Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Negara Indonesia merupakan suatu sistem yang terdiri dari


berbagai elemen yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan
nasional yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) yaitu melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan nasional
tersebut diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu
melaksanakan tugas dan perannya dengan baik, salah satunya adalah
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, mampu
menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat, memiliki kesetiaan
dan ketaatan kepada negara, bermoral dan bermental baik, serta mampu
menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Sebagai seorang tenaga kesehatan yang baru diangkat menjadi
ASN memerlukan sebuah sistem pendidikan dan pelatihan disebut
dengan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang
merupakan wadah yang tepat untuk membentuk pola pikir yang baru bagi
ASN terkandung dalam Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara
Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Melalui pembelajaran ini,
diharapkan para tenaga kesehatan terutama dokter dapat memahami dan
menghayati makna dari nilai-nilai dasar profesi, mampu
mengaplikasikannya dalam pekerjaannya sehari-hari sejalan dengan
peningkatan pengetahuan dan teknologi informasi, dimana kebutuhan dan
tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin

1
meningkat, baik pelayanan yang bersifat preventif, promotif, kuratif,
maupun rehabilitatif. Seorang ASN diharapkan memiliki akuntabilitas
dalam pekerjaan, nasionalisme yang tinggi, etika publik yang baik,
komitmen mutu dan menjalankan program anti korupsi.
Berdasarkan organisasi kesehatan dunia, World Health
Organization (WHO), definisi sehat adalah suatu keadaan sejahtera yang
meliputi fisik, mental dan sosial yang tidak hanya bebas dari penyakit atau
kecacatan. Oleh karena itu, kesehatan jiwa bukan sekedar bebas dari
gangguan tetapi lebih kepada perasan sehat, sejahtera dan bahagia (well
being), ada keserasian antara pikiran, perasaan, perilaku, dapat
merasakan kebahagiaan dalam sebagian besar kehidupannya serta
mampu mengatasi tantangan hidup sehari-hari. Kesehatan adalah hak
dasar setiap manusia dan semua warga negara berhak mendapatkan
pelayanan kesehatan, tanpa membedakan-bedakan latar belakang suku,
agama, ras, dan antar golongan (SARA).
Kesehatan merupakan salah satu faktor penting penunjang
keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Masalah kesehatan saat ini
dihadapkan pada masalah kesehatan ganda, dimana penyakit infeksi
dimasyarakat masih belum dapat ditekan serendah mungkin. Namun di
sisi lain telah muncul kecenderungan adanya peningkatan penyakit non
infeksi atau Penyakit Tidak Menular (PTM) di masyarakat yang terkait
dengan gaya hidup, seperti : hipertensi, obesitas, diabetes melitus, cardio
vascular disease dan gastritis. Penyakit Tidak Menular (PTM) yang
menyita banyak perhatian adalah Hipertensi.
Hipertensi atau Tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan
dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan
tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Diagnosis hipertensi ditegakkan
dengan dua kali pengukuran tekanan darah saat istirahat pada
kesempatan yang berbeda. Penyakit Hipertensi sangat berpengaruh
terhadap kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada
peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar. Oleh karenanya semua
pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, seharusnya ikut serta secara
aktif dalam upaya pencegahan. Hipertensi merupakan penyakit menahun

2
yang akan disandang seumur hidup. Pengelolaan penyakit ini memerlukan
peran serta dokter, perawat, ahli gizi dan tenaga kesehatan lainnya.
Pasien dan keluarga juga mempunyai peran yang penting, sehingga perlu
mendapatkan edukasi untuk memberikan pemahaman mengenai
perjalanan penyakit, pencegahan, penyulit, dan penatalaksaan
(pengaturan terapi) Hipertensi. Pemahaman yang baik akan sangat
membantu meningkatkan keikutsertaan keluarga dalam upaya
penatalaksanaan hipertensi guna mencapai hasil yang lebih baik.
Dokter umum berperan penting sebagai ujung tombak di
pelayanan kesehatan primer. Kasus Hipertensi sederhana tanpa penyulit
dapat dikelola dengan tuntas oleh dokter umum di pelayanan kesehatan
primer yaitu pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Penyandang
Hipertensi dengan tekanan darah yang sulit dikendalikan atau yang
berpotensi mengalami penyulit Hipertensi perlu secara periodik
dikonsultasikan kepada dokter spesialis penyakit dalam di tingkat
pelayanan kesehatan yang lebih tinggi di rumah sakit rujukan. Pasien
dapat kembali kepada dokter pelayanan primer setelah penanganan di
rumah sakit rujukan selesai.
Berdasarkan data rekapitulasi 10 penyakit terbanyak di
Puskesmas Kasongan II pada tahun 2018 kunjungan pasien Hipertensi
sejumlah 207 kasus dan merupakan salah satu PTM terbanyak.
Dilatarbelakangi oleh hal ini, saya sebagai penulis merasa tergerak untuk
mengangkat kondisi tersebut di atas sebagai isu dari rancangan kegiatan
aktualisasi.

Tabel 1.1
Sepuluh Penyakit Terbanyak Di Puskesmas Kasongan II
Tahun 2018
No Jenis Penyakit Jumlah Kunjungan

3
1 ISPA 669
2 Penyakit sistem otot, jar. Ikat dan 226
tulang
3 Hipertensi 207
4 Caries gigi 127
5 Diare 107
6 Dyspepsia 98
7 Penyakit kulit alergi 88
8 Cephalgia 40
9 Konjungtivitis 15
10 Varicella 13
Sumber data: Puskesmas Kasongan II dalam SP2TP tahun 2018

B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi


Proposal rancangan aktualisasi ini memiliki tujuan umum dimana
ASN mampu melaksanakan pelayanan kesehatan berdasar nilai-nilai
dasar ASN yaitu ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti korupsi), serta sebagai syarat kelulusan diklat
prajabatan Golongan III dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan
dan Pelatihan (STTPL). Selain itu, tujuan khusus yaitu optimalisasi
pelayanan pasien Hipertensi di puskesmas Kasongan II.
Manfaat aktualisasi adalah terwujudnya pelayanan kesehatan
bagi masyarakat serta semakin berdaya dan mandirinya masyarakat.

C. Isu Aktual
Dengan mengikuti Pelatihan Dasar ini diharapkan Dokter dapat
mengaktualisasikan dan menerapkan nilai nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi) serta manajemen ASN, Whole Of Goverment dan Pelayanan
Publik dilingkungan kerja UPTD Kecamatan Katingan Hilir Puskesmas
Kasongan II, sehingga dapat diaktualisasi dalama kegiatan sehari-hari
dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat diwilayah kerja serta
terbentuknya dokter yang memiliki integritas.
Berdasarkan identifikasi isu yang dibuat, maka penulis
melakukan analisis isu ntuk mengetahui seberapa tinggi skala untuk

4
menindaklanjuti maupun memecahkan permasalahannya menggunakan
kriteria analisis USG dengan menerapkan rentang (1-5) dari mulai sangat
USG atau tidak sangat USG. Dengan keterangan yaitu Urgency: seberapa
mendesak suatu harus dibahas, dianalisa dan ditindaklanjuti; S yaitu
Seriousness: seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan
akibat yang akan di timbulkan; dan G yaitu Growth: seberapa
kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditanggapi segera.
Tabel 1.2
Analisis Isu
No Identifikasi Isu Tehnik Analisis Total
U S G
1. Meningkatnya kunjungan pasien 5 5 5 15
hipertensi pada UPTD Kecamatan
Katingan Hilir Puskesmas Kasongan
II
2. Meningkatnya dampak kesehatan 4 4 5 13
pernafasan akibat kebakaran hutan
dan lahan di wilayah Puskesmas
Kasongan II
3. Rendahnya minat masyarakat 3 3 3 9
melakukan aktivitas fisik

Berdasarkan uraian tersebut dan laporan 10 penyakit terbanyak


pada UPTD Kecamatan Katingan Hilir Puskesmas Kasongan II pada
tahun 2018 dimana kasus Hipertensi adalah salah satu kasus Penyakit
tidak menular terbanyak, maka dilakukan pengaktualisasian nilai-nilai
dasar ANEKA dengan judul “ Implementasi Nilai-Nilai Dasar CPNS Dalam
ANEKA Sebagai dokter pada UPTD Kecamatan Katingan Hilir Puskesmas
Kasongan II untuk peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap
penyakit hipertensi ”. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang
mematikan jika tidak terdeteksi dan dapat menimbulkan komplikasi
dimana seharusnya semua pihak, ikut serta secara aktif dalam upaya
pencegahan untuk mengendalikan penyakit Hipertensi dengan
pengobatan teratur dan perbaikan pola hidup. Guna
mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN tersebut, penulis yang
merupakan salah satu peserta Latsar CPNS Tahun 2019 ditugaskan untuk
membuat rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA yang akan
dilaksanakan di tempat kerja selama 30 hari. Dalam pelaksanaan

5
aktualisasi ini penulis akan melaksanakan di UPTD Kecamatan Katingan
Hilir Puskesmas Kasongan II yang berada di kota Kasongan, Kecamatan
Katingan Hilir, Kabupaten Katingan.

D. Lingkup Bahasan
Ruang lingkup Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN yang
dilakukan meliputi rancangan aktualisasi habituasi pelayanan kesehatan
terutama dokter yang mengacu pada tugas dan fungsi pokok dokter umum
di UPTD Kecamatan Katingan Hilir Puskesmas Kasongan II, Kota
Kasongan, Kalimantan Tengah, yang dilaksanakan sejak tanggal 7
Oktober 2019 sampai dengan 9 November 2019, menerapkan nilai-nilai
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi (ANEKA).