Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN


MASSA JENIS GAS

OLEH:
NI PUTU ASTINI (1713031004)/VA
I GUSTI AYU AGUNG MAS ROSMITA (1713031013) /VA
APLIANA PRISKILA MONE (1713031017) /VA

JURUSAN KIMIA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2019
PERCOBAAN I
PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA JENIS
GAS
I. Tujuan
a. Menentukan berat molekul senyawa CHCl3 dan senyawa unknown berdasarkan
pengukuran massa jenis gas secara eksperimen.
b. Menerapkan persamaan gas ideal dalam menentukan berat molekul senyawa CHCl3
dan zat unknown X secara eksperimen.
c. Menentukan zat unknown X berdasarkan berat molekul hasil eksperimen.

II. Dasar Teori

Gas terdiri dari banyak partikel. Partikel-partikel tersebut senantiasa bergerak


dengan kecepatan dan arah yang beraneka ragam. Partikel-partikel gas tersebar secara
merata di semua bagian ruangan yang ditempati. Gas merupakan zat yang selalu
dapat bercampur sempurna satu sama lain membentuk satu fase yang homogen.
Secara umum gas dapat dikelompokkan menjadi dua macam golongan, yaitu
gas ideal atau gas sempurna dan gas nyata atau sejati. Adapun gas ideal merupakan
gas yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
1. Molekul-molekul gas merupakan materi bermassa yang dianggap tidak
mempunyai volum.
2. Gaya tarik menarik atau tolak menolah antar molekul dianggap nol.
3. Tumbukan antar molekul dan antar molekul dengan dinding bejana adalah
lenting sempurna.
4. Memenuhi hukum-hukum gas.
Sedangkan sifat dari gas nyata menyimpang dari gas ideal. Gas nyata berprilaku
seperti gas ideal jika dikondisikan pada tekanan yang relatif rendah, serta suhu yang
tinggi sehingga hukum-hukum gas dapat dipakai untuk semua macam gas pada
kondisi tersebut (Braddy, 1999).
Massa molekul relatif merupakan angka banding massa suatu molekul zat
terhadap massa karbon-12. Massa molekul relatif merupakan jumlah massa atom
relatif dari atom-atom di dalam rumusnya yang dapat ditentukan dengan berbagai
cara berdasarkan pada jenis zat, apakah zat itu berupa gas, cairan, padatan yang
menguap, zat terlarut yang menguap atau bisa juga untuk suatu zat terlarut yang tidak
menguap dan melarut dalam suatu pelarut.
Massa molekul relatif atau berat molekul (BM) senyawa volatil dapat
ditentukan dengan cara Dumas, Regnault, dan Victor Meyer. Metode Dumas adalah
prosedur yang digunakan untuk menentukan massa atom relatif atau berat molekul
dari zat organik volatil yang berupa cairan pada suhu kamar. Penentuan berat
molekul dalam metode Dumas menggunakan hukum gas ideal bersamaan dengan
massa jenis gas dengan mengetahui tekanan, volume, dan suhu dari sampel, dengan
asumsi bahwa persamaan gas ideal diikuti oleh gas nyata pada tekanan rendah. Dari
persamaan gas ideal didapat:
𝑚
PV = nRT atau PV = (𝐵𝑀 x RT)

Persamaan 1 dapat diubah menjadi:


𝑚
P (BM) = ( 𝑉 x RT)

P (BM) = 𝜌 R T
Dimana, BM adalah berat molekul (grm/mol), P adalah tekanan gas (atm), V
adalah volume gas (L), T adalah suhu mutlak (K), ρ adalah massa jenis (gr/L) dan R
adalah konstanta gas(0,08206 liter atm mol-1K-1) (Retug & Sastrawidana, 2004).
Berdasarkan pernyataan Dumas bahwa senyawa yang dapat ditentukan berat
molekulnya dengan menggunakan persamaan gas ideal adalah senyawa yang bersifat
volatil. Bila suatu zat cair yang bersifat volatil dengan titik didih lebih kecil dari
100oC ditempatkan dalam labu Erlenmeyer bertutup yang mempunyai lubang kecil
pada bagian tutupnya, dan kemudian labu Erlenmeyer tersebut dipanaskan sampai
suhu 100oC, maka cairan tersebut akan menguap. Apabila keadaan kesetimbangan
dicapai, yaitu tekanan uap cairan dalam labu Erlenmeyer sama dengan tekanan udara
luar, maka uap yang dihasilkan mendorong udara yang terdapat pada labu
Erlenmeyer dan keluar melalui lubang-lubang kecil. Setelah semua udara yang keluar,
pada akhirnya uap ini berhenti keluar, (Retug & Sastrawidana, 2004).
Pada keadaan kesetimbangan ini, labu Erlenmeyer hanya berisi uap cairan
dengan tekanan sama dengan tekanan atmosfer, volume sama dengan volume labu
Erlenmeyer, dan suhu sama dengan titik didih air dalam penangas air (kira-kira
100oC). Massa gas dapat diketahui dengan menimbang labu Erlenmeyer beserta uap
di dalamnya, sedangkan berat molekul gas dapat diketahui dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut.
P (BM) = 𝜌 R T
Salah satu zat volatil adalah kloroform. Kloroform adalah nama umum untuk
triklorometana (CHCl3). Kloroform dikenal karena sering digunakan sebagai bahan
pembius, meskipun kebanyakan digunakan sebagai pelarut nonpolardi laboratorium
atau industri. Wujudnya pada ruangan berupa cairan namun mudah menguap, jernih,
tidak berwarna, tidak mudah terbakar, massa molar secara teoritis sebesar 119,38
g/mol. Densitas kloroform sebesar 1,48 g/cm3 dengan titik lebur sebesar -63,5℃ dan
titik didih sebesar 61,2 ℃. kelarurtan dalam air 0,8 g/100 ml pada 20 ℃ dengan
bentuk molekul tetrahedral.

III. Alat dan Bahan


Tabel 1. Alat
No. Nama Alat Ukuran Jumlah

1 Labu Erlenmeyer 100 mL 2 buah

2 Gelas kimia 500 mL 2 buah

3 Gelas Kimia 20 mL 2 buah

4 Karet gelang - 4 buah

5 Jarum - 1 buah

6 Neraca analitik - 1 buah

7 Desikator - 1 buah

8 Gelas ukur 5 mL 1 buah

9 Heater - 1 buah
10 Statif dan klem - 2 set

11 Termometer 100oC 2 buah

12 Barometer - 1 buah

13. Pipet tetes 2 buah

Tabel.2 Bahan
No. Nama Bahan Konsentrasi Jumlah

1 Cairan volatile, kloroform - 5 mL


(CHCl3)
2 Sampel unknown - 5 mL

3 Air - 1L

4 Aluminium foil - 2 lembar 10 x 10


cm

IV. Prosedur Praktikum


1. Senyawa kloroform (CHCl3)

Diambil sebuah labu Erlenmeyer, ditutup dengan


aluminium foil, dikencangkan dengan karet gelang,
kemudian ditimbang dan dicatat hasilnya

Dimasukkan 5 mL larutan CHCl3 ke dalam labu


Erlenmeyer, ditutup kembali dengan kertas aluminium
foil dan dikencangkan dengan karet gelang. dibuat
sebuah lubang kecil pada aluminium foil
menggunakan jaum, agar uap dapat keluar.
Direndam labu erlenmeyer tersebut dalam penangas
air bersuhu ± 100°C dengan ketinggian air ± 1 cm
dibawah aluminium foil sampai semua larutan
kloroform (CHCl3) menguap, kemudian dicatat suhu
penangas air

Setelah semua larutan kloroform CHCl3 menguap,


diangkat labu Erlenmeyer kemudian dikeringkan
bagian luarnya. Dinginkan labu erlenmeyer dalam
desikator.

Ditimbang labu erlenmeyer yang telah dingin dengan


neraca (tutup aluminium foil beserta karet gelang tidak
dilepaskan saat ditimbang).

Volume labu Erlenmeyer ditentukan dengan mengisi


labu dengan air sampai penuh dan mengukur massa
air. Diukur pula suhu air dalam labu Erlenmeyer.
Volume air dapat ditentukan melalui persamaan
berikut:
𝜌 = 𝑚⁄𝑉

Diukur tekanan atmosfer menggunakan barometer.


2. Senyawa Unknown
Lakukan langkah yang sama seperti di atas untuk menentukan massa molekul
senyawa unknown.
V. Tabel Pengamatan
1. Senyawa kloroform (CHCl3)
No. Kegiatan Hasil Pengamatan
1. Menimbang labu Erlenmeyer yang Diperoleh massa total dari labu erlenmeyer
ditutup dengan aluminium foil dan beserta tutupnya sebesar 69,7747 gram
dikencangkan dengan karet gelang
dengan neraca analitik

2. Memasukkan 5 mL kloroform ke Diperoleh suhu penangas air ketika seluruh


dalam labu Erlenmeyer kemudian kloroform habis menguap sebesar 90,45oC
ditutup dengan aluminium foil dan
dikencangkan dengan karet gelang.
Labu erlenmeyer dipanaskan dalam
penangas air hingga kloroform
habis menguap. Catat suhu
penangas air.

3. Setelah labu erlenmeyer diangkat Diperoleh massa total dari labu erlenmeyer,
dan didinginkan di dalam desikator, aluminium foil, karet gelang, dan kloroform
timbang kembali labu erlenmeyer setelah pengembunan sebesar 70,2780 gram
beserta tutupnya.
4. Volume labu Erlenmeyer Diperoleh massa air dari pengurangan massa
ditentukan dengan mengisi labu labu erlenmeyer berisi air dengan labu
dengan air sampai penuh dan erlenmeyer kosong sebesar 149,81 gram
mengukur massa air. Ukur pula
suhu air dalam labu Erlenmeyer.

Labu Erlenmeyer Labu Erlenmeyer dan air


kosong
5. Mengukur tekanan atmosfer Diperoleh data tekanan atmosfer di ruang
menggunakan barometer. praktikum.sebesar 765 mmHg = 1,00658 atm

2. Senyawa unknown (X)


No. Kegiatan Hasil Pengamatan
1. Menimbang labu Erlenmeyer yang Diperoleh massa total dari labu erlenmeyer
ditutup dengan aluminium foil dan beserta tutupnya 67,298 gram
dikencangkan dengan karet gelang
dengan neraca analitik

2. Memasukkan 5 mL senyawa Diperoleh suhu penangas air ketika seluruh


unknown X ke dalam labu senyawa X habis menguap sebesar 92oC
Erlenmeyer kemudian ditutup
dengan aluminium foil dan
dikencangkan dengan karet gelang.
Labu erlenmeyer dipanaskan dalam
penangas air hingga senyawa X
habis menguap. Catat suhu
penangas air.

3. Setelah labu erlenmeyer diangkat Diperoleh massa total dari labu erlenmeyer,
dan didinginkan di dalam desikator, aluminium foil, karet gelang, dan senyawa X
timbang kembali labu erlenmeyer setelah pengembunan sebesar 67,5923 gram
beserta tutupnya.

4. Volume labu Erlenmeyer Diperoleh massa air dari pengurangan massa


ditentukan dengan mengisi labu labu erlenmeyer berisi air dengan labu
dengan air sampai penuh dan erlenmeyer kosong sebesar 128,166 gram
mengukur massa air. Ukur pula
suhu air dalam labu Erlenmeyer.

Labu Erlenmeyer Labu Erlenmeyer dan air


kosong
5. Mengukur tekanan atmosfer Diperoleh data tekanan atmosfer di ruang
menggunakan barometer. praktikum sebesar 765 mmHg = 1,00658 atm
VI. Analisis Data
1. Analisis Data Senyawa Kloroform (CHCl3)
 Mencari massa zat volatil (CHCl3)
Massa zat volatil (CHCl3) = (massa labu Erlenmeyer + aluminium foil + karet
gelang + cairan zat volatil setelah pengembunan) - (massa labu Erlenmeyer +
aluminium foil+ karet gelang)
Massa zat volatil (CHCl3) = 70,2780 gram -69,7747 gram
= 0,5033 gram
 Mencari volume air dan massa jenis gas
Massa air = (massa labu Erlenmeyer + air) – (massa labu Erlenmeyer)
Massa air = 218,7 gram - 68,89 gram
= 149,81 gram
Volume air =
𝑚𝑎𝑖𝑟
𝜌𝑎𝑖𝑟 =
𝑉𝑎𝑖𝑟
149,81 𝑔𝑟𝑎𝑚
𝑉𝑎𝑖𝑟 =
0,996089 𝑔𝑟𝑎𝑚/𝑐𝑚3
𝑉𝑎𝑖𝑟 = 𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢 = 150,398 mL
𝑚𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚
𝜌𝑔𝑎𝑠 =
𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢
0,5033 𝑔𝑟𝑎𝑚
𝜌𝑔𝑎𝑠 =
0,1150398 𝐿
𝝆𝒈𝒂𝒔 = 𝟑, 𝟑𝟒𝟖𝟔 𝒈𝒓𝒂𝒎/𝑳
 Mencari berat molekul CHCl3
𝑚𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚
𝑃 ∙ 𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢 = ∙𝑅∙𝑇
𝐵𝑀𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚
𝑚𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚
𝑃 ∙ 𝐵𝑀𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚 = ∙𝑅∙𝑇
𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢

𝑃 ∙ 𝐵𝑀𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚 = 𝜌𝑔𝑎𝑠 ∙ 𝑅 ∙ 𝑇

𝜌𝑔𝑎𝑠 ∙ 𝑅 ∙ 𝑇
𝐵𝑀𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚 =
𝑃
𝑔𝑟𝑎𝑚 𝑎𝑡𝑚
3,3486 𝐿
∙ 0,082𝐿 𝑚𝑜𝑙 𝐾 ∙ 363,45 𝐾
𝐵𝑀𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚 =
1,00658 𝑎𝑡𝑚
𝑩𝑴𝒌𝒍𝒐𝒓𝒐𝒇𝒐𝒓𝒎 = 𝟗𝟗, 𝟏𝟒 g/mol

2. Analisis Data Senyawa Unknown (X)


 Mencari massa zat unknown
Massa zat unknown = (massa labu Erlenmeyer + aluminium foil+ karet gelang +
cairan zat volatil setelah pengembunan) - (massa labu Erlenmeyer + aluminium
foil+ karet gelang)
Massa zat unknown = 67,5923 gram - 67,2985 gram
= 0,2938 gram
 Mencari volume air dan massa jenis gas
Massa air = (massa labu Erlenmeyer + air) – (massa labu Erlenmeyer)
Massa air = 194,5 gram – 66,3331 gram
= 128,1669 gram
Volume air =
𝑚𝑎𝑖𝑟
𝜌𝑎𝑖𝑟 =
𝑉𝑎𝑖𝑟
𝑚𝑎𝑖𝑟
𝑉𝑎𝑖𝑟 =
𝜌𝑎𝑖𝑟
128,1669 𝑔𝑟𝑎𝑚
𝑉𝑎𝑖𝑟 =
0,996089 𝑔𝑟𝑎𝑚/𝑐𝑚3
𝑉𝑎𝑖𝑟 = 𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢 = 128,670 mL
𝑚𝑢𝑛𝑘𝑛𝑜𝑤𝑛
𝜌𝑔𝑎𝑠 =
𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢
0,2938 𝑔𝑟𝑎𝑚
𝜌𝑔𝑎𝑠 =
0,128670 L
𝝆𝒈𝒂𝒔 = 𝟐, 𝟐𝟖𝟑𝟑 𝒈𝒓𝒂𝒎/𝑳

 Mencari berat molekul unknown


𝑚𝑧𝑎𝑡 𝑢𝑛𝑘𝑛𝑜𝑤𝑛
𝑃 ∙ 𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢 = ∙𝑅∙𝑇
𝐵𝑀𝑧𝑎𝑡 𝑢𝑛𝑘𝑛𝑜𝑤𝑛
𝑚𝑧𝑎𝑡 𝑢𝑛𝑘𝑛𝑜𝑤𝑛
𝑃 ∙ 𝐵𝑀𝑧𝑎𝑡 𝑢𝑛𝑘𝑛𝑜𝑤𝑛 = ∙𝑅∙𝑇
𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢

𝑃 ∙ 𝐵𝑀𝑧𝑎𝑡 𝑢𝑛𝑘𝑛𝑜𝑤𝑛 = 𝜌𝑔𝑎𝑠 ∙ 𝑅 ∙ 𝑇

𝜌𝑔𝑎𝑠 ∙ 𝑅 ∙ 𝑇
𝐵𝑀𝑧𝑎𝑡 𝑢𝑛𝑘𝑛𝑜𝑤𝑛 =
𝑃
𝑔𝑟𝑎𝑚 𝑎𝑡𝑚
2,2833 ∙ 0,082 𝐿 ∙ 365 𝐾
𝐿 𝑚𝑜𝑙 𝐾
𝐵𝑀𝑧𝑎𝑡 𝑢𝑛𝑘𝑛𝑜𝑤𝑛 =
1, 00658 𝑎𝑡𝑚
𝑩𝑴𝒛𝒂𝒕 𝒖𝒏𝒌𝒏𝒐𝒘𝒏 = 𝟔𝟕, 𝟖𝟗𝟐 g/mol

VII. Pembahasan
Percobaan ini akan ditentukan berat molekul dari dua senyawa volatil berdasarkan
pengukuran massa jenis zat. Kedua berat molekul ini dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan gas ideal. Kedua senyawa yang digunakan dalam percobaan ini
senyawa kloroform (CHCl3) dan senyawa unknown.
7.1 Penentuan Berat Molekul Kloroform
Kloroform dengan rumus molekul CHCl3 dengan nama umumnya
triklorometana. Secara teoritis, massa molar kloroform adalah 119,38 g/mol dengan
densitasnya sebesar 1,48 g/cm3. Titik lebur kloroform yaitu pada suhu -63,5oC dan
titik didihnya pada suhu 61,2oC. kelarurtan dalam air 0,8 g/100 ml pada 20℃ dengan
bentuk molekul tetrahedral.
Pada percobaan ini, kloroform yang akan dibuktikan massa molarnya
dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer dan ditutup dengan aluminium foil dan karet
gelang yang telah ditimbang sebelumnya. Hal ini perlu dilakukan supaya kloroform
yang terdapat dalam labu Erlenmeyer tidak menguap. Labu yang berisi kloroform
dimasukkan ke penangas air yang telah dipanaskan. Pemanasan perlu dilakukan untuk
mempercepat penguapan kloroform yang terdapat di dalam labu Erlenmeyer supaya
uap tersebut mendorong udara dalam labu Erlenmeyer keluar melalui celah kecil pada
alumunium foil. Oleh karena itulah aluminium foil yang digunakan sebagai tutup labu
harus dilubangi supaya udara yang terdapat di dalam labu dapat keluar ketika
terbentuk uap kloroform. Ketika terjadi kesetimbangan antara tekanan udara di dalam
labu dan tekanan udara di luar labu, suhu yang teramati yaitu 90,45oC.
Saat seluruh kloroform habis menguap, labu Erlenmeyer secepatnya
dikeluarkan dari penangas air dan dengan segera dimasukkan ke dalam desikator.
Labu Erlenmeyer langsung dimasukkan ke dalam desikator dengan tujuan untuk
menurunkan suhu labu. Dengan suhu labu yang menurun, maka seluruh uap
kloroform kembali berubah menjadi wujud cair. Setelah berubah menjadi wujud cair,
labu Erlenmeyer dikeluarkan dari desikator dan ditimbang kembali.
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, didapatkan berat molekul
dari kloroform tersebut. Berat molekul dari kloroform (CHCl3) didapat 99,14 g/mol.
Secara teori, berat molekul kloroform seharusnya 119,38 g/mol. Hasil perhitungan
berat molekul kloroform mendekati nilai yang seharusnya, namun masih mengandung
kesalahan. Hal ini disebabkan karena ketika labu Erlenmeyer ditimbang, labu
Erlenmeyer tersebut telah berisi udara. Selain itu, saat pendinginan uap kloroform
dengan desikator, tidak semua uap cairan kembali ke wujud cair, sehingga jumlah
udara yang masuk kembali ke dalam labu Erlenmeyer berkurang. Jumlah udara yang
masuk ke labu berkurang menyebabkan massa labu Erlenmeyer dalam keadaan ini
lebih kecil dari massa labu Erlenmeyer dalam keadaan semua uap airnya kembali ke
bentuk cairnya. Jadi, massa cairan CHCl3 seharusnya ditambahkan dengan massa
udara yang tidak dapat masuk kembali ke dalam labu Erlenmeyer. Massa udara
tersebut dapat dihitung dengan mengasumsikan bahwa tekanan parsial udara yang
tidak dapat masuk tadi sama dengan tekanan uap cairan CHCl3 pada suhu kamar 30oC
dengan menggunakan persamaan berikut.
1163,03
log 𝑃 = 6,90328 −
227,4 + 𝑇
Persamaan ini menggunakan suhu ruangan standar dengan satuan oC. Berikut ini
merupakan perhitungan berat molekul senyawa CHCl3 dengan menggunakan faktor
koreksi, dengan mengasumsikan volume labu Erlenmeyer dan berat molekul udara
28,8 g/mol.
Diketahui:
- BMudara N2 = 28,8 g/mol
- Suhu air = 28,5oC = 301,5 K
- Suhu penangas air = 90,45oC = 363,45 K
Maka,

1163,03
log 𝑃 = 6,90328 −
227,4 + 𝑇
1163,03
log 𝑃 = 6,90328 −
227,4 + 28,5
log 𝑃 = 2,3584
𝑷 = 𝟐𝟐𝟖, 𝟐𝟓𝟒 𝒎𝒎𝑯𝒈 = 𝟎, 𝟑𝟎𝟎𝟑 𝒂𝒕𝒎
Setelah tekanan udara didapat, berat molekul CHCl3 dapat ditentukan melalui
perhitungan sebagai berikut.
 Mencari massa udara yang tidak dapat masuk

𝑚𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎
𝑃 ∙ 𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢 = ∙𝑅∙𝑇
𝐵𝑀𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎
𝑚𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎
0,3003 𝑎𝑡𝑚 ∙ 0,150398 𝐿 = 𝑔 ∙ 0,082 𝐿 𝑎𝑡𝑚⁄𝑚𝑜𝑙 𝐾 ∙ 301,5 𝐾
28,8 ⁄𝑚𝑜𝑙
𝑔
0,0451 𝐿 𝑎𝑡𝑚 ∙ 28,8 ⁄𝑚𝑜𝑙
𝑚𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 =
24,723 𝐿 𝑎𝑡𝑚⁄𝑚𝑜𝑙
𝒎𝒖𝒅𝒂𝒓𝒂 = 𝟎, 𝟎𝟓𝟐𝟔 𝒈
 Mencari massa total
Massa total = massa CHCl3 + massa udara yang tidak dapat masuk
Massa total = 0,5033 g + 0,0526 g = 0,5559 gram
 Menghitung massa jenis gas
𝑚𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝜌𝑔𝑎𝑠 =
𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢
0,5559 𝑔 𝒈
𝝆𝒈𝒂𝒔 = = 𝟑, 𝟔𝟗𝟔𝟏 ⁄𝑳
0,150398 𝐿
 Menghitung berat molekul senyawa volatil (CHCl3)
𝜌∙𝑅∙𝑇
𝐵𝑀𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚 =
𝑃
𝑔
3,6961 ⁄𝐿 ∙ 0,082 𝐿 𝑎𝑡𝑚⁄𝑚𝑜𝑙 𝐾 ∙ 363,45 𝐾
𝐵𝑀𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚 =
1,00658 𝑎𝑡𝑚
𝑔
𝐵𝑀𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚 = 109,4344 ⁄𝑚𝑜𝑙
Dari perhitungan berikut ini, dapat dilihat bahwa secara teoritis berat molekul
kloroform yaitu 119,38 g/mol, namun secara praktis berat molekul kloroform yaitu
99,14 g/mol tanpa menggunakan faktor koreksi dan 109,434 g/mol dengan
menggunakan faktor koreksi. Oleh sebab itu, maka dapat diketahui persen kesalahan
dari hasil praktikum ini.
𝑔
(119,38 − 99,14) ⁄𝑚𝑜𝑙
𝑇𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑟𝑒𝑘𝑠𝑖 = 𝑔 × 100 = 16,95%
119,38 ⁄𝑚𝑜𝑙

(119,38 − 109,434) 𝑔⁄𝑚𝑜𝑙


𝐷𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑟𝑒𝑘𝑠𝑖 = 𝑔 × 100 = 8,33%
119,38 ⁄𝑚𝑜𝑙

7.2 Penentuan Berat Molekul Zat Unknown


Penentuan berat molekul zat unknown menempuh langkah-langkah yang sama persis
dengan penentuan berat molekul CHCl3, hanya saja yang membedakan yaitu zat yang
digunakan. Zat unknown yang perlu diidentifikasi tersebut merupakan zat volatil dan
berwujud cair bening. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, berat
molekul dari senyawa unknown didapat 67,892 g/mol.
Dengan menggunakan faktor koreksi, massa udara dapat dihitung dengan
mengasumsikan bahwa tekanan parsial udara yang tidak dapat masuk tadi sama
dengan tekanan uap cairan unknown pada suhu lingkungan dengan persamaan sebagai
berikut.
1163,03
log 𝑃 = 6,90328 −
227,4 + 𝑇
Persamaan ini menggunakan suhu ruangan standar dengan satuan oC.
Berikut ini merupakan perhitungan berat molekul senyawa unknown dengan
menggunakan faktor koreksi, dengan mengasumsikan volume labu Erlenmeyer dan
berat molekul udara 28,8 g/mol.
Diketahui:
- BMudara N2 = 28,8 g/mol
- Suhu air = 28,5oC = 301,5 K
- Suhu penangas air = 92oC = 365 K
Maka,

1163,03
log 𝑃 = 6,90328 −
227,4 + 𝑇
1163,03
log 𝑃 = 6,90328 −
227,4 + 28,5
1163,03
log 𝑃 = 6,90328 −
255,9
log 𝑃 = 6,90328 − 4,544
log 𝑃 = 2,358
𝑷 = 228,254 𝑚𝑚𝐻𝑔 = 𝟎, 𝟑𝟎𝟎𝟑 𝒂𝒕𝒎
Setelah tekanan udara didapat, berat molekul unknown dapat ditentukan melalui
perhitungan sebagai berikut.
 Mencari massa udara yang tidak dapat masuk

𝑚𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎
𝑃 ∙ 𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢 = ∙𝑅∙𝑇
𝐵𝑀𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎
𝑚𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎
0,3003 𝑎𝑡𝑚 ∙ 0,12867 𝐿 = 𝑔 ∙ 0,082 𝐿 𝑎𝑡𝑚⁄𝑚𝑜𝑙 𝐾 ∙ 301,5 𝐾
28,8 ⁄𝑚𝑜𝑙
𝑚𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎
0,038 𝐿 𝑎𝑡𝑚 = 𝑔 ∙ 24,723 𝐿 𝑎𝑡𝑚⁄𝑚𝑜𝑙
28,8 ⁄𝑚𝑜𝑙
𝑔
0,038 𝐿 𝑎𝑡𝑚 ∙ 28,8 ⁄𝑚𝑜𝑙
𝑚𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 =
24,723 𝐿 𝑎𝑡𝑚⁄𝑚𝑜𝑙
𝒎𝒖𝒅𝒂𝒓𝒂 = 𝟎, 𝟎𝟒𝟒𝟐 𝒈
 Mencari massa total
Massa total = massa unknown + massa udara yang tidak dapat masuk
Massa total = 0,2938 g + 0,0442 g = 0,338 g
 Menghitung massa jenis gas
𝑚𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝜌𝑔𝑎𝑠 =
𝑉𝑙𝑎𝑏𝑢
0,338 𝑔 𝑔
𝜌𝑔𝑎𝑠 = = 2,628 ⁄𝐿
0,12867 𝐿
 Menghitung berat molekul senyawa unknown
𝜌∙𝑅∙𝑇
𝐵𝑀𝑢𝑛𝑘𝑛𝑜𝑤𝑛 =
𝑃
𝑔
2,628 ⁄𝐿 ∙ 0,082 𝐿 𝑎𝑡𝑚⁄𝑚𝑜𝑙 𝐾 ∙ 365 𝐾
𝐵𝑀𝑢𝑛𝑘𝑛𝑜𝑤𝑛 =
1,006 𝑎𝑡𝑚
𝑔
𝐵𝑀𝑢𝑛𝑘𝑛𝑜𝑤𝑛 = 78,186 ⁄𝑚𝑜𝑙
Dari perhitungan berikut ini, dapat dilihat bahwa berat molekul unknown yaitu 67,892
g/mol tanpa menggunakan faktor koreksi dan berat molekul unknown yaitu 78,186
g/mol dengan menggunakan faktor koreksi.

7.3 Pengidentifikasian Senyawa Unknown


Senyawa unknown dapat diidentifikasi dengan melakukan perbandingan ciri-ciri
senyawa unknown tersebut dengan ciri-ciri senyawa volatil lainnya, dalam hal ini
yaitu senyawa CHCl3.
Kloroform (CHCl3) Senyawa Unknown
Tanpa Dengan Tanpa Dengan
Aspek
Faktor Faktor Faktor Faktor
Koreksi Koreksi Koreksi Koreksi
Berat 99,14 109,434 67,892 g/mol 78,186
Molekul g/mol g/mol g/mol
Massa
Jenis 3,3486 g/L 3,6961 g/L 2,2833 g/L 2,628 g/L
Gas
Wujud Cair Cair
Warna Tidak Berwarna Tidak Berwarna
Berdasarkan data hasil percobaan tersebut, senyawa yang mendekati ciri-ciri senyawa
unknown tersebut adalah benzena yang memiliki berat molekul 78.1121 g/mol.

I. Simpulan
Berdasarkan dari percobaan tersebut maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah
sebagai berikut.
a. Berat molekul senyawa CHCl3 dan senyawa unknownX berdasarkan pengukuran
massa jenis gas (menggunakan faktor koreksi) secara eksperimen berturut-turut
adalah 109,434 g/mol dan 78,186 g/mol.
b. Berat molekul senyawa CHCl3 dan zat unknown X berdasarkan persamaan gas
ideal secara eksperimen berturut-turut adalah 99,14 g/mol dan 67,892 g/mol.
c. Berdasarkan hasil percobaan, senyawa unknown tersebut mendekati senyawa
benzena (C6H6) dengan berat molekulnya 78.1121 g/mol.

II. Daftar Pustaka


Suardana, I Nyoman., I Made Kirna, dan I Nyoman Retug. 2001. Buku Ajar Kimia
Fisika I. Singaraja: IKIP Singaraja
Retug, I Nyoman dan I Dewa Ketut Satrawidana. 2004. Penuntun Praktikum Kimia
Fisika. Singaraja: IKIP Singaraja.
Brady, James E. Kimia Universitas Asas dan Struktur Jilid Satu. Tangerang: Binarupa
Aksara.
Bird, Tony. 1987. Penuntun Praktikum Kimia Universitas. Jakarta: PT Gramedia.

Anda mungkin juga menyukai