Anda di halaman 1dari 11

Sistem Informasi Manajemen merupakan kegiatan yang dilakukan sekelompok unsur

dalam sebuah organisasi yang saling terkait dalam usaha memecahkan suatu masalah dengan
memanfaatkan sumberdaya manajemen sehingga sampai pada sebuah pemberian informasi yang
mendukung pengambilan keputusan.

 James Alter (1992): Kombinasi antarprosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang
diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.

 Bodnar & Hopwood (1993): Kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk
mentransformasikan data dalam bentuk informasi yang berguna.

 Turban, McLean, dan Waterbe (1999): Sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan,
menganalisa, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik. Intinya, SIM mengelola data
atau informasi masukan hingga menghasilkan informasi untuk berbagai pihak.

 Gordon B. Davis: system manusia dan mesin yang menyediakan informasi untuk mendukung operasi
manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi.

 George M. Scott: kumpulan interaksi dari system informasi yang menyediakan informasi baik untuk
kebutuhan manajerial maupun untuk kebutuhan operasional.

Secara umum, SIM adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran (output) dengan
menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan
manajemen.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen


1. Menyediakan informasi yang dipergunakn untuk perencanaan , pengendalian, pengevaluasian dan
perbaikan berkelanjutan.

2. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

3. Menyediakan informasi yang akan digunakan dalam perhitungan harga pokok, rekrutmen atau
tujuan-tujuan manajerial lain.

Karakteristik Sistem Informasi Manajemen


1. SIM membantu manajer secara terstruktur.

2. SIM dirancang untuk memberikan laporan operasional sehari-hari.

3. SIM sangat bergantung pada keberadaan data organisasi secara keseluruhan.

4. SIM membutuhkan perencanaan yang matang.

Dewasa ini penggunaan kata sistem semakin meluas meliputi berbagai bidang, sehingga timbul berbagai definisi
dan istilah tentang sistem tersebut yang masing-masing beranjak dari sudut pandang dan lingkup pengertian itu
sendiri. Sementara masalah informasi sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting, bahkan ada yang
mengatakan bahwa kita sudah berada di sebuah “information-based society”.Kemampuan untuk mengakses dan
menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial baik yang berupa organisasi komersial
(perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual (pribadi).
Namum demikian penggunaan istilah data dan informasi acapkali dipergunakan secara bersamaan
dengan maksud yang sama, padahal data dan informasi merupakan dua hal yang berbeda. Walaupun
demikian keduanya berkaitan erat dengan fakta.

1.1. SISTEM
Pada dasarnya kata sistem berasal dari bahasa Latin “ Sytema ” dan bahasa Yunani “ Sustema” yang
berarti kesatuan, yakni keseluruhan dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan satu sama lain.
Sistem dapat dikatakan sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk
suatu tujuan bersama, sistem juga dapat merupakan sesuatu yang abstrak dan maupun yang
berwujud.Untuk mendefinisikan sistem terdapat dua pendekatan, antara lain:

a. Pendekatan sistem yang menekankan pada komponen atau elemennya -> “sistem sebagai
kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu” (Jogiyanto,
2001). “Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama
untuk mencapai suatu tujuan” (McLeod, 2004 : 9)

b. Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedurnya -> sistem sebagai suatu jaringan kerja
dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu
kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Prosedur sendiri merupakan
uruturutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerapkan apa (what) yang harus
dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan, dan bagaimana (how)
mengerjakan (Jogiyanto : 2001).

Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa : Sistem adalah sekumpulan elemen-
elemen yang berinteraksi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Model dasar dari bentuk sistem adalah adanya masukan/input, pengolahan/process dan keluaran/output. Akan
tetapi, sistem ini dapat dikembangkan hingga menyertakan media penyimpanan. Sistem dikelilingi oleh
lingkungan (environment) dan terkandung mekanisme umpan balik (feedback).

Input mengandung semua elemen yang masuk ke dalam sistem. Proses meliputi semua elemen yang diperlukan
untuk mengkonversikan atau mentransformasikan input ke output yang terkandung dalam proses.Output adalah
produk-produk akhir atau konsekuensi yang terjadi dari suatu sistem. Sedangkan feedbackadalah aliran
informasi dari komponen keluaran bagi pengambil keputusan mengenai keluaran sistem. Dan lingkungan dari
sistem terdiri dari beberapa elemen yang membentang di luar pengertian sistem dan
bukaninput, output atau proses (Turban, 2000).

1.1.1. Klasifikasi Sistem


Pembagian sistem menurut sifatnya, antara lain:

a. Sistem abstrak / abstract system -> Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan
ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-elemennya

b. Sistem fisik/ physical system -> Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi satu
sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya.

c. Sistem alamiah -> sistem yang terjadi melalui proses alam

d. Sistem buatan manusia -> sistem yang dirancang oleh manusia dan melibatkan interaksi manusia
dengan mesin (sistem informasi).

e. Sistem tertentu (deterministic system) -> beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.
Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat
diramalkan

f. Sistem tak tentu (probabilistic system) -> sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi
karena mengandung unsur probabilitas.

g. Sistem sederhana dan Sistem kompleks

h. Sistem tertutup (close system) -> sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan
sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak
luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar
tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup namum tidak benar benar
tertutup).
i. Sistem terbuka (open system) -> sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan
luarnya.

1.1.2 Komponen Sistem


Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu
kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem/ bagian-bagian dari sistem.
Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan
mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan

1.1.3. Karaktristik Sistem


Untuk mengetahui sesuatu sistem atau bukan, antara lain dapat dilihat dari cirinya. Berdasarkan
sistem tersebut, dapat dikemukakan bahwa karakter sistem berkaitan dengan adanya beberapa
faktor, antara lain:
a. Memiliki elemen -> bagian yang terkecil dari sistem yang sudah tidak bisa diurai lagi

b. Batas sistem (boundary) -> daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang
lainnya/ dengan lingkungan luarnya.

c. Lingkungan luar sistem (environment) -> apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi
operasi sistem.

d. Penghubung sistem (interface) -> media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem
yang lainnya..

e. Masukan sistem (input) -> energi yang dimasukkan ke dalam sistem, masukan dapat berupa
masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah
energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi, sedangkan signal input adalah
energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

f. Keluaran sistem (Output) -> hasil dari energi yang diolah oleh sistem.

g. Pengolah sistem (Process) -> bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang
diinginkan

h. Sasaran sistem -> Tujuan sistem, dapat berupa tujuan ekonomi dan tujuan manusiawi, tujuan
sosial dan sebagainya

1.1.4. Sub-Sistem
Suatu sistem dapat terdiri dari bagian-bagian sub sistem ( bagian/elemen elemen yang mendukung
tercapainya tujuan pada sistem), sebagai contoh, sistem komputer dapat terdiri dari subsistem
perangkat keras dan lunak. Masing-masing sub sitem dapat terdiri dari subsistem-subsistem yang
lebih lagi/ terdiri dari komponen-komponen pendukung sistem itu sendiri. Sub sistem hardware dapat
terdiri dari alat masukan, alat pemrosesan, alat keluaran dan media penyimpanan. Subsistem-
subsistem yang ada saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga
tujuan/ sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Dengan kata lain, pengertian subsistem sebenarnya
merupakan bagian dari sistem itu sendiri/ sistem didalam suatu sistem.

Suatu subsistem berkaitan dengan subsistem lainnya dihubungkan dengan interface, membentuk satu
kesatuan guna mencapai objectives/sasaran dan pada akhirnya diharapkan akan mencapai goal.
Suatu sub sistem dapat memuat komponen input, process dan output yang dikendalikan oleh bagian
control yang melakukan kendali berdasarkan feedback. Dalam suatu sistem, subsistem 1(satu) dapat
berperan sebagai input bagi subsistem 2(dua) yang berperan sebagai proses. Karakterstik sistem
tersebut tidak bersifat kaku, sebagaimana dinyatakan oleh McLeod (2004:9-10), bahwa tidak semua
sistem memiliki kombinasi elemenelemen yang sama, tetapi susunan dasarnya sama.

1.1.5. Super Sistem


Jika suatu sistem menjadi bagian dari sistem lain yang lebih besar, maka sistem yang lebih besar
tersebut dikenal dengan sebutan super sistem. Sebagai contoh, Jurusan Teknilogi Informasi
merupakan sistem, tetapi ia bagian dari sistem UNINDRA, dan UNINDRA bagian dari sistem
pendidikan tinggi dan seterusnya. Atau contoh lain jika pemerintah kabupaten disebut sebagai sebuah
sistem, maka pemerintah provinsi berkedudukan sebagai supersistem. Jika ditinjau dari pemerintah
pusat, pemerintah provinsi adalah subsistem dan pemerintah pusat adalah supersistem

1.1.6. Pendekatan Sistem dalam Pemecahan Masalah


Tahapan pemecahan masalah dengan pendekatan sistem menurut Mc Leod, terdiri atas:

1. Tahap Persiapan
- Memandang perusahaan sebagai suatu sistem
- Mengenali sistem lingkungan
- Mengidentifikasikan subsistem-subsistem perusahaan

2. Tahap Definisi
Bergerak dari tingkat sistem ke Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu
secara berurutan:
- mengevaluasi standar
- membandingkan output sistem dengan standar
- mengevaluasi manajemen
- mengevaluasi pemroses informasi
- mengevaluasi input dan sumber daya input
- mengevaluasi proses transformasi
- mengevaluasi sumber daya output

3. Tahap Solusi
- Mengidentifikasikan berbagai alternatif solusi pemecahan masalah Mengevaluasi berbagai
alternatif solusi
- Memilih solusi terbaik
- Menerapkan solusi
- Membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu efektif

1.2. DATA
Banyak terdapat pengertian data yang dirangkum dari berbagai sumber. Bagian ini akan mengutip
tiga pengertian data dari sudut pandang yang berbedabeda.

a. Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang
berasal dari kata "datum" yang berarti fakta/ bahan-bahan keterangan.

b. Dari sudut pandang bisnis, terdapat pengertian data bisnis sebagai berikut : "Business data is an
organization's description of things (resources) and events (transactions) that it faces ". Dengan demikian
data, dalam hal ini disebut sebagai data bisnis, merupakan deskripsi organisasi tentang
sesuatu (resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi.

c. Pengertian yang lain mengatakan bahwa "data is the description of things and events that we face ".Data
merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.
Dengan demikian data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum. Data adalah kenyataan
yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata.
Menurut The Liang Gie, bahwa data dapat diklasifikasikan menurut:

1. Jenis
a. Data Hitung -> Hasil perhitungan/ jumlah tertentu
b. Data ukur -> yang menunjukkan ukuran mengenai sesuatu.

2. Sifat data
a. Data kuantitatif
b. Data kualitas
3. Sumber data
a. Data internal
b. Data eksternal

Dr. Marseto Donosepoerto dalam bukunya yang berjudul Data sebagai penghubung manusia
dengan lingkungan hidupnya menyatakan bahwa suatu data yang bernilai marus memenuhi 3 (tiga)
ketentuan, yaitu:

1. Ketelitian
2. Komparabilitas data
3. Valididas data

Umumnya banyak yang mengartikan data dan informasi dengan pengertian yang sama, namum
bagi kajian ilmiah atau kaum profesional dua pengertian tersebut mengandung perbedaan yang
mendasar.

a. Data adalah fakta atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan
informasi.
b. Data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang relatif tidak berarti bagi pemakai.

Jika data tersebut telah disaring dan diolah melalui pengolahan sehingga memiliki arti dan nilai bagi seseorang
(gambar 1.9), maka data tersebut berubah menjadi informasi. Misalnya seorang mahasiswa diwakili oleh nomor
mahasiswa maka nomor mahasiswa tersebut adalah data. Dengan demikian sistem informasi adalah sekumpulan
komponen yang saling bekerjasama, yang digunakan untuk mencatat data, mengolah data dan menyajikan
informasi untuk para pembuat keputusan agar dapat membuat keputusan dengan baik.

1.3. INFORMASI
Informasi adalah salah satu dari lima jenis utama sumber daya(manusia, matrial, mesin dan uang)
yang dapat dipakai oleh semua orang . dbawah ini disajikan beberapa pengertian informasi dari
berbagai sumber.

1. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya (Giandari, 2008)

2. Menurut Leitel dan Davis dalam bukunya “Accounting Information System” menjelaskan bahwa
Informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan serta lebih berarti bagi
yang menerimanya Dari difinisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan
sebagai data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu”.

Ciri-ciri dari informasi, antara lain:


- Benar atau salah.
- Baru.
- Tambahan.
- Korektif.
- Penegas

1.3.1 Siklus Informasi


Data yang diolah melalui proses (transformasi) akan menghasilkan informasi kemudian informasi dapat
dipakai oleh pengguna untuk mendukung pembuatan suatu keputusan atau mengambil suatu
tindakan yang kemudian menghasilkan data- data yang baru. Proses ini disebut siklus informasi
Dalam siklus informasi ini, informasi yang dihasilkan dapat juga menjadi input ( sebagai data) bagi
proses berikutnya dalam menghasilkan informasi lainnya. Siklus informasi yang dimaksud dapat
dideskripsikan dalam gambar berikut ini ;

Penjelasan
1. Input (data) yang diolah melalui suatu model (process) menjadi output (informasi)
2. Diterima oleh penerima informasi ( recipient) kemudian dibuat keputusan (decision) dan melakukan
tindakan(action)
3. Hasil tindakan tersebut (result) akan kembali menjadi data yang akan
ditangkap (captured) sebagai input dan proses kembali melaui model dan seterusnya membentuk
suatu siklus
4. Sikus tersebut disebut sebagai informayion cycle atau data processing cycle.

1.3.2. Kualitas Informasi


Kondisi siklus informasi tersebut akan menentukan kondisi dari kualitas informasi yang
dihasilkannya, (menurut McLeod) kualitas dari suatu informasi setidaknya memiliki beberapa unsur
sebagai berikut :

1. Akurat -> informasi tersebut harus bebas dari kesalahan- kesalahan, tidak bias dan tidak
menyesatkan. Informasi benar dalam menggambarkan realita, harus
Gambar: 1.10 Contoh informasi
mencerminkan maksudnya. Bila suatu pernyataan tidak mengandung maksud yang dapat membuat
seseorang dalam mengambil suatu gambaran dalam pernyataan ini bukanlah informasi.

2. Tepat waktu -> informasi yang datang pada penerima tidak terlambat, sebab informasi yang
sudah usang diyakini akan berkuran nilai artinya. Lebih lanjut keputusan dan tindakan yang diambil
tidak lagi berguna atau berkurang nilai gunanya.

3. Relevan -> memiliki manfaat bagi penggunanya, sebab relevansi untuk setiap orang berbeda
mengingat kebutuhannya juga belum tentu sama. Waktu respon, berkaitan dengan kecepatan
informasi yang diberikan sesuai dengan tuntutan pengguna.

4. Lengkap -> informasi dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Dengan demikian, informasi yang
bernilai tinggi/ berkualitas dihasilkan dari suatu siklus informasi yang berada dalam sistem informasi
yang relative dan efisien.

Hal penting yang membedakan informasi dengan data adalah:


- Informasi merupakan hasil pengolahan data
- Informasi memberikan makna atau arti
- Informasi berguna atau bermanfaat

Dengan demikian maka data dan informasi ini dapat dilihat perbedaannya dari beberapa hal
sebagaimana dinyatakan oleh Kurt Christoff berikut ini :
Data Informasi
- Fakta yang disimpan
- Ada tapi tidak aktif
- Berdasarkan teknologi
- Dikumpulkan dari berbagai sumber
- Fakta yang diungkapkan
- Keberadaannya aktif
- Berdasarkan bisnin
- Ditransformasikan dari data
Ayat 101 Surah Yunus menganjurkan manusia mengadakan pengkajian,penelitian dan pengamatan
tentang fenomena alam yang ada di langit dan bumi. Dengan melakukan hal tersebut diharapkan
manusia bisa mengambil manfaat sebesar-besarnya bagi ilmu pengetahuan agar bisa digunakan untuk
memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan dalam hidupnya.
Bagi umat islam, selaim manfaat di atas, terdapat hal pokok yang harus diperoleh dengan mengamati
tanda-tanda kekuasaan Allah tersebut, yaitu agar bisa mengambil pelajaran untuk meningkatkan
keimanan dan ketakwaan dirinya kepada Allah SWT.
Adapaun tanda-tanda kekuasaan Allah tidak bermanfaat bagi orang-orang kafir, yaitu orang yang selalu
menyagkal adanya kekuatan yang mengatur alam semesta ini. Orang kafir memandang segala sesuatu
berdasarkan pertimbangan akal atau logika. Oleh karenanya, orang-orang tersebut tidak akan bisa
mengambil manfaat dari tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menumbuhkan keimanan pada dirinya
kepada Allah SWT.
Manusia memang dikaruniai akal yang sangat luar biasa. Dengan akalnya,berbagai ilmu pengetahuan
tercipta, dari yang sederhana hingga teknologi canggih. Bagi umat Islam, semua itu adalah karunia
Allah dan kita tidak boleh takabur atas semua itu, apalagi kufur kepada Allah dan menganggap
manusialah penguasa alam semesta ini. Allah memberikan akal agar manusia mau menggunakannya
untuk memanfaatkan alam semesta dan tidak melupakan jati dirinya, yaitu sebagai hamba Allah.

Perspektif Islam dalam pengelolaan risiko suatu organsiasi dapat dikaji dari kisah Yusuf
dalam mentakwilkan mimpi sang raja pada masa itu.

‫ير َوأَنَا ِب ِه َز ِعيم‬


ٍ ‫ع ا ْل َم ِل ِك َو ِل َم ْن َجا َء ِب ِه ِح ْم ُل بَ ِع‬ ُ ‫قَالُوا نَ ْف ِق ُد‬
َ ‫ص َوا‬
Penyeru-penyeru itu berkata, "Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat
mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku
menjamin terhadapnya.”