Anda di halaman 1dari 4

Auditing II (EKSI4310)

Tutor : Agus Arif Rakhman, M.M.

PERINTAH SOAL

Kerjakan soal uraian di bawah ini pada lembar jawaban pada halaman berikutnya file ini,.Apabila
jawaban anda membutuhkan lebih dari satu halaman, anda tinggal cetak kembali lembar jawaban di
bawah ini sampai cukup. Selamat mengerjakan anda pasti bisa

NO SOAL
1 Sebutkan 9 langkah dalam menyusun kerangka kerja penyampelan audit untuk uji
pengendalian

2 Sebutkan 6 faktor yang mempengaruhi ukuran sampel

3 Penyampelan PPS (Probabllity Proportionate to Size) lebih tepat digunakan untuk menguji apa
saja?

4 Sebutkan 1 contoh bentuk pengendalian yang seringkali dilakukan secara terus menerus

5 Sebutkan beberapa aturan umum yang menjelaskan hubungan antara asersi kelas transaksi
dan asersi saldo rekening

Nama Mohammad Cahyo Handoyo


NIM 030647255
Kelas 04
Auditing II (EKSI4310)
Tutor : Agus Arif Rakhman, M.M.

Lembar jawaban TUGAS 1

1 Tahapan dlm rencana sampling statistik u/ pengujian pengendalian adalah :

 Menentukan tujuan audit


 Merumuskan populasi dan unit sampling
 Menetapkan atribut2
 Menentukan ukuran sampel
 Menentukan metoda pemilihan sampel
 Melaksanakan rencana sampling
 Mengevaluasi hasil sampel

…………………………………………………………………………………………………………………………………

2 Faktor-faktor yg mempengaruhi ukuran sampel:

1. Ukuran populasi (jumlah unit)


2. Estimasi standar deviasi populasi
3. Salah saji ditoleransi
4. Risiko keliru menerima
5. Resiko keliru menolak
6. Rencana cadangan risiko sampling

…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
3…Tujuan rencana sampling PPS pada umumnya adalah untuk memperoleh bukti bahwa saldo akun yang
dicatat tidak salah saji secara material. Auditor perlu melaksanakan pengujian lain pada sampel atau item-item
dalam populasi sebelum menyimpulkan bahwa seluruh asersi yang berkaitan dengan akun tersebut telah
bebas dari salah saji yang material.……………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
4. Monitoring adalah komponen pengendalian intern yang bertujuan untuk memantausecara terus-menerus
efektivitas sistem pengendalian manajemen.
…………………………………………………………………………………………………………………………………

5. Keterjadian Asersi keterjadian bersangkutan dengan apakah transaksi yang dicatat dalam laporan
keuangan benar-benar terjadi selama periode akuntansi itu. Sebagai contoh, manajemen menegaskan bahwa
transaksi penjualan yang dicatat merupakan pertukaran barang atau jasa yang benar-benar terjadi.

Kelengkapan Asersi ini menyatakan apakah semua transaksi yang harus dimasukkan dalam laporan
keuangan sudah dimasukkan seluruhnya. Sebagai contoh, manajemen menegaskan bahwa semua penjualan
barang dan jasa telah dicatat dan dimasukkan dalam laporan keuangan.
Keakuratan Asersi keakuratan menyatakan apakah transaksi telah dicatat pada jumlah yang benar.
Penggunaan harga yang salah untuk mencatat transaksi penjualan dan kekeliruan atau kesalahan dalam
menghitung perkalian harga dengan kuantitas merupakan contoh pelanggaran atas asersi keakuratan.

Klasifikasi Asersi klasifikasi menyatakan apakah transaksi telah dicatat pada akun yang tepat. Pencatatan
gaji bagian administrasi pada harga pokok penjualan merupakan satu contoh pelanggaran atas asersi
klasifikasi.

Cutoff Asersi cutoff menyatakan apakah transaksi telah dicatat pada periode akuntansi yang benar. Mencatat
transaksi penjualan pada bulan Desember sementara barang belum dikirimkan sampai bulan januari
melanggar asersi cutoff.

Eksistensi Asersi eksistensi bersangkutan dengan apakah aktiva, kewajiban, dan kepentingan ekuitas yang
dicantumkan dalam neraca benar-benar ada pada tanggal neraca.

Kelengkapan Asersi ini menyatakan apakah semua akun yang harus disajikan dalam laporan keuangan pada
kenyataannya sudah dicantumkan.

Penilaian atau Alokasi Asersi ini berkaitan dengan apakah akun aktiva, kewajiban, dan kepentingan ekuitas
telah dimasukkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang tepat, termasuk setiap penyesuaian penilaian
untuk mencerminkan jumlah aktiva pada nilai realisasi bersih.

Hak dan Kewajiban Asersi ini membahas tentang apakah aktiva merupakan hak entitas dan apakah
kewajiban merupakan kewajiban entitas pada tanggal tertentu.

Keterjadian serta Hak dan Kewajiban Asersi ini menyatakan apakah peristiwa-peristiwa yang diungkapkan
telah terjadi dan merupakan hak serta kewajiban entitas.

Kelengkapan Asersi ini bersangkutan dengan apakah semua pengungkapan yang diperlukan telah
dicantumkan dalam laporan keuangan.

Keakuratan dan Penilaian Asersi ini bersangkutan dengan apakah informasi keuangan diungkapkan secara
wajar dan pada jumlah yang tepat.

Klasifikasi dan Dapat Dipahami Asersi ini berkaitan dengn apakah jumlah-jumlah telah diklasifikasikan
secara tepa dalam laporan keuangan dan catatan kaki, serta apakah uraian saldo dan pengungkapan yang
bertalian dapat dipahami.

………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………