Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI INDUSTRI

PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN

PADA PERTUMBUHAN MIKROORGANISME

Disusun Oleh : Rizka Nur Kholifa ( 114 172 0029 )

Nama Kelompok 4

1. Nurul Husna Armayanti ( 114 172 0024 )


2. Panji Fachruroji ( 114 172 0025 )
3. Rahayu Mulia Dewi ( 114 172 0026 )
4. Rian Hidayat ( 114 172 0027 )
5. Sayyidul Ayyam ( 114 172 0030 )

Asisten : Devi Tialamsari

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

TANGERANG SELATAN – BANTEN

2019
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN

PADA PERTUMBUHAN MIKROORGANISME

I. TUJUAN PRAKTIKUM
a. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan
mikroorganisme.
b. Untuk menjelaskan zona hambatan pada pengaruh logam dan zat kimia yang
mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme.

II. LANDASAN TEORI

Kehidupan mikroorganisme umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh


keadaan lingkungannya. Ada 3 macam faktor lingkungan yang mempengaruhi, yaitu :

a) Faktor fisis
Misalnya : suhu. Ph, tekanan osmotis, kandungan oksigen dan lain-lain.
b) Faktor kimia
Misalnya : senyawa beracun atau senyawa kimia lain yang berfungsi sebagai bahan
makanan.
c) Faktor biologis
Misalnya : interaksi dengan mikroba lain.

1. Pengaruh Suhu

Suhu adalah faktor yang terpenting yang mempengaruhi pertumbuhan,


multiplikasi dan kelangsungan hidup dari semua organisme hidup. Suhu yang
rendah umumya memperlambat metabolisme seluler, sedangkan suhu yang lebih
tinggi meningkatkan taraf kegiatan sel. Tetapi tiap organisme memiliki batas suhu
terendah, batas-batas terhentinya tumbuh, dan suhu optimum untuk pertumbuhan
dan reproduksi. Ketiga suhu ini dinamakan suhu kardinal (titik kardinal) yakni
meliputi suhu pertumbuhan minimum, suhu pertumbuhan optimum dan suhu
pertumbuhan maksimum.
Berdasarkan kisaran suhunya, mikroba dibagi menjadi tiga kelompok :
a. Psikofilik adalah kelompok mikroba yang dapat hidup dan tumbuh pada
daerah dengan suhu 00C sampai 300C dengan temperature optimumnya
150C.
b. Mesofilik adalah kelompok mikroba yang dapat tumbuh dan bertahan
hidup pada keadaan dengan suhu optimum antara 250C-370C, minimum
150C, dan maksimum di sekitar 550C.
c. Termofilik adalah kelompok mikroba yang hidup pada suhu yang tinggi.
Suhu optimum untuk mikroba kelompok ini adalah 550C-600C.
Minimum 400C, dan maksimum 750C. bakteri ini biasanya terdapat pada
sumber air panas dan tempat-tempat denga keadaan suhu tinggi.

2. Pengaruh pH (Keasaman atau Kebasaan)

pH optimum pertumbuhan bagi kebanyakan bakteri terletak antara 6,5 dan


7,5, khamir pada Ph 4,0 – 4,5 sedangkan kapang pada selang Ph yang lebih luas.
Untuk menahan perubahan ph , ke dalam medium sering ditambahkan larutan
buffer (penyangga) dengan tujuan agar diperoleh pertumbuhan mikroorganisme
yang baik, sebab pada ph diluar jarak optimumnya, pertumbuhan mikroorganisme
akan terhambat. Namun, beberapa spesies dapat tumbuh dalam keadaan sangat
masam, atau sangat alkalin. Bagi kebanyakan spesies, nilai pH maksimum dan pH
minimum ialah antara 4 dan 9. Bila bakteri dikultivasi didalam suatu medium yang
mula-mula disesuaikan pHnya, misalnya 7, maka mungkin sekali pH ini akan
berubah sebagai akibat adanya senyawa-senyawa asam atau basa yang dihasilkan
selama pertumbuhannya.

Berdasarkan atas perbedaan ph tempat tumbuhnya mikroorganisme dapat


dibedakan, yaitu :

a) Mikroba Asidofil ( untuk suasana asam atau ph rendah )


b) Mikroba Neutrophil ( untuk suasana ph netral )
c) Mikroba Alkalofil ( untuk suasana alkalis atau ph tinggi )

3. Pengaruh Bahan Kimia (Desinfektan)

Untuk membandingkan kekuatan desinfektan dalam menghambat


pertumbuhan bakteri dapat digunakan cakram kertas dengan diameter tertentu
dibasahi. Dengan desinfektan, kemudian diletakkan pada permukaan agar dalam
cawan petri yang telah diinokulasi. Kemudian diinkubasi selama 48 jam. Jika
desinfektan menghambat pertumbuhan bakteri, maka akan terlihat daerah bening
di sekeliling cakram kertas. Luas daerah bening ini menjadi ukuran kekuatan daya
kerja desinfektan.

Faktor utama yang menentukan bagaimana desinfektan bekerja adalah


kadar dan suhu desinfektan, waktu yang diberikan kepada desinfektan untuk
bekerja, jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada, dan keadaan bahan yang
didesinfeksi. Jadi terlihat sejumlah faktor harus diperhatikan untuk melaksanakan
tugas sebaik mungkin dalam perangkat suasana yang ada. Desinfeksi adalah proses
penting dalam pengendalian penyakit, karena tujuannya adalah perusakan agen –
agen patogen. Berbagai istilah digunakan sehubungan dengan agen – agen kimia
sesuai dengan kerjanya atau organisme khas yang terkena. Mekanisme kerja
desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke yang lain. Akibatnya
mungkin disebabkan oleh kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada
protein sel atau pada gen yang khas yang berakibat kematian atau mutasi.

III. ALAT dan BAHAN


A. Pengaruh Suhu
1. Alat
- Tabung reaksi
- Cawan petri
- Pipet Steril
- Jarum ose
- Pembakar Bunsen
2. Bahan
- Medium cair Glucose broth masing-masing denga suhu yang berbeda (5⁰, 30⁰,
50⁰ C)
- Suspense biakan E.Coli dan B.Subtilis
-
B. Pengaruh pH
1. Alat
- Tabung reaksi
- Pipet steril
- Cawan petri
- Jarum ose
- Pembakar Bunsen
2. Bahan
- Medium Glucose broth masing-masing dengan Ph yang berbeda (3, 5, 7, 9).
- Suspense biakan E.Coli, Aspergillus Niger

C. Pengaruh Bahan Kimia


1. Alat
- Tabung reaksi
- Pinset
- Pipet steril
- Jarum ose
- Pembakar bunsen
- Cawan petri
- Kertas saring yang berbentuk bulat dengan berdiameter 1 cm (cakram kertas)
2. Bahan
- Biakan murni Staphylococcus aureus dalam medium cair
- Aquadest
- Larutan Lysol
- Medium Nutrien Agar

IV. LANGKAH KERJA


A. Pengaruh Suhu
a) Inokulasikan biakan E.Coli dengan pipet steril ke dalam 1 tabung medium cair
Glucose broth masing-masing sebanyak 0,5 ml.
b) Lakukan hal yang sama dengan pipet steril lainnya untuk biakan B. Subtilis
c) Inkubasikan satu seri tabung masing-masing (E.Coli dan B.Subtilis) pada suhu 5⁰,
30⁰, 50⁰ C selama 24 – 72 jam.
d) Amati pertumbuhan yang terjadi

B. Pengaruh pH
a) Inokulasikan biakan E.coli dengan pipet steril ke dalam 4 tabung medium cair
Glucose broth yang Ph-nya berbeda masing-masing sebanyak 0,05 ml.
b) Lakukan hal yang sama dengan pipet stril lainnya untuk Aspergillus Niger.
c) Biarkan 1 tabung medium dari masing-masing ph tidak diinokulasi, dan gunakan
sebagai control.
d) Inkubasikan pada suhu kamar selama 24 – 72 jam
e) Amati pertumbuhan yang terjadi

C. Pengaruh Desinfektan
a) Cairkan medium agar dalam penangas air, dinginkan sampai suhunya sampai
mencapai 40 – 45⁰ C.
b) Teteskan 0,2 ml suspense biakan bakteri masing – masing ke dalam setiap cawan
petri
c) Tuangkan agar secara aseptic ke dalam setiap cawan petri yang sudah ditetesi
dengan suspense biakan, ratakan dan biarka membeku
d) Bakar pnset sebentar diatas nyala api, ambil dua bah cakram kertas dengan pinset
satu per satu,
e) Celupkan kertas saring pertama ke dalam aquadest steril
f) Letakkan diatas pemukaan agar pada cawan petri pertama
g) Lakukan hal yang sama
h) Kedua kertas saring masing – masing dicelupkan dalam larutan Lysol dan betadine
diatas permukaan agar pada cawan petri kedua
i) Inkubasikan pada suhu kamar selama 24 – 48 jam
j) Amati pertumbuhan yang terjadi dan ukur diameter daerah bening yang timbul

V. HASIL PENGAMATAN
1. Tabel Pengamatan Suhu

Suhu
Bakteri
5°C 30°C 50°C
B.Subtilis + ++ +
E.Coli - + ++
Kontrol - - -

Keterangan : - = Bening (jernih)

+ = Sedikit keruh

++ = Keruh

+++ = Sangat keruh


2. Tabel Pengamatan pH

Ph
Bakteri
5 7 9
B.Subtilis + + ++
E.Coli + ++ +++
Kontrol - - -

3. Tabel Pengamatan terhadap Zat Kimia

Bakteri Sampel Zona hambatan (cm)


lysol 0,3
alkohol 0
B.Subtilis
betadine 2
aquadest 0
lysol 1
alkohol 0
E.Coli
betadine 1,5
aquadest 0

VI. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini yaitu tentang pengaruh faktor lingkungan pada
pertumbuhan mikroorganisme yang bertujuan ntuk mengetahui pengaruh lingkungan
terhadap pertumbuhan mikroorganisme dan untuk menjelaskan zona hambatan
pada pengaruh logam dan zat kimia yang mempengaruhi pertumbuhan
mikroorganisme.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas kehidupan mikroba antara lain
factor abiotik yang meliputi temperature, kelembaban, tekanan osmosis, pengaruh pH,
pengaruh lpgam berat serta pengaruh zat kimia. Sedangkan faktor biotik meliputi bebas hama
serta asosiasi.
Untuk pertumbuhan jasad hidup dalam mikroba, banyak faktor-faktor lingkungan
yang berpengaruh. Maka adanya faktor lingkuan tersebut akan memberi jumlah peningkatan
sel atau populasi keseluruhan yang berbeda akhirnya mempengaruhi gambaran kurva
pertubuhan yang berlainan pula.
Dalam praktikum yang dilakukan adalah pengaruh suhu, pengaruh pH, dan pengaruh
kimia. Pada pengaruh suhu, biakan, dipipet 0,5 ml lalu dimasukkan dalam 3 buah tabung reaksi
yang berbeda, Kemudian ditambahkan medium GNB, dimana pada tabung I pada suhu 5C,
tabung II pada suhu 30C, dan tabung III pada suhu 50C.
Pada suhu yang terlalu rendah (suhu minimum) dan terlalu tinggi (suhu maksimum)
pertumbuhan mikroorganisme akan terhambat bahkan mati, oleh sebab itu ada suhu yang
optimal bagi mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang biak. Atas dasar suhu
pertumbuhannya, mikroba dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu psikofil, mesofil dan
termofil. Mikroba psikofil / kriofil dapat tumbuh pada suhu antara 0o C sampai 30o C, dengan
suhu optimum 15o C. Kebanyakan tumbuh di tempat dingin, baik di daratan maupun lautan.
Jasad mesofil mempunyai suhu optimum antara 25o C sampai 37o C dengan suhu minimum
15o C dan suhu maksimum antara 45o C sampai 55o C. Jasad ini banyak hidup dalam saluran
pencernaan, tanah, dan perairan. Mikroorganisme termofil adalah golongan jasad dengan suhu
pertumbuhan antara 40o C sampai 75o C dengan suhu optimum 55o C sampai 60o C. Pada jasad
termofil dikenal pula stenotermofil (termofil obligat), yaitu mikroba yang dapat tumbuh baik
pada suhu 60o C dan tidak dapat tumbih pada suhu 30o C dan euritermofil (termofil fakultatif)
yaitu yang mampu tumbuh di bawah 30oC. Setiap bakteri memiliki suhu optimum, pada suhu
optimum ini pertumbuhan bakteri berlangsung dengan cepat.
Perubahan pH dalam lingkungan mikroba dpat mempengaruhi proses pertumbuhan
mikroba tersebut. Pada waktu pertumbuhan suatu mikroba, konsentrasi ion hidrogen (pH)
didalam media tempat tumbuhnya mempengaruhi protein (baik enzim dan sistem
pengangkutannya) yang terdapat pada membran selnya. Struktur protein itu akan berubah bila
pH dalam media juga berubah. Mikroba memiliki enzim yang berfungsi sempurna pada kisaran
pH tertentu, yang jika terjadi penyimpanan pH maka pertumbuhan maupun metabolismenya
dapat terhenti. Biasanya, mikroba tumbuh pada pH sekitar 7,0 namun adapula yang dapat
tumbuh pada pH 2,0 dan pH 10,0. bakteri tumbuh pada kisaran pH agak basa yaitu 5,8 sampai
6. karena pada pH 5,7 bakteri dapat terhambat pertumbuhannya.
Pada percobaan pengaruh zat kimia, pengaruh zat-zat kimia dilakukan dengan
mengukur zona hambatan terhadap masing-masing zat kimia. Pada percobaan ini digunakan
antiseptik, antibiotik, disinfektan, dan pengawet. Antiseptik adalah zat-zat yang digunakan
untuk mematikan / menghentikan pertumbuhan kuman pada jaringan hidup, khususnya diatas
kulit atau selaput mukosa. Antibiotik adalah zat-zat kimia yang dihasilkan oleh mikroba,
terutama bakteri dan fungi, yang berkhasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan
mikroba lain yang toksisitasnya bagi manusi relatif kecil. Desinfektan adalah zat-zat yang
digunakan untuk mencegah infeksi dengan jalan pemusnahan hama patogen pada benda-
benda tak hidup. Sementara pengawet yaitu bahan untuk memperlama penyimpanan suatu
sediaan.
VII. KESIMPULAN
1. Media yang paling baik untuk pertumbuhan mikroorganisme adalah media yang
isotonis terhadap isi sel karena apabila media yang digunakan hipertonik akan
menyebabkan sel menjadi plasmolisis sedangkan jika media yang digunakan bersifat
hipotonis maka sel akan mengalai plasmoptisis dan kedua hal tersebut akan
menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
2. Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat disimpulkan bahwa Escherichia coli
merupakan alkalofil dan bersifat mesofilik. Untuk zat kimia yang lebih ampuh
membunuh menghambat pertumbuhannya adalah antibiotic.

VIII. DAFTAR PUSTAKA


http://cibekcarlota.blogspot.com/2015/07/pengaruh-lingkungan.html

http://pharmacysworld.blogspot.com/2016/04/laporan-praktikum-pengaruh-
lingkungan.html

Thayib, Soeminarti, dkk.1997. Praktikum Mikrobiologi Teknik. Serpong:


Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Teknologi Pertanian Institut Teknologi
Indonesia.

http://sehatnyamaknyuz.blogspot.com/2015/01/pengaruh-faktor-lingkungan-fisik.html

IX. LAMPIRAN

Gambar pH 5 Gambar Ph 7
Gambar pH 9

Gambar suhu 5°C Gambar suhu 30°C


Gambar suhu 50°C

Anda mungkin juga menyukai