Anda di halaman 1dari 4

Soal Pre/ post test

1. Rasio kompresi dada dan pernafasan saat melakukan BHD dewasa


dengan 2 penolong adalah
a. 30:1
b. 30:2
c. 15:2
d. 15:1
2. Algoritme yang digunakan dalam melakukan CPR/BHD sesuai AHA
2015 adalah
a. D-R-S-C-A-B
b. D-R-B-A-C-S
c. D-R-S-A-B-C
d. D-R-S-C-B-A
3. Algoritma pada pasien dengan skoring merah adalah
a. Pasien stabil, lanjutkan monitor vital sign
b. Lakukan pengkajian ulang oleh PP/PJ shift setiap 2 jam,
lakukan tindakan terhadap kondisi Pasien.
c. Lakukan pengkajian ulang oleh PP/PJ shift setiap jam, lapor ke
dokter jaga dan DPJP
d. Aktifkan TMRC (code blue Sekunder) untuk tatalaksana, dokter
jaga hadir disamping pasien, tetap lakukan pemantauan
kondisi pasien
4. Apabila terjadi patah tulang dada saat melakukan kompresi dada
maka :
a. Tetap lanjutkan kompresi dada/BHD
b. Bawa segera ke RS untuk foto rontgen
c. Pasang Bidai
d. Hentikan tindakan kompresi dada/BHD
5. Irama jantung yang termasuk kategori Shockable adalah
a. VT with Pulse and VF
b. Pulseless VT and PEA
c. Pulseless VT and VF
d. VF and Asistole
6. Tujuan penyediaan Emergency Trolley diruangan adalah
a. Menyediakan stock obat dan alkes darurat untuk kebutuhan
pasien
b. Menyediakan kebutuhan awal obat dan alkes penanganan
kedaruratan di Ruangan dan Ruang kritis
c. Menyediakan kebutuhan obat dan alkes pasien kritis
d. Menyediakan stock obat harian di ruang rawat untuk pasien
7. Pasien yang masuk kategori merah dalam Triage 3 level adalah,
kecuali :
a. Pasien anak demam tinggi selama 2 hari dengan riwayat kejang
demam
b. Pasien dengan fraktur terbuka disertai perdarahan
c. Luka bakar derajat II daerah dada dan leher
d. Nyeri dada sub sternal disertai sesak nafas
8. Pembekalan Farmasi di Trolley Emergency harus memperhatikan hal-
hal berikut :
a. Dapat diisi dengan stok obat dan alkes lain sesuai kebutuhan
ruangan
b. Disimpan dalam trolley, tersedia dan sesuai permintaan
ruangan
c. Hanya diisi dengan perbekalan Farmasi Emergency, tidak boleh
dicampur dengan yang lain
d. Dihabiskan jika masih terdapat sisa obat, lalu diganti
9. Kedalam kompresi dada orang dewasa saat melakukan BHD adalah
a. 4-5cm
b. 5-6cm
c. Minimal 10cm
d. 3-5cm
10. Waktu sebaiknya dilakukan BHD saat terjadi henti nafas dan henti
jantung untuk mencegah kematian irreversible adalah
a. 10-15 menit
b. 1-2 menit
c. 2-3 menit
d. 3-8 menit
11. Tujuan dari pengisian lembar kompherensif adalah sebagai berikut,
kecuali :
a. Mengenal tanda-tanda awal kegawatan pada pasien-pasien
kritis anak dan dewasa
b. Mampu memberikan penatalaksanaan dini pada pasien-pasien
kritis anak dan dewasa
c. Merupakan salah satu kode darurat yang harus segera
ditangani
d. Memahami pentingnya deteksi dini kegawatan pada pasien-
pasien dengan penyakit yang mengancam jiwa
12. Kontraindikasi dilakukan Head Tilt-Chin lip adalah
a. Trauma cervical
b. Trauma maxilofacialis
c. Tension Penumothorax
d. Tamponade Jantung
13. Obat pilihan utama kasus SVT tidak stabil adalah
a. Amiodaron 300 dan 150 mg
b. Sulfa atropin 0,25 dan 0,5 mg
c. Adenosin 6 dan 12 mg
d. Epinefrin 1 mg, plush 20 ml Nacl
14. Tindakan yang dilakukan pada korban tersedak disebut :
a. Rescue breathing
b. Transportasi
c. Back blow
d. Resusitasi
15. Bila hasil pemantauan NEWSS menunjukkan perubahan kondisi
signifikan, yaitu berwarna merah, tidakan perawat adalah
a. Mengaktifkan Tim reaksi cepat (code blue primer)
b. Melakukan CPR
c. Mengaktifkan tim code blue sekunder
d. DNAR
16. Dalam akreditasi SNARS edisi 1, code blue masuk dalam standar
a. Standar 3.3
b. Standar 3.2
c. Standar 2.3
d. Standar 1
17. Urutan pertama Chain of Survival intra Hospital Cardiac Arrest
adalah
a. Early detection
b. Early CPR
c. Aerly Defibrillation
d. Early avacuation
18. Hal yang harus segera dilakukan saat menemukan korban tidak
sadar adalah
a. Amankan diri, korban dan lingkungan
b. Memanggil bantuan
c. Memberikan nafas buatan
d. Melakukan kompresi dada
19. Sesuai dengan Chain of Survival AHA 2015, Sewrangan jantung atau
Perburukan Pasien dalam RS dapat dicegah dengan Durveilance atau
pemantauan, tools yang digunakan untuk pemantauan dalam RS
adalah
a. TEWS
b. EWSS
c. APACHE
d. GCS
20. Trolley Emergency harus memperhatikan hal-hal berikut
a. Disimpan dalam trolley, tersedia dan sesuai permintaan
ruangan
b. Dapat disi dengan stol obat dan alkes lain sesuai kebutuhan
ruangan
c. Dihabiskan jika masih terdapat sisa obat, lalu diganti
d. Hanya diisi dengan perbekalan farmasi emergency, tidak boleh
dicampur dengan yang lain
21. Hal-hal yang harus diperhatikan pada trolley emergency, kecuali
a. Daftar dosis obat harus tersedia
b. Ada papan resusitasi,DC shock dan oksigen transfer
c. Ada daftar obat serta catatan penggunaan obat
d. Jika kunci trolley tidak terganti, tetap harus melakukan
pengecekkan obat, alkes, expired obat
22. Tenaga klinis yang tergabung dalam tim code blue sekunder adalah,
kecuali
a. Dokter umum
b. Perawat
c. Dokter spesialis
d. Radiografer
23. Maksud dan tujuan dilakukan Triage di IGD adalah
a. Memberi gambaran pasien rawat jalan atau rawat inap
b. Untuk memilah prioritas pasien dalam penanganan
c. Sebagai kelengkapan administrasi
d. Sebagai sarana antrian pasien
24. Tindakan segera dilakukan setelah DC shock yang pertama kasus
VF adalah
a. Pemberian amiodaron 300mg
b. Pemberian amiodaron 150mg
c. Pemberian epinefrin 1 mg
d. Lakukan CPR 5 siklus atau 2 menit
25. Yang tidak termasuk sub system dalam code blue adalah
a. Regulasi
b. SDM profesional
c. Pendanaan
d. Alat dan fasilitas