Anda di halaman 1dari 8

Modul Akuntansi Biaya

PERTEMUAN KE-18
PENGENDALIAN BIAYA OVERHEAD PABRIK
(LANJUTAN)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN:

B. URAIAN MATERI:

C. LATIHAN SOAL:

5. Metode Aljabar (Algebra Method).


PT. Sentosa memproduksi barang menggunakan 4 departemen yaitu departemen
produksi I dan II serta departemen jasa A dan B. Berikut data yang berhubungan
dengan alokasi BOP:

a. Anggaran BOP sebelum alokasi:


Departemen BOP tetap BOP variable Total
Produksi I 200.000 300.000 500.000
Produksi II 250.000 400.000 650.000
Jasa A 150.000 250.000 400.000
Jasa B 100.000 200.000 300.000

b. Penelitian pabrik awal periode:


Departemen Karyawan Luas lantai JKM JKL Jam Listrk
Produksi I 60 300 4.000 3.000 2.000
Produksi II 40 200 5.000 2.500 1.700
Jasa A 30 150 0 0 1.300
Jasa B 25 125 0 0 1.000

c. Proporsi BOP:
Departemen BOP tetap BOP variable
Produksi I 40% 60%
Produksi II 60% 40%

Program Studi Manajemen Page 115


Modul Akuntansi Biaya

d. Dasar alokasi departemen jasa:


Departemen jasa Dasar alokasi
A Jumlah karyawan
B Jam listrik

e. Tarip BOP:
Departemen Dasar alokasi
Produksi I Jam kerja mesin (JKM)
Produksi II Jam kerja langsung (JKL)

f. Perusahaan mengalokasikan BOP departemen jasa ke departemen produksi


menggunakan metode aljabar.

Diminta:
a. Buatlah tabel alokasi BOP departemen jasa ke departemen produksi?
b. Hitunglah tarip BOP masing-masing departemen produksi?
c. Hitunglah tarip BOP tetap dan BOP variable masing-masing departemen
produksi?

Penyelesaian:
Langkah 1: Menghitung BOP dept. jasa dengan persamaan matematis
Keterangan Dept. Jasa A (JK) Dept. Jasa B (JL)
Dept. Produksi I 60 48% 2.000 40%
Dept. Produksi II 40 32% 1.700 34%
Dept. Jasa A -- -- 1.300 26%
Dept. Jasa B 25 20% -- --
Jumlah 125 100% 5.000 100%
Persamaan A = 400.000 + 0,26B
B = 300.000 + 0,20A
A = 400.000 + 0,26 (300.000 + 0,20A)
A = 400.000 + 78.000 + 0,052A
A – 0,052 A = 478.000
0,948 A = 478.000
A = 504.219

Program Studi Manajemen Page 116


Modul Akuntansi Biaya

B = 300.000 + 0,20 x 504.219


B = 300.000 + 100.844
B = 400.844

Langkah 2: Menghitung alokasi BOP Dept. Jasa A Rp. 504.219


Departemen Produksi I = 48% x 504.219 = 242.025
Departemen Produksi II = 32% x 504.219 = 161.350
Departemen Jasa B = 20% x 504.219 = 100.844

Langkah 3: Menghitung alokasi BOP Dept. Jasa B Rp. 400.844


Departemen Produksi I = 40% x 400.844 = 160.338
Departemen Produksi II = 34% x 400.844 = 136.287
Departemen Jasa A = 26% x 400.844 = 104.219

a. Tabel alokasi BOP departemen jasa ke departemen produksi:


Keterangan D.Produksi I D.Produksi II Dept, Jasa A Dept. Jasa B
Anggaran BOP 500.000 650.000 400.000 300.000
Alokasi D.Jasa A 242.025 161.350 (504.219) 100.844
Alokasi D.Jasa B 160.338 136.287 104.219 (400.844)
Jumlah 902.363 947.637 nihil nihil

b. Tarip BOP departemen produksi:


Keterangan D.Produksi I D.Produksi II
BOP setelah alokasi 902.363 947.637
Dasar alokasi 4.000 JKM 2.500 JKL
Tarip BOP 225,59/JKM 379,05/JKL

c. Tarip BOP tetap dan BOP variabel:


Keterangan Total BOP BOP Tetap BOP Variabel
Dept. Produksi I Rp. 225,59 40% = 90,24 60% = 135.35
Dept. Produksi II Rp. 379,05 60% = 227,43 40% = 151,62
Jumlah Rp. 604,64 Rp. 317,67 Rp. 286,97

D. TUGAS MANDIRI:
1) PT. Sabar menyusun anggaran biaya overhead pabrik sebesar Rp. 60.000.000.
Perusahaan merencanakan akan memilih dasar yang akan digunakan dalam

Program Studi Manajemen Page 117


Modul Akuntansi Biaya

membebankan biaya overhead pabrik dalam menyelesaikan suatu produk.


Taksiran untuk masing-masing dasar yang digunakan adalah:
- Jam kerja mesin 30.000
- Jam kerja langsung 40.000
- Unit produksi 120.000
- Biaya bahan langsung Rp. 50.000.000
- Biaya pekerja langsung Rp. 100.000.000
Diminta: Hitunglah tarif biaya overhead pabrik berdasarkan metode:
a. Jam kerja mesin?
b. Jam kerja langsung?
c. Unit produksi?
d. Biaya bahan langsung?
e. Biaya tenaga kerja langsung?

2) PT. Subur memproduksi barang menggunakan 4 departemen yaitu departemen


produksi I dan II serta departemen jasa A dan B. Berikut data yang berhubungan
dengan alokasi BOP:

a) Anggaran BOP sebelum alokasi:


Departemen BOP tetap BOP variable Total
Produksi I 222.400 333.600 556.000
Produksi II 276.800 465.200 742.000
Jasa A 160.000 240.000 400.000
Jasa B 140.000 210.000 350.000

b) Penelitian pabrik awal periode:


Departemen Karyawan Luas lantai Jam Mesin JamKerja Langsung
Produksi I 90 600 80.000 25.000
Produksi II 90 1.000 40.000 50.000
Jasa A 40 200 0 0
Jasa B 20 200 0 0

Program Studi Manajemen Page 118


Modul Akuntansi Biaya

c) Proporsi BOP:
Departemen BOP tetap BOP variable
Produksi I 60% 40%
Produksi II 50% 50%

d) Dasar alokasi departemen jasa:


Departemen jasa Dasar alokasi
A Luas lantai
B Jumlah karyawan

e) Tarip BOP:
Departemen Dasar alokasi
Produksi I Jam kerja mesin
Produksi II Jam kerja langsung

f) Perusahaan mengalokasikan BOP departemen jasa ke departemen produksi


menggunakan metode langsung.

Diminta:
a) Buatlah tabel alokasi BOP departemen jasa ke departemen produksi?
b) Hitunglah tarip BOP masing-masing departemen produksi?
c) Hitunglah tarip BOP tetap dan BOP variable masing-masing departemen
produksi?

3) PT. Makmur memproduksi barang menggunakan 4 departemen yaitu


departemen produksi I, departemen produksi II, departemen gudang dan
departemen administrasi. Berikut data yang berhubungan dengan alokasi BOP:

a) Anggaran BOP
Departemen Total
Produksi I 120.000.000
Produksi II 100.000.000
Gudang 75.000.000
Administrasi 60.000.000

Program Studi Manajemen Page 119


Modul Akuntansi Biaya

b) Penelitian pabrik awal periode:


Departemen Karyawan Luas lantai Jam Mesin Jam Kerja Langsung
Produksi I 42 3.000 5.000 12.000
Produksi II 98 2.000 6.000 10.000
Gudang 34 1.500 0 0
Administrasi 26 1.000 0 0

c) Proporsi BOP:
Departemen BOP tetap BOP variable
Produksi I 60% 40%
Produksi II 40% 60%

d) Dasar alokasi departemen jasa:


Departemen jasa Dasar alokasi
A Luas lantai
B Jumlah karyawan

e) Tarip BOP:
Departemen Dasar alokasi
Produksi I Jam kerja mesin
Produksi II Jam kerja langsung

f) Perusahaan mengalokasikan BOP departemen jasa ke departemen produksi


menggunakan metode bertahap tidak bertimbal balik.

Diminta:
a) Buatlah tabel alokasi BOP departemen jasa ke departemen produksi?
b) Hitunglah tarip BOP masing-masing departemen produksi?
b) Hitunglah tarip BOP tetap dan BOP variable masing-masing departemen
produksi?

4) PT. Sejahtera memproduksi barang menggunakan 4 departemen yaitu


departemen produksi I, departemen produksi II, departemen jasa 1 dan
departemen jasa 2. Berikut data yang berhubungan dengan alokasi BOP:

Program Studi Manajemen Page 120


Modul Akuntansi Biaya

a) Anggaran BOP
Departemen Total
Produksi I 700.500.000
Produksi II 600.000.000
Jasa 1 414.600.000
Jasa 2 352.000.000

b) Penelitian pabrik awal periode:


Departemen Karyawan Luas lantai JKM JKL Jam listrik
Produksi I 90 2.800 4.000 3.000 3.000
Produksi II 80 2.000 5.000 2.500 1.800
Jasa 1 20 1.600 0 0 1.200
Jasa 2 30 1.600 0 0 1.000

c) BOP dibebankan berdasarkan tarip ditentukan dimuka. Alokasi BOP masing2


departemen sbb.:
Departemen
Produksi I : Jam Kerja Langsung Jasa 1: Jumlah Karyawan
Produksi II : Jam Kerja Mesin Jasa 2: Jam Tenaga Listrik

d) Proporsi BOP:
Departemen BOP tetap BOP variabel
Produksi I 60% 40%
Produksi II 40% 60%

Diminta:
a) Buatlah tabel alokasi BOP?
b) Hitunglah tarip BOP masing-masing departemen produksi?
c) Hitunglah tarip BOP tetap dan BOP variable masing-masing departemen?

E. DAFTAR PUSTAKA:
1. Mulyadi, “Akuntansi Biaya”, Edisi ke-5. Unit Penerbit dan Percetakan
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN, Yogyakarta, 2014.

2. Bastian Bustami, Nurlela, “Akuntansi Biaya”, Mitra Wacana Media, Jakarta,


2009.

Program Studi Manajemen Page 121


Modul Akuntansi Biaya

3. Charles T. Horngren, Srikant M. Datar, George Foster, “Akuntansi Biaya”,


Edisi keduabelas, Erlangga, Jakarta, 2006.

Program Studi Manajemen Page 122