Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufiq dan karunia-Nya, sehingga
kami dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.

Karya ilmiah yang berjudul “Keripik Lidah Buaya” ini dibuat sebagai tugas Karya
Ilmiah Remaja semester genap tahun ajaran 2018/2019 di SMK Dr. Indra Adnan Indragiri
College.

Karya ilmiah ini, terselesaikan dengan baik karena dukungan dan bantuan dari teman-
teman. Untuk itu, kami mengucapkan terimakasih kepada ibu Ade Alfira Muva, Amd.Keb.
selaku guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja.

Kami menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini, masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang konstruktif dari pembaca dan guru pembimbing sangat kami
harapkan. Akhirnya kami berharap agar karya ilmiah ini, memberikan manfaat bagi masyarakat
secara umum.

Tembilahan, 23 Februari 2019

Kelompok I

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii

DAFTAR ISI....................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1


1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................. 2
1.3 Tujuan Masalah ................................................................................................... 2
1.4 Alternatif Pemecahan Masalah ........................................................................... 2
1.5 Kegunaan Penelitian ........................................................................................... 2
BAB II KAJIAN PUSTAKA .............................................................................................. 3
2.1 Tanaman Lidah Buaya ........................................................................................ 3
2.2 Sejarah Lidah Buaya............................................................................................ 4
2.3 Penyebaran Tanaman Lidah Buaya .................................................................... 5
2.4 Manfaat Tanaman Lidah Buaya ......................................................................... 6
BAB III METODE PENULISAN ..................................................................................... 8
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................................. 8
3.2 Alat dan Bahan .................................................................................................... 8
3.3 Metode Pembuatan Keripik Lidah Buaya .......................................................... 11
3.4 Pengamatan Hasil Produk ................................................................................... 16
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................... 17
4.1 Sifat Fisik Hasil Olahan ...................................................................................... 17
4.2 Hasil Pengamatan akhir ...................................................................................... 17
BAB V PENUTUP ............................................................................................................. 18
5.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 18
5.2 Saran .................................................................................................................... 18

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Alam semesta tercipta dengan proses yang amat rumit dan mengagumkan.
Seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya saling berkoordinasi membentuk sebuah
tatanan rantai kehidupan yang luar biasa. Manusia adalah makhluk yang sangat
bergantung dengan alam dan sekitarnya. Kebutuhan manusia seakan tidak dapat
dilepaskan oleh peran alam sebagai penunjang kestabilan, termasuk kebutuhan manusia
yang semakin beraneka ragam terutama dalam hal kebutuhan pangan.
Pangan merupakan suatu permasalahan vital karena menyangkut kebutuhan gizi
seseorang. Guna menunjang hal tersebut diperlukan makanan yang memiliki nutrisi baik
dan tentunya didukung oleh teknologi pengolahan pangan yang tepat. Adanya beraneka
ragam produk yang beredar di pasar membuat masyarakat lebih peduli terhadap
kesehatan, sehingga muncul trend untuk kembali menggunakan bahan-bahan alami (back
to nature).
Tanaman lidah buaya (aloe vera) merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat
dimanfaatkan sebagai bahan dasar pangan yang alami dan menyehatkan. Selain itu, lidah
buaya juga mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap antara lain vitamin, mineral,
asam amino dan enzim. Banyak kelebihan dan potensi sebagai bahan pangan karena
semua bagian dari tanaman dapat dimanfaatkan. Bagian-bagian lidah buaya yang
digunakan antara lain daun, getah daun dan gel bening. Potensi ini sebenarnya sudah
mulai dikembangkan namun sampai saat ini belum termanfaatkan secara maksimal.
Berdasarkan hasil penelitian tanaman lidah buaya mempunyai begitu banyak manfaat
untuk kesehatan, maka penggunaan lidah buaya yang semakin bervariasi akan
meningkatkan nilai ekonomi dan selera konsumen terhadap lidah buaya. Salah satu
pengolahan dengan membuat makanan ringan yang diminati yaitu mengolahnya menjadi
keripik lidah buaya.
Hasil pemaparan di atas menunjukan fakta – fakta yang melatar belakangi
penelitian, antara lain :
1) Semakin bervariasinya kebutuhan masyarakat akan kebutuhan pangan.
2) Banyaknya makanan bergizi rendah dan membahayakan kesehatan yang beredar
dipasaran.
3) Adanya keinginan untuk kembali menggunakan produk-produk yang alami karena
dianggap lebih menyehatkan.
4) Membuka usaha agroindustri baru untuk menciptakan produk yang mampu bersaing
dipasaran.
Hal-hal tersebut di atas, menjadi dasar mengapa penulis tertarik untuk
memanfaatkan lidah buaya ( Aloe Vera ) sebagai bahan baku pembuatan keripik.

1
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan data-data yang penulis paparkan di atas dapat dirumuskan beberapa
permasalahan, antara lain :
1.) Apakah lidah buaya (Aloe Vera) dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan
produk makanan?
2.) Bagaimana cara pembuatan keripik yang baik dan benar?
3.) Mampukah keripik lidah buaya menjadi produk pilihan para konsumen?

1.3. Tujuan Penelitian


Melalui penulisan karya ilmiah ini, maka tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai
berikut :
1) Menemukan alternatif baru untuk memanfaatkan tanaman lidah buaya (Aloe Vera)
sebagai bahan baku pembuatan produk makanan ringan.
2) Menciptakan produk makanan ringan yang sehat, bernutrisi, dan bernilai jual tinggi,
3) Membuka usaha agroindustri baru.

1.4. Alternatif Pemecahan Masalah


Mengajak masyarakat untuk dapat mengelola atau membuat sendiri lidah buaya
menjadi makanan ringan yang enak dan menyehatkan.

1.5. Kegunaan Penelitian


Penulisan karya ilmiah ini diharapkan memberi manfaat yang luas, baik bagi
penulis sendiri maupun pembaca umumnya;
1. Bagi penulis ;
Sebagai tugas pada mata pelajaran Karya Ilmiah Remaja, penulisan karya
ilmiah ini banyak memberi manfaat, baik langsung maupun tidak langsung,
diantaranya penulis mendapatkan pengetahuan dan wawasan mengenai tumbuhan
lidah buaya yang dapat diolah menjadi keripik yang enak dan menyehatkan.
Disamping itu penulis merasa dilatih untuk menulis dan menjadikannya sebagai
bahan referensi dan kajian untuk meningkatkan pembelajaran disekolah.
2. Bagi pembaca ;
Tidak jauh beda dari yang penulis sampaikan diatas, diharapkan melalui
tulisan ini dapat memberikan pemahaman mengenai tumbuhan lidah buaya yang
dapat diolah menjadi keripik yang enak dan menyehatkan.
3. Bagi masyarakat ;
Memberikan informasi dan masukan untuk dapat mengelola atau membuat
sendiri lidah buaya menjadi makanan ringan yang enak dan menyehatkan.

2
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1. Tanaman Lidah Buaya


Lidah buaya (Aloe Vera) merupakan tumbuhan liar di tempat yang berhawa panas
atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak
runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, panjang 15-36 cm,
lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning
kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat. Berikut adalah bagian-
bagian tanaman lidah buaya (Aloe Vera) :
a. Batang Tanaman

Gambar 2.1 Batang lidah buaya (Aloe vera)

Aloe vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh
daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Aloe vera yang
bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun.

b. Daun

Gambar 2.2 Daun lidah buaya (Aloe vera)

Daun tanaman Aloe vera berbentuk pita dengan helaian yang memanjang.
Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat
sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel)
sebagai bahan baku obat.

3
Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan
daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai
50 – 75 cm, dengan berat 0,5 kg – 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang
bersaf-saf.

c. Bunga

Gambar 2.3 Bunga lidah buaya (Aloe vera)

Bunga Aloe vera berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang
mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam
rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya
muncul bila ditanam di pegunungan.

2.2. Sejarah Lidah Buaya


Tanaman ini diberi nama lidah buaya karena bentuknya yang mirip dengan lidah
buaya. Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis
tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur
rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan
dengan mudah di kawasan kering di Afrika. Tanaman ini sudah digunakan bangsa
Samaria sekitar tahun 1875 SM.
Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar
tahun 1500 SM. Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama
Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit.
Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang
tenggorokan. Berikut merupakan kandungan kimia lidah buaya.

No. Kandungan Kimia Nilai


1 Komponen Air 95,51%
2 Total Padatan a Lemak 0,067%
Terlarut b Karbohidrat 0,043%
c Protein 0,038%
d Vitamin A 4,59%
e Vitamin C 3,47%
Tabel 2.1 Kandungan kimia lidah buaya

4
Lidah buaya merupakan tanaman asli Afrika, tepatnya dari Ethiopia. Akan tetapi
banyak berkembang di Yunani dan sudah dikenal sejak abad ke-14 SM. Tanaman ini
mempunyai nama yang berbeda di masing-masing wilayah. Nama-nama tersebut antara
lain dapat dilihat dari tabel berikut :

Negara Penamaan
Filipina Natau
Malaysia Jadam
Prancis Aloe
India Musabba
Arab Sabbar
Indonesia Lidah buaya
Tabel 2.2 Penamaan lidah buaya di berbagai Negara

2.3. Penyebaran Tanaman Lidah Buaya ( Aloe vera )


Penyebaran lidah buaya di Indonesia dimulai pada abad ke-17 yang dibawa oleh
orang China. Pada awalnya lidah buaya hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias di
pekarangan rumah dan obat pencuci rambut. Sejak tahun 1990 mulai dikembangkan
secara besar-besaran untuk bahan baku kosmetik, farmasi, minuman dan makanan.
Lidah buaya merupakan tanaman sukulen (banyak mengandung air) yang
termasuk suku Liliaceae. Ada sekitar 350 jenis lidah buaya yang hidup di dunia yang
termasuk suku ini. Akan tetapi yang banyak ditanam hanya beberapa jenis saja,
diantaranya adalah Aloe barbadensis Miller, Aloe ferox Miller, Aloe perryi Baker dan
Aloe chinensis Baker. Dari jenis-jenis tersebut yang paling banyak dimanfaatkan adalah
Aloe barbadensis Miller. Sedangkan lidah buaya yang banyak dikembangkan di
Indonesia terutama di Kalimantan Barat adalah Aloe chinensis Baker.
Tanaman lidah buaya akan berkembang baik pertumbuhannya di wilayah bersuhu
rata-rata 28-32oC. Lahan penanaman harus terbuka tanpa ternaungi oleh pepohonan
karena lidah buaya perlu sinar matahari penuh. Tanaman ini mempunyai keunggulan
yaitu tahan terhadap kekeringan, terutama pada musim kemarau, karena lidah buaya
dilengkapi dengan kemampuan menyimpan air dalam daunnya yang tebal. Akan tetapi
lidah buaya ini tidak tahan terhadap kelembaban tinggi atau di daerah yang curah
hujannya tinggi, tanaman ini mudah terkena serangan penyakit busuk pangkal batang
yang disebabkan oleh cendawan Fusarium sp. Tanaman ini dapat ditanam mulai dari
dataran rendah sampai dataran tinggi asalkan tanahnya subur, gembur, dan kaya bahan
organik, dengan pH ideal 5.5-6. Karena itu, tanaman lidah buaya dapat tumbuh di semua
jenis tanah asalkan tanah tersebut tidak tergenang air. Lidah buaya diklasifikasikan
sebagai berikut.

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)


Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

5
Ordo: Asparagales
Famili: Asphodelaceae
Genus: Aloe
Spesies: Aloe vera L.

2.4. Manfaat Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera)


Lidah buaya telah dikenal manfaatnya sejak dahulu. Bahkan seiring kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi, sekarang ini banyak yang memanfaatkan tanaman ini
sebagai bahan baku ataupun bahan campuran pembuatan berbagai macam produk. Lidah
buaya (Aloe vera) juga telah teruji mampu mencegah dan mengobati berbagai macam
jenis penyakit. Manfaat produk yang dihasilkan dari lidah buaya sangat beraneka ragam,
antara lain dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pada pembuatan produk berupa
shampo, pasta gigi, dan aneka macam kosmetik lainnya bahkan ada juga yang telah dijual
dalam bentuk minuman koktail. Lidah buaya juga dimanfaatkan sebagai bahan
pembuatan produk makanan. Seperti keripik, nata de aloe, sirup, teh, jus, koktail, jelly,
dodol, cendol, dan selai lidah buaya. Diketahui bahwa lidah buaya mengandung semua
jenis vitamin kecuali vitamin D. kandungan dan manfaat lidah buaya yang cukup
menakjubkan untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari table dibawah ini.

Zat Manfaat
Lignin Memiliki kemampuan penyerapan yang
tinggi yang mempermudah penyerapan
gel ke kulit sehingga mampu
melindungi kulit dari dehidrasi dan
menjaga kelembapan kulit.
Saponin Memiliki kemampuan membersihkan
(aseptic) dan sebagai bahan pencuci
yang sangat baik.
Komplek antharaquinon aloin, Bahan laksatif, penghilang rasa sakit,
barbaloin, iso-barbaloin, anthranol, mengurangi racun, senyawa anti bakteri,
aloe emodin, anthracene, aloetic dan memiliki kandungan antibiotic.
acid, asam sinamat, asam
krisophanat, eteral oil, dan resitanol
Kalium dan natrium Memelihara kekencangan muka dan
otot tubuh, regulasi dan metabolisme
tubuh dan penting dalam pengaturan
impuls saraf.
Kalsium Membantu pembentukan dan regenerasi
tulang.
Seng Bermanfaat bagi kesehatan saluran air
kencing.
Asam folat Bermanfaat bagi kesehatan kulit dan
rambut.

6
Vitamin A Berfungsi untuk oksigenerasi jaringan
tubuh, terutama kulit dan kuku.
Vitamin B1, B2, B6, niacinamida, Berfungsi untuk menjalankan fungsi
dan kolin tubuh secara normal dan sehat.
Enzim oksidase, amylase, katalase, Mengatur berbagai proses kimia dalam
lipase dan protease tubuh, dan menyembuhkan luka dalam
dan luar.
Enzim protease Penghilang rasa nyeri saat luka.
Asam krisofan Mendorong penyembuhan kulit yang
mengalami kerusakan.
Mono dan polisakarida (selulosa, Memenuhi kebutuhan metabolisme
glukosa, mannose, dan aldopentosa) tubuh dan berfungsi untuk
memproduksi mukopolisakarida.
Tabel 2.3 Komponen kimia lidah buaya berdasarkan manfaatnya

Kegunaannya lidah buaya bagi kesehatan manusia antara lain untuk mengobati
sakit kepala/pusing, sembelit, kejang pada anak, kurang gizi, batuk rejan, muntah darah,
kencin manis, wasir, peluruh haid dan penyubur rambut. Selain itu lidah buaya juga
bermanfaat sebagai penyembuh luka dan luka bakar serta mengurangi infeksi.
Setelah mengetahui beragam khasiat lidah buaya dan pemanfaatannya, tidak ada
salahnya jika kita mulai mencoba bahan alami yang satu ini untuk menjaga kesehatan
kita dan keluarga dengan membuat sendiri produk ini, baik untuk di konsumsi maupun
sebagai peluang bisnis usaha. Salah satunya adalah mengolah menjadi keripik lidah
buaya.

7
BAB III
METODE PENULISAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian


Proses pembuatan keripik lidah buaya ini dilakukan secara sederhana di rumah
pribadi. Waktu penelitian hingga pelaksanaanya dilakukan pada bulan Maret 2019.

3.2. Alat dan Bahan


3.2.1 Alat
Peralatan yang digunakan selama proses pengolahan adalah sebagai berikut:
1. Pisau

Gambar 3.1 Pisau

2. Piring

Gambar 3.2 Piring

3. Wajan

Gambar 3.3 Wajan

8
4. Kompor

Gambar 3.4 Kompor

5. Mangkuk

Gambar 3.5 Mangkuk

6. Nampan untuk menjemur

Gambar 3.6 Nampan

3.2.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam pengolahan keripik adalah :
1. Daun lidah buaya
Bagian daun yang digunakan adalah hanya bagian gel yang berwarna putih
bening saja.

9
Gambar 3.7 Daun lidah buaya

2. Tepung terigu dan Telur


Fungsinya sebagai pencipta rasa gurih dan renyah pada keripik lidah buaya.

Gambar 3.8 Tepung terigu

Gambar 3.9 Telur

3. Zat-zat lain sebagai pelengkap


Tujuan zat pelengkap seperti pewarna makanan, garam, perisa makanan adalah
untuk mendapatkan hasil produk yang diinginkan dan sesuai selera konsumen.

10
Gambar 3.10 Garam

Gambar 3.11 Masako (penyedap rasa)

3.3. Metode Pembuatan Keripik Lidah Buaya


Proses pembuatan keripik lidah buaya dilakukan secara sederhana agar mudah di tiru
oleh masyarakat. Langkah-langkah pembuatan keripik lidah buaya adalah sebagai
berikut :
a. Pengumpulan
Langkah awal untuk membuat sebuah produk adalah mengumpulkan alat
dan bahan yang diperlukan. Alat yang diperlukan antara lain, pisau gerat, tempat
untuk menjemur, mangkuk, kompor, wajan, dan pengaduk. Sedangkan bahan yang
diperlukan antara lain, daun lidah buaya yang berukuran sedang, dan bahan-bahan
pendukung lain seperti tepung terigu, telur, garam, minyak goreng, dan perisa
makanan secukupnya.

Gambar 3.12 Pemotongan daun lidah buaya

11
Gambar 3.13 Daun lidah buaya yang telah dipotong

b. Pengambilan Daging
Daun lidah buaya yang telah dibersihkan, dibelah menjadi dua (2) bagian untuk
mempermudah pengambilan daging dari daun. Setelah terlepas dari kulit luar, daging
lidah buaya yang berwarna putih dibersihkan menggunakan air bersih yang mengalir
sampai lendirnya hilang dan di iris tipis dengan ukuran 1 cm x 4 cm.

Gambar 3.14 Pencucian daun lidah buaya

Gambar 3.15 Pengupasan kulit daun lidah buaya

Gambar 3.16 Daging lidah buaya yang telah terpisah dengan kulitnya

12
Gambar 3.17 Pencucian daging lidah buaya

Gambar 3.18 Pemotongan daging lidah buaya

c. Pengeringan
Daging buah yang telah di bersihkan dan diiris tipis selanjutnya dijemur secara
konvensional di bawah terik matahari selama kurang lebih 6 jam hingga irisan lidah
buaya yang basah menjadi kering.

Gambar 3.19 Potongan daging lidah buaya sebelum dijemur

13
Gambar 3.20 Potongan daging lidah buaya setelah dijemur

d. Pencampuran
Setelah irisan lidah buaya kering, balutlah dengan tepung terigu lalu celupkan
ke dalam putih telur dan balut kembali dengan tepung terigu. Hal ini bertujuan untuk
mendapatkan hasil keripik lidah buaya yang krispi.

Gambar 3.21 Membalut lidah buaya dengan tepung terigu

Gambar 3.22 Lidah buaya yang dicelupkan ke dalam putih telur

14
Gambar 3.23 Membalut kembali lidah buaya dengan tepung terigu

e. Penggorengan
Panaskan minyak goreng lalu masukkan irisan lidah buaya yang sudah
dibalut tepung. Goreng hingga kekuningan. Lalu tiriskan. Proses ini dilakukan
dengan cara deep frying.

Gambar 3.24 Menggoreng lidah buaya yang sudah dibalut tepung

Gambar 3.25 Keripik lidah buaya yang digoreng sampai kekuningan

f. Penambahan Perisa
Tambahkan perisa makanan sesuai selera secara merata. Perisa makanan yang
akan ditambahkan bisa berupa garam, barbeque, jagung, keju, dan lain-lain.

15
Gambar 3.26 Keripik lidah buaya

3.4. Pengamatan Hasil Produk


Dari percobaan yang dilakukan, penulis dapat mengetahui tekstur, penampilan,
aroma, dan rasa yang dihasilkan dari produk yang dihasilkan. Berikut adalah hal-hal yang
diperoleh dari hasil pengamatan:
3.4.1 Tekstur dan Penampilan Keripik
Hasil produk olahan keripik lidah buaya yang alami ( tanpa pewarna dan perisa
makanan, kecuali garam) akan menghasilkan warna kuning keemasan. Apabila
menginginkan warna lain, kita dapat menambahkan pewarna makanan dan perisa
makanan secukupnya setelah penggorengan.
3.4.2 Rasa
Setelah melalui beberapa percobaan, dapat di simpulkan bahwa rasa yang
dihasilkan oleh keripik lidah buaya sangat dipengaruhi oleh kadar garam dan perisa
makanan yang digunakan.

16
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Sifat Fisik Hasil Olahan


Setelah melakukan percobaan tersebut dapat diketahui sifat-sifat dari hasil
olahan keripik lidah buaya tersebut. Sifat tersebut antara lain:
1. Keripik yang dihasilkan berwarna kuning keemasan apabila tidak dicampur dengan
pewarna dan perisa makanan.
2. Teksturnya renyah dan krispi.
3. Rasanya sesuai dengan perisa makanan yang ditambahkan.

4.2. Hasil Pengamatan Akhir


Setelah melakukan 2 kali percobaan, penulis dapat menyimpulkan bahwa
pembuatan keripik lidah buaya dapat dilakukan secara sederhana. Hal inilah yang
membuat penulis yakin bahwa masyarakat mudah untuk mempraktikanya sendiri di
rumah. Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan produk ini adalah ketelitian dan
perpaduan kadar zat yang harus sesuai agar menghasilkan produk yang baik. Hal-hal
yang diamati adalah peran tepung terigu, telur, pewarna makanan dan perisa makanan.
4.2.1 Mengetahui Pengaruh Cahaya Matahari
Panas dari cahaya matahari sangat besar pengaruhnya terhadap pembuatan
keripik lidah buaya. Daging lidah buaya yang tidak kering saat proses penjemuran
akan menyebabkan keripik yang dihasilkan tidak krispi dan agak berlendir.
4.2.2 Mengetahui Pengaruh Panas Minyak Goreng
Minyak goreng yang terlalu panas akan menyebabkan keripik gosong tetapi
bagian dalamnya belum matang. Dianjurkan minyak tidak terlalu panas.

17
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian manfaat tanaman lidah buaya ( Aloe Vera ) menjadi keripik
lidah buaya ini, dapat penulis simpulkan sebagai berikut :
 Dalam pembuatannya diperlukan ketelitian dalam penggunaan zat. Hal ini telah
dibuktikan melalui percobaan yang telah penulis lakukan. Dengan perbandingan
yang tepat, keripik hasil olahannya akan baik dan diminati para konsumen.
 Keripik lidah buaya memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh kita. Menurut
penelitian, lidah buaya merupakan salah satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia
yang telah dikembangkan oleh negara-negara maju sebagai bahan baku di bidang
industri farmasi dan pangan. Oleh karena itu, keripik lidah buaya sangat baik
dijadikan camilan wajib harian.
 Pemanfaatan lidah buaya menjadi produk olahan seperti keripik lidah buaya ini
sangat memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha agroindustri baru bagi
produsen. Karena selain rasanya yang enak, keripik lidah buaya ini juga bernutrisi
tinggi dan kaya manfaat.

5.2. Saran
Saran yang dapat penulis kemukakan dalam rangka upaya peningkatan pengelolaan
perpustakaan :

1. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk dapat lebih meningkatkan kualitas
produk yang baik.
2. Perlu diperhatikan penggunaan bahan dan zat dalam proses pembuatannya agar
mampu menghasilkan produk yang baik dan tetap (cita rasa selalu terjaga).
3. Pemerintah dan instansi terkait, diharapkan dapat mengembangkan lidah buaya
sebagai bahan pembuatan produk makanan.

18