Anda di halaman 1dari 9

KARAKTERISTIK MORFOLOGI LEBAH Trigona sp.

DAN BENTUK POLLEN DI


DESA KALEPADA, SELAYAR, SULAWESI SELATAN

Samsul Nur Ramaliani1), Syahribulan2), Sri Suhadiyah3), Muhtadin A.S 4),

Departemen Biologi/Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/Unhas

email : nurramalianisamsulbahri@gmail.com

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian “Karakteristik Morfologi Lebah Trigona sp. dan Bentuk Pollen Di Desa Kalepada,
Selayar, Sulawesi Selatan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dan jenis
tumbuhan yang menjadi pakan lebah Trigona sp. di desa Kalepada, Selayar. Sampel lebah Trigona sp. diamati
dengan menggunakan mikroskop digital Dinolab perbesaran 100x-200x. Pollen diamati dan diidentifikasi
bentuk pollennya di Laboratorium Botani, Universitas Gadjah Mada menggunakan mikroskop Olympus dengan
perbesaran 400x. Terdapat 2 jenis lebah yang digunakan yaitu lebah Trigona sp. koloni asal Selayar dan
Masamba. Pemeriksaan karakteristik morfologi menunjukkan bahwa ukuran sampel Trigona koloni masamba
lebih besar, berukuran 4 - 4,4 mm sedangkan lebah Trigona koloni Selayar lebih kecil berukuran 3,2 – 3,7 mm
dan memiliki persamaan morfologi walaupun ukuran tubuhnya berbeda, merupakan spesies Trigona
fuscobalteata. Pemeriksaan bentuk pollen Trigona sp. diperoleh 15 jenis bentuk pollen yang berasal dari 15
spesies tumbuhan yang didominasi pollen dari tumbuhan Asteraceae-type 1 dan Arenga pinnata Merr,
tumbuhan yang termasuk kelas monocotyledonae yaitu Arenga pinnata Merr, Dillenia serrata Thunb dan
Poaceae type, sedangkan 12 jenis tumbuhan lainnya merupakan kelas dicotyledoneae. Dari hasil identifikasi
terdapat 11 familia yaitu Arecaceae, Asteraceae, Amaranthaceae, Burseraceae, Dipterocarpaceae, Sapotaceae,
Ebonaceae, Dilleniaceae, Moringaceae, Euphorbiaceae dan Poaceae.
Kata kunci : Karakteristik Morfologi, Pollen, Trigona sp., Trigona fuscobalteata.

ABSTRACT

A study about Morphological Characteristics of Trigona sp. bees and the Pollen form in Kalepada village,
Selayar, South Sulawesi has conducted. This research aims to determine the morphological characteristics and
kind of plants which are feeding the bees Trigona sp. in the village Kalepada, Selayar. Samples of bees Trigona
sp. were observed using a digital microscope magnification of 100x-200x dinolab. The Pollen form that
produced from beekeeping in the Kalepada village, Selayar were identified in the Laboratory of Botany in
Gadjah Mada University Yoyakarta using Olympus microscope with a magnification of 400x. The study result
revealed two types of Trigona sp. bees that are the original colonies of Selayar and Masamba. Examination of
morphological characteristics indicate that the sample size of the Masamba Trigona colony is larger 4 – 4,4 mm
while the Selayar Trigona bees have smaller colony size 3,2 – 3,7 mm. Although both types differ in colony size,
the two have morphological affinity to Trigona fuscobalteata species. Examination of the Pollen form obtained
15 kind of pollen forms that come from 15 plant species which are mostly from Asteraceae-type 1 and Arenga
pinnata Merr, classis monocotyledonae there are Arenga pinnata Merr, Dillenia serrata Thunb and Poaceae
type, however 12 plant species from classis dicotyledoneae. From the identification founded 11 familia there are
Arecaceae, Asteraceae, Amaranthaceae, Burseraceae, Dipterocarpaceae, Sapotaceae, Ebonaceae,
Dilleniaceae, Moringaceae, Euphorbiaceae dan Poaceae.
Keywords: Characteristics of Morphology, Pollen, Trigona sp., Trigona fuscobalteata.

PENDAHULUAN

Indonesia memiliki beberapa jenis telah lama dikenal manusia. Sejak zaman
lebah penghasil madu, antara lain Apis purba manusia berburu sarang lebah di
cerena, Apis dorsata, Apis hoshevinihovi, goa-goa, di lubang-lubang pohon dan
Apis migrocincita, Apis florae, Apis tempat-tempat lain untuk diambil
nullensis, dan Apis mellifera. Lebah madunya. Jenis lebah yang paling banyak
merupakan insekta penghasil madu yang dimanfaatkan masyarakat Indonesia antara
lain Apis cerena (lebah lokal), Apis kedepan diharapkan mampu memperluas
mellifera (lebah Eropa), Apis dorsata dan meningkatkan potensi budidaya Lebah
(lebah hutan). Daerah potensial untuk jenis Trigona sp. ini di pulau Selayar.
mengembangkan perlebahan di Indonesia METODE PENELITIAN
cukup luas yaitu sekitar 29.359.235 ha Pengambilan pollen pada sarang
yang menyebar di Sumatera Utara, Riau, Diambil pollen dari sarang lebah
Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Trigona sp. dengan cara mencungkil
Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, bagian-bagian sarang yang berisi pollen
Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara dengan menggunakan jarum preparat.
Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Pollen yang telah diambil tersebut
Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Hal ini dimasukkan ke dalam botol vial untuk
mengindikasikan bahwa produksi madu difiksasi dengan menggunakan alkohol
dan turunannya masih terus dapat 10% selama 30 menit.
ditingkatkan (Dirjen Rehabilitasi Lahan Pembuatan preparat awetan
dan Perhutanan Sosial, 2003). Pollen yang berada dalam botol
Lebah madu memiliki manfaat vial yang telah difiksasi dipindahkan ke
ekologi sebagai agen polinasi yang dalam tabung centrifuge dan disentrifuge
membantu pernyerbukan dan juga selama 15 menit. Selanjutnya dilakukan
memiliki manfaat ekonomis yang besar metode Asetolisis (Soerodikoesomo, 1987)
terutama lebah jenis Trigona sp. diketahui :
harga produknya di pasaran lebih tinggi - Cairan fiksasi (alkohol 10%) dalam
dari spesies lebah Apis sp. dan juga tabung centrifuge dibuang dan diganti
manfaat sosial sebagai sumber pendapatan dengan larutan campuran Asam Asetat
masyarakat dan daerahnya. Lebah jenis Glasial dengan Asam Sulfat Pekat dengan
Trigona sp. ini baru dibudidayakan oleh perbandingan 9 : 1. Setiap pergantian
masyarakat di pulau Selayar dengan cairan bahan disentrifuge.
mengambil koloni dari daerah Masamba. - Tabung dipanaskan sampai mendidih
Meskipun demikian belum diketahui dalam water bath selama 15 menit.
secara detail karakteristik morfologi dari Setelah dingin dicuci dengan
lebah tersebut dan sumber pakannya. Maka menggunakan aquades sebanyak tiga kali.
diperlukannya adanya pengetahuan - Larutan aquadest tersebut dibuang dan
mengenai jenis pakan untuk menjamin diganti deng an dengan Gliserin gel yang
keberlangsungan koloni dari lebah spesies telah dipanaskan dan telah dicampurkan
ini dengan melihat jenis-jenis pollen yang dengan zat pewarna safranin.
ada pada sarangnya. - Bahan diambil dengan batang pengaduk
Sehubungan dengan hal tersebut dan diletakkan pada objek glass,
maka peneliti memandang perlu untuk kemudian ditutup dengan deck glass
mengetahui lebih jauh tentang morfologi tersebut dengan kuteks bening
lebah Trigona sp. untuk menjadi tambahan Identifikasi Pollen
pengetahuan peternak untuk Slide Pollen yang telah dibuat,
menbudidayakannya. Dengan mengetahui diidentifikasi di Laboratorium Botani,
jenis pollen yang ada maka dapat Universitas Gadjah Mada.
diketahui jenis tanaman yang menjadi Pengamatan karakteristik morfologi
sumber pakan di pulau Selayar. Hal ini lebah Trigona sp.
Diambil lebah Trigona sp. dari Berikut ini adalah hasil identifikasi
sarang dengan menaruh botol di mulut lebah Trigona sp. yang diperoleh :
pintu sarang lalu diketuk-ketuk. Lalu
direndam dengan alkohol 70 % pada botol 1. Lebah Trigona sp. Koloni Asal Masamba (A)
koleksi. Lebah Trigona sp. diukur dengan Tubuh Lebah Trigona sp.  Tubuhnya ramping
menggunakan mikroskop dibantu dengan kecil dengan
panjang tubuh 4 –
menggunakan penggaris millimeter. 4,4 mm.
Dilakukan pengamatan terhadap ciri  Seluruh tubuhnya
morfologi dari lebah Trigona sp. dengan berwarna kehitaman
dengan ujung-ujung
menggunakan mikroskop . kaki yang berwarna
Identifikasi lebah Trigona sp. kuning.
Identifikasi lebah Trigona sp.
dilakukan dengan pengamatan terhadap Kepala/Caput  Antena (1) berwarna
cokelat berbentuk
ciri morfologi mencakup kepala/caput, benang/filiform
dada/thorax, sayap/pteron, perut/abdomen yang terdiri atas 10
segmen.
dan kaki/tarsus. Diidentifikasi dengan
 Ada rambut-rambut
sumber pustaka yang berasal dari : (Smith, halus di permukaan
1857) dan (Cameron, 1908) kepala (2) .
 Rahang/Mandibula
Analisis data (3) dengan Palpus
Data disajikan secara deskriptif (4)
dengan bantuan tabel, gambar, grafik atau
Mata  Mata majemuk (1)
histogram. berwarna cokelat
Spesies Lebah yang Ditemukan terletak di sisi
Berdasarkan hasil penelitian yang kepala/Gena.
 Mata sejati/Ocelli
telah dilakukan di peternakan lebah (2) berwarna cokelat
Trigona Desa Kalepada, diperoleh kedua berukuran kecil
lebah dari koloni yang berbeda yaitu lebah berbentuk bulat
berjumlah tiga buah
Trigona yang koloninya berasal dari terletak pada bagian
Masamba dan lebah Trigona yang atas Kepala/Vertex
koloninya berasal dari Selayar (Gambar 6) (3)

memiliki morfologi yang sama : Dada/Thorax  Terdapat rambut-


rambut halus yang
menutupi seluruh
bagian Dada/Thorax
(1) berukuran 1,2 –
1,4 mm.
 Bagian Dada/Thorax
berwarna kecoklatan

Gambar. lebah Trigona koloni Masamba


(A) dan lebah Trigona koloni Selayar (B)
Keterangan : Perbesaran 100-200x Keterangan : Perbesaran 100-200x
Deskrispsi Lebah Trigona sp. Yang
ditemukan
Sayap Depan/Pteron  Permukaan Kaki Tengah  Seluruh permukaan kaki
sayap/pteron (1) tengah ditutupi rambut-
berukuran 3,3 – 3,7 rambut halus dan memiliki
mm panjang 2,8 - 3,6 mm.
 Sayap depan  Bentuk kaki tengah (1)
memiliki ukuran yang mirip dengan kaki depan
lebih besar dari sayap hanya ukuran panjangnya
belakang. yang lebih besar.
 Sayap tampak  Femur (2) berbentuk bulat
berwarna terang lonjong.
karena pada costa (2)  Pada Tibia (3) terdapat
dan urat (3) tidak tidak terdapat duri
terdapat noda.  Tarsius (4) berwarna
Sayap Belakang/Pteron  Sayap keemasan terdiri dari 5
belakang/Pteron (1) segmen dengan cekungan
Terletak di belakang setengah lingkaran (5)
sayap depan dan pada segmen awal.
berukuran lebih kecil  Pada ujung Tarsius
dari sayap depan. terdapat kuku atau Claw
 Sayap belakang (6).
berukuran lebih kecil Kaki Belakang  Seluruh bagian kaki
dan memiliki bentuk belakang ditutupi rambut-
bulat memanjang rambut halus dan memiliki
Perut/Abdomen  Perut/Abdomen (1) panjang 3,8 – 4,2 mm..
berbentuk lonjong,  Bentuk kaki belakang (1)
terdiri atas 6 Segmen berbeda dari bentuk kaki
(2) dengan panjang 2 lainnya. Kaki belakang
– 2,1 mm dan ujung terlihat lebih besar
abdomen (3) yang terutama di bagian Tibia
membulat. (2).
 Terdapat Spirakel (4)  Femur (3) berbentuk bulat
di bagian sisi lonjong. Bentuk femur
perutnya berjumlah 4 pada kaki belakang ini
(a, b, c, d) buah yang tidak berbeda dengan kaki
berfungsi untuk lainnya. Tetapi ukuran
respirasi. femur pada kaki belakang
lebih kecil daripada kaki
Kaki Depan  Seluruh permukaan
lainnya.
kaki depan (1)
ditutupi rambut-  Ukuran Tibia dari pangkal
rambut halus, kecil lalu semakin
memiliki panjang 2,5 membesar. Ukuran panjang
- 2,8 mm. Tibia jauh lebih panjang
dari bagian Femur, tidak
 Femur (2) berbentuk
terdapat duri.
bulat lonjong.
 Tarsius (4) berwarna
 Pada Tibia (3)
keemasan terdiri dari 5
terdapat duri/spur (4)
segmen, tidak terdapat
untuk membantu
cekungan setengah
mencengkeram pollen
lingkaran pada segmen
untuk dibawa terbang
pertama, pada segmen
ke sarang
pertama bentuknya oval
 Tarsius (5) berwarna
dan tipis.
keemasan terdiri dari
 Pada ujung Tarsius
5 segmen dengan
terdapat kuku atau Claw
cekungan setengah
(5).
lingkaran (6)
 Pada pangkal segmen
di bagian ujung Keterangan : Perbesaran 100-200x
terdapat cakar (7).
2. Lebah Trigona sp. Koloni Asal Selayar (B) Sayap Belakang/Pteron  Sayap
 Tubuhnya ramping belakang/Pteron (1)
Tubuh Lebah Trigona sp. kecil dengan Terletak di belakang
panjang tubuh 3,2 – sayap depan dan
3,7 mm. berukuran lebih
 Seluruh tubuhnya kecil.
berwarna kecoklatan  Sayap belakang
dengan ujung-ujung berukuran lebih
kaki yang berwarna kecil dan memiliki
kuning keemasan. bentuk bulat
memanjang
Kepala/Caput  Antena (1) berwarna
cokelat berbentuk
Perut/Abdomen  Perut/Abdomen (1)
benang/filiform
berukuran panjang
yang terdiri atas 10
1,6 – 1,9 mm,
segmen.
berbentuk lonjong,
 Ada rambut-rambut
terdiri atas 6
halus di permukaan
Segmen (2) dengan
kepala (2) .
ujung abdomen (3)
 Rahang/Mandibula yang membulat
(3) dengan Palpus memiliki panjang
(4) 1,70 mm.
 Terdapat Spirakel
Mata  Mata majemuk (1) (4) di bagian sisi
berwarna cokelat perutnya berjumlah
terletak di sisi 4 (a, b, c, d ) buah
kepala/Gena. yang berfungsi
 Mata sejati/Ocelli untuk respirasi.
(2) berwarna cokelat
berukuran kecil Kaki Depan  Seluruh permukaan
berbentuk bulat kaki depan (1)
berjumlah tiga buah ditutupi rambut-
terletak pada bagian rambut halus dan
atas Kepala/Vertex memiliki panjang
(3) 2,5 – 3,1 mm
 Femur (2) berbentuk
Dada/Thorax  Terdapat rambut- bulat lonjong.
rambut halus yang  Pada Tibia (3)
menutupi seluruh terdapat duri/spur
bagian Dada/Thorax (4) untuk membantu
(1) memiliki ukuran mencengkeram
panjang 1 – 1,2 mm pollen untuk dibawa
 Bagian Dada/Thorax terbang ke sarang
berwarna kecoklatan  Tarsius (5) berwarna
keemasan terdiri dari
Sayap Depan/Pteron  Permukaan 5 segmen dengan
sayap/pteron (1) cekungan setengah
berukuran 2,7 – 3 lingkaran (6) pada
mm segmen awal.
 Sayap depan  Pada pangkal
memiliki ukuran segmen di bagian
yang lebih besar dari ujung terdapat cakar
sayap belakang. (7).
Sayap tampak
berwarna terang
karena pada costa
(2) dan urat (3) tidak Keterangan : Perbesaran 100-200x
terdapat noda.
Kaki Tengah  Seluruh permukaan kaki Dari tabel di atas terlihat bahwa
tengah ditutupi rambut- kedua lebah dari koloni Masamba dan
rambut halus dan memiliki
panjang 2,7 – 3,4 mm. Selayar ini memiliki warna dan ukuran
 Bentuk kaki tengah (1) yang berbeda. lebah koloni asal
mirip dengan kaki depan Masamba warnanya lebih hitam dan
hanya ukuran panjangnya
yang lebih besar. gelap sedangkan lebah koloni asal
 Femur (2) berbentuk bulat Selayar warnanya lebih cerah dengan
lonjong. warna cokelat muda dan bagian ujung
 Pada Tibia (3) terdapat duri
(4) yang ukurannya besar dari kaki yang berwarna lebih keemasan.
untuk membantu Perbedaan warna ini kemungkinan
mencengkeram pollen
dipengaruhi oleh faktor lingkungan
untuk dibawa terbang ke
sarang tempat hidup daerah asal koloni.
 Tarsius (5) berwarna Jenis lebah yang koloninya
keemasan terdiri dari 5
segmen dengan cekungan
berasal dari Masamba dan Selayar ini
(6) setengah lingkaran pada teridentifikasi berasal dari satu spesies
segmen awal. yang sama yaitu merupakan lebah
 Pada ujung Tarsius terdapat
kuku atau Claw (7). Trigona fuscobalteata dengan melihat
kesamaan bentuk morfologi, baik dari
Kaki Belakang  Seluruh permukaan kaki bentuk kaki maupun dari bentuk dan
belakang ditutupi rambut-
rambut halus dan 3,1 – 3,8 struktur Thorax yang merupakan bagian
mm. yang penting dalam identifikasi lebah
 Ukuran kaki belakang (1) Trigona sp.
terlihat lebih besar dari
kaki lainnya, terutama di Perbedaan ukuran yang terlihat
bagian Tibia (2). terjadi karena kedua lebah yang
 Femur (3) berbentuk bulat
diidentifikasi berasal dari koloni dari
lonjong. ukuran femur pada
kaki belakang lebih kecil daerah yang berbeda. Lebah dari koloni
daripada femur kaki depan Selayar memiliki ukuran tubuh yang
dan tengah.
 Tibia ukuran Tibia dari
lebih kecil karena berasal dari tempat
pangkal dekat Femur kecil dengan ketinggian yang rendah jika
lalu semakin membesar. dihitung dari permukaan laut sedangkan
Tibia jauh lebih panjang
dari bagian Femur. pada lebah dari koloni Masamba berasal dari
kaki belakang tidak daerah pengunungan dengan ketinggian
terdapat duri. yang lebih jauh dari permukaan laut. Hal
 Tarsius (4) berwarna
keemasan terdiri dari 5 ini sesuai dengan teori dimana tinggi
segmen, tidak terdapat tempat dari permukaan laut berpengaruh
cekungan setengah
lingkaran pada segmen
terhadap ukuran tubuh lebah. Semakin
pertama, pada segmen jauh dari permukaan laut maka ukuran
pertama (5) bentuknya tubuh lebah juga semakin besar (Halim,
melebar berbentuk oval.
 Pada ujung Tarsius terdapat 1994).
kuku atau Claw (6).

Keterangan : Perbesaran 100-200x


Jenis Pollen Pakan Lebah Trigona sp.
Dari hasil identifikasi sampel
Pollen dari sarang menggunakan
ditemukan 15 bentuk pollen yang menjadi
pakan lebah Trigona sp. antara lain :

Keterangan : Foto sampel perbesaran 400x


tumbuhan ini terdapat 3 jenis tumbuhan
yang merupakan kelas monocotyledonae
yaitu Arenga pinnata Merr, Dillenia
serrata Thunb dan Poaceae type,
sedangkan 12 jenis tumbuhan lainnya
merupakan kelas dicotyledoneae.
15 tumbuhan pakan lebah Trigona
sp. dari hasil identifikasi dapat
dikelompokkan ke dalam 11 Familia
antara lain familia Arecaceae, Asteraceae,
Amaranthaceae, Burseraceae,
Dipterocarpaceae, Sapotaceae, Ebonaceae,
Dilleniaceae, Moringaceae, Euphorbiaceae
dan Poaceae. 3 jenis tumbuhan
teridentifikasi ke dalam familia
Asteraceae, 2 jenis tumbuhan
teridentifikasi ke dalam familia
Euphorbiaceae dan 2 jenis tumbuhan
teridentifikasi ke dalam familia
Sumber: Taksonomi Tumbuhan Dipterocarpaceae.
Spermatophyta, Gembong Dari hasil pengamatan di
Tjitrosoepomo, 2010. mikroskop pollen tumbuhan Asteraceae-
Keterangan : Foto sampel perbesaran 400x type 1 dan Arenga pinnata Merr
merupakan jenis pollen yang paling
Dari tabel hasil identifikasi pollen banyak ditemukan. Asteraceae-type-1 dari
di atas terdapat 15 jenis pollen yang familia Asteraceae dan pollen Arenga
berbeda yang menunjukkan bahwa pinnata dari familia Arecaceae.
terdapat 15 jenis tumbuhan yang menjadi Familia Asteraceae memiliki ciri
pakan dari lebah Trigona yang khas bunga cawan atau bongkol dengan
dibudidayakan di Selayar antara lain : daun pembalut untuk seluruh rangkaian
Arenga pinnata Merr, Asteraceae-type 1, bunga dan biasanya tereduksi seperti sisik-
Bischofia javanica Blume, Amaranthus sisik. Bunga berkelamin tunggal atau
sp., Canarium sp., Hopea celebica Burck, banci, aktinomorf atau zigomorf, berbilang
Palaquium quercifolium Burck, Diospyros 5, biasanya kelopak tidak jelas, dan
celebica Back, Asteraceae-type 2, Dillenia sebagai pengganti terdapat rambut-rambut
serrata Thunb, Moringa oleifera L., atau sisik-sisikdaun-saun mahkota
Shorea sp., Asteraceae-type 3, Poaceae. berlekatan seperti lidah.
dan Aleurites moluccana Wild. Familia Arecaceae memiliki bunga
15 jenis tumbuhan ini dapat kecil, hermaprodit,berumah satu atau
dikelompokkan menjadi dua kelas yaitu berumah dua, tersusun dalam bunga
monocotyledonae atau tumbuhan majemuk yang bersifat seperti malai
berkeping satu dan dicotyledoneae atau dengan ibu tangkai bunga yang menebal
tumbuhan berkeping dua biasa juga yang keseluruhan membentuk bunga
disebut tumbuhan biji belah. Dari 15 jenis
[3]
bongkol, memiliki ciri tersusun sebagai Halim, Fitrah. 1994. Karakteristik
roset batang atau akar Morfologi Lebah Madu (Apis sp)
Kesimpulan Pada Berbagai Ketinggian Di
Berdasarkan hasil penelitian dapat Kabupaten Barru. Universitas
Hasanuddin, Makassar.
disimpulkan bahwa : [4]
Soerodikoesoemo W. dan Santosa S. W.,
1. Karakterisitik morfologi dari lebah 1987. Anatomi Tumbuhan. Karunika,
Trigona sp. dari koloni Selayar dan UT.
Masamba di desa Kalepada, Selayar
memiliki persamaan pada bagian
kepala/caput, kaki/tarsus dan juga
dada/thorax yang merupakan bagian
yang penting dalam identifikasi.
Ukuran Trigona spp. dari koloni
Masamba lebih besar (4 – 4,4 mm)
dibandingkan koloni selayar (3,2 – 3,7
mm). lebah Trigona dari dua koloni ini
memikili jenis yang sama yaitu
Trigona fuscobalteata. Perbedaan
ukuran dan warna terjadi karena
pengaruh lingkungan tempat hidup
lebah.
2. Hasil identifikasi bentuk pollen
menunjukkan bahwa terdapat 15
bentuk pollen yang berasal dari 15
jenis tumbuhan, yang merupakan
pakan dari lebah Trigona sp. di desa
Kalepada, Selayar. Pollen tumbuhan
Asteraceae-type 1 dan Arenga pinnata
Merr merupakan jenis pollen yang
paling banyak ditemukan.
Saran
Perlu dilakukan penelitian lanjutan
mengenai faktor lingkungan yang
berpengaruh terhadap morfologi lebah
Trigona sp.

DAFTAR PUSTAKA
[1]
Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan
Perhutanan Sosial, 2003. Pedoman
umum Pemberdayaan Masyarakat di
Dalam dan di Sekitar Hutan. Jakarta.
[2]
Gembong T. 2010. Taksonomi Tumbuhan
Spermathophyta. Gadjah Mada,
University Press, Yogyakarta.