Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL

JOURNAL
REVIEW

MK. FISIKA
STATISTIK

DISTRIBUSI FERMI - DIRAC


Oleh Kelompok 3

NAMA MAHASISWA : Ayu Sri Menda Sitepu (8186175009)

: Normadina (8186175008)

: Rahmayani (8186175004)

MATA KULIAH : Fisika Statistik

PENDIDIKAN FISIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN
10 Oktober 2019
Kata Pengantar

Segala puji atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita
semua termasuk terselesaikannya Critical Journal Review yang berjudul “Fermi-Dirac and Bose-
Einstein Integrals and Their Applications to Resistivity in Some Magnetic Alloys, Part III”
dan “Bentuk Fungsional Energi Elektron Bloch pada Potensial Periodik Semikonduktor”
sebagai amanat yang diberikan kepada kami didalam memenuhi tugas mata kuliah Fisika
Statistik. Penulis berterimak a s i h kepada Ib u dosen P e n ga m p u ya n g s ud ah
m em be ri k an bimbingannya kami untuk penyelesaian tugas ini.

Dalam penyelesaian makalah ini penyusun merasa masih banyak kekurangan baik pada
teknis penulisan maupun yang lainnya, mengingatkan
kemampuan yang dimiliki penyusun. Untuk kritik dan saran dari semua pihak
sangat penulis harapkan demi penyempurnaan makalah yang sudah diselesaikan.

Medan, Oktober 2019


Penulis

Kelompok 4
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Rasionalisasi Pentingnya CJR

Critical Journal Review (CJR) merupakan suatu hal yang penting bagi mahasiswa karena
mempermudah dalam membahas inti hasil penelitian yang telah ada. Terdapat beberapa hal
penting sebelum kita mereview jurnal, seperti menemukan jurnal yang sesuai dengan topik yang
diangkat, membaca keseluruhan dari isi jurnal dan mencoba untuk menuliskan kembali dengan
bahasa sendiri pengertian dari jurnal tersebut. Jurnal memiliki beberapa ciri-ciri, seperti dibatasi
sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh organisasi penerorganisasi yang memuat jurnal ilmiah;
memiliki judul dan nama penulis serta alamat email dan asal organisasi penulis; terdapat abstract
yang berisi ringkasan dari isi jurnal, introduction, metodologi yang dipakai sebelumnya dan
metodologi yang diusulkan, implementasi, kesimpulan dan daftar pustaka.

Langkah penting dalam mereview sebuah jurnal, yaitu mengemukakan bagian


pendahuluan, mengemukakan bagian diskusi, mengemukakan bagian kesimpulan. Hal-hal yang
perlu ditampilkan dalam critical journal review, yaitu mengungkapkan beberapa landasan teori
yang digunakan oleh peneliti sebagai acuan dalam penelitiannya dan tujuan apa yang ingin
dicapai; mengungkapkan metode yang digunakan, subjek penelitian, teknik pengumpulan data,
alat pengumpul data, dan analisis data yang digunakan; mengambil hasil dari penelitian yang
telah dilakukan dengan memberikan deskripsi secara singkat, jelas, dan padat; serta
menyimpulkan isi dari jurnal.

1.2 Tujuan Penulisan CJR

a) Memahami dan menganalisis kelebihan dan kekurangan dari suatu jurnal.


b) Mempermudah dalam membahas inti hasil penelitian yang telah ada.
c) Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam suatu jurnal.
1.3 Manfaat CJR

a) Membantu semua kalangan dalam mengetahui inti dari hasil penelitian yang terdapat dalam
suatu jurnal.
b) Menjadi bahan evaluasi dalam pembuatan suatu jurnal di penerbitan berikutnya.

1.4 Identitas Jurnal I


1. Judul artikel : “Fermi-Dirac and Bose-Einstein Integrals and Their
Applications to Resistivity in Some Magnetic Alloys, Part III”
2. Nama Jurnal : Journal of Applied Mathematics and Physic
3. Edisi terbit : 2016 (Volume 4 - Issue 1)
4. Pengarang Artikel : Muhammad A. Al-Jalali, Saif A. Mouhammad
5. Penerbit : Scientiffic Research Publishing
6. Nomor ISSN : 493-499
7. Alamat situs : . http://www.scirp.org/journal/jamp

1.5 Identitas Jurnal II


1. Judul artikel : “Bentuk Fungsional Energi Elektron Bloch pada Potensial
Periodik Semikonduktor”.
2. Nama Jurnal : Jurnal Fisika Indonesia
3. Edisi terbit : Vol.XVII, No.51, Desember 2013
4. Pengarang Artikel : Rinto Agustino, M. Farchani Rosyid
5. Penerbit : JFI Universitas Gadjah Mada
6. Nomor ISSN : 1410-2994
7. Alamat situs : rinto_agustino@yahoo.co.id
BAB II

RINGKASAN ISI JURNAL

2.1 Ringkasan Isi Jurnal I : “Fermi-Dirac and Bose-Einstein Integrals and Their
Applications to Resistivity in Some Magnetic Alloys, Part III”

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung beberapa variabel fisik melalui
hubungan semi-empiris dengan membandingkan antara hasil teoritis dan eksperimental dengan
bantuan Fermi-Dirac dan Bose-Einstein Integals.

Banyak upaya dilakukan untuk, secara matematis, menyederhanakan integral FD dan BE


Persamaan (1) dapat diterapkan secara tepat pada semikonduktor untuk fermion (tipe-n) dan
lubang (tipe-p), tetapi pada logam murni dan paduan, persamaan ini membutuhkan modifikasi
sederhana agar sesuai dengan fungsi distribusi fermion dan boson dalam logam, jumlah fermion
atau boson dalam sistem gas kuantum dapat diberikan oleh.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji homogenitas untuk mengetahui
apakah kedua kelas homogen atau tidak, uji normalitas untuk mengetahui apakah kedua kelas
berdistribusi normal atau tidak, uji gain untuk mengetahui besar peningkatan rata-rata sikap
ilmiah siswa kedua kelas, dan uji-t untuk menguji peningkatan sikap ilmiah siswa menggunakan
pembelajaran berbasis praktikum lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran
konvensional.
2.2 Ringkasan Isi Jurnal II : “Bentuk Fungsional Energi Elektron Bloch pada Potensial
Periodik Semikonduktor”.

Tujuan dari penelitian ini adalah Metode terdahulu dalam perhitungan struktur elektron
seperti teori Hartree-Fock didasarkan pada fungsi gelombang banyak elektron yang rumit. TKF
menggantikan fungsi gelombang yang rumit ini dengan kerapatan elektron sebagai besaran
dasarnya.Tiga puluh tahun belakangan ini, TKF telah menjadi metode yang dominan digunakan
untuk simulasi mekanika kuantum sistem periodik. TKF juga digunakandalam kimia kuantum
dan sekarang banyak digunakan untuk simulasi energi permukaan di dalam molekul.

Secara alamiah, massa efektif berbeda dari massa elektron bebas, perbedaannya pada nilai
masing-masing pita dan jika ada beberapa minimum dalam pita, juga bergantung pada kekisi
zona Brillouin. Massa efektif berguna pada elektron ketika menenentukan sifat termal kristal
pada daerah pita dengan pendekatan kuadratik energi telah diketahui. Pita pada logam atau pita
konduksi dan valensi dalam semikonduktor merupakan contoh yang terbaik. Dalam kasus ini
system elektron Bloch pada massa elektron bebas diganti menjadi massa efektif electron
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pembahasan Mengenai Fermi-Dirac and Bose-Einstein Integrals and Their


Applications to Resistivity in Some Magnetic Alloys, Part III

3.1.1 Introduction (Pendahuluan)


Kontribusi dari keluarga integral Bloch-Grüneisen dan Debye untuk fonon, foton,
magnon, dan energi elektron dalam padatan diperlakukan di bagian sebelumnya. Bagian ini
akan menyoroti bagian penting dari integrasi, di mana kepentingan penulis sebagian besar
berkaitan dengan penerapan Fermi-Dirac (FD) dan Bose-Einstein (BE) integral untuk
masalah fisik nyata. Persamaan umum integral ini dapat diberikan sebagai berikut:

Tampaknya menghitung energi internal dalam padatan; kita harus mengikuti metode
rumit untuk mendapatkan persamaan energi yang mengandung integral FD dan BE, di mana
energi boson umum dan hubungan energi fermion energi dapat diberikan oleh bentuk terbaik
dan paling sederhana sebagai berikut :

Masalah utama dalam keadaan padat fisika adalah waktu relaksasi, kepadatan partikel,
dan potensi kimia, terutama mereka yang merupakan kelainan paduan logam magnetik
seperti kaca spin atau paduan Kondo. Tujuan dari CJR ini adalah untuk menghitung beberapa
variabel fisik melalui hubungan semi-empiris dengan membandingkan antara hasil teoritis
dan eksperimental dengan bantuan Fermi-Dirac dan Bose-Einstein Integals.
3.1.2 Visi Fisik untuk Integral FD dan B
Banyak upaya dilakukan untuk, secara matematis, menyederhanakan integral FD dan BE.
Persamaan (1) dapat diterapkan secara tepat pada semikonduktor untuk fermion (tipe-n) dan
lubang (tipe-p), tetapi pada logam murni dan paduan, persamaan ini membutuhkan modifikasi
sederhana agar sesuai dengan fungsi distribusi fermion dan boson dalam logam, jumlah
fermion atau boson dalam sistem gas kuantum dapat diberikan oleh:

Karena potensi kimia fonon, magnon, foton sama dengan nol (untuk partikel-partikel ini
mereka tidak memiliki hukum konservasi) maka dari:

3.1.2 Hasil Penelitian


Integral Fermi-Dirac dan Bose-Einstein adalah landasan untuk menghitung energi termal
dan turunannya dalam semua bahan. Bagian ini akan menjelaskan waktu relaksasi () τ dan
jumlah partikel (fermion dan boson) dalam resistivitas dengan membandingkan antara
ekspresi teoritis dan eksperimental, di mana sebagai karya sebelumnya terkonsentrasi pada
perilaku umum dari resistivitas, diagram fase Kondo dan gelas spin, maksimum dan minimum
resistivitas, interaksi sd dan RKKY. Pada suhu rendah, terdapat persaingan antara interaksi
yang berbeda, seperti elektron-elektron, elektron-fonon, elektron-magnon, interaksi pengotor-
elektron, interaksi s-d dalam paduan Kondo, dan interaksi RKKY dalam paduan kaca spin.
Semua mekanisme ini dapat ditemukan pada saat yang sama dalam tahanan total, dan
memisahkan mereka satu sama lain adalah proses yang sangat sulit. Resistivitas total dalam
logam murni, paduan normal dan magnetik mengandung banyak istilah dan dapat ditulis
sebagai berikut:
Analisis data resistivitas sebagai fungsi suhu dengan metode kuadrat-terkecil
memungkinkan untuk menentukan semua koefisien suhu. Dari Gambar 1 (a) dan dengan
menggunakan metode kuadrat terkecil, fitting suit memberikan ekspresi ini:

Analisis data dari Gambar 1 (b) dengan metode yang sama di atas, metode kuadrat terkecil
memberikan ekspresi ini:

Analisis data dari Gambar 1 (c), analisis matematika memberikan ungkapan ini:
Analisis data dari Gambar 1 (d) dengan metode kuadrat terkecil, analisis memberikan ungkapan
ini:

3.1.3 Kelebihan Jurnal I


Kelebihan jurnal ini menjelaskan dengan jelas dan detail tentang aplikasi Fermi dirac
dalam matematika.

3.1.4 Kekurangan Jurnal I


Kekurangan jurnal ini adalah tidak ada terdapat metodologi penelitiannya.
3.2 Pembahasan Mengenai Bentuk Fungsional Energi Elektron Bloch pada Potensial
Periodik Semikonduktor

3.1.1 Introduction (Pendahuluan)


Teori Kerapatan Fungsional (TKF) untuk sistem kuantum adalah teori atau gagasan eksak
tentang masalah banyak partikel, untuk mempelajari perilaku-perilaku keadaan dasar sistem-
sistem elektron melalui prinsip variasi. Walaupun secara formal eksak, fungsional tersebut
secara umum tidak diketahui. Namun demikian, terdapat berbagai teknik pendekatan yang
bekerja dengan baik untuk berbagai sistem elektronik. TKF pada awalnya dikembangkan untuk
sistem-sistem kuantum. Pada tahun 1964, teori ini pertama kali digagas dan dibuktikan
eksistensinya oleh P. Hohenberg dan Walter Kohn yang mempelajari struktur elektron. Hasil
karya ini dikenal sebagai teorema Hohenberg-Kohn (HK). Namun, yang dihasilkan sebatas
konsep, belum berada pada tataran terapan. Selanjutnya skema Kohn-Sham diperkenalkan
1965. Skema ini sudah dilengkapi dengan Local Density Approximation (LDA). Hasil ini
selanjutnya dikembangkan untuk sistem-sistem kuantum pada suhu berhingga.
Metode terdahulu dalam perhitungan struktur elektron seperti teori Hartree-Fock
didasarkan pada fungsi gelombang banyak elektron yang rumit. TKF menggantikan fungsi
gelombang yang rumit ini dengan kerapatan elektron sebagai besaran dasarnya.Tiga puluh
tahun belakangan ini, TKF telah menjadi metode yang dominan digunakan untuk simulasi
mekanika kuantum sistem periodik. TKF juga digunakandalam kimia kuantum dan sekarang
banyak digunakan untuk simulasi energi permukaan di dalam molekul.

3.1.2 Hasil Penelitian


3.1.2.1 ELEKTRON BLOCH PADA POTENSIAL PERIODIK
Massa efektif elektron merupakan massa elektron dalam pita energi ketika mengalami gaya
atau percepatan Potensial periodik diambil dari persamaan Schrodinger, sehingga masalahnya
kembali pada kasus klasik elektron bebas. Massa elektron pada kekisi anisotrop, sehingga
massanya tensor. Adapun langkah-langkah menentukan besarnya massa efektif adalah sebagai
berikut. Dari persamaan gerak kita tahu bahwa perumusan untuk kecepatan elektron adalah:
Dari persamaan ini, ruas kiri merupkan percepatan, dan ruas kanan merupakan sesuatu
dikalikan gaya F. Berdasarkan hukum II Newton kita ketahui bahwa:

Secara alamiah, massa efektif berbeda dari massa elektron bebas, perbedaannya pada nilai
masing-masing pita dan jika ada beberapa minimum dalam pita, juga bergantung pada kekisi
zona Brillouin. Massa efektif berguna pada elektron ketika menenentukan sifat termal kristal
pada daerah pita dengan pendekatan kuadratik energi telah diketahui. Pita pada logam atau pita
konduksi dan valensi dalam semikonduktor merupakan contoh yang terbaik. Dalam kasus ini
system elektron Bloch pada massa elektron bebas diganti menjadi massa efektif elektron. Kristal
yang bukan kubik, hubungan persebarannya bukan simetri bola. Jika simetri secara lokal pada
zona Brillouin ortorombik, maka bentuk energinya:

3.1.2.2 FUNGSIONAL ENERGI ELEKTRON BLOCH


Sistem yang diguanakan dalam kajian ini memenuhi distribusi Fermi Dirac yang
terdegenerasi, sehingga peluang terdapatnya electron di daerah lebih besar dari Kf adalah 0.
Sistem Hamiltonian untuk elektro-elektron Bloch pada potensial periodic semikonduktor adalah :
3.1.3 Kelebihan dan Kekurangan Isi Jurnal
a. Kelebihan Isi Jurnal
Di Jurnal yang kedua ini lebih menarik untuk di baca karena di jurnal ini
melampirkan banyak gambar-gambar dari mulai prosedur, dan hasil penelitiannya
juga melampirkan gambar-gambar yang jelas sehingga pembaca lebih menarik untuk
membacanya.

Kemudian kelebihan pada jurnal yang kedua ini paragraph satu dengan paragraph
yang lainnya saling berkesinambungan sehingga lebih memudahkan pembaca untuk
memahami isi jurnal.

b. Kekurangan Isi Jurnal


Di jurnal ini ada beberapa rumus fisika yang tidak di jelaskan, sehingga pembaca
tidak begitu mengerti apa yang di maksud dengan rumus tersebut.
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

1) Pada jurnal ke 1 : Kesetaraan antara energi internal dan resistivitas dan panas spesifik
memungkinkan untuk menyimpulkan hubungan semi-empiris yang bermanfaat, dan
dengan bantuan integral dari FD dan BE, banyak masalah telah diselesaikan, seperti
kepadatan partikel dan waktu relaksasi. Penting untuk mengumpulkan banyak hasil
eksperimen dari semua teknik lain, dan kemudian membuat perbandingan antara hasil
tersebut untuk memilih yang terbaik.

2) Pada jurnal ke 2 : Fungsional energi elektron Bloch pada semikonduktor merupakan


fungsi dari fungsional kerapatan. Dengan asumsi elektron mematuhi distribusi Fermi
Dirac yang terdegenerasi didapatkan fungsional FRR yang nantinya akan digunakan
untuk mencari minimizing dalam teori kerapatan fungsional.
DAFTAR PUSTAKA

Agustino Rinto, M. Farchani Rosyid. 2013. Bentuk Fungsional Energi Elektron Bloch pada
Potensial Periodik Semikonduktor. Jurnal Fisika Indonesia UGM. Vol. XVII, No.51
Desember 2013.

Al- Jalali Muhammad, Saif A. Mouhammad. 2016. Fermi-Dirac and Bose-Einstein Integrals and
Their Application to Resistivity in Some Magnetic Alloys. Journal of Appliad Mathematics
and Physics. Vol 4, No. 1 Maret 2016.