Anda di halaman 1dari 12

MEMAHAMI MEDIA DALAM PROMKES

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 7

SRY NOFITA SARI HUTAGALUNG


WINDA VERATAMI PURBA
ARJUN PRAJUN SIAGIAN
PEBRIANTRIS SITORUS

DOSEN PENGAJAR :

Ns.EVA KARTIKA HASIBUAN, M.Kep

PROGRAM STUDI NERS


FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
MEDAN 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan YME karena atas Rahmat dan
Karunia-Nyalah, kami selaku penulis makalah yang berjudul “Memahami Media
dalam Promosi Kesehatan” yang mana makalah ini sebagai salah satu tugas
mata kuliah “Pendidikan dan Promkes, puji Tuhan dapat terselesaikan tepat
pada waktunya.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini.
Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya
membangun sehingga dapat digunakan untuk membantu perbaikan di waktu
mendatang dan atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terimakasih.

Medan, 20 Juni 2017

Penyusun

Kelompok 7
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..................................................................................................


Daftar Isi ..............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................
A. Latar Belakang ....................................................................................................
B. Rumusan Masalah ..............................................................................................
C. Tujuan ..................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN .....................................................................................
A. Pengertian ............................................................................................................
B. Manfaat Media....................................................................................................
C. Jenis Media Promkes ..........................................................................................
a. Media Cetak .............................................................................................
b. Media Elektronik.....................................................................................
BAB III PENUTUP .............................................................................................
A. KESIMPULAN ..................................................................................................
B. SARAN ................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Upaya mewujudkan kesehatan masyarakat di Indonesia terutama dilakukan


dengan melakukan perubahan perilaku kesehatan melalui promosi kesehatan.
Promosi kesehatan meliputi kegiatan pendidikan kesehatan disertai pemberdayaan
masyarakat. Pendidikan kesehatan memiliki tujuan utama mengubah pengetahuan
masyarakat agar terbentuk perilaku sehat sesuai yang diharapkan. Peningkatan
pengetahuan kesehatan masyarakat diharapkan memicu sikap mendukung
perilaku sehat, bila didukung faktor pemungkin dan pendorong akan membentuk
perilaku sehat. Proses pendidikan kesehatan merupakan proses transfer informasi
tentang kesehatan yang diharapkan melalui komunikasi. Komponen komunikasi
tersusun atas pengirim dan penerima pesan, isi pesan, media dan efek dari pesan.
Media sebagai saluran informasi merupakan salah satu komponen penting
dalam pendidikan kesehatan. Memilih media sebagai saluran menyampaikan
pesan kesehatan dipengaruhi metode yang digunakanMedia pendidikan kesehatan
pada hakekatnya alat bantu pendidikan kesehatan. Menurut fungsi sebagai saluran
pesan media pendidikan kesehatan dapat dikelompokkan atas media cetak, media
elektronik dan media papan (billboard). Beberapa media cetak dikenal antara lain
booklet, leaflet, selebaran (flyer), lembar balik (flip chart), artikel atau rubrik,
poster dan foto. Media elektronik dapat berupa televisi, radio, video, slide, film
strip dan sekarang dikenal internet. Media papan berupa baliho biasanya dipasang
di tempat-tempat umum yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.Alat peraga
yang dipergunakan dalam pendidikan kesehatan dapat berupa alat bantu lihat
(visual), alat bantu dengar (audio) atau kombinasi audio visual.
Penggunaan alat peraga memperhatikan tujuan penggunaannya (sederhana
dan kompleks), sasaran, tempat dan penggunanya. Dengan memahami
komunikasi khususnya alat peraga dan media pendidikan kesehatan diharapkan
analis laboratorium mampu menyampaikan informasi kesehatan terutama
preventif sehingga timbul perubahan perilaku kesehatan masyarakat agar lebih
mendahulukan mencegah penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan.
Pendidikan kesehatan yang tepat akan mendorong peran analis laboratorium untuk
mengajak masyarakat memanfaatkan profesi analis kesehatan bukan hanya pada
saat sakit tetapi dimulai dari pencegahan penyakit serta meningkatkan kondisi
kesehatannya melalui deteksi dini.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan promosi kesehatan ?


2. Apakah syarat tercapainya rencana penyuluhan promosi kesehatan yang baik ?
3. Apakah harapan rencana penyuluhan promosi kesehatan ?
4. Bagaimana langkah dalam perencaan penyuluhan promosi kesehatan ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui defenisi promosi kesehatan


2. Untuk mengetahui syarat tercapainya rencana penyuluhan promosi kesehatan
yang baik
3. Untuk mengetahui harapan rencana penyuluhan promosi kesehatan
4. Untuk mengetahui langkah dalam perencaan penyuluhan promosi kesehatan
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Promosi kesehatan adalah upaya mempengaruhi masyarakat agar


menghentikan perilaku beresiko tinggi dan menggantikannya dengan perilaku
yang aman atau pelaing tidak beresiko rendah. Program Promosi Kesehatan tidak
di rancang ”di belakang meja”. Supaya efektif, program harus dirancang
berdasarkan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat sasaran setempat.

Media atau alat peraga dalam promosi kesehatan dapat diartikan sebagai
alat bantu untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa
atau dicium, untuk memperlancar komunikasi dan penyebar-luasan informasi.
Seseorang belajar melalui panca inderanya. Setiap indera ternyata berbeda
pengaruhnya terhadap hasil belajar seseorang.

Semakin banyak pancaindera yang digunakan maka semakin jelas juga


pengetahuan yang didapatkan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan alat
peraga dapat melibatkan indera sebanyak mungkin pada suatu objek sehingga
dapat memudahkan pemahaman bagi peserta didik. Pemilihan media promosi
kesehatan ditentukan oleh banyaknya sasaran, keadaan geografis, karakteristik
partisipan, dan sumber daya pendukung.

B. Manfaat Media

a. Menimbulkan minat sasaran.


b. Mencapai sasaran yang lebih banyak.
c. Membantu mengatasi banyak hambatan dalam pemahaman.
d. Merangsang sasaran untuk meneruskan pesan pada orang lain.
e. Memudahkan penyampaian informasi.
f. Memudahkan penerimaan informasi oleh sasaran.
g. Menurut penelitian 75-87% pengetahuan manusia diperoleh atau disalurkan
melalui mata, 13-25% lainnya disalurkan melalui pancaindera lainnya. Oleh
karena itu, dalam aplikasi pembuatan media disarankan lebih banyak
menggunakan alat-alat visual karena akan mempermudah cara penyampaian
dan penerimaan informasi oleh masyarakat.
h. Mendorong keinginan untuk mengetahui, mendalami dan mendapat pengertian
yang lebih baik.
i. Membantu menegakkan pengertian yang diperoleh, yaitu menegakkan
pengetahuan yang telah diterima sehingga apa yang diterima lebih lama
tersimpan dalam ingatan.

C. Pembagian Jenis Media Promkes

a. Jenis Media Promkes

1. Berdasarkan bentuk umum penggunaan (Notoadmojo, 2005)

1) Bahan bacaan : modul, buku rujukan/bacaan, folder, leaflet,


majalah, buletin.
2) Bahan peragaan: poster tunggal, poster seri, plipchart,
transparan slide, film.

2. Berdasarkan cara produksinya, media promosi kesehatan

dikelompokkan menjadi

1. Media cetak, yaitu media statis dan mengutamakan pesan visual.


Media cetak umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata ,
gambar atau foto dalam tata warna. Fungsi utama media ini adalah
memberi informasi dan menghibur. Contohnya :
a. Buklet, merupakan media untuk menyampaikan pesan-pesan
kesehatan dalam bentuk buku, baik berupa tulisan maupun gambar.
b. Leaflet, merupakan selembar kertas yang terdiri dari 200-400 kata
dengan tulisan cetak yang berisi tentang informasi atau pesan-
pesan kesehatan. Isi informasi dapat berupa kalimat, gambar atau
informasi dapat berupa gambar atau kombinasi.
c. Flyer (selembaran), bentuknya seperti leaflet, tetapi tidak berlipat.
d. Flip chart (lembar balik), merupakan alat peraga yang menyerupai
kalender balik bergambar. Lembar balik mempunyai dua ukuran,
ukuran besar terdiri dari lembaran-lembaran yang berukuran kecil
38x50 cm. Lembar balik yang berukuran lebih kecil 21x28 cm
disebut flip book atau flip chart meja. Lembaran-lembaran ini
disusun dalam urutan tertentu dan dibundel pada salah satu sisinya.
Dibawah gambar, dituliskan pesan-pesan yang dapat dibaca oleh
komunikan.
e. Rubrik atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah yang
membahas suatu masalah kesehatan atau hal-hal yang berkaitan
dengan kesehatan.
f. Poster merupakan bentuk media yang berisi pesan-pesan singkat
atau informasi kesehatan yang biasanya menempel di dinding,
tempat-tempat umum atau kendaraan umum dan dalam bentuk
gambar. Ukuran poster biasanya sekitar 50-60 cm, karena
ukurannya sangat terbatas maka tema dalam poster tidak terlalu
banyak biasanya hanya ada satu tema dalam satu poster. Tata letak
kata dan warna dalam poster hendaknya menarik. Kata-kata dalam
poster tidak lebih dari tujuh kata dan hurufnya dapat dibaca oleh
orang lewat dari jarak 6 meter. Biasanya isinya bersifat
pemberitahuan atau propaganda. Poster sesuai untuk tindak lanjut
dari pesan yang sudah disampaikan pada waktu lalu. Jadi tujuan
poster adalah untuk mengingatkan kembali dan mengarahkan
pembaca kearah tindakan tertentu atau sebagai bahan diskusi
kelompok.
g. Foto yang mengungkapkan informasi kesehatan.

2. Media Elektronik.
Media elektronik sebagai sasaran untuk menyampaikan
pesan-pesan atau informasi kesehatan berbeda-beda jenisnya.
Antara lain:
a. Televisi
b. Penyampaian pesan atau informasi kesehatan melalui media
televisi dapat dalam bentuk sandiwara, sietron, forum diskusi atau
tanya jawab sekitar masalah kesehatan, pidato(ceramah), TV Spot,
kuis atau cerdas cermat, dan sebagainya.
c. Radio
d. Penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan mealui radio
juga dapat bermacam-macam bentuknya, antara lain obrolan(tanya-
jawab), sandiwara radio, ceramah, radio spot, dan sebagainya.
e. Video
f. Penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan dapat melalui
video.
g. Slide
h. Slide juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau
informasi-informasi kesehatan.
i. Film Strip
j. Film strip juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan
kesehatan.
k. Media Papan (Billboard)
l. Papan (Billboard) yang dipasang di tempat-tempat umum dapat
diisi dengan pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan.
Media papan di sini juga mencakup pesan-pesan yang ditulis pada
lembaran seng yang ditempel pada kendaraan-kendaraan umum
(bus dan taksi).
b. Pembagian jenis alat peraga secara umum dalam promkes

1. Alat bantu lihat (Visual aids)


Alat ini digunakan untuk membantu menstimulasi indera penglihatan pada saat
proses pendidikan. Terdapat dua alat bantu visual, yaitu:
a. Alat bantu yang diproyeksikan seperti slide, OHP, dan film strip
b. Alat bantu yang tidak diproyeksikan misalnya dua dimensi seperti gambar,
peta, dan bagan. Termasuk alat bantu cetak dan tulis misalnya leaflet, poster,
lembar balik, dan buklet. Termasuk tiga dimensi seperti bola dunia dan
boneka.
2. Alat bantu dengar (Audio Aids)
Alat ini digunakan untuk menstimulasi indera pendengar misalnya piringan hitam,
radio, tape, CD.
3. Alat bantu dengar dan lihat (Audio visual aids)
Alat bantu ini digunakan untuk menstimulasi indera penglihatan dan pendengaran
seperti televisi, film dan video.
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk
menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator,
baik itu melalui media cetak, elektronik dan media luar luar ruang, sehingga
sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat
berubah perilakunya ke arah positif terhadap kesehatannya. (DEPKES RI, 2006)

B. Saran
Semoga makalah ini dapat dimanfaatkan dalam melaksanakan promosi
kesehatan dan penulis berharap makalah ini mendapatkan kritik yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

Notoatmodjo,Soekidjo. 2012. Promosi Kesehatan Dan Prilaku Kesehatan.


Jakarta: Rineka Cipta
Departemen Kesehatan RI, Pusat Promosi Kesehatan, Pedoman Pelaksanaan
Promosi Kesehatan di Daerah, Jakarta 2006
Mubarak. Nurul. Khoirul. Supradi. 2007. Proomosi kesehatan. Graha Ilmu.
Yogyakarta