuai standar RS.
4. Petugas melakukan praktik langsung dalam pemorsian makanan
sesuai standar RS
b) Output Kegiatan
Adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman para petugas terkait
ketepatan pemorsian makanan terhadap pasien rawat inap
c) Nilai-Nilai Dasar
1. Akuntabilitas
 Tanggung Jawab : Dalam kegiatan pelaksanaan workshop penulis
memiliki rasa tanggung jawab dalam penyampain materi.
 Percaya diri : Penulis menyampaikan penjelasan dengan penuh
rasa percaya diri kepada peserta workshop.
2. Nasionalisme
 Setiap petugas memiliki kesempatan untuk memberikan masukan
secara tertib dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar
3. Etika public
 Sopan dan Santun : Penulis menyampaikan materi dengan
sopan dan santun kepada peserta workshop pemorsian
makanan.
4. Komitmen mutu
 Kebersamaan tim dalam memutuskan sebuah perubahan yang
ingin diterapkan bersama demi meningkatkan mutu
pelayanan.
d) Teknik Aktualisasi Nilai Dasar
Dalam penyampaian materi workshop penulis menyampaikan
dengan penuh tanggung jawab dan percaya diri, penulis juga
mengedepankan sopan dan santun dalam penyampaian materi. Kegiatan
workshop bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
e) Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Pada kegiatan ini saya telah berkontribusi dalam mewujudkan visi
rumah sakit dalam hal memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna
sesuai standar dan menjamin keselamatan serta mengutamakan kepuasan
pasien.

49
f) Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Kualitas Rumah Sakit meningkat dan Terciptanya pelayanan
Rumah Sakit yang prima. Pelayanan Rumah Sakit yang prima dapat
tercapai dengan pemenuhan standar kualitas sesuai harapan dan
kepuasan pelanggan. Output dari ketepatan pemorsian makanan ini
secara langsung dapat dinikmati oleh “pelanggan” dalam hal ini adalah
pasien yaitu terciptanya proses penyembuhan pasien lebih cepat.

Kegiatan 5. Pelaksanaan pemorsian makanan

a) Tahapan Kegiatan
1. Buku pemesanan diet pasien

Pelaksanaan pemorsian dilakukan oleh petugas pemorsian


langsung dimana dalam pelaksanaan pemorsian petugas harus
memperhatikan buku amprahan diet yang ditulis oleh ahli gizi
sesuai dengan diet pasien masing-masing ruangan. Setelah itu
petugas pemorsi memperhatikan kesesuain diet pasien sesuai
standar yang ditetapkan oleh rumah sakit (khususnya untuk pasien
yang mendapatkan diet TKTP). Dalam pelaksanaan pemorsian
petugas mempunyai standar URT (ukuran rumah tangga) untuk
masing-masing jenis diet yang di dapatkan oleh pasien.

2. Proses selama pemorsian


Petugas pemorsi makanan memperhatikan kesesuain diet pasien
sesuai standar yang ditetapkan oleh rumah sakit (khususnya untuk
pasien yang mendapatkan diet TKTP). Dalam pelaksanaan
pemorsian petugas mempunyai standar URT (ukuran rumah tangga)
untuk masing-masing jenis diet yang di dapatkan oleh pasien.
b) Output Kegiatan
1. Diet yang diberikan sesuai dengan amprahan ahli gizi ruangan
2. Pemorsian sesuai dengan standar rumah sakit

50
c) Nilai-Nilai Dasar
1. Akuntabilitas
 Tanggung Jawab : Petugas melaksanakan tugas dengan penuh
tanggung jawab.
2. Etika public
 Sopan dan Santun : Dalam melakukan pelayanan dan kegiatan
selalu berpegang pada tata karma yaitu sopan dan santun.
3. Komitmen mutu
 Dalam setiap kegiatan selalu mengedepankan kualitas mutu
dalam melakukan pelayanan terhadap pasien
4. Anti korupsi
 Berperilaku adil pada setiap pasien dalam melakukan
pemorsian makanan sesuai standar rumah sakit
d) Teknik Aktualisasi Nilai Dasar
Dalam proses pemorsian petugas melaksanakan pemorsian
makanan dengan penuh tanggung jawab, sopan santun terhadap rekan
sejawat dan pemorsian makanan yang disajikan harus adil yaitu sesuai
dengan jenis diet masing-masing pasien.
e) Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Pada kegiatan ini petugas telah berkontribusi dalam mewujudkan
visi rumah sakit dalam hal memberikan pelayanan kesehatan yang
paripurna sesuai standar dan menjamin keselamatan serta mengutamakan
kepuasan pasien.

f) Penguatan Nilai-Nilai Organisasi


Kualitas Rumah Sakit meningkat dan Terciptanya pelayanan
Rumah Sakit yang prima. Pelayanan Rumah Sakit yang prima dapat
tercapai dengan pemenuhan standar kualitas sesuai harapan dan
kepuasan pelanggan. Output dari ketepatan pemorsian makanan ini
secara langsung dapat dinikmati oleh “pelanggan” dalam hal ini adalah
pasien yaitu terciptanya proses penyembuhan pasien lebih cepat.

51
Kegiatan 6. Pengawasan kepada petugas pemorsi makanan

a) Tahapan Kegiatan
1. Diet yang diberikan sesuai dengan amprahan ahli gizi ruangan
(khusunya pasien yang mendapatkan diet TKTP).
Pelaksanaan pengawasan kepada petugas selama proses
pemorsian dilakukan dengan cara melihat selama proses pemorsian
itu berlangsung,dimana penulis mengecek langsung kesesuain diet
pasien sesuai amprahan ahli gizi ruangan.

2. Etiket makan pasien yang sudah di siapkan.


Pemorsian makanan yang telah selesai dilakukan sesuai
dengan diet pasien kemudian akan diberikan penempelan etiket
makan/pelebelan pada setiap makanan pasien sesuai ruangan
masing-masing. Etiket makan yang dilakukan ini bertuuan untuk
meminimalisir terjadinya kesalahan diet kepada pasien.
b) Output Kegiatan
1. Kesesuaian diet pasien sesuai amprahan ahli gizi ruangan.
2. Etiket makan bertujuan untuk meminimalisir kesalahan diet
c) Nilai-Nilai Dasar
1. Akuntabilitas
 Tanggung Jawab : Petugas melaksanakan tugas dengan penuh
tanggung jawab.
2. Etika public
 Sopan dan Santun : Dalam melakukan pelayanan dan kegiatan
selalu berpegang pada tata karma yaitu sopan dan santun.
3. Komitmen mutu
 Dalam setiap kegiatan selalu mengedepankan kualitas mutu
dalam melakukan pelayanan terhadap pasien
4. Anti korupsi
 Berperilaku adil pada setiap pasien dalam melakukan
pemorsian makanan sesuai standar rumah sakit
d) Teknik Aktualisasi Nilai Dasar
Selama proses pengawasan pemorsian penulis melaksanakan tugas
dengan penuh tanggung jawab, sopan santun terhadap rekan sejawat dan

52
pemorsian makanan yang disajikan harus adil yaitu sesuai dengan jenis
diet masing-masing pasien.
e) Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Dengan melakukan pengawasan dalam pemorsian makanan,
penulis telah berkontribusi dalam menjalankan misi rumah sakit yaitu
memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna sesuai standar dan
menjamin keselamatan serta mengutamakan kepuasan pasien serta
menjadi rumah sakit yang professional melalui pengembangan SDM.
f) Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Kualitas Rumah Sakit meningkat dan Terciptanya pelayanan
Rumah Sakit yang prima. Pelayanan Rumah Sakit yang prima dapat
tercapai dengan pemenuhan standar kualitas sesuai harapan dan
kepuasan pelanggan. Output dari ketepatan pemorsian makanan ini
secara langsung dapat dinikmati oleh “pelanggan” dalam hal ini adalah
pasien yaitu terciptanya proses penyembuhan pasien lebih cepat.

Kegiatan 7. Monitoring dan evaluasi kegiatan pemorsian

a) Tahapan Kegiatan
1. Penimbang dan pencatatan hasil penimbangan terhadap menu yang
disajikan.
Ahli gizi melakukan penimbangan dan pencatatan hasil
penimbangan makanan dan menyesuaikan dengan standar porsi
yang di tetapkan oleh rumah sakit ( khususnya standar porsi untuk
pasien yang mendapatkan diet TKTP).

2. Form evaluasi
Setelah melakukan penimbangan dan pencatatan hasil
penimbangan maka langkah selanjutnya yaitu mengisi form
evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui kesesuain diet yang
diberikan dengan standar porsi rumah sakit ( khususnya standar
porsi untuk pasien yang mendapatkan diet TKTP).

b) Output Kegiatan
1. Hasil penimbangan.
2. Kesesuaian dengan standar porsi

53
c) Nilai-Nilai Dasar
1. Akuntabilitas
 Tanggung Jawab : Petugas melaksanakan tugas dengan penuh
tanggung jawab.
2. Etika public
 Sopan dan Santun : Dalam melakukan pelayanan dan kegiatan
selalu berpegang pada tata karma yaitu sopan dan santun.
3. Komitmen mutu
 Dalam setiap kegiatan selalu mengedepankan kualitas mutu
dalam melakukan pelayanan terhadap pasien
4. Anti korupsi
 Berperilaku adil pada setiap pasien dalam melakukan
pemorsian makanan sesuai standar rumah sakit
d) Teknik Aktualisasi Nilai Dasar
Selama proses monitoring dan evaluasi pemorsian makanan penulis
melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, sopan santun
terhadap rekan sejawat dan pemorsian makanan yang disajikan harus adil
yaitu sesuai dengan jenis diet masing-masing pasien.
e) Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Dengan melakukan monitoring dan evaluasi pemorsian makanan,
penulis telah berkontribusi dalam menjalankan misi rumah sakit yaitu
memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna sesuai standar dan
menjamin keselamatan serta mengutamakan kepuasan pasien serta
menjadi rumah sakit yang professional melalui pengembangan SDM.
f) Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Kualita Rumah Sakit meningkat dan Terciptanya pelayanan Rumah
Sakit yang prima. Pelayanan Rumah Sakit yang prima dapat tercapai
dengan pemenuhan standar kualitas sesuai harapan dan kepuasan
pelanggan. Output dari ketepatan pemorsian makanan ini secara
langsung dapat dinikmati oleh “pelanggan” dalam hal ini adalah pasien
yaitu terciptanya proses penyembuhan pasien lebih cepat.

54
4. Jadwal Pelaksanaan

Tabel 4.9 :Jadwal Pelaksanaan AktualisasiNilai-Nilai Dasar ASN di Instalasi Gizi RSUD Dr.R.Soedjono Selong

Agustus 2019 September 2019


No. Kegiatan
5 6 7 8 9 10 12 13 14 15 16 19 20 21 22 23 24 26 27 28 29 30 31 2 3 4 5 6 7

1 Koordinasi dengan
atasan langsung terkait
pelaksanaan aktualisasi

2 Penyusunan SOP
mengenai ketepatan
pemorsian makanan
sesuai standar rum ah
sakit
3 Persiapan pelaksanaan
workshop petugas
dalamketepatanpemorsi
an sesuai standar rumah
sakit
4 Melaksanakan
workshop petugas
dalam ketepatan
pemorsian sesuai

55
Agustus 2019 September 2019
No. Kegiatan
5 6 7 8 9 10 12 13 14 15 16 19 20 21 22 23 24 26 27 28 29 30 31 2 3 4 5 6 7

standar rumah sakit


5 Pelaksanaan pemorsian
makanan
6 Melakukan pengawasan
kepada petugas
pemorsian makanan
khusunya kepada pasien
yang mendapatkan diet
TKTP
7 Melakukan monitoring
dan evaluasi

56
5. Jadwal Konsultasi
Formulir pengendalian oleh Mentor dan Coach

Nama Peserta : Yulia Astuti, Amd.Gz


Instansi : RSUD Dr.R.Soedjono Selong
Tempat Aktualisasi : RSUD Dr.R.Soedjono Selong
Mentor : Nurdiana Hayati, AMG
Coach : Seridana, S.Pd., M.Pd.

Tabel 4.10. Jadwal Konsultasi Mentor dan Coach

Paraf
No. Hari/Tanggal Kegiatan Output
Mentor Coach
1. 5 Agustus 2019 Melakukan - Hasil koordinasi
koordinasi dan berupa masukan
diskusi dengan dan saran
- Dokumentasi
mentor terkait
foto
rancangan yang telah
diseminarkan
2. 15 Agustus 2019 Melakukan Pelaporan - Hasil koordinasi
Pelaksanaan Kegiatan berupa masukan
yang ada pada dan saran
- Dokumentasi
rancangan aktualisasi
foto
3. 25 Agustus 2019 Melakukan pelaporan - Hasil koordinasi
penulisan laporan berupa masukan
kegiatan aktualisasi dan saran
- Dokumentasi
foto

4. 2 September 2019 Melakukan konsultasi - Hasil koordinasi


penulisan laporan berupa masukan
aktualisasi dan saran
- Dokumentasi
foto

57
BAB V

PENUTUP

1. Kesimpulan
Kegiatan aktualisasi dilaksanakan selama kurang lebih 30 hari di lingkungan
Rumah Sakit Umum Dr.R. Soedjono Selong khususnya di Instalasi Gizi Rumah Sakit.
Keberhasilan kegiatan aktualisasi ini dibuktikan melalui output yang didapat setelah
melaksanakan ketujuh kegiatan yang dibuat di dalam rancangan aktualisasi. Walaupun
dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa kendala tapi semua kendala tersebut dapat
diantisipasi dengan baik.
Penerapan nilai-nilai dasar ANEKA dalam pelayanan ketepatan pemorsian
makanan gizi rumah sakit membawa dampak yang positif baik bagi pelaksana yaitu ahli
gizi maupun pihak-pihak lain yang terkait di dalam pelayanan pemorsian makanan.Visi,
misi serta nilai-nilai yang dianut dalam organisasi yaitu Instalasi Gizi Rumah Sakit
Umum Dr.R. Soedjono Selong juga dapat terlaksana apabila dalam pelaksanaanya
diterapkan nilai nilai dasar ANEKA.
Kesimpulan yang dirumuskan dari pelaksanaan 7 kegiatan selama masa habituasi
adalah keberhasilan peserta diklat CPNS angkatan I untuk melakukan upaya internalisasi
nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh seorang ASN. Nilai-nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perbaikan pelayanan pemorsian
makanan yang sesuai dengan standar rumah sakit secara nyata dan dapat dirasakan
langsung oleh semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
2. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan dan dengan memperhatikan keterbatasan
hasil, maka dapat disampaikan saran sebagai berikut :
1) Ahli gizi diharapkan dapat mengembangkan inovasi-inovasi dalam memberikan
pelayanan gizi terhadap pasien baik pasien yang di rawat inap maupun pasien
rawat jalan yang ada di rumah sakit
2) Meningkatkan komunikasi efektif baik antara ahli gizi dengan petugas pemorsian
makanan maupun antara ahli gizi dengan tenaga kesehatan lainnya.

58
3) Semua kegiatan pelayanan gizi yang ada di rumah sakit hendaknya dilandasi
dengan nilai-nilai dasar ANEKA
3. Rekomendasi
Berdasarkan hasil dari aktualisasi yang telah dilaksanakan maka dapat
direkomendasikan untuk adanya pembiasaan secara berkelanjutan bagi ahli gizi untuk
menginternalisasikan nilai-nilai dasar ASN dalam pelayanan pemorsian makanan kepada
petugas pemorsi makanan. Akan lebih baik lagi apabila nilai-nilai dasar ASN yang
diimplementasikan dapat menjadi contoh bagi rekan sejawat ahli gizi dalam melakukan
pelayanan gizi sehingga diharapkan nilai-nilai dasar ini akan menjadi sebuah kebiasaan
dan dapat diinternalisasikan dalam segala aspek kehidupan.

59
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Akuntabilitas : Modul Pelatihan


Dasar Calon PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Nasionalisme : Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Etika Publik : Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Komitmen Mutu: Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Anti Korupsi : Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

60
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Koordinasi dengan Kepala Instalasi Gizi terkait rancangan aktualisasi

Lampiran 2. Penyusunan SPO Pemorsian Makanan Pasien

61
PEMORSIAN MAKANAN PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

188.67.07.16 00 62/1
RSUD Dr. R. SOEDJONO
SELONG

Tanggal terbit Ditetapkan:


Direktur RSUD Dr. R. Soedjono Selong,

SPO dr. H. Muhammad Hasbi Santoso, M.Kes


09 Agustus 2019 NIP.19660429 199703 1 001

PENGERTIAN Serangkaian proses kegiatan penyaluran makanan sesuai jenis makanan dan
jumlah porsi pasien yang telah ditentukan (makanan biasa maupun makanan
khusus)

TUJUAN Konsumen/ pasien mendapat makanan sesuai diet dan ketentuan yang
berlaku

KEBIJAKAN Peraturan Direktur No. 445 / 05 / PD.RSUD / 2016 tentang Kebijakan


Pelayanan Gizi pada RSUD Dr. R. Soedjono Selong

PROSEDUR 1. Makanan yang telah diolah oleh juru masak kemudian diletakkan pada
ban mary kemudian siap diporsikan sesuai dengan jenis diet dan
ruangan.
2. Menyajikan makanan pada alat saji yang bersih, utuh dan tidak cacat
atau rusak.
3. Petugas mengambil buku amprah makanan beserta etiket diet yang
sudah di siapkan oleh ahli gizi koordinator penyelenggara makanan.
4. Pelabelan/ etiket diet dilakukan untuk mengurangi kesalahan dalam
pemberian jenis diet dan kegiatan distribusi pasien dengan melihat buku
amprah makan pasien.
5. Sebelum mengisi tempat makan petugas pendistribusian harus
membaca etiket diet terlebih dahulu untuk menghindari kesalahan dalam
pemberian diet.
6. Makanan dimasukkan pada alat makan sesuai dengan jenis diet dan
ruang perawatan.
7. Makanan diporsi sesuai kelas perawatan dan jenis diet yang diberikan
8. Untuk pasien VIP dan kelas I, makanan pokok dan lauk diletakkan
secara terpisah dalam piring makan dan piring kecil yang ditutupi plastic

62
wrap. Untuk sayur diletakkan pada mangkuk yang ditutupi plastic wrap
pula. Sedangkan untuk minuman mengguanakan air kemasan.
Untuk pasien kelas II alat saji yang digunakan adalah makanan pokok
dan lauk diletakkan secara terpisah dalam piring makan dan piring kecil
dan untuk sayur diletakkan pada mangkuk kemudian ditutup oleh plastic
wrap. Sedangkan kelas III alat saji yang digunakan adalah plato, dimana
plato dibungkus oleh plastic wrap setelah diletakkan makanan pokok,
lauk dan sayur.
9. Setelah makanan diisi, tempat makan dibungkus dengan mengguanakan
wraping dan disusun dalam trolley makanann.
10. Makanan siap diantar oleh tenaga distribusi ke ruang perawatan.

UNIT TERKAIT Instalasi Gizi

Lampiran 3. Persiapan materi workshop

Lampiran 4.Surat Undangan KegiatanWorkshop Ketepatan Pemorsian Makanan

63
Lampiran 5. Materi pemorsian makanan berdasarkan URT (standar rumah tangga)

64
65
66
67
Lampiran 6. Standar Diet TKTP
STANDAR DIET TKTP

Energi : 3000 kalori

Protein : 125 gram

Lemak : 97 gram

Karbohidrat : 407 gram

PEMBAGIAN MAKANAN SEHARI

Waktu Makanan Berat (gram) URT


Pagi Nasi 200 2 sdk nasi
Lauk Hewani 55 2 ptg sdg
Lauk Nabati 25 1 ptg sdg
Telur 40 1 btr
Sayuran 100 1 gls
Minyak 10 1 sdm

Siang Nasi 250 2 ½ sdk nasi


Lauk Hewani 55 2 ptg sdg
Lauk Nabati 25 1 ptg sdg
Telur 40 1 btr
Sayuran 100 1 gls
Minyak 10 1 sdm

Buah Pepaya 150 1 ptg sdg

Malam Nasi 250 2 ½ sdk nasi


Lauk Hewani 55 2 ptg sdg
Lauk Nabati 25 1 ptg sdg
Telur 40 1 btr
Sayuran 100 1 gls
Minyak 10 1 sdm

68
Lampiran 7. Daftar Absensi Kegiatan Workshop Ketepatan Pemorsian Makanan

Lampiran 8. Kegiatan Workshop Ketepatan Pemorsian Makanan

69
70
Lampiran 9. Notula Rapat

NOTULAKEGIATAN PENJELASAN KETEPATAN PEMORSIAN MAKANAN

Hari/Tanggal : Rabu/ 14 Agustus 2019


Pukul : 09.00 WITA - Selesai
Tempat : Instalasi Gizi RSUD Dr.R.Soedjono Selong
Jumlah Peserta : 6 orang ahli gizi dan 12 orang pramusaji/penjamah makanan dan 5 orang
petugas pemorsi makanan
Acara : Kegiatan penjelasan ketepatan pemorsian makanan khususnya kepada
pasien yang mendapatkan diet TKTP di RSUD Dr.R.Soedjono Selong.
Pokok Bahasan :
Membahas mengenai penjelasan ketepatan pemorsian makanan khususnya kepada pasien yang
mendapatkan diet TKTP di RSUD Dr.R.Soedjono Selong
Kegiatan :
Melakukan penjelasan kepada pramusaji tentang ketepatan pemorsian makanan khususnya
kepada pasien yang mendapatkan diet TKTP menggunakan power point, kemudian dilanjutkan
dengan sesi diskusi dengan peserta kegiatan.

Hasil Kegiatan :
1. Penjamah makanan dan petugas pemorsi makanan mengetahui tentang ketepatan pemorsian
menggunakan timbangan dan URT (ukuran rumah tangga) diInstalasi Gizi RSUD
Dr.R.Soedjono Selong.
2. Penjamah makanan dan petugas pemorsi makanan mengetahui tentang standar porsi untuk
pasien yang mendapatkan diet TKTP diInstalasi Gizi RSUD Dr.R.Soedjono Selong.
3. Pramusaji dan ahli gizi mengetahui sistem dan prosedur pemorsian makanan pasien di
Instalasi Gizi RSUD Dr.R.Soedjono Selong.

71
Lampiran 10. Kegiatan pelaksaan pemorsian makanan

Lampiran 11. Kegiatan pengawasan pemorsian makanan

72
Lampiran 12. Kegiatan monitoring dan evaluasi pemorsian makanan

73
Lampiran 13. Form evaluasi pemorsian makanan

FORM EVALUASI STANDAR DIET TKTP

PEMBAGIAN MAKANAN SEHARI

Berat Berat
Waktu Makanan (gram) (gram) Sesuai Tidak
Standar RS Hasil sesuai
Real
Pagi Nasi 200
Lauk Hewani 55
Lauk Nabati 25
Telur 40
Sayuran 100
Minyak 10

Siang Nasi 250


Lauk Hewani 55
Lauk Nabati 25
Telur 40
Sayuran 100
Minyak 10

Buah Pepaya 150

Malam Nasi 250


Lauk Hewani 55
Lauk Nabati 25
Telur 40
Sayuran 100
Minyak 10

74