Anda di halaman 1dari 12

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM

SURVEI DAN ANALISIS SAMPAH


RT03/RW01 DESA KARANGMANGU KECAMATAN BATURRADEN

Dosen Pengampu :
Nur Hilal, SKM., M.Kes

Disusun oleh :
Kelompok 2
Kelas II B

1. Megananda Larasati P1337433117062


2. Marliana Anggraini P1337433117063
3. Wahyu Tri Aryani P1337433117064
4. Leni Verlianti P1337433117065
5. Fania Dita Primanda P1337433117166

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG


JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO
PRODI D III KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO
TAHUN 2019
A. Materi Praktikum
Pertemuan Ke- :2
Waktu : Jum’at - Rabu, 1 – 6 Februari 2019
Materi : Survei Sampah
Lokasi : Bank Sampah Kampus VII Poltekkes Kemenkes Semarang
Pemukiman Warga RT03/RW01 Desa Karangmangu, Baturraden
B. Ruang Lingkup
Ruang lingkup praktek meliputi : pendataan penduduk yang menghasilkan sampah,
sosial ekonomi penduduk, kegiatan-kegiatan di masyarakat yang mengakibatkan
fluktuasi timbulan sampah, cara sampling, waktu sampling dan cara pengiriman
sampelnya.
Praktikum ini merupakan langkah awal sebelum praktikum analisis fisik sampah.
Bila langkah-langkah yang diambil dalam tahapan ini teliti, maka akan merupakan
informasi yang sangat berharga dalam proses perencanaan pengelolaan sampah lebih
lanjut.
C. Tujuan Instruksional Umum
Setelah melaksanakan praktikum, peserta didik dapat memahami cara survei sampah
pada sumbernya.
D. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah melaksanakan praktikum, peseta didik diharapkan dapat :
1. Terampil melakukan pengambilan sampel sampah pada sumbernya
2. Dapat melakukan pengambilan sampel sampah sesuai dengan sumbernya
3. Terampil berkomunikasi dengan pihak sumber sampah dalam rangka pengambilan
sampel sampah.
4. Dapat mengidentifikasi fluktuasi besarnya timbulan sampah pada komunitas sumber
sampah
5. Dapat melakukan pengiriman sampel sampah
6. Dapat membuat peta lokasi (mapping) wilayah sampling
7. Dapat mendeskripsikan kondisi wilayah sampling
E. Kegiatan Belajar Praktikum
1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok
2. Instruktur menunjukkan nama peralatan yang dipakai (yang diperlukan)
3. Instruktur menjelaskan prosedur kerja pengambilan sampel sampah pada komunitas
sumber sampah.
4. Peserta didik mencatat dan memperhatikan
5. Masing-masing kelompok menuju ke komunitas sumber sampah
6. Peserta didik melaksanakan praktikum
F. Alat dan Bahan
1. Bahan
a. Kertas label
2. Alat
a. Kantong plastik besar (>30 liter)
b. Tali plastik
G. Cara Kerja/ Prosedur Kerja
Rumah Tinggal (dilakukan selama 8 hari dalam 1 musim)
1. Meminta ijin dan memberi penjelasan maksud dan tujuan kegiatan kepada
pemilik/petugas sumber sampah
2. Berikan / bimbing cara pemasangan kantong plastik pada sumber
3. Pada hari kedua sampai dengan hari ke delapan, mengambil kantong plastik yang
telah terisi sampah dan tukar kantong plastik pertama dengan kantong plastik kedua.
4. Ikat dengan tali (rafia/karet dll)
5. Beri label yang memuat : Tanggal pengambilan, jam, sumber, petugas pengambil,
jumlah penghasil sampah, parameter (yang ingin diketahui)
6. Kirim segera ke laboratorium
H. Hasil
Kami telah melakukan praktik survei sampah pada hari Jum’at – Rabu, 1 – 6
Februari 2019 di pemukiman warga RT03/RW01 Desa Karangmangu, Kecamatan
Baturraden. Kami melakukan survei sampah dengan cara mengambil kantong plastik
yang telah terisi sampah di setiap rumah tinggal RT03/RW01 dan menukar kantong yang
telah terisi sampah dengan kantong plastik yang kosong untuk wadah sampah hari
berikutnya. Berdasarkan prosedur, survei sampah dilakukan selama 8 hari berturut – turut
setiap pukul 17.00 WIB, namun pada realisasinya kami hanya melakukan survei sampah
selama 4 hari berturut – turut, hal ini dikarenakan ketika kami mengambil sampah ke
sumber terdapat beberapa rumah yang sedang kosong sehingga proses pengambilan
sampah menjadi terhambat (waktu pengambilan tidak konsisten). Untuk mengatasi hal
tersebut, seharusnya sampah yang sudah terkumpul diletakkan di luar rumah sehinga
pengambil sampah dapat langsung mengambilnya.
Praktikum tentang survei sampah telah kami lakukan di Desa Karangamangu RT
03/RW 01, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Dari Ibu Kota Kecamatan
Baturraden berjarak kurang lebih 3 km, yang dapat ditempuh dengan angkutan umum
dalam waktu 10 menit, dari pusat Kabupaten Banyumas berjarak 12 km, waktu tempuh
kurang lebih 30 menit. Desa Karangmangu terdiri dari 2 Dusun dan 2 RW 21 RT :
1. Dusun Karangmangu
2. Dusun Jurangmang
Luas wilayah desa Karangmangu adalah 105,100 Ha dengan batas - batas desa
sebagai berikut :
1. Sebelah utara berbatasan dengan hutan lindung Gunung Slamet
2. Sebelah barat berbatasan dengan Desa Ketenger
3. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Karangtengah
4. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Kemutuglor
Di Desa Karangmangu RT 03/RW 01, Baturraden yang menpunyai topografi
daerah pegunungan dengan jalan yang menanjak, rumah-rumah warga yang berhimpitan,
jalan yang sempit, dan tidak rata. Berdasarkan survei yang telah kami lakukan Desa
Karangmangu RT 03/RW 01, Baturraden terdiri dari 24 KK.
Jumlah Orang Berat Sampah (4
No Nama Pengambil
Dalam 1 Rumah Hari)
1 Eka Lisa Purwasih 6 3
2 Yogi Ramadhan 2 2
3 Nada Shafa Nur Haryantin 4 1
4 Alifta Nur’aini 2 5
5 Megananda Larasati 5 2
6 Marliana Anggraini 6 3
7 Wahyu Tri Aryani 3 6
8 Leni Verlianti 5 1
9 Fania Dita Primanda 3 2
10 Feefalah Durba 2 6
11 Restina Wahyu Rahmadani 5 7
12 Meyta Putri Indah Sari 3 4
13 Hafidhoh Rif’at 3 6
14 Rahmawati Ainul Ahdalina 2 11
15 Thaharah Octy Winahyu 5 3
16 Bima Sakti Pamungkas 14 2
17 Jordan Nanda Pradana 4 4
18 Afrida Nur Tiffany 4 5
19 Ulfah Faoziah 3 3
20 Puput Rahma Andani 4 4
21 Bagas Nur Fauzi 5 1
22 Cahyo Budiarto 4 3
23 Dias Eko Hidayat 6 5
24 Nafa Farradina 5 4
JUMLAH 105 95
Sistem pewadahan, pengumpulan, dan pengelolaan sampah yang kami teliti
meliputi :
1. Sistem pewadahan dengan pemilahan sampah.
2. Pengolahan sampah dengan menggunakan unit pengomposan dan daur ulang sampah
yang masih memiliki nilai jual.
3. Sistem pengumpulan sampah dari rumah ke TPS
Merencanakan sarana pengelolaan sampah yang meliputi :
1. Desain pewadahan
2. Desain sarana pengumpul sampah
Pada praktikum survei sampah ini, lokasi pengambilan sampah rumah tangga berada
di Desa Karangmangu RT 03/RW 01, Baturraden. Secara administrasi, desa
Karangmangu termasuk dalam wilayah Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas,
Kode pos 53151. Dari ibukota Kecamatan Baturraden berjarak kurang lebih 3 km, yang
dapat ditempuh dengan angkutan umum dalam waktu 10 menit, dari pusat Kabupaten
Banyumas berjarak 12 km, waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

Desa Karangmangu terdiri dari 2 Dusun dan 2 RW 21 RT :

- Dusun Karangmangu
- Dusun Jurangmangu
Luas wilayah desa Karangmangu adalah 105,100 Ha dengan batas - batas desa sebagai
berikut:
- Sebelah utara berbatasan dengan hutan lindung Gunung Slamet.
- Sebelah barat berbatasan dengan Desa Ketenger.
- Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Karangtengah.
- Sebelah timur berbatasan dengan Desa Kemutuglor.
Desa Karangmangu RT 03/RW 01, Baturraden mempunyai topografi daerah
pegunungan dengan jalan yang menanjak, rumah-rumah warga yang berhimpit-
himpitan, jalan yang sempit dan tidak rata. Pada Desa Karangmangu RT 03/R W 01,
Baturraden terdiri dari 24 KK berdasarkan survei yang telah kami lakukan.

Pengambilan sampah dilakukan selama 6 hari beturut-turut dari hari Jumat, 1


Februari 2019 sampai dengan hari Rabu, 6 Februari 2019 pada waktu yang sama untuk
mengetahui berapa banyak seseorang menghasilkan sampah per hari menggunakan
kantong plastik besar berukuran >30 liter, diikat dan diberi label, kemudian dibawa ke
bank sampah untuk dianalisis pada praktikum analisis karakteristik fisik sampah
selanjutnya. Total jumlah penduduk sebanyak 105 orang dengan berat 95 kg. Kebiasaan
masyarakat dalam pemilahan sampah belum terlalu diperhatikan dalam membedakan
sampah organik dan anorganik.

Sampah rumah tangga yang diambil dari beberapa rumah warga tersebut berupa
sampah organik (sisa makanan), sampah non organik (plastik, kertas, kardus, dll), dan
ada beberapa sampah medis. Berat atau jumlah sampah yang diambil dari beberapa
rumah tersebut tentunya berbeda-beda dan tidak dipengaruhi oleh banyaknya penghuni
rumah. Karena banyak rumah yang jumlah penghuninya hanya 2 orang tetapi sampah
yang dihasilkan ternyata lebih banyak dari rumah yang jumlah penghuninya lebih dari 2
orang.

Dalam pengambilan sampah di beberapa rumah ini tentunya mustahil jika tidak ada
hambatan yang ditemukan. Hambatan atau masalah yang terjadi ketika pengambilan
sampah yaitu :

1. Faktor penghuni rumah


Seperti tidak adanya penghuni rumah ketika kami hendak mengambil sampah di
rumah tersebut karena penghuni rumah sedang pergi atau bekerja, sehingga kami
tidak bisa mengambil sampah untuk hari dan jam pada saat itu. Selain itu juga tidak
memenuhi target pengambilan sampah selama 6 hari berturut-turut. Pengambilan
sampah harus dilakukan pada jam yang sama untuk setiap harinya, karena untuk
mengetahui jumlah sampah yang dihasilkan selama 1 hari penuh.

2. Kondisi awal tempat sampah


Masih banyak penghuni rumah yang tidak melakukan pemilahan sampah pada
sumbernya, sehingga sampah-sampah yang dihasilkan masih tercampur antara
organik dan non organik. Selain itu juga pewadahan atau tempat sampah yang
digunakan tidak tertutup. Seharusnya masyarakat dihimbau untuk memulai
melakukan pemilahan sampah antara organik dan non organik supaya mereka lebih
peka terhadap lingkungan. Karena sampah organik yang dihasilkan dari kegiatan
manusia tentunya bisa digunakan untuk dijadikan kompos yang lebih bermanfaat,
sedangkan sampah non oganik (seperti plasti, botol plastik, dll) bisa didaur ulang
untuk dijadikan barang berharga lainnya. Kalaupun mereka malas untuk mendaur
ulang sampah-sampahnya, setidaknya mereka sudah memulai pemilahan sampah
supaya petugas sampah lebih mudah mengelola sampah-sampah tersebut. Kemudian
masyarakat seharusnya menggunakan tempat sampah yang tertutup supaya tidak ada
perindukan serangga yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia/penghuni
rumah.

I. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan survei sampah yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan
bahwa, pengelolaan sampah di RT03/RW01 Desa Karangmangu Kecamatan Baturraden
belum baik karena sampah dari sumber sampai TPA tidak dilakukan pemilahan terlebih
dahulu, dan belum terdapat TPS yang mudah dijangkau warga setempat. Dalam
melakukan praktik, kami juga kurang konsisten dalam menentukan waktu pengambilan
sampah.

J. Saran
1. Warga harus memilah sampah organik dan anorganik dan diletakkan ditempat
sampah yang berbeda.
2. Memanfaatkan kembali sampah-sampah, seperti sampah organik misalnya botol
plastik dan lain-lain yang dapat digunakan sebagai kerajinan tangan ataupun lainnya,
sedangkan sampah anoraganik dapat dijadikan pupuk kompos.
3. Warga meletakkan sampah yang sudah terakumulasi di luar rumah menggunakan
tempat sampah tertutup.
4. Perlu adanya pengelolaan sampah dan kerjasama dari pihak warga, pihak ketua RT,
dan kepala desa.
5. Dibangun TPS dengan swadaya pada tempat strategis sehingga mudah dijangkau
oleh warga setempat.
K. Kepustakaan
Nur Hilal. 2014. Modul Pengantar Praktikum Survei Sampah. Purwokerto.
https://www.google.com/search?safe=strict&biw=1366&bih=608&tbm=isch&sa=1&ei
=lTJgXPPkH4PHrQHs9ICYAg&q=peta+wilayah+desa+karangmangu+kecamatan+bat
urraden+&oq=peta+wilayah+desa+karangmangu+kecamatan+baturraden+&gs
L. Lampiran
Desa Karangmangu RT03/RW01 Kecamatan Baturraden merupakan wilayah yang
mempunyai topografi berbentuk pegunungan dengan jalan yang menanjak, rumah –
rumah warga yang berhimpit – himpitan, jalan yang sempit dan tidak rata.
A. Materi Praktikum
Pertemuan Ke- :3
Waktu : Rabu, 6 Februari 2019
Materi : Analisis Sampah
Lokasi : Bank Sampah Kampus VII Poltekkes Kemenkes Semarang
B. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu menganalisis komposisi sampah di tempat pembuangan sampah
2. Mahasiswa mampu menghitung volume dan berat sampah di tempat pembuangan
sampah
3. Mahasiswa mampu memberikan solusi pengolahan sampah berdasarkan analisis
komposisi sampah
C. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Sampling box
b. Timbangan
c. Ayakan
d. Sapu lidi
e. Kantong plastic
f. Penggaris
g. Hands cool
h. Masker
i. Terpal plastic
2. Bahan
a. Berbagai jenis sampah
D. Prosedur Kerja
1. Timbang massa sampah selama 5 hari menggunakan timbangan catat sebagai berat
sampah (kg).
2. Ukur sampling box catat panjang lebar dan tinggi.
3. Masukkan sampah kedalam sampling box hingga penuh.
4. Angkat setinggi 20 cm dan jatuhkan sebanyak 3 kali.
5. Catat tinggi sampah pada sampling box dan jadikan tinggi tersebut sebagai volume.
6. Masukkan sampah yang sudah diukur dengan sampling box kedalam ayakan kasar.
7. Goyang perlahan agar sampah dengan partikel kecil lolos dari ayakan kasar.
8. Pada ayakan kasar pisahkan antara kertas, plastik, botol, sisa makanan (organik).
9. Masing-masing jenis sampah yang sudah dipisahkan ditimbang, untuk mendapatkan
10. berat sampah dan dimasukkan kedalam sampling box untuk mendapatkan volume
sampah.
11. Lalu pada ayakan medium lakukan prosedur yang sama seperti ayakan kasar.
12. Yang tertahan pada ayakan medium hitung berat menggunakan timbangan dan
13. masukkan kedalam sampling box untuk mendapatkan volumenya.
14. Yang lolos pada ayakan medium catat sebagai ayakan halus.
15. Hitung berat menggunakan timbangan dan volumenya menggunakan sampling
box.
E. Hasil dan Pembahasan
1. Asal sampah : Rumah Tangga RT 03/ RW 01 Desa Karangmangu
2. Volume awal : 620,550 liter
3. Berat awal : 95 kg
4. Jumlah jiwa : 105 jiwa

%
NO KOMPOSISI
KOMPONEN VOL (ltr) BRT (kg) VOL BRT

I Kasar :
- Plastik 294,375 12,5 47,26 23,14
- Kertas 72,5 6 11,64 11,11
- Medis 4,6875 1 0,75 1,85
- Botol Plastik 64,375 1,5 10,33 2,77
- Kardus 9,375 1 1,5 1,85
- Botol Kaca 1,875 0,5 0,3 0,92
- Kain 3,125 0,5 0,5 0,92
- Pembalut dan 9,375 3 1,5 5,55
Pamper
- Kayu 8,125 2 1,3 3,7
- Styrofoam 36,875 1 5,92 1,85
- Organik 118,125 25 18,96 46,29
II Medium :
- Organik 131 51 80,12 83,6
- Plastik 25 6 15,29 9,83
- Kertas 5 2 3,05 3,27
- Medis 2,5 2 1,52 3,27
III Halus
- Organik 26,25 4 100 100

TOTAL :
319,375 18,5 38,24 15,54
Plastik
77,5 8 9,28 6,72
Kertas
29,6875 3 3,55 2,52
Medis
64,375 1,5 7,70 1,26
Botol Plastik
9,375 1 1,12 0,84
Kardus
1,875 0,5 0,22 0,42
Botol Kaca
3,125 0,5 0,37 0,42
Kain
9,375 3 1,12 2,52
Pembalut dan Pampers
8,125 2 0,97 1,68
Kayu
36,875 1 4,41 0,84
Styrofoam
275,375 80 32,97 67,2
Organik

F. Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum analisis karakteristik sampah dan berat jenis sampah
rumah tangga Desa Karangmangu RT 03 RW 01 selama empat hari dengan jumlah KK
sebanyak 105 orang didapatkan kesimpulan yaitu volume awal sampah sebanyak
620,550 liter dan berat awal 95 kg. Berdasarkan perhitungan, per orang menghasilkan
sampah sebanyak 0,37 kg dengan volume 2,65 liter dalam sehari. Setelah disaring
terdapat 3 jenis sampah yaitu sampah kasar, sampah medium, dan sampah halus. sampah
dipilah, diukur volume dan beratnya terdapat berbagai macam jenis sampah yaitu plastik
dengan volume 294,375 liter dan berat 12,5 kg, botol plastik dengan volume 36,250 liter
dan berat 1,5 kg, kertas dengan volume 68,4375 liter dan berat 8 kg, kardus dengan
volume 9,375 liter dan berat 1 kg, botol kaca dengan volume 1,875 liter dan berat 0,5 kg,
kain dengan volume 1,875 liter dan berat 0,5 kg, styrofoam dengan volume 36,875 liter
dan berat 1 kg, kayu dengan volume 8,125 liter dan berat 2 kg, pembalut dan pempers
dengan volume 7,500 liter dan berat 0,5 kg, medis dengan volume 7,1875 liter dan berat
3 kg, dan sampah organik dengan volume 130,425 liter dan berat 59 kg. Sampah yang
mempunyai volume dan berat terbesar yaitu sampah plastik dengan volume 291,5 liter,
dan sampah organik dengan berat 59 kg. Sampah botol kaca dan kain mempunyai volume
dan berat yang sama yaitu dengan volume 1,875 liter dan berat 0,5 kg. Berdasarkan
komposisi sampah berdasarkan (% volume) yang paling banyak adalah sampah plastik
(47,46%), selanjutnya sampah organik (21,76%), dan sampah kertas (12,23%).
Komposisi sampah berdasarkan (% berat) yang paling banyak adalah sampah organik
(61,78%) dan sampah plastik (19, 37%).
G. Saran/Rekomendasi
Dari praktek yang telah kami lakukan kemudian penulis berusaha memberikan
beberapa rekomendasi mengenai penglolaan sampah di Desa Karangmangu RT 03 RW
01 Baturraden Kabupaten Banyumas, antara lain :
1. Peran Serta Masyarakat
a. Dibutuhkan sosialisasi menyeluruh dan berkesinambungan mengenai
pengelolaan sampah di Desa Karangmangu RT 03 RW 01 Kabupaten Banyumas
kepada masyarakat serta diikuti dengan pemberian insentif dan disinsentif
kepada masyarakat yang mau mengurangi dan atau mengelolah sampah yang
dihasilkannya.
b. Masyarakat Desa Karangmangu RT 03 RW 01 harus melakukan pemilahan
sampah pada sumber sampah sebelum dibuang.
c. Masyarakat melakukan pemanfaatan sampah berupa kompos dan kerajinan
tangan.
2. Sarana dan Prasarana
Penambahan sarana dan prasarana pengelolaan sampah baik itu TPS, serta alat
angkut sampah di Desa Karangmangu RT 03 RW 01 Baturraden Kabupaten
Banyumas sesuai dengan jumlah yang telah dihitung, dan diharapkan alat angkut
sampah organic dan anorganik terpisah.