Anda di halaman 1dari 4

Nama : Euis Sumarni

NIM : 1705745

Kelas/Prodi : 5A/ Pendidkan Geografi

Mata Kuliah : Kewirausahaan

Tugas

1. Jelaskan tentang revolusi industri dari 1.0 – 4.0


2. Jelaskan tentang evolusi konsep pemasaran
3. Strategi pemasaran yang dapat digunakan pada industri 4.0

Jawaban

1. Revolusi Industri 1.0 – 4.0


a. Istilah Revolusi Industri muncul sebagai akibat dari adanya perubahan yang terjadi
pada manusia dalam melakukan proses pdoruksi. Istilah Revolusi Industri pertama
kali muncul pada tahun 1750-an, dan pada tahaun itulah awal mula di kenal sebagai
Rvolusi Industri 1.0.
Revolusi Industri 1.0 berlangusng selama kurang lebih sertaus tahun, yaitu berkisar
pada tahun 1750-1850. Perubahan yang terjadi pada Revolusi Industri 1.0 yaitu
perubahan secara besar-besaran dalam bidang pertanian, manufaktur,
pertambangan, transportasi, dan teknologi sehingga memiliki dampak yang besar
terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri 1.0
melahirkan sejarah dimana ketika tenaga manusia dan hewan mulai digantikan
dengan mesin. Salah satunya yaitu adanya mesin uap yang muncul pada abad ke-
18. Revolusi Industri ini dicatat oleh sejarah karena berhasil mendorong naik
perekonomian secara dramatis dimana selama dua abad setelah Revolusi Industri
terjadi peningkatan rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia sehingga
naik menjadi enam kali lipat.
b. Revolusi Industri 2.0 dikenal sebagai Revolusi Teknologi, yaitu sebuah fase dimana
industrialisasi berkembang dengan sangat pesat pada akhir abad ke-19 hingga awal
abad ke-20. Revolusi Industri 1.0 yang berakhir pada pertengahan tahun 1800-an,
diselingi dengan perlambatan dalam penemuan makro sebelum Revolusi Industri
2.0 muncul pada tahun 1870. Revolusi Industri 2.0 pada umumnya dimulai dari
tahun 1870 sampai dengan 1914, dimana merupakan awal Perang Dunia I terjadi.
Revolusi Industri 2.0 ditandai dengan adanya pembangkit tenaga listrik dan motor
pembakaran dalam (combustionchamber). Penemuan ini memicu adanya pesawat
telepon, mobil, pesawat terbang, dan lainnya yang dapat mengubah wajah dunia
secara signifikan.
c. Revolusi Industri 3.0 muncul ditandai dengan adanya teknologi dan internet. Proses
Revolusi Industri 3.0 ini jika dikaji menurut sudut pandang sosiologis Inggris David
Harvey merupakan suatu proses penempatan ruang dan waktu. Ruang dan waktu
semakin terkompresi. Dan hal ini memuncak pada revolusi 3.0 yaitu revolusi digital.
Waktu dan ruang sudah tidak lagi berjarak. Revolusi Industri 2.0 dengan adanya
mobil membuat waktu dan jarak semakin dekat. Sedangkan Revolusi Industri 3.0
menyatukan keduanya. Oleh karena itu, era digital sekarang mengusung sisi
kekinian (real time). Selain mengusung sisi kekinian, Revolusi Industri 3.0 juga
mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemorer. Praktik bisnis pun
mau tidak mau harus berubah mengikuti zaman agar tidak tertinggal. Namun,
revolusi ketiga juga memiliki sisi yang harus di waspadai. Teknologi membuat
pabrik-pabrik dan mesin industri lebih memilih mesin dibandingkan dengan
manusia. Terutama mesin yang canggih memiliki kemampuan produksi yang
berlipat. Sehingga menimbulkan konsekuensi pengurangan terhadap tenaga kerja
manusia yang tidak bisa dihindari. Selain itu, reproduksi pun mempunyai kekuatan
yang luar biasa. Hanya dengan hitungan jam, banyak produk yang dapat dihasilkan.
Jauh sekali jika proses produksi tersebut dilakukan oleh manusia.
d. Pada Revolusi Industri 4.0, manusia menemukan pola baru ketika disruptif
teknologi (disruptivetechnology) hadir dengan cepat dan mengancam keberadaan
perusahaan-perusahaan incumbent. Sejarah telah mencatat bahwa revolusi industri
telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa.
Lebih dari itu, pada era industri 4.0 ukuran besar perusahaan tidak lagi menjadi
jaminan, namun kelincahan perusahaan menjadi kunci keberhasilan meraih prestasi
dengan cepat. Jika kita perhatikan tahap revolusi dari masa ke masa, akan timbul
akibat dari manusia yang terus mencari cara termudah untuk beraktifitas. Setiap
tahap menimbulkan konsekuensi pergerakan yang semakin cepat. Perubahan adalah
keniscayaan dalam kehidupan umat manusia.
2. Evolusi Konsep Pemasaran
a. Konsep Produksi (Production Concept)
Produsen berkonsentrasi kepada proses produksi, produsen beramai-ramai
membuat produk dalam jumlah besar untuk dijual ke konsumen. Model ini hidup
pada masa awal industrialisasi.
b. Konsep Produk (Product Concept)
Produsen tidak hanya sekedar melempar produk ke pasar dalam jumlah yang besar,
namun mulai berkonsentrasi pada kualitas. Kualitas produk menjadi senjata utama
agar dapat bersaing di pasar.
c. Konsep Penjualan (Selling Concept)
Orientasi pasar tidak lagi pada jumlah produk yang banyak atau pengembangan
kualitas produk, namun bagaimana cara menjual produk tersebut. Mulai saat itu
para produsen mulai memperkenalkan produknya kepada konsumen melalui
distribusi, promosi, periklanan, dan public relations.
d. Konsep Pemasaran (Marketing Concept)
Konsep pemasaran lebih luas dibandingkan dengan kosep penjualan. Produsen
tidak hanya sekedar bermain pada distribusi, promosi, periklanan, dan public
relations. Konsentrasi produsen diarahkan kepada konsumen. Membangun
kepuasan konsumen menjadi tujuan utama melalui kualitas, pelayanan, dan nilai.
e. Konsep Pemasaran Kesejahteraan (Societal Marketing Concept)
Konsep ini di ilhami oleh teori perilaku (Behavior Theory) milik Abraham Maslow.
Dimana pada tingkat kelima dari teori tersebut dikenal dengan istilah aktualisasi
diri, yang kemudian memunculkan konsep pemasaran kesejahteraan. Pada konsep
ini perusahaan mulai memperhatikan masyarakat yang telah turut membesarkan
perusahaannya. Perusahaan merasa perlu membalas jerih payah masyarakat.
3. Strategi Pemasaran di era industri 4.0
a. Perbaikan alur barang dan material, tujuannya untuk mengurangi impor bahan baku
dan berbagai komponen produksi dalam industri.
b. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia, karena tenaga kerja yang dapat
mengaplikasikan dan mengontrol teknologi di mas inilah yang dapt terus bergerak
maju.
c. Penggunaan teknologi digital, karena dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja
di dalam perusahaan.
d. Harmonisasi aturan dan kebijakan
e. Menarik minat investro asing
f. Perluas jaringan bisnis