Anda di halaman 1dari 5

UNIVERSITAS INDONESIA

ANALISA KASUS : CABLETECH BELL CORPORATION

TUGAS MATA KULIAH AKUNTANSI MANAJEMEN BIAYA


LANJUTAN

NAMA KELOMPOK :
ARIFATUL ILMI
1906330854
AQMARINA ISHMAH JATMIKA
1906417602

FAKULTAS EKONOMI BISNIS


PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI
SURABAYA
2019
Latar Belakang

CableTech Bell Corporation (CTB) merupakan perusahaan yang beroperasi


di industri telekomunikasi. CTB memilki dua divisi:

1. Divisi Telepon : memproduksi telepon (telepon kabel, desk phones, cellular


phone) di beberapa pabrik di Midwest.
2. Divisi Servis Kabel : menawarkan beberapa paket, yaitu standar (25 channel),
enhance (paket standar + 15 channel + 2 channel film) dan premium (paket
standar + 25 channel + 3 channel film)

Unit cost dibagi menjadi dua bagian, yaitu 70% produksi, 30% pemasaran dan
pelayanan konsumen. Biaya tenaga kerja langsung digunakan untuk tracing.

Bryce Youngers, presiden CTB merasa puas dengan kinerja dari divisi servis kabel.
Namun tidak dengan divisi telepon, karena labanya semakin menurun. Bryce pun
mengadakan meeting dengan Kim Breashears (manajer divisi telepon), Jacob
Carder (pengawas divisi telepon), dan Larry Hartley (manajer penjualan).

Berdasar meeting yang telah dilakukan, diperoleh beberapa kesimpulan :

a. Perusahaan pesaing dapat menjual produk yang sama dengan harga jauh lebih
murah dibanding CTB
b. Perusahaan akan beralih ke activity-based costing untuk mengurangi biaya
produksi per unit, sehingga harga jual bisa semakin rendah

Jawaban :

1. Dd
2. Functional-based cost system. Karena biaya bahan baku dan tenaga kerja
langsung dibebankan ke direct tracing. Overhead dibebankan ke alokasi.
3. N
4. N
5. N
6. N
7. N

Universitas Indonesia
8. Inspection hours after improved quality = 24.000 hours x 50% = 12.000 hours
12.000 hours
Inspection hours per month = = 1.200 hours/month
10 months
1.200 hours
Inspector per month = = 7.5 inspector = 8 inspector
160 hours
Inspection cost before improvement = 15 x $4.000 = $60.000
Inspection cost after improvement = 8 x $4.000 = $32.000
Inspection cost reduction per month = $60.000 - $32.000 = $28.000/month
Dengan mengetahui inspection cost behavior, perusahaan dapat mengevaluasi
SDM (inspector) yang digunakan apakah sudah efisien atau tidak, dan
membuat perencanaan yang lebih baik bagi perusahaan.

total overhead cost $4.000.000


9. Overhead rate = = = 3,2
direct labor cost $1.250.000
Applied overhead:
Regular Model Deluxe Model
3,2 x $875.000 $2.800.000
3,2 x $375.000 $1.200.000

applied overhead $2.800.000


Overhead per unit (regular) = = = $28/unit
units completed 100.000
applied overhead $1.200.000
Overhead per unit (deluxe) = = = $30/unit
units completed 40.000

overhead cost $380.000


10. Rework rate = = = $100/hour
rework hours 3.800 hours
overhead cost $900.000
Moving materials rate = = = $50/move
number of moves 18.000 moves
overhead cost $720.000
Inspecting products rate = = = $30/hour
inspection hours 24.000 hours
overhead cost $2.000.000
Other activities rate = = = 1,6
direct labor cost $1.250.000

Universitas Indonesia
Regular Model Deluxe Model
Overhead costs:
Rework
$100 x 1.900 $190.000
$100 x 1.900 $190.000
Moving Materials:
$50 x 7.200 360.000
$50 x 10.800 540.000
Inspecting Products:
$30 x 6.000 180.000
$30 x 18.000 540.000
Other Activities:
1,6 x $875.000 1.400.000
1,6 x $375.000 600.000
Total overhead costs $2.130.000 $1.870.000
Units of production 100.000 40.000
Unit cost $21,30 $46,75

Metode Regular Model Deluxe Model


Functional-based costing $28,00 $30,00
Activity-based costing $21,30 $46,75

Pada metode FBC, biaya untuk model reguler lebih tinggi dibandingkan
dengan biaya untuk model ABC. Namun untuk model deluxe biaya ABC lebih
tinggi dibandingkan biaya FBC. Berdasarkan data tersebut sebaiknya Kim
memilih menggunakan metode FBC karena biaya yang dikeluarkan lebih
rendah dari daripada ABC, sehingga dapat menambah profit perusahaan.

11. Kelebihan metode time-driven activity-based costing :


a. Memperpendek waktu pengumpulan data, karena hanya menggunakan
satu cost driver yaitu waktu
b. Mudah dalam melakukan update ABC saat terjadi perubahan dalam
aktivitas dan biaya driver
c. Dapat digunakan untuk menghitung biaya kapasitas yang tidak terpakai

Universitas Indonesia
Universitas Indonesia