Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

PERTEMUAN V PHYSICS II
(SCIE6028)

Disusun Oleh Kelompok (BC43) :

GIBRAN RIVALDHI CHAEDAR 2001613534


MUHAMAD RIZKI WIJAYA 2201841394
MUHAMMAD HAFISH SHIDQ 2201807381
MARSELLO IMMANUEL 2201809374

Asisten :

MICHAEL KAM – TK009


GERALDI YESAYA WIJAYA – TK010

LABORATORIUM FISIKA
FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
JAKARTA
2019

Jl. KH Syahdan no 9, Kemanggisan / Palmerah, Jakarta 11480. Telp (+62-21) 53696930


Website : comp-eng.binus.edu
i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ...............................................................Error! Bookmark not defined.

DAFTAR TABEL .......................................................Error! Bookmark not defined.

DAFTAR GAMBAR ..................................................Error! Bookmark not defined.

PERTEMUAN VIII EFEK LOAD, TRANSFER DAYA MAKSIMUM .......... Error!


Bookmark not defined.

8.1. Tujuan Praktikum .....................................Error! Bookmark not defined.

8.2. Dasar Teori ...............................................Error! Bookmark not defined.

8.3. Peralatan..................................................................................................... 4

8.4. Prosedur Praktikum.................................................................................... 5

8.5. Foto Alat .................................................Error! Bookmark not defined.4

8.6. Kesimpulan .............................................................................................. 16

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 17

DAFTAR TABEL
Tabel 8.1 Efek Pembebanan .................................... Error! Bookmark not defined.5
Tabel 8.2 Transfer Daya ............................................................................................... 7
Tabel 8.3 Transfer Daya Maksimum ........................................................................... 9
Tabel 8.4 Daya Pada LED Seri .................................................................................. 11
Tabel 8.5 Daya Pada LED Paralel.............................................................................. 12
Tabel 8.6 Superposisi ................................................................................................. 13

DAFTAR GAMBAR
Gambar 8.1. .................................................................................................................. 1
Gambar 8.2. .................................................................................................................. 2
Gambar 8.3. .................................................................................................................. 2
Gambar 8.4. .................................................................................................................. 4
ii

Gambar 8.5. .................................................................................................................. 5


Gambar 8.6. ................................................................................................................. 7
Gambar 8.7. ................................................................................................................. 8
Gambar 8.8. ................................................................................................................ 10
Gambar 8.9. ................................................................................................................ 11
Gambar 8.10. ............................................................................................................. 12
1

PERTEMUAN VIII
EFEK LOAD, TRANSFER DAYA MAKSIMUM,
DAN SUPERPOSISI

8.1 TUJUAN PRAKTIKUM


1. Untuk memahami ide efek beban.
2. Untuk memahami kriteria transfer daya maksimum.
3. Untuk menghitung nilai saat ini dari dua persediaan yang berbeda.

8.2 DASAR TEORI


8.2.1 Efek Beban
Jika pasokan diberi beban, maka tegangan pada beban
tergantung pada beban nilai.

𝑽𝒑𝒕 𝑽𝑹𝑳
= 𝑹𝑻 = 𝑹𝟏 + 𝑹𝑳
𝑹𝑻 𝑹𝑳
𝑹𝑳
𝑽𝑹𝑳 =
𝑹𝑳 + 𝑹𝟏

+ I
VPS RL
-

Gambar 8.1
2

8.2.2 Transfer Daya


Teorema transfer daya maksimum dinyatakan sebagai berikut: Untuk
yang diberikan sumber tegangan, daya maksimum ditransfer dari
sumber ke beban ketika resistansi beban sama dengan resistansi sumber
internal. Dalam percobaan ini, kami mencoba untuk mendapatkan
kekuatan semaksimal mungkin dari sumber daya listrik. Dari Gambar
8.2, kekuatan yang diterima oleh RL adalah:
VRL ²
PRL =
RL
I

Rd
+ +
RL VRL
- -

Rd = hambatan internal dari sumber daya


Gambar 8.2

Gambar 8.3
3

8.2.3 Superposisi
Pernyataan umum dari teorema superposisi adalah sebagai
berikut : Arus dalam cabang tertentu dari rangkaian multi-sumber dapat
ditemukan oleh menentukan arus di cabang tertentu yang diproduksi
oleh masing – masing sumber bertindak sendiri, dengan semua sumber
lain menggantikan internal mereka resistensi. Arus total di cabang
adalah jumlah aljabar dari arus individu di cabang itu.

Prinsip Superposisi mengatakan bahwa respons (tegangan atau


arus yang ada diproduksi) pada setiap titik dalam rangkaian linier yang
memiliki lebih dari satu tegangan atau suplai arus, adalah total respons
yang disebabkan oleh setiap suplai yang bekerja dengan sendirinya.
Langkah – langkah dalam menerapkan metode superposisi adalah
sebagai berikut :
1. Biarkan satu sumber tegangan (atau arus) tepat waktu di sirkuit dan
ganti masing – masing dari sumber tegangan (atau arus) lainnya dengan
resistansi internal. Untuk yang ideal sumber pendek mewakili nol
hambatan internal dan terbuka mewakili resistensi internal yang tak
terbatas.
2. Tentukan arus (atau voltase) tertentu yang Anda inginkan seperti ada
hanya satu sumber di sirkuit.
3. Ambil sumber berikutnya dalam rangkaian dan ulangi Langkah 1 dan
2, Lakukan ini untuk masing – masing sumber.
4. Untuk menemukan arus aktual di cabang tertentu, secara aljabar jumlah
arus karena masing – masing sumber individu. (Jika arus dalam arah
yang sama, mereka sudah ditambahkan. Jika arus dalam arah yang
berlawanan, mereka dikurangi dengan arah arus yang dihasilkan sama
dengan yang lebih besar dari aslinya jumlah) Setelah Anda menemukan
arus, Anda dapat menentukan tegangan menggunakan Hukum Ohm.
4

Gambar 8.4

Singkatnya, dapat dituliskan sebagai berikut: I1 + I2 = I


I1 = arus yang dihasilkan oleh tegangan V1 dengan V2 = 0
I2 = arus yang dihasilkan oleh tegangan V2 dengan V1 = 0
I = arus yang dihasilkan oleh tegangan V1 dan V2

8.3 PERALATAN

1. Catu Daya I
2. Catu Daya II
3. Plat Praktikum
4. Multimeter digital
5. Komponen : R = 100, 220, 300 (2), 470.560, 680, 1K, 1K2, 2K, 2K2, 10K
Lampu DC
5

8.4 PROSEDUR PRAKTIKUM


8.4.1 Prosedur Praktikum Efek Load
R1
+ A -
1K
+
+
V RL V
_ VPS _

Gambar 8.5
1. Pasang rangkaian seperti pada Gambar 8.5 di breadboard
2. Sesuaikan tegangan ke 10 V.
3. Ukur arus, VR1 dan VRL, lalu tulis nilai pada tabel 8.1.
4. Ubah RL sesuai dengan tabel 8.1, lalu ulangi langkah 3.
Tabel 8.1
Load I VR1 VRL
by RL = 560 6,39 6,36 3,57
by RL = 1K2 5,56 4,48 5,45
by RL = 2K 3,31 3,26 6,67
by RL = 10K 0,9 0,89 9,04

Pada tabel pertama yaitu percobaan efek load, percobaan ini bertujuan
untuk menguji seberapa besar efek dari pembebanan terhadap arus yang
mengalir, tegangan pada hambatan dan tegangan pada beban yang
terpasang pada rangkaian. Hasil percobaan menunjukkan bahwa untuk
arus yang tetap, semakin besar hambatan (RL) maka tegangan yang
melalui hambatan tersebut semakin besar. Data percobaan
menunjukkan semakin besar beban hambatan pada rangkaian maka arus
yang mengalir pada rangkaian semakin kecil.
6

Untuk menghitung tegangan pada resistor tersebut digunakan rumus:


𝑅𝑇 = 𝑅1 + 𝑅𝐿
𝑅𝐿 . 𝑉𝑝𝑡
𝑉𝑅𝐿 =
𝑅𝐿 + 𝑅1
𝑉𝑝𝑡 𝑉𝑅𝐿
=
𝑅𝑇 𝑅𝐿
Maka saat RL = 560
𝑅𝑇 = 1000 + 560
560 .10
𝑉𝑅𝐿 =
560+ 1000
𝑉𝑅𝐿 = 3,5897
3,6 ≈ 3,6
Dapat mencari VR1 dengan cara:
𝑉 = 𝐼. 𝑅𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
10 = 𝐼. 1560
𝐼 = 0,00641
Diketahui R1 = 1000 ohm
𝑉𝑅1 = 𝐼. 𝑅1
𝑉𝑅1 = 0,00641 . 1000
𝑉𝑅1 = 6,41 𝑉
6,36 ≈ 6,41
6,4 ≈ 6,4
Perbedaan hasil perhatungan pada praktikum disebabkan oleh beberapa
faktor antara lain:
1. Ketidaktepatan alat saat digunakan untuk mengukur.
2. Ketidaktelitian saat membaca ukuran pada alat yang digunakan.
3. Tangan yang tidak stabil saat mengukur di rangkaian.
7

8.4.2 Prosedur Praktikum Transfer Daya

Gambar 8.6
1. Desain sirkuit pada Gambar 8.6 menjadi papan tempat memotong roti.
2. Sesuaikan Vps sesuai tabel 8.2.
3. Tulis nilai I.
Sentuh resistor. Apa efeknya ketika Vps ditingkatkan? Apakah panas?
Tabel 8.2
Power Load
Vps I
(V . I)
2V 1,95 3,9

4V 4,00 16

6V 6,05 36,3

8V 8,10 64,8

10V 10,14 101,4

Pada tabel kedua yaitu percobaan transfer daya, percobaan ini bertujuan
untuk menentukan arus yang mengalir pada rangkaian dan besar
disipasi daya pada rangkaian. Hasil percobaan menunjukkan bahwa
semakin besar tegangan sumber (VPS) maka arus yang mengalir pada
rangkaian akan semakin besar pula. Hal yang sama juga berlaku untuk
besar disipasi daya pada rangkaian dimana semakin besar tegangan
sumber maka nilai disipasi daya pada rangkaian juga semakin besar.
Pada percobaan tersebut menunjukkan bahwa transfer daya maksimum
terjadi ketika digunakan sumber tegangan 10 volt
8

Untuk menghitung powerload digunakan rumus:

𝑃𝑜𝑤𝑒𝑙𝑜𝑎𝑑 = 𝐼. 𝑉𝑝𝑠
Saat 𝑉𝑝𝑠 = 2𝑉 maka:
𝑃𝑜𝑤𝑒𝑙𝑜𝑎𝑑 = 1,95 . 2
𝑃𝑜𝑤𝑒𝑙𝑜𝑎𝑑 = 3,9 𝑤𝑎𝑡𝑡

8.4.3 Prosedur Praktikum Transfer Daya Maksimum


VPS
R1

RD 300
+ + +
_ 5V V RL
V
_ _

+ -
A
X Y

Gambar 8.7

1. Desain komponen pada Gambar 8.7 menjadi papan tempat memotong


roti. (R1 = 300Ω dan RL = 100Ω).
2. Sesuaikan tegangan suplai ke 5V.
3. Ukur voltase dalam RL (VRL), dan arus dalam XY (IXY). Dari
arus dan tegangan yang didapat, hitung secara manual daya pada RL
(PRL = VRL. IXY) kemudian tulis nilainya ke tabel 8.3.
4. Ulangi pengukuran dengan memuat RL sesuai tabel 8.3.
9

Tabel 8.3
RL 100 220 300 470 560 1K
VRL 1,254 2,128 2,5 1,053 3,273 3,88

IXY 0,01275 0,0098 0,00834 0,00664 0,0589 0,0039

PRL 0,01598 0,02085 0,02135 0,02026 0,01927 0,015132

Pada tabel ketiga yaitu percobaan transfer daya maksimum, percobaan


ini bertujuan untuk menentukan besar tegangan, arus, dan disipasi daya
pada resistor untuk nilai hambatan (RL) tertentu. Hasil percobaan
menunjukkan bahwa semakin besar hambatan resistor RL maka
tegangan pada RL semakin besar pula. Sementara itu hal yang berbeda
ditunjukkan oleh arus yang mengalir pada resistor RL. Semakin besar
hambatan resistor RL maka arus yang mengalir pada resistor RL
semakin kecil. Perbedaan nilai tegangan dan arus yang disebabkan oleh
hambatan resistor RL yang berbeda menyebabkan perbedaan nilai
dispasi daya pada tiap-tiap resistor RL. Dalam rangkaian seri tersebut
digunakan 2 hambatan yaitu, R1 = 300 ohm dan RL dengan hambatan
yang bervariasi. Tegangan sebesar 5 V. Maka cara menentukan arus
adalah dengan rumus:
𝑉 = 𝐼. 𝑅𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

Saat RL = 220 ohm, maka:


5 = 𝐼. (300 + 220)
5
𝐼=
520
𝐼 = 0,0096 𝐴
0,0096 ≈ 0,0226
0,01 ≈ 0,01
10

Untuk mencari tegangan pada RL = 220 ohm dapat menggunakan


rumus:

𝑅𝑇 = 300 + 220
220 .5
𝑉𝑅𝐿 =
520
𝑉𝑅𝐿 = 2,115
2,115 ≈ 2,128
2,1 ≈ 2,1
Untuk mencara daya pada RL = 220 ohm dapat menggunakan rumus:
VRL ²
PRL =
RL
2,1²
PRL =
220
PRL = 0,02 𝑤𝑎𝑡𝑡
8.4.4 Prosedur Praktikum Daya pada LED Seri

1. Rancang sirkuit pada Gambar 8.8 ke papan tempat memotong roti.


2. Sesuaikan tegangan suplai ke 8 V.
3. Ukur voltase dan arus sesuai tabel 8.4 dan tulis nilai.

1K 1K
LED1 LED2

A B

Gambar 8.8
11

Tabel 8.4
I V P
LED1 1,34 2,606 3,492

LED2 1,25 2,673 3,341

Pada tabel keempat yaitu percobaan daya pada led seri, percobaan ini
bertujuan untuk mengetahui besar disipasi daya pada lampu LED yang
disusun secara seri. Hasil percobaan menunjukkan adanya persamaan
nilai arus yang mengalir pada masing-masing lampu LED yang disusun
secara seri. Selain itu tegangan pada masing-masing lampu LED juga
menunjukkan nilai yang sama. Hal ini karena arus yang mengalir pada
tiap lampu LED sama dan tiap lampu LED memiliki hambatan yang
sama. Nilai arus dan tegangan yang sama ini menyebabkan adanya
kesamaan nilai disipasi daya pada masing-masing lampu LED. Daya
yang dihasilkan dapat dicari dengan rumus:
𝑃 = 𝐼 .𝑉
𝑃 = 1,34.2,606
𝑃 = 3,492 𝑤𝑎𝑡𝑡

8.4.5 Prosedur Praktikum Daya pada LED Paralel


1. Desain sirkuit pada Gambar 8.9 menjadi papan tempat memotong roti.
2. Sesuaikan tegangan suplai ke 8V.
3. Ukur voltase dan arus sesuai tabel 8.5 dan tulis nilai.

Gambar 8.9
12

Tabel 8.5
Vps I V P
LED1 5,17 2,841 14,688

LED2 5,10 2,779 14,173

Pada tabel kelima yaitu percobaan daya pada LED parallel, percobaan
ini bertujuan untuk mengetahui besar disipasi daya lampu LED yang
disusun secara parallel. Hasil percobaan menunjukkan adanya
persamaan nilai tegangan yang mengalir pada masing-masing lampu
LED yang disusun secara parallel. Selain itu arus pada masing-masing
lampu LED juga menunjukkan nilai yang sama. Hal ini karena tegangan
yang mengalir pada masing-masing lampu LED sama dan masing-
masing lampu LED memiliki nilai hambatan yang sama. Nilai arus dan
tegangan yang sama ini menyebabkan adanya kesamaan nilai disipasi
daya pada tiap lampu LED Sedangkan daya dapat dicari menggunakan
rumus:
𝑃 = 𝐼 .𝑉
𝑃 = 5,17. 2,841
𝑃 = 14,688 𝑤𝑎𝑡𝑡

8.4.6 Prosedur Praktikum Superposisi


R1 R2

220 560
+ + R3 2K2
V V ps2
V _ ps1
_
A

Gambar 8.10

1. Desain komponen pada Gambar 8.10 menjadi papan tempat memotong


roti. (tanpa menggunakan Sumber Daya listrik)
2. Gunakan VPS1 = satu (1) baterai 9V dan VPS2 = tiga (3) baterai AA.
13

3. Ukur tegangan VPS1 dan VPS2 dalam rangkaian dengan menggunakan


multimeter. Tuliskan nilainya ke tabel 8.6.
4. Ukur arus dalam R 2K2.
5. Ubah VPS2 dengan jumper.
6. Ukur arus dalam R 2K2 kemudian tulis ke tabel 8.6.
7. Hubungkan kembali VPS2.
8. Ubah VPS1 dengan jumper.
9. Ukur arus dalam R 2K2 dan tuliskan.

Tabel 8.6
VPS1 VPS2 I
8,97V 3,814V 3,23

8,97V - 2,7

- 3,814V 0,51

Pada tabel keenam yaitu percobaan superposisi dapat diketahui hasil


pada tabel, dalam percobaan tersebut membuktikan bahwa dengan
adanya dua sumber arus yang menghasilan arusnya masing – masing,
arus paling besar yang mengalir pada R3 didapatkan pada VPS 1 batre
9 Volt dan VPS 2 3 batrai AA. Arus pada R3 menjadi kecil karena
hanya ada satu sumber arus dari VPS 1 atau 2 yang diganti dengan
jumper. Dari pernyataan tersebut maka teori superposisi terbukti benar
pada percobaan superposisi. Dapat dicari dengan rumus:

2,7 + 0,51 ≈ 3,23 𝑚𝐴


3,21 ≈ 3,23
14

3.5 FOTO ALAT

No. Nama Gambar

1. Breadboard

Komponen Resistor
2.

Multimeter Digital
3.
15

4. Power Supply

5. LED

6. Cable
16

3.6 KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai


berikut:
1. Menghitung tegangan pada resistor yang berbeda.
2. Menghitung powerload dengan mengukur arus pada tiap tegangan.
3. Hubungan tegangan dan arus terhadap power yaitu semakin besar nilai
tegangan dan arus semakin tinggi nilai power.
4. Menghitung tegangan dari duasumber tegangan yang berbeda.
5. Menghitung tenggangan dan arus dari resistor yang berbeda pada rangkaian.
17

DAFTAR PUSTAKA

• Aucland. Meade, 2007. “Foundations Of Electronics 4”. Thomson. US.


• Flyod, 2005. “Electric Circuit Fundamental 7”. Prentice Hall. US
• Flyod, 200.”Principle of Electrical Circuit 5”. Prentice Hall. US
• Tony R K. 2006. “Lessons In Electric Circuit Volume I DC and Volume II AC
5”. Design Science License. US
• http://www.allaboutcircuits.com/vol_1/chpt_10/7.html