Anda di halaman 1dari 3

Perbedaan Sastra Populer dan Sastra Serius

Oleh Elvira Rizky Fitriana

a. Pengertian
Budi Darma (2004:4-7) secara tegas membedakan dua genre sastra, yaitu sastra
populer dan sastra serius. Sastra serius adalah genre sastra untuk ditafsirkan atau sastra
yang cenderung merangsang pembaca untuk menafsirkan atau menginterpretasikan
makna karya sastra itu. Sedangkan sastra hiburan adalah karya sastra untuk pelarian
(escape) dari kebosanan, rutinitas sehari-hari, atau dari masalah yang sukar
diselesaikan. Menurutnya, sastra ini bersifat meghibur sehingga banyak digemari
pembaca sehingga sastra hiburan juga dinamakan sastra pop, sastra populer. Berikut
akan dijelaskan lebih lanjut tentang pengertian sastra populer dan sastra serius.
 Sastra Populer
Sastra populer di Indonesia telah tumbuh sejak abad 10, terutama pada masa
pemerintahan Hindia Belanda. Sastra populer adalah sastra yang mempunyai
standard kualitas, mutu, dan selera yang rendah, yang ditampilkan ‘seakan-akan’
baru dan inovatif, padahal hanya mengulang dan mengimitasi apa yang telah ada
sebelumnya. Sastra populer ditandai pula dengan penggunaan ragam bahasa tertentu
yang dianggap tidak standar, yang “menyimpang” dari kaidah-kaidah bahasa yang
berlaku.Menurut KBBI, sastra populer merupakan karya sastra yang dianggap
populer yang baru dikenal setelahzaman post-modernisme (sekitar tahun 1970an)
dan lebih cenderung menggunakan bahasa sehari-hari dikalangan remaja. Yudiono
K.S dalam bukunya “Pengantar Sejarah Sastra” menyebutkan, sastra populer adalah
sastra yang di luar lingkungan majalah Horison, Sastra, Pusat Bahasa, fakultas
sastra dan Dewan Kesenian Jakarta yang mengisyaratkan lingkungan “serius” atau
resmi untuk kegiatan sastra yang berupa penciptaan (prosa, puisi, drama, kritik dan
esei), penelitian dan pengembangan sastra. karya sastra populer adalah karya sastra
yang harus diminati pembaca secara umum dan tidak menggunakan bahasa yang
berat-berat. Hal ini menyebabkan sastra populer memiliki kedudukan yang lebih
rendah dibanding sastra serius karena bertema dangkal dan kebanyakan mengangkat
cerita-cerita roman yang picisan.
 Sastra Serius
Berbeda halnya dengan sastra populer, sastra serius ini mempunyai standard
(kualitas,estetika, dan selera) yang tingi, sehingga selalu menghasilkan sesuatu yang
baru, yang belum ada sebelumnya. Sastra serius adalah sastra yang menggunakan
bahasa dengan estetika tertentu. Tidak bersifat komersil dan sangat dalam
membahas sisi kehidupan. Karena sastra serius tidak bersifat komersial, sehingga
tidak terlalu memperdulikan selera pasar. Berbeda dengan sastra serius yang
mampu melintasi zaman dan sangat melekat di hati pembacanya. Melihat hal itu
seharusnya sastra serius lebih diminati sebab sifatnya lebih abadi. Tidak mencuri
minat seseorang untuk beralih menjadi penulis-penulis karya sastra yang lebih
serius. Agaknya iming-iming komersialisasi tetap yang utama.

b. Perbedaan Sastra Populer dan Serius


 Berdasarkan Ideologi Estetika
1. Sastra serius lebih menonjolkan hakikat kehidupan secara mendalam, sedangkan
sastra populer tidak terlalu intens dalam mengungkap hakikat kehidupan. Hal ini
dipertajam oleh Kayam (1981: 88) dengan meyatakan bahwa sastra populer
merupakan perekam kehidupan yang tidak banyak membincangkan kembali dalam
serba kemungkinan. Penulis sastra populer memilih rekaman tentang kehidupan,
menyajikan kembali, dengan perhitungan pembacanya akan banyak mengenal
kembali pengalamanpengalamannya hingga terhibur. Adapun sastra yang ‘sastra’
atau sastra ‘serius’ (untuk menyebut sastra luhur) tidak sekedar merekam kembali,
tetapi membincangkan kembali melalui manipulasi, dan rasa sastra.
2. Biasanya sastra populer bersifat artifisial atau bersifat sementara, cepat
ketinggalan zaman, tidak memaksa orang membacanya sekali lagi. Oleh karena itu
sastra popuker cepat dilupakan pembacanya apalagi dengan muncul karya
sesudahnya (Nurgiyantoro, 1998 : 20).
3. Sastra serius memberikan banyak kemungkinan makna penceritaan, sastra
populer lebih pada pemenuhan kebutuhan hiburan.
 Berdasarkan Resepsi Pembaca
Berdasarkan resepsi pembaca, sastra populer cenderung ringan sehingga lebih
mudah dibaca dan dipahami. Penulis sastra populer hanya menyampaikan jalan
cerita semata. Dia tidak berpretensi mengejar efek estetika, melainkan memberikan
hiburan langsung dari isinya. Sedangkan sastra serius lebih berbobot, sehingga
pembaca membutuhkan daya konsentrasi yang tinggi dalam membacanya
(Rokhmansyah, 2011).
 Berdasarkan Pemahaman Pasar/Sosiologi Sastra
1. Dari segi jumlah pembaca, sastra serius tidak mempunyai banyak pembaca pada
setiap zamannya, sedangkan sastra populer lebih banyak pembacanya, Karena sastra
populer lebih mengejar selera pembaca. Kategori sastra ini tidak akan menceritakan
Sesuatu yang serius sebab akan mengurangi jumlah penggemarnya (Rokhmansyah,
2011).

Sumber :

Ashaidra.wordpress.com (diakses pada 26 September 2019)

Badanbahasa.kemendikbud.go.id (diakses pada 26 September 2019)

“Sastra Pop Vs Sastra Serius” oleh Bernard Batubara (diakses pada 26 September 2019)

M, Fadli. Makalah Sastra Populer. . https://www.scribd.com/document/320578358/Sastra-


Populer (diakses pada 26 September 2019)

Rokhmansyah, Alfian. 14 Oktober 2011. Sastra Serius dan Sastra


Populer. http://www.alfianrokhmansyah.com/2011/10/sastra-serius-dan-sastra-populer.html.
Diakses 26 September 2019.

Ulfa Zaini http://www.analisadaily.com/ (diakses pada 26 September 2019)