Anda di halaman 1dari 15

MODUL 3

ANALISIS RANGKAIAN
Dwi Gunawan Putra(118130045)
Asisten : Cahyadi Anom H(13117058)
Tanggal Percobaan : 04/10/2019
EL2102_D-8_Praktikum_Rangkaian_Elektrik_1
Laboratorium Teknik Elektro
Institut Teknologi Sumatera

Abstrak—PercobaanTeknik Analisa Node dan Percobaan teknik analisa node dan mesh
Mesh yangtelah kami lakukan.Analisa node bertujuanuntuk mempelajari rangkaian
berprinsip pada HukumKirchoff I/KCL dimana resistif denganmenggunakananalisa node
jumlah arusyang masuk dan keluardarititik dan analisa mesh dan untuk
percabangan akan sama dengan nol, dimana mengujivaliditas dari analisa node dan
teganganmerupakan parameteryang tidak analisa mesh melaluieksperimen dan
diketahui.Analisa meshberprinsip pada Hukum perhitungan
Kirchoff II/KVL dimana jumlahteganganpada Metoda analisis rangkaian adalah suatu
satu lintasan tertutup sama dengan nol atau metode atau alat bantu untuk
arusmerupakan parameteryang tidak menyelesaikan suatu permasalahan yang
diketahui.Tujuan percobaanTeknik Analisa muncul dalam menganalisis suatu
Node dan Mesh adalah untuk rangkaian, jika konsep dasar atauhukum-
mempelajarirangkaian resistif dengan hukum dasar seperti Hukum Ohm dan
menggunakan analisa node dananalisa mesh Hukum Kirchoff tidak dapat
dan untuk menguji validitas dari analisa node menyelesaikan permasalahan pada
dananalisa mesh melalui eksperimen dan rangkaian tersebut. Berikut ini akan
perhitungan.Prinsip yangdigunakan dalam dibahas 4 metoda analisis rangkaianyang
percobaan ini adalahhukum kirchoff, akan dipakai, yaitu : analisis node, analisis
analisisnode dan analisis mesh.Variasi yang super node, analisis mesh dan analisis
digunakan dalampercobaan ini adalah tegangan supermesh
12Vdanvariasianalisa node dananalisa mesh. Adapun tujuan dari percobaan modul 3 ini
Metode percobaan telah dijelaskan pada bab ialah :
II.Hasil percobaan yang telah dilakukan
didapatkan kesimpulanbahwapada percobaan 1. Memahami Analisis mesh dan node
analis node error yang dihasilkanhampir 2.Dapat menganalisis rangkaian
mendekati nol karena hasil antara perhitungan kombinasi dengan analisis mesh dan node
danesperimen sesuai dan dapat 3. Dapat menyelesaikan masalah pada
dikatakanpercobaan analisis nodeberhasil rangkaian listrik DC
dilakukan dan pada percobaan analis mesh 4.Memahami analisis supermesh
error yangdihasilkan terlalu besar karena hasil 5.Memahami analisis supernode
antara perhitungan danesperimen berbeda jauh
dan dapat dikatakan percobaan analisismesh II. LANDASAN TEORI
kurang berhasil dilakukan.
A. Analisis Mesh dan Supermesh
Kata Kunci: Mesh, Node, Supermesh, Mesh adalah sifat rangkaian sebidang
Supernode dan tidak didefinisikan untuk
rangkaian tak sebidang. Analisis
I. PENDAHULUAN Mesh dapat dipakai hanya pada
rangkaian – rangkaian yang terletak masuk dan keluar dari suatu titik
dalam satu bidang. Rangkaian percabangan akan sama dengan nol,
sebidang ( planar circuit ) merupakan dimana tegangan merupakan
rangkaian pada permukaan bidang parameter yang tidak diketahui. Atau
yang sedemikian rupa yang tak ada analisis node lebih mudah jika
cabang yang melalui di atas atau di pencatunya semuanya adalah sumber
bawah cabang lain arus. Node atau titik simpul adalah
titik pertemuan dari dua atau lebih
elemen rangkaian. Junction atau titik
simpul utama atau titik percabangan
adalah titik pertemuan dari tiga atau
lebih elemen rangkaian.

Pada analsis arus mesh semua arus Beberapa hal yang perlu diperhatikan
loop disusun sedemikian hingga pada analisis node, yaitu :
bersikulasi pada arah yang sama. 1.Tentukan node referensi sebagai
Hukum kirchoff ke-2 diterapkan pada ground (potensial nol).
tiap-tiap loop dimana pada rangkaian 2.Tentukan node voltage, yaitu
menghasilkan 3 persamaan dengan tegangan antara node non referensi
dengan 3 variabel yang akan dan ground.
diselesaikan untuk mendapatkan I1, 3.Asumsikan tegangan node yang
I2, dan I3. sedang diperhitungkan lebih tinggi
Arus cabang didapatkan dengan daripada tegangan node manapun,
menjumlahkan phasor arus mesh pada sehingga arah aruskeluar dari node
cabang. Sebagai contoh, arus yang tersebut positif.
mengalir pada impedansi Z. pada 4.Jika terdapat N node, maka jumlah
Gambar 4.1. Metode analisis arus node voltage adalah (N-1).
mesh disebut teorema Maxwell. 5.Jumlah node voltage ini sama
dengan banyaknya persamaan yang
B. Analisis Supermesh dihasilkan (N-1)
Digunakan Ketika sumber arus berada 6.Analisis node mudah dilakukan bila
dalam suatu jaringan, Gunakan pencatunya berupa sumber arus
‘supermesh’ dari 2 mesh yang terbagi 7.Apabila pada rangkaian tersebut
sumber arus. Super mesh terbentuk terdapat sumber tegangan,maka
ketika dua jerat berdekatan berbagi sumber tegangan tersebut
sumber arus umum dan tidak satupun diperlakukan sebagai
dari (berdekatan) jerat mengandung supernode, yaitu menganggap
sumber arus dalam loop luar sumber tegangan tersebut sebagai satu
node

D. Analisis Supernode
Analisis node mudah dilakukan bila
pencatunya berupa sumber arus.
Apabila pada rangkaian tersebut
terdapat sumber tegangan, maka
sumber tegangan tersebut
diperlakukan sebagai
C. Analisis Node supernode
Analisis node berprinsip pada Hukum , yaitu dengan menganggap sumber
Kirchoff I (KCL=Kirchoff Current tegangan tersebut sebagai satu node.
Law atau Hukum Arus Kirchoff = 1. Menentukan node
HAK ) dimana jumlah arus yang referensinya/ground
2. Menentukan node voltage
3. Tegangan Sumber sebagai Setelah tegangan dan arus
supernode didapat maka bandingkan dengan
4. Jumlah N=3, jumlah persamaan menggunakan simulasi dan teori
(N-1)=2 5. Tinjau node voltage di V

Analisis ini dibentuk dengan melihat


apakah ada sumber dependent
maupun independent yang di
2. Percobaan 1B: Analisis Supermesh
hubungkan antara dua node
nonreferensi atau apapun yang
terhubung dengannya. Untuk ini di
terapkan KCL dan KVL untuk
menentukan tegangan node Susun Rangkaian seperti pada
gambar
III. METODOLOGI PERCOBAAN

A. Alat dan Bahan


1. Multimeter digital (1 buah)
2. Breadboard (1 buah)
3. Power supply DC (1 buah)
4. Kabel male to male (10 buah)
5. Kabel buaya-banana (4 buah) Ukurlah arus yang mengalir pada
6. Kabel buaya-buaya (2 buah) R1, R2 dan R3 serta ukur tegang
7. Resistor 470 (2 buah) pada V1 dan V2. Ulangi pada
8. Resistor 330 (3 buah)
Langkah No 4
9. Resistor 56 (2 buah)

B. Langkah Kerja

1. Percobaan 1 Analisis Mesh

Bacalah perlengkapan alat dan bahan


Dalam percobaan ini analisis mesh
yang akan di gunakan pada praktikum
digunakan untuk mengetaui berapa
ini
nilai arus pada suatu rangkaian
tertutup yang mempunyai beban

Hubungkan setiap titik pada


Siapkan Multimeter Digital dan beardboard dengan menggunakan
arahkan Selector Switch ke arah kabel jumper yang telah disediakan.
Volt dan ukur lah

tegangan pada titik ( Vab, Vbc,


Vbe)
3. Percobaan 2A: Analisis Node

Ukurlah Arus pada titik a, b, c, d


dan implementasikan arus i1, i2,
i3
Susun rangkaian seperti pada Tabel 1. Analisis Mesh
gambar

No Pengukura Perhitunga Simulasi


n n

I V I V I V
0.02A 6.56V 0.0128 3.96 V 0.019A 6.568V
Setelah disusun rangkaian seperti 1 R
gambar diatas maka hitung arus A
1
dan tegangan yang mengalir pada 0.05A 0.56V 0.06 A 6V 0.005 A 0.56 V
2 R
masing-masing komponen 2
0.04A 1.44 V 0.072 A 4.032 V 0.085A 1.432 V
3 R
3

4. Percobaan 2B: Analisis Supernode


Perhitungan: Loop 1
-V1+I1R1+I3R3=0
-8+330I1+(I1-I2)56=0
-8+330I1+56I1-56I2=0
Susun rangkaian pada gambar -8+386I1-56I2=0 386I1-56I2=8
193I1-28I2=4… (1)
Loop 2

Loop 2
-56(I2-I1)+100I2+2=0
Lakukan Pengukuranpada rangkaian di -56I2+56I1+100I2=-2
atas, ukurlah V1, V2 dan V3. Ukurlah 56I1+44I2=-2
masing2 arus pada setiap komponen 28I1+22I2=-1…(2)

Eliminasi persamaan 1 dan 2

193I1-28I2=4 | x22 | 4246I1-616I2=88


Setelah disusun rangkaian seperti 28I1+22I2=-1 |x28| 784I1+616I2=-28
5030I1=60
gambar diatas maka hitung arus dan
I1=0.0128A
tegangan yang mengalir pada masing- Substitusi ke persamaan 1
masing komponen Didapat nilai I2=-0.06A
I3=0.072

Vab= I1R1
Vab= 0.012 x 330
Lakukan percobaan seperti pada Vab= 3.96 V
No 7.
Vbc= I2.R2
Vbc=-0.06.100 Vbc= 6V

Vbe= I3.R3 Vbe=0.072 x 56


Vbe= 4.032 V
IV. HASIL DAN ANALISIS

Berdasarkan percobaan yang telah kami


A. Percobaan 1A: Analisis Mesh
lakukan bahwa nilai arus dan tegangan
yang di dapatkan dari hasil perhitungan, V1=0.0056x330
pengukura dan simulasi adalah sama = 1.85V
namun pada percobaan di R2 dan R3 kami V2=0.0076x100
mendapatkan hasil yang berbeda, hal ini =0.78V
dapat dikarenakan penggunaan alat yang V3=0.0022x82
kurang tepat oleh praktikan. Nilai minus =0.18V
yang di dapatkan pada hasil perhitungan
menunjukan arah arus yang terbalik
Dari hasil pengukuran, perhitungan dan simulasi
terhadap arah loop mendapatkan hasil yang hamper sama dan ada juga
yang berbeda nilainya , hal ini dapat terjadi karena
B. Percobaan 1B: Analisis nilai toleransi dari resistor itu sendiri. Nilai
Supermesh tegangan pada R1 dan R2 adalah sama karena
kedua resistor diparalelkan, sebagai mana sifat
Tabel Analisis Supermesh rangkaian parallel yaitu tegangan yang sama

C. Percobaan 2A: Analissi Node

No Pengukur Perhitunga Simula


an n si No Pengukuran Perhitungan Simulasi

I(A) V(V) I(A) V(V) I(A) V(V) I V I V I V


0.047 3.332 0.0238 2.38 0.0464 2.36
0.315 2.31 0.0056 1.25 0.314 2.312 1 R
1 R1 7
1
0.073 2.31 0.0078 0.78 0.07 2.312 0.0079 3.619
0.082 1.324 0.0715 3.64
2 R2 6 7 2 R
0.243 2.752 0.0022 0.18 0.24 2.312 2
3 R3 4 0.033 1.342 0.0187 0.88 1.34
3 R 0.0214
4. I0 3
0.055 4.672 0.0083 2.739 0.0557 2.752
4 R
4
Perhitungan 0.025 3.346 0.00739 0.739 0.01523 3.344
Loop 1 5 R
-5+330(I1-I2)+82I1=0 5
330I1-330I2+82I1=5 0.047 3.332 0.0238 2.38 0.0464 2.36
6 a
412I1+330I2=5....(1)
0.082 1.324 0.0079 3.619 0.0715 3.64
7 b
Loop 2 0.055 4.672 0.0083 2.739 0.0517 2.752
330(I1-I2)+100I2=0 8 c
330I1-330I2+100I2=0 0.025 3.346 0.00739 0.739 0.00152 3.344
330I1-230I2=0 9 d
33I1-23I2=0
Perhitungan
Eliminasi
330I1-230I2=0 x33 9476I1-7590I2=115
Node 1
412I1+330I2=5 x23 10890+7590=0
4.2(6-V3)=Vb+8.39(V3-Vc)
20360I1=115 28.2-4.2V3=V3+8.39V3-8.39Vc
I1=0.0056A 28.2-4.7V3=9.39Vb-8.39Vc
28.2=14.09V3-8.30...(1)
Substitusi
Didaptakan nilai Node 2
I2=0.0078A 3.3(2-Vc)+5.89(Vb-Vc)=Vc
6.6-2.3Vc+5.89Vb-5.89Vc=Vc
I3=-0.0022A
5.89Vc-10.19Vc=-6.6...(2)
Imasuk=Ikeluar I1+I4= I2+I3
Eliminasi persamaan 1 dan 2
(V1-V2)/56+(V1-V3)/330=V2/330+V3/330
14.09Vb-8.30Vc=28.2 x5.89 X330
5.89Vb-0.19Vc=-6.6 x14.09

82.299Vb-49.417vc=166.098 5.89(V1-V2)+V1-V3=V2+V3
82.299Vb-143.57Vc=-93.394 5.89V1-5.89V2+V1-V3=V2+V3
Vc= 2.729V 6.89V1-6.89V2-2V3=0
6.89(6)-6.89V2-2V3=0
Substitusi persamaan 41.34-6.89V2-2V3=0
Didapatkan nilai -6.89V2-2V3=-41.34…(2)
Vb=3.649V
SUBTITUSI KE PERSAMAAN 1 DAN 2
−6−3.619 -6.89(5+V3)-2V3=-41.34
IR1= VR1=0.0238x100
100
-34.45-6.89V3-2V3=-41.34
=2.38V = 0.0238A
3.619 -8.89V3=-6.89 V3= 0.775 V
IR2= VR2=0.0079x470
470
=0.0079A = 3.619V SUBSTITUSI KE PERSAMAAN 2
3.619−2.733
IR3= VR3=0.0132x56 -6.89V2-2V3=-41.34
52
=0.0187A =0.88V -6.89V2-2(0.775)= -41.34
2.239 -6.89-1.55=-41.34
IR4= VR4=0.053x330 -6.89= -39.79
330
=0.0083A =2.739V V2= 5.7750V
2−2.739
IR5= VR5=0.00739x100
100
=-0.00739A =0.739V IR1= 5.775/330
=0.0175A
IR2= (0.225-5.775)/56
Pengukura Perhitungan Simulasi =-0.099A
No
n IR3= 0.775/330
=0.0023A
I V I V I V IR4= (0.225-0.775)/330
0.023 0.82 0.017 5.775 0.024 0.93 =-0.00167A
1 R VR1= I2.R1
1 VR1= 0.00401x330 VR1= 1.203V
0.004 0.332 4.01x10-3 0.225 0.014 0.42 VR2= I1.R2
2 R
VR2= 0.017x56 =0.952V
2
VR3= I3.R3
0.0025 0.93 0.000248 0.8184 0.025 0.82 VR3= 0.002488 x 330 VR3= 0.821V
3 R
3 VR4= I4.R4 VR4= 0.01793 x 330
0.033 0.281 0.01793 3.91 0.034 0.281 VR4= 5.9169
4 R
4
0.004 0.332 0.0004 0.225 0.014 0.42
5 V V. SIMPULAN
. 1
0.023 0.82 0.017 5.775 0.024 0.93 berdasarkan hasil percobaan yang
telah diakukan dapat diambil
6 V
. kesimpulan:
2
1. analisis mesh mengacu pada hukumb
kirchoff 2
2. analisis supermesh mengacu pada
Perhitungan hukum kirchoff 1 dan 2
3. analisis node mengacu pada hukum
SUPERNODE: kirchoff 1
-V2+5V+V3=0 4. analisis supernode mengacu pada
-V2+V3=-5 V2-V3= 5 hukum kirchoff 1 dan 2
V2= 5+V3…(1) 5. Dalam menganalisa rangkaian dengan
analisis arus cabang, analisis mesh,
dan analisis node. Hal
6. pokok yang dicari adalah besarnya
nilai arus yang mengalir dalam
rangkaian.
7. Perbedaan perhitungan arus cabang,
mesh, dan node terletak pada
penggunaan hukum kirchoff masing-
masing analisis.

VI. REFERENSI

[1]Sadiku,Alexander,2009, “Fundamentals
of Electric Circuits, Fourth Edition”, New
York:McGraw
Hill Inc .
[2]Tippler A. Paul , 1998, “Fisika Untuk
Sains Dan Teknik “ , Jakarta:
Penerbit Erlangga.
[3]Ramdhani,Mohamad,2005, “Rangkaian
Listrik”, Bandung:
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom.
[4]Sudirham,Sudaryatno, 2002, “Analisis
Rangkaian Listrik”,Bandung: Penerbit
ITB
[5]M. T. hutabarat, Praktikum Rangkaian
Elektrik, Bandung: laboratorium teknik
elektro, ITB, 2014.
[6]D. Hidayat, Praktikum Rangkaian
Elektrik, Lampung Selatan: Laboratorium
Dasar Teknik Elektro, 2017.
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai