Anda di halaman 1dari 4

Nama : Mohammad Cahyo Handoyo

Jurusan : S1 Akuntansi
NIM : 030647255

1. Bagaimana cara investor mencatat investasinya dengan metode ekuitas?


2. Jelaskan Metode Pendekatan Analisis Rasio Keuangan
3. Buatkan contoh perhitungan rasio likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas

Jawaban
1. Metode ekuitas adalah metode pencatatan investasi yang pada awal perolehan investor mencatat
investasi sebesar biayanya, dividen maupun distribusi laba dicatat sebagai pengurang akun
investasi. Nilai investasi ditambah atau dikurangi dengan bagian laba/rugi investor pada
perusahaan asosiasi[1] setelah tanggal perolehan. Untuk investasi dalam perusahaan asosiasi
diatur dalam PSAK No. 15 tentang Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi. Metode
ekuitas harus diterapkan oleh investor yang memiliki saham berhak suara pada perusahaan
investee baik secara langsung maupun tidak langsung dengan kepemilikan 20% atau lebih.
Dengan kepemilikan 20% atau lebih, secara akuntansi investor dianggap memiliki pengaruh yang
signifikan pada investee, oleh karena itu pengakuan penghasilan berdasarkan dividen yang
diterima tidak dapat digunakan sebagai ukuran yang memadai untuk merefleksikan penghasilan
yang diperoleh investor dari investasi dalam investee karena distribusi yang diterima tersebut
hampir tidak ada hubungannya dengan kinerja investee. Mengingat pengaruh yang signifikan
terhadap investee, investor memiliki tolok ukur atas kinerja investee, yaitu imbalan
investasi(return on investment). Investor melaksanakan tanggung jawab ini dengan memperluas
lingkup laporan keuangan konsolidasi sehingga mencakup bagiannya atas hasil usaha investee dan
dengan demikian menyediakan analisis terhadap penghasilan serta investasi sehingga rasio yang
lebih relevan dapat dihitung. Dengan demikian, penerapan metode ekuitas memungkinkan
pelaporan aktiva bersih dan penghasilan bersih oleh investor dengan lebih informatif.

2. Metode Pendekatan Analisis Rasio Keuangan :


1. Pendekatan Lintas Seksi (Cross Sectional Approach) Yaitu cara mengevaluasi dengan jalan
membandingkan rasio-rasio antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya yang sejenis
pada saat bersamaan. Dengan cara ini dapat diketahui apakah perusahaan yang bersangkutan
berada di atas, berada pada rata-rata, atau berada dibawah rata-rata industri.
2. Pendekatan Runtut Waktu (Time Series Analysis) Yaitu cara mengevaluasi dengan jalan
membandingkan rasio-rasio finansial perusahaan dari satu periode ke periode lainnya. Dengan
membandingkan antara rasio-rasio yang dicapai saat ini dengan rasio-rasio dimasa lalu yang dapat
memperlihatkan apakah perusahaan mengalami kemajuan atau kemunduran. Perkembangan
perusahaan terlihat pada kecenderungan ”(trend)” dari tahun ke tahunnya, dan dengan melihat
perkembangan ini perusahaan akan dapat membuat rencana untuk masa depannya.
3.

Perusahaan Dagang "Makadata"


Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2001

Pendapatan dari Penjualan:


Penjualan 825.000.000
Retur Penjualan (12.000.000)
Potongan Penjualan (8.250.000) (20.250.000)
Penjualan Bersih 804.750.000

Harga Pokok Penjualan:


Persediaan Barang Dagangan Awal 132.200.000
Pembelian 500.000.000
Biaya Angkut Pembelian 5.000.000
Pembelian Bersih 505.000.000
Potongan Pembelian (5.000.000)
Retur Pembelian (13.400.000)
Harga Pokok Pembelian 486.600.000
Barang tersedia untuk dijual 618.800.000
Persediaan Barang dagangan akhir 145.000.000
Harga Pokok Penjualan 473.800.000
Laba Kotor 330.950.000

Biaya Operasional :
Biaya Gaji 111.925.000
Biaya Asuransi 4.400.000
Biaya Pemakaian Perlengkapan 5.475.000
Depresiasi Peralatan 25.700.000
Jumlah Biaya Operasional 147.500.000
Laba Bersih 183.450.000
Perusahaan Dagang "Makadata"
Neraca
Untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2001

AKTIVA PASSIVA

Aktiva Lancar Kewajiban

Kas 70.500.000 Utang Dagang 40.800.000

Piutang Dagang 105.000.000 Utang Gaji 30.000.000

Persediaan Barang Dagangan 145.000.000 Total Kewajiban 70.800.000

Perlengkapan 2.900.000

Asuransi Dibayar Dimuka 4.200.000 Modal

Total Aktiva Lancar 327.600.000 Modal Akhir 372.450.000

Aktiva Tetap

Peralatan 154.200.000
Akumulasi Depresiasi
Peralatan (38.550.000)

Total Aktiva Tetap 115.650.000

TOTAL AKTIVA 443.250.000 TOTAL KEWAJIBAN+EKUITAS 443.250.000

a. Rasio likuiditas
a) Current ratio = (Aktiva Lancar / hutang lancar)
= (327.600.000/70.800.000)
= 4,627
Kesimpulan: setiap Rp.1 utang lancer dijamin oleh 4,6 harta lancar atau perbandingannya
antara aktiva lancar dengan hutang lancar adalah 4,6 : 1

b) Quick Ratio = ((Aktiva Lancar – Persediaan) / Hutang lancar))


= ((327.600.000 -145.000.000)/ 70.800.000))
= 2,579
b. Ratio Solvabilitias
a) Total Debt to Equity Ratio = (Total Hutang / Ekuitas Pemegang Saham) x 100%
= tidak ada equitas pemegang saham
b) Total Debt to Asset Ratio = (Total Hutang / Total aktiva) x 100%
= (70.800.000/443.250.000)x 100%
=0,159=16%
c. Rasio Profitabilitas
a) GPM = (Laba Kotor / Penjualan Bersih) x 100%
= (330.950.000/804.750.000) x 100%
= 0,411=41,1%
b) NPM = (Laba setelah pajak / Total Aktiva) x 100%
= -
c) OPM = (Laba usaha / Penjualan Bersih) x 100%
= (330.950.000/804.750.000) x 100%
= 0,411=41,1%
d) ROA = (Laba bersih setelah pajak / total aktiva) x 100%
= (183.450.000/443.250.000) x 100%
= 0,414=41,4%
e) ROE = (Laba Bersih Setelah Pajak / Total Modal Pemegang Saham) x 100%
=-
f) Perputaran Piutang = (Penjualan / piutang usaha)
= (825.000.000/105.000.000)
= 7,857

Sumber :
https://rereladyrose.wordpress.com/2013/04/30/analisis-rasio-keuangan/
gitamell.mhs.narotama.ac.id/files/2013/03/Makadata.xls