Anda di halaman 1dari 5

Mengambil Ibroh dari peringatan

Sumpah-Pemuda
Oleh: Firman Syah Almas Kabalmay, SE.I

‫ َوأ َ ْف َه َمنَا‬،‫سالَ ِم‬ ّ ‫سبُ َل ال‬ ُ ‫هلل الّذي َهدَانَا‬ ِ ُ‫هلل اْل َح ْمد‬ ِ ُ‫اْل َح ْمد‬
‫ أ َ ْش َهدُ أ َ ْن ََل اِلَهَ ِإ ََّل هللا َو ْحدَهُ َل‬،‫ريم‬ ِ ‫ي ال َك‬ ّ ‫ِبش َِر ْيعَ ِة النَّ ِب‬
‫س ِيّدَنَا َونَبِيَّنَا‬َ ‫ َوأ َ ْش َهدُ أ َ ّن‬،‫ ذُو اْل َجال ِل َواإل ْكرام‬،‫ش َِريك لَه‬
‫بار ْك َعلَى‬ ِ ‫س ِلّ ْم َو‬ َ ‫ص ِّل و‬ َ ‫ اللّ ُه َّم‬،‫ُم َح َّمدًا َع ْبدُهُ َو َرسولُه‬
‫سان إلَى‬ ِ ‫إح‬ ْ ‫صحا ِب ِه َوالتَّا ِبعينَ ِب‬ ْ ‫س ِيّدِنا ُم َح ّم ٍد َو َعلَى ا ِله َوأ‬ َ
‫ص ْي ُك ْم َو نَ ْف ِس ْي‬ ُ ‫ ْأو‬،‫اإل ْخ َوان‬ ِ ‫ فَيَاي َها‬:ُ‫ أ َ َّما بَ ْعد‬،‫يَ ْو ِم الدِّين‬
‫الى ِفي‬ َ َ‫ قَا َل هللاُ تَع‬،‫طا َع ِت ِه لَعَلَّ ُك ْم ت ُ ْف ِل ُح ْو ْن‬ َ ‫هللا َو‬ ِ ‫ِبت َ ْق َوى‬
ِ‫ ِب ْس ِم هللا‬،}‫الر ِجيْم‬ َّ ‫ان‬ ِ ‫ط‬ َ ‫ع ْوذُ ِباهللِ ِمنَ الَّش ْي‬ ُ َ ‫ أ‬:‫ان اْل َك ِري ْم‬
ِ ‫اْلقُ ْر‬
‫ يَا أَي َها الَّذِينَ آ َ َمنُوا اتَّقُوا هللا َوقُولُوا قَ ْو ًَل‬:‫الر ِح ْي ْم‬ َّ ‫ان‬ ِ ‫الر ْح َم‬ َّ
‫ص ِل ْح لَ ُك ْم أ َ ْع َمالَ ُك ْم َويَ ْغ ِف ْر لَ ُك ْم ذُنُوبَ ُك ْم َو َم ْن يُ ِط ِع‬ ْ ُ‫ ي‬،‫سدِيدًا‬ َ
َ‫سولَهُ فَقَ ْد فَازَ فَ ْو ًزا َع ِظي ًما وقال تعالى يَا اَي َها الَّ ِذيْن‬ ُ ‫هللا َو َر‬
. َ‫آ َمنُ ْوا اتَّقُ ْوا هللاَ َح َّق تُقَا ِت ِه َوَلَ ت َ ُم ْوت ُ َّن ِإَلَّ َوأ َ ْنت ُ ْم ُم ْس ِل ُم ْون‬
‫صدَقَ هللاُ العَ ِظيم‬ َ
Ma’aasyiral muslimin rahimakumullah.
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita bersama-sama mengucapkan syukur
kepada Allah SWT atas segala nikmat, rahmat, taufiq dan hidayahNya kepada kita,
sehingga pada siang hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan
shalat jum’at dalam kedaan sehat wal afiat. Mudah-mudahan amal ibadah kita
diterima oleh Allah SWT.
Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kehadirat Rasulullah
Muhammad SAW yang telah memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita
berupa ajaran agama Islam. Semoga kita mendapat syafa’atnya didunia hingga
akhirat kelak.

Ma’aasyiral muslimin rahimakumullah.


Pada kesempatan yang baik ini, marilah kita berusaha meningkatkan nilai
ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan sebaik-baik bertaqwa. Yaitu dengan
mengerjakan segala perintah Allah, serta menjauhi segala larangan-larangan Allah.
Kita harus menyadari bahwa hakikat hidup kita di dunia ini adalah semata-mata
untuk berbhakti kepada Allah. Taqwa dapat menumbuhkan amal-amal shaleh yang
nyata sebagai pembuktian kebenaran iman. Sebab, segala perbuatan dan amal
manusia merupakan pencerminan dari imannya kepada Allah SWT.

Ma’aasyiral muslimin rahimakumullah.


Pada tanggal 28 Oktober, setiap tahun bangsa Indonesia memperingati hari
Sumpah Pemuda. Pada hari ini tepatnya, sudah 88 tahun Sumpah Pemuda berlalu.
Pada masa itu bangsa Indonesia berada dalam belenggu penjajah dan kemudian
para pemuda berinisiatif untuk bangkit dan bersatu mengusir penjajah.
Belajar dari Sumpah Pemuda, ada catatan sejarah yang sangat berharga di
dalamnya. Butir-butir dalam Sumpah Pemuda itu tidak hanya semata-mata disusun
untuk menjadi hasil yang membantu kaum muda menjawab kebutuhan
kemerdekaan dari penjajahan saat itu. Melainkan lebih dari itu, Sumpah Pemuda
telah menjadi spirit yang terus terpatri dalam hati sanubari para pemuda itu. Suatu
semangat yang dibangun atas dasar kesamaan nasib dan cita-cita. Yang kemudian
dikemas dengan komitmen untuk senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa
dan satu tanah air. Yang pertama-tama ditandai dengan disepakatinya bahasa
universal yaitu bahasa Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda mencapai puncaknya
pada 17 Agustus 1945 ketika bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
Sejak itu, Indonesia yang terdiri atas berbagai etnis, agama, dan golongan menjadi
bangsa yang merdeka dan bersatu.
Melalui sumpah pemuda kita diajarkan untuk bangga dan cinta terhadap
tanah air yang merupakan anugerah terbesar setelah iman dan islam yang Allah
berikan kepada bangsa ini. Didalam Ikrar luhur yang termaktub didalam sumpah
pemuda tersebut hendaknya kita mengisinya dengan menjadikan diri kita warga
negara yang baik dan cinta terhadap tanah air kita bersama, Indonesia

Ma’aasyiral muslimin rahimakumullah.


Islam mengajarkan bahwa cinta tanah air bagian dari Iman. Tanah air kita
adalah Indonesia. Mencintai Indonesia adalah bagian dari iman. Kiai Muhammad
Said dalam kitab Ad-Difa’ ani Al Wathan min Ahammi al-Wajibati ala Kulli Wahidin
Minna menjelaskan bahwa umat Islam wajib menjaga persatuan dan kesatuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagaimana yang dicontohkan Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu memupuk persaudaraan dan
persatuan di kalangan Muhajirin, antara kalangan Muhajirin dan Ansor, serta
mengakomodasi kepentingan umat Islam, umat Yahudi, dan orang-orang Musyrik.
Mencintai tanah air merupakan sunnah/ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam.
Rasulullah mencintai Makkah dan Madinah karena dua tempat mulia
tersebut merupakan tanah air beliau. Mencintai tanah air adalah bagian dari iman
karena tanah air merupakan sarana primer untuk melaksanakan perintah agama.
Tanpa tanah air, seseorang akan menjadi tunawisma. Tanpa tanah air, agama
seseorang kurang sempurna, dan tanpa tanah air, tumpah darah yang satu maka
seseorang akan menjadi terhina. Syekh Muhammad Ali dalam kitab Dalilul Falihin
mengatakan:
‫حب الوطن من اإليمان‬
“Cinta tanah air bagian dari iman.”
Terkait anjuran untuk mencintai tanah air, Nabi memberikan sebuah
contoh teladan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam
Shahih Bukhari
‫ع ْن أَن ٍَس‬َ ،ٍ‫ع ْن ُح َم ْيد‬َ ،‫ َحدَّثَنَا إِ ْس َما ِعي ُل ب ُْن َج ْعفَ ٍر‬،ُ‫َحدَّثَنَا قُتَ ْيبَة‬
‫ َكانَ إِذَا قَد َِم‬،‫سلَّ َم‬ َ ُ‫صلَّى هللا‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ‫ي‬ َّ ِ‫ «أ َ َّن النَّب‬،ُ‫ع ْنه‬ َّ ‫ي‬
َ ُ‫َّللا‬ َ ‫ض‬ ِ ‫َر‬
َ‫احلَتَهُ َو ِإ ْن َكان‬
ِ ‫ض َع َر‬ َ ‫ أَ ْو‬،‫ت ال َمدِينَ ِة‬
ِ ‫ظ َر ِإلَى ُجد َُرا‬ َ َ‫ فَن‬،‫سفَ ٍر‬ َ ‫ِم ْن‬
» ‫علَى دَابَّ ٍة َح َّر َك َها ِم ْن ُح ِبّ َها‬ َ
"Ketika Rasulullah hendak datang dari bepergian, beliau mempercepat
jalannya kendaraan yang ditunggangi setelah melihat dinding kota Madinah.
Bahkan beliau sampai menggerak-gerakan binatang yang dikendarainya tersebut.
Semua itu dilakukan sebagai bentuk kecintaan beliau terhadap tanah airnya. " (HR
Bukhari).
Al-Hafidh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa
hadits tersebut menunjukan keutamaan Madinah dan dianjurkannya mencintai
tanah air serta merindukannya”.

HADIRIN YANG DIMULIAKAN ALLAH


Dalam konteks Indonesia, menjaga kemerdekaan RI, menjaga Pancasila,
menjaga Bhineka Tunggal Ikha, menjaga NKRI, dan menjaga Undang-undang 1945
adalah bagian dari iman dan agama. Bagaimana kita mengisi nilai-nilai keluhuran
para pemuda dahulu dalam mengimplementasikan peristiwa sumpah pemuda?
Syekh Muhammad Amin As-Syinqithi sebagaimana dikutip Muhammad
Said dalam kitab Al-Difa’ ani Al Wathan min Ahammi Al Wajibati ala Kulli Wahidin
Minna mengatakan bahwa Al-Qur’an telah memposisikan umat Islam pada posisi
yang merdeka, bersatu, mulia, terhormat, dan berdaulat. Ketika umat Islam dalam
posisi terbelakang, miskin, atau dalam kondisi yang mundur, lebih disebabkan oleh
kecerobohan umat Islam sendiri, yaitu meninggalkan kewajiban dalam mengelola
kehidupan duniawi. Imam An-Nawawi menyatakan dalam pendahuluan kitab al-
Majmu’: wajib bagi umat Islam untuk bekerja, mandiri, dan produktif dalam segala
kebutuhan, walaupun hanya memproduksi sebuah jarum maupun garam. Umat
Islam tidak boleh tergantung pada umat lain. Sebab tolok ukur kekuatan persatuan
umat Islam tergantung terhadap kemandiriannya dalam mencukupi kebutuhan.
Untuk mengisi hari sumpah pemuda dan mewujudkan negara Indonesia
yang bersatu, maju dan berdaulat, setiap warga memperjuangkan bangsa sesuai
profesi masing-masing. Jika menjadi pejabat, jadilah pejabat yang baik, amanah,
jujur, dan tidak korupsi. Jika menjadi pendidik, jadilah pendidik yang baik, produktif
dalam karya ilmiah, jujur, dan mengabdi di masyarakat. Jika menjadi ASN, jadilah
ASN yang berintegrasi, berdedikasi,dan berkinerja bagi bangsa dan umat. Secara
umum, jadilah warga Negara yang selalu berusaha berbuat baik dalam segala
kondisi, tempat, dan berperilaku baik dengan akhlak yang mulia. Berusaha untuk
berbudi pekerti luhur, menjaga moral, dan membangun kecintaan terhadap tanah
air dengan jalan yang baik.

Kaum muslimin jamaah shalat Jumat hafidhakumullah!


Mengapa hubbul wathan minal îmân? Mengapa kita perlu mencintai tanah
air Indonesia tercinta ini? Karena hanya dengan kondisi bangsa dan negara yang
aman dan stabil, umat Muslim bisa beribadah dengan nyaman, beramal dengan
baik, dan dapat beristirahat dengan nyenyak. Bayangkan saudara kita yang dilanda
peperangan, seperti di Suriah, Afghanistan, Irak, dan Libya, mereka tidak pernah
nyaman dan enak seperti kita. Atsar Khalifah Umar bin Khatab sebagaimana dikutip
Syekh Ismail Haki dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan menyatakan:
ِ‫لَوْ ََل حُبُّ الْوَﻃَنِ لَﺨَرُﺏَ بَلَدُ السُّوْﺀ فَبِحُبِّ الْاَوْﻃَانِ عُمِرَت‬
ُ‫اْلبُلْدَان‬
Sayyidina Umar berkata: “Seandainya tidak ada cinta tanah air, hancurlah negara
yang terpuruk. Dengan cinta tanah air, negara akan Berjaya.”
Dengan kecintaan terhadap tanah air, setiap orang memiliki keinginan
untuk menjadikan tanah airnya maju, aman, dan damai. Dengan cinta tanah air,
seseorang tidak menginginkan bangsanya hancur, terpecah belah, penuh konflik,
dan saling bermusuhan. Marilah kita samput momen sumpah pemuda dengan
semangat nasionalisme, cintah tanah air dalam bingkai persatuan dan kesatuan.
Semoga Allah merahmati dan memberkahi negeri Indonesia ini menjadi negara
yang Selalu bersatu, maju, aman, damai, sejahtera, dicintai rakyatnya, dan menjadi
baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negara yang baik dan diampuni oleh Allah
subhanahu wata’ala). Âmîn yâ rabbal ‘âlamîn.
‫بارك هللا لي ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم بفهمه‬.
‫إنه هو البر الرحيم‬

Khutbah II
‫لى ت َ ْوفِ ْي ِق ِه َوا ِْمتِنَانِ ِه‪َ .‬وأ َ ْش َهدُ أ َ ْن‬ ‫ع َ‬ ‫سانِ ِه َوالش ْك ُر لَهُ َ‬ ‫لى ِإ ْح َ‬
‫ع َ‬ ‫ا َ ْل َح ْمدُ هللِ َ‬
‫ع ْبدُهُ‬ ‫س ِيّدَنَا ُم َح َّمدًا َ‬ ‫أن َ‬ ‫َلَ اِلَهَ ِإَلَّ هللاُ َوهللاُ َو ْحدَهُ َلَ ش َِري َْك لَهُ َوأ َ ْش َهدُ َّ‬
‫ع َلى‬ ‫س ِيّ ِدنَا ُم َح َّم ٍد ِو َ‬ ‫علَى َ‬ ‫ص ِّل َ‬ ‫إلى ِرض َْوانِ ِه‪ .‬الل ُه َّم َ‬ ‫س ْولُهُ الدَّا ِعى َ‬ ‫َو َر ُ‬
‫اس اِتَّقُوهللاَ فِ ْي َما‬ ‫س ِلّ ْم ت َ ْس ِل ْي ًما ِكثي ًْرا أ َ َّما بَ ْعدُ فَيا َ اَي َها النَّ ُ‬ ‫ا َ ِل ِه َوأ َ ْ‬
‫ص َحا ِب ِه َو َ‬
‫ع َّما نَ َهى َوا ْعلَ ُم ْوا أ َ َّن هللاَ أَ َم َر ُك ْم ِبأ َ ْم ٍر بَدَأ َ فِ ْي ِه ِبنَ ْف ِس ِه‬ ‫أ َ َم َر َوا ْنت َ ُه ْوا َ‬
‫لى‬‫ع َ‬ ‫صل ْونَ َ‬ ‫َوثَـنَى بِ َمآل ئِ َكتِ ِه بِقُ ْد ِس ِه َوقَا َل تَعاَلَى إِ َّن هللاَ َو َمآلئِ َكتَهُ يُ َ‬
‫ص ِّل‬ ‫س ِلّ ُم ْوا ت َ ْس ِل ْي ًما‪ .‬الل ُه َّم َ‬ ‫علَ ْي ِه َو َ‬ ‫صل ْوا َ‬ ‫النَّبِى يآ اَي َها الَّ ِذيْنَ آ َمنُ ْوا َ‬
‫س ِيّدِنا َ ُم َح َّم ٍد َو َعلَى‬ ‫ع َلى آ ِل َ‬ ‫س ِلّ ْم َو َ‬
‫علَ ْي ِه َو َ‬‫صلَّى هللاُ َ‬ ‫س ِيّ ِدنَا ُم َح َّم ٍد َ‬‫علَى َ‬ ‫َ‬
‫اء‬ ‫ع ِن اْل ُﺨلَفَ ِ‬ ‫ض اللّ ُه َّم َ‬ ‫ار َ‬ ‫س ِل َك َو َمآل ِئ َك ِة اْل ُمقَ َّر ِبيْنَ َو ْ‬ ‫ا َ ْن ِبيآ ِئ َك َو ُر ُ‬
‫ص َحا َب ِة‬ ‫ع ْن َب ِقيَّ ِة ال َّ‬ ‫ع ِلى َو َ‬ ‫عثْ َمان َو َ‬ ‫ع َمر َو ُ‬ ‫الرا ِش ِديْنَ أ َ ِبى َب ْك ٍر َو ُ‬ ‫َّ‬
‫عنَّا‬ ‫ض َ‬ ‫ار َ‬ ‫ان اِلَى َي ْو ِم ال ِدّي ِْن َو ْ‬ ‫س ٍ‬‫َوالتَّا ِب ِعيْنَ َوتَا ِب ِعي التَّا ِب ِعيْنَ لَ ُه ْم ِبا ِْح َ‬
‫ت‬ ‫اح ِميْنَ اَلل ُه َّم ا ْغ ِف ْر ِل ْل ُمؤْ ِمنِيْنَ َواْل ُمؤْ ِمنَا ِ‬ ‫َم َع ُه ْم ِب َر ْح َمتِ َك َيا أ َ ْر َح َم َّ‬
‫الر ِ‬
‫ت الل ُه َّم أ َ ِع َّز اْ ِإل ْسالَ َم‬ ‫ت اََلَ ْحيآ ُء ِم ْن ُه ْم َواَْلَ ْم َوا ِ‬ ‫َواْل ُم ْس ِل ِميْنَ َواْل ُم ْس ِل َما ِ‬
‫ص ْر ِعبَادَ َك اْل ُم َو ِ ّح ِديَّةَ‬ ‫ش ِْر َك َواْل ُم ْش ِر ِكيْنَ َوا ْن ُ‬ ‫َواْل ُم ْس ِل ِميْنَ َوأ َ ِذ َّل ال ّ‬
‫اخذُ ْل َم ْن َخذَ َل اْل ُم ْس ِل ِميْنَ َو دَ ِ ّم ْر أ َ ْعدَا َء‬ ‫ص َر ال ِدّيْنَ َو ْ‬ ‫ص ْر َم ْن نَ َ‬ ‫َوا ْن ُ‬
‫عنَّا اْلبَالَ َء َواْ َلوبَا َء‬ ‫ال ِدّي ِْن َوا ْع ِل َك ِل َماتِ َك ِإلَى يَ ْو َم ال ِدّي ِْن‪ .‬الل ُه َّم ا ْدفَ ْع َ‬
‫طنَ‬ ‫ظ َه َر ِم ْن َها َو َما بَ َ‬ ‫س ْو َء اْل ِفتْنَ ِة َواْ ِلم َحنَ َما َ‬ ‫الزَلَ ِز َل َواْ ِلم َحنَ َو ُ‬ ‫َو َّ‬
‫ان اْل ُم ْس ِل ِميْنَ عآ َّمةً َيا َرﺏَّ‬ ‫صةً َو َسا ِئ ِر اْلبُ ْلدَ ِ‬ ‫ع ْن َبلَ ِدنَا اِ ْندُو ِن ْي ِسيَّا خآ َّ‬ ‫َ‬
‫اﺏ‬ ‫عذَ َ‬ ‫سنَةً َو ِقنَا َ‬ ‫آلخ َر ِة َح َ‬ ‫سنَةً َو ِفى اْ ِ‬ ‫اْل َعالَ ِم ْينَ ‪َ .‬ربَّنَا آتِنا َ ِفى الد ْن َيا َح َ‬
‫اإن لَ ْم ت َ ْغ ِف ْر لَنَا َوت َ ْر َح ْمنَا لَنَ ُك ْون ََّن ِمنَ‬ ‫سنَا َو ْ‬ ‫ظلَ ْمنَا ا َ ْنفُ َ‬‫ار‪َ .‬ربَّنَا َ‬ ‫النَّ ِ‬
‫ْتآء ذِي‬ ‫ان َو ِإي ِ‬ ‫س ِ‬ ‫اْلﺨَا ِس ِريْنَ ‪ِ .‬ع َبادَهللاِ ! ِإ َّن هللاَ َيأ ْ ُم ُرنَا ِباْل َع ْد ِل َواْ ِإل ْح َ‬
‫ظ ُك ْم لَ َعلَّ ُك ْم تَذَ َّك ُر ْونَ‬ ‫شآء َواْل ُم ْن َك ِر َواْلبَ ْغي يَ ِع ُ‬ ‫ع ِن اْلفَ ْح ِ‬ ‫بى َويَ ْن َهى َ‬ ‫اْلقُ ْر َ‬
‫لى نِ َع ِم ِه يَ ِز ْد ُك ْم َولَ ِذ ْك ُر هللاِ‬ ‫ع َ‬ ‫َوا ْذ ُك ُروا هللاَ اْل َع ِظي َْم َي ْذ ُك ْر ُك ْم َوا ْش ُك ُر ْوهُ َ‬
‫أ َ ْكبَ ْر‬