Anda di halaman 1dari 11

Critical Book Report

Sejarah Rias

Dosen Pengampu :

Desy Alfianty Lubis, M.Pd

Disusun Oleh:

Nama :
Nomi Putri D. Br. P (5193344018)
Kelas :
Pendidikan Tata Rias
(Reguler A)

PENDIDIKAN KESEJATERAHAN KELUARGA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan sehingga penulis dapat menyelasikan
tugas ini. Tugas ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Rias yang diampu
oleh Ibu Desy Alfianty Lubis, M.Pd.

Terima kasih penulis ucapkan kepada dosen pengampu yang telah banyak membantu
penulis dalam penyelesaian tugas ini. Kepada teman-teman penulis yang telah banyak
memberikan saran dan tanggapan kepada penulis selama penyelesaian tugas ini, penulis
mengucapkan terim kasih. Penulis menyadari bahwa tugas ini masih belum sempurna, untuk
itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
kesmpurnaan tugas ini dan menambah pengetahuan bagi penulis. Semoga tugas ini
bermanfaat bagi yang membaca umumnya dan bagi penulis khususnya

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar….....................................................................................................i
Daftar Isi..................................................................................................................ii
Identitas Buku........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1. Latar Belakang
2. Tujuan Dan Manfaat
BAB II RINGKASAN BUKU................................................................................2
BAB III PEMBAHASAN........................................................................................5
1. Kelebihan Buku
2. Kekurangan Buku
BAB III PENUTUP..................................................................................................6
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA…...........................................................................................7

ii
IDENTITAS BUKU

JUDUL : TATA RIAS PENGANTIN MELAYU SUMATERA UTARA


EDITOR : Drs. Fuad Erdansyah, M.Sn
PENERBIT : UNIMED PRESS
PENULIS :
 DESY ALFIANTY LUBIS, M.Pd
 NURHAYATI LUBIS, S.Pd
TAHUN TERBIT : 2015

ISBN : 9 – 786020 – 888248

FOTOGRAFI : NOVA ANUGRAH, S.Pd

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pada zaman modern saat ini semakin banyak hal batu yang membuat masyarakat banyak
melupakan adat dan tidak lagi memakai adat istiadatnya dalah setai acara maupun perayaan
perayaan. Padahal adat merupakan salah satu dari identitas diri kita. Adat inilah yang
merupakan fenomena keserumpunan yang mendasari kebudayaan melayu. Kebudayaan yang
melekat pada orang Melayu adalah budaya Melayu Islam. Budaya melayu banyak mendapat
pengaruh dari luar seperti portugis, kebudayaan cina, arab, thailland dan masih banyak lagi.
2. Tujuan Dan Manfaat
 Untuk menambah wawasan dalam dunia adat terutama adat istiadat dalam Melayu
 Mengidentifikasi setiap adat yang ada di Suku Melayu
 Mengidentifikasikan aturan-aturan yang digunakan pada adat tersebut
 Mengetahui makna dari setiap simbol atau pun adat yang dilaksanakan

1
BAB II
RINGKASAN BUKU

BAB 1
PENDAHULUAN
Menurut defenisinya yang sudah ladzim sejak abad ke 14 M yang dikatakan orang melayu itu
adalah mereka yang beragama Islam, yang bahasa sehari-hari adalah Bahasan Melayu dan
yang melaksanakan Adat-Budaya Melayu.

Didalam adat istiadat budaya melayu cukup banyak memperlihatkan campuran campuran
unsur baik unsur luar maupun unsur dalam dengan adanya kedatangan pengaruh hindu, islam,
barat kebudaya melayu.

Didalam adat melayu perkawinan merupakan rangkaian upacara yang didalamnya terkandung
nilai sakral. Karena dimana fase ini ialah fase kehidupan yang penting disaat dua orang
disatukan untuk membangun satu langkah kehidupan yang baru dan berumah tangga.

BAB 2
UPACARA ADAT PERKAWINAN PENGANTIN MELAYU SUMATERA UTARA

A. PERKAWINAN
Pada pelaksanaan perkawinan diindonesia umumnya sangat dipengaruhi oleh bentuk dan
bagaimana sisten perkawanin adat yang dilakukan ditempat tersebut dalam kaitannya dengan
susunan masyarakat atau kekeluargaan yang dipertahankan dalam masyarakat yang
bersangkutan.
Perkawinan atau pernikahan merupakan suatu moment yang sangat bersejarah dalam
kehidupan manusi dimana perkawinan atau pernikahan merupakan titik awal atau langkah
awal membentuk keluarga yang baru dan menjalani hidup yang baru
Perkawinan juga merupakan hubungan antar seorang laki-laki dan perempuan yang telah
cukup umur atau akil baligh dan siap untuk menikah, dan pasti akan menghadapi beberapa
proses menuju perkawinan.
Dalam upacara perkawinan terdapat perbedaan antara keturunan para bangsawan dengan
perkawinan orang biasa perbedaan ini dapat dilihat dari segi kemeriahan upacara perkawinan
berlangsung sampai beberapa hari, pada busana dan perhiasan menggunakan emas dan lainya

2
3

B PROSES PERKAWINAN
Proses perkawinan Melayu terdiri dari beberapa rangkaian, diantaranya diawali dengan
kegiatan merisik yang dilakukan oleh penghulu telangkai, jamu sukut, dilanjutkan dengan
meminang dan ikat janji, mengantar bunga sirih, akad nikah, berandam dan mandi berhias,
malam barinai, nasi dihadap-hadapan, malam bersanding, mandi berdimbar, mandi selamat,
sampai tahapan meminjam pengantin.
Zaman dulu rangkaian adat istiadat perkawinan ini harus dilalui satu persatu. Tetapi setelah
perkembangan zaman dan penyesuaian situasi dan kondisi saat ini, rangkaian proses
perkawinan mengalami perubahan ataupun penghilangan di bagian-bagian pelaksanaan
perkawinan tersebut.

1. Merisik dan Penghuli Telangkai


Merisik merupakan suatu kegiatan memilih jodoh yang dilakukan oleh orang tua untuk
mencari calon istri bagi anak laki-lakinya. Biasanya merisik tidak dilakukan langsung oleh
orang tua laki-laki hendak menikah, tetapi dilakukan oleh penghulu telangkai yang telah
ditunjuk oleh orang tua laki-laki
2. Jamu Sukut
Setelah penghulu telangkai melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai rasa terima kasih
maka orang tua pihak laki-laki akan memberi imbalan atas usaha yang telah dilakukannya.
Sebelum upacara peminangan dilakukan maka masinng-masing anak beru ( baik yang wanita
maupun laki-laki ) mengabari dan mengundang seluru keluarga denganmenyerahkan sirih
dalam tepak sirihh dibungkus ke rumah yang diundang.
3. Meminangg
Setelah melewati tahapan merisik dan jamu sukut, tahapan selanjutnya adalah tahapan
meminang. Istilah “ meminang” digunakan karena buah pisang merupakan bahan utama yang
dibawa saat upacara meminang beserta daun sirih dan bahan lainnya.
4

BAB 3
TATA RIAS, BUSANA DAN KELENGKAPAN PENGANTIN
MELAYU SUMATERA UTARA

A. Tahap Persiapan
1. Persiapan Alat dan Bahan serta Perlengkapannya
2. Persiapan Kosmetik
3. Persiapan Busana dan Perhiasaan
4. Persiapan Model/Calon Pengantin
B. Tata Rias Wajah, Sanggul, Busana, Serta Perhasan Pengantin Wanita Melayu
SUMUT.
1. Tahapan Merias Wajah
2. Tahapan Merias Rambut atau Membentuk Sanggul
3. Busana Pengantin Wanita Melayu SUMUT
C. Tata Rias Wajah dan Busana Pengantin Melayu Sumatera Utara
1. Rias Wajah
2. Busana dan Perhiasan
BAB 3
PEMBAHASAN
1. Kelebihan
*pada buku ini memuat gambar gambar yang dapat memperjelas pembaca untuk
mengetahui bagaimana bentiuk alat alat yang ada dalam adat melayu seperti baju adat dalam
perkawinan dan lain lain
*penulisan yang jelas dan kata kata yang mudah dipahami pembaca
*warna pada setiap gambar bagus dan jelas

2. Kekurangan
*gambar hanya terdapat diakhir akhir saja

5
BAB 4
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Adat Istiadat pada suku melayu di sumatera utara ini memiliki ciri khas yang sangat baik,
dimulai dari adat, cara pakaian, kosmetik, atura dan masih banyak lagi. Adat melayu
memiliki berbagai macam cara dalam adat pernikahan mereka yang cukup baik, akan tetapi
dari zaman ke zaman banyaknya perubaha yang terjadi dalam suku melayu.

2. SARAN

Sebaiknya didalam buku ini pada awalannya diberikan sedikit warna, agar terlihat lebih

menarik, dan bikin penasaran. Dikarenakan kurangnya minat pembaca pembaca jaman

sekarang pada buku buku yang berkaitan dengan kebudayaan sehingga penulis buku maupun

tim pencetak buku membuat sedemikian rupa buku tersebut menarik minat pembaca dan

membuat pembaca penasaran tentang bagaimanakah kebudayaan melayu tersebut.

6
DAFTAR PUSTAKA

Body Jr., Harper W., Westfal, Ralph & Stasch, Stanley F, Marketing Research, Richard D

Irwin, 1997

Aaker, david, Marketing Research, John Wiley & Sons, Inc., 1986

Keegen, Warren J., Global Marketing Management, Prentice Hall Internasional Editions,

1989