Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH ASURANSI JAMINAN KESEHATAN

“Jenis-Jenis Asuransi Kesehatan”

Oleh:

Kelompok 4 (IKM A2)

Auliya Rahma 1811211035


Fajria Purnama Risda 1811213033
Hadisty Aisyah Putri 1811212045
M. Fakhrurozy 1811212022
Mutiara Indah Pertiwi 1911216001
Roziana 1611213002
Shabila Putri 1811211052

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS ANDALAS

2019
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa, kiranya pantaslah kami memanjatkan
puji dan syukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kelompok 4, baik kesempatan
maupun kesehatan, sehingga kelompok 4 dapat menyelesaikan makalah Asuransi Jaminan
Kesehatan ini dengan baik. Salam dan shalawat selalu tercurah kepada junjungan kita baginda
Rasulullah SAW, yang telah membawa manusia dari alam jahiliyyah menuju alam yang
berilmu seperti sekarang ini.
Makalah Pengorganisasian dan Pengembanbgan Masyarakat yang telah kami buat
berjudul “Jenis-Jenis Asuransi Kesehatan”. Makalah ini dapat hadir seperti sekarang ini tak
lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu sudah sepantasnyalah kelompok 4 mengucapkan
rasa terima kasih yang sebesar-besarnya buat mereka yang telah berjasa membantu penulis
selama proses pembuatan makalah ini dari awal hingga akhir.
Namun kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, baik itu dari
segi bahasa yang digunakan maupun teknik penyajiannya. Oleh karena itu, dengan segala
kekurangan dan kerendahan hari, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca
sekalian demi perbaikan maklah ini kedepannya.
Akhirnya, besar harapan kelompok 4 agar kehadiran makalah Asuransi Jaminan
Kesehatan ini dapat memberikan manfaat yang berarti untuk para pembaca. Dan yang
terpenting adalah semoga dapat turut serta dalam memajukan ilmu pengetahuan.

Padang, 2 September 2019

Kelompok 4
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. 2

BAB 1 : PENDAHULUAN ......................................................................................... 1

A. Latar Belakang ................................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ............................................................................................ 2

C. Tujuan Penelitian ............................................................................................. 2

BAB 2 : PEMBAHASAN ............................................................................................ 3

A. Jenis Asuransi Kesehatan yang Ditinjau dari Hubungan Komponen Asuransi 3

B. Jenis Asuransi Kesehatan yang Ditinjau dari Kepemilikan dan Peranan Bapel 3

C. Jenis Asuransi Kesehatan yang Ditinjau dari Jenis Pelayanan dan Jenis

Jaminan .................................................................................................................... 4

D. Jenis Asuransi Kesehatan yang ditinjau dari Jumlah Peserta dan

Keikutsertaan Anggota ............................................................................................. 5

1. Ditinjau dari jumlah peserta yang ditanggung ..................................................... 5

a. Peserta adalah perorangan (individual health insurance) ................................ 5

E. Jenis Asuransi Kesehatan yang ditinjau dari Cara dan Waktu Pembayaran .... 6

BAB 3 : KESIMPULAN .............................................................................................. 8

A. Kesimpulan ...................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 9

i
BAB 1 : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Usaha untuk mendapatkan derajat kesehatan pada masyarakat yang tinggi
dewasa ini diupayakan oleh pemerintah maupun swasta. Salah satu langkah yang
ditempuh adalah dengan pengadaan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan
yang ditujukan agar dapat memenuhi kebutuhan kesehatan rakyat, berupa sarana
kesehatan yang dapat berfungsi semestinya. Berbicara tentang kesehatan manusia
maka tidak lepas dengan upaya kesehatan dan penjagaan kesehatan yang secara
otomatis terkait dengan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh manusia. Dalam
kehidupan tidak menutupi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan
yakni terjadinya suatu risiko, termasuk risiko dalam hal kesehatan. Kemungkinan
bahwa manusia menghadapi risiko sudah menjadi masalah mendasar bagi umat
manusia dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk menghadapi atau mengurangi risiko
itu adalah dengan mengalihkan risiko pada pihak lain. Untuk memberikan
perlindungan akan rasa aman kepada peserta asuransi, diadakanlah pelimpahan risiko
pada pihak lain dengan melakukan suatu perjanjian. Perjanjian ini disebut perjanjian
asuransi.
Munculnya upaya memberi perlindungan dalam bentuk asuransi ini,
disebabkan dalam dinamika kehidupan manusia, memungkinkan banyaknya peluang
terjadinya peristiwa yang menimbulkan risiko. Dengan semakin berkembangnya
kehidupan, sehingga masyarakat semakin menyadari pentingnya keberadaan suatu
lembaga yang menanggung kemungkinan terjadinya risiko yang disebabkan oleh
bermacam-macam bahaya yang mengancam keselamatan, kesehatan, harta kekayaan
ataupun jiwa manusia dari bahaya-bahaya tersebut.
Kebutuhan akan jasa usaha peransuransian untuk memberikan perlindungan
kepada manusia, terutama dalam hubungannya dengan aktivitasnya baik terhadap
manusianya termasuk kesehatannya maupun terhadap harta bendanya yang tangguh,
terpercaya dan dapat diandalkan merupakan salah satu kebutuhan manusia. Asuransi
juga menjadi salah satu aspek dari sarana finansial dalam tata kehidupan ekonomi
rumah tangga, baik dalam menghadapi resiko finansial yang timbul dari akibat dari
risiko yang paling mendasar, yakni risiko yang timbul secara alamiah berupa sakit
dan kematian, maupun risiko yang secara rasional dapat mengganggu kegiatan

1
2

usahanya. Asuransi merupakan alat untuk melindungi kerugian yang mungkin


dideritanya. Bagi tertanggung, asuransi merupakan alat pengalihan risiko, sehingga
dalam prakteknya berbentuk perjanjian antara pihak tertanggung dengan pihak
penanggung. Pihak tertanggung sesuai dengan risiko yang diderita akan
mendapatkan imbalan pembayaran dari pihak penanggung, sehingga tertanggung
mendapat perlindungan dari kemungkinan menderita kehilangan, kerusakan atau
kerugian dari suatu peristiwa atau keadaan. Salah satu jenis asuransi yang bergerak di
bidang pertanggungan adalah asuransi kesehatan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja jenis asuransi kesehatan yang ditinjau dari hubungan komponen
asuransi?
2. Apa saja jenis asuransi kesehatan yang ditinjau dari jumlah peserta dan
keikutsertaan anggota?
3. Apa saja jenis asuransi kesehatan yang ditinjau dari kepemilikan dan peranan
bapel?
4. Apa saja jenis asuransi kesehatan yang ditinjau dari jenis pelayanan dan jenis
jaminan?
5. Apa saja jenis asuransi kesehatan yang ditinjau dari cara dan waktu
pembayaran?

C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui jenis-jenis asuransi kesehatan yang ditinjau dari hubungan
komponen asuransi.
2. Mengetahui jenis-jenis asuransi kesehatan yang ditinjau dari jumlah peserta
dan keikutsertaan anggota.
3. Mengetahui jenis-jenis asuransi kesehatan yang ditinjau dari kepemilikan dan
peranan bapel.
4. Mengetahui jenis-jenis asuransi kesehatan yang ditinjau dari jenis pelayanan
dan jenis pelayanan.
5. Mengetahui jenis-jenis asuransi kesehatan yang ditinjau dari cara dan waktu
pembayaran.
BAB 2 : PEMBAHASAN

A. Jenis Asuransi Kesehatan yang Ditinjau dari Hubungan Komponen Asuransi


1. Asuransi tripartied; apabila ketiga komponen asuransi terpisah satu sama lain
dan masing-masing berdiri sendiri.

Pelayanan Kesehatan
Peserta PPK

Premi Pembayaran Klaim

Badan Asuransi

Gambar 1. Asuransi Tripartied

2. Asuransi bipartied; Penyelenggara Pelayanan Kesehatan (PPK) dapat


merupakan milik atau dikontrol oleh perusahaan asuransi.
BAPEL Pelayanan Kesehatan

Peserta

Premi

PPK
Gambar 2. Asuransi Bipartied

B. Jenis Asuransi Kesehatan yang Ditinjau dari Kepemilikan dan Peranan Bapel
Berdasarkan pengelolaan dananya, asuransi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu

asuransi yang dikelola pemerintah dan asuransi yang dikelola swasta.

1. Asuransi kesehatan pemerintah (Government Health Insurance)

Asuransi kesehatan milik pemerintah atau pengelolaan dana dilakukan oleh

pemerintah. Keuntungan yang diperoleh khususnya bagi masyarakat kurang

mampu karena mendapat subsidi dari pemerintah. Misalnya saja, pemerintah

menyediakan BPJS Kesehatan sebagai perlindungan kesehatan untuk masyarakat


4

umum. Proses pengajuannya cukup mudah dan preminya sangatlah terjangkau.

Di lain pihak, biasanya mutu pelayanan kurang sempurna sehingga masyarakat

merasa tidak puas

2. Asuransi kesehatan swasta (Private Health Insurance)

Selain pihak pemerintah, pihak swasta juga menyediakan asuransi kesehatan

kepada masyarakat. Berbeda dengan pemerintah, asuransi dari pihak swasta ini

lebih mengerucut dan tidak bersifat umum. Maksudnya, dalam asuransi

kesehatan swasta banyak penawaran perlindungan secara spesifik. Keuntungan

yang diperoleh biasanya mutu pelayanan relatif lebih baik, sedangkan

kerugiannya sulit dilakukan pengamatan terhadap penyelenggaranya.

C. Jenis Asuransi Kesehatan yang Ditinjau dari Jenis Pelayanan dan Jenis Jaminan
1. Ditinjau dari Jenis Pelayanan yang Ditanggung

Ditinjau dari jenis pelayanan yang ditanggung, asuransi kesehatan dapat


dibedakan atas:

(a) menanggung seluruh jenis pelayanan kesehatan, baik pengobatan


(kurative), pemulihan (rehabilitative), peningkatan (promotive)
maupun pencegahan (preventive). Dengan demikian pelayanan yang
diberikan bersifat menyeluruh (comprehensive) dengan tujuan untuk
meningkatkan derajat kesehatan peserta sehingga peserta jarang sakit
dan secara timbal balik akan menguntungkan badan penyelenggara
asuransi
(b) menanggung sebagian pelayanan kesehatan, biasanya yang
membutuhkan biaya besar misalnya perawatan di rumah sakit atau
pelayanan kesehatan yang biayanya kecil misalnya pelayanan
kesehatan di puskesmas.
5

2. Ditinjau dari Jenis Jaminan Ditinjau dari jenis jaminan, asuransi kesehatan
dibagi atas:
(a) jaminan dengan uang, yaitu asuransi yang membayar dengan
mengganti biaya pelayanan yang diberikan
(b) jaminan yang diberikan tidak berupa uang (Managed Care),
contohnya : JPKM dan Askes.

D. Jenis Asuransi Kesehatan yang ditinjau dari Jumlah Peserta dan


Keikutsertaan Anggota

1. Ditinjau dari jumlah peserta yang ditanggung


a. Peserta adalah perorangan (individual health insurance)
b. Peserta adalah satu keluarga (family health insurance)

c. Peserta adalah satu kelompok (group health insurance)

2. Ditinjau dari keikut sertaan anggota

a. Asuransi kesehatan wajib

Pada asuransi kesehatan wajib (compulsary health insurance) keikutsertaan

peserta bersifat wajib. Dapat berlaku untuk setiap penduduk (national health

insurance) dan ataupun untuk kelompok tertentu saja, misalnya dalam suatu

perusahaan. Pada umumnya asuransi kesehatan wajib berlaku jika asuransi

kesehatan tersebut dikelola oleh pemerintah.

b. Asuransi kesehatan sukarela

Pada asuransi kesehatan sukarela (compulsary health insurance),

keikutsertaan peserta tidaklah wajib, melainkan terserah pada kemauan

masing masing. Bentuk ini berlaku jika asuransi kesehatan tersebut dikelola

oleh swasta.
6

E. Jenis Asuransi Kesehatan yang ditinjau dari Cara dan Waktu Pembayaran

Jenis Asuransi Kesehstan berdasarkan cara pembayaran:

Secara umum, ada tiga sistem pembayaran klaim asuransi yang bisa dilakukan,
yaitu: klaim asuransi kesehatan dengan sistem reimbursement, klaim asuransi
kesehatan dengan sistem cashless (gesek kartu), dan klaim asuransi kesehatan dengan
sistem santunan.
1. Sistem Reimbursemen
Sistem reimbursement mengharuskan pemegang polis asuransi kesehatan
menanggung biaya medis dari uang pribadi terlebih dahulu dan kemudian biaya
tersebut ditagihkan ke perusahaan asuransi kesehatan dengan melampirkan
kuitansi pembayaran yang diterima dari pihak rumah sakit.
Hal ini yang membuat sistem reimbursement kurang diminati nasabah
asuransi. Kini sistem tersebut juga sudah jarang digunakan. Sebab sistem
reimbursement memberikan kesulitan tersendiri bagi nasabahnya karena harus
menyediakan dana sebagai uang muka. Jika tidak memiliki dana, sering kali
nasabah sistem reimbursement tidak terlayani dan tentu saja hal tersebut akan
berakibat fatal nantinya.

2. Sistem Cashless

Sistem klaim ini paling banyak digunakan saat ini. Saat nasabah asuransi
sakit, ia tinggal menunjukkan kartu peserta asuransi (biasanya berbentuk seperti
kartu ATM) ke rumah sakit provider untuk membayar biaya rumah sakit sesuai
dengan plafon yang ditetapkan. Banyak kemudahan yang diberikan. Salah
satunya tanpa perlu persiapan dana lebih dahulu saat sakit, maka sudah bisa
langsung berobat.
Proses klaimnya adalah saat kita menunjukkan kartu anggota asuransi kepada
pihak rumah sakit. Semua pembiayaan pengobatan di rumah sakit atau klinik
menjadi tanggungan perusahaan asuransi yang nantinya akan ditagih pihak
rumah sakit. Pengurusan tagihan klaim dilakukan rumah sakit ke perusahaan
asuransi yang bersangkutan.
7

Kemudahan dan Kekurangan Sistem Cashless


Sistem cashless memberikan kemudahan proses klaim tanpa perlu uang
muka. Hal ini cocok bagi orang yang merantau atau bekerja jauh dari keluarga
atau yang tidak siap dengan dana darurat/cadangan. Namun, kekurangannya
adalah tidak semua rumah sakit bekerja sama dengan asuransi ini. Hal ini cukup
merepotkan, jika bertempat tinggal di lokasi yang jauh dari rumah sakit provider
asuransi tersebut.
Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum ikut program asuransi dengan
sistem cashless ini adalah mencari tahu dan memilih perusahaan asuransi yang
bekerja sama dengan banyak rumah sakit. Lebih penting lagi mencari rumah
sakit provider yang dekat dengan rumah atau tempat kerja. Jangan sampai saat
berada dalam kondisi darurat justru membuat kita semakin sengsara karena jauh
dari rumah sakit provider saat akan berobat.
Karena memberi kemudahan dari sisi proses klaim tanpa perlu uang muka,
biasanya premi asuransi kesehatan dengan sistem cashless sedikit lebih mahal
dibanding sistem reimbursement.

3. Sistem Klaim Santunan

Sistem klaim asuransi kesehatan berikutnya adalah model santunan. Tidak


peduli berobat di rumah sakit mana, sakitnya apa, dan habis biaya berapa banyak
jika menggunakan sistem santunan ini, perusahaan asuransi akan memberikan
santunan harian selama dirawat di rumah sakit. Besarnya santunan biasanya
telah disepakati dalam polis antara klien dan perusahaan asuransi.
Proses klaim untuk mendapatkan santunan membutuhkan sejumlah dokumen
yang harus di lampirkan, seperti formulir klaim asuransi, kuitansi pengobatan,
diagnosis sakit, dan sejumlah dokumen lainnya.
8

BAB 3 : KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Asuransi kesehatan terdiri dari berbagai jenis jika ditinjau dari beberapa hal.
Jika dintinjau dari jenis pelayanan, asuransi kesehatan dibedakan menjadi dua yaitu
menanggung seluruh jenis pelayanan dan menanggung sebagian jenis pelayanan. Jika
dintinjau dari jenis jaminan, ada jaminan dengan uang dan ada juga jaminan yang
tidak berupa uang.
Jaminan kesehatan jika ditinjau dari jumlah peserta, ada perorangan, keluarga,
dan kelompok. Jika dintinjau dari segi keikutsertaan anggota, ada asuransi kesehatan
yag bersifat wajib dan suka rela.asuransi kesehatan jika ditinjau berdasarkan
pengelolaan dana, ada asuransi kesehatan pemerintah dan swasta. Asuransi kesehatan
jika ditinjau dari hubungan komponen asuransi, ada asuransi tripartied dan bipartied.
Asuransi kesehatan berdasarkan cara pembayaran terdapat tiga sistem yaitu sistem
reimbursemen, cashless, dan klaim santunan.
DAFTAR PUSTAKA

repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/33084/Chapter%20II.pdf?sequence
=4&isAllowed=y
Asuransi kesehatan, jenis-jenis dan manfaat yang didapatkan dari
https://www.pricebook.co.id (diakses tanggal 2 September 2019 pukul 08.49
WIB)
Diakses melalui repository.usu.ac.id › handlePDF
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Permintaan (Demand) Asuransi.. Pada 02
september 2019 pukul 08.40
https://www.finansialku.com/jenis-asuransi-kesehatan/ Di akses tanggal 1 September
2019 pukul 12.30 WIB
https://www.cermati.com/artikel/jenis-jenis-asuransi-di-indonesia-apa-saja Di akses
pada tanggal 2 September 2019 pukul 15.30 WIB
https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/APKKM/article/download/3336/3164 Di akses
pada tanggal 30 Agustus 2019 pukul 19.32 WIB