Anda di halaman 1dari 3

Nama : RINA INDAH PURWANTI

NIM : 3422117262
Hari/Tanggal : Senin/21 OKTOBER 2019 (TUGAS UUK)

1. Apa yang dimaksud dengan narkotika dan psikotropika, sebutkan dan jelaskan
penggolongannya masing-masing dan contoh minimal 2

Jawab :
A. Pengertian narkotika menurut Undang-undang / UU No. 22 tahun 1997 :
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan
atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai menghilangkan
rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Golongan narkotik berdasarkan bahan pembuatannya :


1. Narkotika Alami
Zat dan obat yang langsung bisa dipakai sebagai narkotik tanpa perlu adanya
proses fermentasi, isolasi dan proses lainnya terlebih dahulu karena bisa
langsung dipakai dengan sedikit proses sederhana. Bahan alami tersebut
umumnya tidak boleh digunakan untuk terapi pengobatan secara langsung
karena terlalu beresiko. Contoh narkotika alami yaitu seperti ganja dan daun
koka.

2. Narkotika Sintetis / Semi Sintesis


Narkotika jenis ini memerlukan proses yang bersifat sintesis untuk keperluan
medis dan penelitian sebagai penghilang rasa sakit / analgesik. Contohnya yaitu
seperti amfetamin, metadon, dekstropropakasifen, deksamfetamin, dan
sebagainya.

Narkotika sintetis dapa menimbulkan dampak sebagai berikut :


a. Depresan = membuat pemakai tertidur atau tidak sadarkan diri.
b. Stimulan = membuat pemakai bersemangat
dalam berkativitas kerja dan merasa badan lebih segar.
c. Halusinogen = dapat membuat si pemakai jadi berhalusinasi yang mengubah
perasaan serta pikiran.

3. Narkotika Semi Sintesis / Semi Sintetis


yaitu zat / obat yang diproduksi dengan cara isolasi, ekstraksi, dan lain
sebagainya seperti heroin, morfin, kodein, dan lain-lain.

B. Psikotropika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alami maupun sintesis,
yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan sistem saraf
pusat, dan dapat menimbulkan ketergantungan atau ketagihan. Zat yang
termasuk golongan psikotropika di antaranya adalah amfetamin, ekstasi, dan
sabu-sabu. Sedangkan penggolongan psikotropika dan contohnya secara
lengkap diterangkan dengan UU No. 5 tahun 1997.

Menurut Undang-Undang No. 5 tahun 1997, narkoba jenis psikotropika dibedakan


menjadi 4 golongan, yaitu:
 Golongan I, mempunyai potensi yang sangat kuat dalam menyebabkan
ketergantungan dan dinyatakan sebagai barang terlarang. Contoh: ekstasi
(MDMA = 3,4-Methylene-Dioxy Methil Amphetamine), LSD (Lysergic Acid
Diethylamid), dan DOM.
 Golongan II, mempunyai potensi yang kuat dalam menyebabkan ketergantungan.
Contoh: amfetamin, metamfeamin (sabu), dan fenetilin.
 Golongan III, mempunyai potensi sedang dalam menyebabkan ketergantungan,
dapat digunakan untuk pengobatan tetapi harus dengan resep dokter. Contoh:
amorbarbital, brupronorfina, dan mogadon (sering disalahgunakan).
 Golongan IV, mempunyai potensi ringan dalam menyebabkan ketergantungan,
dapat digunakan untuk pengobatan tetapi harus dengan resep dokter. Contoh:
diazepam, nitrazepam, lexotan (sering disalahgunakan), pil koplo (sering
disalahgunakan), obat penenang (sedativa), dan obat tidur (hipnotika).

2. Sebutkan kriteria obat yang dapat diserahkan tanpa resep dokter


Jawab :
yang dapat diserahkan tanpa resep harus memenuhi kriteria :
a) Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah
usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun
b) Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan resiko pada
kelanjutan penyakit.
c) Penggunaannya tidak memerlukan cara dan atau alat khusus yang harus
dilakukan oleh tenaga kesehatan.
d) Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di
Indonesia
e) Obat yang dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat
dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri.

3. Jelaskan tugas dan fungsi dari apotek


Jawab :
a) Sebagai tempat pengabdian profesi seorang Apoteker yang telah
mengucapkan sumpah jabatan.
b) Sebagai sarana farmasi tempat dilakukannya kegiatan peracikan,
pengubahan bentuk, pencampuran, dan penyerahan obat atau bahan
obat.
c) Sebagai sarana penyaluran perbekalan farmasi yang harus menyebarkan
obat yang diperlukan masyarakat secara luas dan merata.
d) Sebagai sarana pelayanan informasi obat dan perbekalan farmasi lainnya
kepada tenaga kesehatan lain dan masyarakat, termasuk pengamatan
dan pelaporan mengenai khasiat, keamanan, bahaya, dan mutu obat.

4. Apa yang dimaksud dengan Apotek, Apoteker Pengelola Apotek, Apoteker


pengganti, Apoteker pendamping
Jawab :
Apotek : tempat menjual dan kadang membuat atau meramu obat. Apotek juga
merupakan tempat apoteker melakukan praktik profesi farmasi sekaligus menjadi
peritel. Kata ini berasal dari kata bahasa Yunani apotheca yang secara harfiah
berarti "penyimpanan".
Apoteker Pengelola Apotek : Seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA)
bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup apotek yang dipimpinnya, juga
bertanggung jawab kepada pemilik modal jika bekerja sama dengan pemilik
sarana apotek.
Apoteker Pengganti Apoteker : adalah Apoteker yang menggantikan APA
selama APA tersebut tidak berada ditempat lebih dari 3 bulan secara terus-
menerus, telah memiliki Surat Izin Kerja (SIK) dan tidak bertindak sebagai APA
di Apotek lain.
Apoteker Pendamping : adalah Apoteker yang bekerja di Apotek di samping
APA dan atau menggantikan pada jam-jam tertentu pada hari buka Apotek.