Anda di halaman 1dari 25

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PUSKESMAS XXXX DINAS KESEHATAN


PEMERINTAH KABUPATEN YYYY

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengelolaan pemerintahan yang baik mensyaratkan adanya
akuntabilitas dan transparansi dari instansi pemerintah dalam
pengelolaan sumber daya terutama sumber daya keuangan
kepada masyarakat. Laporan keuangan adalah salah satu
pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya kepada
stakeholders yang meliputi : Neraca, Laporan Realisasi
Anggaran, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas
dan Catatan atas Laporan Keuangan yang menggambarkan
posisi keuangan Puskesmas dalam pengelolaan APBD yang
disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)
dan memenuhi prinsip-prinsip akuntansi yang handal dan
tepat waktu.

1.2 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan


Keuangan
Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan ini adalah
untuk menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para
pengguna laporan/stakeholder dalam menilai akuntabilitas
dan sebagai dasar dalam membuat keputusan oleh pengambil
kebijakan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten YYYY
dalam:
1) Menyediakan informasi mengenai kecukupan
penerimaan Puskesmas XXXX periode berjalan untuk
membiayai seluruh pengeluaran, serta memberikan
informasi realisasi pendapatan fungsional Puskesmas
XXXX.
2) Menyediakan informasi mengenai kesesuaian cara
memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya dengan
anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundang-
undangan.
3) Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya
ekonomi Puskesmas XXXX yang digunakan dalam kegiatan
serta hasil-hasil yang telah dicapai.
4) Menyediakan informasi mengenai upaya Puskesmas
XXXX dalam mendanai seluruh kegiatan dan mencukupi
kebutuhan kas.
5) Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi
keuangan Puskesmas XXXX mengenai kenaikan atau
penurunan Neraca, sebagai akibat kegiatan yang dilakukan
selama periode pelaporan.
Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut, laporan keuangan
Puskesmas XXXX ini menyediakan informasi mengenai
pendapatan, belanja, aset, kewajiban dan ekuitas.

1.3 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan


Landasan hukum penyusunan laporan keuangan Puskesmas
XXXX ini adalah:
 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara
 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang
Perbendaharaan Negara
 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah
 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 yang
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012
Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU).
 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Tentang
Standar Akuntansi Pemerintahan
 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah
 Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah
 Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
 Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 Tentang Pedoman
Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah
 Peraturan Daerah Kabupaten YYYY No.3 Tahun 2014
tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
 Peraturan WaliKabupaten YYYY No.44 Tahun 2014
tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten YYYY

1.4 Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan


Keuangan
Sistematika penulisan laporan keuangan adalah sebagai
berikut :
Bab I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan Penyusunan
Laporan Keuangan
1.3 Informasi Umum Entitas Pelaporan &
Entitas Akuntansi
1.3.1 Dinas Kesehatan
1.3.2 Puskesmas
1.4 Landasan Hukum Penyusunan Laporan
Keuangan
1.5 Sistematika Penulisan Catatan Atas
Laporan Keuangan
Bab II. Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan
Pencapaian Target Kinerja APBD
2.1 Ekonomi Makro
2.2 Kebijakan Keuangan
Bab III. Indikator Pencapaian Kinerja Keuangan
3.1 Indikator Kinerja Keuangan
3.2 Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target
Kinerja Keuangan
3.3 Kinerja keuangan & Analisa Surplus
Defisit
3.4 Hambatan dan Kendala Yang Ada
Dalam Pencapaian Target Kinerja

Bab IV. Kebijakan Akuntansi


4.1 Entitas Pelaporan Keuangan Daerah
4.2 Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan
Laporan Keuangan
4.2 Basis Pengukuran yang Mendasari
Penyusunan Laporan Keuangan
Bab V. Laporan Keuangan Pokok Puskesmas XXXX Dinas
Kesehatan Pemerintah Kabupaten YYYY
5.1 Neraca
5.2 Laporan Realisasi Anggaran
5.3 Laporan Operasional
5.4 Laporan Perubahan Ekuitas
Bab VI. Penjelasan Pos-pos Laporan Keuangan
6.1 Penjelasan atas Pos-Pos Laporan Realisasi
Anggaran
6.1.1 Pendapatan
6.1.2 Belanja
6.2 Penjelasan atas Pos-Pos Neraca
6.2.1 Aset
6.2.2 Kewajiban
6.2.3 Ekuitas
Bab VII. Penjelasan Atas Informasi-Informasi Non
Keuangan
7.1 Riwayat Singkat dan Bentuk Hukum
7.2 Tugas Pokok dan Fungsi
7.3 Jenis Pelayanan
Bab VIII. Penutup

BAB II
EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN
DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD

2.1 Ekonomi Makro


Pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap upaya pelayanan
kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. Pembangunan kesehatan juga merupakan suatu
upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan
pembangunan ekonomi serta berperan penting terhadap
penanggulangan kemiskinan sehingga dikatakan
pembangunan kesehatan adalah suatu investasi bagi
pembangunan masyarakat di Kabupaten YYYY.
Jumlah Penduduk di Puskesmas XXXX tersebar di 5
kelurahan yang selengkapnya dapat dilihat pada tabel
berikut :
No Kelurahan Jumlah Penduduk
1 XXXX 9165
2 Kelayan Barat 6769
3 Kelayan Selatan 13258
4 Basirih Selatan 15835
5 Mantuil 15071
Jumlah 60098
Bahwa kondisi ekonomi yang terus membaik ini, tidak
diikuti oleh penurunan inflasi, sehingga dimungkinkan adanya
kenaikan harga-harga dasar, serta adanya kebutuhan
masyarakat secara nasional semisal kebutuhan pendidikan,
sandang, pangan dan perumahan yang semakin meningkat,
maka dimungkinkan alokasi konsumsi kesehatan penduduk
menurun, dan harga-harga yang semakin naik akan
menyebabkan meningkatnya unit cost layanan kesehatan.

2.2 Kebijakan Keuangan


Kebijakan umum keuangan daerah Kabupaten YYYY
diarahkan untuk meningkatkan struktur keuangan yang lebih
baik melalui peningkatan kemampuan keuangan daerah,
pengelolaan keuangan daerah dan pengawasan keuangan
daerah. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan Pendapatan
Asli Daerah (PAD), efisien, efektif dan selektif dalam belanja
modal serta berorientasi pada peningkatan ekonomi
masyarakat, transparansi, akuntabel publik dengan penerapan
prinsip-prinsip Good Governance.
Pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten
YYYY berdasarkan pada Peraturan WaliKabupaten YYYY nomor
3 Tahun 2014. Didalam peraturan tersebut berisi pedoman
dalam penyusunan APBD, tata cara pengelolaan pendapatan
daerah, tata cara pengelolaan belanja dan validasi
pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah.
BAB III
INDIKATOR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN

3.1. Indikator Kinerja Keuangan


3.1.1. Pendapatan
Pendapatan Puskesmas XXXX Tahun Anggaran 2016 yang
sampai dengan 31 Desember 2016 sebesar
Rp1.333.088.020,00 Pendapatan tersebut berasal dari
retribusi pelayanan kesehatan dan Dana Kapitasi Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN).

3.1.2. Belanja
Anggaran belanja Puskesmas XXXX ditetapkan sebesar
Rp. 4.630.417.923,00 terdiri dari belanja pegawai yang
berasal dari APBD Pemerintah Kabupaten YYYY yang
dituangkan di dalam DPA Dinas Kesehatan Kabupaten
YYYY sebesar Rp 2.642.357.623,00 dan belanja barang
Rp. 1.988.060.300,00 bersumber dari dana JKN & Dana
Administrasi Perkantoran yang dituangkan dalam DPA
Puskesmas XXXX. Realisasi belanja Puskesmas XXXX
Tahun 2016 sampai dengan 31 Desember 2016 terealisasi
sebesar Rp4.613.995.728,00 atau capaian 99,64%

3.1.3 Surplus atau Defisit


Pada tahun 2016 defisit sebesar Rp3.283.604.273,00
karena adanya kelebihan biaya dari pada pendapatan
dengan perhitungan sebagai berikut :

Anggaran Realisasi
%
URAIAN Tahun 2016 Tahun 2016
Realisasi
(Rp) (Rp)

1.334.988.02
JUMLAH PENDAPATAN 1.334.988.020 100,00
0
4.618.592.29
JUMLAH BIAYA 4.630.417.923 99,74
3
(3,295,42 (3.283.604.2 0,26
SURPLUS/(DEFISIT) 9,903)
73)

Dari gambaran pendapatan, biaya, dan defisit tersebut di


atas dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2016
pendapatan Puskesmas XXXX terealisasi sebesar Rp
1.334.988.020,00 sedangkan biaya sebesar Rp
4.618.592.293,00 sehingga defisit sebesar
Rp.3.283.604.273,00 yang dibebankan didalam APBD
Pemerintah Kabupaten YYYY Tahun Anggaran 2016.
3.2 Ikhtisar Pencapaian Keuangan
3.3
3.4
3.5 Kinerja Keuangan
3.3.1 Surplus atau Defisit
Pada tahun 2016 defisit sebesar Rp3.283.604.273,00
karena adanya kelebihan biaya dari pada pendapatan
dengan perhitungan sebagai berikut :

Anggaran Realisasi
%
URAIAN Tahun 2016 Tahun 2016
Realisasi
(Rp) (Rp)

1.334.988.02
JUMLAH PENDAPATAN 1.334.988.020 100,00
0
4.618.592.29
JUMLAH BIAYA 4.630.417.923 99,74
3
(3,295,42
(3.283.604.2
SURPLUS/(DEFISIT) 9,903) 0,26
73)

3.4 Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian


target kinerja
Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target
kinerja dapat dikelompokkan ada 2 faktor yaitu faktor internal,
dan faktor eksternal.
3.2.1. Faktor Internal
1) Jumlah pegawai dibagian keuangan belum
mencukupi karena masih terdapat beberapa pegawai
yang melakukan perangkapan tugas.
2) Terdapat beberapa sarana dan prasarana yang
belum sesuai dengan standar pelayanan minimal
untuk memberikan pelayanan pada masyarakat
3) Tenaga Medis/Non Medis masih memerlukan
tambahan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan dalam
rangka meningkatkan pelayananya.
4) Puskesmas XXXX masih memerlukan tambahan
ruangan dan alat untuk poli mata dan Fisioterafi
karena tenaga Medisnya sudah tersedia.

3.2.2. Faktor Eksternal


Kendala dari faktor eksternal dalam pencapaian target
kinerja Keuangan dan Pelayanan antara lain :
1. Kebijakan Pemerintah Kabupaten YYYY Nomor 8
Tahun 2014 untuk Pelayanan Kesehatan Dasar Gratis
di Puskesmas.

2. Karena diwilayah kerja puskesmas XXXX sebagian


besar masyarakatnya memiliki keadaan pendidikan
dan ekonomi yang masih rendah sehingga untuk
lebih memilih mendapatkan pelayanan gratis.
3.
BAB IV
KEBIJAKAN AKUNTANSI

4.1 Entitas Pelaporan Keuangan Daerah


1) Penyusunan laporan keuangan entitas pelaporan
sebagaimana dimaksud di atas dilaksanakan oleh
Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
2) Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan
pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh
karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan
menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada
entitas pelaporan.

4.2 Basis akuntansi yang mendasari penyusunan


laporan keuangan
a. Pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan
menggunakan basis kas.
b. Pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas
menggunakan basis akrual.
Basis kas khusus untuk LRA disini berarti pendapatan hanya
diakui pada saat kas diterima di rekening kas daerah
Pemerintah Kabupaten YYYY dan belanja hanya diakui pada
saat kas dikeluarkan dari rekening kas daerah Pemerintah
Kabupaten YYYY.
Akuntansi keuangan Puskesmas XXXX merupakan bagian dari
akuntansi keuangan Pemerintah Kabupaten YYYY dalam hal ini
masih merupakan bagian dari Dinas Kesehatan Kabupaten
YYYY, karena kekayaannya bukan merupakan kekayaan
daerah yang dipisahkan. Oleh karena itu, basis akuntansi yang
dipergunakan oleh Puskesmas XXXX adalah basis akrual,
sebagaimana yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten
YYYY.
4.3 Basis pengukuran yang mendasari penyusunan
laporan keuangan
a. Pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan
Pemerintah Daerah menggunakan pendekatan historis.
b. Aset dicatat sebesar pengeluaran kas atau
sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk
memperoleh aset tersebut.
c. Kas dan Setara Kas dicatat sebesar nilai nominal.
d. Investasi jangka pendek dicatat sebesar nilai
perolehan.
e. Piutang dicatat sebesar nilai nominal.
f. Persediaaan dicatat sebesar :
1) Biaya perolehan apabila diperoleh dengan
pembelian
2) Biaya standar apabila diperoleh dengan
memproduksi sendiri
3) Nilai wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya
seperti donasi.
g. Investasi jangka panjang dicatat sebesar biaya
perolehan termasuk biaya tambahan lainnya yang terjadi
untuk memperoleh kepemilikan yang sah atas investasi
tersebut.
h. Aset tetap dicatat sebesar biaya perolehan.
Apabila penilaian aset tetap dengan menggunakan biaya
perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap
didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan.
i. Terhadap aset tetap yang tidak diketahui harga
perolehan, harga pasar, harga pengganti, harga menurut
Keputusan Gubernur tentang standarisasi, dinilai sebesar
Rp1,- (satu rupiah) untuk menyatakan bahwa aset
tersebut tercatat dalam daftar aset tetap.
j. Biaya perolehan suatu aset tetap terdiri dari harga
belinya atau konstruksinya, termasuk setiap biaya yang
dapat didistribusikan secara langsung seperti biaya
persiapan tempat, biaya pengiriman awal (initial
delivery), biaya simpan dan bongkar muat (handling
cost), biaya pemasangan (installation cost), biaya
profesional seperti arsitek dan insinyur, dan biaya
konstruksi dalam membawa aset tersebut ke kondisi yang
membuat aset tersebut dapat bekerja untuk penggunaan
yang dimaksudkan.
k. Tanah dicatat sebesar biaya perolehan.
l. Peralatan dan mesin dicatat sebesar biaya perolehan.
m. Gedung dan bangunan dicatat sebesar biaya
perolehan.
n. Jalan, irigasi, dan jaringan dicatat sebesar biaya
perolehan.
o. Aset tetap lainnya dicatat sebesar biaya
perolehan.
p. Nilai konstruksi dalam pengerjaan dicatat sebesar
tingkat penyelesaian pekerjaan.
q. Nilai konstruksi yang dikerjakan oleh kontraktor
melalui kontrak konstruksi meliputi:
1) Termin yang telah dibayarkan kepada kontraktor
sehubungan dengan tingkat penyelesaian
pekerjaan;
2) Kewajiban yang masih harus dibayar kepada
kontraktor berhubung dengan pekerjaan yang telah
diterima tetapi belum dibayar pada tanggal
pelaporan;
3) Pembayaran klaim kepada kontraktor atau pihak
ketiga sehubungan dengan pelaksanaan kontrak
konstruksi. Aset tetap yang diperoleh dari
sumbangan (donasi) harus dicatat sebesar nilai
wajar pada saat perolehan.
r. Biaya studi, penelitian, dan pengembangan yang
dikapitalisasi ke dalam aset dicatat sebesar harga
perolehan.
s. Aset moneter dalam mata uang asing dijabarkan
dan dinyatakan dalam mata uang rupiah. Penjabaran
mata uang asing menggunakan kurs tengah Bank
Indonesia pada tanggal neraca.
t.Kewajiban dicatat berdasar nilai nominal. Kewajiban
dalam mata uang asing dijabarkan dan dinyatakan dalam
mata uang rupiah. Penjabaran mata uang asing
menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal
neraca.
u. Ekuitas dicatat sebesar nominal selisih antara aset
dan kewajiban pemerintah.
v. Pendapatan dicatat sebesar nominal penerimaan
uang melalui rekening kas umum daerah, yang
menambah ekuitas dana, merupakan hak daerah dalam
satu tahun anggaran dan tidak perlu dibayar kembali oleh
daerah.
w. Belanja dicatat sebesar nominal pengeluaran dari
rekening kas umum daerah yang mengurangi ekuitas
dana, merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun
anggaran, dan tidak akan diperoleh pembayarannya
kembali oleh daerah.
x. Pembiayaan dicatat sebesar nominal transaksi
keuangan pemerintah, penerimaan dan pengeluaran
yang perlu dibayar atau akan diterima kembali.
BAB V
LAPORAN KEUANGAN POKOK
PUSKESMAS XXXX DINAS KESEHATAN
PEMERINTAH KABUPATEN YYYY

5.1 NERACA

5.2 LAPORAN REALISASI ANGGARAN

5.3 LAPORAN OPERASIONAL

5.4 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS


BAB VI
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

6.1 PENJELASAN ATAS POS LAPORAN REALISASI


ANGGARAN
6.1.1 Pendapatan
a. Pendapatan Asli Daerah Rp
1.333.088.020,00
Jumlah tersebut merupakan realisasi Pendapatan Asli
Daerah Tahun 2016 dari 1 Januari sampai dengan 31
Desember 2016 yang diakui secara kas, yaitu dari
pendapatan retribusi pelayanan kesehatan dan kapitasi
Jaminan Kesehatan Nasional(JKN) dengan rincian
sebagai berikut:

NO URAIAN ANGGARAN REALISASI


Rawat Jalan / Loket / Rp
1
Pustu 267.235.000 Rp 267.235.000

Rp
2 Pengujian Kesehatan
22.485.000 Rp. 22.485.000
Rp.
3 Poli KIA dan KB
3.000.000 Rp. 3.000.000
Pemeriksaan Rp
4
Kesehatan Haji 1.571.500 Rp 1.571.500

Rp
5 Laboratorium
61.988.000 Rp 61.988.000

6 Perawatan Gigi Rp 3.855.000 Rp 3.855.000

7 Tindakan Medis Rp 6,795.000 Rp 6.795.000

Rp
8 Kapitasi JKN
966.158.520 Rp 966.158.520

JUMLAH Rp.1.333.088.0
Rp.1.333.088.0 20
20

6.1.2 Belanja
Belanja Puskesmas XXXX pada Tahun Anggaran 2016 di
anggarkan sebesar Rp 4.630.417.923,- dan direalisasi per 31
Desember 2016 sebesar Rp 4.613.995.728,00. Rincian
realisasi belanja terdiri dari :

%
Anggaran Realisasi
Uraian Capaia
(Rp) (Rp)
n
2.642.357 2.642.357.6
100,00
1. Belanja Pegawai .623,00 23.00
1.988.060.3
2. Belanja Barang dan Jasa 1.971.638.1 99,17
00,00
05,00
4.630.417.9 4.613.995.7
Jumlah 99,64
23,00 28,00

Rincian atas realisasi belanja operasional Puskesmas sebesar


Rp4.613.995.728,00 (belanja pegawai dan belanja barang dan jasa)
sebagai berikut :
1.1. Belanja Pegawai Puskesmas XXXX berupa belanja tidak
langsung APBD dengan rincian sebagai berikut :

Jenis Belanja Anggaran Realisasi %


Capai
an
1. Belanja Pegawai
(BTL) :
1 Rp Rp
Gaji Pokok 100,00
1.691.943.480,00 1.691.943.480,00
2 Rp Rp
Tunjangan Keluarga 100,00
91.204.790,00 91.204.790,00
3 Rp Rp
Tunjangan Anak 100,00
26.091.092,00 26.091.092,00
4 Rp Rp
Tunjangan Umum 100,00
17.940.000,00 17.940.000,00
5 Rp Rp
Tunjangan Struktural 100,00
12.360.000,00 12.360.000,00
6 Rp Rp
Tunjangan Fungsional 100,00
174.200.000,00 174.200.000,00
7 Rp Rp
Tunjangan Beras 100,00
91.611.300,00 91.611.300,00
8 Rp Rp
Tunjangan PPH 100,00
6.581.551,00 6.581.551,00
9 Rp
Pembulatan Gaji Rp 25.410,00
25.410,00 100,00
1 Tunjangan Perbaikan Rp Rp
0 Penghasilan 530.400.000,00 530.400.000,00 100,00
Rp 2. 642. 357. Rp2.642.357.62
JUMLAH
623,00 3,00 100,00

1.2. Belanja Barang dan Jasa.


Total realisasi belanja barang dan jasa sampai dengan 31
Desember 2016 terealisasikan sebesar Rp 1. 971.
638.105,00 dengan rincian :
1.3 Pembiayaan
Selama tahun anggaran 2016 dalam pelaksanaan anggaran
Puskesmas XXXX tidak melaksanakan pengelolaan terhadap
penerimaan maupun pengeluaran pembiayaan. Pengelolaan
penerimaan maupun pengeluaran pembiayaan dilaksanakan
oleh Pemerintah Kabupaten YYYY.

6.2 PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA


6.2.1 ASET
A. ASET LANCAR
a. Kas
Rp77,135,720,00
Pos tersebut merupakan saldo kas dan bank Puskesmas
XXXX per 31 Desember 2016, yang terdiri dari sebagai
berikut :
Saldo Kas dan Bank
Pemegang Kas Per Per
31/12/2016 31/12/2015
(Rp) (Rp)
Bendahara JKN 77,135,720, 329,999,30
00 0,00
Jumlah saldo kas dan bank 77,135,72 329,999,3
0,00 00,00

b. Piutang Usaha Rp
1,900,000,00
Pos tersebut merupakan saldo piutang retribusi pelayanan
kesehatan Puskesmas XXXX kepada Pemerintah Daerah
dalam hal ini dinas kesehatan yaitu piutang terhadap jasa
klaim persalinan yang berlangsung ditahun 2016.
c. Persediaan
Rp.286.155.805,00

Jumlah tersebut merupakan saldo persediaan Puskesmas


XXXX merupakan persediaan benda berharga berupa
karcis & Obat-obatan per 31 Desember 2016.
Rincian lebih lanjut dari persediaan disajikan dalam tabel
berikut:
No. Uraian Per 31/12/2016 Per
(Rp) 31/12/2015
(Rp)
1. Karcis 132.359.000 83.850.323,
,00 00
2. Obat- 153.796.805,0 132.315.195,
obatan/farmasi 0 00
Jumlah 286.155.805 216.165.51
,00 8,00

B. ASET TETAP Rp.


10.035.813.439,12,

Pos tersebut merupakan saldo aset tetap yang digunakan


Puskesmas XXXX dalam menjalankan operasional
kegiatan per 31 Desember 2016, dengan rincian sebagai
berikut :

Aset tersebut adalah aset tetap yang digunakan untuk


menjalankan Kegiatan operasional Puskesmas XXXX,
seluruhnya merupakan aset tetap milik Dinas Kesehatan
Kabupaten YYYY yang dipinjampakaikan kepada
Puskesmas XXXX. Oleh karena itu Aset Tetap tersebut
diatas bukan kekayaan milik Puskesmas XXXX namun
dicatat sebagai kekayaan daerah milik Dinas Kesehatan
Kabupaten YYYY.
6.2.2 KEWAJIBAN
a. KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Rp 4.596.565,00
Puskesmas XXXX per 31 Desember 2016 memiliki
hutang yang terdiri dari :
1. Hutang Jasa Layanan Rp
1.900.000,00
2. Hutang Listrik, Air, Telpon Rp.
2.696.565,00

b. KEWAJIBAN
JANGKA PANJANG
Rp0,00
Puskesmas XXXX 31 Desember 2016 tidak memiliki
saldo kewajiban jangka panjang pada pihak ketiga.

6.2.3 EKUITAS Rp.


360.594.960,00
Pos tersebut merupakan saldo ekuitas dana Puskesmas
XXXX per 31 Desember 2016 yang merupakan bagian yang
tidak dipisahkan dari kekayaan bersih Pemerintah
Kabupaten YYYY, dengan rincian sebagai berikut :

Uraian Per 31/12/ 2016 Per 31/12/ 2015


(Rp) (Rp)
Ekuitas Awal 521.433.123,00 521.433.123,00

Ekuitas Akhir 360.594.960,00 521.433.123,00


Jumlah
360.594.960,00
521.433.123,00
BAB VII

PENJELASAN ATAS INFORMASI–INFORMASI NON


KEUANGAN

7.1 Riwayat Singkat dan Bentuk Hukum

Puskesmas XXXX Terletak di Kelurahan XXXX, Kecamatan


YYYY Selatan, Kabupaten YYYY dengan perbatasan yaitu:

1. Sebelah utara: Kecamatan .....

2. Sebelah selatan: Kabupaten .....

3. Sebelah timur: Kelurahan .....

4. Sebelah barat: Kebupaten.....

7.2 Tugas Pokok dan Fungsi

Tugas pokok Puskesmas XXXX adalah melaksanakan upaya


kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan
mengutamakan upaya penyembuhan, pemeliharaan yang
dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan
serta pencegahan penyakit sesuai peraturan perundang-undangan
yang berlaku serta melaksanakan pelayanan kesehatan yang
bermutu sesuai standar pelayanan puskesmas. Untuk
melaksanakan tugas pokok tersebut, puskesmas mempunyai
fungsi sebagai berikut:

a. Pelayanan medis;

b. Pelayanan penunjang medis dan non medis;

c. Pelayanan asuhan keperawatan;

d. Pelayanan rujukan;

e. Pelaksanaan rekam medis dan pelaporan teknis;

f. Pengelolaan administrasi dan keuangan.


7.3 Pelayanan

Pelayanan yang disediakan oleh puskesmas XXXX sesuai


dengan fasilitas dan sumber daya manusia yang dimiliki
meliputi:

a. Rawat Jalan mencakup: Poli Dewasa, Poli Anak, Poli MTBS,


Poli KIA, Poli Gigi, Poli PKPR, Poli Jiwa, Poli TB Paru, Poli
IMS/HIV, Poli Mata, Poli Fisioterafi, Poli gizi dan klinik
sanitasi

b. Pelayanan Penunjang mencakup: Instalasi Laboratorium,


Farmasi, Loket dan Tata Usaha
BAB VIII
PENUTUP

Kami menyadari sepenuhnya bahwa Catatan Atas Laporan


Keuangan yang telah kami sajikan ini masih belum sempurna dalam
arti belum seperti yang diharapkan. Dalam penyusunan Catatan
Atas Laporan Keuangan Tahun anggaran 2016 berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan, juga memperhatikan Peraturan Pemerintah
No.58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, walaupun
belum sepenuhnya mengikuti sistem dan Prosedur Akuntansi
Keuangan Daerah sebagaimana diatur didalamnya.
Sehubungan dengan kondisi tersebut kami mengharapkan
masukan dari berbagai pihak, dengan maksud untuk
penyempurnaan dalam penyusunan Laporan Keuangan Puskesmas
XXXX sehingga Puskesmas XXXX dan Pemerintah Kabupaten YYYY
mempunyai data dasar laporan keuangan serta penjelasannya.
Kami mengharapkan pada semua pihak yang paham, serta
tahu penyusunan Laporan keuangan memberikan masukan saran
dan perbaikan, sehingga untuk periode yang akan datang, kami
dapat menyusun laporan keuangan yang benar-benar dapat
dipertanggungjawabkan, dan semoga Tuhan Yang Maha Esa
memberikan bimbingan dan meridhoi upaya yang telah kami
lakukan.

Kepala
Puskesmas XXXX