Anda di halaman 1dari 33

Standard Operating Procedure

Aplikasi AMICON
PT PLN (Persero)

DIVISI SISTEM & TEKNOLOGI INFORMASI


PT PLN (PERSERO) KANTOR PUSAT
© 2019

1
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................................................... 2


SEJARAH REVISI ................................................................................................................................... 4
1. PENDAHULUAN ............................................................................................................................... 5
2. MAKSUD DAN TUJUAN .................................................................................................................... 5
3. RUANG LINGKUP ............................................................................................................................. 5
4. PROSEDUR PRA BILLING .................................................................................................................. 7
4.1 Alur Proses Pengajuan User .................................................................................................... 7
4.2 Alur Proses Registrasi Pelanggan AMR ................................................................................ 9
4.3 Alur Proses Registrasi Asset.................................................................................................. 11
4.4 Alur Proses Commisioning Pelanggan AMR ....................................................................... 14
4.5 Sumber Data Gagal Baca Pelanggan AMR ........................................................................ 22
4.6 Alur Proses Inspeksi Komunikasi Simcard, Modem dan Meter ........................................ 24
5. PROSEDUR BILLING ....................................................................................................................... 27
5.1Alur Proses Download DPM Pelanggan AMR di ACMT ..................................................... 27
5.2Alur Proses Penarikan dan Pengiriman Data Instant dan EoB Pelanggan AMR ........... 28
5.3Alur Proses Pengesahan Data Instant dan EoB Pelanggan AMR .................................... 32
6. DASHBOARD BILLING .................................................................................................................... 33
6.1 Persentage succes .................................................................................................................. 33
6.2 Billing Dashboard ..................................................................................................................... 33

2
Standard Operating Procedure Pengelolaan
Izin Stasiun Radio (ISR) PT PLN (Persero)
Nama
Tanda Tangan Tanggal
Jabatan
Mia Realita Sari
Siswa OJT Prajabatan 63
Disiapkan Miftahul Jannah
oleh Assistant Analyst Pengelolaan Service Management
Ronny Hariyanto
Assistant Analyst Kebijakan dan Keamanan TI
Arief Budiprijatna
Manager Pengelolaan Service Management TI
Haris Matinu Triyanto
Diperiksa Manager Kebijakan dan Keamanan TI
oleh R Ari Rahmat Indra Cahyadi
VP Pengelolaan Infrastruktur TI
Wiyono
VP Perencanaan dan Arsitektur TI
Disetujui Agus Sutiawan
oleh PLT EVP Divisi Sistem dan Teknologi Informasi

No. Dokumen : .SOP/DIVSTI/2019

Tanggal : April 2019

Revisi : -

Jumlah halaman :

3
SEJARAH REVISI

Rev. Deskripsi Alasan Perubahan Tanggal

00 Release pertama - April 2019

4
1. PENDAHULUAN

Fungsi Pembacaan Meter merupakan salah satu dari tiga proses bisnis utama PT
PLN (Persero) sesuai dalam Pedoman Proses Pelayanan Pelanggan Tahun 2011
(Keputusan DIreksi no.1336.K/DIR/2011) oleh karena proses pembacaan meter
berkaitan langsung dengan sumber pendapatan perusahaan maka dari itu
dibutuhkan akurasi data yang cukup tinggi agar tidak terjadi losses bagi
pendapatan perusahaan. Aplikasi AMICON dibuat untuk menangani kegiatan
pencatatan stan meter pelanggan khususnya pelanggan meter AMR (Automatic
Meter Reading). Aplikasi AMICON berbasis web dan terintegrasi dengan aplikasi
existing seperti Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) dan Aplikasi Catat
Meter Terpusat (ACMT) sebagai aplikasi yang berfungsi mengolah, menghitung
dan mengirimkan data stan Pelanggan AMR ke Aplikasi Pelayanan Pelanggan
Terpusat. Sehingga proses mulai dari pembacaan sampai monitoring terhadap
pelanggan dapat dilakukan dengan baik dan dapat meningkatkan fleksibilitas,
fungsionalitas, skalabilitas serta kemudahan operasional pencatatan meter
sehingga dapat mendukung kinerja dan meningkatkan SLA Pelayanan Pelanggan
PT PLN (Persero).

2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari SOP Billing AMICON adalah untuk memberikan panduan dalam
mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi pembacaan billing pelanggan
AMR yang dilaksanakan setiap pada awal bulan.
Adapun tujuannya adalah Divisi Sistem dan Teknologi Informasi dapat melakukan
evaluasi dan efesiensi terhadap kinerja baik dari sisi Aplikasi AMICON maupun
kinerja user PLN sendiri yang terkait dengan Role AMICON.

3. RUANG LINGKUP

Adapun ruang lingkup SOP Aplikasi AMICON di lingkungan PT PLN (Persero)


terdiri dari beberapa hal sebagai berikut:
1. Prosedur Pra Billing
a. Alur Proses Pengajuan User
b. Alur Proses Registrasi Pelanggan AMR
c. Alur Proses Registrasi Asset
d. Alur Proses Commisioning Pelanggan AMR
e. Sumber Data Gagal Baca Pelanggan AMR
f. Alur Proses Inspeksi Komunikasi Simcard, Modem dan Meter

5
2. Prosedur Billing :
a. Alur Proses Download DPM Pelanggan AMR di ACMT Back Office
b. Alur Proses Penarikan dan Pengiriman data Instant dan EoB (Billing)
Pelanggan AMR
c. Alur Proses Pengesahan data stan Instant dan/atau EoB (Billing)
3. Dashboard Billing
a. Monitoring Dashboard
b. Prosentase Keberhasilan Billing

6
4. PROSEDUR PRA BILLING

Pra Billing merupakan seluruh proses kegiatan yang dilakukan oleh user
ADMIN AMR sebelum pelaksanaan billing pada tiap awal bulan yang mulai dari
meregistrasi pelanggan amr beserta asset-assetnya ke dalam aplikasi AMICON,
melakukan proses commisioning pelanggan amr tersebut untuk memastikan
adanya data instant, data loadprofile dan data EoB billing pada meter, untuk
kemudian dilakukan setting referensi billing kWh dan kVarh (Export / Absolute)
serta setting referensi rate (penentuan rate yaitu Rate 1 sebagai WBP/LWBP1).
kemudian pengecekan dan perbaikan jaringan komunikasi seperti kekuatan sinyal
pada simcard, kondisi modem dan kondisi meter yang ada dilapangan
(pemeriksaan port meter, penyesuaian jam meter dan jam EoB meter). Berikut
adalah beberapa Alur Proses Pra Billing yang harus dilakukan oleh Admin AMR
PT.PLN (Persero) antara lain:

4.1 Alur Proses Pengajuan User

Pengajuan User merupakan sebuah proses permohonan user pada


aplikasi AMICON sesuai Role user terkait seperti Penambahan User,
Penonaktifan User, Perubahan Role User dan Perubahan Kode Unit User.
Terdapat beberapa prosedur pengajuan Permohonan user adalah sebagai
berikut:
1. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi/Wilayah (PIC AMICON)
mengajukan permohonan user disertai kelengkapan dokumen sebagai
berikut:
a. Form Pengisian Permohonan Penambahan User, Penonaktifan User,
Perubahan Role User dan/atau Perubahan Kode Unit User.
b. Form permohonan user ditandatangani oleh user pemohon dan
manajer atau pihak terkait.
c. Formulir Pengajuan / Perubahan Mutasi User dilengkapi dengan
melampirkan SK Mutasi Jabatan atau penugasan dari manajemen.
d. Scan formulir Pengajuan / Perubahan Mutasi User dan SK Mutasi
Jabatan dan di email ke helpdesk.amr@iconpln.co.id ditembuskan ke
DIVSTI
2. Helpdesk AMR selanjutnya memeriksa kelengkapan dokumen dan
menindaklanjuti permohonan pengajuan / perubahan user tersebut
3. User Pemohon dapat melakukan Login ke Aplikasi AMICON
https://amicon.pln.co.id/
Username : pusat user email korporat
Password : password email korporat
Masukkan Kode Chapca : nnW2r

7
8
4.2 Alur Proses Registrasi Pelanggan AMR

Ada dua metode dalam meregistrasi Pelanggan AMR di Aplikasi AMICON


yaitu :
1. Menu Location
Menu Location digunakan untuk meregistrasikan id pelanggan secara
manual. Langkah Registrasi Id pelanggan di menu Location :
1. Pilih menu Location

2. Klik Add New Location

3. Tampil Form Registrasi Location

4. Pilih Site
5. Pilih Location Type (Substation, Meterpoint, Pre Customer)
6. Input Location Code (Id Pelanggan)
7. Input Location Name dll
8. Klik Save

9
Pada menu Location terdapat beberapa Location_Type sesuai peruntukan
Pelanggan tersebut yaitu :
A. Substation dan Meterpoint
Merupakan Pelanggan Non AMR yang diregistrasikan ke AMICON
Contoh : Meter Trafo Distribusi (MTD), Exim Penyulang dll
B. Pre Customer
Merupakan Proses registrasi calon pelanggan AMR yang didaftarkan ke
menu Location dikarenakan masih menunggu proses mutasi pelanggan
tersebut dari AP2T, apabila mutasi pelanggan dari AP2T sudah masuk ke
menu Integration Customer, maka Id pelanggan yang mengalami proses
mutasi tersebut harus di Apply to Location agar status Pre Customernya
berubah (update) menjadi Customer di menu Location.

Keterangan :
Hanya Location_type Pre Customer yang dapat di APPLY TO
LOCATION sedangkan Substation dan meterpoint tidak dapat dilakukan
APPLY TO LOCATION di menu Integration Customer. Apabila mengalami
kendala seperti diatas silahkan hubungi helpdesk amr untuk di update
menjadi pre customer agar User dapat dilakukan APPLY TO LOCATION.

2. Menu Integration Customer

10
Semua pelanggan AMR (kode pembeda meter A) yang mengalami proses
mutasi di AP2T baik Mutasi PDL (PB,PD,Ganti meter) maupun PDL
Kolektif akan masuk ke menu integration.
Status Pelanggan di Integration Customer :
New Location
Adalah Pelanggan AMR yang terdapat mutasi Pasang Baru (PB) dan
belum pernah terdaftar di menu Location.
Update Location
Adalah Pelanggan AMR yang terdapat mutasi Perubahan Daya (PD),
Ganti meter dan sudah pernah terdaftar di menu Location.
Proses penarikan data pelanggan AMR yang mengalami mutasi di AP2T
akan masuk ke Aplikasi AMICON secara otomatis di menu Integration
Customer secara sistem oleh scheduler aplikasi Amicon setiap +- 2 Menit
namun tetap diperlukan eksekusi user dengan Klik Apply To Location agar
pelanggan AMR dapat masuk ke menu Location. Semua Pelanggan AMR
di menu Location yang di registrasi secara manual maupun melalui
integration customer pada awalnya berstatus STOCK.

4.3 Alur Proses Registrasi Asset

Menu Asset berfungsi untuk meregistrasikan data-data asset seperti Meter,


Modem, Converter, dan Simcard. Semua data Asset (Meter, Modem,
Converter, dan Simcard) yang sudah berhasil diregistrasikan tampil di menu
Asset dengan status STOCK. Status Asset akan menjadi ACTIVE apabila
sudah dilakukan commisioning dengan Pelanggan AMR.
Langkah Registrasi Asset di menu Asset :
1. Pilih menu Asset

11
2. Klik Add New Asset

3. Tampil Form Add Asset

4. Pilih Site
5. Pilih Asset Type (Meter,Modem,Converter,SIM)
a. Tampilan Form Asset Meter

12
Pada form Meter Asset saat user menginputkan brand type misal
MK10E maka secara otomatis tampil setting parameter meter secara
default (User=EDMI, Password=IMDEIMDE) sesuai brand type meter
yang dipilih. Tetapi User dapat mengganti setting parameter meternya
sesuai meter yang ada, misal user & password diganti
READER,READER. Install Date merupakan tanggal registrasi asset
tersebut.
b. Tampilan Form Asset Modem

Pada form Modem Asset, user harus menginputkan data IMEI


modem, Merk Modem, dan Type Modem. Untuk data Connection
akan default terisi seperti Communication Type = GPRS dan
Connection Type = STATIC, Communication Port = 1000 dan
Connection Port = RS232
c. Tampilan Form Asset Converter

Pada form Converter Asset harus menginputkan data Asset Code,


Brand, dan Brand Type converter. Namun pada intinya yang menjadi
jalur komunikasi adalah IP Address dan Port dari converter tersebut.
Jadi IP Address dan port yang di input tersebut harus terkoneksi ke
jaringan Icon+, komunikasi Converter menggunakan Kabel Fiber
Optik (FO) dari Icon+.
13
d. Tampilan Form Asset SIM

Pada form SIM Card Asset user harus menginputkan data No


Simcard, Provider, dan IP Address Simcard. Khusus Simcard
Telkomsel Untuk mengetahui kesesuain No simcard dan IP simcard
tersebut dapat diakses melalui aplikasi Jasper Telkomsel. Pelanggan
AMR yang yang sudah aktif dan terpasang Simcard Telkomsel dapat
digunakan untuk meremote meter yang berada dilapangan
menggunakan aplikasi meter tersebut. Misal Meter edmi
Menggunakan Aplikasi EZIVIEW selama terhubung dengan Jaringan
Icon+
6. Klik Save untuk menyimpan Asset yang sudah diinput

4.4 Alur Proses Commisioning Pelanggan AMR

Commisioning merupakan proses penggabungan (join) pelanggan AMR (Id


Pelanggan) dengan asset (Meter, Modem / Converter, SIM Card) yang sudah
ter-registrasi di aplikasi amicon dengan status STOCK untuk dijadikan satu
kesatuan data induk meter pelanggan.

14
15
Tahapan Melakukan Commisioning Pelanggan AMR yaitu :
1. Binding Data
a) Klik Search pada Location

b) Tampil form Search Location

c) Input Idpelanggan pada Location Code


d) Status Pelanggan AMR adalah STOCK

e) Klik tanda Pin


f) Lakukan juga untuk Asset Meter, Comm Device dan SIM Card
g) Klik Test
2. Test Result
a) Untuk Meter DLMS

Pada Proses Commisioning Meter DLMS (Wasion,Hexing,Itron dsb)


data hasil proses pembacaan yang tampil yaitu :
1. Open Socket = Login ke Modem
2. Login = Login ke Meter

16
3. Get Meter Number = Mengecek kesesuaian No Seri Meter yang
ada di Fisik dengan yang terdaftar di register
meter
4. Get Meter Time = Mengecek kesesuaian Jam Meter dengan
jam saat ini
5. Get End Of Billing = Mengecek data Billing terakhir yang ada di
meter
6. Get Instantenous = Mengecek data Instant terakhir yang ada di
meter
7. Get Loadprofile = Mengecek data Loadprofile terakhir yang
ada di meter (Untuk meter baru
biasanya tampil EMPTY DATA hal ini d
ikarenakan meter belum mempunyai
Loadprofile, Jadi tunggu sekitar 15- 30 menit
agar loadprofile terbentuk di meter,
kemudian Commisioning Ulang)
b) Untuk Meter EDMI

Pada Proses Commisioning Meter EDMI (Non DLMS) data hasil proses
pembacaan yang tampil yaitu :
1. Open Socket = Login ke Modem
2. Login = Login ke Meter
3. Get Meter Number = Mengecek kesesuaian No Seri Meter yang
ada di Fisik dengan yang terdaftar di register
meter
4. Check Type = Mengecek Kesesuaian Type Meter yang
didaftarkan di Asset dengan Type Meter
yang ada di register meter
5. Get Meter Time = Mengecek kesesuaian Jam Meter dengan
jam saat ini

17
6. Loadprofile = Mengecek data Instant terakhir yang ada di
meter
7. Last Billing History = Mengecek data Billing terakhir yang ada di
meter
8. Instantenous = Mengecek data Instant terakhir yang ada di
meter
9. Log Out = Logout dari Meter

Berbeda dengan Meter DLMS, Meter EDMI mempunyai Channel -


Channel Meter tersendiri seperti channel Load Profile, channel Billing,
dan channel Instant. Aplikasi AMICON sudah menyediakan Mapping
Channel Group Name secara Default untuk Meter EDMI yaitu ATLAS
Family (Mk10) dan Genius Family (Mk6). Untuk Edmi Mk7B dapat
menggunakan channel dari ATLAS Family (Mk10).

Channel Loadrofile

Apabila Channel Loadprofile pada meter sudah standar Atlas Default


maupun Genius Default maka secara otomatis tampil Mapping
Channelnya pada combo box disertai nilai disebelah kanan combo box
tersebut misal : Arus R = CURRENT_L1, Arus S = CURRENT_L2, Arus
T = CURRENT_L3

18
Channel Billing

Channel Instant

Saat Commisioning Meter EDMI setiap Channel Loadprofile, Channel


Billing, dan Channel Instant yang sudah di pilih harus di APPLY satu per
satu oleh user ADMIN AMR. Jika tidak di APPLY maka tampil notifikasi
sebagai berikut :

19
3. Activation Result
Activation Result merupakan tahap yang paling penting dalam proses
commisioning karena pada tahap ini user ADMIN AMR harus dapat
menentukan Referensi Billing Rate (WBP/LWBP), Referensi Billing kWh
dan kVarh yang digunakan untuk Billing.

Tampilan Commisioning data Load Profile yaitu :


Read Date, Voltage, Current, Power Factor, Export Wh, Import Wh, Export
Varh, Import VArh, Frequency.

Tampilan Commisioning data Billing yaitu :

Menentukan Referensi Billing kWh dan Billing kVarh


Untuk Menentukan Referensi Billing kWh dan Billing kVarh user ADMIN
AMR harus melihat Nilai Billing kWh dan Nilai Billing kVarh pada kolom
Export dan kolom Absolute.
Referensi Billing kWh dan kVarh Export
Apabila hasil Commisioning nilai kWh dan kVarh yang tampil hanya di
kolom Export maka Referensi Billing kWhnya dan kVarhnya di Aplikasi
AMICON adalah Export
20
Referensi Billing kWh dan kVarh Absolute
Apabila hasil Commisioning nilai kWh dan kVarh yang tampil hanya di
kolom Absolute maka Referensi Billing kWh dan kVarh nya di Aplikasi
AMICON adalah Absolute
Catatan :
Apabila hasil Commisioning nilai kWh dan kVarh yang tampil pada
kolom Export dan kolom Absolute maka Referensi Billing kWh dan
kVarh di Aplikasi AMICON disesuaikan dengan yang di setting di
DISPLAY METER
Menentukan Referensi Rate Billing
Referensi Rate Billing (Billing Rate Reference) digunakan sebagai
acuan yang dipakai untuk menentukan Rate 1 sebagai WBP ataukah
sebagai LWBP1, hal ini dapat dilihat dari nilai Rate 1 yang tampil pada
kolom Export (Jika Referensi Billing kWh dan kVarh nya Export ) atau
Kolom Absolute (Jika Referensi Billing kWh dan kVarh nya Absolute),
pada umumnya jika nilai stan pada Rate 1 paling kecil maka Rate 1 di
setting sebagai WBP (Waktu Beban Puncak) dikarenakan jam operasi
lebih pendek yaitu jam 17:00 sampai 22:00 sehingga pemakaian relatif
lebih sedikit. (pengecualian di pabrik yang menggunakan sistem shif).
Tampilan Commisioning data Instant
Commisioning Data Instant menampilkan Diagram Phasor dan Nilai
Voltage (V) Per Phase, Voltage Angel, Voltage Angel conversion
(setelah di konversikan sesuai SPLN D3.006 - 2017). Nilai Current (A)
Per Phase, Current Angel, Current Angel Convertion, Power Factor dll.

Setelah Referensi Rate Billing, Referensi Billing kWh dan Billing kVarh
di tentukan maka user ADMIN AMR harus melakukan Aktivasi dengan
menekan tombol Confirm Active. Dan Tampil Notifikasi Activation
Succesfully

4. Review
21
Merupakan Proses tahap akhir dari commisioning yang digunakan untuk
melihat setting Referensi Rate Billing, Referensi Billing kWh dan Billing kVarh.

4.5 Sumber Data Gagal Baca Pelanggan AMR

Ada Beberapa sumber data gagal baca yang dapat digunakan sebagai dasar
perbaikan komunikasi Pelanggan AMR yaitu :
1. Dashboard 3 Days Offline
Dashboard 3 Days Offline Adalah sejumlah pelanggan AMR yang
mengalami kegagalan komunikasi baik dari komunikasi modem maupun
meter selama 3 hari berturut – turut.

Klik Detail pada Dashboar 3 Days Offline

Tampil Data Pelanggan 3 Days Offline


22
Data detil pelanggan 3 Days Offline ini dapat di eksport ke Excel sebagai
acuan untuk pemeliharan komunikasi simcard, modem dan meter.
2. Gagal Baca Harian
Sejumlah pelanggan AMR yang mengalami kegagalan komunikasi modem
maupun meter pada hari berjalan. Untuk mendapatkan data Pelanggan
AMR yang gagal baca harian dapat melalui email
helpdesk.amr@iconpln.co.id

23
3. Gagal Baca EoB 3 Bulan Berturut
Sejumlah pelanggan AMR yang mengalami kegagalan komunikasi baik
dari komunikasi modem maupun meter dan gagal mendapatkan stan EoB
Billing selama 3 Bulan berturut – turut. Hal ini juga untuk memastikan
kemungkinan Pelanggan AMR tersebut sudah mutasi menjadi pelanggan
bukan AMR. Untuk mendapatkan data Pelanggan AMR yang gagal baca
EoB 3 Bulan berturut dapat melalui email helpdesk.amr@iconpln.co.id
4. Gagal baca EoB Billing Awal Bulan
Sejumlah pelanggan AMR yang mengalami kegagalan mendapatkan stan
EoB Billing pada tanggal 1 awal bulan. Data Pelanggan AMR yang gagal
pada tanggal 1 awal bulan selalu di kirim ke Unit UID/UIW.

4.6 Alur Proses Inspeksi Komunikasi Simcard, Modem dan Meter

1. Periksa Kondisi Meter


a. Pastikan Port Komunikasi (port modem) dalam kondisi baik
b. Gunakan Kabel Direct dari Laptop untuk bisa berkomunikasi dengan
meter menggunakan port modem.
c. Kalau Gagal periksa settingan Communication-port sudah sesuai
dengan standart komunikasi.
d. Untuk meter EDMI yang menggunakan teknologi Atlas pastikan
settingan port modem adalah EDMI Commandline
e. Pastikan Port Komunikasi tidak terkunci oleh Modbus Scada
2. Posisi Kabel Antena, Kabel Data Modem ke Meter dan Antena
a. Untuk meningkatkan keberhasilan pastikan Kabel Data dan Kabel
Modem tidak mengalami induksi dari kabel tegangan baik In maupun
Out.
i. Induksi di akibatkan akibat kabel in/out modem yang didekatkan
dengan kabel tegangan AC baik in/out meter.
ii. Kabel in/out modem pastikan tidak terjepit sama pintu box meter.
b. Pastikan Antena mengarah ke atas Karena antena di design untuk
mengarah keatas bukan direbahkan atau dibalik.
c. Pastikan Antena masih lengkap, karena pernah ditemukan dilapangan
yang tinggal hanya kabel antena saja
d. Sewaktu pemeriksaan Modem pastikan qualitas sinyal > 13 point CSQ.
e. Kalau kualitas sinyal < 13 point lakukan penggeseran posisi antenna
sehingga mendapatkan nilai 13 point
f. Pastikan Kabel dari modem ke meter sudah sesuai dengan konfigurasi
meter, karena posisi RX, TX dan GND di sisi meter masih belum
standart sehingga kita harus memperhatikan posisi RX, TX dan GND
tersebut.
24
3. Pemeriksaan SIM Card
a. Dalam kasus ini pastikan kalau SIM Card masih dalam keadaan aktif
serta masih ada quota data, Karena permasalahan tersebut bisa
mengakibat tingkat keberhasilan baca menurun.
b. Perhatikan fisik SIM Card terutama di bagian Chip tidak ada
bercak/noda karat
c. Disarankan menggunakan kartu M2M Korporat yang sudah
menggunakan APN M2MPLNAMR
d. Pastikan Settingan User, Password, Rumus, IP, Port, Physical Address,
Logical Address, Authentification Level, User Verifikasi dan Password
Verifikasi sudah sesuai dengan masing-masing meter
e. Physical address untuk masing-masing meter adalah :
i. Itron/Actaris = 17
ii. Wasion = 18
iii. Hexing = 17
f. Logical address untuk masing-masing meter DLMS adalah 1
g. Authentification Level masing-masing meter DLMS adalah :
i. Itron/Actaris = LOW
ii. Wasion = LOW
iii. Hexing = HIGH
h. User Verifikasi & Password Verifikasi
iv. Hexing = aaa/aaa
4. SMS COMMAND
(1) Modem EDMI EWM100,
AT+MODE=2,0,0,0,IMDEIMDE
AT+setAPN=M2MPLNAMR,IMDEIMDE
AT+setPORT=1000,IMDEIMDE
AT+WRST=1,”024:00”,IMDEIMDE
AT+SAVE,IMDEIMDE
AT+CFUN=1,IMDEIMDE
(2) Modem EDMI TWM1000 (3G)
AT+MODE=2,0,0,0,IMDEIMDE
AT+setAPN=M2MPLNAMR,IMDEIMDE
AT+setPORT=1000,IMDEIMDE
AT#ENHRST=1,1440,IMDEIMDE (1440 menit = 24 jam)
AT#REBOOT,IMDEIMDE

25
Modem TWM1000 ini adalah modem 3G, setting pemilihan Signal
adalah sbb :
AT+WS46=12,IMDEIMDE  2G ONLY
AT+WS46=22,IMDEIMDE  3G ONLY
AT+WS46=25,IMDEIMDE  AUTO
AT+WS46?,IMDEIMDE  cek status
(3) Modem MLis (Fulindo) RJ, 3001G & 3002G(Firmware > 2.0)
123456AT+JAGP=M2MPLNAMR,,,0,0
123456AT+JATP=1000,10.14.158.180,IMEI,45
123456AT+JARST=1,1440
123456AT+JAM=1
123456AT+JAW
(4) Modem MLis (Fulindo) DC (Firmware > 2.0)
123456AT+JAGP=M2MPLNAMR,,,0,0
123456AT+JATP=1000,10.14.158.180,IMEI,45
123456AT+JARST=1,1440
123456AT+JAM=2
123456AT+JAW
(5) Modem Sierra GL6100 (DeTech)
123456AT+DGGPRS="M2MPLNAMR","","";+DGTCP=1,1,1000;+DGW
RITE
(6) Modem Wasion WS-18e dan WS-18f
#AT+APN=M2MPLNAMR,,
#AT+SVR=1
#AT+SVRPORT=1000
(7) Modem Hexing
*SET999999WKMD=1&GAPN=09M2MPLNAMR#
*SET999999NTCP=0&LSPT=01000#
*SET999999HBCY=45&NPAR=0#
(8) Modem Maestro
000000AT+TCPMODE=1
000000IPCONFIG=M2MPLNAMR,,,10.14.158.180,1000,120
000000AT&W
000000AT+CFUN=1
(9) Modem Robustel
000000:set gprs apn M2MPLNAMR
000000:set gprs username ""
000000:set gprs password ""
000000:set connection address 10.14.158.180
000000:set connection port 1000
26
000000:set connection socket_mode tcp_server
000000:set connection connect_mode always_online
000000:save
000000:reboot
(10) Modem Simcom
123456,G,M2MPLNAMR,,,1000,,60,1
Check :123456,INFO
Restart :123456,RESET

5. PROSEDUR BILLING

5.1 Alur Proses Download DPM Pelanggan AMR di ACMT

Terdapat beberapa prosedur download DPM Pelanggan AMR di ACMT


yaitu sebagai berikut:

a. Spv TE (Admin F23) memastikan bahwa semua DPM Pelanggan AMR di


AP2T sudah ber kode pembeda meter A, jika masih terdapat Pelanggan
AMR yang belum berkode pembeda meter A maka harus segera di PDL
Kolektif
b. Spv TE (AdminF23) memastikan Pelanggan AMR yang Aktif di AMICON
sudah ada DPM Pelanggan AMR di AP2T
c. Spv TE (AdminF23) melaporkan PIC AMICON UID / UIW apabila terdapat
pelanggan AMR yang sudah mutasi menjadi Non AMR kemudian dikirim
ke helpdesk.amr@iconpln.co.id untuk dinonaktifkan di AMICON
d. Admin Vendor ACMT diharuskan mendownload DPM Pelanggan AMR di
ACMT Back Office sebelum Billing Jam 10:00 waktu setempat

27
5.2 Alur Proses Penarikan dan Pengiriman Data Instant dan EoB
Pelanggan AMR

Terdapat beberapa prosedur tahapan penarikan dan pengiriman data Instant


dan EoB Billing yaitu sebagai berikut:

a. Proses Penarikan Data Instant dan EoB dilakukan oleh system AMICON
setiap tanggal 1 awal bulan
b. Penarikan data instant dimulai dari jam 00:00 WIB
c. Penarikan data EoB dimulai jam 08:00 WIB untuk Wilayah Indonesia
Timur dan Jam 10:00 untuk Wilayah Indonesia Barat
d. Hasil Penarikan Data EoB Tanggal 1 dan EoB diluar Tanggal 1 dan last
Instant masuk di Menu Integration Billing dengan Status NOT SENT
e. Pelanggan yang gagal mendapatkan Data Instant dan EoB masuk di
Menu Integration Billing Tab Failed
f. Pengiriman Data EoB Billing dan Instant dilakukan oleh Admin AMR (UP3)
g. Pengiriman Data last Instant dapat dilakukan setelah pukul 16:00 waktu
setempat.
h. Sebelum dikirim ke ACMT/AP2T user ADMIN AMR (SPV TE UP3) harus
melakukan pengecekan referensi billing kWh, referensi Billing kVarh dan
referensi billing rate di menu integration billing untuk memastikan bahwa
referensi billing kWh, referensi Billing kVarh dan referensi billing rate (Rate
1 sebagai WBP atau LWBP1) sudah sesuai. Dan apabila masih
menemukan ketidaksesuaian referensi billing kWh, referensi Billing kVarh
dan referensi billing rate dapat di kirim ke helpdesk.amr@iconpln.co.id
untuk dibantu disesuaikan
i. Data instant dan EoB Billing yang dikirim statusnya berubah dari NOT
SENT menjadi SENT
j. Ada 3 status data yaitu :
 Not Sent : Data Last Instant atau EOB berhasil ditarik oleh
AMICON dan siap untuk dikirim ke ACMT oleh user
Admin AMICON
 Sent : Data telah berhasil diintegrasikan dan terkirim ke ACMT
untuk selanjutnya di lakukan pengesahan oleh
AdminF23
 Failed : Tidak ada data last instant maupun EOB

28
Adapun tata cata untuk membuka fitur Integration Billing adalah sebagai
berikut :
1. Pilih menu Integration
2. Pilih sub menu Billing

Gambar 1 : Main Page Integration Billing

Pada saat pertama kali membuka main page Integration Billing tidak akan
menampilkan data pelanggan sebagaimana pada gambar diatas. Hal ini bertujuan
agar AMICON hanya menampilkan data pelanggan sesuai dengan unit yang telah
ditentukan oleh user. Oleh karena itu, adapun tata cara untuk menampilkan data
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pilih nama Site
2. Pilih Jenis data. Pada jenis data terdapat beberapa kategori yaitu :
a. Billing Tanggal 1 : Data pelanggan dimana proses penarikan data EoB
berhasil dilakukan oleh system AMICON pada tanggal 1 setiap bulannya
dan masih berstatus Not Send.
b. Billing Non Tanggal 1 : Data pelanggan dimana proses penarikan data
EoB berhasil dilakukan oleh system AMICON diluar tanggal 1 dan masih
berstatus Not Send.
c. Instant : Data last Instant pelanggan dan masih berstatus Not Send
d. Send : Data EoB atau data instant yang sudah berhasil terkirim ke ACMT
atau status Send.
e. Failed : Data pelanggan yang sama sekali tidak berhasil penarikan data
EoB atau data instant oleh system AMICON.
3. Pilih Periode
4. Klik button Search

29
Gambar 2 : Data Hasil Pencarian

Send Billing/Last Instant Ke ACMT


Proses ini merupakan proses pengiriman data EoB atau data instant ke AMCT.
Keberhasilan proses ini dapat ditentukan dari kesesuaian reff billing, kesesuaian
rate, dan nilai stand tidak ada yang bernilai nol. Adapun tata cara pengiriman
data tersebut adalah :
1. Centang pelanggan pelanggan yang data stand EoB akan dikirim ke ACMT
2. Klik tombol Send Billing Data

Gambar 3 : Proses Send Data Billing

30
3. Klik Yes pada notifikasi ‘Are you sure send to billing data to ACMT’

Gambar 4 : Notifikasi Send Data Billing

4. tampil notifikasi ‘SUKSES KIRIM ACMT’

Gambar 5 : Notifikasi Berhasil Send Data Billing

Perlu diketahui bahwa pengiriman data last instant ke ACMT memiliki cara
yang sama dengan pengiriman data billing. Selain itu setelah data EoB atau
instant terkirim ke ACMT maka main page Integration Billing akan kosong
kembali, oleh karena itu untuk menampilkan kembali data yang belum terkirim
ke ACMT maka kita tinggal klik button Search. Hal ini dilakukan sampai
semua data yang berhasil penarikan EoB atau Instant sudah berhasil terkirim
ke ACMT.

31
5.3 Alur Proses Pengesahan Data Instant dan EoB Pelanggan
AMR

Pengesahan stan AMR dilakukan oleh ADMIN F23/ADMIN CMT (Spv TE


Rayon). Terdapat beberapa prosedur
Pengesahan data Instant dan EoB Billing
yaitu sebagai berikut:
1. ADMINF23/ADMIN CMT Login AP2T
2. Pilih menu Catat Meter Terpusat
3. Pilih menu AMR
4. Sub Menu Pengesahan AMR

5. Tampil Form Pengesahan AMR

6. Ceklist data Stan AMR


7. Klik Sah/Setuju
8. Tampil Notifikasi Sukses / Gagal Pengesahan

9. Stan AMR yang berhasil disahkan masuk ke AP2T pada fungsi 2 posting 1

32
6. DASHBOARD BILLING

6.1 Persentage succes

Digunakan untuk memonitor tingkat keberhasilan Billing pada bulan berjalan.

6.2 Billing Dashboard

Digunakan untuk memonitor Jumlah Pelanggan yang EoB dan Last Instant
yang berhasil dikirim ke ACMT, Jumlah Pelanggan yan EoB dan Last Instant
yang tidak di kirim ke ACMT, serta Pelanggan yang gagal mendapatkan EoB
dan Instant pada tanggal 1.

33