Anda di halaman 1dari 13

A.

Latar Belakang

Berdasarkan data Susenas tahun 2016, jumlah lansia di Indonesia


mencapai 22,4 juta jiwa atau 8,69 persen dari jumlah penduduk. Menurut
proyeksi BPS pada 2015, pada tahun ini diperkirakan jumlah lansia mencapai
24,7 juta jiwa atau 9,3 persen dari jumlah penduduk. Menteri Kesehatan Nila F
Moeloek mengatakan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, penyakit
terbanyak yang diderita lansia yaitu hipertensi (57,6 persen). Selebihnya adalah
penyakit arthritis, stroke dan beberapa penyakit lain.

Usia lanjut merupakan tahap akhir yang akan terjadi pada setiap
manusia. Lanjut usia merupakan proses dimana seseorang dengan usia lanjut
mengalami penurunan fungsi tubuh (Siti Maryam,2008). Dikatakan lansia,
apabila usia sudah mencapai 60 tahun keatas. Pada lansia, biasanya akan timbul
berbagai permasalahan dalam kehidupan. Masalah yang timbul seperti
penurunan pada kondisi fisik , psikologis maupun sosial. Tanda-tanda fisik
pada lansia yaitu kulit menjadi keriput dan kering, rambut beruban, serta
penurunan panca indera. Dari perubahan fisik yang dialami lansia, salah
satunya adalah perubahan pada sistem kardiovaskuler.

Hipertensi merupakan penyebab paling umum terjadinya


kardiovaskular dan merupakan masalah utama di negara maju maupun
berkembang. Kardiovaskular juga menjadi penyebab nomor satu kematian di
dunia setiap tahunnya. Data WHO 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang
di dunia menderita hipertensi. Artinya, 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis
menderita hipertensi, hanya 36,8% di antaranya yang minum obat. Jumlah
penderita hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan
pada 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Diperkirakan juga
setiap tahun ada 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasi.
Menurut Riskesdas 2013, menyatakan bahwa angka hipertensi di
Indonesia yang didapat melalui pengukuran pada umur ≥18 tahun sebesar 25,8
persen, sedangkan prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan umur untuk
kelompok umur 45-54 tahun sebesar 35,6 persen, kelompok umur 55-64 tahun
sebesar 45,9 persen, kelompok umur 65-74 tahun sebesar 57,6 persen, dan
untuk kelompok umur 75 tahun keatas sebesar 63,8 persen, jadi dapat
disimpulkan bahwa dengan bertambahnya usia maka rentan terhadap kejadian
hipertensi.
Penyakit yang biasanya terjadi dan sering dialami oleh lansia adalah
hipertensi. Hipertensi merupakan tekanan darah yang melebihi batas normal
yaitu pada sistol >140mmHg dan diastol > 90 mmHg. Pada lansia, hipertensi
disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu pola hidup dan
mengonsumsi makanan yang mengandung garam berlebih. Gejala yang
ditimbulkan pada lansia hipertensi yaitu sakit kepala, nyeri atau sesak pada
dada, pusing, gangguan tidur, jantung berdebar-debar, gelisah, mudah marah,
keringat berlebihan, badan lesu dan pembengkakan di bawah mata pada pagi
hari (Ritu Jain,2011). Selain itu, komplikasi yang bisa terjadi pada lansia
hipertensi diantaranya stroke, penyakit ginjal dan gagal jantung .
Penanganan untuk hipertensi bisa dilakukan dengan terapi farmakologis
maupun non farmakologis (Muttaqin,2012). Pengobatan farmakologis yaitu
dengan menggunakan obat anti hipertensi, sedangkan pengobatan non
farmakologis yaitu pengobatan tanpa obat-obatan, salah satunya adalah dengan
melakukan terapi aktifitas fisik, seperti senam lansia (Tai chi). Latihan Senam
Taichi merupakan senam yang berasal dari negara Cina dengan gerakan pelan
dan lembut. Senam Tai chi ini memiliki manfaat yang tinggi bagi lansia yaitu
dapat meningkatkan antioksidan untuk menghilangkan radikal bebas dalam
tubuh dan menstabilkan tekanan darah (Sutanto,2013). Senam Tai Chi dapat
menurunkan tekanan darah karena adanya efisiensi kerja jantung sehingga otot
jantung menjadi kuat dan kontraksi lebih sedikit dalam memompa volume
darah yang dapat menyebabkan penurunan denyut jantung dan penurunan
cardiac output sehingga tekanan darah dapat menurun (Hikmaharidha, 2011).
Untuk menurunkan tingkat stres yang merupakan faktor penyebab terjadinya
peningkatan tekanan darah dengan cara latihan pernafasan yang tepat sehingga
menjadi rileks. Teknik pernafasan dalam dan gerakan yang lambat membuat
konsentrasi oksigen di dalam darah meningkat sehingga kebutuhan oksigen di
jaringan akan terpenuhi, aliran darah menjadi lancar, dan denyut jantung
menjadi lambat sehingga dapat menurunkan tekanan darah (Hikmaharidha,
2011).
Latihan senam Tai Chi ini dapat dilakukan oleh semua usia (Nurgiawati,
2015). Hasil penelitian yang dilakukan Lina (2012) menunjukkan tekanan
darah peserta senam sebelum mengikuti senam lansia (Tai Chi) yaitu jumlah 11
orang (52%) mengalami tekanan darah 140/90-159/99 mmHg, dan 10 orang
(48%) mengalami tekanan darah 160/100-179/109 mmHg. Dan setelah
melakukan senam lansia (Tai Chi) yaitu jumlah 2 orang (10%) mengalami
tekanan darah 110/80-139/89 mmHg, 15 orang (71%) mengalami tekanan
darah 140/90-159/99 mmHg, dan 4 orang (19%) mengalami tekanan darah
160/100-179/109 mmHg. Hasil penelitian ini memiliki pengaruh yang
signifikasi senam lansia (Tai Chi) terhadap penurunan tekanan darah. Perlu
dilakukan olahraga secara teratur agar kebugaran dan kesehatan tubuh tetap
terjaga. Untuk itu, diperlukan terapi senam lansia (Tai Chi) untuk menurunkan
tekanan darah pada lansia yang hipertensi. Oleh karena itu, peneliti melakukan
penelitian dengan judul “Pengaruh Senam Tai Chi Terhadap Penurunan
Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi”.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi permasalahan yang terjadi pada lansia yang


mengalami hipertensi, maka rumusan masalah umum penelitiannya adalah
apakah ada pengaruh pegaruh senam tai chi terhadap penurunan tekanan darah
pada lansia hipertensi ?

C. Tujuan
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh senam tai chi terhadap
penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi.
2. Tujuan khusus
a. Mengetahui tekanan darah sistole lansia hipertensi sebelum
dilakukan senam tai chi.
b. Mengetahui tekanan darah diastole lansia hipertensi sebelum
dilakukan senam tai chi.
c. Mengetahui tekanan darah sistole lansia hipertensi setelah
dilakukan senam tai chi.
d. Mengetahui tekanan darah diastole lansia hipertensi setelah
dilakukan senam tai chi.
e. Mengetahui pengaruh senam tai chi terhadap penurunan tekanan
darah pada lansia hipertensi
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a. Bagi penulis, sebagai media dalam pengetahuan dan mengembangkan
penelitian mengenai hipertensi.
b. Bagi mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang, mampu
menjadi salah satu fasilitator serta pemberi informasi mengenai
penggunaa senam tai chi sebagai upaya preventif kejadian hipertensi
pada lansia.
c. Bagi institusi pendidikan, sebagai bahan refrensi dan perbandingan
yang dapat digunakan oleh peneliti lain dalam mengembangkan
pengetahuan tentang pengobatan non farmakologis hipertensi.
2. Manfaat Praktis
a. Hasil penelitian diharapkan memberikan masukan berupa strategi
pengobatan non farmakologis bagi penderita hipertensi dalam
menurunkan tekanan darah.
b. Menumbuhkan sikap pembaca agar dapat memahami fenomena
hipertensi yang terjadi pada lansia.
c. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi dalam
menurunkan angka pravalensi hipertensi pada lansia melalui lansia
melalui pencegahan non farmakologis yaitu senam tai chi.
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Lansia
1. Definisi Lansia
Lanjut usia merupakan proses yang alamiah yang dimulai dari saat
masih bayi, balita , anak-anak, remaja, dewasa dan kemudian menjadi lansia.
Menjadi tua (menua) adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan
manusia. “Prosess menua merupakan proses sepanjang hidup yang tidak hanya
dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak pemulaan
kehidupan”(Padila,2013). Lansia adalah keadaan yang ditandai oleh kegagalan
seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres
fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk
hidup serta peningkatan kepekaan secara individual.(Muith & Siyoto 2016).
2. Batasan Umur Lanjut Usia
Menurut pendapat beberapa ahli dalam Efendi (2009), batasan-batasan umur
yang mencakup lansia sebagai berikut :
a. Menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan
lanjut usia pada Bab 1 pasal 1 ayat 2 yang berbunyi “ lanjut usia adalah
seseorang yang mencapai 60 (enam tahun) tahun ke atas”.
b. Menurut World Health Organization (WHO,1999), usia lanjut dibagi
menjadi empat kriteria berikut : usia pertengahan (middle age) yaitu
kelompok usia 45 sampai 59 tahun, lanjut usia (elderly) 60 ampai 74 tahun,
lanjut usia (old) 75 sampai 90 tahun dan usia sangat tua (very old) diatas
90 tahun.
c. Menurut Dra. Jos Masdani terdapat empat fase, yaitu pertama fase inventus
ialah 25-40 tahun, kedua fase virilities ialah 40-55 tahun, ketiga fase
presenium ialah 55-65 tahun, keempat fase senium ialah 65 tahun hingga
tutup usia.
d. Menurut Prof. Dr. Koesoetomo Setyonegoro masa lanjut usia (geriatric
age) : > 65 tahun atau 70 tahun. Masa lanjut usia (geriatric age) itu sendiri
dibagi menjadi tiga batasan umur, yaitu young old (70-75 tahun), old (75-
80) tahun, dan very old (>80 tahun) (Efendi,2009).
3. Perubahan-perubahan yang terjadi pada Lanjut Usia
Semakin bertambahnya usia, maka akan mengalami banyak perubahan dari
segi fisiologis maupun psikologis. Nugroho Wahyudi (2008) menyatakan
bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia meliputi perubahan fisik
yaitu sel, sistem pernapasan, sistem persyarafan, sistem pendengaran,
penglihatan, sistem kardiovaskuler, sistem genito urinaria, sistem endokrin dan
metabolik, sistem pencernaan, sistem muskuluskeletal, sistem kulit dan
jaringan ikat, sistem reproduksi dan kegiatan seksual, dan sistem pengaturan
tubuh serta perubahan mental, dan perubahan psikososial.

A. Hipertensi
1. Definisi Hipertensi
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian pre


eksperimen dengan desain one group pretests-posttest. Rancangan ini tidak ada
kelompok pembanding (kontrol) sehingga dilakukan pengukuran sebelum dan
sesudah intervensi untuk mengetahui hasil yang lebih akurat (Sugiyono,2016).

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh senam tai chi


terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Secara skematis,
rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut :

Pretest Intervensi Posttest

O1 X O2

Sumber : Soekidjo Notoajmodjo (2012)


Keterangan :
O1 : Hasil tekanan darah sebelum diberikan senam tai chi.
X : Pemberian senam taichi.
O2 : Hasil tekanan darah setelah diberikan senam tai chi.

A. Populasi dan Sampel Penelitian


Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian atau objek yang
diteliti (Soekidjo Notoajmodjo, 2012). Populasi penelitian ini adalah semua
lansia hipertensi di Panti Werdha. Teknik pengambilan sampel menggunakan
teknik . teknik digunakan karena penelitian ini
Sampel yang digunakan adalah setiap lansia yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan.

Kriteria inklusi :

a. Umur lansia 45-90 tahun ke atas menurut WHO.


b. Tekanan darah sistole >140 mmHg dan diastole >80mmHg
c. Bersedia menjadi partisipan.
d. Jika menggunakan obat anti hipertensi bersedia mengikuti senam tai chi
sesudah 2 jam penggunaan obat anti hipertensi.

Kriteria eksklusi :

a. Lansia dengan gangguan mental/dengan gangguan fisik, pendengaran dan


penglihatan.
b. Tidak mengikuti keseluruhan intervensi hingga selesai.

B. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu variabel
independen dan variabel dependen. Variabel independen adalah senam
taichi dan variabel dependennya adalah tekanan darah.

C. Definisi Operasional Variabel Penelitian


Definisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel Definisi Alat ukur Cara Hasil ukur Skala
pengukuran ukur
Variabel
Dependen
Tekanan Tekanan Alat ukur Peneliti Hasil ukur yang Rasio
Darah darah yang melakukan diperoleh
sistole digunakan pengukuran adalah rata-rata
>140 sphygmom tekanan darah tekanan sistole
mmHg anometer dengan dan diastole
dan sphygmoman selama 6 hari,
diastole ometer. serta uji
>80 Sebelum hipotesis
mmHg diberikan dengan uji
senam tai chi, wilcoxon untuk
kemudian dilihat pengaruh
peneliti senam tai chi
mengukur terhadap
kembali tekanan darah
tekanan darah lansia hipertensi
dengan
sphygmoman
ometer.
Variabel
Independ
en
Senam tai Senam Pemilihan Peneliti
chi untuk tai chi memberikan
menurunk untuk SOP senam
an tekanan senam tai chi saat
darah pada sesuai teori akan
lansia dalam melakukan
hipertensi terapi intervensi.
kompleme
nter
hipertensi.
D. Teknik Pengumpulan data & Alat Pengumpulan Data
Data yang digunakan dan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data
yang berhubungan dengan data independen data dependen. Alat ukur yang
digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sphygmomanometer
aneroid yang telah di kalibrasi. Pengukuran menggunakan sphygmomanometer
bertujuan untuk mengetahui tekanan darah sistole dan diastole lansia.
Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi
eksprimental karena penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat
eksperimental dan untuk menilai hasil eksperimen yang dilakukan oleh peneliti
akan lebih efektif dan efisien jika menggunakan metode observasi. Selain itu,
dengan metode observasi ini diharapkan hasil observasi yang diperoleh akan
lebih akurat karena observasi yang dilakukan tidak hanya secara subjektif dari
partisipan tetapi juga objektif dari hasil observasi peneliti.

Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah :

1) Melakukan informed consent sebelum dilakukan penelitian kepada


partisipan.
2) Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum senam tai chi dan setelah 5-
10 menit sesudah senam tai chi yang dilaksanakan dilakukan pengukuran
kembali.
3) Pelaksanaan senam tai chi dilaksanakan selama 15 menit dengan dipandu
peneliti.
4) Senam tai chi dilakukan dengan 2-3 gelombang karena keterbatasan tempat
dan partisipan yang terkumpul dalam waktu yang sama.
5) Hasil data dari pretest dan posttest tekanan darah selama 6 hari berturut-
turut intervensi di mean (rata-rata).
6) Setiap partisipan melakukan senam tai chi tersebut setiap hari selama 6 hari
berturut-turut. Senam tai chi dilakukan setiap pagi.
7) Jika partisipan tidak hadir satu kali kegiatan, peneliti memberikan
intervensi senam tai chi dengan mendatangi langsung partisipan sehingga
partisipan akan tetap mendapat intervensi yang sama selama 6 hari berturut-
turut.
E. Pengolahan dan Analisis Data
1. Pengolahan Data
Dalam penelitian ini, pengolahan data dilakukan dengan langkah-
langkah sebagai berikut :
a. Editing, dimana peneliti memeriksa identitas partisipan. Peneliti
meminta partisipan untuk memperbaiki/melengkapi lembar
identitas yang terdapat nama, umur, jenis kelamin.
b. Coding, dimana peneliti memberikan kode tertentu.
c. Entry data, peneliti memasukkan ke dalam SPSS.
d. Pembersihan data (Cleaning), apabila semua data dari setiap sumber
data atau partisipan selesai dimasukkan, perlu dicek kembali untuk
melihat kemungkinan adanya kesalahan kode, ketidaklengkapan
kemudian dilakukan pembetulan atau koreksi.
F. Waktu dan tempat penelitian

Penelitian dilaksanakan pada 7 Desember – 28 Desember 2018 di Panti


Werdha.

G. Etika Penelitian
Dalam melakukan penelitian yang berjudul pengaruh senam tai chi
terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi di Panti Werda peneliti
memperhatikan etika penelitian meliputi :
1. Persetujuan partisipan (informed concent)
Lembar persetujuan diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan
memberikan lembar-lembar persetujuan menjadi partisipan. Tujuan
informed concent adalah agar partisipan mengerti maksud dan tujuan
penelitian yang akan dilakukan serta dampak yang mungkin terjadi selama
dan sesudah mengumpulkan data. Jika partisipan penelitian bersedia diteliti,
maka partisipan harus menandatangani lembar persetujuan tersebut, tetapi
jika menolak untuk diteliti, maka tidak akan memaksa dan tetap
menghormati hak-hak partisipan.
2. Tanpa nama (anonymity)
Untuk menjaga kerahasiaan partisipan dalam penelitian, maka peneliti
tidak mencantumkan namanya pada lembar kuisioner data, cukup memberi
nomor kode pada masing-masing lembar yang hanya diketahui oleh
peneliti.
3. Kerahasiaan (confidentially)
Kerahasiaan informasi partisipan dijamin oleh peneliti, hanya kelompok
data tertentu saja yang akan disajikan atau dilaporkan sebagai hasil riset.