Anda di halaman 1dari 17

0

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI DAN KONTROL


BIOSISTEM

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Instrumentasi dan Kontrol


Biosistem Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Jember

Oleh:

Nama : Yunus Kindi Prakoso


NIM : 151710201081
Kelas : TEP A
Acara : Acara 1 Pengenalan beberapa Alat Ukur
dan Komponen Elektronik
Asisten : Muhammad Hanif/131710201066

LABORATORIUM ENERGI, OTOMATISASI, dan


INSTRUMENTASI PERTANIAN
JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2017
1

BAB 1. METODOLOGI

1.1 Waktu dan Tempat


Praktikum acara Pengenalan beberapa Alat Ukur dan Komponen Elektronik
dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017 Pukul 12.00 hingga selesai.
Praktikum ini bertempat di Laboratorium Instrumentasi Gedung Workshop Jurusan
Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.

1.2 Alat dan Komponen


Alat yang digunakan pada praktikum acara Pengenalan beberapa Alat Ukur
dan Komponen Elektronik yaitu sebagai berikut.
a. Power Suply DC
b. AVO meter digital
c. AVO meter analog
Komponen yang digunakan pada praktikum acara Pengenalan beberapa
Alat Ukur dan Komponen Elektronik yaitu sebagai berikut.
a. Resistor fixed (2K2Ω; 390Ω; 4K7Ω; 100KΩ; 470KΩ)
b. NTC
c. LDR
2

1.3 Prosedur Kerja


1.3.1 Pembacaan dan Pengukuran Resistor

Mulai

Persiapan Alat
dan Bahan

Ambil sembarang resistor yang telah disiapkan, catat


warna pada resistor

Posisikan pemutar AVO meter pada tanda OHM


untuk melakukan pengukuran Resistor

Lekatkan masing-masing pena AVO meter pada


kaki resistor

Baca dan catat hasil pengukuran pada display

Ulangi hingga tiga kali dengan resistor yang lain

Data pembacaan dan


pengukuran resistor

Selesai

Gambar 1.1 Pembacaan dan Pengukuran Resistor


3

1.3.2 Pembacaan dan Pengukuran Rangkaian Seri

Mulai

Persiapan Alat
dan Bahan

Ambil 2 buah sembarang resistor yang telah disiapkan,


catat warna pada masing-masing resistor

Buat koneksi pada salah satu kaki resistor dengan


satu kaki resistor yang lain dengan menggunakan
project board

Posisikan pemutar AVO meter pada tanda OHM


untuk melakukan pengukuran resistor

Letakkan masing-masing pena AVO meter pada 2 kaki


resistor yang bebas

Baca dan catat hasil pengukuran pada display

Ulangi hingga dua kali dengan resistor yang lain

Data pembacaan dan


pengukuran rangkaian seri

Selesai

Gambar 1.2 Pembacaan dan Pengukuran Rangkaian Seri


4

1.3.3 Pembacaan dan Pengukuran Rangkaian Paralel

Mulai

Persiapan Alat
dan Bahan

Ambil 2 buah sembarang resistor yang telah disiapkan,


catat warna pada masing-masing resistor

Buat koneksi pada salah satu kaki resistor dengan


satu kaki resistor yang lain dengan menggunakan
project board, pada sisi yang lain lakukan hal yang
sama

Posisikan pemutar AVO meter pada tanda OHM


untuk melakukan pengukuran resistor

Letakkan masing-masing pena AVO meter pada koneksi


2 kaki resistor pada project board dengan menggunakan
jumper

Baca dan catat hasil pengukuran pada display

Ulangi hingga dua kali dengan resistor yang lain

Data pembacaan dan


pengukuran rangkaian paralel

Selesai

Gambar 1.3 Pembacaan dan Pengukuran Rangkaian Paralel


5

1.3.4 Pengukuran Arus DC

Mulai

Persiapan Alat
dan Bahan

Posisikan pemutar AVO meter pada tanda amp untuk


melakukan pengukuran arus DC

Ambil resistor 4700Ω, koneksikan salah satu kaki


dengan sumber tegangan +5 volt dengan
menggunakan project board

Koneksikan kaki resistor yang lain dengan pena


positif AVO meter

Koneksikan pena negatif AVO meter dengan tegangan 0


volt

Baca dan catat hasil pengukuran pada display

Ulangi hingga dua kali dengan tegangan 9 volt dan


12 volt

Data pengukuran arus DC

Selesai

Gambar 1.4 Pengukuran Arus DC


6

1.3.5 Pengukuran Tegangan DC

Mulai

Persiapan Alat
dan Bahan

Posisikan pemutar AVO meter pada tanda amp untuk


melakukan pengukuran arus DC

Perhatikan tabel pada lembar kerja, koneksikan


pena AVO meter pada terminal power suply, pena
positif diberi tanda √ dan pena negatif diberi tanda
0

Catat hasil pengukuran pada display

Ulangi sebanyak enam kombinasi

Data pengukuran tegangan DC

Selesai

Gambar 1.5 Pengukuran Tegangan DC


7

1.3.6 Karakteristik Sensor Suhu

Mulai

Persiapan Alat
dan Bahan

Ambil resistor 390Ω, koneksikan salah satu kaki


dengan sumber tegangan +5 volt dengan
menggunakan project board

Koneksikan kaki resistor yang lain dengan pena


positif AVO meter dan salah satu kaki NTC

Koneksikan pena negatif AVO meter dengan kaki


NTC yang lain dan tegangan 0 volt, sehingga
didapat rangkaian dengan gambar 1.7

Nyalakan korek api dan dan perlakukan NTC dengan


jarak yang semakin mendekathidupkan catu daya
posisikan pemutar AVO meter pada tanda volt
DC→ukur tegangan, matikan catu daya putar AVO
meter ke tanda Ohm→ukur tahanan, ulangi hingga
didapat 5 pengukuran

Baca dan catat hasil pengukuran pada display AVO


meter

Ulangi hingga dua kali dengan tegangan 12 volt

Data pengukuran sensor suhu

Selesai

Gambar 1.6 Karakteristik Sensor Suhu

Gambar 1.7 Rankaian Sensor Suhu


8

1.3.7 Karakteristik Sensor Cahaya

Mulai

Persiapan Alat
dan Bahan

Ambil resistor 390Ω, koneksikan salah satu kaki


dengan sumber tegangan +5 volt dengan
menggunakan project board

Koneksikan kaki resistor yang lain dengan pena


positif AVO meter dan salah satu kaki LDR

Koneksikan pena negatif AVO meter dengan kaki


LDR yang lain dan tegangan 0 volt, sehingga
didapat rangkaian dengan gambar 1.9

Nyalakan senter dan dan perlakukan LDR dengan jarak


yang semakin mendekathidupkan catu daya posisikan
pemutar AVO meter pada tanda volt DC→ukur
tegangan, matikan catu daya putar AVO meter ke
tanda Ohm→ukur tahanan, ulangi hingga didapat 5
pengukuran

Baca dan catat hasil pengukuran pada display AVO


meter

Ulangi hingga dua kali dengan tegangan 12 volt

Data pengukuran sensor


cahaya

Selesai

Gambar 1.8 Karakteristik Sensor Cahaya

Gambar 1.9 Rangkaian Sensor Cahaya


9

BAB 2. HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Pembacaan dan Pengukuran Resistor


Tabel 2.1 Hasil Pengukuran dan Pembacaan Resistor

No. Warna Resistor Pembacaan Kode Warna (Ω) Pengukuran (Ω)


1 JPCE 390 385

2 CHME 1000 975

3 CMME 1200 1204

1500
Hasil Pembacaan dan Pengukuran Resistor
Resitensi (K OHM)

1000 Pembacaan Kode


Warna (Ω)
500 Pengukuran (Ω)

0
JPCE CHME CMME
Warna Resistor

Gambar 2.1 Hasil Pengukuran dan Pembacaan Resistor


Dari gambar 2.1, diketahui bahwa terjadi perbedaan dari hasil pengukuran
dan hasil pembacaan dari resistor. Hal tersebut dikarenakan adanya hambatan
seperti tangan, meja, dan media lain yang berinteraksi atau kontak langsung dengan
resistor ketika sedang dilakukan menggunakan alat AVO meter. Selain itu,
perbedaan nilai hasil pengukuran disebabkan karena kurangnya ketelitian
pembacaan dari praktikan.

2.2 Pembacaan dan Pengukuran Rangkaian Seri


Tabel 2.2 Pembacaan dan Pengukuran Rangkaian Seri
Warna Resistor Teori (Ω) Pengukuran (Ω)
No.
1 CHME +CHME 2000 1955

2 CHME + CMME 2200 2180


10

Hasil Pembacaan dan Pengukuran


Resistor Rangkaian Seri
2250
2200

Resistensi (K OHM)
2150
2100
2050 Teori (Ω)
2000
1950 Pengukuran
1900 (Ω)
1850
1800
CHME +CHME CHME + CMME
Warna Resistor

Gambar 2.2 Pembacaan dan Pengukuran Rangkaian Seri


Dari gambar 2.2, diketahui bahwa terjadi perbedaan dari hasil pengukuran
dan hasil pembacaan dari resistor rangkaian seri. Hal tersebut dikarenakan adanya
pengaruh media lain seperti kabel, tangan, dan hambatan dari dalam resistornya itu
sendiri yang nantinya dapat mempengaruhi nilai resistor pada rangkaian seri.

2.3 Pembacaan dan Pengukuran pada Rangkaian Paralel


Tabel 2.3 Pembacaan dan Pengukuran Rangkaian Seri
No. Warna Resistor Teori (Ω) Pengukuran (Ω)
1 CHME +CHME 500 490
2 CHME + CMME 545,45 539

Hasil Pembacaan dan Pengukuran Resistor


Rangkaian Paralel
550
Resistensi (K OHM)

500
Teori (Ω)

450 Pengukuran (Ω)


CHME +CHME CHME + CMME
Warna Resistor

Gambar 2.3 Pembacaan dan Pengukuran Rangkaian Seri


Dari gambar 2.3, diketahui bahwa terjadi perbedaan dari hasil pengukuran
dan hasil pembacaan dari resistor rangkaian paralel. Hal tersebut dikarenakan
11

resistor yang diukur merupakan tipe resistor linier yaitu resistor yang sifat
tahanannya tetap. Tetapi, dalam pengukuran resistor dengan menggunakan alat
terdapat pengaruh hambatan dari lingkungan sekitar seperti tangan, kabel, meja,
dan lain sebagainya sehingga dapat menghasilkan nilai yang memiliki selisih yang
cukup jauh dengan nilai secara teori.

2.4 Pengukuran Arus DC


Tabel 2.4 Pengukuran Arus DC

No. Resistor Tegangan DC (V) Arus Teori (mA) Arus Pengukuran (mA)
1 5V 12,8 12,7
2 390 Ω 9V 23,1 20
3 14 V 35,9 32,1

Pengukuran Arus DC
40
Arus (mA)

30
20 Arus Teori (mA)
10 Arus Pengukuran (mA)
0
5V 9V 14 V

Gambar 2.4 Pengukuran Arus DC


Dari gambar 2.4, diketahui bahwa terjadi perbedaan dari hasil pengukuran
arus DC dari resistor. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh dari tingkat
ketelitian dari praktikan ketika membaca AVO meter.

2.5 Pengukuran Tegangan DC


Tabel 2.5 Pengukuran Tegangan DC
No 0 5 -12 12 Teori (V) Pengukuran (V)
1 √ 0 -9 -9,9
2 0 √ 9 8,5
3 0 √ -14 -15,3
4 0 √ 24 26,3
12

Pengukuran Tegangan DC
30
20
Tegangan (V)

10
Teori (V)
0
Pengukuran (V)
1 2 3 4
-10
-20
1 2 3 4

Gambar 2.5 Pengukuran Tegangan DC


Dari gambar 2.5, diketahui bahwa terjadi perbedaan dari hasil pengukuran
Tegangan DC dari resistor. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh dari tingkat
ketelitian praktikan ketika membaca membaca nilai hasil pengukuran pada alat
AVO meter.

2.6 Karakteristik Sensor Suhu


Tabel 2.6 Pengukuran Sensor Suhu
V Sumber: 5 Volt 12 Volt
No
R1 (Ω) V out R out V out R out
1 0,2 0,95 0,38 37,16
2 0,19 0,9 0,36 35,03
3 390 0,18 0,65 0,35 24,68
4 0,16 0,62 0,34 23,47
5 0,15 0,61 0,33 23,07

Karakteristik Sensor Suhu


0.4
Hambatan (OHM)

0.3
0.2
5 Volt
0.1
0 12 Volt
0 2 4 6
Jarak

Gambar 2.6 Pengukuran Sensor Suhu


13

Dari gambar 2.6, diketahui bahwa terjadi perbedaan dari hasil


pengukukuran dari suhu yang menghasilkan Vout dan Rout. Hal tersebut
dikarenakan perbedaan jarak antara korek api dengan sensor suhu sehingga
hambatan dan tegangan berubah.

2.7 Karakteristik Sensor Cahaya


Tabel 2.7 Pengukuran Sensor Cahaya
V
5 Volt 12 Volt
No Sumber:
R1 (Ω) V out R out V out R out
1 3,1 0,95 10,12 37,16
2 2,95 0,9 9,55 35,03
3 390 2,07 0,65 8,66 24,68
4 1,68 0,62 7,79 23,47
5 1,14 0,61 6,6 23,07

Karakteristik Sensor Cahaya


20
Hambatan (OHM)

10
5 Volt
0
12 Volt
0 1 2 3 4 5 6
Jarak

Gambar 2.7 Pengukuran Sensor Cahaya


Dari gambar 2.7, diketahui bahwa terjadi perbedaan dari hasil
pengukukuran dari intensitas cahaya yang menghasilkan Vout dan Rout. Hal
tersebut dikarenakan perbedaan jarak antara cahaya lampu senter dengan sensor
suhu sehingga hambatan dan tegangan berubah.
14

BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil dan pembahasan, kesimpulan yang dapat diambil
yaitu sebagai berikut.
1. Perbedaan dari hasil pengukuran dan hasil pembacaan dari resistor
dikarenakan adanya hambatan seperti tangan, meja, dan media lain yang
berinteraksi atau kontak langsung dengan resistor ketika sedang dilakukan
menggunakan alat AVO meter.
2. Perbedaan dari hasil pengukuran dan hasil pembacaan dari resistor
rangkaian seri dikarenakan adanya pengaruh media lain seperti kabel,
tangan, dan hambatan dari dalam resistornya itu sendiri yang nantinya dapat
mempengaruhi nilai resistor pada rangkaian seri.
3. Perbedaan dari hasil pengukuran dan hasil pembacaan dari resistor
rangkaian paralel dikarenakan resistor yang diukur merupakan tipe resistor
linier yaitu resistor yang sifat tahanannya tetap.
4. Perbedaan dari hasil pengukuran arus DC dari resistor dikarenakan adanya
pengaruh dari tingkat ketelitian dari praktikan ketika membaca AVO meter.
5. Perbedaan dari hasil pengukuran Tegangan DC dari resistor dikarenakan
adanya pengaruh dari tingkat ketelitian praktikan ketika membaca membaca
nilai hasil pengukuran pada alat AVO meter.
6. Perbedaan dari hasil pengukukuran dari suhu yang menghasilkan Vout dan
Rout dikarenakan perbedaan jarak antara korek api dengan sensor suhu
sehingga hambatan dan tegangan berubah.
7. Perbedaan dari hasil pengukukuran dari intensitas cahaya yang
menghasilkan Vout dan Rout dikarenakan perbedaan jarak antara cahaya
lampu senter dengan sensor suhu sehingga hambatan dan tegangan berubah.
15

LAMPIRAN

Lampiran 1. Perhitungan
1.1 Perhitungan Kode Warna Resistor
a. JPCE (Jingga, Putih, Coklat, Emas)
Jingga = 3, Putih = 9, Coklat = dikali 10, Emas = Resistansi 5%
Jadi, JPCE = 390Ω ± 5%
b. CHME (Coklat, Hitam, Merah, Emas)
Coklat = 1, Hitam = 0, Merah = dikali 100, Emas = Resistansi 5%
Jadi, CHME = 1000Ω ± 5%
c. CMME (Coklat, Merah, Merah, Emas)
Coklat = 1, Merah = 2, Merah = dikali 100, Emas = Resistansi 5%
Jadi, CMME = 1200Ω ± 5%
1.2 Perhitungan Kode Warna Resistor Rangkaian Seri
a. CHME + CHME = 1000 + 1000 = 2000Ω ± 5%
b. CHME + CMME = 1000 + 1200 = 2200Ω ± 5%
1.3 Perhitungan Kode Warna Resistor Rangkaian Paralel
1 1 2 1000
a. CHME + CHME = 1000 + 1000 = 1000 = = 500Ω ± 5%
2
1 1 6+5 11 6000
b. CHME + CMME = 1000 + 1200 = 6000 = 6000 = = 545,45Ω ± 5%
11
16

Lampiran 2. Gambar

Gambar 2.1 Power Suply DC Gambar 2.2 Multimeter Digital

Gambar 2.3 Resistor