Anda di halaman 1dari 43

BUKU PEDOMAN

UTSAWA DHARMAGĪTA TINGKAT NASIONAL XIV


TAHUN 2020

LEMBAGA PENGEMBANGAN DHARMAGĪTA PUSAT


DITERBITKAN OLEH
DITJEN BIMAS HINDU KEMENTRIAN AGAMA
REPUBLIK INDONESIA
2019
1
BUKU PEDOMAN
UTSAWA DHARMAGĪTA TINGKAT NASIONAL XIV
TAHUN 2020

LEMBAGA PENGEMBANGAN DHARMAGĪTA PUSAT

KATA SAMBUTAN
Om Swastyastu,
Dharmagīta merupakan salah satu dari enam metode pembinaan umat Hindu
yang dikenal dengan Sad Dharma ( dharmawacana, darmatula,dharmagīta, dharmayatra,
dharmasadhana, dan dharmasanti). Nilai-nilai ajaran agama Hindu yang adiluhur tersirat di
dalam Kitab Suci Veda dan kitab-kitab susastra Hindu, baik yang berbahasa Sansekerta,
Jawa Kuna maupun yang berbahasa daerah. Isi Susastra Hindu tersebut perlu digali dan
diaktualisasikan melalui seni keagamaan agar memudahkan pemahaman dan
penghayatannya. Seni dimaksud adalah dharmagīta. Kegiatan dharmagīta sangat erat
hubungannya dan tidak dapat dipisahkan dari upacara keagamaan Hindu. Dharmagīta
memiliki nilai yang sangat penting terutama dalam upaya menciptakan suasana yang hening
dan suci, sehingga upacara keagamaan tersebut berlangsung dalam suasana spiritual.
Dharmagīta dapat dimanfaatkan untuk pembinaan umat Hindu yang tersebar di seluruh
Nusantara. Dalam rangka menggerakkan pembinaan umat Hindu, dharmagīta dilombakan
dalam bentuk Utsawa Dharmagīta dari tingkat daerah sampai tingkat nasional. Pembinaan
dharmagīta digerakkan oleh Lembaga Pengembangan Dharmagīta(LPDG) baik di tingkat
daerah maupun pusat.Lembaga Pengembangan Dharmagīta Tingkat Pusat menyambut
baiktersusunnya Buku Pedoman ini untuk dipergunakan sebagai pedoman dalam
penyelenggaraan Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 di Ambon Provinsi
Maluku. Lembaga Pengembangan Dharmagīta Tingkat Pusat menyampaikan terima kasih
kepada Tim Penyusun Materi Utsawa dan Buku Pedoman serta semua pihak yang telah bekerja
dengan sungguh-sungguh demi tersusunnya Buku Pedoman ini. Semoga Hyang Widhi
melimpahkan waranugraha atas subhakarma kita bersama.
Om Santih, Santih, Santih Om
Jakarta, 24 April 2019
Lembaga Pengembangan Dharmagīta Pusat
Ketua Umum

I Ketut Widnya

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dharmagīta sebagai nyanyian suci keagamaan Hindu memiliki peran sangat
penting dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalanajaran agama
Hindu di seluruh Indonesia. Naskah dharmagīta bersumber pada kitab suci Veda dan
Susastra Hindu yang mengandung nilai-nilai spiritual, etika,dan estetika yang sangat
tinggi, sehingga memberi tuntunan pemahaman agama Hindu mulai dari aspek Tattwa,
Susila, sampai dengan Acara.Penyelenggaraan Dharmagīta dalam bentuk nyanyian suci
keagamaan dengan irama lagu yang melankolik sangat membantu menciptakan suasana
heningdan suci.
Oleh karena itu, keberadaan dharmagīta sangat dibutuhkan sebagai bagian
integral kegiatan yadnya. Bait-bait mantra suci Veda yang dirangkai dalam bentuk puisi
menjadi dharmagīta terasa lebih membangkitkan suasana spiritual keagamaan Hindu.
Keberadaan dharmagīta di kalangan umat Hindu memiliki keragaman dalam bahasa,
irama lagu, dan cara-cara melantunkannya, sehingga mengantarkan umat Hindu pada
kekayaan budaya di bidang seni yang tak terbatas dalam memberi dukungan dan
membangkitkan rasa spiritual keagamaan Hindu sesuai dengan budaya daerah masing-
masing, ataupun dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran
agama Hindu.Dharmagīta sebagai budaya luhur yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia patut dilestarikan, dibina, dan dikembangkan lebih luas lagi, tidak hanya di
kalangan generasi tua ataupun tokoh-tokoh agama Hindu, melainkan juga kepada
generasi muda, remaja, dan anak-anak.Salah satu media pelestarian dan pengembangan
dharmagīta adalah melalui kegiatan Utsawa Dharmagīta (UDG) sebagaimana yang telah
dilaksanakan selama ini. Untuk tingkat nasional Utsawa Dharmagīta dilaksanakan sekali
dalam 3 (tiga) tahun. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pembuktian kemampuan
olah seni suara para peserta/utusan dari Provinsi di seluruh Indonesia.

B. Nama dan Bentuk Kegiatan


Nama kegiatan adalah UTSAWA DHARMAGĪTA TINGKAT NASIONAL XIV TAHUN
2020. Utsawa berarti festival atau lomba, sedangkan dharmagīta adalah nyanyian suci
keagamaan Hindu. Dengan demikian, Utsawa Dharmagīta adalah festival atau lomba
nyanyian suci keagaman Hindu.Dalam Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020
diselenggarakan kegiatan sebagai berikut:
1. Pengukuhan Dewan Juri;
2. Technical meeting;
3. Pawai Budaya Daerah Bernuansa Hindu;
4. Upacara Pembukaan;
5. Utsawa Membaca Śloka;
6. Utsawa Palawākya;
7. Utsawa Kakawin;
8. Utsawa Dharmawacana;
9. Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu;
10. Utsawa menghafal Śloka;
11. Utsawa Paricarca (Debat Keagamaan Hindu)
12. Pameran Budaya dan Keagamaan Hindu;
13. Pentas Seni Bernafaskan Hindu;
14. Tirthayatra;
15. Sarasehan; dan
16. Upacara Penutupan.
C. Dasar Pelaksanaan

3
Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 dilaksanakan berdasarkan
Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.

D. Tujuan
Tujuan penyelenggaraan Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 adalah:
1. Tujuan Umum
a. Meningkatkan pemahaman, penghayatan, pemaknaan dan pengamalan ajaran kitab
suci Veda beserta susastra Hindu dalam upaya memperkokoh karakter bangsa.
b. Meningkatkan śraddha dan bhakti sebagai landasan terbentuknya susila Hindu dan
keseimbangan pelaksanaan dharma agama dan dharma negara
c. Menyamakan persepsi tentang dharmagīta.
d. Melestarikan dan mengembangkan dharmagīta termasuk kearifan budaya lokal
dalam rangka membangun peradaban dharma.
e.Memantapkan kerukunan internal umat Hindu yang dinamis dan faktual dalam
upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
f. Meningkatkan kajian terhadap kitab suci Veda dan susastra Hindu.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan keterampilan membaca kitab suci Veda dan susastra Hindu
/Nyanyian-Nyanyian keagamaan Hindu.
b. Meningkatkan penguasaan materi ajaran agama Hindu
c. Memperluas wawasan tentang Nyanyian keagamaan Hindu .
d.Menyiapkan kader-kader pendharmagīta dan pendharmawacana.
e. Memilih peserta terbaik Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional.
f. Menemukan solusi terbaik terhadap berbagai permasalahan dalam
penyelenggaraan Utsawa Dharmagīta.

E Tema
Tema Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 adalah “Literasi Umat Hindu
Menjadi SDM Unggul dan Berintegritas”

F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 dilaksanakan pada Juli 2020 di
Ambon, Maluku.

G. Biaya
Biaya kegiatan Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020dibebankan pada:
1. DIPA Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI Tahun
2020;
2. APBD Provinsi/Daerah penyelenggara, bantuan Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota
pengirimpeserta UDG, dan
3. Bantuan dari donatur/masyarakat yang tidak mengikat yang disalurkan melalui Panitia
Pelaksana Pusat, Daerah, dan Kontingen masing-masing daerah.

BAB II
PENYELENGGARAAN
A. Tahapan Penyelenggaraan
Tahapan penyelenggaran Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 adalah:
1. Penjajagan dan penetapan daerah provinsi sebagai tuan rumah;
2. Pembentukan Panitia Pelaksana Tingkat Nasional;
3. Penetapan Program Kerja Panitia dan Jadwal Kegiatan;
4. Penetapan Dewan Juri;

4
5. Penetapan Peserta;
6. Pelaksanaan kegiatan Utsawa Dharmagīta;
7. Evaluasi dan pelaporan kegiatan; dan
8. Pembubaran Panitia.

B. Kepanitiaan
Panitia Pelaksana Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 dibentuk
dan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.
Gunapenyelenggaraan Utsawa Dharmagīta yang berkualitas, maka dalam melaksanakan
tugas-tugasnya, Panitia Pelaksana berpedoman pada Tri Sukses yaitu sukses
perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban, yang terpadu dalam koordinasi,
integrasi, dan sinkronisasi (KIS).

C. Penetapan Tempat Penyelenggaraan Berikutnya


Kesiapan daerah menjadi calon tempat penyelenggaraan Utsawa
Dharmagīta(UDG) Tingkat Nasional berikutnya dibicarakan di dalam Sarasehan UDG
Tingkat Nasional. Masing-masing daerah memiliki hak bicara dan hak suara yang diwakili
oleh satu orang. Daerah yang diprioritaskan sebagai tuan rumah berikutnya adalah
daerah yang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan mendapat persetujuan
serta untuk selanjutnya dibuktikan dengan Surat Kesediaan dari Pemerintah Provinsi
yang bersangkutan. Daerah-daerah yang bersedia menjadi tuan rumah akan di-ranking
menjadi 3 (tiga). Ketiga daerah tersebut akan dijajagi dan dievaluasi secara intensif,
kemudian disimpulkan dan untuk selanjutnya diusulkan kepada Menteri Agama untuk
ditetapkan sebagai Daerah Tempat Penyelenggaraan UDG Tingkat Nasional. Masa
waktu penetapan sebagai tuan rumah selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah
Sarasehan dalam Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020

D. Sarasehan
Sarasehan dalam Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 diikuti oleh 150
orang peserta terdiri atas:
1. Pengurus LPDG Tingkat Pusat 8 (delapan) orang;
2. Pengurus LPDG Tingkat Provinsi 34 orang dari 34 provinsi;
3. Pengurus Harian PHDI Pusat 3 (tiga) orang;
4. Ditjen Bimas Hindu 15 orang;
5. Pembimas Hindu se Indonesia = 34 orang;
6. Ketua PHDI Provinsi 34 orang;
7. Panitia Pelaksana UDG Tingkat Nasional 12 orang; dan
8. Tokoh masyarakat dan pemuka agama Hindu tuan rumah 10 orang.
9. Kehadiran peserta sarasehan dari masing-masing unsur tersebut diundang oleh Panitia
UDG Tingkat Nasional XIV Tahun 2020.

BAB III
PESERTA DANOFFICIAL
A. Peserta
Peserta untuk masing-masing kontingen dari semua jenis dan kategori utsawa adalah
sebagai berikut.
1. Utsawa Membaca Śloka diikuti oleh peserta pasangan:
a. Tingkat Anak-anak Putra dan Putri 1 (satu) pasang putra dan 1 (satu) pasang putri
b. Tingkat Remaja Putra dan Putri 1 (satu) pasang putra dan 1 (satu) pasang putri
c. Tingkat Dewasa Putra dan Putri 1 (satu) pasang putra dan 1 ( satu) pasang putri
2. Utsawa Palawākyadiikuti oleh peserta pasangan:

5
a. Tingkat Remaja Putra dan Putri 1 (satu) pasang putra dan 1 (satu) pasang putri
b. Tingkat Dewasa Putra dan Putri 1 (satu) pasang putra dan 1 (satu) pasang putri
3. Utsawa Kakawin diikuti oleh peserta pasangan:
a. Tingkat Remaja Putra dan Putri;1(satu) pasang putra dan 1(satu) pasang putri
b. Tingkat Dewasa Putra dan Putri; 1 (satu) pasang putra dan 1(satu) pasang putri
4. Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu diikuti oleh peserta remaja beregu;1 (satu) regu 5
(lima) orang putra/putri, atau campuran putra dan putri.
5. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia diikuti oleh peserta perorangan:
a. Tingkat anak-anak putra dan putri; 1 (satu) orang putra dan 1(satu) orang putri
b. Tingkat remaja putra dan putri; 1 (satu) orang putra dan 1 (satu) orang putri
c. Tingkat dewasa putra dan putri; 1 (satu) orang putra dan 1(satu) orang putri
6. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris diikuti oleh peserta perorangan:
a. Tingkat Remaja Putra dan Putri; 1 (satu) orang putra dan 1 (satu0 orang putri
b. Tingkat Dewasa Putra dan Putri ; 1(satu) orang putra dan 1 (satu) orang putri
7. Utsawa Paricarca (Debat Keagamaan Hindu) diikuti oleh peserta berusia 16—19
tahun.Beregu putra atau putri atau putra putri
8. Utsawa menghafal Śloka diikuti oleh peserta perorangan:
a. Tingkat Anak-anak Putra dan Putri 1 (satu) orang putra dan 1 (satu) orang putri.
b. Tingkat Remaja Putra dan Putri; 1 (satu) orang putra dan 1 (satu) orang putri.
c. Tingkat Dewasa Putra dan Putri ; 1(satu) orang putra dan 1 (satu) orang putri.
Peserta yang sudah pernah mendapatkan juara I dalam suatu jenis utsawa pada UDG
Tingkat Nasional, tidak boleh menjadi peserta pada jenis lomba yang sama. Maksimum
jumlah peserta adalah sesuai dengan jumlah jenis lomba yang diikuti. Dalam hal
kontingen mengikuti semua jenis lomba maka jumlah maksimum peserta adalah 58
orang.

B. Official
Setiap jenis utsawa dari 8 (delapan) cabang utsawa didampingi oleh seorang official,
yang bertugas:
1. Mendampingi peserta sejak persiapan keberangkatan sampai selesai kegiatan UDG dan
kembalinya ke daerah masing-masing.
2. Di tempat UDG Official mendampingi peserta menyiapkan administrasi peserta dan
mendaftarkan peserta pada panitia
3. Mengikuti technical meeting.
4. Mempersiapkan peserta untuk masing-masing utsawa.
5. Mengurus segala perlengkapan yang diperlukan peserta utsawa
6. Menghubungi pihak Panitia sesuai dengan keperluan kontingen.
Maksimum jumlah official adalah sesuai dengan jumlah jenis utsawa yang
diikuti. Dalam hal kontingen mengikuti semua jenis utsawa maka jumlah maksimum
officialadalah 8 (delapan) orang tiap- tiap provinsi

BAB IV
DEWAN JURI DAN TECHNICAL MEETING
A. Dewan Juri
Komposisi dan personalia Dewan Juri Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV
Tahun 2020 ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.
Rekrutmen Juri Utsawa DharmagītaTingkat Nasional XIV Tahun 2020 berasal dari hasil
seleksi peserta TOT Calon Juri Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional Tahun 2020 yang
dikirim oleh masing-masing daerah mewakili Provinsi, LPDG Pusat dan Ditjen Bimas Hindu
dan pertimbangan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, sesuai permintaan dari
Direktur Urusan Agama Hindu Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI. Dewan Juri

6
dikukuhkan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama R.I.
Juri hendaknya berpegang pada prinsip-prinsip dasar yaitu profesionalisme dan
nasionalisme, untuk memperkuat kesatuan dan kemajuan umat Hindu, bangsa, dan
negara. Juri pada masing-masing cabang utsawa mengadakan rapat internal untuk
membahas hasil utsawa. Hasil rapat internal dibawa ke dalam forum sidang dewan juri
lengkap/sidang paripurna dewan juri.

B. Technical meeting
1. Peserta dan Tempat
Technical Meeting diikuti oleh 130 orang peserta terdiri dari:
a. Seluruh Dewan Juri sebanyak 58 orang;
b. Perwakilan kontingen masing-masing 2 (dua) orang Officialsetiap provinsi; berjumlah
68orang; dan
c. Perwakilan Panitia sebanyak4(empat) orang.
2.Technical Meeting dilaksanakan di ruang tertutup dan dipimpin oleh Ketua Dewan
Juri. Sebelum terpilihnya ketua dewan juri, sidang dipimpin oleh Ketua Panitia Pelaksana
Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional Tahun 2020.
3. Susunan Acaratechnical meeting adalah sebagai berikut:
a. Pembukaan
b. Sambutan Dirjen Bimas Hindu;
c. Pemilihan Pimpinan Dewan Juri;
d. Penyerahan palu sidang kepada Pimpinan Dewan Juri;
e. Pembukaan technical meeting oleh Pimpinan Dewan Juri;
f. Arahan teknis utsawa dari Dewan Juri;
g. Tanya jawab;
h. Pengundian nomor tampil peserta pada masing-masing cabang utsawa; dan
i. Penutupan.

BAB V
TEKNIS UTSAWA DAN PENETAPAN JUARA
A. Teknis Utsawa
Teknis utsawa secara umum diatur sebagai berikut:
1. Penentuan nomor tampil peserta dilakukan melalui undian pada waktu technical
meeting.
2. Naskah wajib dan pilihan beserta terjemahannya untuk pembacaan Śloka dan
Palawākya yang ditampilkan dalam utsawa adalah seperti yang tertulis pada
Lampiran Buku Pedoman ini.
3. Naskah pilihan dan terjemahannya untuk utsawa Śloka dan utsawa Palawākya
dibawakan dengan cara hafalan.
4. Terjemahan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5. Jumlah bait wajib yang dibawakan peserta, baik dalam pembacaan Śloka maupun
Palawākya adalah 2 (dua) bait sesuai dengan yang tercantum dalam Buku Pedomandan
ditentukan melalui undian pada saat technical meeting.
6. Naskah pilihan Śloka dan Palawākya dipilih sendiri oleh peserta dari bait-baitpilihan
yang tersedia dalam Buku Pedoman dan dibawakan hanya 1 (satu) bait.
7. Bait kakawin dan terjemahannya yang ditampilkan adalah 2 (dua) bait (pada)
kakawinwajib seperti yang tertulis pada Lampiran Buku Pedoman ini.
B. Penetapan Juara
1.Juara untuk masing-masing jenis dan kategori utsawa ditentukan berdasarkan jumlah
nilai terbanyak yang berhasil diperoleh dan ditetapkan dalam surat Keputusan
Dewan Juri Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020.

7
2 Juara Umum Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 diberikan kepada
daerah/provinsi yang berhasil meraih Juara I terbanyak, bila juara I sama maka akan
ditentukan oleh Juara II terbanyak, demikian seterusnya, dan ditetapkan dalam
Keputusan Dewan Juri.
3 Kejuaraan dalam Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 terdiri atas:
a. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Anak-anak Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
b. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Anak-anak Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
c. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Remaja Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
d. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Remaja Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
e. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Dewasa Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
f. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Dewasa Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
g. Utsawa Palawākya Pasangan Remaja Putra:
Juara I
Juara II
Juara III

8
Harapan I
Harapan II
Harapan III
h. Utsawa Palawākya Pasangan Remaja Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
i. Utsawa Palawākya Pasangan Dewasa Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
j. Utsawa Palawākya Pasangan Dewasa Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
k. Utsawa Kakawin Pasangan Remaja Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
l. Utsawa Kakawin Pasangan Remaja Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
m. Utsawa Kakawin Pasangan Dewasa Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
n. Utsawa Kakawin Pasangan Dewasa Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II

9
Harapan III
o. Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
p. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Anak-anak Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
q. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Anak-anak Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
r. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Remaja Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
s. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Remaja Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
t. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Dewasa Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
u. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Dewasa Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
v. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Remaja Putra:

10
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
w. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Remaja Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
x. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Dewasa Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
y. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Dewasa Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
z. Utsawa Menghafal Śloka Anak-anak Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
aa. Utsawa Menghafal Śloka Anak-anak Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
bb. Utsawa Menghafal Śloka Remaja Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
cc. Utsawa Menghafal Śloka Remaja Putri:
Juara I
Juara II

11
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
dd. Utsawa Menghafal Śloka Dewasa Putra:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
ee. Utsawa Menghafal Śloka Dewasa Putri:
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
ff. Utsawa Paricarca Usia 16—19 tahun
Juara I
Juara II
Juara III
Harapan I
Harapan II
Harapan III
4. Masing-masing Juara I, II, III , Harapan I, II, dan III, diberikan piala tetap, piagam
penghargaan, dan uang pembinaan.
5. Kontingen yang meraih Juara Umum UDG Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 diberikan
piala bergilir, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.

BAB VI
LAYANAN KEPANITIAAN
A. Transportasi
1. Panitia menyediakan transportasi lokal selama kegiatan utsawa dan tirtayatradalam
kegiatan UDG Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 sampai dengan selesai.
2. Kontingen dijemput dan diantar dari bandara ke lokasi kegiatan sesuai dengan jadual
yang telah ditentukan oleh panitia.

B. Akomodasi
1. Seluruh akomodasi disediakan sesuai jumlah peserta yang telah ditetapkan oleh
panitia penyelenggara.
2. Seluruh peserta wajib menaati aturan yang telah ditetapkan oleh panitia.

C. Konsumsi
1. Konsumsi disediakan sesuai jumlah peserta yang telah ditetapkan oleh panitia pelaksana
2. Konsumsi didistribusikan oleh panitia melalui official kontingen.
3. Waktu dan tempat penyediaan konsumsi diatur sesuai jadual yang ditetapkan oleh
panitia.

12
D. Kesekretariatan
1. Kehadiran peserta/kontingen UDG Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 wajib melapor
dan mendaftarkan data kontingennya kepada panitia bagian sekretariat di tempat
yang telah ditentukan melalui official masing-masing.
2. Panitia menyediakan dan memberikan kelengkapan peserta UDG Tingkat Nasional
XIV Tahun 2020.
3. Laporan pertanggungjawaban penyelenggaraan UDG Tingkat Nasional XIV Tahun
2020 dibuat oleh Panitia sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

E. Kesehatan
1. Panitia menyediakan pelayanan kesehatan untuk peserta, official,
juri,narasumber, moderator dan panitia.
2. Layanan yang diberikan cuma-cuma adalah untuk gangguan kesehatan ringan
yang terjadi di lokasi kegiatan.
3. Bila ada penyakit bawaan dan kronis menjadi tanggung jawab kontingen yang
bersangkutan.
4. Posko kesehatan disediakan di lokasi kegiatan.
5. Masing-masing kontingen sebaiknya memeriksakan kesehatannya didaerah
sebelumkeberangkatannya ke UDG

BAB VII
SARANA, PRASARANA, DAN PETUGAS UTSAWA
Untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan utsawa, Panitia mempersiapkan
sarana, prasarana, dan petugas di setiap tempat penyelenggaraan utsawa, sebagai
berikut.
A. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Anak-anak Putra
1. Untuk kelancaran pelaksanaanutsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut:
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,danpapan nomor juri.
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus
g. Kutipan naskah wajib, pilihan dan terjemahannya sesuai nomor undian
naskah dan nomor undian tampil.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

B. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Anak-anak Putri


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja kursi dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil,penghapus.
g. Kutipan naskah wajib, pilihan dan terjemahannya sesuai nomor undian
naskah dan nomor undian tampil.

13
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

C. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Remaja Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Kutipan naskah wajib, pilihan dan terjemahannya sesuai nomor undian
naskah dan nomor undian tampil.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.
c.
D. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Remaja Putri
1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Kutipan naskah wajib, pilihan dan terjemahannya sesuai nomor undian
naskah dan nomor undian tampil.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua)orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

E. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Dewasa Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi, dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Kutipan naskah wajib, pilihan dan terjemahannya sesuai nomor undian
naskah dan nomor undian tampil.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.
F. Utsawa Membaca Śloka Pasangan Dewasa Putri
1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.

14
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi, dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Kutipan naskah wajib, pilihan dan terjemahannya sesuai nomor undian
naskah dan nomor undian tampil.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

G. Utsawa Palawākya Pasangan Remaja Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Kutipan naskah wajib, pilihan dan terjemahannya sesuai nomor undian
naskah dan nomor undian tampil.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

H. Utsawa Palawākya Pasangan Remaja Putri


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Kutipan naskah wajib, pilihan dan terjemahannya sesuai nomor undian
naskah dan nomor undian tampil.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

I. Utsawa Palawākya Pasangan Dewasa Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,danpapan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil,penghapus.

15
g. Kutipan naskah wajib, pilihan dan terjemahannya sesuai nomor undian
naskah dan nomor undian tampil.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2(dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.
J. Utsawa Palawākya Pasangan Dewasa Putri
1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Kutipan naskah wajib, pilihan dan terjemahannya sesuai nomor undian
naskah dan nomor undian tampil.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2(dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

K. Utsawa Kakawin Pasangan Remaja Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.Dulang, canang sari, dupa.
b. Sound system (sesuai kebutuhan).
c. Meja, kursi,dan papan nomor juri
d. Kursi peserta di ruang tunggu.
e. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
f. Kutipan naskah kakawin.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

L. Utsawa Kakawin Pasangan Remaja Putri


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, ensil.
g. Kutipan naskah kakawin.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

M. Utsawa Kakawin Pasangan Dewasa Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.

16
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja,kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Kutipan naskah kakawin.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

N. Utsawa Membaca Kakawin Pasangan Dewasa Putri


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi, papan nomordan juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus .
g. Kutipan naskah kakawin
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

O. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Anak-Anak Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa
b. Sound system (sesuai kebutuhan).
c. Meja, kursi,dan papan nomor juri
d. Kursi peserta di ruang tunggu
e. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
f. Naskah Dharmawacana
g. Alat pengukur waktu dan gong/bell.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 1 (satu) orang.
c. Pengukur waktu 1 (satu) orang

P. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Anak-Anak Putri


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa
b. Sound system (sesuai kebutuhan).
c. Meja, kursi,dan papan nomor juri
d. Kursi peserta di ruang tunggu
e. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
f. Naskah Dharmawacana
g. Alat pengukur waktu dan gong/bell.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.

17
b. Petugas Rekapitulasi nilai 1 (satu) orang.
c. Pengukur waktu 1(satu) orang.

Q. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Remaja Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage lomba.
b. Sound system (sesuai kebutuhan).
c. Meja, kursi,dan papan nomor juri
d. Kursi peserta di ruang tunggu
e. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil.
f. Naskah Dharmawacana
g. Alat pengukur waktu dan gong/bell.
2. Petugas lomba terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 1 (satu) orang.
c. Pengukur waktu 1 (satu) orang.

R. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Remaja Putri


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Sound system (sesuai kebutuhan).
c. Meja, kursi,dan papan nomor juri
d. Kursi peserta di ruang tunggu
e. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
f. Naskah Dharmawacana
g. Alat pengukur waktu dan gong/bel.
2. Petugas lomba terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 1 (satu) orang.
c. Pengukur waktu 1 (satu) orang.

S. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Dewasa Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Sound system (sesuai kebutuhan).
c. Meja, kursi,dan papan nomor juri
d. Kursi peserta di ruang tunggu
e. Kalkulator, bollpoint, blanko nilai, pensil.
f. Naskah Dharmawacana
g. Alat pengukur waktu dan gong/bel.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 1 (satu) orang.
c. Pengukur waktu 1 (satu) orang.

T. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Indonesia Dewasa Putri


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.

18
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Sound system (sesuai kebutuhan).
c. Meja, kursi,dan papan nomor juri
d. Kursi pesrta di ruang tunggu
e. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
f. Naskah Dharmawacana
g. Alat pengukur waktu dan gong/bel.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 1 (satu) orang.
c. Pengukur waktu 1 (satu) orang.

U. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Remaja Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai beriku.
a. Ruangan dan stage utsawa
b. Sound system (sesuai kebutuhan).
c. Meja, kursi,dan papan nomor juri
d. Kursi peserta di ruang tunggu
e. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil,penghapus.
f. Naskah Dharmawacana
g. Alat pengukur waktu dan gong/bel.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 1 (satu) orang.
c. Pengukur waktu 1 (satu) orang.

V. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Remaja Putri


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Sound system (sesuai kebutuhan).
c. Meja, kursi,dan papan nomor juri
d. Kursu peserta di ruang tunggu
e. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil,penghapus.
f. Naskah Dharmawacana
g. Alat pengukur waktu dan gong/bel.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 1 (satu) orang.
c. Pengukur waktu 1 (satu) orang.

W. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Dewasa Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa
b. Sound system (sesuai kebutuhan).
c. Meja, kursi,dan papan nomor juri
d. Kursi peserta di ruang tunggu
e. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
f. Naskah Dharmawacana

19
g. Alat pengukur waktu dan gong/bell.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 1 (satu) orang.
c. Pengukur waktu 1 (satu( orang.

X. Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Dewasa Putri


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Sound system (sesuai kebutuhan).
c. Meja, kursi,dan papan nomor juri
d. Kursi peserta di ruang tunggu
e. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
f. Naskah Dharmawacana
g. Alat pengukur waktu dan gong/bel.
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 1 (satu) orang.
c. Pengukur waktu 1 (satu) orang.

Y. Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut:
a. Ruangan dan stage utsawa
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi danpapan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil.
g. Naskah Nyanyian Keagamaan Hindu
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

Z. Utsawa Menghafal Śloka Anak-anak Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut:
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Naskah sloka
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.
AA. Utsawa Menghafal Śloka Anak-anak Putri
1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut:

20
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Naskah śloka
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

BB. Utsawa Menghafal Śloka Remaja Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, bollpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Naskah sloka
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

CC. Utsawa Menghafal Śloka Remaja Putri


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus .
g. Naskah śloka
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2(dua) orang.

DD. Utsawa Menghafal Śloka Dewasa Putra


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, ballpoint, blanko nilai, pensil, penghapus.
g. Naskah śloka
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.

21
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

EE. Utsawa Menghafal Śloka Dewasa Putri


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage lomba.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan).
d. Meja, kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi peserta di ruang tunggu.
f. Kalkulator, bollpoint, blanko nilai, pensil.
g. Naskah śloka
2. Petugas lomba terdiri atas:
a. Pembawa acara 2 (dua) orang.
b. Petugas Rekapitulasi nilai 2 (dua) orang.

FF. Utsawa Paricarca (Debat Keagamaan Hindu)


1. Untuk kelancaran pelaksanaan utsawa, panitia menyediakan alat kelengkapan
sebagai berikut.
a. Ruangan dan stage utsawa.
b. Dulang, canang sari, dupa
c. Sound system (sesuai kebutuhan)
d. Meja,kursi,dan papan nomor juri
e. Kursi pengamat Paricarca
f. Kursi peserta di ruang tunggu.
g. Kalkulator, bollpoint, blanko nilai, pensil.
h. Mosi Paricarca
2. Petugas utsawa terdiri atas:
a. Pembawa acara/moderator 1 (satu) orang.
b. Petugas Pengukur Waktu 1 (satu) orang.
c. Petugas pengundi mosi paricarca 1 (satu) orang
 Catatan: petugas utsawa disetiap cabang utsawa disediakan kursi, meja,dan laptop.

LAMPIRAN TATA TERTIB UTSAWA DHARMAGĪTA TINGKAT NASIONAL XIV TAHUN 2020
Untuk menjaminketertibandan kelancaran pelaksanaan Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional
XIV Tahun 2020 perlu ditetapkan Persyaratan Peserta dan Tata Tertib seperti terurai di bawah.

TATA TERTIB
UTSAWA DHARMAGĪTA TINGKAT NASIONAL XIV TAHUN 2020
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Pengertian
(1) Pelaksana ialah Panitia Pelaksana Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun
2020 yang dibentuk dan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama Republik
Indonesia.
(2) Kontingen adalah totalitas jumlah orang dalam rombongan merupakan utusan
suatu provinsi yang menghadiri Utsawa Dharmagīta.
(3) Peserta ialah bagian dari kontingen yang menjadi peseta utsawa utusan dari masing-
masing provinsi seluruhIndonesia

22
(4) Juri ialah mereka/ orang-orang yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri
Agama Republik Indonesia untuk bertugas menilai dan menetapkan kejuaraan
Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 sesuai jenis dan kategori utsawa.
(5) Naskah adalah materi tertulis yang menjadipedoman pelaksanaan utsawa dan
dinilai;seperti yang tercantum dalam Buku Pedoman.
(6) Official adalah pelatih/pendamping peserta pada masing-masing jenis utsawa.
(7) Tecnical Meeting adalah pertemuan khusus dan tertutup yang dipimpin oleh
Pimpinan Dewan Juri, membahas teknis pelaksanaan utsawa, yang dihadiri oleh
unsur Panitia, Dewan Juri, dan Official.
(8) Mantra adalah syair-syair kitab suci Veda,
(9) Śloka adalah syair-syair kitab Susastra Veda seperti Bhagavadgīta, Buku Kakawin dan
lain-lain.
(10) Palawākya adalah materi utsawa yang diambil dari Śarasamuçcaya, Adiparwa, dan
susastra lainnya.
(11) Kakawin adalah puisi Jawa Kuna yang menggunakan kaidah guru-laghu.
(12) Dharmawacana adalah utsawa dalam bentuk ceramah keagamaan Hindu yang
temanyatelah ditentukan dalam Buku Pedoman dan judulnya ditentukan oleh peserta.
(13) Nyanyian Keagamaan Hindu adalah lagu bernafas Hindu dengan lirik berbahasa
Indonesia dan memakai alat musik lokal/modern.
(14) Utsawa Paricarca atau Debat Keagamaan Hindu adalah kegiatan saling adu
argumentasi antar-pribadi atau antar-kelompok dalam membahas topik-topik
pengetahuan keagamaan Hindu dengan mempertahankan pendapat masing-masing
dengan tujuan mencapai pemahaman yang lebih luas dan lebih mendalam. Pesrta
utsawa Paricarca merupakan lawandebat sekaligus kawan berpikir untuk kemajuan
agama Hindu, bangsa dan negara.
Pasal 2
Peserta, Pakaian, dan Atribut
(1) Setiap daerah provinsi diharapkan mengirim 1 (satu) orang/pasang/regu untuk
mengikuti setiap jenis utsawa
(2) Satu orang/pasang/regu hanya boleh mengikuti 1 (satu) jenis/kategori utsawa.
(3) Ketika peserta tampil dalam utsawa mempergunakan pakaian bebas, bersih, rapi,
sopan dan pantas.
(4) Nomor urut tampil dikeluarkan oleh panitia dan diundi sertta dipasang ketika peserta
tampil.
(5) Peserta harus hadir 15 (lima belas) menit sebelum utsawa dimulai. Pemanggilan
nomor urut tampil peserta dilakukan sebanyak 3 ( tiga) kali , kalau tidak ada maka
peserta tersebut dinyatakan gugur.
(6) Selama utsawa berlangsung peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat
utsawa;kecuali atas izin panitia pelaksana dengan alasan tertentu.
(7) Peserta yang sakit dan tidak dapat tampil sesuai nomor urut pemanggilannya
dinyatakan gugur.
Pasal 3
Upacara Pembukaan dan Penutupan
(1) Pada upacara pembukaan dan penutupan seluruh kontingen wajib menggunakan
pakaian seragam kontingen masing-masing.
(2) Kontingen setiap provinsi diwajibkan membawa bendera lambang daerah
provinsinya masing-masing.
(3) Masing-masing kontingen wajib menampilkan 1 (satu) pasang peserta dengan
berpakaian daerah untuk devile.

23
BAB II
SARASEHAN
Pasal 4
Peserta Sarasehan
(1) Sarasehan diikuti oleh peserta yang telah ditentukan di dalam Buku Pedoman dan
diundang oleh panitia pelaksana UDG Tingkat Nasional XIV Tahun 2020.
(2) Seluruh peserta sarasehan memiliki hak bicara yang mekanismenya diatur oleh
moderator.
(3) Selama sarasehan berlangsung peserta wajib mematuhi tata tertib yang telah
ditetapkan.
(4) Peserta sarasehan wajib mengisi daftar hadir yang disediakan oleh panitia.
Pasal 5
Hak Suara
(1) Hak suara dalam sarasehan diberikan dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Utusan setiap Provinsi memiliki 1 (satu) suara.
b. LPDG Pusat 8 (delapan) suara.
c. Panitia pelaksana 1 (satu) suara.
d. Parisada Pusat 1(satu) suara.
e. Ditjen Bimas Hindu 5 (lima) suara.
f. Tokoh umat Hindu tuan rumah 1 (satu) suara.
(2) Sarasehan akan menentukan 3 (tiga) daerah provinsi sebagai nominasi calon
tempat penyelenggaraan UDG Nasional berikutnya.
(3) Bila tidak tercapai kata mufakat dalam menentukan tuan rumah berikutnya,
maka akan diadakan pemungutan suara. Hasil pemungutan suara bersifat mutlak
untuk menentukan ranking daerah sebagai calon tuan rumah.
(4) Hasil sarasehan dituangkan dalam bentuk rekomendasi dan ditandatangani oleh
perwakilan pemegang hak suara sebagaimana terdapat dalam Pasal 2 ayat (1) diatas.
Pasal 6
Materi Dan Narasumber
(1) Materi sarasehan ditentukan oleh panitia UDG dengan syarat:
a. Materi bersifat aktual dan kontekstual;
b. Materi bertemakan multikultur, nasionalisme, dan kemanusiaan;
(2) Narasumber sarasehan ditentukan oleh panitia.
Pasal 7
Lain-Lain
Tiga daerah yang di-ranking menjadi calon tempat penyelenggaraan UDG. Tingkat Nasional
berikutnya akan dijajagi, dievaluasi, dan diverifikasi oleh pihak Ditjen Bimas Hindu dan
LPDG Tingkat Pusat; selanjutnya diusulkan kepada Menteri Agama Republik Indonesia untuk
ditetapkan.
BAB III
KETENTUAN KHUSUS
Pasal 8
Pedoman Utsawa Membaca Śloka
(1) Pada waktu tampil, peserta menyampaikan salam panganjali dan diakhiri dengan
salam paramasanti.
(2) Pelafalan teks disesuaikan dengan dialek masing-masing daerah kecuali bunyi ― Ā ―
dibacakan sesuai dengan bunyi ― Ā ― dalam bahasa Indonesia.
(3) Pembacaan aksara awagraha menurut pola ślokanya (Awagraha tidak dibaca).
(4) Untuk Reng (irama) Śloka memakai Reng Śruti.
(5) Naskah yang dipakai adalah yang tercantum dalam Buku Pedoman.

24
(6) Umur peserta yang mengikuti utsawa ini adalah Tingkat Anak-anak berusia 7 tahun
sampai 13 tahun dan Tingkat Remaja berusia 14 tahun sampai 20 tahun dibuktikan
dengan Kartu Pelajar/KTP, serta Tingkat Dewasa berusia 21 tahun sampai 40
tahun dibuktikan dengan KTP.
(7) Rentang Nilai antara 60 sampai 100.
(8) Bila terdapat nilai yang sama, maka yang menjadi bahan pertimbangan akhir adalah
Nilai Suara (Vokal) Pembaca.
(9) Teknis utsawa dan penilaian diatur oleh dewan juri pada waktu technical meeting.
(10) Kriteria umum penilaian Utsawa Membaca Śloka tingkat anak-anak, remaja, dan
dewasa putra dan putri adalah sebagai berikut:

No Komponen Penilaian Bobot Nilai Total Keterangan


Wajib Pilihan (Wn +Pn
x Bt)
A PEMBACA
1 Penampilan: 5
- Pakaian
(tata
busana)
- Gerak tubuh/
tangan(tetanganan
)
- Posisi duduk (tata
lungguh)
pembaca di
sebelah kiri
2 Suara/vokal:
- Jenis suara 15
angkus prana
berada di
pangkal lidah
- Kemerduan/greg
el suara
3 Ucapan (tabuhbasa)
- Irama/rengsruti 15
- Pelafalan
(onek- onekan)
4 Guru laghu 10
5 Ekspresi (raras):
- Mimik 5
- Penjiwaan
JUMLAH A 50
B PENERJEMAH
Penampilan:
1 - Pakaian 5
(tata
busana)
- Gerak tubuh/
tangan(tetanganan
)
- Posisi duduk
(tata lungguh)
penerjemahdi

25
sebelah kanan

2 Suara/Vokal
Keserasian dgn 15
suara
pembaca
3 Penggunaan bahasa
Indonesia yang baik 15
dan benar
(kalengutan basa)
4 Ketepatan 10
Terjemahan
5 Ekspresi:
 Mimik 5
 Penjiwaan
JUMLAH B 50
JUMLAH A  B 100

Pasal 9
Pedoman Utsawa Palawākya
(1) Pada waktu tampil, peserta menyampaikan salam Pangañjali dan diakhiri salam
Paramasanti.
(2) Pelafalan teks disesuaikan dengan dialek masing-masing daerah.
(3) Naskah yang dipakai adalah yang terdapat dalam Buku Pedoman.
(4) Umur peserta yang mengikuti utsawa ini;
a. Tingkat Remaja berusia 14 tahun sampai 20 tahun dibuktikan dengan Kartu
Pelajar/KTP.
b. Tingkat Dewasa berusia 21 tahun sampai 40 tahun dibuktikan dengan KTP.
(5) Rentang nilai antara 60 sampai 100.
(6) Bila terdapat nilai yang sama, maka yang menjadi bahan pertimbangan adalah nilai
suara (Vokal) peserta
(7) Teknis utsawa dan teknis penilaian diatur oleh dewan juri pada waktu technical
meeting.
(8) Kriteria umum penilaian utsawa Palawākya tingkat remaja dan dewasa putra dan
putri adalah sebagai berikut:

No Komponen Penilaian Bobot Nilai Total Keterangan


Wajib Pilihan (Wn +Pn
x Bt)
A PEMBACA

26
1 Penampilan:
- Pakaian (tatabusana) 10
- Gerak tubuh/
tangan
(tetanganan)
- Posisi duduk(tata
lungguh) pembaca
di sebelah kiri
2 Suara/vokal: 15
- Suara angkusprana
(di pangkal lidah)
- Kemerduan/greg
el suara
3 Ucapan (tabuh basa): 15
- Intonasi (guru basa)
- Pelafalan
(onek- onekan)
4 Ekspresi (raras):
- Mimik 10
- Penjiwaan
JUMLAH A 50
B PENERJEMAH

1 Penampilan:
- Pakaian (tata busana) 5
- Gerak tubuh/
tangan
(tetanganan)
- Posisi duduk (tata
lungguh) penerjemah di
sebelah kanan
2 Suara/Vokal
Keserasian dgn suara 15
pembaca
3 Penggunaan bahasa
Indonesia yang baik dan 15
benar (kalengutan basa)
4 Ketepatan Terjemahan 10
(artos)
5 Ekspresi (raras):
 Mimik 5
 Penjiwaan
JUMLAH B 50
JUMLAH A + B 100

27
Pasal 10
Pedoman Utsawa Kakawin
(1) Pada waktu tampil, peserta menyampaikan salam Panganjali dan diakhiri
Paramasanti.
(2) Penampilan boleh dalam bentuk pacapariring dengan mentaati aturan gurul-aghu.
(3) Materi kakawintertulis pada naskah yang terdapat dalam Buku Pedoman.
(4) Umur peserta yang mengikuti utsawa ini;
a. Tingkat Remaja berusia 14 tahun sampai 20 tahun dibuktikan dengan Kartu
Pelajar/KTP.
b. Tingkat Dewasa berusia 21 tahun sampai 40 tahun dibuktikan dengan KTP.
(5) Rentang nilai antara 60 sampai 100.
(6) Bila terdapat nilai yang sama, maka yang menjadi bahan pertimbangan adalah nilai
suara (Vokal) peserta.
(7) Teknis utsawa dan teknis penilaian diatur oleh dewan juri pada waktu technical
meeting.
(8) Kriteria umum penilaian utsawa Kakawin tingkat remaja dan dewasa putra dan putri
adalah sebagai berikut:

No Komponen Penilaian Bobot Nilai Total Keterangan


Wajib Pilihan (Wn +Pn
x Bt)
A PEMBACA
1 Penampilan:
- Pakaian (tatabusana) 5
- Gerak tubuh/
tangan
(tetanganan)
- Posisi duduk(tata
lungguh) pembaca
di sebelah kiri
2 Suara/vokal: 15
- Suara angkusprana
(di pangkal lidah)
- Kemerduan/greg
el suara
3 Guru-Laghu 15
4 Onek-onekan (Pelafalan) 10
5 Ekspresi (raras):
- Mimik 5
- Penjiwaan
JUMLAH A 50
B PENERJEMAH
1 Penampilan:
- Pakaian (tatabusana) 5
- Gerak tubuh/
tangan
(tetanganan)
- Posisi duduk (tata
lungguh) penerjemah
di sebelah kanan

28
2 Suara/Vokal
Keserasian dgn 15
suara
pembaca
3 Penggunaan bahasa
Indonesia yang baik 10
dan benar (kalengutan
basa)
4 Ketepatan Terjemahan 15
(artos)
5 Ekspresi (raras):
 Mimik 5
 Penjiwaan
JUMLAH B 50
JUMLAH A + B 100

Pasal 11
Naskah Utsawa Membaca Śloka, Palawākya, dan Kakawin
Naskah untuk utsawa membaca śloka, palawākya, dan kakawin disusun oleh Tim yang
dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Pengembangan Dharmagīta Tingkat
Pusat/Ditjen Bimas HinduKementerian Agama republik Indonesia;
Pasal 12
Pedoman Utsawa Dharmawacana
(1) Dharmawacana pada Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV Tahun
2020ditampilkan dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. Naskah dharmawacana tingkat anak-anak dan remaja bahasa Indonesia baik
putra maupun putri serta dharmawacana tingkat remaja dan dewasa bahasa
Inggris baik putra maupun putri ditulis/disusun oleh peserta utsawa.
b. Letter/tulisan memakai calibri ukuran huruf 12.
c. Jumlah halaman isi minimal 5 (lima) halaman.
d. Dharmawacana bahasa Indonesia untuk tingkat dewasa putra maupun putri
tidak menyiapkan naskah, namun tema akan diundi pada saat technical meeting,
dengan tujuan peserta lebih menyiapkan diri untuk menguasai dan
mengelaborasi semua tema yang sudah ditentukan.
e. Tema dharmawacana dalam UDG Tingkat Nasional XIV Tahun 2020 untuk
semua tingkatan adalah sebagai berikut:
1) Dana Punya
2) Himsa Karma
3) Tirtha Yatra
4) Subha Karma
5) Sraddha dan Bhakti
6) Kerukunan menurut agama Hindu
7) Cinta Kasih
8) Tri Hita Karana
9) Pluralisme Hindu
10) Kepemimpinan Hindu
11) Gender menurut agamaHindu
12) Panca Yadnya
f. Judul ditetapkan oleh peserta sesuai dengan tema yang telah ditentukan di atas.

29
(2) Naskah dikirim ke Panitia Pusat di Jakarta beserta soft copy dan diterima paling
lambat 2 (dua) bulan sebelum kegiatan Utsawa Dharmagīta Tingkat Nasional XIV
Tahun 2020.
(3) Dharmawacana disampaikan secara hafalan/lisan yang materinya sesuai naskah yang
diserahkan ke Panitia.
(4) Umur peserta yang mengikuti Utsawa Dharmawacana ini adalah :
a. Tingkat anak-anak berusia 7 tahun sampai 13 tahun dibuktikan dengan
menunjukkan Kartu Pelajar atau identitas lainnya yang sah (untuk peserta
Dharmawacana bahasa Indonesia)
b. Tingkat Remaja berusia 14 tahun sampai 20 tahun dapat dibuktikan dengan
menunjukkan Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/KTP atau identitas lainnya yang sah
(untuk peserta Dharmawacanabahasa Indonesia dan bahasa Inggris).
c. Tingkat dewasa berusia 21 tahun sampai 40 tahun, dapat dibuktikan dengan
menunjukkan KTP atau identitas lainnya yang sah (untuk peserta Dharmawacana
berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris).
(5) Pada waktu tampil, peserta menyampaikan salam Panganjali dan diakhiri dengan
salam Paramasanti.
(6) Dharmawacana disampaikan selama minimal 8 (delapan) menit maksimal 10 menit
untuk tingkat anak-anak bahasa Indonesia dan tingkat remaja sertadewasa bahasa
Inggris, terhitung sejak mengucapkan salam panganjali sampai dengan salam
paramasanti.
(7) Untuk tingkat remaja dan dewasa bahasa Indonesia minimal 10 menit dan maksimal 15
menit terhitung sejak mengucapkan salam panganjali sampai dengan salam
paramasanti
(8) Struktur materi dharmawacana terdiri atas pembukaan, isi, dan penutup.
(9) Penilaian menggunakan angka antara 60 sampai 100.
(10) Format Penilaiandharmawacana adalah sebagai berikut :

No Indikator Bobot Nilai Total Keterangan


Penilaian (Bt x N)
1 Penguasaan Diri: 25
• Sikap
• Gaya
• Ekspresi
• Penampilan
2 Penguasaan Materi: 30
• kesesuaian
naskah
denganpenyajia
n
• kesesuain judul
dengan tema
danisi
3 Penguasaa 25
n
Audience :
• Interaksidengan
audience
• improvisasi
penyajian

30
4 Bahasa 15
Indonesia/Ingggris
yang
baik dan benar
5 Ketepatan waktu 5
JUMLAH 100

Pasal 13
Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu
(1) Pada waktu tampil, peserta menyampaikan salam Panganjali dan diakhiri dengan
Salam Paramasanti.
(2) Peserta remaja beregu putra/putri/campuran;1(satu) regu berjumlah 5 (lima) orang,
termasuk pengiring maksimal 3 (tiga) orang dan boleh ikut bernyanyi.
(3) Peserta wajib membawakan dua lagu keagamaan Hindu berbahasa Indonesia dan
berbahasa daerah.
(4) Waktu penyajian untuk kedua lagu maksimal 15 menit.
(5) Masing-masing peserta menyerahkan naskah nyanyian keagamaan Hindu berbahasa
Indonesia dan berbahasa daerah yang dilengkapi dengan terjemahan bahasa
Indonesia pada saat technical meeting.
(6) Rentang nilai antara 60 sampai 100.
(7) Bila terdapat nilai yang sama maka yang menjadi pertimbangan adalah nilai
kreativitas aransemen.
(8) Teknis utsawa dan teknis penilaian diatur oleh dewan juri pada waktu
technicalmeeting.
(9) Kriteria Nyanyian Keagamaan Hindu berbahasa Indonesia sebagai berikut.
a. Nyanyian keagamaan Hindu berbahasa Indonesia berbentuk kreasi baru.
b. Diiringi musik pengiring secara langsung atau kombinasi langsung dan rekaman.
c. Lagu boleh berbentuk baru atau aransemen dari lagu yang sudah ada.
d. Diperbolehkan menggunakan kutipan bahasa Sanskerta atau Jawa Kuno dengan
jumlah tidak lebih dari 20 suku kata.
e. Jika menggunakan iringanmusik langsung, maka pemain iringan musik dan vokalis
tetap berjumlah 5 (lima) orang.
(10) Kreteria Nyanyian keagamaan Hindu berbahasa daerah sebagai berikut.
a. Menggunakan bahasa daerah Nusantara.
b. Bagi daerah yang tidak memiliki nyanyian keagamaan Hindu berbahasa daerah
setempat, dapat menggunakan nyanyian keagamaan Hindu Nusantara lainnya.
c. Nyanyian dapat menggunakan kidung, macapat, dan lagu rakyat yang sudah ada
namun tetap bernuansa keagamaan Hindu.
d. Diperbolehkan menggunakan background music etnis dalam bentuk kaset, CD,
atau flashdisk.
(11) Peserta tampil menggunakan busana sembahyang yang bersih, rapi, sopan, dan
pantas
(12) Kriteria umum penilaian Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu Berbahasa Indonesia
dan berbahasa daerah adalahsebagaiberikiut.

a. Nyanyian Keagamaan Hindu Berbahasa Indonesia.

31
NO KRITERIA BOBOT NILAI JUMLAH
%
1 Bentuk
a. Isinaskah 25
b. Polalagu
c. Polasyair
2 Suara: artikulasi, 30
intonasi,
keseimbangan
3 Penyajian: teknikvocal, 25
kerjasama/kekompakan,
keharmonisan, rias- 5
kostum
4 Kretivitas 15
JUMLAH 100

b.Nyanyian Keagamaan Hindu Berbahasa Daerah.


NO KRITERIA BOBOT NILAI JUMLAH
%
1 Bentuk
a. Isinaskah 25
b. Polalagu
c. Polasyair
2 Suara : artikulasi, 40
intonasi,
keseimbangan
3 Penyajian: teknik 35
vokal,
kerjasama/kekompak
an, keharmonisan,
rias-
kostum, sikap
JUMLAH 100

Pasal 14
Pedoman Utsawa Menghafal Śloka
(1) Utsawa Menghafal Śloka diikuti oleh peserta perorangan tingkat anak anak
putra/putri, tingkat remaja putra/putri, dan tingkat dewasa putra/putri.
(2) Śloka dan terjemahannya dibawakan dengan cara menghafal.
(3) Sumber naskah yang dibawakan dan nomor ślokanya ditentukan panitia sesuai
Buku Pedoman.
(4) Durasi waktu tampil masing-masing peserta adalah 7 (tujuh ) menit.
(5) Bila terdapat nilai yang sama maka yang akan menjadi pertimbangan adalah nilai
kebenaran śloka.
(6) Umur peserta yang mengikuti utsawa ini adalah :
a. Tingkat Anak-Anak berusia 7 tahun sampai 13 tahun dibuktikan dengan akte
kelhiran.
b. Tingkat Remaja berusia 14 tahun sampai 20 tahun, dibuktikan dengan Kartu
Pelajar/Kartu Mahasiswa/ KTP.

32
c. Tingkat Dewasa berusia 21 tahun sampai 40 tahun dibuktikan dengan Kartu
Mahasiswa/KTP.
(7) Teknis utsawa dan teknis penilaian diatur oleh dewan juri pada waktu technical
meeting.
(8) Kriteria umum penilaian lomba menghafal Śloka adalah sebagai berikut:

No Aspek Penilaian Bobot Nilai Total Keterangan


(Bt x N)
1 Jumlah śloka/mantra 30
yang dibawakan
2 Ketepatan dan keutuhan 30
śloka/mantra
3 Ketepatan terjemahan 30
4 Kejelasan vokal 10
JUMLAH 100

Pasal 15
Utsawa Paricarca
(1) Persyaratan Peserta Utsawa Paricarca sebagai berikut:
a. Peserta Utsawa Paricarca berusia 16 tahun sampai 19 tahun dibuktikan dengan
KIA/KTP/KartuPelajar/Akta Kelahiran/SIM
b. Setiap tim terdiri atas 2 (dua)orang peserta: (dapat terdiri atas putra/putri, atau
putra dan putri).
c. Tim Utsawa Paricarca terdiri atas Tim Afirmatif (Pro), Tim Kontra, dan Tim Netral
sesuai dengan undian.
d. Pakaian peserta adalah pakaian bebas,bersih, rapi, sopan, dan pantas .
e. Peserta merupakan utusan dari masing-masing provinsi.
f. Setiap peserta wajib hadir 15 menit sebelum Utsawa Paricarca dimulai.
g. Jika tidak dapat memenuhi ketentuan butir (f) maka peserta dinyatakan gugur.
h. Setiap peserta dilarang menggunakan perangkat elektronik selama penyusunan
argumen pada satparicarca berlangsung.
i. Alat tulis dan kertas kosong disiapkan oleh Panitia.
j. Setiap peserta dilarang berkomunikasi mengenai topik dalam bentuk apapun
dengan pihak lain di luar rekan timnya selama penyusunan argumen.
k. Selama mengikuti Utsawa Paricarca, peserta diwajibkan berperilaku sopan, tertib,
dan tidak melakukan kegiatan yang merugikan orang lain.
l. Peserta Utsawa Paricarca menggunakan bahasa yang baik dan benar.
m. Setiap peserta dilarang melakukan serangan secara pribadi terhadap peserta
lainnya.
n. Setiap peserta dilarang melakukan tindakan yang dapat mengganggu
konsentrasi peserta lain.
o. Pembicara dilarang berkomunikasi verbal dengan rekan timnya selama
memaparkan argumen, namun boleh memberikan kode/isyarat kepada
pembicara yang sedang memaparkan argumen.
p. Peserta dilarang berkomunikasi dengan audien/penonton.
q. Peserta yang melanggar ketentuan di atas mengakibatkan pengurangan skor.

33
(2) Utsawa Paricarca terdiri atas 4 (empat) babak yaitu Babak Pertama (Penyisihan)
BabakKedua (Perempat Final), Babak Ketiga (Semi Final) dan Babak Keempat (Final).
(3) Tata Cara Utsawa Paricarca sebagai berikut:
a. Menggunakan sistem gugur.
b. Mempertemukan tiga kontingen pada Babak Pertama (Penyisihan) dan Babak Ke
empat (Final).
c. Mempertemukan dua kontigen pada Babak Kedua (Perempat Final) dan Babak
Ketiga (Semi Final).
d. Jumlah dan topik Utsawa Paricarca ditetapkan oleh Panitia.
e. Topik Utsawa Paricarca bagi peserta didapat berdasarkan undian.
f.Utsawa Paricarca dipimpin oleh seorang Moderator.
g. Sesi Utsawa Paricarca berlangsung selama 15 menit pada Babak Pertama
(Penyisihan) hingga pada Babak Ketiga (Semi Final) dan 30 menit pada Babak
Keempat (Final).
h. Panduan untuk Moderator disiapkan oleh Panitia.
i. Keputusan juri berlaku mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
(4) Babak Pertama (Penyisihan)
a. Pada Babak Pertama (Penyisihan) terdiri dari 3 (tiga) tim (kontingen) dengan
sistem pengundian dan diambil 1 (satu) tim sebagai pemenang yang masuk ke
Babak Kedua (Perempat Final).
b. Pada Babak Pertama (Penyisihan) diberikan waktu selama 15 menit dengan
rincian: 2 (dua) menit pemaparan materi dan 1 (satu) menit pertanyaan, dan 2
(dua) menit jawaban.
c. Tim penanya selama 1(satu) menit dan menjawab pertanyaan 2(dua) menit.
(5) Babak Kedua (Perempat Final)
a. Pada Babak Kedua (Perempat Final) terdiri atas 2 tim dengan sistem
pengundian dari pemenang Babak Pertama (Penyisihan)
b. Pada Babak Kedua diberikan waktu selama 15 menit dengan rincian: 2 (dua)
menit pemaparan materi dan 1 (satu) menit pertanyaan, 2 menit jawaban.
(6) Babak Ketiga (Semi Final)
a. Pada Babak Ketiga (Semi Final) terdiri atas 2 (dua) tim dengan sistem
pengundian dari pemenang Babak Kedua (Perempat Final)
b. Pada Babak Ketiga (Semi Final) diberikan waktu selama 15 menit dengan
rincian: 2 (dua) menit pemaparan materi dan 1 (satu) menit pertanyaan, 2 (dua)
menit jawaban dan 2 (dua) menit tanggapan.
c. Penentuan harapan I, II, dan IIIditentukan berdasarkan perolehan nilai pada Babak
Ketiga (Semi Final).
(7) Babak Keempat (Final)
a. Pada Babak Keempat (Final) terdiri atas 3 (tiga) tim dari pemenang Babak
Ketiga (Semi Final).
b. Pada Babak Keempat (Final) diberikan waktu selama 30 menit dengan rincian: 2
(dua) menit pemaparan materi dan 1 (satu) menit pertanyaan, 2 (dua) menit
jawaban dan 2 (dua) menit tanggapan.
c. Pada Babak Final, masing-masing peserta menjawab pertanyaan dari juri
dengan waktu 2 (dua) menit.
(8) Ruang Lingkup Materi Utsawa Paricarca adalah sebagai berikut.
a. Tatwa
b. Susila
c. Acara
d. Sejarah Agama Hindu
e. Kepekaan Sosial Umat Hindu

34
(9) Kriteria Penilaian Utsawa Paricarca adalah sebagai berikut :

NO. KRITERIA BOBOT % NILAI


Penguasaan Isi Materi (Matter)
 Pengetahuan dan kedalaman materi yang
1 didukung referensi, data, danfakta. 30
 Wawasan yang luas danlengkap.
Kemampuan Komunikasi (Manner)
 Kejelasan dan kerunutankomunikasi.
2  Pengaturan IntonasiSuara. 25
 Keterampilan bahasa nonverbal.
 Ketepatan diksi danterminologi.
Keterampilan Debat (Method)
 Dasar argumen dan
3 kemampuanberargumen. 25
 Kemampuan menyanggah pendapat lawan
paricarca dengan argumenberpikir logis.
Sikap dan Etika (Manner)
 Kesantunan dalamutsawa paricarca
4 20
 Tidak menyerang pribadilawan paricarca.
 Rasa hormat terhadap lawanparicarca.
TOTAL 100

BAB IV
KEPANITIAAN
Pasal 16
Pembentukan Kepanitiaan
(1) Personalia Panitia Daerah, Ketua Umum dan sebagian dari Pengarah serta Penasihat
diusulkan oleh/dari daerah penyelenggara melalui mekanisme yang terkoordinasi
dan terintegrasi dengan baik.
(2) Jumlah personalia pada setiap bidang disesuaikan dengan volume dan jenis
kegiatan, ketersediaan waktu, dan kinerja yang bersangkutan.
(3) Draf susunan dan personalia panitia diusulkan oleh Dirjen Bimas Hindu kepada
Menteri Agama Republik Indonesia untuk mendapatkan penetapan.
(4) Pelantikan panitia atau mejaya-jaya diadakan di daerah.
Pasal 17
Pertanggungjawaban Kepanitiaan
(1) Kegiatan penyelenggaraan Utsawa Dharmagīta dipertanggungjawabkan oleh Panitia
kepada Menteri Agama Republik Indonesia melalui Dirjen Bimas Hindu.
(2) Laporan pertanggungjawaban Panitia diterima oleh Dirjen Bimas Hindu selambat-
lambatnya 30 hari kalender setelah Utsawa Dharmagīta ditutup.
(3) Bahan-bahan pertanggungjawaban Panitia disiapkan oleh bidang-bidang kepanitiaan
secara terkoordinasi dan terintegrasi, selanjutnya dihimpun menjadi laporan Ketua
Harian kepada Ketua Umum.
BAB V
KETENTUAN LAIN
Pasal 18
Segala sesuatu yang belum diatur dalam Buku Pedoman; akan diatur tersendiri oleh Panitia.

LAMPIRAN MATERIUTSAWA DHARMAGĪTA TINGKAT NASIONAL XIV TAHUN 2020

35
I. Lampiran 1 (satu) Materi Utsawa Membaca Śloka
(Belum Ada)
II. Lampiran 2 (dua) Materi Utsawa Palawakya
A. Palawakya Wajib
Pasangan Remaja Putri
1. Sang Dropadi sira ta sinwayambarakên de mahàràja Drupada, prasàsta karêngö
ring deúàntara. Mangkana pawarah sang brahmana tamuy ri Sang Yudisthira.
Mahyun ta sira milwa ring swayêmbarakàrya. Tadanantara datêng ta bhagawan
Byasa. Manêmbah ta sang åûi, mangaturakên pàdyàrghàcamanya. Mojar ta
bhagawan Byàsa.
Terjemahan
Sang Dropadi disayembarakan oleh maharaja Drupada, sangat terkenal terdengar di
seluruh daerah. Demikian pemberitahuan brahmana tamu kepada Sang Yudistira.
Berkeinginanlah beliau mengikuti sayembara itu. Tiada lama antaranya datanglah
Bhagawan Byasa. Sang resi menyembah memberikan air pencuci kaki dan pencuci
mulut. Berkatalah Bhagawan Byasa.
2. "Anaku Sang Kunti! Hananta Sang Pandawa. matangyan datêng kami mangke ri kita,
kumona kita mareng Pàncala, umilwa ri swayêmbara Sang Drupada. Kacaritan
ikang anak dàra, hana pwa ya brahmanikanyà, pratidinàmùjà ri Bhatara Úangkara,
amalaku aswani uttama, salwira ning guóanya, dharmajña, úùra, balawàn,
kåtawidya priyambada.(Dikutip dari Adiparwa, XVI)
Terjemahannya:
Anakku Sang Kunti, demikian pula Sang Pandawa, sebabnya saya datang sekarang
menemuimu, hendaknya kalian pergi ke Pancala, untuk ikut dalam sayembara Sang
Drupada. Adapun cerita tentang anak gadis yang disayembarakan adalah anak
seorang brahmana, setiap hari memuja Bhatara Sangkara, memohon suami yang
utama, pandai, berpengetahuan dharma, pemberani, kuat, pintar dan sopan santun.

B. Palawakya Pilihan
Pasangan Remaja Putri
1. Kalinganya, yan ing wêngi Sang Hyang Candra sira pinaka damar, yan ring rahina Sang
Hyang Rawi pinaka damar, Yan ring triloka Sang Hyang Dharma pinaka damar.
Kunang yan ing kula ikang anak suputra pinaka damar, ling ning haji
(Úlokantara, sloka 24 (52)).
Terjemahannya:
Sesungguhnya, pada waktu malam hari bulanlah sebagai penerang, jika pada siang hari
matahari sebagai penerang, jika di tiga dunia ini dharmalah sebagai penerang. Adapun
dalam keluarga, putra yang baiklah sebagai cahayanya. Demikian menurut ajaran kitab
suci.
2. Kalinganya, hana pwekang wwang atyanta pinênuhan ing rupa lituhayu, mwang
wayahnya yowana, lawan ika yinogyakên dening göng ika kulani ri ya, ndan têka hina
ring sarwa úastra, tan hana haji kawruhnya saúabdaúàstra, kunang ikang wwang
mangkana, tan ahalêp ika ri madhya ning sabhà, paran ika padanya, kadyangga
ning kêmbang palàsa, abhrà dinêlö sakeng doh, kunang yan inambung tan pagandha,
nahan ika papadanya (Úlokantara, sloka 28 (24))
Terjemahannya:
Sesungguhnya ada orang yang dianugrahi rupa yang sangat cantik dan masih
muda, lagipula keturunan bangsawan, tetapi dia itu tidak tahu sama sekali dengan ilmu
pengetahuan, tidak berpengetahuan, tidak mengetahui tata bahasa, adapun orang
yang seperti itu tidak ada sinarnya di dalam persidangan, Orang seperti itu diibaratkan

36
sebagai bunga kembang sepatu, merah dan agung tampak dari jauh,tetapi tidak
berbau harum, demikian persamaannya.
3. Kalingannya, ikang wwang angabyàsa úàstra, yan harêp tan parêp, dadi wisa ikang
úàstra ring wwang mangkana, mangkana ikang wwang amangan, yan tan jirna ring
wêtêng, tuwin harêp tan parêp dadi wiûa yan mangkana. Kunang ikang
wwangdaridra, asing inucap de nika pinakawisa, apan sawuwus ing janma
kasyasih, dinalih harêp dening sugih, ling ning haji. (Úlokantara, sloka 31 (9)).
Terjemahannya
Sesungguhnya bagi orang yang bebal yang dipaksa mempelajari ilmu pengetahuan,
walau dia suka atau tidak suka, pengetahuan itu merupakan racun bagi orang itu.
Demikan pula orang makan, jika tidak hancur makanannya di perut suka atau tidak
suka makanan itu menjadi racun baginya. Adapun orang yang miskin semua
ucapannya ibarat racun karena ucapan orang miskin, selalu dianggap berharap dari
orang yang kaya. Demikian disebutkan kitab suci.
4. Kalinganya, ikang àcàra mamarahakên kula ning wwang, ikang bhasa
mamarahakên panangkan ring deúa ning wwang, ikang mata mamarahakên hala
hayu ning hati ning wwang ing jro, ika úarira mamarahakên kurang ing bhukti,
mangkana panêngêran ing solah ing wwang. (Slokantara 34 (81))
Terjemahannya
Sesungguhnya, kelakuan seseorang mencerminkan asal keluarganya, cara
berbahasanya menunjukkan dari daerah mana dia berasal, sinar mata seseorang
mencerminkan maksud baik atau buruk yang terkandung dalam hatinya. Keadaan
tubuh seseorang mencerminkan kurang atau lebihnya makanan. Demikian ramalan
untuk mengetahui perilaku seseorang.

C. Palawakya Wajib
Pasangan Remaja Putra
1. Inanugrahan ta yàswàmya limang siki makagunang dharmàdi, hêlêm ing
pùrwajanmanya, ikang brahmaóarûikanya, mangkanànugrahanya, sangkeng Sang
Hyang Úangkara ya ta pinakànak màhàraja Drupada makangaran Sang Dropadi. Tatan
hana yogya swàmya niki bheda sangke rahadyan sanghulun, matangyan tanaya
mami yogya kita milwa ring swayambara. (Adiparwa, XVI)
Terjemahannya
Akan dianugrahi suami lima orang, yang pandai tentang dharma, pada
penjelmaannya kelak. Demikianlah anugrah Sang Hyang Sangkara kepada anak putri
brahmana itu. Anak itu menjadi putri maharaja Drupada yang bernama Dropadi,
tidak ada yang lebih tepat menjadi suaminya selain dari kalian semua. Oleh karenanya
anakku sangat tepat jika kalian mengikuti sayembara itu.
2. Mangkana ling Bhagawan Byasa nêhêr antarlina sira. Agirang ta Sang Pandawa;
ri lungha Bhagawan Byasa, amwit ta sireng brahmana dunungan ira. Lumampah ta
sireng rahineng kulêm, saha ri wêdi niràn kasepa ring swayambara. Sêdêng têngah
wêngi wahu sumurup sang hyang wulan, màngênangên ta Sang Arjuna suluh pinaka
panghulu ni laku nira. (Adiparwa XVI).
Terjemahannya
Demikian perkataan Bhagawan Byasa, lalu beliau pergi. Sang Pandawa sangat senang
setelah Bhagawan Byasa pergi, lalu para Pandawa minta diri kepada brahmana
tempatnya menumpang. Mereka berjalan siang dan malam karena takut terlambat
dalam sayembara itu. Pada tengah malam, bulan baru saja terbenam, berpikirlah
Sang Arjuna untuk membuat penerang (obor) untuk menuntun perjalanannya.

37
D. Palawakya Pilihan
Pasangan Remaja Putra
1. Lawan manêh, hana ya mukhàwasa ngaranya, madya matahapan tutuk asilih,
mangkana rakwa krama nikang sang kàmi mwang kàmini, yan dêlön, tan hana
bhedanya lawan ilu, ya mukhàwasa, ndan yan ilu pangara ning wwang elik
ajêjêb ya, yapwan mukhawasa pangaranya harsa ya ta karin umancana awaknya.
Maka sadhana ngaran karikan wwang an mangkana ikang ngaran gawe nikang
wwang ika, hinganyan aglis ikang manah kalinganika. (Sarasamuscaya, 87).
Terjemahannya
Lain lagi, ada yang dinamakan mukhawasa, yaitu air liur yang menggairahkan hati pria
dan wanita yang sedang berciuman bibir dengan bibir, jika diperhatikan baik-baik,
mukhawasa itu tidak ada bedanya dengan air liur biasa, namun jika disebut air liur
orang tidak suka dan jijik. Apabila disebut mukhawasa orang akan suka dan senang,
bukankah orang memperdaya dirinya sendiri dengan penggunaan nama itu. Nama
itu hanyalah buatan manusia, sesungguhnya sangat cepatlah pikiran itu berubah-
ubah.
2. Tonên waneh, tunggala tuwi ikang wastu, dudu juga agraha ning
sawwangsawwang irika, wyaktinya, nàng susu ning ibu, dudu apti nikang anak,
an monêng ing ibu, lawan apti nikang bapa, hinganya manah magawe bheda
(Sarasamuscaya, 85)
Terjemahannya
Lihatlah yang lain, sekalipun hanya satu bendanya tetapi berbeda jika tanggapan tiap-
tiap orang terhadapnya. Sesungguhnya seperti buah dada seorang ibu, berbedalah
tanggapannya si anak yang menyayangi si ibu daripada tanggapan si ayah. Jadinya
pikiranlah yang membuat perbedaan itu.
3. Nyàyeki kadeyàkêna ning wwang, ikang buddhi màsih ring sarwapràni, yatika
pagêhakêna, haywa dêngki, haywa ta engin, haywa ta humayam-ayam, ikang
wastu tan hana, wastu tan yukti kunêng, haywa ika inangên-angên.
(Sarasamuscaya, 89)
Terjemahan
Inilah hendaknya yang dilakukan orang, perasaan cinta kasih kepada semua
mahluk, hal itu patut dikuatkan, janganlah dengki, janganlah menginginkan dan
merindukan sesuatu yang tidak ada atau yang tidak benar, hal itu jangan
dipikirpikirkan.
4. Ikang wwang irsyà ri padanya jadma tumon màsnya, rùpanya, wiryanya,
kasujanmanya, sukhanya, kasubhaganya, ya ta amuhara irûyà i ri ya, ikang
wwang mangkana kramanya yatika prasidha ning sangsara ngaranya, karakêt
laranya tan patamban. (Sarasamuscaya, 91).
Terjemahannya
Orang yang iri hati kepada sesama manuasia jika melihat emasnya, wajahnya,
kekuasaannya, kelahirannya, yang utama, kesenangannya, kebahagiannya, jika hal itu
menyebabkan iri hati padanya; maka orang yang demikian keadannya sungguh-
sungguh sengsara namanya. melekat penderitaan hatinya tidak terobati.

E. Palawakya Wajib
Pasangan Dewasa Putri
1. Drupadajànaá sahàsinan anyonaý yo bhidarsayetYan hana wwang sanakta durug ing
rowangta, ri kàlanya làwan Sang Dropadi, ya tikà lumakwa wanawàsa,
gumawayaknang kabrahmacaryan, lawasnya rwawêlas tahun. Mangkana samaya
gawayaknanta, yatanyan atùt asànak makaphala haywanta. Nahan ta ling

38
Bhagawan Narada, amisinggih ta Sang Pandawa. Suksmàntarlina ta Bhagawan
Narada ri palinggihan ira. (Adiparwa, XVII).
Terjemahannya
Kalau ada saudaramu menyusul saudaranya ketika sedang berada dengan Sang
Dropadi, dia itu harus pergi ke hutan melaksanakan tapa brahmacari selama 12 tahun.
Demikianlah perjanjian yang dibuatnya yang harus ditaati saudara-saudaranya
supaya selalu bersatu. Demikian perkataan Bhagawan Narada yang dihormati dan
dituruti oleh Sang Pandawa. Bhagawan Narada lalu menghilang dari tempatnya.
2. Hana ta brahmana tamolah irikang deúa, kagarbha de nikang Indraprastha. Sira ta
kahilangan lêmbu. Manangis ta sira ri panangkilan ing kadatwan, sumêsêl ri mahàraja
Yudhistira, an hana maling tumama ri deúa nira. Karêngö pwa de nirànangis de
Sang Arjuna, inujaran ira ta sira, kinon mahenakàmbêk nira. (Adiparwa, XVII)
Terjemahannya
Ada seorang brahmana bertempat tinggal di daerah Indaprastha. Dia kehilangan lembu.
Menangislah dia di tempat menghadap raja di istana menyampaikan kepada
maharaja Yudistira bahwa ada pencuri memasuki daerahnya. Terdengarlah oleh
Sang Arjuna orang menangis lalu disuruhnya menenangkan pikirannya.

F. Palawakya Pilihan
Pasangan Dewasa Putri
1. Kalinganya, ikang ulà ring huntunya unggwan wisa nika, mangkana ikang durjana
mùrkha, ring cittanya unggwan ing wisanya. Kunang ikang wwang tan rowang ing
anak, amatyani pinaka wisanya, muwah ikang stri, canggih ring lakinya, unggwan
ing wisa ika, mangkana ling ning aji. (Úlokantara, 32 (8)).
Terjemahannya
Sesungguhnya, racun ular itu terletak di giginya, demikian juga orang jahat dan bodoh
itu racunnya ada di dalam hatinya. Racun orang yang namanya telah jatuh terletak
pada sifat ganasnya membunuh sesama manusia. Adapun seorang istri atau wanita
letak racunnya adalah pada perbuatannya yang selingkuh menyakiti suaminya.
Demikian ajaran kitab suci.
2. Kalinganya, ikang dadi wwang ngaranya, tan hana luputa ring dosa, yawat ikang
wwang inalêma guna dening loka, hana ika calanya dening padanya wwang.
Yadyan sugiha, pira wruhanya mangaji, pira lituhayuhan ing rupanya, yayanika cinalan
dening padanya jadma, sangksepanya, tan hana juga manulus tan pacalaha,
kadyangga nikang kêmbang padma, inucap pawitra têmên ika arah aparan ta yan
cinalan, agatêl ling nikang loka. (Slokantara, 79 (46)).
Terjemahannya
Sesungguhnya, yang namanya menjadi manusia tidak ada yang luput dari
kesalahan (dosa) walaupun dia itu dikagumi oleh rakyat, tetapi dia punya
kelemahan karena dia sebagai manusia. Walaupun orang itu kaya, pandai segala ilmu
pengetahuan, dan bagaimanapun cantiknya rupanya, namun dengan lahirnya
sebagai manusia, ia tidak luput dari kesalahan. Intinya tidak ada yang mulus tanpa
cela, seperti kembang seroja yang terkenal kesuciannya, namun apakah cacat
celanya? Tangkainya menyebabkan gatal. Demikian orang mengatakan.
3. Deya ning aweha dàna haywa maprayojana pelêman haywa dening wêdi, haywa
maphala pratyupakàra, haywa ring bhandigina, mangkana deya sang dharmika,
maweha mata sira, ndatan dàna ngaranika, weweh dêmakan pratyupakara
ngaramika. (Sarasamuscaya, 188).
Terjemahannya
4. Hendaknya orang memberikan danapunya, jangan disertai tujuan akan pujian,
jangan karena rasa takut, jangan mengharapkan balasan, jangan kepada pemain

39
sandiwara. Demikianlah caranya sang dharmika, jika memberikan danapunya,tetapi
bukan berdanapunya namanya jika diberikan dengan mengharapkan balasan.
5. Lawan waneh yadyapin hana tan hana kunêng ikang phala, wehakêna ta pwa
yathàsambhawa, sakàya-kàya, ikang yogya wehakêna mangkanang wastu yogya
pùjàkêna, pùjàkêna juga, nyata maphala pwa ng dàna, nguni-nguni tikàn gawayên.
(Sarasamuscaya, 197)
Terjemahannya
Tambahan pula, baik ada atau tiada pahalanya berikanlah juga danapunya
sebagaimana mestinya dan sesuai kemampuan, yang patut (layak) diberikan.
Demikian pula barang yang layak untuk persembahan, persembahkanlah sehingga
danapunya itu berpahala, lebih-lebih hal itu yang dilakukan.

G. Palawakya Wajib
Pasangan Dewasa Putra
1. Tumama ta Sang Arjuna ri kahanan mahàràja Yudhistira. Sira ta sêdêng hana lawan
Sang Dropadi, prayojana nira màlapa ri sañjata nira nutùtana maling. Inalap tang
dhanuh mwang úara. Mengêt pwa sira wêkasan i samaya Bhagawan Narada,
tatapinya manglampu sira lumakwa wanawasa, yatanyan siddha karya sang
brahmana. Huwus niromalap laras nira, tinùt nirekang maling. (Adiparwa, XVII).
Terjemahannya
Masuklah Sang Arjuna ke tempat Sang Yudhistira yang kebetulan sedang bersama
Sang Dropadi. Tujuan Sang Arjuna hanya mengambil senjatanya untuk mengejar
maling. Lalu busur dan panahnya diambil. Akhirnya dia ingat akan janjinya dengan
Bhagawan Narada, tetapi dia memilih tinggal di hutan setelah berhasil menyelesaikan
urusan brahmana tadi. Setelah dia mengambil senjatanya lalu diikutinya pencuri itu.
2. Amwit ta sire suku mahàràja Yudhistira, lumakwàwanawàsa. Ndan atêngêt
màhàràja Yudhistira, màngên-angên i lara niran mapasaha. Ndatan anggà Sang Arjuna
ri pasayut sang kaka, awêdi ring mithya wacana. Inanujnàn ta sireng wêkasan,
apan tumuhwàkêni samaya sang rûi. Lumampah ta sira wêkasan. (Adiparwa, XVII).
Terjemahannhya
Sang Arjuna mohon diri kepada Sang Yudistrita akan pergi dan tinggal di hutan. Tetapi
maharaja Yudistira melarangnya karena memikirkan sedihnya berpisah. Sang Arjuna
tidak mengindahkan larangan kakaknya karena dia takut melanggar janjinya.
Akhirnya diijinkan pergi karena menepati janji sang rsi. Maka akhirnya pergilah
Sang Arjuna.

H. Palawakya Pilihan
Pasangan Dewasa Putra
1. Lawan ta wih ikang sukha ning aharas mwang stri ning wang, yàntah katêmu irikang
parastri, tan pahi wih denyàgawe wancana tah, mangkana ring awasana wisih, yaya
tah niyata nika tan pahi, mangkana pwa ya, apa ta phala ning parastri
kenginakêna. (Sarasamuscaya, 155).
Terjemahannya
Lagi pula kesenangan bersentuhan dengan istri sendiri, itu pula yang dirasakan pada
wanita lain, tidak berbeda sesungguhnya akan membuat bencana, demikianlah
pada akhirnya ia tidak menunjukkan cinta kasih lagi, tidak lain seperti itulah
kejadiannya, demikianlah apa gunanya menginginkan wanita lain.
2. Tasmàd vàkkàyacittaistu nàcaredaçubhaý narah, çubhàçubham hyàcarati tasya
tasyàçnute phalamMatangnyan nihan, kadàyakêna ning wwang, tan wàk, kàya,
manah, kawarjana, makolahang asubhakarma, apan ikang wwang mulahakên

40
ikang hayu, hayu tinêmunya, yapwan hala pinakolahnya, hala tinêmuwya.
(Sarasamuscaya, 156)
Terjemahannya
Oleh karenanya inilah yang harus diupayakan orang, janganlah berkata, berbuat, dan
berpikir buruk, karena orang yang berbuat baik, kebaikan yang akan diperolehnya,
apabila berbuat jahat maka penderitaan yang ditemukan olehnya.
3. Prawåtti rahayu kta sàdharma ning rumakseng dharma, yapwan sang hyang aji, jñana
pagêh ekatàna sadhana ri karakûanira, kunang ikang rùpa, si radin pangrakûa
irika, yapwan kasujanman, kasuúilan sadhana ning rumaksa ika. (Sarasamuscaya,
162).
Terjemahannya
Tingkah laku yang baik merupakan alat untuk menjaga dharma, adapun ilmu
pengetahuan, pikiran yang teguh dan tekad yang bulat saja merupakan upaya
untuk menjaganya. Adapun kecantikan dan ketampanan wajah hanya kebersihan
menjaganya. Mengenai kelahiran yang mulia, hanya diperoleh dengan menegakkan
budi pekerti dan susila.
4. Hana ta waneh mangke kramanya, maweh anugraha, masukha agawe bodhana, ring
wwang daridra, enak ta ya manahnya, ika ta wwang mangkana, wåddhi
anaknya, putunya, wêka wetnyan têkeng wênang-wênangnya, lawan kocapani
lêkasnya ring hayu. (Sarasamuscaya, 166).
Terjemahannya
Ada lagi orang yang perilakunya, suka memberi hadiah, dengan senang hati
memberi pelajaran dan nasihat kepada orang miskin, senanglah hatinya, orang seperti
itu, tumbuh berkembang dengan selamat anak-anaknya, cucu-cucunya, semua
keturunannya, semua ternaknya. Lagi pula akan dikenallah semua perbuatan
baiknya.

III. Lampiran 3 (tiga) Materi Utsawa Kakawin


A. Materi Kakawin Pasangan Dewasa Putri
Wirama Wangúapatrapatita: -oo/-o-/ooo/-oo/ooo/oo = 17
1. Norana mitra manglêwihane waraguna maruhur,
norana úatru manglêwihane gêlêngana ri hati,
norana sih mahãnglêwihane sih-ikang-atanaya,
norana úakti daiwa juga úakti tanana manahên.

Terjemahannya:
Tidak ada sahabat melebihi kemuliaan pengetahuan yang tinggi.
Tidak ada musuh melebihi kemarahan hati.
Tidak ada cinta kasih melebihi kasih sayang orang tua kepada anak
Tidak ada yang sakti, hanya takdir jugalah yang tak bisa ditahan.

2. Kokila ring swaranya makarùpa kinalêwihakên,


strī makarùpa diwya kapatibrata linêwihakên,
ring úruti dharmaúàstra guru waktra kinalêwihakên,
ring kûama rùpa sang parama paóðhita linêwihakên.

Terjemahannya:
Keunggulan burung kokila terletak pada suaranya.
Kemuliaan seorang istri terletak pada kesetiaannya kepada suami.
Dalam hal mendalami ajaran sruti dan dharmasastra, petuah guru merupakan
hal yang utama.

41
Kesabaran merupakan hal yang utama bagi seorang pendeta agung.

*Catatan: suku kata yang digaris bawah pada teks kakawin di atas adalah Guru!

B. Materi Kakawin Pasangan Dewasa Putra


Wirāma Rāgakusuma: ---/oo-/o-o/oo-/ooo/ooo/-o-/oo =23
1. SangHyang Candra Tarànggaóà pinaka dhīpa mamadhangi ri kàla ningwêngi,
SangHyang Sùrya sêðêng prabhàsa makadhīpa mamadhangi ri bhùmi maóðala,
widyàúàstra sudharma dhīpa nikanang tribhuwana sumênö prabhàswara,
yan ring putra suputra sàdhu guóawàn mamadhangi kula wandhu wandhawa.

Terjemahannya:
Bulan dan bintang merupakan penerang menerangi dunia pada malam hari.
Matahari yang sedang bersinar menjadi penerang yang menerangi jagatraya.
Pengetahuan dan ajaran suci dharma merupakan penerang ketiga dunia yang
bersinarterang.
Putra yang baik adalah anak yang memiliki pengetahuan dangunawan
menjadi penerang keluarga

2. Singgihyan têka ning yugãnta kali tan hana lêwiha sakeng mahàdhana,
tanwàktan guóa úùra paóðhita widagdha padha mangayaping dhaneúwara,
sakwehning rinahasya sang wiku hilang kula ratu padha hīna kãsyasih,
putrãdwe pita ninda ring bapa si úùdra banija warawīryapaóðhita.

Terjemahannya:
Jika zaman kali telah tiba tidak ada yang lebih dimuliakan daripada orang kaya.
Tidak perlu disebutkan lagi para ilmuwan, prajurit, orang bijak, dan akademisi
semua mengabdi kepada orang kaya.
Segala hal yang dirahasiakan para pendeta hilang, para pejabat pada dihina
menderita kesengsaraan.
Anak-anak berani kepada orang tua, para gelandangan berubah menjadi saudagar,
meraih kekuasaan dan kependetaan.

*Catatan: suku kata yang digaris bawah pada teks kakawin di atas adalah Guru!
C. Materi Kakawin Pasangan Remaja Putri
Wirama Wangúastha/Swandewī: o-o/--o/o-o/-oo =12
1. Prihên têmêndharma dhumāraóang sarāt,
sarāga sangsādhu sireka tùtana,
tan artha tankāma pidonya tan yaúa,
ya úakti sangsajjana dharma rākûaka.

Terjemahannya:
Upayakanlah kebenaran itu menjadi dasar dalam mengayomi dunia,
Orang-orang bijaksana agar senantiasa dijadikan suri tauladan,
Bukan harta, bukan nafsu, bukan pula jasa yang menjadi tujuan utama,
Namun menjadi seorang cendekiawan yang hebat dengan berpegang teguh pada
kebenaran.

2. Sakā nikangrāt kita yan wênang manùt,


manùpadeúa prihatah rumākûa ya,
kûayā nikangpāpa nahan prayojana,

42
janānurāgādi tuwin kapangguha.

Terjemahannya:
Kita akan menjadi penyangga dunia bilamana kita mengikuti
Ajaran Manu yang harus diupayakan dan dijaga dengan saksama,
Mengentaskan kesengsaraan masyarakat, itulah menjadi tujuan kita bersama.
Menjadi manusia teladan dan mulia, sungguh akan kita temukan.

*Catatan: suku kata yang digaris bawah pada teks kakawin di atas adalah Guru!

D. Materi Kakawin Pasangan Remaja Putra


Wiràma Kusumawicitra: ooo/o--/ooo/o-o = 12

1. Taki-taki ningsewaka guóa widyà,


smara wiûayarwang puluh-ing-ayuûya,
têngahi tuwuhsanwacana gêgönta,
patilaringatmeng tanu pagurokên.

Terjemahannya:
Kita harus bersungguh-sungguh mengabdikan diri
pada kebajikan dan ilmu pengetahuan.
Kita baru boleh menikmati asmara pada usia dua puluh tahun.
Pada usia setengah umur kita patut mendalami ajaran suci.
Perpisahan jiwa dengan raga pun patut kita pelajari.

2. Waûita nimittanta manêmu lakûmi,


waûita nimittanta pati kapangguh,
waûita nimittanta manêmu duhka,
waûita nimittanta manêmu mitra.

Terjemahannya:
Kata-kata menyebabkan kita menemukan kebahagiaan.
Kata-kata menyebabkan kita menemukan kematian.
Kata-kata menyebabkan kita menemukan kedukaan.
Kata-kata menyebabkan kita menemukan sahabat

*Catatan: suku kata yang digaris bawah pada teks kakawin di atas adalah Guru!

IV. Lampiran 4(empat)Materi Nyanyian Keagamaan Hindu


(belum ada)
V. Lampiran 5 (lima) Materi Utsawa MenghafalSloka
(belum ada)
VI. Lampiran 6 (enam) Materi Utsawa Paricarca
( belum ada)

43