Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMA II

OLEH

KELOMPOK 22

NAMA NIM

ARDIANSYAH 1302101010027

HESTI RAHAYU 13021010100

HASNITA 13021010100

AMELIA 13021010100

M.FAUZAN 13021010100

DEVI RAMADHANI 13021010100

ALAMSYAH HARAHAP 13021010100

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

BANDA ACEH

2014
AIR SUSU
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Susu merupakan bahan makan yang istimewa karena kelazatannya dan

komposisinya yang seimbang. Selain itu,susu mengandung semua zat yang

dibutuhkan oleh tubuh seperti misalal nya protein, lemak, karbohidrat, mineral

dan vitamin, nilai gizi ya yang tinggi juga menyababkan susu menjadi media yang

sangat cocok bagi mikroorganisme untuk pertumbuhan dan perkembangannya

sehingga dalam waktu singkat susu manjadi tidak layak di konsumsi bila tidak di

tangani dengan benar.

Dalam kehidupan sehari – hari, tidak semua orang meminum susu yang belum

diolah. Hal ini disebabkan karena tidak terbiasa mencium aroma air susu segar (

mentah ), atau sama sekali tidak suka air susu.

1.2. Tujuan praktikum

Untuk mengetahui sifat umum dari susu dan khusus susu serta sifat fisik yang

terdiri dari uji pH,Bj susu, uji kelarutan kasein.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Air susu merupakan bahan makanan yang istimewa bagi manusia karena

kelazatan dan komposisinya yang ideal selain air susu mengandung semua zat

yang dibutuhkan oleh tubuh, semua zat makanan yang terkandung didalam air

susu dapat diserap olah darah dan dimanfaatkan oleh tubuh.

Sifat susu yang perlu diketahui adalah bahwa susu merupakan media yang baik

bagi pertumbuhan mikroba sehingga apabila penangannya tidak baik akan dapat

menimbulkan penyakit yang berbahaya ( zoonosis). ( saleh, 2004)

Variasi alamiah dalam sifat – sifat fisik dan kimia susu adalah penting.

Pengawasan kualitas jual susu produk-produk susu menjadi sulit karena variasi

demikian itu. Hal ini terutama sulit jika susu dari dua jenis susu hewan atau lebih

biasa di pakai. (williamson,1959)

Susu memiliki kandungan nutrisi lengkap dibandingkan dengan minuman lainnya

sehingga susu memiliki banyak khasiat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Ada

banyak kandungan nutrisi yang ada dalam susu, seperti kalsium, Fhosfor, zinc,

vitamin A, vitamin D, vitamin B12, vitamin B2, asam amino, asam pantotenat.

Kandungan gizi ini bermanfaat untuk menunjung kesehatan tubuh terutma tulang

dan gigi.(wardyaningrum, 2011).

Sebagaian besar dari zat – zat penting yang ada dalam air susu disintesa dalam

kenjar susu dan ikatan – ikatan zat yang diserap dari darah. Bukti – bukti
penelitian mutahir menenjukan bahwa kelanjar susu menyerap protein tertentu

dan zat ini di pindahkan langsung dari darah ke dalam air susu. (Tillman, 1991)

Sifat fisik air susu

1. Warna air susu

Warna air susu dapat berubah dari satu warna ke warna lain, tergantung

bangsa ternak, jenis pakan, jumlah lemak, bahan padat dan bahan

pembentuk warna. Warna air susu beerkisar dari putih kebiruan hingga

kuning keemasan. Warna putih dari susu merupakan hasil dispersi dari

refleksi cahaya oleh grobula lemak dan partikel koloidal dari kasein dan

calsium, phosphat. Warna kuning adalah karena lemak dan caroten yang

dapat larut. ( saleh, 2004)

2. Berat jenis air susu

Air susu mempunyai berat jenis lebih besar dari pada air. Bj air susu =

1.027 – 1.035 dengan rata – rata 1.031. Berat jenis susu harus ditetapkan 3

jam setelah air susu di perah. Penetapan lebih awal akan menunjukan hasil

Bj yang lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh : ¾ perubhan konsentrasi

lemak , ¾ adanya gas yang timbul di dalam air susu. ( saleh, 2004)

SIFAT KIMIA SUSU

Keasamaan dan pH susu, susu segar mempunyai sifat ampoter, artinya tidak dapat

bersifat asam dan basa sekaligus. Jika di beri lakmus biru, maka warna nya akan

berubah menjadi merah, sebalik nya jika di beri lakmus merah maka akan berubah
menjadi biru. Potensial ion hydrogen (pH) susu segar terletak antara 6,5 – 6,7. (

saleh, 2004)

KOMPOSISI AIR SUSU

Komponen air susu yang terpenting adalah protein dan lemak. Kandungan protein

susu berkisar antara 3 – 5 persen (%) sedangkan kandungan lemak berkisar antar

3 – 8 persen (%). Kandungan energi adalah 66 kkal, dan pH susu adalah 6,7. (

saleh, 2004)

Susu juga bahan makanan yang mempunyai sifat mudah rusak, sihingga dapat

mengalami perubahan rasa, bau, warna dan rupa. Dimana perubahan – perubahan

yang terjadi pada susu akibat aktifitas dan pertumbuhan mikroba. (zakaria, 2013).
BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan

A. alat

1) Tabung reaksi

2) Pipet tetes

3) Penjepit tabung

4) Indikator lakmus

5) Urinometer

B. Bahan

1) Susu murni 5). Nacl 10%

2) Susu kental manis 6). Naoh 0,1

3) Larutan merah kongo 7). Hcl 0,2 %

4) Nacl 10 % 8). Na2Co2 0,5 %

3.2 Langkah kerja

3.2.1 Uji pH

1. Disediakan 4 tabung reaksi diisi dengan

a) 2ml susu + kertas lakmus

b) 2ml susu + indikator universal

c) 1ml susu + merah kongo ( tetes )


d) 1ml susu + Phenolphaten ( tetes )

2. Dan diamati perubahan warna yang terjadi

3.2.2 Uji berat jenis susu

a) Dituangkan susu murni 50 ml ke dalam gelas ukur

b) Dimasukkan urinometer

c) Dibaca skala angka pada urinometer

3.2.3 Uji kelarutan kasein

1. Disediakan 4 tabung reaksi dan isi dengan.

a) Susu murni 1 ml + Nacl 10 % 1 ml

b) Susu murni 1 ml + Na2Co2 0,5 % 2 ml

c) Susu murni 1 ml + NaOH 0,1 % 2 ml

d) Susu murni 1 ml + Hcl 0,2 % 1 ml

2. Diamati perubahan yang terjadi.

3.2.4 Ukuran butiran lemak

a) Susu murni di teteskan di atas objek glss

b) Lalu ditutup dengan cover glass

c) Lalu diamati di bawah mikroskop.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil praktikum

4.1.1 uji pH

4.1.2 Uji berat jenis susu


4.1.3 Uji kelarutan kasein

Susu + Nacl 10 % 1 ml susu + Na2Co2 0,5 % 2 ml

Susu + NaOH 0,1 % 2 ml susu + Hcl 0,2 % 1ml

4.1.4 uji butiran lemak pada susu kental manis


4.2 Pembahasan praktikum

4.2.1 uji pH

a) Pada reaksi 1. 2ml susu + kertas lamkus tersebut berubah warna menjadi

warna merah. Merah yang merah nya tidak terlalu terang, warna merah ini

menunjukan adanya asam pada susu murni.

b) Pada tabung reaksi ke 2 2ml susu + indikator lakmus berubah warna

menjadi. Warna yang pas untuk menetukan pH, dan pada praktikum di atas

di dapat kan pH susu sebasar 6,5 – 7.

c) 1ml + larutan merah kongo warna akan berbuah menjadi merah agak ke

pink dan laurtan merah kongo akan akan berubah menjadi ungu dan ini

menadakan ada nya asam yang di tandai dengan angka 3 – 6.

d) 1 ml susu + larutan phenolptalen tidak ada perubahan warna. Hal ini karena

pH susu 6,5 – 7, sedangkan phenolpheton akan berubah pada pH 8 – 9.

4.2.2 Uji berat jenis susu ( Bj susu )

Pada pengukuran skala angka urinometer menunjukan bahwa Bj susu murni

menenjukan angka 1,024 angka ini masih jauh dari angka normal dari berat

jenis susu murni antara 1,028 – 1,030. Berat jenis susu kecil karena adanya

perubahan kondisi laktat dan adanya gas yang timbul dari dalam air susu, selain
itu juga ada penyebab lain contoh nya suhu umum nya susu dismpan dalam

pendingan dalam waktu yang lama.

4.2.3 uji kelarutan kasein

Pada uji kelarutan kasein didapatkan hasil

a) Susu + Nacl didapatkan hasil larutan mengalami hemogensi

b) Susu + Na2CO2 juga mengalami pelarutan

c) Susu + NaOH didapatkan hasil terjadi denaturasi

d) Susu + HCL juga mengalami denaturasi

Protein akan mengalami denaturasi apabila diberi larutan asam kuat,

sedangkan larutan garam tidak terjadi denaturasi, karena pada larutan garam

komponen yang terdapat dilarutan salah satu nya air dan air merupan cairan

yang bersifat universal.

4.2.4 uji butiran lemak

Dari pengamatan yang dilakukan didapatkan hasil bahwa lemak pada susu

murni tempak butiran lemak nya lebih sedikit, lebih halus dan tidak rapat ini

karena susu murni sudah di encerkan. Berbeda dengan susu kental lemak

tampak lebih kasar, lebih besar dan lemka nya lebih rapat, hal ini terjadi karena

sudah dilakukan penambahan penambahan lemak pada susu saat di oleh.


BAB V

PENUTUP

Susu merupakan bahan makan yang istimewa karena kelazatannya dan

komposisinya yang seimbang. Selain itu,susu mengandung semua zat yang

dibutuhkan oleh tubuh seperti misalal nya protein, lemak, karbohidrat, mineral

dan vitamin, nilai gizi ya yang tinggi juga menyababkan susu menjadi media yang

sangat cocok bagi mikroorganisme untuk pertumbuhan dan perkembangannya

sehingga dalam waktu singkat susu manjadi tidak layak di konsumsi bila tidak di

tangani dengan benar.

Uji pH merupakan uji untuk menetukan pH yang ada pada susu apakah asam atau

basa. Uji Bj susu merupakan uji untuk menetukan berpakah berat jenis susu murni

membandingkan nya dengan susu normal dan di ukur dengan alat urinometer. Uji

kelarutan kasein merupakan uji untuk menetukan ada atau tidak nya protein pada

susu yang di lihat dari perbuhan warna susu yang di tambah beberapa larutan dari

larutan garam.
Daftar pustaka

Saleh, Eniza .2004. dasar – dasar pengolahan susu dan hasil ikutan ternak.fakultas

pertanian. Universitas Sumatera Utara.

Zakaria, Yusdar. 2013. Analisa keasaman dan total bakteri asam laktat yogurt

akibat bahan baku dan presentase Lactobacillus casei yang berbeda.

Jurusan perternakan. Fakultas pertaniaan. Universitas Syiahkuala.

Wardyaningrum,damayanti.2011. Tingkat kognisi tntang konsumsi susu pada ibu

peternak sapi perah lembang jawa barat. Fakultas ilmu politik dan ilmu

sosial. Universitas Al Azhar Indonesia.