Anda di halaman 1dari 19

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Palangka Raya


Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : VIII / 1
Materi Pokok : Sistem Pencernaan Manusia
Sub Materi : Organ Pencernaan Pada Manusia
Alokasi Waktu : 3 JP (3 x 40 menit )
Pertemuan ke : 8

A. KOMPETENSI INTI
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar (KD)
(IPK)

3.4 Menganalisis keterkaitan 3.4.1 Mengidentifikasi organ-organ


struktur jaringan tumbuhan dan pencernaan pada manusia
fungsinya, serta teknologi yang
terinspirasi oleh struktur
tumbuhan

4.3 Mengomunikasikan teknologi


yang terinspirasi oleh hasil
pengamatan struktur tumbuhan
dari berbagai sumber

1
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah selesai pembelajaran diharapkan siswa dapat:
1. Menyebutkan organ-organ pencernaan dalam sistem pencernaan pada
manusia
2. Menyebutkan fungsi dari masing-masing organ pencernaan
3. Menyebutkan pengertian dari gerak peristaltis
4. Menyebutkan enzim yang dihasilkan pada masing-masing organ pencernaan
5. Menyebutkan fungsi masing-masing enzim
6. Menjelaskan proses pencernaan makanan pada manusia

D. MATERI PEMBELAJARAN
- Materi Reguler
1. Mulut
Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam
mulut terdapat alat-alat yang membantu dalam proses pencernaan, yaitu gigi, lidah,
dan kelenjar ludah (air liur). Di dalam rongga mulut, makanan mengalami
pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Beberapa organ di dalam mulut, yaitu :

a. Gigi
Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi
halus. Keadaan ini memungkinkan enzim-enzim pencernaan mencerna makanan
lebih cepat dan efisien. Gigi dapat dibedakan atas empat macam yaitu gigi seri, gigi

2
taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang. Secara umum, gigi
manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum), dan
akar gigi (radiks). Mahkota gigi atau puncak gigi merupakan bagian gigi yang
tampak dari luar. Setiap jenis gigi memiliki bentuk mahkota gigi yang berbeda-beda.
Gigi seri berbentuk seperti pahat, gigi taring berbentuk seperti pahat runcing, dan
gigi geraham berbentuk agak silindris dengan permukaan lebar dan datar berlekuk-
lekuk. Bentuk mahkota gigi pada gigi seri berkaitan dengan fungsinya untuk
memotong dan menggigit makanan. Gigi taring yang berbentuk seperti pahat
runcing untuk merobek makanan. Sedangkan gigi geraham dengan permukaan
yang lebar dan datar berlekuk-lekuk berfungsi untuk mengunyah makanan. Leher
gigi merupakan bagian gigi yang terlindung dalam gusi, sedangkan akar gigi
merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang. Bila kita amati gambar
penampang gigi, maka akan tampak bagian-bagian seperti pada gambar berikut ini.

Bagian-bagian gigi
Email gigi merupakan lapisan keras berwarna putih yang menutupi mahkota
gigi. Tulang gigi, tersusun atas zat dentin. Sumsum gigi (pulpa), merupakan rongga
gigi yang di dalamnya terdapat serabut saraf dan pembuluh-pembuluh darah. Itulah
sebabnya bila gigi kita berlubang akan terasa sakit, karena pada sumsum gigi
terdapat saraf.
b. Lidah
Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan di dalam rongga mulut dan
membantu mendorong makanan (proses penelanan). Selain itu, lidah juga berfungsi
sebagai alat pengecap yang dapat merasakan manis, asin, pahit, dan asam. Tiap

3
rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di
tempat yang berbeda-beda. Letak setiap rasa berbeda-beda, yaitu:
1. Rasa asin —–> lidah bagian tepi depan
2. Rasa manis —–> lidah bagian ujung
3. Rasa asam —–> lidah bagian samping
4. Rasa pahit —–> lidah bagian belakang / pangkal lidah
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.

letak kepekaan lidah terhadap rasa


Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan
kimia. Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi
dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir, dan reseptor
pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel
sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut yang disebut papila

c. Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur (saliva). Kelenjar ludah dalam
rongga mulut ada 3 pasang, yaitu :
1. Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga.
2. Kelenjar submandibularis, terletak di rahang bawah.
3. Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah.
Letak kelenjar ludah di dalam rongga mulut dapat dilihat pada gambar berikut.

4
Kelenjar ludah di dalam mulut
Kelenjar parotis menghasilkan ludah yang berbentuk cair. Kelenjar
submandibularis dan kelenjar sublingualis menghasilkan getah yang mengandung
air dan lendir. Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan. Jadi, ludah
berfungsi untuk membasahi dan melumasi makanan sehingga mudah ditelan.
Selain itu, ludah juga melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam, dan
basa. Di dalam ludah terdapat enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi
mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum)
menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan
selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 – 7 dan suhu
37oC.

2. Kerongkongan
Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran penghubung antara rongga
mulut dengan lambung. Kerongkongan berfungsi sebagai jalan bagi makanan yang
telah dikunyah dari mulut menuju lambung. Jadi, pada kerongkongan tidak terjadi
proses pencernaan.
Otot kerongkongan dapat berkontraksi secara bergelombang sehingga
mendorong makanan masuk ke dalam lambung. Gerakan kerongkongan ini disebut
gerak peristalsis. Gerak ini terjadi karena otot yang memanjang dan melingkari
dinding kerongkongan mengkerut secara bergantian. Jadi, gerak peristalsis
merupakan gerakan kembang kempis kerongkongan untuk mendorong makanan
masuk ke dalam lambung. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut.

5
Gerak peristalsis dalam kerongkongan
Makanan berada di dalam kerongkongan hanya sekitar enam detik. Bagian
pangkal kerongkongan (faring) berotot lurik. Otot lurik pada kerongkongan bekerja
secara sadar menurut kehendak kita dalam proses menelan. Artinya, kita menelan
jika makanan telah dikunyah sesuai kehendak kita. Akan tetapi, sesudah proses
menelan hingga sebelum mengeluarkan feses, kerja otot-otot organ pencernaan
selanjutnya tidak menurut kehendak kita (tidak disadari).

3. Lambung
Lambung (ventrikulus) merupakan kantung besar yang terletak di sebelah
kiri rongga perut sebagai tempat terjadinya sejumlah proses pencernaan. Lambung
terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah yang membulat
(fundus), dan bagian bawah (pilorus). Kardiak berdekatan dengan hati dan
berhubungan dengan kerongkongan. Pilorus berhubungan langsung dengan usus
dua belas jari. Di bagian ujung kardiak dan pilorus terdapat klep atau sfingter yang
mengatur masuk dan keluarnya makanan ke dan dari lambung. Struktur lambung
dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Struktur lambung
Dinding lambung terdiri dari otot yang tersusun melingkar, memanjang, dan
menyerong. Otot-otot tersebut menyebabkan lambung berkontraksi, sehingga

6
makanan teraduk dengan baik dan bercampur merata dengan getah lambung. Hal
ini menyebabkan makanan di dalam lambung berbentuk seperti bubur. Dinding
lambung mengandung sel-sel kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan
yang menghasilkan getah lambung. Getah lambung mengandung air lendir (musin),
asam lambung, enzim renin, dan enzim pepsinogen. Getah lambung bersifat asam
karena banyak mengandung asam lambung. Asam lambung berfungsi membunuh
kuman penyakit atau bakteri yang masuk bersama makanan dan juga berfungsi
untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin berfungsi memecah protein
menjadi pepton dan proteosa. Enzim renin berfungsi menggumpalkan protein susu
(kasein) yang terdapat dalam susu. Adanya enzim renin dan enzim pepsin
menunjukkan bahwa di dalam lambung terjadi proses pencernaan kimiawi.
Selain menghasilkan enzim pencernaan, dinding lambung juga
menghasilkan hormon gastrin yang berfungsi untuk pengeluaran (sekresi) getah
lambung. Di dalam lambung terjadi gerakan mengaduk. Gerakan mengaduk dimulai
dari kardiak sampai di daerah pilorus. Gerak mengaduk terjadi terus menerus baik
pada saat lambung berisi makanan maupun pada saat lambung kosong. Jika
lambung berisi makanan, gerak mengaduk lebih giat dibanding saat lambung dalam
keadaan kosong. Mungkin kita pernah merasakan perut terasa sakit dan berbunyi
karena perut kita sedang kosong. Hal itu disebabkan gerak mengaduk saat lambung
kosong. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar berikut.

Gerak mengaduk pada lambung.


Makanan umumnya bertahan tiga sampat empat jam di dalam lambung.
Makanan berserat bahkan dapat bertahan lebih lama. Dari lambung, makanan
sedikit demi sedikit keluar menuju usus dua belas jari melalui sfingter pilorus.

4. Usus Halus
Usus halus (intestinum) merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat
terjadinya proses pencernaan yang paling panjang. Usus halus terdiri dari :

7
1. Usus dua belas jari (duodenum)
2. Usus kosong (jejenum)
3. Usus penyerap (ileum)
Pada usus dua belas jari bermuara saluran getah pankreas dan saluran empedu.
Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim-enzim sebagai
berikut :
1. Amilopsin (amilase pankreas) Yaitu enzim yang mengubah zat tepung
(amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
2. Steapsin (lipase pankreas) Yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi
asam lemak dan gliserol.
3. Tripsinogen Jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu
enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam
amino yang siap diserap oleh usus halus.
Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung empedu.
Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus dua belas jari.
Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin).
Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Zat warna empedu berwarna
kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara merombak sel darah merah yang telah tua
di hati. Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada feses. Untuk
lebihjelasnya,dapat dilihat pada gambar berikut.

Pada bagian usus dua belas jari bermuara saluran getah pankreas dan saluran
empedu.
Selain enzim dari pankreas, dinding usus halus juga menghasilkan getah usus
halus yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut :
1. Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.

8
2. Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
3. Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
4. Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.
5. Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin.
Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan
berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna
menjadi asam lemak dan gliserol, serta protein dicerna menjadi asam amino. Jadi,
pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan
protein diselesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung
di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam
bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein
diserap dalam bentuk asam amino. Vitamin dan mineral tidak mengalami
pencernaan dan dapat langsung diserap oleh usus halus. Struktur usus halus dapat
dilihat pada gambar berikut ini.

Penampang Usus Halus Manusia


Pada dinding usus penyerap terdapat jonjot-jonjot usus yang disebut vili
(Lihat gambar diatas). Vili berfungsi memperluas daerah penyerapan usus halus
sehingga sari-sari makanan dapat terserap lebih banyak dan cepat. Dinding vili
banyak mengandung kapiler darah dan kapiler limfe (pembuluh getah bening usus).
Agar dapat mencapai darah, sari-sari makanan harus menembus sel dinding usus
halus yang selanjutnya masuk pembuluh darah atau pembuluh limfe. Glukosa,
asam amino, vitamin, dan mineral setelah diserap oleh usus halus, melalui kapiler
darah akan dibawa oleh darah melalui pembuluh vena porta hepar ke hati.

9
Selanjutnya, dari hati ke jantung kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Asam lemak
dan gliserol bersama empedu membentuk suatu larutan yang disebut misel. Pada
saat bersentuhan dengan sel vili usus halus, gliserol dan asam lemak akan
terserap. Selanjutnya asam lemak dan gliserol dibawa oleh pembuluh getah bening
usus (pembuluh kil), dan akhirnya masuk ke dalam peredaran darah. Sedangkan
garam empedu yang telah masuk ke darah menuju ke hati untuk dibuat empedu
kembali. Vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K) diserap oleh usus
halus dan diangkat melalui pembuluh getah bening. Selanjutnya, vitamin-vitamin
tersebut masuk ke sistem peredaran darah. Umumnya sari makanan diserap saat
mencapai akhir usus halus. Sisa makanan yang tidak diserap, secara perlahan-
lahan bergerak menuju usus besar.

5. Usus Besar
Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama
dengan lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar
terdapat bakteri Escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan
sisa makanan menjadi feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli
juga menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan
darah. Sisa makanan dalam usus besar masuk banyak mengandung air. Karena
tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali ke usus besar.
Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar. Usus besar
terdiri dari bagian yang naik, yaitu mulai dari usus buntu (apendiks), bagian
mendatar, bagian menurun, dan berakhir pada anus. Untuk lebih jelasnya, dapat
dilihat pada gambar berikut ini.

Struktur usus besar

10
Perjalanan makanan sampai di usus besar dapat mencapai antara empat
sampai lima jam. Namun, di usus besar makanan dapat disimpan sampai 24 jam. Di
dalam usus besar, feses di dorong secara teratur dan lambat oleh gerakan
peristalsis menuju ke rektum (poros usus). Gerakan peristalsis ini dikendalikan oleh
otot polos (otot tak sadar).
6. Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat
anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah
siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus.
Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik. Jadi,
proses defekasi (buang air besar) dilakukan dengan sadar, yaitu dengan adanya
kontraksi otot dinding perut yang diikuti dengan mengendurnya otot sfingter anus
dan kontraksi kolon serta rektum. Akibatnya feses dapat terdorong ke luar anus.
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini

Struktur anus

Materi Pengayaan
-
Materi Remedial
Materi Remedial setara dengan materi reguler dan diberikan kepada peserta
didik yang belum mencapai KKM

11
Nilai Karakter yang dikembangkan
 Rasa ingin tahu
 Kerja Sama
 Percaya Diri

E. METODE PEMBELAJARAN
- Model Problem Based Learning (CL)

F. MEDIA PEMBELAJARAN
 Media / Alat
- Gambar
- PPT

 Bahan
- Lembar kerja siswa dan kelengkapannya

G. SUMBER BELAJAR
- Kemendikbud RI (2018) Buku IPA SMP kelas VIII semester 1

H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pertemuan I (3 JP)
Langkah Alokasi
Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Kegiatan  Guru menyiapkan peserta didik (mengajak 10 menit
Pendahuluan berdoa, mengecek kehadiran siswa) untuk
mengkondisikan suasana belajar yang
menyenangkan. (Materi Karakterisitik
sikap Disiplin)
 Guru mengecek penguasaan kompetensi
yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu
dengan mengingatkan dan mengajukan
pertanyaan pada peserta didik tentang
materi tumbuhan.
 Guru melakukan apersepsi dan motivasi
dengan memberikan pertanyaan prasyarat
dan motivasi kepada siswa. (Rasa ingin
tahu)
- Pertanyaan Prasyarat
 “Apakah kalian masih ingat zat
makanan itu ada apa saja?”
- Pertanyaan motivasi :
 “apakah kalian tahu bagaimana
proses pencernaan makanan yang
kita makan dalam tubuh?
- Guru mengajak siswa masuk kedalam
pembahasan materi.

12
“Agar lebih tahu tentang
permasalahan dan solusi atas
permasalahan itu maka kita akan
mempelajari organ pencernaan”

 Guru menuliskan judul pembelajaran yang


akan dibahas dipapan tulis.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
kepada siswa.
Kegiatan Inti 90 menit
Stimulation (Pemberian rangsang)
 Guru menyampaikan materi tentang
struktur dan fungsi jaringan akar.
 Guru memancing peserta didik agar
mengajukan pertanyaan yang
berkaitan dengan gambar. (Materi
Karakteristik sikap rasa ingin tahu)

Pembahasan Tugas dan Identifikasi


masalah
 Guru memberikan pertanyaan arahan
untuk memfokuskan pada konsep
materi struktur dan fungsi jaringan
akar
 Guru mengorganisasikan siswa dalam
bentuk kelompok yang terdiri dari 4
siswa selanjutnya memberikan LKPD
kepada masing-masing kelompok

Observasi dan Pengumpulan Data


 Guru memberikan LKPD kepada
masing-masing kelompok
 Menjelaskan petunjuk pengerjaan
LKPD

Data Processing (Pengolahan data)


 Guru membimbing semua kelompok
sesuai dengan kebutuhan masing-
masing
 Kelompok berdiskusi untuk
menganalisis data yang mereka
dapatkan serta bekerjasama
menjawab pertanyaan yang ada
dalam LKPD (Materi Karakteristik
sikap Kerja sama)

13
Verification (Pembuktian)
 Kelompok diminta mempresentasikan
hasil diskusi di depan kelas dan
kelompok yang lain mengajukan
pertanyaan
Generalization (Menarik kesimpulan)
 Guru meminta peserta didik untuk
menarik kesimpulan dari materi
struktur dan fungsi jaringan akar
berdasarkan hasil diskusi

Kegiatan  Guru memberitahukan siswa 20 menit


Penutup
mengenai materi yang akan dibahas
pada pertemuan selanjutnya
 Guru membimbing siswa untuk
menyimpulkan materi secara
keseluruhan dan bersama sama
 Guru memberikan waktu untuk
peserta didik mengerjakan soal
evaluasi tersebut dan setelah
waktunya habis guru meminta peserta
didik mengumpulkannya.
 Guru menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.
 Menutup pembelajaran

1. Penilaian

a. Teknik Penilaian
Teknik penilaian yang digunakan yaitu sebagai berikut:
Metode / Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
 Observasi Lembar pengamatan sikap dan rubrik
 Tes tertulis Tes uraian
 Penugasan Lembar penilaian dan rubrik

b. Instrumen Penilaian
- Pertemuan Pertama
1. Penilaian Kompetensi Sikap

14
Penilaian Sikap Melalui Jurnal
Instrumen:
JURNAL
Kelas: ………………..
Aspek yang diamati:…………….
Butir Karakter
No Hari/Tanggal Nama Kejadian Rasa Kerja Disiplin Keterangan
ingin sama
tahu
1. …………

… …………. ………….. …………..

… …………. ………….. …………..

… …………. ………….. …………..

Keterangan:
Nilai Jurnal menggunakan skala Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K)
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
- Tes Uraian Objektif

15
Palangka Raya, Oktober 2019
Guru Pamong, Mahasiswa PPL II,

Dormasi Sinaga, S.Pd Yonatan Vari


NIP 19740418 200604 2 018 NIM ACB 116 012

Menyetujui

Kepala SMPN 2 Palangka Raya, Dosen Pembimbing,

Drs. Muhamad Serajudin Nur Dr. Andi Bustan, M.Si


NIP 19630920 199903 1 002 NIP 19621110 198810 1 001

16
EVALUASI

1. Sebutkan organ-organ pencernaan dalam sistem pencernaan manusia


2. Sebutkan fungsi dari :
a. Mulut
b. kerongkongan
c. Lambung
d. Usus halus
e. Usus besar
f. Anus
3. Jelaskan pengertian gerak peristaltis
4. Sebutkan enzim-enzim yang terdapat pada :
a. Mulut
b. kerongkongan
c. Lambung
d. Usus halus
e. Usus besar
f. Anus
5. Sebutkan fungsi dari enzim :
a. Pepsin
b. Maltase
c. Laktase
6. Jelaskan proses pencernaan pada manusia

17
KUNCI JAWABAN EVALUASI

No Soal Jawaban Poin


1 Sebutkan struktur dan fungsi Struktur akar dibedakan menjadi dua bagian, 1
jaringan pada akar ! yaitu struktur morfologi (luar) dan struktur
Anatomi (dalam).
Peranan utama akar tumbuhan adalah sebagai 1
penopang bagi tumbuhan itu sendiri,
memperkokoh tumbuhan agar tidak roboh serta
sebagai organ penyerapan air dan mineral hara
yang digunakan untuk proses metabolisme
tumbuhan.
Skor Butir 2
2 Jelaskan minimal 2 bagian-  Leher akar atau pangkal akar (Collum), 2
bagian akar secara yaitu bagian akar yang bersambungan
morfologi. dengan pangkal, batang.
 Batang akar (Corpus Radicis), bagian
akar yang terdapat antara leher akar dan
ujungnya.
 Cabang-cabang akar (Radix Lateralis),
yaitu bagian akar yang tidak langsung
bersambungan dengan pangkal batang,
tetapi keluar dari akar pokok, dan
masing-masing dapat mengadakan
percabangan lagi.

 Serabut akar (Fibrilla Radicalis), cabang-

18
cabang akar yang halus dan berbentuk
serabut.
 Rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar
(Pilus Radicalis), merupakan tonjolan sel
epidermis yang berfungsi untuk
memperluas daerah penyerapan akar,
sehingga lebih banyak air dan unsur hara
yang dapat diserap. Pada tumbuhan air
jarang dijumpai adanya rambut akar.
 Ujung akar (Apex Radicis), bagian akar
yang paling muda, terdiri atas jaringan
jaringan yang masih dapat mengadakan
pertumbuhan.
 Tudung akar (Calyptra), bagian akar yang
letaknya paling ujung, terdiri atas
jaringan yang berguna untuk melindungi
ujung akar yang masih muda dan lemah.

Skor Butir 2
3 Jelaskan minimal 2 bagian- Struktur dalam akar tersusun oleh tiga daerah
bagian akar secara anatomi. lapisan jaringan pokok yaitu epidermis,
korteks, dan silinder pusat (stele).
Epidermis
Sel-sel epidermis akar berbentuk pipih dan
berdinding tipis, umumnya terdiri dari satu
lapis dan dinding selnya mudah dilewati air.
Korteks
Korteks merupakan daerah antara epidermis
dan stele. Korteks terutama terdiri dari sel-sel
parenkim yang tersusun melingkar.
Silinder pusat (stele)
Silinder pusat terletak di sebelah dalam lapisan
endodermis. Silinder pusat tersusun oleh
jaringan xilem, floem, dan perisikel.

Skor Butir 2
4 Sebutkan minimal 2 2
perbedaan tumbuhan dikotil
dan monokotil !

Skor Butir 2

19