Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

METODE RISET AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Keperilakuan

Dosen Pengampu Titin Eka Ardiana, SE., M.Si.

Oleh:
Atma Suriya Wahyu Nur Solikhah. 17441434
Khusnul Khotimah Indah K. S. 17441428
Octaviani Berlian Ginting 17441402

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI AKUNTANSI

2019/2020

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah “Akuntansi Keperilakuan” dengan tepat
waktu.
Penyususnan makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak,
oleh sebab itu, kami ingin mengucapkan terima kaih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan dimasa yang
akan datang.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca sebagai referensi tambahan di mata
kuliah Akuntansi Keperilakuan.

Penyusun

ii
DAFAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................................... ii
DAFAR ISI................................................................................................................................................ iii
BAB I ....................................................................................................................................................... iv
PENDAHULUAN ...................................................................................................................................... iv
1.1 Latar Belakang........................................................................................................................ iv
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................... v
1.3 Tujuan ..................................................................................................................................... v
BAB II ....................................................................................................................................................... 1
PEMBAHASAN ......................................................................................................................................... 1
2.1 TEORI SIKAP................................................................................................................................... 1
2.2 PENGERTIAN RISET........................................................................................................................ 2
2.3 ISTILAH RISET AKUNTANSI KEPERILAKUAN ................................................................................... 2
2.4 MOTIVASI DAN TUJUAN RISET ...................................................................................................... 3
2.5 MANFAAT DAN PENTINGNYA RISET ............................................................................................. 4
2.6 PENGEMBANGAN DESAIN............................................................................................................. 4
2.7 VALIDITAS DAN KEANDALAN ........................................................................................................ 5
2.8 MEMILIH RESPONDEN .................................................................................................................. 7
2.9 INSTRUMEN RISET ......................................................................................................................... 7
2.10 ANALISIS DATA DAN PERSIAPAN LAPORAN ................................................................................ 8
BAB III ...................................................................................................................................................... 9
PENUTUP ................................................................................................................................................. 9
3.1 KESIMPULAN ................................................................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 10

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembahasan tentang metodologi sering dihubungkan dengan filsafat ilmu. Fungsi filsafat
adalah menguji metode yang digunakan dalam menghasilkan pengetahuan yang valid.
Sementara itu, metodologi menentukan prosedur yang digunakan baik dalam penciptaan
maupun penggujian proposisi (hipotesis) untuk mendapatkan pengetahuan yang valid.
Pemahaman tentang realitas akan memengaruhi cara memperoleh ilmu pengetahuan yang
benar. Secara epistemologi, akuntansi utama melihat realitas sebagai realitas materi yang
mempunyai suatu keyakinan bahwa ilmu pengetahuan akuntansi dapat dibangun dengan
rasional dan dunia empiris. Berdasarkan keyakinan tersebut, peneliti akuntansi utama sangat
yakin bahwa satu-satunya metode yang dapat digunakan untuk membangun ilmu
pengetahuan akuntansi adalah metode ilmiah. Suatu penjelasan dikatakan ilmiah apabila
memenuhi tiga komponen berikut.

1. Memasukkan satu atau lebih prinsip-prinsip atau hukum umum.


2. Mengandung prakondisi yang biasanya diwujudkan dalam benuk pernyataan-pernyataan
hasil observasi.
3. Memiliki satu pernyataan yang menggambarkan sesuatu yang dijelaskan.
Didalam filsafat, pengujian empiris dinyatakan dalam dua cara berikut.
1. Dalam aliran positivis, terdapat teori dan seperangkat pernyataan hasil observasi
independen yang digunakan untuk membenarkan atau memverifikasi kebenaran teori
(pendekatan hypothetico-deductive).
2. Dalam padangan Popperian, karena pernyataan hasil observasi merupakan teori yang
dependen dan dapat dipalsukan (falsible), maka teori-teori ilmiah tidak dapat dibuktikan
kebenarannya, tetapi memungkinkan untuk ditolak.

Pendekatan metodologi riset yang digunakan mengikuti prosedur metodologi riset yang
digunakan dalam ilmu alam. Pendekatan metodologi ini melakukan deskripsi atas variabel,
membangun dan menyatakan hipotesis, mengumpulkan data kuantitatif dan melakukan
analisis secara statistik. Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah pendekatan
metodologi ini bukan merupakan satu-satunya metode terbaik dalam memecahkan masalah
sosial.

iv
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan teori sikap?


2. Apa yang dimaksud dengan riset dan istilah riset dalam akuntansi keperilakuan ?
3. Apa tujuan dan manfaat riset?
4. Bagaimana pengembangan desain?
5. Bagaimana validitas dan keandalaan?
6. Bagaimana memillih responden riset?
7. Apa yang dimaksud insrumen riset
8. Bagaimana analisis data dan persiapan laporan

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui maksud dari teori sikap.


2. Untuk mengetahui maksud riset dan istilah riset dalam akuntansi keperilakuan.
3. Untuk mengetahui tujuan dan maksud dari riset.
4. Untuk mengetahui bagaimana pengembangan desain dalam riset.
5. Untuk mengetahui bagaimana validitas dan keandalan dalam riset.
6. Untuk mengetahui bagaimana cara memilih responden riset.
7. Untuk mengetahui maksud instrumen riset.
8. Untuk mengetahui bagaimana analisis data dan persiapan laporan.

v
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 TEORI SIKAP

Teori sikap adalah suatu hal yang mempelajari seluruh tendensi tindakan, baik yang
menguntungkan, tujuan manusia, objek, gagasan atau situasi. Sikap bukanlah perilaku, tetapi
sikap menghadirkan suatu kesiapsiagaan untuk tindakan yang mengarah pada perilaku.
Teori perubahan sikap
Teori perubahan sikap dapat membantu memprediksikan pendekatan yang paling efekif.
Sikap mungkin dapat berubah sebagai hasil pendekatan dan keadaan. Perlu diingat bahwa
sikap dapat berubah tanpa dibentuk.
Teori penguatan tanggapan stimulus
Teori penguatan dan tanggapan simulus dari perubahan sikap terfokus pada bagaimana orang
menanggapi rangsangan tertentu. Tanggapan sepertinya diulangi jika tanggapan tersebut
dihargai dan dikuatkan.
Teori pertimbangan sosial
Teori ini menjelaskan manusia dapat menciptakan perubahan dalam sikap individu jika
manusia tersebut mau memahami struktur yang menyangkut sikap orang lain dan membuat
pendekatan setidaknya untuk dapat mengubah ancaman.
Konsisten dan teori perselisihan
Teori konsisiten menjaga hubungan antara sikap dan perilaku dalam ketidakstabilan
walaupun tidak ada tekanan teori dalam sistem. Teori perselisihan adalah suatu variasi dari
teori konsistensi.
Teori disonansi kognitif
Teori ini menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku. Disonasi dalam hal ini berarti
adanya suatu inkonsistensi. Disonansi kognitif mengacu pada setiap inkonsistensiyang
dipersepikan oleh seorang terhadap dua atau lebih sikapnya, atau terhadap perilaku dengan
sikapnya.
Teori persepsi diri
Teori ini menganggap orang-orang mengembangkan sikap berdasarkan pada bagaimana
mereka mengamati dan menginterpretasikan perilaku mereka sendiri. Sikap ini hanya akan
berbuat setelah perilaku berubah. Pertama, para akuntan perilaku harus mengubah perilaku
merek kemudian baru perubahan sikap akan terjadi.

1
2.2 PENGERTIAN RISET

Setiap orang yang mencurahkan perhatiannya pada sesuatu dan mengamati fakta yang
terdapat di dalamnya tentu didorong oleh suatu keinginan untuk mengetahui dan memahami
fakta yang diamati secara lebih mendalam tersebut. Sebagai konsekuensinya kegiatan
tersebut pada hakikatnya akan memunculkan berbagai pertanyaan. Pengamatan teradap fakta
, identifikasi atas masalah, dan usaha untuk menjawab masalah dengan menggunakan
pengetahuan merupakan esensi dari kegiatan riset. Oleh karena itu, riset dapat disebut sebagai
suatu usaha yang sistematis untuk mengatur dan menyelidiki masalah, serta menjawab
pertanyaan yang muncul dan terkait dengan fakta, fenomena, atau gejala dari masalah
tersebut.

Riset dimulai dengan sesuatu pertanyaan karena menghendaki deskripsi yang jelas
terhadap permasalahan yang akan dipecahkan. Hal ini sering disebut suatu rencana untuk
menjawab pertanyaan. Riset aplikasi berkaitan dengan penyelesaian masalah yang spesifik.
Riset yang murni ataupun mendasar adalah riset yang berkenan dengan perbaikan terhadap
pemahaman mengenai hal-hal khusus atau istimewa. Riset menggunakan metode khusus
sehinggat idak biasa dan mempunyai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Riset
yang dilakukan juga dapat berbeda dengan kenyataan yang ditemukan di lapangan untuk
suatu fenomena yang sama pada lingkungan dan waktu yang berbeda. Hal ini terutama terjadi
pada riset sosial.

2.3 ISTILAH RISET AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Secara substansial, istilah “riset” yanag digunakan dalam akuntansi keperilakuan tidak
berbeda dengan istilah riset yang umumnya digunakan oleh para peneliti di berbagai bidang
lainnya. Pada prinsipnya, istilah tersebut hanya digunkan untuk menjelaskan dan memberikan
gambaran umum tentang pengertian “riset”. “Berikut berbagai definisi yang menjelaskan
istilah “riset” .

“...riset merupakan penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis


tentang fenomena alami dengan dipandu oleh teori dan hipotesis mengenai hubungan yang
dianggap terdapat di antara fenomena itu.”

Buckley mengatakan bahwa “riset merupakan suatu penyelidikan yang sistemais


untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan.” Istilah riset sendiri merupakan penyelidikan
yang hai-hati dan kritis dalam mencari fakta maupun prinsip. Jika berbagai pernyataan

2
tersebut dirangkum ke dalam istilah “riset akuntansi keperilakuan”, maka riset akuntansi
keperilakuan merupakan suatu metode studi yang dilakukan seseorang berkaitan dengan
aspek keperilakuan melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempura terhadap masalah yang
berhubungan dengan aspek keperilakuan tersebut sehingga diperoleh pemecahan masalah
yang tepat terhadap masalah itu. Definisi diatas tidak membutuhkan banyak penjelasan
karena didasarkan pada pernyataan yang dipadatkan dan diformalkan mengenai hal-hal yang
telah dinyatakan sebelumnya maupun hal-hal yang akan segera diungkapkan. Akan tetapi,
terdapat dua hal yang perlu ditekankan disini. Pertama, kalau kita mengatakan bawa riset
ilmiah bersifat sistematis dan terkonrol , ini berarti penyelidikan ilmiah tertata dengan cara
tertentu sehingga penyelidik dapat memiliki keyakinan kritis mengenai hasil riset. Kedua,
penyelidikan ilmiah bersifat empiris. Jika seorang ilmuwan berpendapat bahwa sesuatu
adalah “begini”, ia harus menggunakan cara tertentu untuk menguji keyakinannya itu dengan
sesuatu yang berada di luar dirinya. Dengan kata lain, pendapat atau keyakinan subjektif
harus diperiksa dengan menghadapkannya pada realitas objektif.

Jika berbagai definisi riset diteliti lebih lanjut, dapat dilihat bahwa definisi tersebut
mengandung ciri tertentu yang kurang lebihnya serupa, yaitu adanya suatu pencarian,
penyelidikan, atau investigasi terhadap pengetahuan baru atau sekurang-kurangnya terhadap
suatu pengaturan baru atau inerpretasi (tafsiran) baru dari pengetahuan yang timbul. Metode
yang digunakan bisa saja bersifat ilmiah ataupun tidak, tetapi pandangan yang digunakan
harus kritis dan prosedur yang dipakai harus sempurna. Dari pernyataan tersebut, dapat
disimpulkan bahwa riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu penyelidikan yang
terorganisasi. Dalam definisi tersebut, penekanan diletakkan pada sistem asuhan sebagai
aribut yang esensial (mutlak). Dalam melakukan riset, setiap orang mempunyai motivasi dan
keinginan yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan (goal) dan profesi masing-
masing.

2.4 MOTIVASI DAN TUJUAN RISET

Motivasi merupakan sesuatu yang timbul dari dalam diri seseorang untuk mencapai
tujuan yang diinginkannya. Motivasi seseorang melakukan riset mungkin merupakan
keinginan yang timbul dari dalam dirinya untuk memecahkan berbagai masalah maupun
persaingan yang ada. Adapun tujuan umum sesorang dalam melakukan riset tentunya
menjelaskan bahwa motivasi dan tujuan riset secara umum pada dasarnya sama, yakni riset
pada prinsipnya ditimbulkan oleh dua sisi yang saling terikat.

3
Di suatu sisi, riset merupakan refleksi dari keinginan proaktif manusia untuk
meningkatkan pengetahuannya mengenai sesuatu. Pada sisi lain, kegiatan tersebut di dorong
oleh keinginan reaktif manusia untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah dalam
kehidupan sehari-hari. jika dilihat dari sisi akuntansi keperilakuan, tujuan riset dibidang ini
akan menekankan pada hubungan akuntansi dengan perilaku manusia maupun desain,
konstruksi, dan budaya manusia dalam suatu organsasi. Secara spesifik, terdapat lima tujuan
spesifik dari suatu riset, yaitu menggambarkan fenomena, menemukan hubungan,
menjelaskan fenomena, memprediksi kejadian di masa mendatang, dan melihat pengaruh satu
atau lebih faktor terhadap satu atau lebih kejadian. Kejadian dapat dijelaskan dengan
mengumpulkan dan mengkalsifikasikan informasi. Hal ini biasanya merupakan langkah
pertama dalam suatu penyelidikan khusus. Perencanaan terhadap riset terkadang akan dilihat
hanya berdasakan pada penjelasan informasi.

2.5 MANFAAT DAN PENTINGNYA RISET

Manfaat adalah kontribusi hasil yang diperoleh dari mengerjakan sesuatu. Manfaat
riset mengungkapkan harapan tentang apa hasil/kontribusi/sumbangan yang dapat diperoleh
dari riset tersebut dan yang mungkin dapat menjadi pertimbangan bagi pihak-pihak terkait.
Dalam riset akunansi keperilakuan, terdapat beberapa pernyataan tentang manfaat dan
pentingnya riset bidang ini.

1. Memberikan gambaran terkini (store of the art) terhadap minat khusus dalam bidang baru
yang ingin diperkenalkan.
2. Membantu mmengidentifikasikan kesenjangan (gap) riset.
3. Untuk meninjau dengan membandingkan dan membedakan kegiatan riset melalui
subbidang akuntansi, seperti akuntansi keuangan, audit, akuntansi manajemen, sistem
informasi akuntansi, pasar modal, maupun perpajakan.

2.6 PENGEMBANGAN DESAIN

Langkah pertama dan paling penting dalam riset perilaku adalah masalah definisi.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dan metode yang dipilih, data serta jenis gambaran
sampel pada dasarnya terganung pada bagimana sebenarnya masalah dipersepsikan, kerangka
pertanyaan riset, dan desain informasi studi yang dikumpulkan.

Menentukan lingkup perkembangan

4
Lingkup pengembangan biasanya terbatas terhadap satu atau dua pertanyaan. Hal ini
dilakukan karena berbagai alasan. Alasan biasanya adalah karena untuk menyelidiki setiap
aspek dari suatu masalah bukanlah apa yang diinginkan, tidak praktis, atau tidak mungkin.
Keterbatasan utama dari ruang lingkup perencanaan adalah pada aspek dana yang tersedia.

Desain pengembangan lain juga harus sejalan dengan penentuan lingkungan riset. Aspek lain
dari suatu desain adalah menemukan populasi, menspesifikasikan informasi yang dibutuhkan,
memilih dan mengumpulkan data serta metode, serta anggaran. Langkah selanjutnya dalam
proses riset adalah mengidentifikasikan jenis informasi yang harus dikumpulkan. Arah riset
seharusnya mempertimbanngkan manfaat dan kerugian dari sumber data primer maupun
sekunder.

DATA PRIMER

Data primer merupakan sumber data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli
atau pihak pertama. Data ini dikumpulkan secara khusus oleh peneliti untuk menjawab
pertanyaan riset. Adapun manfaat utama data primer adalah unsur – unsur kebohongan
tertutup terhadap sumber fenomena. Oleh karena itu, data primer lebih mencerminkan
kebenaran yang dilihat. Sementara itu, kelemahan dari penggunaan sumber data ini adalah
kebutuhan akan dana yang relative lebih besar dan waktu yang relative lebih lama.

DATA SEKUNDER

Data sekunder merupakan sumber data riset yang diperoleh peneliti secara tidak
langsung melalui media perantara. Manfaat data sekunder adalah lebih meminimalkan biaya
dan waktu, mengklasifikasikan permasalahan, menciptakan tolok ukur untuk mengevaluasi
data primer, dan memenuhi kesenjangan informasi.

2.7 VALIDITAS DAN KEANDALAN

Terdapat dua hal penting yang berhubungan dengan perencanaan riset perilaku. Hal
pertama diukur berkaitan dengan hal – hal yang salah (validitas) dan hal kedua diukur
berkaitan dengan hal – hal tidak representative (keandalan). Validitas mengacu pada lingkup
yang diukur pada kenyataannya. Keandalan berkaitan dengan apakah suatu teknik khusus
yang jika digunakan di lapangan dan waktu yang berbeda akan menghasilkan sesuatu yang
sama. Dalam hal itu, peneliti mengacu pada konsistensi dari alat ukur. Peneliti tergantung
pada ukuran keandalan, tetapi tidak tergantung pada alat ukur yang tidak andal.

VALIDITAS

Ada beberapa jenis validitas. Validitas isi (content validity) mengacu pada cara
peneliti menggambarkan dimensi dan konsep atau masalah yang ingin diukur, khususnya
yang berkaitan dengan tingkat ukuran yang diberikan untuk menutupi rentang terhadap marti
maupun konsep. Validitas isi merupakan pokok pertimbangan untuk setiap pertanyaan yang

5
diajukan dan diukur dalam istilah yang berhubungan dengan relevansi terhadap konsep yang
diukur.

Ada dua jenis kriteria yang berhubungan dengan validitas, yaitu validitas prediktif
(predictive validity) dan validitas konkuren (concurrent validity).

Validitas prediktif adalah validitas yang berkaitan dengan keakuratan suatu pengujian atau
pengukuran dalam memprediksi perilaku. Validitas prediktif mengharuskan adanya suatu
kriteria atau indicator eksternal terhadap apa yang harus diprediksi.

Validitas konkuren adalah validitas yang berkaitan dengan hubungan antara alat ukur dan
kriteria sekarang atau masa lalu. Pengujian validitas konkuren membantu seorang peneliti
untuk membedakan individu berdasarkan beberapa kriteria.

Validitas konstruksi (construct validity) adalah validitas yang berdasarkan pada suatu
pertimbangan tentang kesesuaian hasil pengukuran tersebut dengan teori.

KEANDALAN

Suatu instrument alat ukur yang andal akan menghasilkan alat ukur yang stabil di
setiap waktu. Aspek lain dari keandalan adalah akurasi dari instrument pengukuran.

METODE PENGUMPULAN DATA

Data primer dapat dikumpulkan dengan mengamati perilaku, serta melakukan surver
atau eksperimen laboratorium. Observasi berarti terlibat secara langsung atau tidak langsung
dengan perilaku orang – orang yang dijadikan studi. Teknik ini sebenarnya layak dalam
situasi dimana orang tidak sanggup menjelaskan apakah mereka bekerja dan bagaimana
mereka mengerjakan hal itu. Terdapat dua metode yang melatarbelakangi hal ini: 1) peneliti
tidak memahami pekerjaan orang – orang tersebut dan penyebab mereka melibatkan perilaku,
dan 2) ukuran sampel yang kecil sangat beresiko untuk melakukan generalisasi hasil terhadap
populasi.

SURVEI

Interaksi langsung antara seorang peneliti dengan responden tidak terdapat dalam
survey. Data dikumpulkan dengan mengirimkan surat elektronik, menelpon, atau
memberikan serangkaian pertanyaan. Pertanyaan peneliti dan jawaban responden dapat
dikemukakan secara tertulis maupun kuesioner. Teknik ini memberikan tanggung jawab
kepada responden untuk membaca dan menjawab pertanyaan. Kuesioner dapat
didistribusikan dengan berbagai cara, antara lain disampaikan langsung oleh peneliti, dikirim
bersama-sama dengan pengiriman paket atau majalah, diletakkan ditempat yang ramai
dikunjungi orang, dikirim melalui pos, faks, atau menggunakan teknologi computer.
Wawancara melalui telepon juga dapat mengumpulkan data dalam periode waktu yang
singkat, tetapi memakan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan teknik lain.

OBSERVASI

6
Observasi merupakan proses pencatatan pola perilaku manusia, sesuatu hal, atau
kejadian yang sistematis tanpa ada pertanyaan maupun komunikasi dengan individu yang
diteliti. Kelebihan metode observasi dibandingkan dengan metode survey adalah data yang
dikumpulkan umumnya tidak terdistorsi, lebih akurat, dan lebih bebas dari bias pihak
responden. Meskipun demikian, metode observasi tidaklah bebas dari kesalahan.

2.8 MEMILIH RESPONDEN

Langkah pertama dalam memilih responden adalah menentukan populasi. Setelah


populasi ditentukan, peneliti menentukan suatu sensus atau suatu sampel. Sensus adalah
kegiatan untuk mencari seluruh informasi yang dikumpulkan dari setiap elemen dalam
populasi. Suatu sensus akan tepat ketika: 1) populasinya kecil dan biaya pengumpulan data
tidak melebihi biaya pengambilan sampel secara signifikan, 2) penting untuk mengetahui
setiap unsur dalam populasi, dan 3) risiko dalam perbaikan secara keseluruhan sangat besar.

Pada kondisi lain, kesalahan pengambilan sampel (sampling error) diakibatkan oleh ukuran
sampel yang terlalu kecil atau desain sampel yang karena beberapa argument terhadap suatu
populasi mempunyai perbedaan probabilitas terhadap pilihan dari segmen-segmen lain.

Kesalahan non sampel (non sampling error) merupakan masalah dalam desain perencanaan
dan pengumpulan data, termasuk pertanyaan yang menyesatkan, kalimat pertanyaan yang
buruk, pertanyaan yang membingungkan, bias wawancara, kesalahan pencatatan,
penyimpanan, dan manipulasi data. Sampling error tidak terdapat dalam sensus, tetapi
terdapat kemungkinan suatu penjumlahan yang signifikan terhadap sampling error pada
masalah-masalah.

SAMPLING PROBABILITAS DAN NON PROBABILITAS

Ada dua jenis desain sampling, yaitu sampling probabilitas (probability sampling) dan
sampling non probabilitas (non probability sampling). Sampling probabilitas menggunakan
beberapa bentuk dari sampling acak, sementara sampling non probabilitas tidak
menggunakan sampling acak. Dalam sampling probabilitas, setiap elemen dalam populasi
probabilitasnya yang dipilih telah diketahui. Sampling non probabilitas adalah ketika
probabilitas yang dipilih tidak diketahui.

2.9 INSTRUMEN RISET

Pengembangan kuesioner atau pencarian instrument merupakan langkah lain yang


penting dalam proses riset. Kuesioner harus sesuai dengan responden dan didesain secara
menarik sehingga responden tertarik untuk menjawab kuesioner tersebut, yang pada
hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan tingkat respons, validitas, dan keandalan data.

MENJAMIN KERJA SAMA RESPONDEN

Desain kuesioner yang baik sangat bermanfaat jika responden tidak bersikap
kooperatif terhadap peneliti yang menghendaki informasi. Ada beberapa teknik yang dapat
menghasilkan tingkat respons yang tinggi. Pertama, sebelum wawancara dengan seorang

7
responden, peneliti seharusnya mengirimkan surat yang menjelaskan tujuan umum dari
wawancara tersebut dan responden dapat menghubungi mereka melalui telepon untuk
membuat janji wawancara. Sebelum melakukan wawancara melalui telepon peneliti perlu
mengirimkan surat kepada responden yang memperkenalkan tim riset, menjelaskan dasar dari
riset tersebut, dan meminta kerja sama saat menelepon.

Kuesioner seharusnya bersifat jelas, tidak panjang lebar, dan menggunakan kata-kata
yang tidak membingungkan. Kuesioner seharusnya mudah dipahami, dan menghendaki
jawaban tendensius. Kategori tanggapan seharusnya jelas dengan memasukkan keseluruhan
pilihan.

MENJAMIN VALIDITAS DAN KEANDALAN JAWABAN

Ada informasi – informasi esensial yang seharusnya diharapkan dari responden. Para
peneliti seharusnya menentukan dasar keinginan informasi dan memilih format pertanyaan
yang akan menyediakan informasi dengan sedikit pembatasan terhadap responden.

2.10 ANALISIS DATA DAN PERSIAPAN LAPORAN

Analisis dilakukan setelah peneliti mengumpulkan semua data yang diperlukan dalam
riset. Pemanfaatan berbagai alat analisis sangat bergantung pada jenis riset dan data yang
diperoleh. Tahap akhir dari suatu riset adalah penyusunan laporan riset. Secara umum,
laporan riset berisi tentang hal-hal yang terkait dengan kegiatan peneliti sejak tahap persiapan
riset hingga interpretasi dan penyimpulan hasil analisis. Bentuk baku dari suatu laporan riset
belum ada. Bentuk atau format laporan riset sangat dipengaruhi oleh keinginan peneliti, hal-
hal yang perlu dilaporkan, serta permintaan dari sponsor riset.

8
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Bab ini membahas mengenai elemen-elemen dasar dari riset dan proses riset. Pertama,
peneliti menentukan definisi riset, kemudian mendiskusikan deskripsi riset dan penjelasan
riset, serta memprediksi tujuan riset. Berikutnya dibahas perbedaan antara hubungan dan
penyebab, kemudian dijelaskan proses riset mulai dari desain riset, pengumpulan data,
analisis data, penyajian laporan. Selama pembahasan ini, disajikan beberapa istilah-istilah
penting, termasuk data primer dan data sekunder, serta validitas dan keandalan. Selain itu,
pengenalan terhadap metode pengumpulan data, sampling, dan instrumen riset juga
ditentikan. Bab ini merupakan pembahasan singkat atas penyediaan analisis data dan isi dari
laporan akhir.

9
DAFTAR PUSTAKA

http://doniandrian.blogspot.com/2015/04/akuntansi-keperilakuan-metode-riset.html?m=1

https://slideplayer.info/slide/11815797/

10