Anda di halaman 1dari 9

Laporan Praktikum III

Analisis Rangkaian Listrik

Disusun Oleh :
Sukma Pertiwi Putri
NIM 19302241021
Sukmapertiwi92@gmail.com

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2019
TRASNFORMASI DELTA BINTANG
I. Tujuan
1. Menentukan kuat arus DC pada rangkaian kombinasi.
2. Menentukan tegangan DC pada rangkaian kombinasi.
3. Menentukan besar resistansi dari susunan kombinasi.

II. Data Percobaan

Multimeter (Ω) Cincin (Ω) Kuat Arus (A) Tegangan (V)


𝑅1 19 x 103 20 x 103 ± 5% 0,2 x 10−3 ab = 4
𝑅2 20 x 103 22 x 103 ± 5% 0,1 x 10−3 bo = 2
𝑅3 6,5 x 103 68 x 102 ± 5% 0,23 x 10−3 bd = 2,5
𝑅4 5 x 103 51 x 102 ± 5% 0,5x 10−3 ao = 3,5
𝑅5 8 x 103 82 x 102 ± 5% 0,25 x 10−3 od = 3
𝑅6 30 x 103 33 x 103 ± 5% 0,5 x 10−3 ac = 4
𝑅7 2 x 103 20 x 102 ± 5% 0,3 x 10−3 oc = 2
𝑅8 3,5 x 103 33 x 102 ± 5% 0,37 x 10−3 cd = 2,25
Total 0,6 x 10−3 5
III. Analisis

𝑅1 𝑅4 20 x 103 . 51 x 102 102 x 105


𝑅𝑎 = 𝑅 = 20 x 103 + 22 x 103 + 51 x 102 = 49,1 x 103 = 2,08 x 102 Ω
1 +𝑅2 +𝑅4
𝑅1 𝑅2 20 x 103 . 22 x 103 440 x 106
𝑅𝑏 = 𝑅 = 20 x 103 + 22 x 103 + 51 x 102 = 49,1 x 103 = 8,96 x 102 Ω
1 +𝑅2 +𝑅4
𝑅2 𝑅4 22 x 103 . 51 x 102 112 x 105
𝑅𝑐 = 𝑅 = 20 x 103 + 22 x 103 + 51 x 102 = 49,1 x 103 = 2,28 x 102 Ω
1 +𝑅2 +𝑅4
𝑅5 𝑅7 82 x 102 . 20 x 102 1640 x 104
𝑅𝑑 = 𝑅 = 82 x 102 + 20 x 102 + 33 x 102 = = 12,15 x 102 Ω
5 +𝑅7 +𝑅8 135 x 102
𝑅5 𝑅8 82 x 102 .33 x 102 2706 x 104
𝑅𝑒 = 𝑅 = 82 x 102 + 20 x 102 + 33 x 102 = = 20,04 x 102 Ω
5 +𝑅7 +𝑅8 135 x 102
𝑅8 𝑅7 33 x 102 . 20 x 102 660 x 104
𝑅𝑓 = 𝑅 = 82 x 102 + 20 x 102 + 33 x 102 = = 4,89 x 102 Ω
5 +𝑅7 +𝑅8 135 x 102

1. Mencari 𝑅𝑎𝑏
𝑅𝑘 = 𝑅𝑏 + 𝑅3 = 8,96 x 102 + 68 x 102 = 15,76 x 103 Ω
𝑅ℎ = 𝑅𝑐 + 𝑅𝑑 = 2,28 x 102 + 12,15 x 102 = 14,43 x 102 Ω
𝑅𝑔 = 𝑅6 +𝑅𝑓 = 33 x 103 + 4,89 x 102 = 33,49 x 103 Ω

𝑅𝑎 𝑅𝑔 2,08 x 102 . 33,49 x 103 69,6592 x 105


𝑅𝑙 = 𝑅 = = = 0,20 x 103 Ω
𝑎 +𝑅ℎ +𝑅𝑔 2,08 x 102 +14,43 x 102 +33,49 x 103 351,41 x 102
𝑅ℎ 𝑅𝑔 14,43 x 102 . 33,49 x 103 483,2607 x 105
𝑅𝑛 = 𝑅 = = = 483,26 x 103 Ω
𝑎 +𝑅ℎ +𝑅𝑔 2,08 x 102 +14,43 x 102 +33,49 x 103 351,41 x 102
𝑅𝑎 𝑅ℎ 2,08 x 102 . 14,43 x 102 30,0144 x 104
𝑅𝑚 = 𝑅 = = = 30,01 x 102 Ω
𝑎 +𝑅ℎ +𝑅𝑔 2,08 x 102 +14,43 x 102 +33,49 x 103 351,41 x 102

𝑅𝑡 = 𝑅𝑛 + 𝑅𝑒 = 483,26 x 103 + 20,04 x 102 = 4852,64 x 102 Ω


𝑅𝑞 = 𝑅𝑚 + 𝑅𝑘 = 30,01 x 102 + 15,76 x 103 = 187,61 x 102 Ω
𝑅𝑡 𝑅𝑞 4852,64 x 102 . 187,61 x 102 910430,79 x 104
𝑅𝑢 = = = = 180,63 x 102 Ω
𝑅𝑞 +𝑅𝑡 4852,64 x 102 +187,61 x 102 5040,25 x 102
𝑅𝐴𝐵 = 𝑅𝑢 + 𝑅𝑙 = 180,63 x 102 + 0,20 x 10 = 182,63 x 102 Ω
3

2. Mencari 𝑅𝑐𝑑
𝑅𝑘 = 𝑅𝑎 + 𝑅6 = 2,08 x 102 + 33 x 103 = 332,08 x 102 Ω
𝑅ℎ = 𝑅𝑐 + 𝑅𝑑 = 2,28 x 102 + 12,15 x 102 = 14,43 x 102 Ω
𝑅𝑔 = 𝑅3 +𝑅𝑒 = 68 x 102 + 20,04 x 102 = 88,04 x 102 Ω

𝑅𝑏 𝑅𝑔 8,96 x 102 . 88,04 x 102 788,8384


𝑅𝑙 = 𝑅 = = x 103 = 7,08 x 103 Ω
𝑏 +𝑅ℎ +𝑅𝑔 8,96 x 102 +14,43 x 102 + 88,04 x 102 111,43
𝑅ℎ 𝑅𝑏 14,43 x 102 . 8,96 x 102 129,2928
𝑅𝑛 = 𝑅 = = x 103 = 1,16 x 103 Ω
𝑏 +𝑅ℎ +𝑅𝑔 8,96 x 102 +14,43 x 102 + 88,04 x 102 111,43
𝑅𝑔 𝑅ℎ 88,04 x 102 . 14,43 x 102 1270,42
𝑅𝑚 = 𝑅 = = 111,43 x 103 = 11,10 x 103 Ω
𝑏 +𝑅ℎ +𝑅𝑔 8,96 x 102 +14,43 x 102 + 88,04 x 102
𝑅𝑡 = 𝑅𝑛 + 𝑅𝑘 = 1,16 x 103 + 332,08 x 102 = 34,37 x 102 Ω
𝑅𝑞 = 𝑅𝑚 + 𝑅𝑓 = 11,10 x 103 + 4,89 x 102 = 115,89 x 102 Ω
𝑅𝑡 𝑅𝑞 34,37 x 102 . 115,89 x 102 3983,1393 x 104
𝑅𝑢 = = = = 26,51 x 102 Ω
𝑅𝑞 +𝑅𝑡 34,37 x 102 +115,89 x 102 150,26 x 102
𝑅𝐶𝐷 = 𝑅𝑢 + 𝑅𝑙 = 26,51 x 102 + 7,08 x 10 = 97,31 x 102 Ω
3

3. Mencari Kuat Arus


𝑉 4
𝐼𝐴𝐵 = 𝑅𝐴𝐵 = 182,63 x 102 = 0,022 x 10−2 A
𝐴𝐵
𝑉 2,25
𝐼𝐶𝐷 = 𝑅𝐶𝐷 = 97,31 x 102 = 0,023 x 10−2 A
𝐶𝐷

4. Mencari Tegangan
𝑉𝐴𝐵 = 𝐼𝐴𝐵 𝑅𝐴𝐵 = 0,022 x 10−2 182,63 x 102 = 4,02 A
𝑉𝐶𝐷 = 𝐼𝐶𝐷 𝑅𝐶𝐷 = 0,023 x 10−2 97,31 x 102 = 2,24 A

Tegangan
Jenis Hasil Hasil
Tegangan Pengukuran Analisis
(V) (V)
VAB 4 4,02
VCD 2,25 2,24
Tabel 3.1 Pebandingan Hasil Ukur dan Analisis Tegangan
Kuat Arus
Tabel 3.2 Pebandingan Hasil Ukur dan Analaisis Kuat Arus
Jenis Kuat Hasil Hasil
Arus Pengukuran Analisis
(10-3A) (10-2A)
IAB 0,2 0,022
IV. Pembahasan
ICD 0,37 0,023
Praktikum pengukuran resistansi resistor, kuat arus, dan tegangan DC pada rangkaian
kombinasi dengan prinsip transformasi delta-bintang bertujuan untuk menghitung besar resistansi,
kuat arus, dan tegangan DC selain menggunakan prinsip susunan seri,parallel atau kombinasi. Hal
ini bertujuan untuk membandingkan hasil praktik dengan teori pada susunan resistor.

Pada percobaan ini praktikan menyiapkan 8 buah resistor yang disusun secara kombinasi untuk
menghitung kuat arus dan tegangan di masing-masing cabangnya. Hambatan di setiap resistor yang
diukur menggunakan multimeter secara berurutan sebesar 19 x 103 Ω ; 20 x 103 Ω ; 6,5 x 103 Ω
; 5 x 103 Ω; 8 x 103 Ω; 30 x 103 Ω ; 2 x 103 Ω ; 3,5 x 103 Ω. Apabila menggunakan kode warna
resistor didapatkan hasil 20 x 103 ± 5% Ω ; 22 x 103 ± 5% Ω; 68 x 102 ± 5% Ω; 51 x 102
± 5% Ω; 82 x 102 ± 5% Ω; 33 x 103 ± 5% Ω; 20 x 102 ± 5% Ω ; 33 x 102 ± 5% Ω

Dari percobaan tersebut dapat diamati terdapat perbedaan antara perhitungan kode warna dan
pengukuran menggunakan multimeter tetapi tidak melebihi batas 5%,hal ini disebabkan kurang
mampunya alat dalam hal ketelitian sehingga tidak mencapai angka sesuai perhitungan.

Pada perhitungan resistansi resistor dengan prinsip transformasi delta bintang yang telah terdata di
analisis data didapatkan nilai RAB sebesar 182,63 x 102 Ω dan RCD sebesar 97,31 x 102 Ω.
Dapat dilihat bahwa nilai RAB dan RCD selisihnya cukup jauh. Hal ini disebabkan pada
kurang mampunya alat dalam menghasilkan angka yang memiliki ketelitian yang tinggi
dan juga dalam pengkalibrasian alat oleh praktikan.

Selanjutnya perbandingan tegangan masing-masing cabang baik dari hasil percobaan maupun
hasil analisis yang terdata di tabel 3.1 selisihnya tidak terlalu jauh dan masih dalam batas wajar.

Lalu perbandingan kuat arus baik dari hasil percobaan maupun hasil analisis yang terdata di
tabel 3.2 selisihnya tidak terlalu jauh dan masih dalam batas wajar.

Secara keseluruhan, data pengukuran dan perhitungan tidak jauh berbeda dan masih dianggap
wajar. Namun, untuk ketelitian yang lebih baik dapat menggunakan alat yang mempunyai ketelitian
yang tinggi seperti multimeter digital sehingga dapat memudarkan bahkan menghilangkan
perbedaan di antara pengukuran dan perhitungan.

V. Kesimpulan
1. Dari hasil analisis didapatkan besar kuat arus IAB dan ICD secara berurutan 0,022 x 10-2 A dan
0,023 x 10-2 A
2. Dari hasil analisis di dapatkan besar tegangan VAB dan VCD secara berurutan sebesar 4,02 V
dan 2,24 V
3. Dari hasil analisis didapatkan besar resistansi RAB dan RCD secara beurrutan sebesar 182,63
x 102 Ω dan 97,31 x 102 Ω.

Yogyakarta, 10 Oktober 2019

Praktikan,
Sukma Pertiwi Putri

NIM 19302244020
VI. LAMPIRAN