Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Angka kematian anak dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan. Hasil Survei Demografi
dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan Angka Kematian Neonatus (AKN)
sebesar 15 per 1.000 kelahiran hidup, AKB 24 per 1.000 kelahiran hidup, dan AKABA 32 per
1.000 kelahiran hidup. Tren angka kematian anak tahun 1991-2017 dari hasil SDKI sebagai berikut
:

Angka kematian bayi khususnya neonatus merupakan indikator status kesehatan yang
penting. Walaupun dalam data statistic SDKI terjadi penurununan angka kematian bayi
baru lahir (Neonatus), namun angka tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan dengan
Negara-negara ASEAN lainnya sehingga upaya meningkatkan kesehatan bayi baru lahir
harus terus ditingkatkan. Penyebab terbesar kematian neonatus di Indonesia adalah berat
badan lahir rendah 29%, asfiksia 27%, tetanus neonatorum 10%, masalah gangguan
pemberian ASI 9,5%, masalah hematologi 5,6% dan infeksi 5.4%.

Masalah di atas timbul disebabkan berbagai faktor, salah satunya adalah penanganan
pasien neonatal yang bersifat spesifik dan membutuhkan skill khusus dengan resiko
kematian sangat tinggi. Meskipun demikian beberapa rumah sakit tetap melakukan
perawatan terhadap pasien neonatal dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan.
Akibatnya, penanganan yang dilakukan tidak maksimal inilah yang menyebabkan angka
kematian neonatus masih tetap tinggi.
Idealnya, penanganan kasus neonatal harus dilakukan dalam perawatan khusus, dalam
hal ini perawatan intensive yang memerlukan pengawasan oleh tim medis yang kompetan
dan profesional. Serta ditunjang oleh peralatan modern sesuai dengan kebutuhan perawatan
neonatus. Oleh karena itu untuk mewujudkan tujuan rumah sakit Teungku Peukan yang
berfokus pada penurunan tingkat morbilitas dan mortalitas neonatal maka pada tahun 2015
dibuat ruang perawatan khusus neonatal; Neonatus Intensive Care Unit (NICU) di Rumah
Sakit Umum Daerah Teungku Peukan Aceh Barat Daya.

B. TUJUAN PEDOMAN
1. Umum :
Menjadi acuan dalam penyelenggaraan pelayanan/perawatan yang optimal untuk bayi
baru lahir dengan resiko kematian tinggi di Neonatus Intensive Care Unit ( NICU )

2. Khusus :
a. Terselenggaranya pengelolaan sumber daya ketenagaan di ruang NICU secara
kualitas dan kuantitas.
b. Terselenggaranya pelayanan/perawatan neonatal yang optimal dan sesuai standar
untuk menurunkan angka mortalitas, morbiditas dan kecacatan lebih lanjut pada
bayi baru lahir.
c. Terselenggaranya pengelolaan fasilitas, sarana dan prasarana yang menunjang
pelayanan keperawatan.

C. ASPEK PELAYANAN
Memberikan pelayanan rawat inap pada pasien neonatus (0-28 hari) yang meliputi :
1. Pemeriksaan dan terapi pengobatan oleh dokter spesialis anak sebagai Dokter
Penanggung Jawab Pasien (DPJP).
2. Implementasi asuhan keperawatan oleh perawat professional dan vocasional.
3. Pemeriksaan penunjang diagnostic.
4. Tindakan medis dan keperawatan yang bersifat diagnostic dan teurapetik.
5. Konsultasi, edukasi, dan informasi pada orang tua/keluarga oleh DPJP dan perawat.
6. Konsultasi menyusui dan ASI eksklusif oleh perawat konselor menyusui.
7. Pelayanan transfusi darah.
8. Pelayanan rujukan.
9. Perawatan dengan alat kesehatan penunjang modern seperti ; CPAP, incubator, infant
warmer, foto terapy, intensive patient monitor dan alat supportif lainnya.
10. Pemberian pelayanan perawatan dengan penerapan proses keperawatan yang berfokus
pada aspek humanistic, holistic (bio, psiko, social, spiritual) dan caring kepada pasien
dan keluarga.

D. RUANG LINGKUP PELAYANAN


1. Struktur Organisasi Ruang NICU
2. Uraian Tugas SDM di Ruang NICU
3. Tata hubungan kerja
4. Pola dan kualifikasi ketenagaan NICU
5. Kegiatan Orientasi
6. Pertemuan atau rapat NICU
7. Pelaporan

E. BATASAN OPERASIONAL
Standar unit kerja ruang NICU terdiri dari; ruang koordinator, ners station, ruang rawat
pasien yang terdiri dari 3 level (level I, IIA, IIB, IIIA, IIIB, IIIC), ruang menyusui, dapur
ASI, ruang memandikan bayi, ruang isolasi, ruang penyimpanan alat, dan ruang
pembersihan alat.
Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan meliputi :
1. Ruang Koordinator
Ruang koordinator terdiri dari meja, kursi, computer, Bagan Struktur Organisasi
Ruangan, files cabinet, dan peralatan kerja lainnya. Ruang ini digunakan sebagai ruang
kerja koordinator, rapat regular ruangan, dan keperluan ruangan lainnya terkait
kepentingan ruangan yang bersifat privasi.
2. Ners Stasion
Di ruangan ini terdapat; meja, kursi, telpon, papan pengumuman, computer, APAR, X-
Ray viewer, dan file cabinet. Kegiatan diruangan ini meliputi : menerima pasien baru
dan serah terima pasien pulang, tempat memberikan informasi, konsultasi dan edukasi
kepada orang tua/keluarga pasien, tempat dokumentasi catatan perkembangan pasien
terintegrasi. Ners station juga digunakan untuk tempat pemantauan pasien. Perawat
berjaga di ners station sehingga mereka selalu dan siaga kapanpun dipanggil atau
dibutuhkan ibu bayi yang sedang menyusui atau ayah bayi yang datang berkunjung.
3. Ruang rawat pasien meliputi tiga level rawatan :
a. Level I
Merupakan pelayanan keperawatan dasar pada neonatus normal dengan kriteria:
(1) Neonatus normal melalui persalinan pervaginam dan seksio sesaria.
(2) Vital sign dan kondisi stabil
(3) Cukup bulan dan atau hampir cukup bulan (masa kehamilan 35-37 minggu)
(4) Berat badan ≥ 2,5 kg
Pelayanan keperawatan neonatus pada level I difokuskan pada :
(1) Resusitasi Neonatus
(2) Asuhan dan perawatan neonatus
(3) Observasi dan evaluasi pasca lahir untuk neonatus yang sehat
(4) Stabilisasi dan pemberian asuhan untuk bayi baru lahir dengan usia gestasi 35 -
37 minggu yang tetap dalam kondisi stabil secara fisiologis.
(5) Perawatan neonatus dengan usia kehamilan ≤ 35 minggu atau sakit sampai
neonarus dipindahkan ke fasilitas yang menyediakan asuhan neonatal
spesialistik
(6) Stabilisasi neonatus sakit sampai dipindahkan ke fasilitas yang menyediakan
asuhan neonatus spesialistik
(7) Terapi sinar
Asuhan keperawatan neonatus pada level I dilakukan oleh perawat dan ibu dengan
pendampingan dan edukasi perawat.
Alat kesehatan pendukung yang tersedia di level I adalah; infant warmer, box bayi,
suction, set resusitasi, patient monitor untuk resusitasi, peralatan oksigenasi bayi
dan trolley emergency.
b. Level II
Merupakan pelayanan keperawatan neonatus dengan ketergantungan tinggi.
Pelayanan keperawatan pada level II dibagi dalam 2 katagori yaitu level II A dan
level II B yang dibedakan berdasarkan kemampuan memberikan ventilasi dengan
alat bantu termasuk CPAP (Continuous Positive Airway Pressure).
(1) Pelayanan keperawatan neonatus pada tingkat II A
Difokuskan pada asuhan keperawatan khusus pada :
 Bayi prematur dan atau sakit yang memerlukan resusitasi dan stabilisasi
sebelum dipindahkan ke fasilitas asuhan keperawatan intensif neonatus;
 Bayi yang lahir dengan usia kehamilan > 32 minggu dan memiliki berat
lahir ≥ 1500 gr yang tidak memiliki ketidakmatangan fisiologis seperti
apneu, prematuritas, ketidak mampuan menerima asupan oral atau
menderita sakit yang tidak diantisipasi sebelumnya;
 Bayi yang memerlukan oksigen nasal dengan pemantauan saturasi
oksigen;
 Bayi yang memerlukan infus intravena verifer dan mungkin nutrisi
parenteral untuk jangka waktu terbatas,
 Bayi yang sedang dalam penyembuhan setelah perawatan intensif.
Alat kesehatan pendukung yang tersedia di level IIA adalah; infant warmer,
incubator, suction, set resusitasi, patient monitor, peralatan oksigenasi bayi,
dan trolley emergency.

(2) Pelayanan keperawatan neonatus pada tingkat II B :


Pelayanan keperawatan neonatus pada tingkat ini sama dengan pelayanan
keperawatan neonatus tingkat II A ditambah dengan pelayanan keperawatan
pada bayi dengan penggunaan ventilasi mekanik selama jangka waktu yang
singkat (< 24 jam) atau CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), infus
intravena, nutrisi parenteral total dan mungkin memakai jalur sentral
menggunakan tali pusat dan jalur sentral memalui intravena perkutan.
Alat kesehatan pendukung yang tersedia di level IIB adalah; infant warmer,
incubator, suction, set resusitasi, set intubasi, CPAP, patient monitor,
peralatan oksigenasi bayi, dan trolley emergency.

4. Ruang Menyusui
Ibu bayi menyusui di level I dan level IIA bagi bayi-bayi dengan kondisi stabil dan
mulai diintensifkan reflex hisap, ASI on demand dan perencanaan pemulangan
(discharge planning).

5. Ruang Penyimpanan Alat-alat Kesehatan


Ruangan ini digunakan untuk menyimpan alkes yang tidak dipakai sementara oleh
pasien, seperti; infuse pump, syringe pump, alat pemancar sinar UV dan alkes lainnya.
Alkes yang tersimpan dalam kondisi bersih dan siap pakai.

6. Ruang Loker
Ruang ini dipakai untuk penempatan loker penyimpanan barang-barang pribadi
perawat dan ruang ganti. Ruang loker ini juga digunakan sebagai tempat istirahat
perawat saat pertukaran shift jaga malam.

7. Kamar Mandi/Toilet.
Di ruang NICU terdapat 1 kamar mandi perawat yang dibersihkan secara terjadwal
oleh petugas cleaning service.

8. Trolley Emergency
Trolley Emergency digunakan untuk menyimpan set resusitasi, set intubasi dan obat-
obat high alert. Trolley emergency terdiri dari box Airway, Breathing, Circulation,
Drug, Bahan Habis Pakai (BHP). Trolley emergency selalu dalam keadaan terkunci.
Akses kunci hanya diperbolehkan dibuka oleh koordinator ruangan, wakil koordinator
dan ketua tim saat hari libur. Trolley emergency digunakan hanya pada saat keadaan
emergency.
9. Tempat Linen Bersih
Tempat untuk menyimpan linen bersih yang akan digunakan untuk keperluan bayi
yang dirawat di NICU. Linen tersebut diletakkan didalam lemari penyimpanan dekat
dengan Ners Station.

10. Tempat Linen Kotor


Tempat untuk menyimpan linen kotor yang telah digunakan diruang NICU sebelum
diambil oleh petugas laundry. Tempat linen kotor berukuran besar dan diberi label.

11. Tempat Penyimpanan ASI


ASI Perah (ASIP) dan susu formula disimpan didalam lemari pendingin sesuai dengan
Standar Prosedur Operasional.

12. Dapur ASI


Dapur ASI digunakan untuk menyiapkan ASIP dan susu formula. Ruang ini dilengkapi
dengan lemarti pendingin sebagai tempat penyimpanan ASIP, dispenser air dingin dan
panas serta wastafel untuk mencuci dot serta wadah penampungan ASIP.

F. LANDASAN HUKUM
1. UU RI N0.36/2009 tentang Kesehatan
2. UU RI N0. 44/ 2009 tentang Rumah Sakit
3. Kepmenkes RI No. 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman
Penyelenggaraan/Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24
jam di rumah sakit
BAB II
VISI, MISI, NILAI-NILAI DAN TUJUAN
RUANG NICU

MOTTO : Bayi Sehat, Generasi Berkualitas dan Produktif


VISI : Meningkatkan Kualitas Hidup Bayi Melalui Pencegahan
Penyakit, Kecatatan dan Kematian Akibat Proses
Reproduksi/Persalinan

MISI :
1. Melakukan asuhan keperawatan sesuai standard SOP
2. Memberi informasi dan edukasi pada keluarga
3. Mengadakan pelatihan internal untuk meningkatkan SDM
4. Study kasus bersama dokter spesialis anak
5. Mengirim perawat/bidan NICU untuk mengikuti pelatihan eksternal yang diselenggarakan
oleh organisasi untuk meningkatkan kompetensi perawat/bidan NICU

FALSAFAH :
1. Melayani dengan senyum, salam, sapa, sopan, santun, berempati serta mengutamakan
keselamatan pasien.
2. Bekerja professional, berbudaya, tulus serta menjunjung tinggi moral dan etika.
3. Pengabduan merupakan amanah, panggilan hati nurani, ibadah dan prestasi.
4. Melaksanakan pengkajian dan pengembangan keilmuan yang ilmiah demi kemanusiaan.
5. Pelayanan perinatal ditujukan untuk mengurangi morbiditas ibu hamil dan bayi baru
lahir.
6. Setiap individu berhak dilahirkan secara sehat oleh sebab itu maka setiap wanita usia
subur, ibu hamil, melahirkan, dan bayinya berhak mendapat pelayanan yang berkualitas.
7. Intervensi diruang NICU bersifat komprehensif mencakup upaya promotif, preventif,
kuratif, dan rehabilitatif yang ditujukan kepada individu, keluarga, dan masyarakat.

TUJUAN :
Menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, serta produktif dalam upaya mewujudkan
tujuan nasional dalam bidang kesehatan

PRINSIP PELAYANAN :
Memberi pelayanan dengan CANTIK
C : Cepat
A : Akurat
N : Nyaman
T : Terukur
I : Intensif
K : Kolaboratif dan Komunikatif

BAB III

A. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA

Berikut ini adalah kualifikasi SDM di ruang NICU, adapun daftar kualifikasi ketenagaan
dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

JUMLAH
NO NAMA JABATAN PENDIDIKAN SERTIFIKASI
TENAGA

BTCLS,
Pelatihan
Perawat Mahir
Kepala
1. Ners NICU, 1
Ruangan/Koordinator
Pelatihan
Resusitasi
Neonatus
BTCLS,
Pelatihan
S1
Perawat Mahir
Keperawatan,
NICU,
D III
2. Perawat Pelaksana Pelatihan 21
Keperawatan,
Ponek,
D III
Pelatihan
Kebidanan
Perawat
Perinatologi

B. DISTRIBUSI KETENAGAAN

Pengaturan tenaga kerja di NICU berdasarkan shift. Tenaga kerja saat ini berjumlah 22
orang dengan tanggung jawab sebagai berikut :
1. Koordinator Ruangan : 1 orang
2. Perawat Perawat Mahir : 2 orang
3. Perawat Pelaksana : 19 orang
Tenaga kerja diruang NICU bekerja dengan jadwal sebagai berikut :
1. Koordinator Ruangan : Senin s.d Jumat, pukul 07.45 – 16.30 WIB
2. Perawat Staf pagi : Senin s.d Jumat, pukul 07.45 – 16.30 WIB
3. Staf Perawat : Bekerja sesuai dengan shift yang sudah
dijadwalkan.

C. PENGATURAN JAGA
Ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan beroperasi selama 24 jam
sehari untuk melayani pasien rawatan dan rujukan.
Petugas bekerja sesuai dengan shift yang telah diatur secara oleh koordinator ruangan
dengan tata tertib kerja sebagai berikut :
1. Batas keterlambatan petugas adalah 5-10 menit dengan toleransi dari dimulainya
jadwal shift.
2. Apabila keterlambatan melebihi batas toleransi yang diberikan, maka petugas tersebut
akan mendapat evaluasi kedisiplinan dari koordinator ruangan.
3. Apabila terjadi keterlambatan secara terus menerus, akan diberikan teguran tertulis.
4. Izin meninggalkan ruangan/dinas maksimal 3 jam dalam 1 hari kerja atas persetujuan
koordinator ruangan atau katim.
Pengaturan tenaga kerja diruang NICU berdasarkan shift dibawah ini :
a. Koordinator ruangan
 Senin-Jumat : 07.45 – 16.30 wib
b. Staf NICU
 Senin-Minggu
 Shift I : 07.45 – 14.00 wib
 Shift II : 14.00 – 20.00 wib
 Shift III : 20.00 – 08.00 wib
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RUANG NICU RSUD TEUNGKU PEUKAN

Koordinator Ruangan
Ns. FARIDAH AJWARNI, S.Kep

Penanggungjawab Administrasi Penanggungjawab Logistik


FITRI FAJRINI, S.Kep SUSILAWATI, Amd.Kep

Penanggungjawab Administrasi Pasien


YETTI ARISMA, Amd.Keb

Anggota Tim I :
Ketua Tim I ELLI MUSTIKA, Amd.Kep
EVA KURNIA, Amd.Keb MAULIDA, Amd.Keb
EVA ROSMANIJAR, Amd.Keb

Anggota Tim II :
Ketua Tim II KASMIATI, Amd.Keb
BADRIANI, Amd.Kep IRMA, Amd.Keb
MUQADDISAH, Amd.Keb

Anggota Tim III :


Ketua Tim III METTY MASNIZAR, Amd.Kep
MARLISA, Amd.Keb HERMALINDA ASTUTI, Amd.Keb
FIDDYAWATI, Amd.Keb

Ketua Tim IV Anggota Tim IV :


FAJRIAH, Amd.Kep INDAH FARIDHA, Amd.Keb
Ns. ROSSA HASBELLA, S.Kep

Ketua Tim V Anggota Tim V :


SATRI HELDA DEWI MIRZA, Amd.Kep
ROSMALINDA, Amd.Keb
BAB V
URAIAN TUGAS

A. KEPALA RUANG / KOORDINATOR NICU


1. Ikhtisar Jabatan :
a. Menyusun laporan yang berisi tentang kinerja MPKP baik proses kegiatan serta
evaluasi mutu pelayanan.
b. Melaksanakan rotasi tim untuk penyegaran anggota masing-masing tim.
c. Pengembangan SDM dalam bentuk rekomendasi peningkatan jenjang karier
perawat.
d. Memimpin preconfrence.
e. Membuat jadwal dan memimpin case conference
f. Membuat jadwal dinas
g. Membuat jadwal supervisi dan penilian kinerja ketua tim dan perawat perawat
pelaksana.
h. Melakukan audit dokumentasi
i. Membuat laporan bulanan.
j. Melakukan supervisi Katim dan perawat pelaksana.
2. Hasil Kerja :
a. SPO, Juknis kegiatan penerimaan, pencatatan, pengelolaan data medis,
penyimpanan dan pengambilan data medis.
b. Uraian tugas bawahan.
c. Jadwal dinas shift, daftar cuti, libur.
d. Petunjuk kerja bawahan.
e. Supervisi pelaksanaan tugas bawahan.
f. Laporan intern dan ekstern yang sudah tercetak.
g. Rencana kerja dan anggaran kebutuhan Instalasi Neonatal Intensive Care Unit
h. Program kerja, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penyelenggaraan Neonatal
Intensive Care Unit
i. Laporan dan informasi kinerja staf NICU RSUD Teungku Peukan ABDYA
3. Bahan Kerja :
a. Kebijakan, pedoman, Juknis Depkes RI.
b. Informasi langsung tak langsung tentang kegiatan bawahan.
c. Surat tugas dari manajemen.
d. Informasi pengajuan usulan, jadwal dinas dan cuti di Instalasi Neonatal Intensive
Care Unit
e. Laporan kasus yang menyangkut masalah atau diagnosa terhadap pasien dari
bawahan.

4. Perangkat Kerja :
a. Komputer & ATK.
b. Telepon.

5. Sifat Jabatan :
Jabatan fungsional yang dikerjakan pada jam kerja rumah sakit, yaitu :
Senin – Kamis : jam 08.00 - 14.00
Jumat : jam 08.00 – 14.00
Sabtu : jam 08.00 – 14.00

6. Uraian Tugas :
a. Menyusun langkah kegiatan Neonatal Intensive Care Unit sesuai dengan rencana
kerja.
b. Membagi tugas kepada staf sesuai dengan rincian kegiatan
c. Mengoreksi hasil kerja bawahan dalam hal asuhan keperawatan agar tugas dapat
dilaksanakan dengan baik dan benar.
d. Memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada staf, agar pekerjaan dapat
dilaksanakan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah ditentukan.
e. Membimbing staf dalam melaksanakan tugas, agar pekerjaan dapat dilaksanakan
secara efektif dan efesien.
f. Menyelenggarakan pencatatan seluruh kegiatan pelayanan asuhan keperawatan
g. Memberikan saran dan atau pertimbangan kepada atasan sebagai pengambilan
keputusan.

7. Tanggung jawab :
a. Ketepatan dan kesesuaian rencana dan tata kerja Neonatal Intensive Care Unit
b. Ketepatan dan kebenaran pelaksanaan asuhan keperawatan/kebidanan sesuai
dengan SPO
c. Ketepatan dan kesesuaian rencana kebutuhan sumber daya dengan realisasi.
d. Kebenaran dan ketepatan laporan kepada managemen.

8. Kebutuhan
Analisa Beban Kerja (ABK) dan kebutuhan perawat di ruang NICU dianalisa sesuai
dengan tingkat ketergantungan pasien dan jumlah pasien rata-rata dalam satu bulan.

9. Wewenang :
a. Menilai, menegur dan memotivasi bawahan Neonatal Intensive Care Unit
b. Mengatur rencana kegiatan penyelenggaraan Neonatal Intensive Care Unit
c. Meminta arahan dari atasan.
d. Meminta masukan dari bawahan dan unit kerja lain yang terkait.
e. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.

10. Nama Bawahan Langsung :


a. Penanggung jawab Perawat Primer ( katim )
b. Penanggung jawab Perawat Pelaksana

11. Korelasi Jabatan :


UNIT
NO JABATAN DALAM HAL
ORGANISASI
1 Ka Instalasi Rawat Inap Bagian Koordinasi tentang pelayanan
Keperawatan registrasi rawat inap
2 Kepala Unit lain yang Bagian lain yang Koordinasi tugas
terkait terkait

B. PERAWAT PRIMER (PP) / KATIM


Tugas pokok perawat primer adalah mengoordinir tenaga perawat dalam memberikan
asuhan keperawatan pada pasien melalui upaya kooperatif, kolaboratif dan secara teknis
administrative bertanggung jawab kepada koordinator NICU.
Uraian tugas Perawat Primer adalah sebagai berikut :
1. Menerima klien dan mengkaji kebutuhan klien secara komprehensif
2. Melakukan kontrak dengan klien dan keluarga
3. Melakukan pengkajian terhadap klien baru/melengkapi hasil dari PA
4. Menetapkan rencana askep dan menjelaskan pada PA (preconfernce)
5. Melaksanakan rencana yang telah dibuat selama praktik
6. Menetapkan PA yang bertanggung jawab pada klien
7. Melakukan bimbingan dan evaluasi pada PA dalam melakukan tindakan keperawatan
8. Memonitor dokumentasi yang dilakukan PA
9. Membuat jadwal perjanjian klinik
10. Mengatur pelaksanaan konsul dan lab
11. Membantu dan memfasilitasi terlaksananya kegiatan PA
12. Melakukan kegiatan serah terima klien
13. Mendampingi visit team medis
14. Melakukan evaluasi askep dan membuat catatan perkembangan klien setiap hari
15. Mengomunikasikan dan mengoordinasikan pelayanan yang diberikan oleh disiplin
lain maupun perawat lain
16. Memberikan pendidikan kesehatan pada klien dan keluarga
17. Membuat rencana pulang

C. PERAWAT PELAKSANA / PERAWAT ASOSIATE (PA)


1. KEPALA PERINATOLOGI-NICU
 ADMINISTRASI
a) Menyusun dan mengusulkan ke Direktur terkait pengorganisasian di
Perinatologi dan NICU
b) Menyusun tatalaksana pekerjaan meliputi Pedoman, Panduan, Standar
Prosedur Pelayanan di Perinatologi dan NICU
c) Menyusun Program Kerja Perinatologi dan NICU
d) Menyusun Laporan Perinatologi dan NICU secara periodik
 KOMUNIKASI
a) Menyelenggarakan pertemuan internal berkala dan insidentil dengan
Perinatologi dan NICU
b) Menyelenggarakan dan atau aktif dalam pertemuan koordinasi lintas bagian
apabila diperlukan dalam pelayanan
c) Melakukan sosialisasi terkait kebijakan dan ketentuan pelayanan Perinatologi
dan NICU
 JAMINAN MUTU
a) Merencanakan dan mengusulkan program pendidikan, pelatihan dan
pengembanganstaf di Perinatologi dan NICU
b) Melakukan pembinaan terhadap staf di Perinatologi dan NICU
 KEPEMIMPINAN
a) Memberikan arahan/ petunjuk bagi staf Perinatologi dan NICU.
b) Melakukan koordinasi dan melaksanakan penilaian kinerjastaf di
Perinatologi dan NICU
c) Memberikan otorisasi/ persetujuan usulan dari staf Perinatologi dan NICU
 MONITORING DAN EVALUASI
a) Menerima laporan program kerja/ kegiatan dari Perinatologi dan NICU
b) MenerimaLaporan dan melakukan evaluasi Penilaian Kinerja Karyawan di
Perinatologi dan NICU
c) Memberikan evaluasi pelaksanaan kegiatan di Perinatologi dan NICU
2. DOKTER PERINATOLOGI
 JAMINAN MUTU
a) Menangani kasus yang masuk ke ruang perinatologi
b) Melakukan visite harian
c) Melengkapi status harian pasien dengan benar
d) Melakukan berbagai prosedur neonates
e) Merespon panggilan dari ruang bersalin untuk berbagai kasus berisiko
tinggi
f) Melapor ke kepala unit mengenai masalah teknis dan administrative

3. KOORDINATOR KEPERAWATAN PERINATOLOGI


 ADMINISTRASI
a) Merencanakan jumlah dan katagori tenaga sesuai dengan kebutuhan di Ruang
Perinatologi dan NICU.
b) Menyusun jadwal dinas di Ruang Perinatologi dan NICU.
c) Merencanakan dan menentukan metode pembagian tugas dalam
memberikan asuhan keperawatan di Ruang Perinatologi dan NICU.
d) Menyusun program pengembangan staf di Ruang Perinatologi dan
NICU.
e) Membuat rekapitulasi data pelayanan di ruangan ( BOR, LOS, Kematian,
Kasus terbanyak, pemakaian alat, dan jumlah tindakan, jumlah
kunjungan,dll ) di Ruang Perinatologi dan NICU.
f) Merencanakan pengadaan/penggantian alat-alat keperawatan di Ruang
Perinatologi dan NICU.
g) Merencanakan pengadaan alat/bahan habis pakai di Ruang Perinatologi
dan NICU.
h) Membuat laporan tahunan di Ruang Perinatologi dan NICU.
i) Menandatangani surat / blangko sesuai dengan wewenangnya
 KOMUNIKASI
a) Melaksanakan serah terima pasien pada saat dinas di Ruang Perinatologi
dan NICU.
b) Memberikan orientasi pasien baru di Ruang Perinatologi dan NICU.
c) Orientasi Pegawai baru di Ruang Perinatologi dan NICU.
d) Mensosialisikan hasil: rapat , pelatihan, standar/SOP baru,
peraturan/kebijakan baru manajemen RS kepada semua staf ruangan
e) Memelihara suasana kerja yang baik antar petugas, pasien dan keluarga
f) Mengikuti rapat keperawatan/ bidang lain

 JAMINAN MUTU

a) Melakukan RCD ( Reflective Case Discussion)


b) Menerapkan budaya dan tata laku karyawan Yakkum
c) Mengadakan rapat rutin ruangan
d) Mengendalikan penyebaran survey Kepuasan pasien.
e) Mengendalikan kebersihan ruangan & lingkungan
f) Mengendalikan INOS dalam melakukan tindakan dan pasien safety
g) Mengadakan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan di bidang
keperawatan melalui pertemuan ilmiah, studi kasus

 KEPEMIMPINAN
a) Mendelegasikan tugas bila tidak dapat bertugas minimal 2 hari
b) Membina kinerja staf
c) Menilai kinerja staf
d) Mengkoordinir pertukaran jaga staf
e) Mengatur penugasan harian staf
f) Mengatur pelaksanaan bimbingan sisiwa praktek
g) Melaksanakan tugas Supervisi Keperawatan

 MONITORING
a) Melaksanakan tugas Supervisi Keperawatan
b) Menerima feedback dari pasien.
c) Mengendalikan pemakaian BAHP
d) Mengendalikan pemakaian obat-obatan di ruangan
e) Mengkoordinasi inventaris alat-alat dan barang-barang yang ada di
ruangan
f) Mengawasi pelaksanaan sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan asuhan
keperawatan
g) Memantau terlaksananya kode etik keperawatan dalam menjaga mutu
asuhan keperawatan

 ASUHAN KEPERAWATAN
a) Memberikan asuhan keperawatan pada pasien

4. PERAWAT PELAKSANA
 ADMINISTRASI
1) Melaksanakan tugas pagi, sore, malam dan libur secara bergilir sesuai jadwal
dinas
2) Menerima pasien baru
3) Menyiapkan pasien pulang dalam keadaan sembuh atau pemulihan
4) Menyiapkan pasien pulang yang meninggal
5) Menyiapkan pasien pindah ruang
6) Menyiapkan pasien pulang atas permintaan sendiri
7) Menangani pasien keluar melarikan diri
8) Menyiapkan permintaan barang keperawatan / rumah tangga ke bagian logistik
dan farmasi

 KOMUNIKASI
1. Melaksanakan serah terima pasien setiap pergantian shift
2. Memberikan orientasi pasien baru
3. Memberikan penyuluhan kesehatan
4. Melakukan kontrak waktu dengan pasien
5. Menciptakan hubungan kerja sama yang baik dengan pasien dan
keluarganya

 JAMINAN MUTU
1. Memelihara peralatan perawatan dan alat elektromedis
2. Ikut dalam kegiatan AMP, RCD
3. Mengikuti rapat rutin ruangan
4. Mengikuti pelatihan/seminar terkait dengan pengembangan profesi
keperawatan
5. Memantau kebersihan ruang rawat dan lingkungan
6. Mengendalikan INOS dalam melakukan tindakan
7. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang keperawatan melalui
pertemuan ilmiah, studi kasus
8. Menciptakan dan memelihara hubungan kerjasama yang baik dengan
anggota tim kesehatan yang terkait dengan pelayanan pasien
9. Melaksanakan 9 nilai karakter dasar pelayanan
10. Mengendalikan keamanan (Patient safety) dan kenyamanan kepada pasien
dan keluarga
11. Melakukan teknik isolasi sesuai dengan jenis penyakit
12. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan di bidang keperawatan melalui
pertemuan ilmiah

 ADVOKASI
1. Mendokumentasikan setiap tindakan keperawatan
2. Mengklarifikasi inform concent

 KEPEMIMPINAN
1. Memberikan bimbingan sisiwa praktek
2. Memberikan bimbingan pada karyawan baru

 ASUHAN KEPERAWATAN
1. Merujuk pasien ke institusi kesehatan lain
2. Melakukan pertolongan pertama kepada pasien dalam keadaan gawat
darurat sesuai dengan ketentuan
3. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien sesuai dengan jenis
penyakitnya
BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

1. Hubungan kerja dengan pelayanan medic


Pengelolaan pasien yang meliputi pemeriksaan, diagnosis, terapi/ tindakan dan evaluasi klinis pasien
rawat inap yang dilakukan oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien dan atau Tim Medis lainnya,
menggunakan :
Surat Keterangan Perlu Rawat Inap (F.AP.05)
Surat Keterangan Penderita Gawat Darurat (F.AP.06)
Rekam Medis Gawat Darurat (F.RM.03)
Catatan dan Pengobatan Dokter (F.RM.20).
Persetujuan Tindakan Medis (F.RM.07).
Penolakan Tindakan Medis (F.RM.09)
Surat Pernyataan Setuju Untuk Dirawat di ICU (F.RM.10)
Surat Penolakan Untuk Dirawat di ICU (F.RM.11)
Rujukan Penderita (F.RM.12)
Laporan Operasi (F.RM.32)
Laporan Anesthesi (F.RM.33)
Konsul di Meja Operasi (F.RM.55)
Curve List (F.RM.21)
Ringkasan Penyakit Penderita (F.RM.25)
Surat Kematian (F.RM.15)
Surat Keterangan Istirahat Sakit (F.RM.18)
Pernyataan Alih Rawat Dokter (F.RM.44)
Pernyataan Persetujuan Konsul Spesialis (F.RM.35)
Partogram (F.RM.26)
Surat keterangan Kelahiran (F.RM.53)
Pernyataan Pulang Atas Permintaan Sendiri (F.RM.30)
2. Hubungan Kerja dengan Pelayanan Keperawatan

Pengelolaan asuhan keperawatan pasien yang meliputi pengkajian, diagnose


keperawatan, rencana keperawatan, tindakan keperawatan dan evaluasi tindakan
keperawatan pada pasien rawat inap oleh perawat dengan menggunakan :
a. Pengkajian keperawatan pada bayi (F.RM.K.03)
b. Rencana asuhan Keperawatan sesuai dignosa keperawatan
c. Catatan keperawatan (F.RM.K.04)
d. Resume keperawatan (F.RM.K.08)
e. Catatan pemberian obat (F.RM.K.4.1)
f. Dischard planning (F.RM.RI.07A)
g. Catatan informasi dan edukasi terintegrasi (F.RM.U.21)

3. Hubungan Kerja dengan Pelayanan Penunjang:


a. Pelayanan Farmasi
Hubungan kerja dengan pelayanan farmasi meliputi :
1) Pengadaan pengobatan dan terapi pasien, menggunakan :
Resep dokter
Kartu Permintaan Obat (F.RM.29)
Lembaran Penempelan Tindasan Resep (F.RM.36)
2) Pengadaan perbekalan obat, alat kesehatan dan medis, menggunakan :
Surat permintaan Obat/ Alkes/ Reagen ke Apotik/ Gudang Farmasi (F.Farm.02)
Bon Permintaan Barang Tidak Rutin (F.RT.03)
b. Pelayanan Laboratorium
Pemeriksaan penunjang laboratorium dan penyediaan kebutuhan tranfusi darah untuk
pasien, menggunakan :
Permintaan pemeriksaan laboratorium (F.JangMed.04)
Kartu Pembebanan Penunjang Medis (KPPM) (F.RM.28)
Blangko Permintaan Darah ke PMI (F.RM.57)
c. Pelayanan Radiologi
Pemeriksaan diagnostik radiologi untuk pasien, menggunakan:
Permintaan Pemeriksaan Foto Rontgen (F.JangMed.02)
Surat Permohonan USG (F.JangMed.05)
Permintaan Pemeriksaan CT-SCAN (F.JangMed.06)
d. Pelayanan Rehabilitasi Medik
Permintaan Rehabilitasi Medik (F.JangMed.06)
e. Rekam Medik
Lembaran Masuk dan Keluar (F.RM.19)
Statistik Rekapitulasi Realisasi Perawatan IRNA (F.WM.12)
f. Pelayanan Gizi
Pengadaan kebutuhan nutrisi untuk pasien, menggunkan :
Bon diet pasien
4. Hubungan Kerja Dengan Bagian Non Medis
a) Administrasi Pasien
Pernyataan Persetujuan Biaya Tindakan Medis (F.RM.08)
Surat Pernyataan Pembayaran Selisih Biaya (F.RM.37)
Pernyataan Memilih Kamar Berdasarkan Kelas (F.RM.13)
Pemberian Keringanan dan Pembebasan Biaya (F.AP.08)
Surat Ijin Pulang (F.AP.11)
Surat Pengantar Deposit (F.AP.12)
b) Rumah Tangga Dan Logistik
Pengadaan perbekalan kebutuhan rumah tangga unit perawatan menggunakan :
Bon Permintaan Barang Rutin Non Medis (F.RT.02)
Bon Permintaan Barang Tidak Rutin Non Medis (F.RT.03)
c) SDM dan Diklat
Koordinasi dan tata laksana pengembangan SDM Keperawatan melalui pelatihan
internal da eksternal.
Kabid Keperawatan/ Karu membuat surat usulan pendidikan/ pelatihan dan
diserahkan kepada Kabag SDM untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai prosedur.
BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI SDM
1. POLA KETENAGAAN
NAMA JABATAN JUMLAH TENAGA YANG
KEBUTUHAN ADA
Kepala Perinatologi-NICU 1 1
Dokter pelaksana perinatologi-NICU 3 1
Kepala ruang/Koordinator keperawatan 1 1
Perinatologi-NICU
Perawat Pelaksana Perinatologi 7 7

2. KUALIFIKASI PERSONIL

NO Nama Jabatan Kualifikasi

Pendidikan Masa Kerja Sertifikat

1. Kepala Perinatologi- Dokter spesalis anak > 3 tahun Resusitasi neonatus


NICU

2. Dokter pelaksana Dokter spesialis anak - Resusitasi neonatus

3. Kepala Ruang S1/D3 Perawat Manajemen Bangsal, Resusitasi


Keperawatan/Kebidanan Pelaksana 5 th neonatus, BLS, PICU - NICU
Supervisi

4. Perawat Pelaksana S1/D3 Keperawatan/ - Basic Life Suport, Resusitasi


Perinatologi Neonatus
Kebidanan

5. Perawat pelaksana S1/ D3 Keperawatan/ - Basic Life Suport, Resusitasi


NICU kebidanan Neonatus , PICU - NICU
BAB XI
KEGIATAN ORIENTASI

Program orientasi merupakan salah satu cara memberikan pengarahan kepada tenaga baru, dalah
hal ini tenaga medis dan keperawatan yang baru melaksanakan tugasnya di unit yang
memberikan pelayanan di Perinatologi-NICU sehingga dapat mengenal gugus tugas secara
langsung. Kegiatan orientasi diberikan secara umum sesuai dengan program orientasi umum
yang dilaksanakan oleh bagian SDM rumah sakit dengan materi sebagai berikut :

NO MATERI METODE PIC


1. Visi, Misi, Motto, Falfasah dan Tujuan RS Ceramah SDM
Tanya jawab
2. Struktur Organisasi Ceramah Manajer
 Bidang Keperawatan Tanya jawab Keperawatan
 Instalasi Rawat Inap
 Instalasi Khusus (IRJA, IGD, IRIN, IBS,
IRB, Perinatologi, Hemodialisa)
3. Jenis Pelayanan dan kapasitas pelayanan Ceramah kabid
Tanya jawab Keperawatan
4. Uraian Tugas Perawat Pelaksana Ceramah Kasie Profesi
Tanya jawab Keperawatan
5. Hak dan Kewajiban Perawat, Pasien, RS dan Ceramah kabid
Dokter Tanya jawab Keperawatan
6. Program Orientasi, Rotasi dan Mutasi di Bidang Ceramah Kabid
Keperawatan Tanya jawab Keperawatan
7. Prosedur Tetap Ketenagaan Keperawatan : Cuti, Ceramah Kabid
Tukar dinas Tanya jawab Keperawatan
8. Evaluasi Kinerja Individual Ceramah Kabid
Tanya jawab Keperawatan
9. Asesment Kompetensi Ceramah Kasie Profesi
Tanya jawab Keperawatan
NO MATERI METODE PIC
10. Etik keperawatan dan Mekanisme Penanganan Ceramah Kasie Profesi
Pelanggaran Etik Keperawatan Tanya jawab Keperawatan
11. Prosedur Tetap Ceramah Kasie Mutu dan
 Administrasi Keperawatan Tanya jawab Askep
 Tindakan Keperawatan
 Penggunaan Alat
 SOP Kegawatdaruratan di ruangan: syok
anafilatik, resusitasi pada anak dan dewasa
12. Petunjuk Pengisian Rekam Medik dan Ceramah Kasie Profesi
Dokumentasi Asuhan Keperawatan Tanya jawab Keperawatan
13. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Ceramah Tim PPI
Nosokomial Keselamatan (Patient Safety) Tanya jawab
BAB X
PERTEMUAN / RAPAT

Dalam memberikan pelayanan Perinatologi-NICU dilakukan pertemuan koordinasi secara


berkala, adapun pertemuan yang dilaksanakan terdiri dari :

KEGIATAN WAKTU PESERTA

1. Rapat rutin

Rapat Koordinasi ruangan Minggu pertama Kepala perinatologi-NICU


dalam setiap Koordinator keperawatan
Materi :
bulan
- Laporan kegiatan masing-masing Perawat pelaksana
penanggungjawab

- Masalah dan pemecahannya

- Evaluasi evaluasi pelayanan satu


bulan yang telah berjalan

- Peningkatan mutu pelayanan

2. Rapat koordinasi dengan unit pelayanan lain

Membahas masalah terkait dengan unit Sesuai dengan Kepala Perinatologi-NICU


pelayanan lain undangan unit Koordinator keperawatan
lain
BAB XI
PELAPORAN

Kegiatan pelaporan dalam pelayanan Perinatologi-NICU yang dilakukan adalah sebagai


berikut :
JENIS PELAPORAN PERIODE PENANGGUNGJAWAB
NO
Laporan kegiatan harian Harian Perawat penanggungjawab
1.
shift

Rekap data sasaran mutu Bulanan Koordinator keperawatan


2.
ruangan perinatologi-NICU

Rekap data pelayanan PONEK Bulanan Koordinator keperawatan


3.
perinatologi-NICU

Laporan Kerja Tahunan 1 tahun Kepala Perinatologi-NICU


4.

Anda mungkin juga menyukai