Anda di halaman 1dari 6

Nama: Muhammad Imam Sidhiky

Nim : 1701103010063

EXERCISE

Diketahui :

Rasio Hutang jangka panjang terhadap modal sendiri = 50%

Asset turn over = 2,5 kali

Periode pengumpulan piutang = 18 hari

Perputaran persediaan = 9 kali

Gross Profit Margin = 10%

Acid Test Ratio = 100%

PT UNTUNG MELULU

NERACA PER 31 DESEMBER 2010

Kas Rp 150.000 Utang lancar Rp 100.000

Piutang Rp 50.000 Utang jangka panjang Rp 100.000

Persediaan Rp 100.000 Saham Biasa Rp 100.000

Aktiva Tetap (net) Rp 100.000 Laba ditahan Rp 100.000

Total Aktiva Rp 400.000 Total Utang + Modal Rp 400.000


𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔
 Rasio utang jangka panjang terhadap modal sendiri = 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖

𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔


50 % = 200.000

1
Utang jangka panjang = x 200.000
2

= Rp 100.000

 Total aset = Total liabilitas + total ekuitas


Total Liabilitas + ekuitas = Rp 200.000 + Rp 200.000
= Rp 400.000
Sesuai dengan persamaan dasar akuntansi maka total asset/aktiva = Rp 400.000

𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
 Asset Turn Over (ATO) = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑒𝑡
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
2,5 = 400.000

Penjualan = Rp 1.000.000

 Laba kotor = GPM x Penjualan

= 0,1 x 1.000.000

= Rp 100.000

 COGS = Penjualan – Laba Kotor


= 1.000.000 – 100.000
= Rp 900.000

𝐶𝑂𝐺𝑆
 Rata-rata Persediaan = 𝐼𝑇𝑂
900.000
= 9

= Rp 100.000

360
 Perputaran piutang = 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑢𝑚𝑝𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
360
= 18

= 20 kali
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
 Rata-rata piutang = 𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
1.000.000
= 20

= Rp 50.000

𝐴𝑘.𝐿−𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
 Acid Test Ratio = 𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝐴𝑘.𝐿−100.000
100% = 100.000

Aktiva lancar = Rp 200.000


Dari total aktiva lancar sudah diketahui jumlah piutang Rp 50.000 berarti
jumlah kas adalah sebesar Rp 150.000

Exercise 1

1. Berapatambahan modal kerja yang diperlukanuntukmembiayai inventory dari modal


sendiri agar Current Ratio meningkatmenjadi 200% ?

Jawab:

x = tambahan modal kerja yang diperlukanuntukmembiayai inventory dari modal sendiri

Aktiva lancar = Kas + Surat berharga + Piutang + Persediaan = Rp400.000

Utang lancar = Utang dagang + utang bank = Rp300.000

Aktiva lancar+ x
200% = Utang lancar

400.000 + x
2= 300.000

2 (300.000)= 400.000 + x

600.000 = 400.000 + x

x = 200.000

Maka, tambahan modal kerja yang diperlukam untuk membiayai inventory dari modal
sendiri sebesar Rp200.000

2. Berapa berkurangnya modal kerja yang digunakan untuk membayar sebagian hutang bank
agar Current Ratio menjadi 150 % ?
Jawab:
x = modal kerja yang digunakan untuk membayar sebagian hutang bank

Aktiva lancar = Kas + Surat berharga + Piutang + Persediaan = Rp400.000

Utang lancar = Utang dagang + utang bank = Rp300.000

Aktiva lancar− x
150% = Utang lancar− x
400.000− x
1.5 = 300.000− x

1.5 (300.000 – x) = 400.000 – x


450.000 – 1.5x = 400.000 – x
450.000 – 400.000 = 1.5x – x
50.000 = 0.5x
x = 100.000

Maka berkurangnya modal kerja untuk membayar sebagian hutang bank sebesar Rp
100.000

3. Berapaberkurangnyahutang bank yang di dibiayaidari modal sendiri agar Current Ratio


menjadi 200% ?
Jawab :
x = Hutang bank yang dibiayai sendiri

Aktiva lancar = Kas + Surat berharga + Piutang + Persediaan = Rp400.000

Utang lancar = Utang dagang + utang bank = Rp300.000

Aktiva lancar
200% = Utang lancar− x

400.000
2 = 300.000− x

600.000 – 2x = 400.000
600.000 – 400.000 = 2x
200.000 = 2x
x = 100.000

Maka, hutang bank yang dibiayai dari modal sendiri berkurang sebesar Rp100.000

Exercise 2

1. x = jumlah inventory yang dibeli

𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
current ratio = 𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

Aktiva lancar = kas + surat berharga + piutang = Rp 250.000

Utang lancar = Utang dagang + utang bank = Rp 100.000

Tambahan inventory yang dibeli agar current ratio 200%

𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟+𝑥
200% = 𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟+𝑥

400.000+𝑥
200% = 100.000+𝑥

2 (100.000 + x) = 400.000 + x

2x-x = 400.000 – 200.000

x = Rp 200.000

Maka jumlah inventory yang dapat dibeli agar current ratio nya 200% yaitu sebesar Rp
200.000

2. x = jumlah kas yang digunakan

𝑘𝑎𝑠
cash ratio = 𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

kas = Rp 50.000

Utang lancar = utang dagang + utang bank = Rp 100.000

Jumlah kas yang data digunakan untuk membayar hutang lancar agar Cash Ratio menjadi
20%
100.000
= 100.000 = 100%

20 %
𝑥 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑎𝑠 = 0,2 (100.000)
100%

= 20.000

20.000
Cash Ratio = 100.000

= 20%

Maka jumlah kas yang dapat digunakan untuk membayar hutang lancar agar Cash Ratio
menjadi 20% yaitu sebesar Rp 80.000 (100.000 – 20.000)