Anda di halaman 1dari 3

Penetapan Kadar Total Antosianin dan Kurkumin

Bunga, Batang, Rimpang Tanaman


Kecombrang (Etlingera elatior)

Nama : Eka Puspitasari NPM : 13161051


Dosen Pembimbing 1 :

(R. Herni Kusriani, M.Si., Apt)


Dosen Pembimbing 2 :

(Aris Suhardiman, M.Si., Apt)

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 latar Belakang


Kecombrang (Etlingera elatior) termasuk famili Zingiberaceae merupakan
tanaman yang tumbuh liar didataran tinggi yang banyak tumbuh di Indonesia.
Tanaman kecombrang bisa dimanfaatkan mulai dari rimpang hingga bunga.
Secara tradisonal bunga dan buah kecombrang dimanfaatkan sebagai
penambah citra rasa masakan. Sedangkan rimpangnya sering dimanfaatkan
untuk menghasilkan bahan pewarna kuning alami (Astawan, 2016).
Kecombrang mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, alkaloid,
flavonoid, steroid, saponin, dan minyak atsiri yang memiliki potensi sebagai
antioksidan (Tampubolon et al, 1983). Bunga, batang, daun kecombrang
(Etlingera elatior) merupakan salah satu komponen yang terdapat pada
tanaman kecombrang (Etlingera elatior) yang banyak dimanfaatkan.
Kandungan senyawa bioaktif dari tanaman kecombrang yang berpotensi
sebagai antioksidan diantaranya yaitu antosianin dan kurkumin.

Senyawa antioksidan dari tumbuhan bersifat senyawa fenolik atau polifenolik


yang dapat berupa golongan flavonoid , turunan asam sinamat, kumarin,
tokoferol, dan asam- asam organik polifungsional, golongan flavonoid
memiliki aktivitas antioksidan meliputi flavon, flavonol isoflavon, katekin,
flavonol dan kalkon. Selain itu, juga ada senyawa yang relatif banyak, namun
belum dimanfaatkan yaitu golongan pigmen. Pigmen merupakan senyawa
yang memberikan warna, kuning sampai merah dan karotenoid, hijau biru dari
klorofil, kuning dari kurkuminoid dan merah sampai ungu dari antosianin.

Antosianin adalah senyawa flavonoid secara struktur termasuk kelompok


flavon. Serta antosianin terbagi menjadi 3 yaitu antosianidin, aglikon, dan
glukosida. Umumnya senyawa flavonoid berfungsi sebagai antioksidan
primer, chelator dan scavenger terhadap superoksida anion (Setyaningrum,
2010). Antosianin dalam bentuk aglikon lebih aktif daripada bentuk
glikosidanya (Santoso, 2006).

Sedangkan kurkumin merupakan fraksi dari kurkuminoid yang banyak


mengandung khasiat, kurkuminoid tersusun dari atas 3 senyawa yaitu
kurkumin yang mengandung senyawa utama serta demetoksi kurkumin dan
bisdemetoksi kurkumin (Purba et al, 2009). Peranan kurkumin sebagai
antioksidan yang menangkal radikal bebas tidak lepas dari struktur senyawa
kurkumin. Kurkumin mempunyai gugus penting dalam proses antioksidan
tersebut. Struktur kurkumin terdiri dari gugus hidroksi fenolik dan gugus β
diketon. Gugus hidroksi fenolik berfungsi sebagai penangkap radikal bebas
pada fase pertama mekanisme antioksidatif. Pada struktur senyawa kurkumin
terdapat 2 gugus fenolik, sehingga 1 molekul kurkumin dapat menangkal 2
radikal bebas. Gugus β diketon berfungsi sebagai penangkap radikal pada fase
berikutnya. Mengingat senyawa yang relatif banyak, namun belum
dimanfaatkan yaitu golongan pigmen seperti antosianin dan kurkumin maka
penelitian kadar total antosianin dan kurkumin bunga, batang, rimpang
tanaman kecombrang (etlingera elatior) perlu dilakukan.

I.2 Rumusan Masalah


1. Berapa perbandingan kadar total antosianin dan kurkumin bunga, batang,
rimpang tanaman kecombrang (etlingera elatior) ?

2. Bagian tanaman kecombrang (etlingera elatior) yang paling tinggi kadar


total antosianin dan kurkumin ?

I.3 Tujuan Percobaan


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total antosianin dan kurkumin
bunga, batang, rimpang tanaman kecombrang (etlingera elatior).

I.4 Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian dilakukan pada bulan Maret – Juni 2018 di Laboratorium Sekolah
Tinggi Farmasi Bandung Jalan Soekarno Hatta no. 754 Bandung.