Anda di halaman 1dari 9

UNIVERSITAS INDONESIA

UNITRON CORPORATION

TUGAS KASUS
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Mata Kuliah
Akuntansi Manajemen dan Biaya Lanjutan

KELOMPOK 3 :

Arifatul Ilmi 1906330854


Aqmarina Ishmah Jatmika 1906417602

Dosen : Prof. Dr. Lindawati Gani, S.E., Ak., M.B.A., M.M., CA., FCMA., CGMA., CPA.

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI
JAKARTA
SEPTEMBER 2019
JUDUL KASUS : UNITRON CORPORATION

UNDERSTAND THE BUSINESS

Unitron merupakan perusahaan “hi-tech” yang berbasis di Boston. Di usia 20 tahun,


Unitron telah berhasil menjadi produsen terbaik untuk komponen elektronik berkualitas tinggi,
seperti rectifiers, thyristor, zeners, diodes, dan rakitan tegangan tinggi lainnya. Produk ini
mewakili komponen elektronik, seperti minicomputer, process controllers, sistem pertahanan, dan
peralatan komunikasi. Dengan penjualan $30 juta, Unitron masih lebih kecil dari industri "Big
Three", seperti Texas Instruments, Fairchild, dan Motorola. Namun, Unitron telah berkembang
menjadi pemimpin pasar. Dengan berkonsentrasi pada kinerja tinggi, Unitron memiliki
keunggulan kompetitif dibandingkan pesaingnya.

Rectifiers merupakan produk yang signifikan di Unitron. Fungsi dari rectifiers yaitu untuk
memungkinkan arus listrik lewat dalam satu arah sekaligus mencegah gerakan ke arah sebaliknya.
Unitron tidak mengetahui metode untuk mengontrol prosedur produksi untuk memperoleh
karakteristik listrik yang tepat.

Proses Produksi :

1. Memanaskan 50 silicon wafer (dibeli dari supplier luar) dan gas khusus dalam tungku hingga
12000C
2. Wafer dipotong hingga 100.000 chips
3. Chip tergabung diantara dua silinder logam hingga membentuk “sandwich”
4. Chip sandwich diselimuti glass sleeve
5. Sleeve dipanaskan hingga membentuk ikatan molekul dengan silicon chip. 60% dari 100.000
chip (60.000 chip) mencapai akhir dari tahap ini, sebanyak 40.000 chip hilang.
6. Memasang kawat perak atau tembaga
7. Produk jadi diwarnai sesuai dengan kode warna

Kurang lebih satu pertiga dari 60.000 chip dijual (± 20.000 chip). 5.000 unit lainnya
memiliki daya jual yang rendah dan tidak dapat diperbaiki. 5000 unit ini dijual untuk digunakan
sebagai komponen dalam barang yang relatif murah dan biasanya sekali pakai, seperti mainan atau
perlengkapan rumah yang berukuran kecil. Tidak perlu dilakukan stratgi markting khusus untuk
menjual “by product” tersebut.

Berikut ini merupakan spesifikasi produk dari total 60.000 unit :

1. Scrap : 35.000 unit


2. By-Products (second) : 5.000 unit
3. Regular product line : Total 20.000 unit
a. 401 : 4.500 unit
b. 402 : 6.000 unit
c. 403 : 4.500 unit
d. 404 : 3.000 unit
e. 405 : 2.000 unit

ACCOUNTING IN UNITRON

Unitron menggunakan metode Joint Cost. Ada dua teknik umum yang digunakan untuk
mengalokasikan joint cost, yaitu :

1. Average / physical unit, membagi semua joint costs dengan jumlah total unit yang terjual. Biasanya
metode ini menghasilkan persentase margin kotor yang berbeda untuk setiap produk akhir karena
biaya yang dialokasikan per unit adalah sama, terlepas dari nilai penjualan per unit.

2. Relative sales value, menetapkan biaya per unit berdasarkan bagian pro-rata setiap unit dari total
nilai pasar dari semua unit yang diproduksi. Hal ini menyebabkan persentase margin kotor untuk
semua produk selalu sama

PROBLEM

1. Pembuatan silicon "sandwich" oleh Unitron menciptakan komponen dengan karakteristik listrik
yang berbeda, sehingga sales value juga berbeda. Namun, Unitron menggunakan metode Joint
Cost, sehingga masing-masing biaya dari komponen yang diproduksi dalam satu batch tidak dapat
ditentukan.

2. Ada pesanan 6.000 unit untuk rectifiers seri 401, namun hanya sedikit stock rectifiers seri 401 yang
tersedia. Jacoby meminta pendapat Helen terkait :
a. Memenuhi order tersebut dengan seri 402, tanpa bayaran ekstra dari customer
b. Memicu proses produksi untuk memenuhi pesanan seri 401
Risiko :
- Usangnya persediaan
- Menambah biaya penyimpanan untuk unit lain yang tidak terjual (carrying cost = 2% per
bulan)
- Menolak pesanan tersbut karena “out of stock”
3. Manajer produksi tidak mau menerima tawaran dari perusahaan mainan lokal terkait
pemesanan 4.000 unit rectifiers seri 400 "seconds" setiap bulan dengan harga $0,15 per unit,
karena tidak menutup biaya variable, sehingga tidak menutupi pengeluaran out-of-pocket
sebesar $0,32 per unit. Perusahaan mainan itu bersedia menandatangani kontrak perusahaan
yang meminta 48.000 unit selama tahun berikutnya.

4. Adanya permintaan dari Departemen Pertahanan terkait pemesanan 100.000 unit rectifiers seri
404 dengan harga kurang lebih $ 0,75. Pengiriman dijadwalkan lebih dari 18 bulan, sekitar
5.500 unit per bulan. Apabila biaya dan harga cocok, tawaran ini akan berdampak baik pada
reputasi Unitron, mengingat pesanan ini terkait dengan sistem pertahanan baru.

DATA PERUSAHAAN

Tabel 1
Data Biaya Produksi untuk Rectifiers Seri 400
Annual Costs
Batch Costs
Direct Materials $ 2.500
Direct Labor 1.600
Variable Overhead 2.300
Total $ 6.400 *)$ 128.000
Nonvariable Rectifier
Manufacturing Costs**) 32.000
**
General Factory Overhead Costs ) 40.000
Total Manufacturing Cost $ 200.000
Keterangan :
*
) Produksi seri 400 rectifiers = 20 batch per tahun
**
) Dialokasikan berdasarkan biaya direct labor

Tabel 2
Rectifier Seri 400
Maximum Annual Current Annual
Sales
Product Blockage Voltage Sales Order Inventory Production
Price/unit
(volts) (units) (units) (units)
401 0,25 – 0,74 300 100.000 $ 0,40 3.000 90.000
402 0,75 – 1,24 400 140.000 0,60 10.000 120.000
403 1,25 – 1,74 500 100.000 0,70 9.000 90.000
404 1,75 – 2,24 600 40.000 0,80 8.000 60.000
405 2,25 – 2,75 700 20.000 1,00 5.000 40.000
TOTAL 400.000 35.000 400.000
By-product : 5.000 unit dengan harga $0,25 per unit, tetapi penjualan sangat lambat selama setahun
terakhir. Persediaan by-product sebanyak 65.000 unit ini tidak dianggap sebagai bagian dari lini
produk reguler, dan tidak diberi nilai persediaan. Pendapatan yang dihasilkan dari produk ini
dianggap sebagai pendapatan lain-lain.

REQUIRED

1. Dalam periode yang dimulai dengan zero inventory, bagaimana Unitron harus menetapkan
output produksi (400.000 unit) dari 20 batch ke pesanan penjualan (400.000 unit)? Buat matriks
"produced as / sold as"

Answer :

Matriks "produced as / sold as" :

Annual Sales
Serie Unit Annual Productions
Order (units)
100.000 401 90.000 90.000 401
402 10.000
140.000 402 110.000 120.000 402
403 30.000
100.000 403 60.000 90.000 403
404 40.000
40.000 404 20.000 60.000 404
405 20.000
20.000 405 20.000 40.000 405
400.000 400.000
Sumber : Tabel 2

2. Hitung biaya per unit untuk rectifier seri 400 pada sistem biaya average dan sistem biaya
relative sales value

Answer :
Metode Average :
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑎𝑛𝑢𝑓𝑎𝑐𝑡𝑢𝑟𝑖𝑛𝑔 𝐶𝑜𝑠𝑡
Cost per Unit =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑈𝑛𝑖𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝐷𝑖𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖
$ 200.000 dari Tabel 1
=
400.000 dari Tabel 2
= $ 0,5 / unit

Maka, biaya per unit dari seri 401, 402, 403, 404, dan 405 adalah $ 0,5 / unit
Metode Relative Sales Value :

Total Manufacturing Cost = $ 200.000

Annual Sales Annual Cost /


Sales Cost
Sales Price / % Sales Production Unit
Serie Value Allocation
Orders Unit Value (units) ($)
($) ($)
(units) ($)
401 100.000 0,40 40.000 16,26% 32.520 90.000 0,36
402 140.000 0,60 84.000 34,15% 68.293 120.000 0,57
403 100.000 0,70 70.000 28,46% 56.911 90.000 0,63
404 40.000 0,80 32.000 13,01% 26.016 60.000 0,43
405 20.000 1,00 20.000 8,13% 16.260 40.000 0,41
400.000 246.000 100,00% 200.000 400.000
Sumber : Tabel 2
Keterangan :
Sales Value ($) = Annual Sales Orders (units) x Sales Price/Unit ($)
% Sales Value = Sales Value ($) / Total Sales Value ($) x 100
Cost Allocation = Total Manufacturing Cost x % Sales Value
Cost / Unit ($) = Cost Allocation ($) / Annual Production (units)

3. A. Jika pesanan rectifier seri 401 sebanyak 6.000 unit diterima, maka perhitungan revenue, cost,
dan profit atas pesanan tersebut sebagai berikut :

Answer :
Physical Unit :
401
Cost /Unit ($) 0,40
Unit Order 6.000
Sales ($) $2.400
Current Inventory 3.000
Cost / Unit $0,5 $1.500
Unit Order – Current Inventory 3.000
Cost/Unit $0,5 $1.500
Total Cost ($) $3.000
Profit (Loss) ($600)
Keterangan :
Sales = Cost/Unit x Unit Order
Total Cost = (Current Inventory x Cost/Unit) + [(Unit Order – Current Inventory) x
Cost/Unit]
Profit = Sales – Total Cost
Relative Sales Value
401
Cost /Unit ($) 0,40
Unit Order 6.000
Sales ($) $2.400
Current Inventory 3.000
Cost / Unit $0,36 $1.080
Unit Order – Current Inventory 3.000
Cost/Unit $0,57 $1.710
Total Cost ($) $2.790
Profit (Loss) ($390)
Keterangan :
Sales = Cost/Unit x Unit Order
Total Cost = (Current Inventory x Cost/Unit) + [(Unit Order – Current Inventory) x
Cost/Unit]
Profit = Sales – Total Cost

B. Rekomendasi dari Helen :


1. Menggunakan metode Relative Sales Value, karena alokasi biaya pada metode ini lebih
akurat mengingat faktor Sales Value juga dipertimbangkan
2. Perusahaan sebaiknya memproduksi produk 401 lebih banyak, karena profit yang
diterima lebih banyak dibanding jika menggunakan produk 402. Ketika memproduksi
produk 401 diperoleh selisih profit sebesar 0,04 (0,40-0,36) sementara apabila
menggunakan produk 402 selisih profitnya hanya sebesar 0,03 (0,60-0,57)

4. Profit dari regular line product :

Sales
Cost/Unit
Series Units Price/Unit Sales ($) Cost ($) Profit ($)
($)
($)
401 4500 0.36 0.4 1800 1620 180
402 6000 0.57 0.6 3600 3420 180
403 4500 0.63 0.7 3150 2835 315
404 3000 0.43 0.8 2400 1290 1110
405 2000 0.41 1 2000 820 1180
Total 12950 9985 2965
Profit dari by-products :

Sales
Cost/Unit Profit/Loss
Series Units Price/Unit Sales ($) Cost ($)
($) ($)
($)
400 4000 0.32 0.15 600 1280 (680)

Rekomendasi terkait perusahaan mainan :


Sebaiknya Unitron menerima tawaran dari perusahaan mainan, karena profit yang diperoleh
Unitron melalui produk Regular Line dapat menutupi total biayanya, sehingga by-product bisa
dijual dengan harga $0.15 per unit

5. Rekomendasi terkait metode alokasi biaya :


Sebaiknya Unitron menggunakan metode relative sales value, mengingat sales value menjadi
salah satu pertimbangan dalam metode ini, sehingga alokasi biaya lebih akurat.

6. Profit Margin = 10%


Price = $0,75
Cost = 90% x $ 0,75
= $ 0,675

Sebelum menerima penawaran pemerintah :

Physical Unit Relative Sales Value


Sales price/unit 0,800 0,800
Cost/Unit 0,500 0,430
Profit 0,300 0,370

Setelah menerima penawaran pemerintah :

Physical Unit Relative Sales Value


Cost/unit 0,500 0,430
Profit margin 10% 10%
Allowed price 0,550 0,473
Profit 0,050 0,043
Selisih profit sebelum dan setelah menerima penawaran pemerintah

Physical Unit Relative Sales Value


Profit sebelum 0,300 0,370
Profit setelah 0,050 0,043
Selisih Profit (0,250) (0,327)

Jadi, perusahaan dapat menerima penawaran pemerintah karena harga yang ditawarkan masih
lebih tinggi dibanding allowed price sehingga perusahaan masih menerima profit sebesar 0,050
untuk physical unit dan 0,043 untuk relative sales value. Namun perusahaan perlu
memperhatikan bahwa profit yang diperoleh mengalami penurunan sebesar sebesar 0,250 untuk
physical unit dan 0,327 untuk relative sales value. Apabila bisa menerima pengurangan profit
sebesar itu, maka perusahaan dapat menerima penawaran dari pemerintah.
Perusahaan sebaiknya memilih metode physical unit karena selisih profitnya lebih rendah yaitu
sebesar 0,250.