Anda di halaman 1dari 2

Tugas IV (VILEP)

Susunlah tinjauan pustaka dan teori-teori yang mendukung topik penelitian


Anda
Bab II Kajian Pustaka

Dalam kegiatan ilmiah, dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah
menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam
mengkaji persoalan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat
diandalkan. Sebelum mengajukan hipotesis, peneliti wajib mengkaji teori-teori
dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang teliti yang
dipaparkan dalam Bab II (Kajian Pustaka).

Kajian pustaka memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoritis tentang objek
(variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa
argumentasi atas hipotesis yang telah diajukan dalam Bab I. Untuk dapat
memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang diteliti, diperlukan adanya
kajian teori yang memadai. Selanjutnya argumentasi atas hipotesis yang diajukan
menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan
penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan.
Pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam satu
subbab tersendiri.

Bahan pustaka yang dikaji dan dipaparkan hasilnya dalam Bab ini didasarkan
pada tiga kriteria,yaitu (1) prinsip kemuktakhiran (minimal 80% yang dirujuk
terbit sepuluh tahun terakhir), (2) prinsip keprimeran ( minimal 80% pustaka yang
dirujuk berasal dari hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal, skripsi, tesis,
disertasi, dan laporan penelitian, dan (3) prinsip relevansi (hanya pustaka yang
relevan dengan masalah yang diteliti saja yang dirujuk). Jumlah halaman Bab II
yang berisi kajian pustaka ini maksimal 10% dari seluruh isi bagian inti skripsi.
Contoh Kutipan2 Teori:

Bullying (dikenal sebagai “penindasan/risak” dalam bahasa Indonesia)


merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan
sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap
orang lain, bertujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus
(Wardhana, 2015).

Ken Rigby mendefinisikan bullying sebagai suatu keinginan untuk menyakiti +


melakukan tindakan menyakiti + ketidakseimbangan kekuatan + pengulangan
(umumnya) + tidak bijak dalam menggunakan kekuatan + perasaan ditindas
(California Department of Education, 2003).

Menurut Coloroso (2003) bullying adalah tindakan bermusuhan yang dilakukan


secara sadar dan disengaja yang bertujuan untuk menyakiti, seperti menakuti
melalui ancaman agresi dan menimbulkan teror. Termasuk juga tindakan yang
direncakan maupun yang spontan, bersifat nyata atau hampir tidak kentara, di
hadapan seseorang atau di belakang seseorang, mudah untuk diidentifikasi atau
terselubung dibalik persahabatan, dilakukan oleh seorang anak atau kelompok
anak. Bullying adalah jenis yang paling umum dari agresi dan korban yang
dialami oleh anak-anak usia sekolah (O'Brennan, Bradshaw, & Sawyer, 2009
dalam Saifullah, 2016). Bullying terjadi pada semua tingkat usia, tetapi mulai
meningkat pada akhir sekolah dasar, puncak di sekolah menengah, dan umumnya
menurun di sekolah tinggi. Bullying mempengaruhi baik anak laki-laki dan
perempuan. Anak laki-laki lebih sering terlibat dalam agresi fisik (Liu & Graves,
2011 dalam Saifullah, 2016).

Dst…